Tampilkan postingan dengan label kata hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Maret 2023

untukmu

Untukmu yg pernah meremehkanku.
Kamu perlu tau bahwa aku berjuang karena aku memiliki tujuan, bukan untuk membuatmu terkesan, dan.., jika aku lelah.., jika aku kalah.., aku sendiri yg akan merasakan, jadi tak perlu kau tambah lagi beban dalam kehidupanku.

Untukmu yg pernah merendahkanku. Ingat,!! seburuk apapun masa lalu seseorang, ia masih berhak memiliki masa depan yg lebih baik.

Untukmu yg pernah meragukanku.
Aku tau betul bagaimana pengorbanan ayahku.., aku tau betul bagaimana kekuatan doa ibuku.., aku tau betul apa yg ingin aku raih, dan itu sudah cukup menjadi semangat bagiku.

Untukmu yang pernah meremehkanku. Aku berpesan kepadamu, jika engkau tak bisa membahagiakan atau memotivasi orang lain hari ini, setidaknya jangan pula menyakiti orang lain. Kau tau rasanya dan kau pasti tak mau merasakannya. Tak perlu aku balas dendam dengan melakukan hal yang sama kepadamu, karena apa bedanya aku dengan kamu jika aku melakukannya juga. Karena sejatinya cara balas dendam terbaik adalah dengan menjadikan dirimu jadi lebih baik.

Untukmu yang pernah menghinaku.
Jangan pernah terobsesi menjadi kaya.., tapi terobsesilah menjadi bahagia, agar nanti kamu tidak melihat sesuatu dari nilainya, tapi manfaatnya.

galipong 2023

Rabu, 28 Agustus 2019

Tentukan Jalanmu

Kamu lagi chat sama siapa??

Kamu masih saja chatt dengan??

Tolong pahami & mengerti aku.

Begini,; aku pernah bilang dari awal kalau aku percaya sama kamu, tapi aku tdk percaya dengan dia 'lelaki' yg pernah kamu sebut "suami".

Aku pernah bilang, jika kamu masih saja terus peduli sama masa lalumu, meskipun kpd anak2, tp mereka ada dlm lingkaran lelaki yg pernah km perjuangkan, meskipun hati kamu memang sudah tak ada perasaan lagi ke dia, tapi apa yg km lakukan sama halnya km peduli dngn kehidupan nya yg sekarang.

Aku tdk menyuruh kamu untuk meninggalkan atau melupakan mereka (anak2), aku hanya ingin kamu tdk melibatkan diri dgn hubungan mereka (bapak/anak), biarkan dia yg mengadakan.., & mengupayakan.., kamu cukup mendengar saja berita tentang mereka, & memberikan nasihat yg bijak buat anak2.

Sudah aku katakan dari awal, bila kamu terus saja peduli pada orang masa lalumu, sama halnya perhatian mu tak akan bisa lepas akan kebahagiaan mereka, aku tau ini salah, karena tdk semestinya aku mengatakan hal seperti ini, tdk pantas aku menyuruh kamu berbuat seperti ini, tapi karena semua permasalahanmu dari masa lalu, aku jadi berbuat seperti ini, biarkan keadaan kita membaik dahulu, tapi semua keputusan ada di kamu, aku harap ada keputusan terbaik untuk kita berdua, semua tergantung padamu, kamu inginnya seperti apa,.?, aku harap mendapat komitmen yg terbaik darimu.

Jujur, sebenarnya aku merasa ada yg tdk beres dgn hubungan yg kita jalani, walau terikat dgn sebuah pernikahan, tapi aku merasa hubungan yg kita jalani ini salah karena kamu tidak punya komitmen.

Semakin lama aku merenungkan hal ini, aku semakin yakin tdk akan ada kebahagiaan, bukannya ingin menyudahi hubungan kita atau komitmen yg pernah kita bangun, aku ingin kamu tau yg aku rasakan saat menjalani sebuah rumah tangga yg gagal, aku tdk ingin semua terjadi lagi pada kita nantinya.

Tak ada yg tau takdir Allah kedepannya seperti apa, aku juga tdk tau apakah benar kamu adalah wanita terbaik sebagai ketetapan terindah yg Allah berikan untukku, yg aku tau, sampai saat ini aku terus berdo'a, merayu Allah untuk melanggengkan hubungan kita.

Jika kamu juga ingin seperti itu, aku berharap kamu juga melakukan hal yg sama sepertiku, agar nanti doa2 yg kita panjatkan akan terbang melayang ke langit yg tinggi kemudian berkumpul di satu tempat bernama 'Arasy' Allah, & pada saat yg di nanti2 itu tiba, doa kita berdua dapat berakhir dgn bahagia.

Dari calon ayah
"9@l!p0n9" Agustus 2019. 

Rabu, 24 April 2019

Pembohong..!!

Allah itu selalu baik kepada orang2 yang dibohongi, entah oleh pasangannya sendiri ataupun orang terdekatnya, aku percaya setiap kebohongan dan kecurangan yang ditutupi dariku pasti akan Allah tunjukkan padaku, tak peduli serapi apapun kebohongan itu disembunyikan dariku.

Siapapun bisa membohongiku, tapi tak ada satupun yang bisa melakukan hal itu kepada Allah, maka sampai kapanpun tak akan pernah ada manusia yang bisa menutupi kebohongannya, sepandai apapun dia menutupinya, allah pasti akan membongkarnya, akan ada waktu, Allah akan membuka semua kebohongan yang disembunyikan dariku, Allah akan menunjukkan kebohongan itu untuk menyelamatkanku dan untuk membuktikan padamu, bahwa tak ada satupun kebohongan yang bisa disembunyikan.

Bahkan, kebohongan dengan maksud membuat pasanganmu tertawa pun dilarang oleh Agama mu..!!!

Rasululllah Saw bersabda, ““Celakalah orang yang berbohong agar orang lain tertawa, celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Dawud no. 4990, Tirmidzi no. 2315, Darimi no. 2705, Ahmad 5/7).

Saat kamu menyadari bahwa apa yang kamu lihat dariku tidak sesuai dengan kenyataan yang selama ini menghiasi anganmu, itu sama halnya dengan kenyataan yang tak menyenangkan, membuat ego hati tak bisa menerimanya, dan kamu menghindari sebisa mungkin rasa sakit yang ada, dengan cara menyenangkan hatiku sebisa mungkin sekalipun memungkiri kenyataan dengan perbuatan yang tak menyenangkan, sehingga kebohongan menjadi salah satu jalan dan menjadi sebuah pembenaran.

Mungkin berbohong untuk kebaikan menjadi salah satu alasan untukmu membenarkan perbuatan itu, lalu akankah yang kamu lakukan memang benar2 baik, dan apakah semua hal yang ditutupi oleh kebohongan akan menjadi lebih baik..?

Tapi apa jadinya jika ternyata tanpa kamu sadari, itu menjadi sebuah penyakit yang perlahan menggorogoti hubungan kita, yang kemudian bisa kapan saja menghancurkan hubungan kita dalam waktu sekejap, dimulai dari kebohongan2 kecil akan menjadi sebuah kesalahan yang tak terkendalikan, menjadikanmu terlena hanya karena ingin menyenangkan diriku atas ketidak sempurnaanku sebagai manusia

Saat ini kebenaran telah memiliki jalannya sendiri untuk menunjukkan kebohongan yang kamu lakukan padaku, jadi.., jauhkan perbuatanmu dari hal2 yang membuatmu menjadi pembohong dan tidak amanah, jangan pernah membohongi siapapun, terutama pasanganmu agar kelak tak ada "BANGKAI" yang dapat menyulitkan hidupmu sendiri saat Allah membongkar kebohongan itu.

Karena kebenaran tetap akan memperlihatkan kenyataan yang sesungguhnya, entah sebagai pembelajaran untuk diriku atau sesuatu yang akan kamu sesali.

G@l!p0n9

Rabu, 06 Februari 2019

Menanam Dan Menuai

Ini merupakan hukum yang sangat terkenal dan banyak orang tau, namun tidak banyak yang bisa melakukanya.

Jika kamu menanam padi maka kemungkinan besar akan menuai padi dan jika kamu menanam gandum maka kemungkinan besar akan menuai gandum.

kenapa baru kemungkinan,,?

Bukankah sudah pasti,,?

Belum tentu..!

Jika kamu menanam padi apakah yang tumbuh hanya padi,,?

Apakah rumput dan ilalang liar tidak tumbuh juga,,?

Maka dari itu jika hanya menanam tanpa dirawat dengan sungguh2 belum tentu yang kamu tuai adalah padi, bisa jadi rumput dan ilalang, jika menanam padi saja masih tumbuh juga rumput liar dan ilalang, apalagi kamu hanya menanam rumput dan ilalang liar, atau tidak menaman benih bermanfaat sama sekali, apa yang akan kamu tuai,,?

Sudah merasa menanam sesuatu dan sudah merawatnya terus menerus,,?

Ketahuilah,,.
Merawat lebih sulit dari pada menanam, ini bukan soal merawat ataupun mengkasihi.., juga bukan sekedar menyiram, memupuk dan mencabut rumput ilalang liar, tapi juga harus mengenal karakter benih itu sendiri, apa yang dia mau, dan apa yang tidak dia suka.

Sesuatu yang hidup mempunyai sifat karakternya masing2 dalam kehidupannya untuk dapat tumbuh terus menerus dengan baik, dan bisa lebih baik lagi.

Tidak akan bisa sesuatu yang hidup di daerah dingin bersalju bisa kamu tanam di padang sahara yang panas, begitu juga sebaliknya, dan ini pun juga bukan hanya masalah iklim, tapi dalam cuaca apa dia bisa tumbuh dengan baik,,? Angin.., Hujan.., Panas.., semua itu berpengaruh terhadap sesuatu yang bertumbuh.

Maka tanamlah benih itu mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan, rawat, kenali dan pahami karakter hidupnya, agar tumbuh terus menerus dengan baik dan kamu akan menuai sesuai dengan yang kamu inginkan.

g@l!p0n9 2018

Kamis, 17 Januari 2019

Hanya Aku

Sungguh,,!! aku mencintainya tanpa alasan apapun, setiap detik dia selalu datang dalam pikiranku, tapi entahlah.., ada rasa ragu yang sering muncul di dalam hati.

Aku tau ada serpihan kenangan dari masa lalu yang pastinya tidak bisa kamu lupakan, tapi, saat ini ada aku yang sudah bersamamu, apakah kamu tau ada rasa sakit yang muncul saat tau kamu sembunyikan sesuatu dalam hati & fikiran, bahkan di hand phonemu yang itu sangat mudah untuk  kutebak.

Sekarang..,

Lihatlah aku, dan jangan pernah melihat kebelakang lagi, lihatlah saja aku.., Hanya Aku.

G@l!p0n9

Senin, 31 Desember 2018

Kecewa

KECEWA..!! perasaan yang lebih pedih dan menyakitkan dari sekadar membenci seseorang, ketika aku sudah dikecewakan oleh seseorang, dengan sendirinya raga ini mencoba untuk menjaga jarak darinya atas perintah hati.

Aku merasakan seolah ada bara di dalam dada saat aku membenci, tetapi saat aku sudah dikecewakan, diri ini seakan berada jauh di tengah lautan, memutuskan untuk menenggelamkan diri agar tak bisa ditemukan lagi oleh orang yang telah mengecewakanku, bahkan aku rela diri ini sakit, asal tak lagi dekat2 dengan orang tersebut.

Sakit rasanya dikecewakan, meski tak sampai hati untuk membencinya, karena bagaimana pun dia adalah orang yang paling penting dalam hidupku, Dia adalah orang yang sudah jadi bagian penting dalam diriku, tak ada sedikit pun niatan jahat untuk menghancurkan hidupnya atau membuatnya merana, hanya saja memang aku tak bisa lagi menerima dia seperti dulu lagi.

Saat sudah dikecewakan berulang kali, tak ada lagi harapan, sudah tak sanggup lagi untuk mengembalikan segala sesuatunya seperti dulu lagi, semua sudah berubah, tak lagi ada yang sama, dan jarak yang memisahkan makin terbentang jauh.

Perasaan kecewa memang butuh waktu untuk bisa kembali pulih, dan hanya tinggal pilihan, mau terus bertahan atau memilih untuk menjauh dan menjaga jarak agar tak lagi kembali kecewa.

Hai.., kalau kamu sendiri bagaimana? Apa yang kamu lakukan saat sudah dilukai atau dikecewakan oleh seseorang..?

G@l!p0n9

Minggu, 16 September 2018

Sudahlaah

Aku mau tahu..? inikah akhirnya..?
Aku tak tahu..? apakah ini akhirnya..?
Sungguh..!! ini membuat kepalaku pening.

Oh, apakah yang aku rasa ini.., masihkah ini tentang titik dua bintang..?

Sudahlah..! ini tentang jarak..? ini tentang waktu..?

Aku lebih memilih curhat kepada Rabb-ku, dan aku curahkan ke dalam kertas melalui tinta hitam, biarkan aksara menjadi saksi perasaanku saat ini, menuliskan ketidak perdulian dari apa yang mereka katakan tentangku, aku memuliakan kalau semua baik2 saja, dan aku selalu menganggap, semua akan jauh lebih baik jika wajah ini selalu dengan senyum kesederhana'an.


Mungkin kelak saat segalanya terasa begitu kosong.., mungkin kelak saat segalanya terasa begitu sulit.., mungkin kelak saat tidak ada lagi yang bisa kulakukan.., mungkin saat itulah ada sesal yang kamu rasakan, mungkin saat itulah aku menjadi orang yang kamu benci.

Aku tau, segala hal akan ada kadaluarsanya.., aku tau, segala hal akan ada kadarnya untuk dipenuhi.., aku tau, segalanya kelak tidak akan ada artinya..,

Tapi.., sekali saja.., sekali saja.., aku ingin kamu tau.., bahwa sekeras apa pun hidupku, seberantakan apa pun hidupku, aku tetap ingin bersamamu, menangani segala jenuh bersama dalam peluk, menjalani cemburu dengan kecup, mencoba saling memahami saat salah satu dari kita sedang menyukai seseorang yang lain.

Ah ini terlalu tinggi, aku terlalu mabuk, sudahlah.., mungkin aku akan selamanya berdiri di sampingmu sambil mengusap keningmu yang basah, atau mungkin aku akan selamanya menjadi debu dihatimu.

Aku tidak bisa memutar waktu, dan waktu tidak bisa sembuhkanku dan mungkin itulah yang menjadi sebab tidak adanya aku yang cemburu, tidak adanya aku yang menyebalkan, tidak ada lagi cerita kita yang sudah kenal puluhan tahun.

Sayang..,
Aku ingin kamu berbahagia, aku tidak bisa menjadi penyebab luka di hidupmu, aku tidak ingin terus menerus ciptakan sakit dalam hidupmu, kamu tidak bisa selamanya menjadi yang paling cinta, kamu  harus lekas dan bergegas, sungguh.!! aku akan merindumu setengah mati, aku akan merindumu sepenuh hidupku, baik2lah dalam hidup, aku tau hidup tidaklah mudah, aku tau hidup tidak selalu indah, tapi aku tau kamu selalu kuat.

Sayang.., semoga kamu bahagia dan bisa bernapas lega, pergilah.., agar hidupmu tidak lagi kotor dan bau karenaku, raga kita selalu dekat, tetapi MAAF jika ikatan bathin kita tidak terikat seperti dahulu..,

Salam dariku kepadamu..,
Aku yang mencintaimu..,

G@l!p0n9

Jumat, 01 Juni 2018

Tinggal menunggu waktu

Aku tau hidup ini adalah anugrah dari Allah, tapi ada yang aku tidak tau, mengapa Allah mengirimkan kamu, apakah ini bentuk kasih sayangNya atau ini hukuman yang Allah berikan kepadaku,

Ini bukan tentang mampu atau tidak untuk melangkah ke depan, manusia memiliki segala keterbatasan, itu juga berlaku buatku, karenanya aku tidak tau apa yang akan terjadi satu menit, satu bulan, satu tahun kemudian di dalam hidupku, entah apakah ini adil untukku, ketika aku harus memilihmu tapi aku tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan dengan pilihanku itu, dan apa yang harus aku lakukan jika ternyata pilihanku justru membuat semua hal menjadi semakin sulit.., pastinya semua akan terasa salah.., semua hal akan menjadi tidak menyenangkan dan perasaan lelah datang karena ketidak nyamanan.

Kalau saja dulu, di waktu itu kamu dan aku tidak bertemu dan saling bertukar cerita, hidupmu pasti akan berjalan baik2 saja, yaa.., andai saja waktu itu kamu dan aku hanya sebatas teman bicara, tapi waktu terus berjalan, pada akhirnya kamu dengan masamu yang sekarang, merasa nyamankah kamu hidup sendiri..?,  yaa, mungkin saat ini kamu sudah nyaman sendiri demi untuk hidup bersamaku, tapi.., bagaimana di waktu yang akan datang..?, ini hanya masalah waktu dan keadaan kita masing2, tapi percayalah, kamu dan masa lalumu akan terhubung lagi di masa depan, akan ada saatnya kamu kembali pada masa lalumu, percaya saja, semua sudah ada yang mengatur, kita sebagai manusia hanya menjalani peran.

Sebenarnya kalau waktu bisa diulang, tentunya kita pasti memilih untuk tidak bertemu, tapi ini bukan salah kita, atau salah  orang2 di masa lalu kita tapi ini kesalahan sang waktu, yang seharusnya tidak mempertemukan kita lagi, dan.., meskipun aku tidak bisa mengulang waktu, setidaknya aku ingin kehidupanku kedepan tidak seburuk kehidupanku yang kemaren,  mungkin ini cara Allah mendidik, agar aku tidak hanya sekedar hidup namun juga bisa memaknai hidup.

Aku memang tidak bisa memutar waktu dan merubah semua hal yang sudah berlalu, tapi masa depan masih menyediakan waktu buatku untuk memperbaiki banyak hal, termasuk kesalahanku di masa lalu, aku harus bisa kembali berdiri dan terus berusaha untuk kebaikan juga kebahagiaan hidupku di masa depan bersama kamu.

Sekarang jalani saja apa yang menurut kamu berguna untuk masa depan kita, karena aku pun juga melakukan hal yang sama, denganmu..?, tidak ada alasan lagi buatku melakukan hal yang percuma, tidak ada lagi hati yang harus aku patahkan karenamu, ketahuilah, sudah berapa hati yang aku patahkan hanya untuk menunggu seseorang yang saat itu tidak pernah memikirkanku. yaitu; "KAMU".

Tidak apa2 aku mengalah saat ini, aku belum bosan untuk terus mengerti, dan memahamimu, aku akan terus belajar untuk memahami kamu lebih dalam lagi, karena aku tau masih banyak hal yang mungkin belum aku pahami dari dirimu, biarkan aku terus mengerti kamu hingga aku lelah dengan sendirinya, biarkan aku temukan titik jenuhku sendiri.

Ya.., ini hanya masalah waktu saja, semoga saja masa sekarang dan masa depan akan mengajarimu menggenggamku lebih erat dibandingkan saat masa lalu.

G@l!p0n9

Senin, 07 Mei 2018

melepasmu dengan cara paling indah.

Karenamu, aku menulis ini.., bukan puisi, tapi hanya kata2 yang kutulis di selang waktuku, di saat malam membelah diriku, hati & otak ku berdiskusi, keduanya saling menyalahkan, seperti gabungan dari segala nyeri yang kutampung di dada sebelah kiri.

Seharusnya catatan ini tidak pernah kucatat. tapi ternyata aku tidak cukup kuat menerima kenyataan perihal hubungan ini, sungguh., aku butuh kamu sebagai obat dari pelukanmu yang hangat, genggam tanganmu yang erat, atau pangkuanmu yang menopang tubuhku yang kian melemah, aku butuh kamu, sosok yang menawarkan kedamaian buat isi kepalaku yang kacau, aku butuh kamu, sebagai sinar yang menyala di ruang hatiku.

Tapi.., sang waktu sudah tidak mampu menghubungkan kita, nanti.., kamu harus pergi lagi, padahal aku masih menginginkan kita bisa berbicara, perihal apa saja, andai saja aku mampu membuatmu tetap ada disini, barangkali tidak perlu ada langkah pergi, tidak perlu ada rasa rindu yang membuat ranjangku sepi semalaman, andai aku mampu membuatmu tetap disini, barangkali tidak perlu ada tulisan di Blog ini lagi.

Kamu tidak pernah tau bagaimana aku menungguimu setelah berpaling kembali pulang, kamu tidak pernah tau bagaimana dirimu masih terbayang bersama doa2ku yang tidak pernah berhenti, memang aku orang yang paling keras dalam perkara mencintaimu, tapi sepertinya kamu tidak pernah tau itu, memang klau soal cinta, aku lebih memilih membicarakannya dalam bisu, kamu pun pasti tau bahwa kadang cinta memang rumit kaan??, kamu ada dalam kata2 yang tidak pernah terucap, kamu ada dalam secangkir kopiku yang pekat, kamu ada dalam tulisan2ku, yang kutulis sambil terkantuk, sudah lelah rasanya kujadikan mataku halaman buku terbuka, tapi kau adalah mata yang selalu menolak membacanya, & kamu tidak pernah tau berdukanya hatiku.

Karenamu, aku menulis ini, karena kata2 yang kupunya sudah tidak mampu bersuara lagi, maka jika tidak ada untuk kita bisa bersama, tolong ajarkan aku melepasmu dengan cara paling indah.

G@l!p0n9

Minggu, 25 Februari 2018

Haruskah Bertahan 2

Pada awalnya.., aku bangga dengan pilihanku, tapi pada akhirnya, tidak yakin pada pilihanku, saat aku sadar bahwa yang kupilih mungkin tidak sepenuhnya seperti aku impikan.

Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihanku,
tapi untuk bertahan pada pilihan tersebut, mungkin akan menghabiskan sisa usia yang aku miliki, karena.., cinta itu pilihan, kata siapa cinta itu tumbuh dengan sendirinya, cinta itu proses yang membutuhkan waktu, dan waktu akan mampu menumbuhkan cinta, namun waktu juga akan bisa memudarkan cinta itu.

Aku belajar untuk bertahan pada cinta yang telah aku pilih, dan itu tidaklah mudah, cinta membutuhkan sebuah pengorbanan yang dimana pengorbanan tersebut terkadang tidak masuk diakal, itulah cinta dan begitulah pengorbanan, aku belajar bahwa mengalah pada cinta bukan berarti aku kalah, ini adalah caraku untuk bertahan pada cinta yang aku pilih.

Karena..,

Bukan manusia yang menyempurnakan cinta, tapi Allah yang memiliki kuasa atas penyempurnaan cinta itu.

Bertahan pada pilihan..??

Sanggup dan mampukah aku..?

Cintaku perlu waktu untuk melalui semua proses ini.., karena cinta membutuhkan kepercayaan, bukan kecurigaan yang berlebihan.., karena cinta butuh uang.., cinta membutuhkan Kejujuran sekalipun pahit, namun itu lebih baik dari sebuah kebohongan manis, sebuah cinta itu dihargai bukan dengan materi.

Untukmu seorang dari sebuah cerita cinta yang telah aku pilih..,

Aku ingin bertahan disisimu,bertahan atas pilihanku, maaf jika aku tidak sempurna.

G@l!p0n9

Senin, 11 Desember 2017

Haruskah Bertahan

Yuung.., Ukuran kebahagian setiap orang itu ber-beda2, dan bahagiaku aku yang merasakan sendiri, aku terkadang merasa sudah tidak tahan dengan hubungan ini, tapi, banyaknya kenangan yang membuat aku tetap bertahan, dan  mungkin pada akhirnya nanti, aku bisa terjebak dengan hubungan yang tidak sehat, dan jika aku sudah merasa lelah, tidak salah jika aku berpikir untuk meninggalkanmu, karena.., hubungan tidak bisa hanya didasari oleh rasa cinta saja.

Yuung.., menjalani hubungan, dalam hal pandangan haruslah sama, karena, akan menjalani bahtera rumah tangga yang tidak sebentar, dan.., jika dalam hal sikap sudah berbeda, itu bisa menjadi penghalang, dan jika tidak kuat menghadapinya, maka pertengkaran demi pertengkaran yang akan terjadi, jadi.., aku harus memikirkan kembali tentang hal ini.

Yuung.., rasa nyaman itu mampu mengalahkan semua rasa, kalau sudah nyaman kadang orang enggan untuk pergi, kalau sudah nyaman seseorang enggan memikirkan hal2 yang negatif, karena itu buatlah orang yang kamu cintai ini merasa nyaman dengan perlakuanmu, dengan keadaanmu, karena.., andai aku tidak cintapun pasti akan mempertahankan dirimu dan bertahan dengan cintamu.

Yuung.., bukan karena cantik dan materi yang membuat seseorang itu bertahan, tapi.., yang terpenting adalah rasa yaman yang bisa kamu berikan, sebab.., yang awalnya jatuh cinta karena alasan cantik pada akhirnya akan pergi karena jatuh cinta pada seseorang yang membuatnya merasa nyaman.

Yuung.., seseorang yang bertahan karena merasa nyaman sudah pasti menemukan bahagianya, tapi seseorang yang bertahan karena alasan lain belum tentu bisa bahagia, maka jangan heran jika nanti aku bisa pergi meninggalkanmu, karena.., secantik apapun kamu kalau aku tidak merasa nyaman maka aku pasti akan pergi meninggalkanmu, mencari seseorang yang membuatku merasa nyaman, cantik belum tentu buat seseorang bisa nyaman, tapi kalau sudah nyaman, tidak cantik pun seseorang tetap akan bertahan.

Yuung.., kalau kamu tidak bisa membuat kekasihmu ini bertahan karena kecantikanmu maka buatlah bertahan karena merasa nyaman, buatlah aku menemukan kebahagian denganmu, dengan begitu, aku yang tidak percaya diri, biasa2 saja dan jauh dari kata sempurna ini, mampu mempertahankan seseorang yang saat ini mencintaiku.

Yuung.., tinggalkan apapun yang membuatmu merasa sedih, jauhi apa yang membuatmu merasa sakit, kamu bisa menghindari sesuatu yang membuatmu tidak bahagia, kamu bisa tidak peduli dan melepaskan aku yang hanya menyakitimu, kamu bisa mencari pengganti pasangan hidup yang bisa membuatmu bahagia.

Yuung.., hidup memang Allah yang mengatur, tapi sebagai manusia aku diberi pilihan, memilih hidup bahagia atau tidak bahagia tergantung pada keputusanku sendiri, aku bisa meninggalkan segala sesuatu yang nanti membuatku tidak bahagia dan akan pertahankan yang membuat hidupku merasa nyaman dan ini bukanlah takdir, karena hidup ini adalah pilihan, aku bisa memilih untuk hidup bahagia atau tidak, dan tentu saja hidup bahagia itu bukanlah hidup yang setiap harinya membuat aku bisa tertawa, karena.., ada kalanya aku merasa sedih, ya, sedih yang membuatku berusaha lagi untuk mendapatkan kebahagian dari yang lain.


G@l!p0n9

Jumat, 17 November 2017

Menimbang Rasa

Hai.., apa kabarmu.., ada apa denganmu,,? karena,, sekilas aku lihat kamu sedikit kurus, apa kamu baik2 saja..? 

Aku disini rindu akan hari2ku saat bersama kamu, namun sekarang berubah, disini hari2ku sepi, tidak ada lagi wajah untuk aku pandangi disetiap waktu, dan bibir yang tersenyum ketika melihat sifat kekanakanku mucul, tapi mulutmu itu selalu  pedas untuk mengritik ku, namun aku suka itu.

Aku rindu, sangat rindu,, otak ku penuh denganmu, aku ingin  membagi ceritaku, aku perlu kamu, aku bosan dengan kondisiku, kamu tau kan.., seseorang  selalu silih berganti datang ingin menyejukan hatiku, tapi kamu tetap, kamu tetap ada di sini, ya di hati ini,,! aku tidak pernah lupa dirimu, tapi ada kebencianku yang belum tuntas untuk rasa ini, aku yakin kamu tau perasaan itu.

Kamu tau.., jarak yang diciptakan antara pagi dan malam, tidak begitu jauh, bahkan sangat dekat, yaa.., seperti itulah aku dan kamu, terpisah oleh jarak yang sangat dekat namun aku tetap tidak memiliki kuasa untuk menggapaimu, apalagi ada mereka (masa lalumu), seakan membuat jarak kita semakin jauh karenanya.

Ada kalanya aku mampu menggapaimu dan hadirku menjadi tempat untuk menampung segala ceritamu, canda tawamu, senyummu yang tercipta indah karena tidak adanya mereka (masa lalumu) disisimu.

Perasaan apa ini, entah apa ini sifat jelek ku, tapi aku merasa itu tidak adil buatku..!

Yaank.., apa yang kamu lakukan membuatku cemburu, aku benci alurmu,, adil bagimu, tapi ini tidak adil bagiku, baik untukmu tapi tidak baik untuk ku.

Tentang kisah kita,,! Kamu, Aku, Dia dan Dia.

Haruskah seperti ini, Kamu dan Dia, diriku dengan dirinya, lalu kenapa kamu membuat seolah cintamu memang nyata kepadaku, biarkan saja aku pada waktu itu dengan perasaanku sendiri, yang mungkin akan memudar jika tidak kamu hiraukan rasaku.

Kenapa kamu harus menyakitinya untuk perasaan yang bahkan tidak bisa kamu yakini, kamu wanita ter egois yang pernah kukenal, kamu membuatku percaya bahwa cinta bertahta di hatimu, dan ketika aku percaya, lalu kenapa saat ini kau mulai membedakan aku dengan mantanmu, yang aku tau, kamu selalu mengalah untuknya, berusaha mengerti perasaannya.

Adilkah ini untukku..? aku tidak pernah memintamu untuk mencintaiku, kita bertemu dan mengucap janji, lalu, apa salah jika aku percaya, saat itu langkahmu begitu ringan untuk pergi meninggalkan nya dan menuju kepadaku dengan membawa buah masa lalumu, lalu dengan alasan apa kamu masih bisa berbaik hati kepada lelaki yang sudah 13tahun menjadikanmu tulang punggung.

Rasa macam apakah itu.., keadaan ini sungguh sulit, kalau keadaan nya seperti itu, aku tidak cukup punya arti bagimu, tapi kuakui aku merasa bahagia, meski kenyamanan tidak berpihak kepadaku, rasanya tidak adil, kamu lebih menyamankan dia daripada diriku, lihatlah dia yang saat ini nyaman dengan hidupnya tanpa beban bahkan kepada darah dagingnya sendiri pun, apakah seperti ini caramu membencinya.

Lalu kenapa dulu memilih pergi..?, jika seperti ini kamu hanya mempermainkan 2 lelaki sekaligus, lalu apa ini bisa dinamai cinta buatku, dan benci kepadanya.

Allah memang punya rencana, namun ketahuilah, Allah juga ingin aku berfikir kembali, lalu pertanyaannya sekarang bagaimana aku harus menerima rasa tidak adil darimu, haruskah aku ikhlas menerima yang kamu bawa dari masa lalumu..? sungguh.., rasa ini tidak adil bagiku, mungkin adil bagimu tapi tidak bagiku.

Kamu mungkin bisa saja bersikap kasihan  kepadanya dengan memberikan hak anak kepadanya tanpa sedikitpun kamu melihat haknya yang harus dipenuhi kepada anaknya, tapi biarlah.., perlu kamu tau, AKU dan DIA tidak ada satupun diantara kami yang tidak mau tau dengan buah pernikahan kami, dan haruskah kukatakan bahwa dia (masa lalumu) harusnya lebih tahu diri.

Haruskah aku ingatkan dari sekarang, Dia (masa lalumu) tidak menjadi bayangan yang dapat mengusik kebahagiaan kita nanti, harusnya dia sadar kalau memang kamu terbaik untuknya mengapa menyengsarakanmu begitu hebatnya setelah kamu pergi dan kamu mengapa begitu bodohnya selalu memberikan dia kenyamanan untuk hidupnya.

Tidak perlu lagi rasanya kujelaskan, karena segalanya jelas kamu tau, seharusnya kamu juga tau, kamu pernah dikecewakan olehnya kemudian terpuruk begitu parahnya, lalu kamu mencintaiku seakan aku mampu mengobati lukamu pada saat itu, entah bagaimana perasaan itu tumbuh untukmu namun ketahuilah bahwa setiap kali kamu mengadu padaku karena dia (masa lalu), aku juga terasa sakit, seakan aku mampu merasakan bagaimana sakitmu, setiap kalimat yang kudengar, aku merasa ingin berada disampingmu kala itu.. untuk menguatkanmu, untuk menjagamu namun apa daya lautan menjadi penghalang besar kita saat itu.

Kini kamu sudah bersamaku dan meminta untuk mengenggam tanganmu, menjadi penyemangatmu untuk menata masa depan, aku belum lupa sedikitpun dengan janji kita dengan tujuan memulai kebahagiaan bersama, tapi,, apakah adil, apakah kamu tidak berpikir bahwa apa yang aku terima nanti, lain dengan apa yang kamu berikan kepadanya.

Maaf.., sebesar apapun aku mencintaimu namun kamu sudah jelas tau, aku juga ikhlas kehilangan kenyamananku sendiri demi kebahagiaan yang bernama masa lalu (KAMU).

Dia yang dulu pernah bersamaku, memilki masa lalu (buah hati), sama sepertimu, dan aku memintanya untuk pergi dan membuat kebahagiaan sendiri, sejujurnya ketahuilah,, aku lebih memilih ikhlas kamu bersama dia daripada kau harus bersamaku namun tetap selalu ada bayang2 dia diantara kita nanti, dan rasanya itu sungguh tidak nyaman  sekarang pikirkanlah bagaimana kamu harus bersikap sebagai orang yang memiliki keadilan dan tanggung jawab pada masa depan, tidak hanya untukmu namun juga untuk masa depanku.

Ketahuilah.., tidak ada satupun manusia di dunia ini yang rela melihat kekasihnya berbagi hati, di dunia ini yang berbagi hati kepada yang lain memang mungkin ada, tapi percayalah, kebahagiaan yang seperti itu hanya ada untuk sesaat, tidak bertahan selamanya, sedangkan kita butuh kebahagiaan yang bisa kita rasakan sampai kita menua bersama dan kembali bersama ke sisiNYa, tidakkah kamu berpikir hal seperti itu bersamaku..? tapi aku tidak memaksa kamu mengikuti alurku, kamu hanya perlu tegas kepada masa lalumu untuk buah masa lalunya, fikirkanlah..,

Aku menuliskan ini karena.., aku merasa sangat takut namamu akan hilang dalam hatiku karena keadaan itu, sejujurnya.., aku tidak mau kamu hilang, bahkan berniat mengganti dirimu saja aku tidak mau, sudahlah.., aku tidak mau membuatmu risih dengan uneg2ku, biarkan waktu menyelesaikan tugasnya sembari menunggumu memikirkan hal itu, aku yakin suatu saat kamu akan mengerti maksudku, dan.., untuk saat ini aku ingin sendiri disini, menunggumu datang dan berlari kearahku.

Oh iyaa.., seandainya ada wanita dengan beraninya mengatakan bahwa dia menyukaiku, wanita itu mengatakan dengan tegas; “aku sudah lama memperhatikanmu, dan aku memperhatikan setiap apa yang kamu lakukan dan itu membuat aku menyukaimu”, aku pastinya akan berfikir bagaimana bisa aku untuk menyukainya, karena aku telah bersama kamu, bagaimana aku harus bersikap untuk perasaan ini..?

Sekarang aku bertanya kepadamu..? ketika aku diperhatikan dari jauh dengan rasa yang begitu dalam, tapi rasaku padamu memenangkannya ketimbang rasa dia padaku, jadi tidak mungkin aku meninggalkan rasaku padamu demi rasanya padaku, bukankah itu adil..?

Tenang sayang, aku akan berlaku adil pada perasaan ini, aku akan menjaga namamu disini, jadi kamu tidak usah khawatir tentang sesuatu yang tidak mungkin, bagaimana mungkin seseorang yang baru datang memperlihatkan cintanya sekaligus usahanya padaku yang jelas2 jauh tertinggal dengan dalamnya perasaanku padamu..?, aku akan mengadili perasaanku secara adil.

Tapi aku juga berfikir, sampai kapan pun, kita akan sulit untuk bersama, yang semuanya karena kondisimu, dan maukah kamu mengadili perasaanku ini seperti aku mengadili semua rasaku..? cobalah buka mata dan hatimu, bisakah Aku, Kamu nanti memiliki pengertian dan kesabaran menghadapi kehidupan dengan bayang2 masa lalu kita..? sungguh.., aku terlalu lama fikirkan hal ini, sangat rumit tentang pegadilan hati sayang

Sebelum kujatuhkan hatiku, sebelum terlanjur menikahi kamu, dan agar aku tidak merasa salah sangka, juga agar kamu tidak merasa cinta sendiri, izinkan aku menimbang rasa, andai rasamu sama seperti yang aku rasa, rasamu adalah rasaku, pasti akan aku titipkan utuh hatiku kepadamu, tapi jika rasa ini berbeda, biarkan aku pendam kembali, agar tidak lagi hati ini terluka karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Ingin sekali rasanya mengatakan segala yang kupikirkan, segala yang kurasakan tentang dia, mereka (masa lalumu), bahwa dia yang senantiasa kamu mudahkan, mereka yang selalu kamu banggakan kepadaku, sepertinya kamu tidak menginginkanku setulus rasaku, nanti aku hanya seseorang yang sedang menampung ceritamu.

Sayang, aku memang bukan kekasih yang baik. tapi.., aku adalah orang yang setia, setia menemanimu sambil menghabiskan secangkir kopi yang hampir dingin, setiap mendengarkanmu bercerita.

Jika boleh aku mengingatkanmu pada satu hal, bahwa hatiku senantiasa mencintaimu, senantiasa terbuka untukmu, tapi, jika kamu tidak kunjung tegas dengan masa lalumu, akan aku tutup rapat hatiku untuk namamu, membiarkanmu di luar sana sendirian, dan tidak lagi akan aku perdulikan tentangmu, juga tentangnya (masa laluku).

G@l!p0n9

Jumat, 11 Agustus 2017

Tak ingin kehilangan Dia, sementara atau pun selamanya.

Tiba2 terpikirkan olehku..,

Ternyata.., bukan perkara mudah untuk bisa mengungkapkan apa yang kita rasakan kepada seseorang yang kita harapkan kehadirannya, rasa takut kehilangan yang menghampiri, membuat aku jadi lupa diri, siapa aku dan apa maksudku untuk bisa bersamanya, dan apa yang akan aku lakukan selanjutnya, apa yang akan Dia terima saat bersamaku..? seperti itulah perasaan yang menghantui disetiap pertanyaan.

Sedikitpun aku tidak pernah ingin kehilangannya, untuk sementara.., apalagi selamanya.., Dia, wanita terbaik yang pernah aku punya  tapi, apakah ada jaminan Dia akan selalu berada disampingku, bukan aku penakut, aku hanya tidak mau mengikuti keegoisanku, aku sadar bahwa Dia lebih berarti dari sebuah hubungan yang tidak ada ujungnya.

Sejak awal pertemuan.., tepat tgl 07 - 12 - 2016, Dia orang yang ramah, sedikit humoris, dan sederhana saja, yah ... hal yang tidak pernah terpikirkan, pertemuanku dengannya lewat jalan yang tidak ditentukan.

Berhubungan kembali tanpa sengaja, dan saat itu aku masih mencintainya, tapi, karena saat itu Dia telah memiliki seseorang yang telah mengisi kebahagiaan di setiap hari2nya. aku memutuskan untuk mengendalikan perasaan yang aku punya, tidak ingin lagi memilikinya sebagai apapun, dan aku telah nyaman menjadikannya sebagai saudara terbaikku, ya.., aku memutuskan untuk tetap menjadikannya saudara, tidak lebih.

Saat pertemuan, sangat mengesankan buatku, aku menghabiskan malam bersamanya. hingga keesokan harinya, aku harus pulang kembali ke surabay,  ya.., sedikit tidak rela harus pulang.., karena jujur sangat bahagia saat bersamanya. tapi, mau tidak mau ... aku harus pulang  dan aku hanya berharap suatu saat dapat bertemu lagi dengannya.

Beberapa hari setelah kepulanganku, aku dan dia tetap komunikasi, membicarakan apa saja, tapi, aku tidak menyangka kalau suaminya akan sangat marah dengan adanya kehadiranku. hingga saat itu aku berusaha untuk tidak mengganggu mereka lagi. tapi, dia tetap  menghubungiku. dan aku jujur tidak mau kehilangan komunikasi dengannya, dan aku semakin merasa kalau aku benar2 menyayanginya. tapi, ya..,  aku harus berusaha menghilangkan rasa itu. aku tidak mau merusak hubungannya dengan orang yang telah menyayanginya.

Sepertinya suaminya benar2 sudah sangat terganggu dengan adanya diriku, hingga saat itu, aku memutuskan untuk pergi menjauh dari hidupnya. melupakan semua kisah ini, aku tersentak.., tidak tau harus berbuat apa. aku menerima kenyataan, aku harus merelakan Dia, ber-hari2 aku merasa kehilangan hal yang sangat berharga dalam hidupku, ya.., karena Dia cinta pertama yang aku punya. dan hal yang tidak pernah terpikirkan aku harus kehilangannya.

Aku tidak berani menghubunginya. sangat tersiksa. hingga aku melihat dia menuliskan di jejaring sosial seperti ini: " ya ALLAH, sampaikan padanya aku merindukannya " dengan spontan air mataku menetes, aku sangat terpukul. dan aku tidak ingin berharap lebih saat itu, tapi hatiku tetap mencintainya, apapun yang terjadi saat itu, sungguh.., aku tidak rela kehilangan Dia.

Bagaimana aku tidak takut kehilangannya.., Dia yang saat ini tidak pernah lagi bertemu denganku, selalu tau kapan hatiku benar2 merasa sepi, sedih, bahagia, dan sebagainya. Dia seperti selalu merasakan itu. walaupun aku tidak pernah memberi taunya. dia selalu punya cara untuk membuat ku tersenyum lagi, aku menyayanginya, aku tidak mau badai sesaat menghancurkan hubungan ini, Dia selalu bisa jadi apapun yang bisa membuat kutersenyum.

Aku akui terkadang aku memang menyebalkan dan membuatnya sedih, tapi bukan berarti aku merasa senang jika Dia  bersedih, aku ingin melihatnya bahagia dan selalu tersenyum, tapi sayangnya,  ada rasa takut dan cemburu dalam hatiku, takut jika Dia meninggalkanku, aku tidak ingin kehilangan Dia, aku mencintainya tulus dari hatiku dan aku ingin Dia bisa merasakannya, walaupun terkadang ego dan cuekku membuatku se-akan2 menjaga jarak darinya, tapi jujur itulah perasaanku.

Rasa cemburuku ini sering kali menyiksaku, aku tidak suka Dia bersama orang lain, tapi aku sendiri tidak bisa selalu menemaninya, padahal aku tau, Dia sangat membutuhkanku, aku memang sangat egois, hingga terkadang aku cemburu, aku sangat takut Dia kembali dekat dengan nya. Dalam pikiranku selalu muncul pemikiran negatif, karena masih ada yang mencintai Dia, aku merasa, ada yang ingin merebut Dia dari aku, dan mungkin ada yang berusaha memisahkan aku dan Dia, hingga terkadang aku lebih suka Dia diam di rumah dan jangan terlalu sering bertemu dengan nya lagi.

Aku merasa.., ada banyak hal yang belum aku ketahui darinya, ada banyak rahasia yang se-akan2 Dia tutupi, mungkin belum saatnya aku mengetahui semua tentangnya, tapi tetap saja segala hal yang coba Dia tutupi itu membuatku menaruh curiga padanya, aku selalu ber-tanya2, apa yang sebenarnya coba Dia sembunyikan dariku, aku mulai berpikir Dia masih sepenuhnya belum bisa percaya padaku.

Seharusnya Dia yakinkan aku, bahwa aku adalah pilihan terakhirnya, dengan begitu kecemburuanku akan sedikit terkikis dan membuat hati ini lebih tenang, jangan ada rahasia dan luangkan lebih banyak waktu untuk lebih saling mengenal dan mengerti satu sama lain, jika Dia bisa membuatku percaya mungkin aku lebih santai menjalani hubungan ini, aku pun tidak perlu khawatir dengan semua yang akan terjadi.

Karena..,

Didalam masa depanku yang sederhana ini sudah kurancang dirinya ada di dalamnya, pribadi yang sudah saling mengerti, saling menghargai satu sama lain, saling mencintai dan menerima kekurangan dan kelebihan masing2, aku hanya tidak ingin apa yang aku lukiskan bersama Dia terhapus begitu saja, karena Dia nanti menjadi milik orang lain, karena itu aku sangat cemburu dan aku minta maaf untuk itu.

Hai yuung.., Aku tidak ingin melihatmu lemah, aku ingin kamu tetap bertahan dalam kondisi apapun, dan kamu harus bahagia dalam hidupmu.

Hai yuung.., Aku bersyukur memilikimu, aku tidak ingin kamu sakit, ataupun sedih. aku hanya ingin melihatmu bahagia, menjadi yang tebaik untuk orang2 yang kamu sayangi.

Hai yuung.., Aku ingin menjadi sosok yang selalu bisa jadi penyemangat dalam hidupmu, seperti yang kamu lakukan padaku, aku sayang kamu, dan aku tidak ingin kehilangan kamu, karena.., kamu adalah hal terindah yang ALLAH kasih buatku, tapi jika ALLAH yang memutuskan baru aku bisa rela.

G@l!p0n9
Rasanya tidak bisa lagi aku rangkai kata untuk mengungkapkan rasa bahagia ku atas kehadiran Dia. tapi aku yakin Dia mengerti bagaimana Dia sangat berharga buatku, jangan lagi ada kata perpisahan, biarlah itu menjadi rahasia-Nya, karena.., aku tidak ingin kehilangan Dia, sementara atau pun selamanya.

Rabu, 09 Agustus 2017

Lelahku

Pernahkah punya kekasih istri orang..? dan apakah boleh berhubungan dengan lawan jenis yang ternyata masih istri seseorang..?

Aku menulis ini ketika tubuhku tidak kuat lagi menahan lelah .., aku menulis ini ketika mulutku tidak mampu lagi berkeluh.., aku mengingatnya sebagai sosok yang pernah hadir, meskipun tidak pernah tinggal.., andai Dia tau perasaanku, mungkin aku ini hanya persinggahan, tempat meletakan segala kecemasan nya.

Begini, ceritanya..,

Awalnya.., ini bukanlah hubungan yang serius, meski di masa lalu aku dan Dia pernah menjalin kisah asmara, aku dan Dia kembali bertemu hanya sebagai saudara, tetapi karena aku dan Dia sangat sering bicara, bahkan hampir setiap hari, membuat hubungan ini semakin akrab, juga ada banyak kecocokan dalam pembicaraan.

Awalnya aku tidak merasa risih dengan statusnya yang sudah bersuami dan punya tiga anak, karena aku sendiri punya status yang sama dengan Dia, tapi seiring berjalan waktu, Dia sering cerita tentang rumah tangganya, mengeluh tentang suaminya, menceritakan tentang kurangnya tanggung jawab suaminya dengan kebutuhan ekonomi rumah tangga, dan aku pun demikian, seperti Dia.., aku juga sering berkeluh kesah tentang segalah hal kepada Dia.

Sebagai saudara, saat itu aku hanya membantu mengingatkannya, karena ketidak harmonisan rumah tangga tidak hanya se-mata2 karena kesalahan suami, tapi bisa jadi karena kesalahan istri, ingat.., banyak kenangan yang Dia lewati bersama suaminya, suami yang selalu ada di sisinya untuk mendampingi saat melalui masa2 susah, senang, dan sakit, suami yang hadir menemani untuk membantu meringankan beban Dia di kala itu.

Seandainya Dia bisa membaca perasaan dan bisa mengetahui isi otakku, mungkin hatinya yang beku akan segera mencair, aku sendiri tidak tau apa salahku sehingga aku dan Dia yang baru saja bertemu tiba2 terhempas dari dunia mimpi ke dunia nyata, dan tidak penasarankah Dia pada nasib yang kedinginan seorang diri tanpa wanita yang sangat dicintainya.

Dari hubungan suami istri yang gagal, harusnya Dia tau bagaimana cara menciptakan sebuah hubungan yang baik, Dia mestinya tau bagamana seharusnya bersikap, dan menjaga hubungan denganku agar tidak lagi terulang kesalahan yang sama.

Beberapa bulan terakhir ini aku memang berusaha menjauh darinya, bukan apa2, aku hanya ingin menjaga perasaan suaminya yang selalu menerorku dengan kata2 yang menyakitkan, dan bukan sifatku untuk selalu diam menerima hujatan2 itu, aku menjauh.., untuk menjaga diriku dan memberi batasan padanya bahwa hubungan ini sudah tidak bisa diteruskan lagi, karena akan menyakiti perasaan suaminya, juga.., perasaanku.

Bagaimana reaksinya..? ya.., Dia marah, Dia kecewa, Dia tidak menginginkannya, Dia masih ingin agar hubungan ini terus berlanjut seperti biasanya, tapi aku merasa hubungan ini sudah tidak membuatku nyaman, aku tidak mau menyakiti hati suaminya, aku juga merasa tidak pantas lagi untuk curhat, bercanda dan berbagi cerita dengannya.

Karena.., aku takut, jika aku tetap ada dalam hidupnya Dia akan mengkhayalkan aku, aku takut terlibat dalam zina hati yang seharusnya tidak perlu terjadi, aku takut berdosa ketika Dia mengkhayalkan aku dengan syahwat dan saat dia semakin mengkhayalkan aku maka semakin menumpuklah dosa2ku karena telah mencintai Dia yang seharusnya masih milik suaminya.

Meski hubunganku dan Dia tidak berjalanan mulus, ada hikmah yang bisa Dia petik dari sepenggal kisah cintanya bersamaku, Dia sempat menjalani hubungan yang tidak baik bersamaku, Dia bisa merasakan kecewaku, sedihku, dan cemburuku, itu adalah sebuah pelajaran rasa, bagi Dia.

Buat Dia.., maafkan aku.., bukan aku tidak menghargai hubungan ini, bukan aku tidak tidak punya hati, bukan karena aku ingin melupakan dan bukan karena aku membenci, tapi tolong mengertilah keadaan ini, mungkin akan berbeda jika dirinya sudah sendiri, ber-senang2lah dengan suami yang jelas2 masih halal, berbahagialah bersama anak2, jangan lagi mengirimkan pesan kangen padaku, karena jika Dia kangen seseorang maka suaminya yang lebih berhak Dia kangeni daripada aku.

Terima kasih sudah pernah hadir, membuatku bahagia, dan mengajarkan aku banyak hal.., terima kasih atas kehadiran yang sementara, dalam kisahku kali ini, aku tidak akan lagi salah dan sekarang aku tau bagaimana bersikap dan memilih hubungan yang baik agar tidak mengalami seperti sekarang ini.

Cinta memang banyak rintangan, belum tentu Dia dan aku yang saling mencinta bisa dipersatukan, meskipun berat, aku dan Dia harus rela berpisah, karena tidak ada lagi jalan keluar buat aku dan Dia, pasang surut kisah cinta yang pernah kita lalui berdua menyadarkanku, bahwa, mencintainya itu tidak semanis dan sesempurna seperti yang aku kira..

Walau gagal menjalin hubungan ini, bukan berarti aku telah menyia2kan waktu, Dia memang ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi persinggahan sementara, tetapi, aku dan Dia berpisah karena keadaan yang memaksa, terima kasih atas kesediaannya menjadi persinggahan hatiku, dan aku berharap.., Dia tidak menyesali perpisahan ini, karena yang ada di hatiku saat ini adalah harapan dan do’a terbaik untuk masa depan masing2, aku berdoa agar dirinya segera mendapat pengganti yang lebih baik, yang bisa saling melengkapi.

Terima kasih umtuknya.., aku pernah bahagia bersamanya, tidak ada yang pantas disesali dari kebersamaan kita yang dulu, dan sebagai salah satu orang terbaik yang pernah ada dalam hidupku aku tidak pernah berhenti untuk mendoakannya, tapi.., mendoakannya bukan berarti aku masih menyimpan rasa cinta untuknya, tapi hanya karena sebagai rasa peduliku pada orang yang pernah menjadi sandaran hatiku, aku pernah bahagia bersamanya, maka tidak ada salahnya jika aku mendoakan yang terbaik untuknya.

“Jaga diri kamu baik2 ya.., terima kasih atas hari2 yang indah disaat bersama, susah, senang, sakit, dan masih banyak lagi kenangan kita, aku minta maaf jika aku banyak salah.

“Terima kasih telah menemani di masa2 sulit, harapan kedepan semoga aku dan Dia mendapatkan takdir yang terbaik, jodoh yang terbaik, masa depan yang lebih baik.

Amiin..,

Hai.., yuung.., kalau kamu ingin tau bagaimana perasaanku, seluruh kalimat yang terbentuk dari ribuan kata yang aku tulis, tidak akan bisa mewakilinya, karena.., perasaan bukanlah susunan kata dan kalimat yang bisa dijelaskan dengan tulisan, perasaan ada di dalam ruang paling dalam, yang tidak bisa dinyatakan hanya dengan perkatan atau bualan.., Aku lelah.., Itulah perasaanku.

Semoga kamu tau, aku berjuang, setiap hari untuk melupakan, aku memaksa diriku agar membencimu, bisakah kamu bayangkan rasanya jadi seseorang yang setiap hari menahan tangisnya agar tetap terlihat baik2 saja..? sepertinya.., kamu tidak tau itu.

G@l!p0n9
Suka sama tulisanku..? hmm.., tidak akan ada yang mengalahkan romantisnya, dengan langsung memegang tanganku, menggenggamnya dan merasakan dengan jemarimu.., miliki segera aku.

Selasa, 08 Agustus 2017

Ya sudah

bismillah...
Suasana siang ini sangatlah panas.., tidak ada sedikit pun angin yang berhembus seperti biasanya, ditempatku ini hanya ada aku, dan selalu terlintas dalam benakku, bayangan Dia..,

Allah pasti punya rencana yang jauh lebih indah dari apa yang aku rasakan, di balik takdir yang kadang aku keluhkan ketika tidak sesuai dengan nurani..,

“Manusia hanya bisa berencana, menulis apa yang kita citakan, dan biarkan Allah yang menghapus sebagian atau menambah sebagian untuk menjadikanya jauh lebih indah dan bermakna”

Satu tahun yang lalu, saat sebuah cahaya datang, atas izin Allah yang maha membolak-balikan hati manusia, saat itu perubahan demi perubahan dalam hidupku mulai terjadi, aku belajar arti cinta dan kebohongan, tapi.., semoga saja ini berbuah kebahagiaan di akhir hayatku nanti.

Tidak ada yang sama dalam perjalanan hidup tiap manusia mencapai tujuannya, ada yang melewati jalan yang lurus2 saja tanpa hambatan, tapi, walau begitu.., jalan lurus pun tidak semulus yang dibayangkan,  aku harus rela melewati banyak belokan hingga mau tidak mau aku merasakan kelelahan dan putus asa, sampai sering terlintas dalam fikiranku ingin berhenti hidup saja,.aku seperti jenuh dengan keadaan yang ada, jenuh dengan kesendirian, jenuh dengan tuntutan dan omelan.

Padahal seharusnya aku mensyukuri kenikmatan yang Allah beri kepadaku, andai masih bisa aku ulang masa2 itu, akan kugunakan kesempatan yang telah Allah beri untuk bisa belajar lebih dalam, belajar membentuk diri menjadi pribadi yang lebih peka.., lebih sensitif.., lebih kuat.., lebih tegar dan lebih perasa, aku menjadi lebih menghargai, dan menjadi lebih tahu diri.

Karena itu..,

Aku bersyukur tidak diberikan jalan lurus, mengapa aku bersyukur..? karena.., sengaja aku mengambil tikungan tajam, memutar arah, hingga harus mengawali semua dari awal lagi, melalui belokan yang kadang membuatku terpeleset hingga hampir masuk jurang, tapi tidak ada satu pun di dunia ini yang terjadi dengan sia2, aku  termasuk orang yang meyakini bahwa Allah melihat semuanya, mengetahui segalanya.

Aku pernah merasakan naik hingga puncak tapi kemudian jatuh terhempas ke dasar, yang sakitnya tiada tara..? aku patah..! dan akhirnya aku _mengerti, dan belajar mengenali diriku, karena, ada yang menyukai ketika aku masih di atas, tapi hanya Dia yang tulus dan tetap ada meski aku berada dalam keterpurukan.

Aku tau, perjalanan panjang ini bukan tanpa ujung, di setiap belokan, setiap tikungan, setiap tanjakan ada harta karun yang diselipkan Allah, dan karena itulah aku bersyukur dibiarkanNya jatuh, luka, berdarah, sakit, menangis tiada henti, menyesali segala kesalahan, dan akhirnya bertekad untuk menjadi lebih baik, demi Dia, dan demi mereka yang tulus dan sabar menemani aku.

Untuk orang yang tetap ada, bahkan ketika yang lain pergi, untuk orang yang tetap mau memegang pundak ku, bahkan ketika mereka tidak sudi melihatku, untuk orang yang dengan sabar memapah aku kembali ke jalan yang semestinya bahkan di saat tidak ada satu orang pun yang peduli bagaimana sakitnya aku terjatuh, semoga Allah membalasnya dengan luasnya surga dengan semua keindahannya.

Inilah perjalanan hidup yang harus aku jalani, karena aku tidak akan pernah tau apa yang terjadi nanti, esok dan lusa, aku pernah memutuskan untuk mencoba menjauh lalu kembali lagi, menjauh lagi lalu kembali lagi hingga ber-ulang2, dan setiap kali aku memutuskan kembali, aku kembli terluka lagi dengan cara yang sama, seharusnya aku mencoba melihat logika yang ada, memilih pergi lalu tidak kembali lagi.

Saat hatiku sudah terlalu sering merasa disakiti, kadang aku berfikir lebih baik meninggalkan dan merelakannya saja, bukan karena tidak cinta tapi karena sudah terlalu menyakitkan untuk bertahan, karena, aku tau.., keraguan membuatnya tidak bisa berpijak pada kakinya sendiri, meskipun saat Dia sudah memutuskan untuk pergi.

Dia terlalu takut tidak bisa hidup bila tidak dengan nya, dan selalu saja begitu, lupakanlah jangan menunggu waktu yang tepat untuk merelakannya, jangan selalu meng-ulur2 waktu untuk melupakan, jangan beralasan ingin menunggu waktu yang tepat, karena setiap waktu akan membuatnya merasa tidak rela untuk melepaskan Dia dan akan mempersulit durinya sendiri.

Saat ini.., aku hanya bisa berdoa dan memohon agar diberi keajaiban diluar kemampuanku, semoga aku selalu dalam lindungan'NYA Amin..,

G@l!p0n9

Minggu, 30 Juli 2017

Akhir

Ini adalah cobaan terberat buatku, aku tidak tau kenapa Dia  menghianatiku dan apa salah diriku yang selama ini menyayanginya dengan tulus.

Aku merasa kehidupan benar2 telah mempermainkanku, semua yang aku jalani bersamanya selama ini seakan tidak berarti lagi baginya, aku kira kebahagiaan telah berpihak padaku, aku kira ini lah hidup yang selama ini menjadi penantianku selama 22thn, kebahagiaan bersama wanita yang selama ini aku cintai, yaitu.., dirinya.

Tapi.., ternyata..,

Kebahagiaan itu hanya sekejap saja, aku tidak pernah menduga, Dia telah berdusta dan aku tidak menyangka, jika kebahagiaan bersama Dia ternyata hanya sandiwaranya saja.

Aku tau, aku hanya bagian kecil dalam 13thn lembar kehidupannya, aku berusaha melewati hari bersamanya dengan ketulusan cinta dan kesetiaan, dan tidak pernah kusesali telah menghabiskan waktuku untuk menemaninya selama 1tahun ini, dan selama ini aku berusaha untuk tidak mengecewakannya, tapi, kenapa Dia tega berikan kebohongan padaku, aku yang selalu dengan tulus mencintainya, tapi kenapa Dia tega melukaiku.

Sekuat apapun aku mempertahankannya selama ini ternyata Dia tetap membuat aku terpaksa pergi, waktu telah mengubahnya, Dia bukan wanita yang kuharapkan, semua berubah sangat cepat hanya dalam hitungan hari, dan hanya dalam sekejap semua berubah, aku hanya bisa bertanya di antara kesunyian hatiku, kenapa Dia mengabaikan permintaanku.

Waktu itu sudah sangat jelas ku katakan kepadanya, bahwa aku mencintainya dengan tulus, dan aku memberikan satu syarat untuknya, karena yang aku perdulikan, Dia mencintaiku, aku mencintainya, karena.., sejauh ini tidak pernah ada yang bisa membuatku memudarkan perasaanku untuknya, aku selalu mencintainya, itu adalah prinsipku selama 23thn ini.

Aku tau aku tidak sempurna, tapi aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuknya dan selalu berusaha menjadi seperti yang Dia minta, apakah semua ini tidak cukup baginya, untuk menuruti syarat dariku.

Sedalam aku mempercayainya dalam hubungan ini, rasanya mustahil Dia akan mengabaikan syarat dariku, jadi aku berfikir, Dia sengaja mempermainkanku, begitukah caranya mempermainkan orang yang tulus mencintainya.

Di sinilah aku sekarang, termenung sendiri, aku hanya bisa tersenyum diantara buliran air yang keluar dari mataku, sebenarnya siapa yang bodoh dalam hal ini, karena masih saja membiarkan seseorang yang masuk di tengah cerita kita.

Aku berusaha gila2an untuk selalu mengupayakan buat Dia, karena aku ingin menjadi seseorang yang selalu bisa mengerti Dia, aku masih bisa berdamai dengan perasaanku saat kecerobohan yang Dia lakukan membuatku merasa menjadi lelaki yang bodoh, aku bahkan sengaja ber-pura2 dalam keadaan baik2 saja dengan apa yang sebenarnya terjadi kepadaku, karena jauh di dalam cinta dan kepercayaanku tidak ada sedikitpun terselip keraguan tentang Dia yang akan menyakitiku.

Sampai malam ini.., Dia melanggarnya sendiri, aku hanya bisa tersenyum, “Aku butuh pilihan itu kemarin, bukan sekarang..!! setelah perjanjian atas syarat yang Dia pilih, ternyata.., Dia bukan wanita yang pantas untuk dipercaya.

Aku tau.., goresan luka yang aku terima memang tidak merubah apapun tentang perasaanku padanya, tapi luka itu berhasil melumpuhkan kepercayaanku.

Dan sungguh, hebat..!  Dia berhasil menghancurkan jantungku.

Kita membuat cerita dengan awal yang sangat indah, karena itu aku ingin kita mengakhirinya dengan indah juga, meskipun aku tau, sulit untuk melakukannya di tengah luka yang bersarang.

Sepertinya memang ini sudah saatnya cerita yang aku tulis menemui akhir, tapi sebelumnya aku ingin mendapatkan beberapa hal darinya, untuk sebentar saja, Dia bisa perlakukan aku seperti di saat Dia menganggapku satu2nya sosok yang disayanginya,  karena.., aku tidak ingin nantinya aku berada di jalan yang salah dengan perasaan yang mengenaskan., dan setidaknya ada hal manis yang menjadi kenangan terakhir yang bisa aku gunakan untuk mengenangnya suatu hari nanti.

Selesai.

G@l!p0n9

Jumat, 21 Juli 2017

Aku Jodohmu..??

Aku percaya jodoh tidak bakalan kemana, aku percaya jodoh pasti akan bertemu dengan cara yang halal, bukan lagi aku sebagai saudaranya tapi sebagai belahan jiwanya, meskipun aku percaya tapi, tidak berarti aku harus menunggunya begitu saja.

Jadi..,

Sekalipun sudah saling dekat seperti sekarang ini, jangan lagi Dia nanti merasa heran dan ber-tanya2, mengapa aku menghilang dari kisah ini.., jangan tanya lagi mengapa aku yang selalu takut kehilangan dirinya akan benar2 pergi dari kehidupan nya.

Hubungan ini tidak selalu berjalan mulus.., yaa, maklum saja aku dan Dia sama2 terbebani dengan keadaan, juga karena harus terpisah jarak yang sangat jauh, sehingga pernah aku berpikir untuk menyudahi hubungan ini, namun Dia selalu mencegahnya dengan mengatakan "kita harus terima resiko dalam hubungan jarak jauh, jangan jadikan keluhan tapi jadikan tantangan" Itu katanya, sehingga aku selalu mencoba bertahan, terus menjalani komunikasi dengan baik, sampai akhirnya kesabaranku tidak sia2, saat ini aku melihat Dia sudah berdiri di depan pintu hati ku dengan kemeja hitam membawa serangkai bunga mawar putih.

Aku tau yang Dia inginkan, maka.., akan ku jaga apa yang Dia inginkan, karena..? yang kuinginkan itu adalah Dia,.. yang aku inginkan dan yang paling kuinginkan adalah memiliki dirinya.

Akan ku jaga cintanya dengan se-baik2nya, karena aku bukanlah lelaki murahan, bagiku Dia adalah cinta sejatiku.., Dia adalah anugrah..,, karenanya aku tidak mau menggunakan cara yang murahan untuk mendapatkan cintanya, aku akan menggunakan cara yang santun untuk mendapatkan Dia, aku ingin membuatnya terkesan dengan caraku untuk memiliki dirinya.

Untuk memilikinya..,

Aku tidak Ingin hanya sekedar berdoa saja, aku tau doa adalah sesuatu yang paling ampuh untuk sesuatu yang benar2 kita yakini, benar2 kita inginkan, tapi aku tidak mau hanya bergantung pada nasib dan berserah diri pada takdir.

Untuk saat ini tidak masalah jika aku harus gigih menunggunya dalam diam, selama Dia tidak menyakitiku.., selama Dia masih pantas untuk aku cintai dan selama masih ada harapan untuk memilikinya, maka aku akan tetap menunggu, karena aku baru akan berhenti menunggu cintanya bila nanti Dia tidak berjodoh denganku.

Semoga apa yang aku lakukan ini tidak berakhir dengan kehilangan, semoga tidak semakin menjauhkan, tapi semakin mendekatkan, semoga tidak memisahkan namun menyatukan, untuk semua yang kulakukan semoga tidak ada yang sia2 seperti kisahku dengannya yang terdahu.

Aku selalu ingin menomor satukannya.., aku selalu mengharapkannya.., aku tidak ingin kehilangannya.., hanya itu keinginanku, karena.., aku bukanlah lelaki yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang aku mau, maka.., di sini aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuknya.

Aku menulis ini bukan karena aku sok2an bagai seorang pujangga, atau seperti gombal dapur, aku menulis ini karena aku ingin mengabari suasana hatiku untuknya yang jauh disana, aku pasrah.., aku hanya tidak lagi ingin membuatnya merasa terganggu dengan adanya aku.

Menunggunya disini dengan penuh resah yang setiap hari ku rasakan, penuh kerinduan yang mendalam di saat aku sangat ingin bertemu dengan Dia lagi.

Kapan kita akan kembali bertemu..,

Kata itu yang selalu aku ucapkan dalam doa di kala rindu.

Walaupun aku nanti menghilang.., aku tidak akan pernah melupakannya.., aku selalu mencintainya.., sampai kapan pun, jika aku pergi nanti aku akan selalu mengabarinya.., kapan pun itu, dan aku janji akan kembali untuk Dia, itu janji ku, aku sayang Dia.,, sampai kapan pun, aku akan kembali dan bertahan demi cinta ini.

Aku menghelakan nafas perlahan dan menghentikan tulisanku..,

Aku sayang Dia.., aku harap Dia bisa memegang janjiku untuknya, aku tidak ingin Dia merasa terbuang secara perlahan dari kehidupanku, itu semua tidak akan mungkin terjadi, Dia bukanlah seorang wanita yang pantas di perlakukan seperti itu.

Jadi.., jaga diri disana.., jangan lupa kabar2i aku ya.

Pasti Dia bingung dengan tulisanku ini, sebenarnya ada apa ini..?

Hahahaha ... tenang saja.., tidak ada apa2 kok..,

Tersenyumlah.., berbahagialah.., seperti burung yang terlepas dari sangkarnya.., hiruplah udara se-dalam2nya.., terbanglah bebas.., nikmati hidup ini..,

Ya Allah.., begitu indah rencanamu, Engkau ijinkan aku untuk bersatu lagi dengan Dia. Dia yang aku cinta.., Dia yang menerima aku apa adanya dan Dia yang merubah hidup ku menjadi lebih baik dan bermakna.., harus penuh kesabaran untuk mempertahankan hubungan ini dan jarak adalah salah satunya tapi dengan KaruniaMu.., jini aku mengerti cinta itu nyata dan cinta tau kemana dia harus kembali.

selesai

G@L!P0n9

Sabtu, 08 Juli 2017

Bila

Disaat aku berbicara ataupun merenungkan Dia, kurasakan ada sesuatu yang mengganjal di hatiku, entah apa ini karena perasaan bersalah, yang sangat berat, ataupun beban dosa yang karmanya akan menghajar diriku.

Mungkin...

karena kejadian waktu itu, yang membuat jantungku berhenti berdetak, dan hatiku serasa seperti membeku, aku tersadar atas citra diriku yang buruk terhadap kehidupan nya.

Bila saja.., aku bisa memutar waktu, dan berharap semua ini tidak terjadi, dalam hidupku, bila saja.., aku bisa memilikinya dengan cara yang baik dan menjalani hidup bersamanya.

Tapi..,

Bila.., memang Dia tidak tercipta untuk aku miliki, aku ikhlas dengan apa yang sudah terjadi, bila mungkin.., memang tidak bisa, jangan pernah coba memaksa untuk tetap bertahan ditengah kepedihan, dan, bila nanti.., kita tidak bisa bertahan karena keadaan, jangan lupakan kenangan indah kisah kita ini.

Jadikan ini perpisahan yang manis dan terindah dalam hidup, semoga semua berakhir tanpa dendam dihati, maafkan semua salahku yang mungkin sudah menyakiti, semoga kelak akan Dia temukan cinta sejati yang akan menyayanginya lebih dariku.

Karena..,

Aku bukan mereka yang punya segalanya, bukan seperti mereka yang indah dipandang dan bisa membuat mimpi indah ketika Dia tertidur, aku hanyalah lelaki biasa, yang saat ini sedang patah asa dan harapan, aku jauh dari sempurna, dan yang aku takutkan, Dia akan kecewa begitu Dia tau kenyataannya.

Karena..,

Aku laki2 yang lahir dari keluarga yang biasa2 saja, bahkan jauh dari kata sempurna seperti keluarga2 utuh lainnya, aku lebih menghabiskan masa2 ku sampai sekarang, untuk berfikir bagaimana berjuang bertahan hidup tanpa diremehkan orang lain, dengan ilmu pendidikan yang pas2an, dengan bekal kebahagiaan masa kecil yang sejujurnya, hampir tidak pernah aku rasakan, dengan materi yang tidak lebih dari cukup, aku minta maaf.., aku tidak punya apapun seperti mereka yang bisa aku pamerkan.

Dan..,

Suatu hari nanti, saat Dia ditakdirkan lebih dekat denganku, aku akan menjadi orang yang sangat butuh perhatian, maaf kalau aku nanti hanya merepotkan saja, aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya disayang, bagaimana diperlakukan baik, bagaimana rasanya, dipandang sempurna walau Dia tau kenyataannya tidak.

Karena..,

Aku terbiasa hidup di dunia yang keras dengan cara yang mungkin sulit Dia bayangkan, tapi begitulah kenyataannya, aku terbiasa menjadi pemimpin, pemimpin untuk diriku sendiri, aku terbiasa membuat dan menentukan sendiri kemana hidupku akan melangkah, dan akan sulit untuknya mengaturku, membawaku harus ikut seperti cara hidupnya, dan aku katakan sejak awal, jika tidak sanggup, pergilah.., jangan datang dan akhirnya akan merusak segalanya dalam hidupku, jangan datang dan membuatku ingin berubah dengan cara yang melelahkan.

Akan tetapi..,

Akan ada saatnya aku lelah, dan butuh tempat bersandar, andai Dia orangnya, aku berharap Dia mampu terima aku apa adanya, kelak, kasih sayangnya adalah satu2nya semangatku, karena kesabaran dan sikap lembutnya, adalah cara yang tepat meluluhkan kerasnya sifatku yang terbentuk karena kerasnya dunia yang mewarnai hidupku.

Untuknya yang nantinya belum tentu menjadi pendamping hidupku..,

Aku yang terlihat se-olah2 tinggi ini, sejujurnya akan jatuh berlutut lemah dihadapan nya, karena kedewasaan nya, kesabaran nya, dan karena kesetiaan nya.

Tidak ada orang yang lebih memahamiku selain dirinya, Dia pun tau bahwa aku adalah orang yang konsisten mengenai apapun, Dia pun tau bahwa aku tidak akan mudah berubah hanya karena hal sepele, dan aku percaya bahwa Dia juga memahami mengenai aku yang tidak akan pernah bisa semudah itu berpaling, aku tau bahwa aku akan selalu sama dalam memandang segala sesuatu, termasuk memandang cinta.., memandang Dia.

Dia tidak akan pernah berubah di mataku, sekalipun Dia melakukan kesalahan, aku tidak akan pernah membencinya, meskipun aku sedang dihadapkan pada masalah2 kehidupan yang mungkin berat, aku akan tetap sama dalam mengaguminya, mengagumi matanya, mengagumi wajahnya, mengagumi.., seluruh hidupnya.

Untuknya..,

Jangan pernah meragukan cintaku, jangan pernah kehilangan sosokku, aku yang dulu sama dengan aku yang sekarang, sama sekali tidak berubah, jangan pernah bertanya mengenai bagaimana perasaanku, jangan pernah bertanya tentang arti kepadaku, karena pertanyaan2 seperti itu hanya akan membuatku kecewa.

Jika aku tidak sanggup meyakinkan nya, keraguan hanya akan membuatnya kecewa karena Dia tidak lagi menemukan arti dari diriku, tidak sepatutnya Dia men-cari2 apakah aku masih berarti baginya atau sebaliknya, karena tidak ada orang yang akan bisa memahaminya seperti aku, juga sebaliknya.

Walau saat ini kita memiliki jarak yang cukup panjang karena suatu hal, walau saat ini kita harus menjalani kisah yang sedikit rapuh dan kalau kisah ini sudah semakin usang karena banyak perdebatan, percayalah.., aku masih sama seperti dulu, yang tidak akan pernah berubah dalam mencintai, aku masih sama seperti dulu, yang akan selalu mengamati dan merindunya, dan Dia akan selalu sama bagiku, orang terbaik.., yang dikirim Allah untuk hidupku.

Kedudukan Dia tidak akan berubah, Dia akan tetap sama, aku akan tetap sama, walau apapun masalah yang terjadi, cinta ini akan tetap terjaga, dan bukankah masalah akan membuat kita lebih dewasa.

Hubungan ini akan tetap seperti saat2 dulu, kalau Dia mengatakan rindu, maka aku juga rindu, kalau aku mengatakan lelah, maka Dia pun juga merasakan lelah yang sama, jika Dia mengatakan; ingin aku yang dulu, maka aku sangat ingin bisa menjadi seperti dulu  bila Aku ingin berhenti sebentar, mengertilah.., barang sebentar, karena nanti, ketika aku kembali kuat dan menemukan semangat baru, Dia harus bangkit dan berjuang ber-sama2 lagi.

Jika saat ini aku terlihat lemah di matanya, itu bukan karena aku telah berubah, semua itu hanya karena kondisi yang menyebabkanku harus terlihat berbeda, tapi percayalah bahwa cintaku akan tetap sama, aku tidak akan pernah berubah dalam mencintainya, dan semoga Dia pun juga begitu.

Sekarang, apakah Dia akan tetap menungguku..?

G@l!p0n9


Kamis, 15 Juni 2017

Maaf..,

Aku mengenalmu diantara pertemuan dan perpisahan.., bertemu denganmu, begitu sangat berarti untuk hidupku, aku bisa tersenyum, tertawa bahagia hanya karenamu, dan hari2ku begitu indah, aku selalu menanti saat2 kamu ada disampingku, telah terukir kisah pahit dan manis di antara kita, hingga anganku melambung pada keinginan yang tidak pernah kamu ketahui, yaitu; keinginan untuk hidup bersamamu..,

Tapi itu dulu.., saat sinar bulan masih terlihat, kini.., mendung menaungi jiwa yang gelap karena menatap waktu dan mengharap kepastian yang tidak ada ujungnya.., entah kenapa, semua terasa dingin, semua harapan menjadi hampa, mungkin aku tidak sadar bila kamu sudah ada yang memiliki, dan tidaklah mungkin aku mencintai wanita yang disaat yang sama dia juga mencintai lelaki lain.

Memang begitulah kenyataan nya.., ini bukan masalah aku menyerah ataupun mengalah, tapi ini tentang pilihan hidup, ya pilihan hidupmu, dan dengan hatimu pula kamu tentukan pilihan itu, sungguh kamu harus memilih salah satu yang menurutmu baik untuk kehidupanmu dan aku sudah bisa melihat pilihanmu akan mengarah kemana, sehingga itu yang membuatku harus pergi dari hidupmu sejauh mungkin, aku tidak dan tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi sampai kapanpun, ku akui, hanya itu yang aku bisa perbuat, jika itu tidak cukup membuatmu bahagia, maafkan aku, aku memang tidak lebih baik dari orang yang selama ini pernah kamu kenal dalam kehidupanmu.

Untuk kamu yang sempat singgah disini.., dihatiku.., dan membuatku bahagia begitu hebatnya, kini semua tinggal kata2 saja, semua telah usai, jalan lurus yang kamu buat itu telah bertemu persimpanganya, perasaanku harus berhenti disini, kita tidak dapat bersama lagi, tidak ada yang salah atau benar tentang hubungan hati, semua itu tidak akan merubah nilai kehidupan setiap manusia, karena aku pun tetap harus berjalan, bernafas dan menjalani hidup seperti semua mahluk ciptaan Allah.

Sesungguhnya diriku tidak mudah untuk jatuh cinta, dan menurutku kamu adalah wanita yang diberikan posisi   mengisi kisah hidupku, dan aku pun beruntung sempat memilikimu, walau tidak bertahan lama, paling tidak aku sempat belajar mencoba, mencoba untuk menyatukan hati dan raga yang berbeda, dan paling tidak aku belajar tidak melakukan kesalahan agar bisa mencapai itu, agar di waktu selanjutnya hubungan yang terjalin akan terasa lebih sempurna.

Memang saat kujalani bersamamu semua terasa lebih indah, dan setelah ini aku akan tetap menuliskan apa yang ada dalam hati ini, perpisahan ini pastinya membuat aku sedih, tapi aku masih punya kaki, dan aku bisa berdiri sendiri tanpa perlu genggaman tanganmu ataupun bersandar di bahumu lagi.

Sebagai manusia biasa, memang tidak aku pungkiri awalnya aku akan sangat sedih, rasanya kamu begitu jahat, dan seakan aku tidak mampu lagi untuk bangun dan kembali tersenyum, mungkin perpisahan ini akan membuatku pincang, buta sebelah mata atau tidak bisa bernafas sempurna, tapi kurasa nantinya akan baik2 saja, karena tidak perlu lama2 merenungi fakta bahwa kita tidak lagi bisa bersama, semua pasti akan berlalu, karena aku memang sudah mempersiapkan hati ini, agar bisa menerima bagian dari cerita tentang kita yang harus sampai disini saja.

Aku mengerti bahwa Allah selalu punya rencana yang indah untuk setiap umatNya, termasuk aku yang tidak pernah lupa dalam memanjat doa agar kita bisa bersama, dan tentang keputusanku, ini karena kebimbanganmu, tapi.., pasti ini adalah bagian dari rencanaNya, mungkin tidak akan baik jika kita terus bersama, jodohmu selalu menantikan balasan cintamu dan aku berterimakasih kepada Allah karena telah menghentikanku pada cinta yang tidak seharusnya, ya.., cintaku ini cinta yang salah, karena aku menjalin hubungan dengan isteri orang.

Pernah aku dengar istilah bahwa sebelum menemukan cinta yang tepat maka kita akan terlebih dahulu dipertemukan dengan cinta yang salah, dan itu bukanlah sebuah puisi.., itu adalah panduan untuk hubungan cinta manusia, bayangkan saja, dari awal kita cinta monyet sampai saat kita dewasa pastinya kita dipertemukan dengan orang2 yang awalnya kita anggap cinta sejati kita, tapi akhirnya pergi juga, seperti kisahku ini.., aku rasa ini bukanlah soal Allah yang tidak adil, tapi justru ini adalah rancangan terbaiknya, untuk mengujiku.

Aku belajar mengikhlaskan apa yang memang bukan untuk ku, dan rasanya memang ikhlas ini memudahkanku untuk bangun kembali dari kesedihan, dan, kenapa aku harus memaksakan diri pada cinta yang tidak bisa dipaksakan, bukankah jika memang cinta itu untuk ku maka tidak akan ada penghalang.

Mungkin aku hanya bisa berkata maaf… maaf dan maaf.., kata inilah yang harus aku ucapkan, karena aku harus pergi dari kehidupan kamu, bukan karena aku tidak lagi menyayangimu, tapi justru sebaliknya.., aku saaangaat.., cinta dan sayang sekali kepadamu, aku terpaksa meninggalkanmu, aku terpaksa.., meskipun hati ini merasa tidak rela untuk melepaskanmu, tapi.., sekali lagi keadaanmu yang membuat aku harus melakukan hal ini, aku harus pergi demi kebaikanmu.., mungkin lebih tepatnya, kebaikan kita berdua.

Aku tidak pernah meragukan kesetianmu, kamu telah membuktikan itu semua, karena kamu selalu menemani hari2ku, sudah cukup bukti untuk menggambarkan kesetiaan dan pengorbananmu untuk ku, dan aku tidak akan pernah sanggup menguraikan satu/satu bukti pengorbananmu untuk ku, bahkan kamu membuatku percaya diri saat berjalan denganku.., ya, aku ingat saat2 kamu menemaniku, aku ingat saat aku merasa tidak nyaman saat kamu ikut bersamaku, aku ingat, betapa beraninya kamu menemaniku, sampai2... kamu tidak pulang, dan itu adalah saat dimana aku percaya dengan keyakinanmu, aku percaya dengan 1juli dan aku lebih pecaya dan penasaran dengan.., ada apa di nofember 2017..?

Di waktu2 itu.., aku memang begitu ingin memilikimu, aku bertahan dari mulut2 usil yang ingin memisahkan kita, aku rela dicaci maki, aku juga tidak peduli mendengar kemarahan seseorang, saat kita bersama, karena demi ingin memilikimu.

Tapi tidak untuk hari ini.., cukup sudah kebersamaan kita.., aku tidak bisa membohongi hatiku, aku merasa tidak pantas lagi untukmu, aku bukan barang rongsokan yang harus di timbang2.., maaf jika aku terkesan mencampakkanmu, aku tau kamu pasti sedih hati dengan keputusan ini, tapi itulah kenyataan yang harus kamu terima, kita tidak seharusnya bersama lagi.

Karena..,

Kondisi dan keadaanmu.., belajarlah untuk menerima kenyataan, cepat atau lambat kita memang harus berpisah, dan kita harus bisa menerima itu, cobalah kamu merenung.., agar kamu bisa berpikir jernih, dan coba kamu tanyakan pada hati nuranimu, apakah ada harapan untuk kita  bersama..?, apakah aku salah jika aku meninggalkamu..? lihat.., lihatlah statusmu sekarang, kamu sudah tidak semestinya berhubungan denganku.

Aku tidak mau terluka karena keadaan ini.., aku tidak mau pada akhirnya kenyataan pahit menderaku, jadi maaf kan aku ya.., jika aku sudah tidak bisa lagi menemanimu.., sekali lagi aku hanya bisa berkata maaf.., aku harus membuat keputusan ini, karena kondisi dan keadaan yang memaksaku untuk melakukannya.

Yakinlah.., bahwa kamu tidak akan tergantikan dihatiku, selama ini judul hidupku hanya kamu dan tidak ada yang bisa menggantikan itu, dan kenangan saat bersama denganmu tidak akan pernah bisa aku lupakan, kenangan itu akan selalu dihatiku, karena.., kamu tetap memiliki kisah tersendiri yang mewarnai kehidupanku.

Mungkin perpisahan ini bisa menjadi alasanku untuk menutup diri dari cinta yang selanjutnya, dan aku akan menunggu dalam diam, bagiku mendekatkan diri kepada Allah jadi kunci utama, agar aku lebih peka terhadap petunjukNya.

Selamat tinggal cintaku, terima kasih atas kesediaanmu selalu menemaniku dengan sabar dan tidak pernah mengeluh.

Maaf.., aku harus meninggalkanmu.


G@l!p0n9

Rabu, 14 Juni 2017

Batasanku

Setiap manusia punya ketakutan bukan..?

Di sini, mungkin aku akan menceritakan sedikit ketakutanku, kalau dilihat sekilas mungkin kamu melihat sosok diriku yang ceria, menyenangkan, tapi di sisi lain, aku juga orang yang sangat pemikir, dan ketakutanku adalah jika orang lain tidak nyaman akan kehadiranku.

Aku orang yang tidak gampang sakit hati atas perkataan negatif tentang diriku, tapi aku terlalu takut kalau ternyata hal yang aku ucapkan atau aku lakukan ternyata menyakiti orang lain dan membuat orang itu tidak nyaman akan kehadiranku.

Aku itu orang yang sangat antusias, dan terkadang emosional, itu membuat aku terlalu menjadi bersemangat dan kurang mengontrol emosiku sendiri.

Aku terlalu takut kalau ternyata aku jadi orang yang jahat buat orang lain, ketakutan itu masih ada hingga saat ini, mungkin ketakutan ini pula yang selalu menjadi pengingat untukku sendiri, agar aku tidak lupa diriku dan bagaimana seharusnya aku menempatkan diri.

Aku pikir, semesta akan membuka kedua kelopak mataku, lalu menyadarkan dari mimpiku, tapi nyatanya, semesta mengejutkan dengan sebuah kenyataan, bahwa kebahagiaanku selama ini sedang menikmati bahagianya yang tanpa aku.

Karena..,

Jika ada dia, aku harus rela menyingkir, dan jika tidak ada dia, aku diharuskan hadir, apakah ini sebuah permainan..?, atau aku yang terlalu bodoh tidak bisa melihat batas harapan dan impian..?

Memang manusia tidak pernah ada yang sempurna, tapi aku juga selalu bersyukur dengan diriku yang sekarang, dan tentu saja aku selalu punya pilihan dan aku selalu bisa menemukan banyak kebahagiaan yang lain, bagaimana denganmu..?