Senin, 07 Mei 2018

melepasmu dengan cara paling indah.

Karenamu, aku menulis ini.., bukan puisi, tapi hanya kata2 yang kutulis di selang waktuku, di saat malam membelah diriku, hati & otak ku berdiskusi, keduanya saling menyalahkan, seperti gabungan dari segala nyeri yang kutampung di dada sebelah kiri.

Seharusnya catatan ini tidak pernah kucatat. tapi ternyata aku tidak cukup kuat menerima kenyataan perihal hubungan ini, sungguh., aku butuh kamu sebagai obat dari pelukanmu yang hangat, genggam tanganmu yang erat, atau pangkuanmu yang menopang tubuhku yang kian melemah, aku butuh kamu, sosok yang menawarkan kedamaian buat isi kepalaku yang kacau, aku butuh kamu, sebagai sinar yang menyala di ruang hatiku.

Tapi.., sang waktu sudah tidak mampu menghubungkan kita, nanti.., kamu harus pergi lagi, padahal aku masih menginginkan kita bisa berbicara, perihal apa saja, andai saja aku mampu membuatmu tetap ada disini, barangkali tidak perlu ada langkah pergi, tidak perlu ada rasa rindu yang membuat ranjangku sepi semalaman, andai aku mampu membuatmu tetap disini, barangkali tidak perlu ada tulisan di Blog ini lagi.

Kamu tidak pernah tau bagaimana aku menungguimu setelah berpaling kembali pulang, kamu tidak pernah tau bagaimana dirimu masih terbayang bersama doa2ku yang tidak pernah berhenti, memang aku orang yang paling keras dalam perkara mencintaimu, tapi sepertinya kamu tidak pernah tau itu, memang klau soal cinta, aku lebih memilih membicarakannya dalam bisu, kamu pun pasti tau bahwa kadang cinta memang rumit kaan??, kamu ada dalam kata2 yang tidak pernah terucap, kamu ada dalam secangkir kopiku yang pekat, kamu ada dalam tulisan2ku, yang kutulis sambil terkantuk, sudah lelah rasanya kujadikan mataku halaman buku terbuka, tapi kau adalah mata yang selalu menolak membacanya, & kamu tidak pernah tau berdukanya hatiku.

Karenamu, aku menulis ini, karena kata2 yang kupunya sudah tidak mampu bersuara lagi, maka jika tidak ada untuk kita bisa bersama, tolong ajarkan aku melepasmu dengan cara paling indah.

G@l!p0n9