Senin, 11 Desember 2017

Haruskah Bertahan

Yuung.., Ukuran kebahagian setiap orang itu ber-beda2, dan bahagiaku aku yang merasakan sendiri, aku terkadang merasa sudah tidak tahan dengan hubungan ini, tapi, banyaknya kenangan yang membuat aku tetap bertahan, dan  mungkin pada akhirnya nanti, aku bisa terjebak dengan hubungan yang tidak sehat, dan jika aku sudah merasa lelah, tidak salah jika aku berpikir untuk meninggalkanmu, karena.., hubungan tidak bisa hanya didasari oleh rasa cinta saja.

Yuung.., menjalani hubungan, dalam hal pandangan haruslah sama, karena, akan menjalani bahtera rumah tangga yang tidak sebentar, dan.., jika dalam hal sikap sudah berbeda, itu bisa menjadi penghalang, dan jika tidak kuat menghadapinya, maka pertengkaran demi pertengkaran yang akan terjadi, jadi.., aku harus memikirkan kembali tentang hal ini.

Yuung.., rasa nyaman itu mampu mengalahkan semua rasa, kalau sudah nyaman kadang orang enggan untuk pergi, kalau sudah nyaman seseorang enggan memikirkan hal2 yang negatif, karena itu buatlah orang yang kamu cintai ini merasa nyaman dengan perlakuanmu, dengan keadaanmu, karena.., andai aku tidak cintapun pasti akan mempertahankan dirimu dan bertahan dengan cintamu.

Yuung.., bukan karena cantik dan materi yang membuat seseorang itu bertahan, tapi.., yang terpenting adalah rasa yaman yang bisa kamu berikan, sebab.., yang awalnya jatuh cinta karena alasan cantik pada akhirnya akan pergi karena jatuh cinta pada seseorang yang membuatnya merasa nyaman.

Yuung.., seseorang yang bertahan karena merasa nyaman sudah pasti menemukan bahagianya, tapi seseorang yang bertahan karena alasan lain belum tentu bisa bahagia, maka jangan heran jika nanti aku bisa pergi meninggalkanmu, karena.., secantik apapun kamu kalau aku tidak merasa nyaman maka aku pasti akan pergi meninggalkanmu, mencari seseorang yang membuatku merasa nyaman, cantik belum tentu buat seseorang bisa nyaman, tapi kalau sudah nyaman, tidak cantik pun seseorang tetap akan bertahan.

Yuung.., kalau kamu tidak bisa membuat kekasihmu ini bertahan karena kecantikanmu maka buatlah bertahan karena merasa nyaman, buatlah aku menemukan kebahagian denganmu, dengan begitu, aku yang tidak percaya diri, biasa2 saja dan jauh dari kata sempurna ini, mampu mempertahankan seseorang yang saat ini mencintaiku.

Yuung.., tinggalkan apapun yang membuatmu merasa sedih, jauhi apa yang membuatmu merasa sakit, kamu bisa menghindari sesuatu yang membuatmu tidak bahagia, kamu bisa tidak peduli dan melepaskan aku yang hanya menyakitimu, kamu bisa mencari pengganti pasangan hidup yang bisa membuatmu bahagia.

Yuung.., hidup memang Allah yang mengatur, tapi sebagai manusia aku diberi pilihan, memilih hidup bahagia atau tidak bahagia tergantung pada keputusanku sendiri, aku bisa meninggalkan segala sesuatu yang nanti membuatku tidak bahagia dan akan pertahankan yang membuat hidupku merasa nyaman dan ini bukanlah takdir, karena hidup ini adalah pilihan, aku bisa memilih untuk hidup bahagia atau tidak, dan tentu saja hidup bahagia itu bukanlah hidup yang setiap harinya membuat aku bisa tertawa, karena.., ada kalanya aku merasa sedih, ya, sedih yang membuatku berusaha lagi untuk mendapatkan kebahagian dari yang lain.


G@l!p0n9

Jumat, 17 November 2017

Menimbang Rasa

Hai.., apa kabarmu.., ada apa denganmu,,? karena,, sekilas aku lihat kamu sedikit kurus, apa kamu baik2 saja..? 

Aku disini rindu akan hari2ku saat bersama kamu, namun sekarang berubah, disini hari2ku sepi, tidak ada lagi wajah untuk aku pandangi disetiap waktu, dan bibir yang tersenyum ketika melihat sifat kekanakanku mucul, tapi mulutmu itu selalu  pedas untuk mengritik ku, namun aku suka itu.

Aku rindu, sangat rindu,, otak ku penuh denganmu, aku ingin  membagi ceritaku, aku perlu kamu, aku bosan dengan kondisiku, kamu tau kan.., seseorang  selalu silih berganti datang ingin menyejukan hatiku, tapi kamu tetap, kamu tetap ada di sini, ya di hati ini,,! aku tidak pernah lupa dirimu, tapi ada kebencianku yang belum tuntas untuk rasa ini, aku yakin kamu tau perasaan itu.

Kamu tau.., jarak yang diciptakan antara pagi dan malam, tidak begitu jauh, bahkan sangat dekat, yaa.., seperti itulah aku dan kamu, terpisah oleh jarak yang sangat dekat namun aku tetap tidak memiliki kuasa untuk menggapaimu, apalagi ada mereka (masa lalumu), seakan membuat jarak kita semakin jauh karenanya.

Ada kalanya aku mampu menggapaimu dan hadirku menjadi tempat untuk menampung segala ceritamu, canda tawamu, senyummu yang tercipta indah karena tidak adanya mereka (masa lalumu) disisimu.

Perasaan apa ini, entah apa ini sifat jelek ku, tapi aku merasa itu tidak adil buatku..!

Yaank.., apa yang kamu lakukan membuatku cemburu, aku benci alurmu,, adil bagimu, tapi ini tidak adil bagiku, baik untukmu tapi tidak baik untuk ku.

Tentang kisah kita,,! Kamu, Aku, Dia dan Dia.

Haruskah seperti ini, Kamu dan Dia, diriku dengan dirinya, lalu kenapa kamu membuat seolah cintamu memang nyata kepadaku, biarkan saja aku pada waktu itu dengan perasaanku sendiri, yang mungkin akan memudar jika tidak kamu hiraukan rasaku.

Kenapa kamu harus menyakitinya untuk perasaan yang bahkan tidak bisa kamu yakini, kamu wanita ter egois yang pernah kukenal, kamu membuatku percaya bahwa cinta bertahta di hatimu, dan ketika aku percaya, lalu kenapa saat ini kau mulai membedakan aku dengan mantanmu, yang aku tau, kamu selalu mengalah untuknya, berusaha mengerti perasaannya.

Adilkah ini untukku..? aku tidak pernah memintamu untuk mencintaiku, kita bertemu dan mengucap janji, lalu, apa salah jika aku percaya, saat itu langkahmu begitu ringan untuk pergi meninggalkan nya dan menuju kepadaku dengan membawa buah masa lalumu, lalu dengan alasan apa kamu masih bisa berbaik hati kepada lelaki yang sudah 13tahun menjadikanmu tulang punggung.

Rasa macam apakah itu.., keadaan ini sungguh sulit, kalau keadaan nya seperti itu, aku tidak cukup punya arti bagimu, tapi kuakui aku merasa bahagia, meski kenyamanan tidak berpihak kepadaku, rasanya tidak adil, kamu lebih menyamankan dia daripada diriku, lihatlah dia yang saat ini nyaman dengan hidupnya tanpa beban bahkan kepada darah dagingnya sendiri pun, apakah seperti ini caramu membencinya.

Lalu kenapa dulu memilih pergi..?, jika seperti ini kamu hanya mempermainkan 2 lelaki sekaligus, lalu apa ini bisa dinamai cinta buatku, dan benci kepadanya.

Allah memang punya rencana, namun ketahuilah, Allah juga ingin aku berfikir kembali, lalu pertanyaannya sekarang bagaimana aku harus menerima rasa tidak adil darimu, haruskah aku ikhlas menerima yang kamu bawa dari masa lalumu..? sungguh.., rasa ini tidak adil bagiku, mungkin adil bagimu tapi tidak bagiku.

Kamu mungkin bisa saja bersikap kasihan  kepadanya dengan memberikan hak anak kepadanya tanpa sedikitpun kamu melihat haknya yang harus dipenuhi kepada anaknya, tapi biarlah.., perlu kamu tau, AKU dan DIA tidak ada satupun diantara kami yang tidak mau tau dengan buah pernikahan kami, dan haruskah kukatakan bahwa dia (masa lalumu) harusnya lebih tahu diri.

Haruskah aku ingatkan dari sekarang, Dia (masa lalumu) tidak menjadi bayangan yang dapat mengusik kebahagiaan kita nanti, harusnya dia sadar kalau memang kamu terbaik untuknya mengapa menyengsarakanmu begitu hebatnya setelah kamu pergi dan kamu mengapa begitu bodohnya selalu memberikan dia kenyamanan untuk hidupnya.

Tidak perlu lagi rasanya kujelaskan, karena segalanya jelas kamu tau, seharusnya kamu juga tau, kamu pernah dikecewakan olehnya kemudian terpuruk begitu parahnya, lalu kamu mencintaiku seakan aku mampu mengobati lukamu pada saat itu, entah bagaimana perasaan itu tumbuh untukmu namun ketahuilah bahwa setiap kali kamu mengadu padaku karena dia (masa lalu), aku juga terasa sakit, seakan aku mampu merasakan bagaimana sakitmu, setiap kalimat yang kudengar, aku merasa ingin berada disampingmu kala itu.. untuk menguatkanmu, untuk menjagamu namun apa daya lautan menjadi penghalang besar kita saat itu.

Kini kamu sudah bersamaku dan meminta untuk mengenggam tanganmu, menjadi penyemangatmu untuk menata masa depan, aku belum lupa sedikitpun dengan janji kita dengan tujuan memulai kebahagiaan bersama, tapi,, apakah adil, apakah kamu tidak berpikir bahwa apa yang aku terima nanti, lain dengan apa yang kamu berikan kepadanya.

Maaf.., sebesar apapun aku mencintaimu namun kamu sudah jelas tau, aku juga ikhlas kehilangan kenyamananku sendiri demi kebahagiaan yang bernama masa lalu (KAMU).

Dia yang dulu pernah bersamaku, memilki masa lalu (buah hati), sama sepertimu, dan aku memintanya untuk pergi dan membuat kebahagiaan sendiri, sejujurnya ketahuilah,, aku lebih memilih ikhlas kamu bersama dia daripada kau harus bersamaku namun tetap selalu ada bayang2 dia diantara kita nanti, dan rasanya itu sungguh tidak nyaman  sekarang pikirkanlah bagaimana kamu harus bersikap sebagai orang yang memiliki keadilan dan tanggung jawab pada masa depan, tidak hanya untukmu namun juga untuk masa depanku.

Ketahuilah.., tidak ada satupun manusia di dunia ini yang rela melihat kekasihnya berbagi hati, di dunia ini yang berbagi hati kepada yang lain memang mungkin ada, tapi percayalah, kebahagiaan yang seperti itu hanya ada untuk sesaat, tidak bertahan selamanya, sedangkan kita butuh kebahagiaan yang bisa kita rasakan sampai kita menua bersama dan kembali bersama ke sisiNYa, tidakkah kamu berpikir hal seperti itu bersamaku..? tapi aku tidak memaksa kamu mengikuti alurku, kamu hanya perlu tegas kepada masa lalumu untuk buah masa lalunya, fikirkanlah..,

Aku menuliskan ini karena.., aku merasa sangat takut namamu akan hilang dalam hatiku karena keadaan itu, sejujurnya.., aku tidak mau kamu hilang, bahkan berniat mengganti dirimu saja aku tidak mau, sudahlah.., aku tidak mau membuatmu risih dengan uneg2ku, biarkan waktu menyelesaikan tugasnya sembari menunggumu memikirkan hal itu, aku yakin suatu saat kamu akan mengerti maksudku, dan.., untuk saat ini aku ingin sendiri disini, menunggumu datang dan berlari kearahku.

Oh iyaa.., seandainya ada wanita dengan beraninya mengatakan bahwa dia menyukaiku, wanita itu mengatakan dengan tegas; “aku sudah lama memperhatikanmu, dan aku memperhatikan setiap apa yang kamu lakukan dan itu membuat aku menyukaimu”, aku pastinya akan berfikir bagaimana bisa aku untuk menyukainya, karena aku telah bersama kamu, bagaimana aku harus bersikap untuk perasaan ini..?

Sekarang aku bertanya kepadamu..? ketika aku diperhatikan dari jauh dengan rasa yang begitu dalam, tapi rasaku padamu memenangkannya ketimbang rasa dia padaku, jadi tidak mungkin aku meninggalkan rasaku padamu demi rasanya padaku, bukankah itu adil..?

Tenang sayang, aku akan berlaku adil pada perasaan ini, aku akan menjaga namamu disini, jadi kamu tidak usah khawatir tentang sesuatu yang tidak mungkin, bagaimana mungkin seseorang yang baru datang memperlihatkan cintanya sekaligus usahanya padaku yang jelas2 jauh tertinggal dengan dalamnya perasaanku padamu..?, aku akan mengadili perasaanku secara adil.

Tapi aku juga berfikir, sampai kapan pun, kita akan sulit untuk bersama, yang semuanya karena kondisimu, dan maukah kamu mengadili perasaanku ini seperti aku mengadili semua rasaku..? cobalah buka mata dan hatimu, bisakah Aku, Kamu nanti memiliki pengertian dan kesabaran menghadapi kehidupan dengan bayang2 masa lalu kita..? sungguh.., aku terlalu lama fikirkan hal ini, sangat rumit tentang pegadilan hati sayang

Sebelum kujatuhkan hatiku, sebelum terlanjur menikahi kamu, dan agar aku tidak merasa salah sangka, juga agar kamu tidak merasa cinta sendiri, izinkan aku menimbang rasa, andai rasamu sama seperti yang aku rasa, rasamu adalah rasaku, pasti akan aku titipkan utuh hatiku kepadamu, tapi jika rasa ini berbeda, biarkan aku pendam kembali, agar tidak lagi hati ini terluka karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Ingin sekali rasanya mengatakan segala yang kupikirkan, segala yang kurasakan tentang dia, mereka (masa lalumu), bahwa dia yang senantiasa kamu mudahkan, mereka yang selalu kamu banggakan kepadaku, sepertinya kamu tidak menginginkanku setulus rasaku, nanti aku hanya seseorang yang sedang menampung ceritamu.

Sayang, aku memang bukan kekasih yang baik. tapi.., aku adalah orang yang setia, setia menemanimu sambil menghabiskan secangkir kopi yang hampir dingin, setiap mendengarkanmu bercerita.

Jika boleh aku mengingatkanmu pada satu hal, bahwa hatiku senantiasa mencintaimu, senantiasa terbuka untukmu, tapi, jika kamu tidak kunjung tegas dengan masa lalumu, akan aku tutup rapat hatiku untuk namamu, membiarkanmu di luar sana sendirian, dan tidak lagi akan aku perdulikan tentangmu, juga tentangnya (masa laluku).

G@l!p0n9

Rabu, 15 November 2017

Brengsex

“Hari ini saya kesel, sekarang saya tau kalau dia selama ini juga tidak jujur.

Tapi.., katanya saya "BRENGSEK"..,

Wanita pemilik kalimat itu memang sedang dibrengseki seorang lelaki yang telah membuat janji menikahinya, lagi2,, seorang lelaki memperdaya wanita, apakah laki2 memang  seperti itu..?, sulit sekali jujur untuk seorang wanita yang sangat mencintainya..?

Saya adalah lelaki dan bukan perempuan, semua orang juga tau kalau saya memang seorang lelaki, saya merasa malu pada kelakuan ke-laki2an saya yang begitu mudah mengungkapkan kata2 setia dengan obrolan janji2 yang Palsu.

Mengapa harus berjanji jika sulit untuk ditepati..?, tapi saya tidak sepakat bahwa lelaki itu semuanya bejat, bukankah perempuan juga ada yang begitu, banyak wanita yang tidak setia pada suaminya, dan masih banyak lelaki yang masih baik pada istrinya, masih ada juga lelaki yang pengertian dan tulus dengan pasangannya, meskipun kadang kala si lelaki ini tidak tau kalau si wanitanya sedang berusaha menjalin silahturahmi dengan mantan lelaki yang juga permah dicintainya.

Tulisan saya ini sama sekali bukan gosip murahan, saya tidak suka bicara tentang orang lain, saya hanya ingin sampaikan bahwa cinta memang butuh komitmen yang pasti dari keduanya.

Berikut ini saya tuliskan beberapa kalimat untuk wanita setia diseberang sana yang katanya merasa dibohongi oleh lelaki idamannya, semoga berkenan menerima kata2 ini.

“Sadar telah dibohongi bukanlah perkara mudah.., rasanya sakit dan perih, apalagi sudah percaya sepenuhnya dengan memberikan banyak hal yang kita miliki, saya tau bagaimana rasa yang sedang menyelimutimu sekarang dan kuharap kamu bisa bersabar sedikit dan selalu berbicara dengan bahasa yang baik.

“Cara yang paling berat yang mungkin harus kamu lakukan adalah menjauh, melupakan semua dan..tidak lagi mau mengenal.., ini sebuah langkah yang sulit untuk diputuskan karena perasaanmu akan lebih tersayat, tapi, keputusan berat ini memang harus kamu buat demi mengurangi rasa sakitmu."

“Masih banyak lelaki lain di dunia ini yang membutuhkan wanita menarik sepertimu, kebaikan dan kelembutan adalah kelebihanmu, yakinlah bahwa kamu adalah wanita yang pantas menerima cinta yang besar dari seorang lelaki yang baik. Bukan saya!”

“Hidup memang penuh kebohongan, dan sulit sekali bagi seseorang menemukan cinta yang jujur dengan wajahnya yang tulus seperti yang kita mau  tapi, hidup harus terus berjalan, sampai ada jalan mulus yang bisa memberikan titik temu untuk jiwamu; cinta sejati!”

“Percayalah, Allah tidak pernah tidur sedetik pun, Allah selalu mendengarkan suara hati kita, dan kita harus tau bahwa Allah itu dekat, sehingga ketulusan harus kita miliki untuk apapun juga.”

“Apa artinya hidup yang tidak kekal ini bila kita gunakan hanya untuk menyakiti orang, sayaank.., kamu harus kuat, hadapilah semuanya dan yakinlah kalau kamu akan berhasil lewati semua ini dengan bahagia.”

“Jangan teruskan hubungan, putuskan, dan biarkan pergi jauh dari kehidupanmu, untuk apa sia2kan waktumu demi lelaki brengsek ini!! wanita yang baik sepertimu layak dimiliki oleh seorang laki2 yang baik juga, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik, lebih cocok, lelaki yang mengerti kamu dan lelaki yang tidak hanya bisa menjual kata2 bohong belaka, karena menurutku hubungan yang telah dibumbui kebohongan tidak layak diteruskan, apalagi dipertahankan!”

“Aku akan selalu ada mendukungmu, untuk kebahagian dalam hidupmu dengan menerima cinta yang tulus, selamanya.”

Jumat, 11 Agustus 2017

Tak ingin kehilangan Dia, sementara atau pun selamanya.

Tiba2 terpikirkan olehku..,

Ternyata.., bukan perkara mudah untuk bisa mengungkapkan apa yang kita rasakan kepada seseorang yang kita harapkan kehadirannya, rasa takut kehilangan yang menghampiri, membuat aku jadi lupa diri, siapa aku dan apa maksudku untuk bisa bersamanya, dan apa yang akan aku lakukan selanjutnya, apa yang akan Dia terima saat bersamaku..? seperti itulah perasaan yang menghantui disetiap pertanyaan.

Sedikitpun aku tidak pernah ingin kehilangannya, untuk sementara.., apalagi selamanya.., Dia, wanita terbaik yang pernah aku punya  tapi, apakah ada jaminan Dia akan selalu berada disampingku, bukan aku penakut, aku hanya tidak mau mengikuti keegoisanku, aku sadar bahwa Dia lebih berarti dari sebuah hubungan yang tidak ada ujungnya.

Sejak awal pertemuan.., tepat tgl 07 - 12 - 2016, Dia orang yang ramah, sedikit humoris, dan sederhana saja, yah ... hal yang tidak pernah terpikirkan, pertemuanku dengannya lewat jalan yang tidak ditentukan.

Berhubungan kembali tanpa sengaja, dan saat itu aku masih mencintainya, tapi, karena saat itu Dia telah memiliki seseorang yang telah mengisi kebahagiaan di setiap hari2nya. aku memutuskan untuk mengendalikan perasaan yang aku punya, tidak ingin lagi memilikinya sebagai apapun, dan aku telah nyaman menjadikannya sebagai saudara terbaikku, ya.., aku memutuskan untuk tetap menjadikannya saudara, tidak lebih.

Saat pertemuan, sangat mengesankan buatku, aku menghabiskan malam bersamanya. hingga keesokan harinya, aku harus pulang kembali ke surabay,  ya.., sedikit tidak rela harus pulang.., karena jujur sangat bahagia saat bersamanya. tapi, mau tidak mau ... aku harus pulang  dan aku hanya berharap suatu saat dapat bertemu lagi dengannya.

Beberapa hari setelah kepulanganku, aku dan dia tetap komunikasi, membicarakan apa saja, tapi, aku tidak menyangka kalau suaminya akan sangat marah dengan adanya kehadiranku. hingga saat itu aku berusaha untuk tidak mengganggu mereka lagi. tapi, dia tetap  menghubungiku. dan aku jujur tidak mau kehilangan komunikasi dengannya, dan aku semakin merasa kalau aku benar2 menyayanginya. tapi, ya..,  aku harus berusaha menghilangkan rasa itu. aku tidak mau merusak hubungannya dengan orang yang telah menyayanginya.

Sepertinya suaminya benar2 sudah sangat terganggu dengan adanya diriku, hingga saat itu, aku memutuskan untuk pergi menjauh dari hidupnya. melupakan semua kisah ini, aku tersentak.., tidak tau harus berbuat apa. aku menerima kenyataan, aku harus merelakan Dia, ber-hari2 aku merasa kehilangan hal yang sangat berharga dalam hidupku, ya.., karena Dia cinta pertama yang aku punya. dan hal yang tidak pernah terpikirkan aku harus kehilangannya.

Aku tidak berani menghubunginya. sangat tersiksa. hingga aku melihat dia menuliskan di jejaring sosial seperti ini: " ya ALLAH, sampaikan padanya aku merindukannya " dengan spontan air mataku menetes, aku sangat terpukul. dan aku tidak ingin berharap lebih saat itu, tapi hatiku tetap mencintainya, apapun yang terjadi saat itu, sungguh.., aku tidak rela kehilangan Dia.

Bagaimana aku tidak takut kehilangannya.., Dia yang saat ini tidak pernah lagi bertemu denganku, selalu tau kapan hatiku benar2 merasa sepi, sedih, bahagia, dan sebagainya. Dia seperti selalu merasakan itu. walaupun aku tidak pernah memberi taunya. dia selalu punya cara untuk membuat ku tersenyum lagi, aku menyayanginya, aku tidak mau badai sesaat menghancurkan hubungan ini, Dia selalu bisa jadi apapun yang bisa membuat kutersenyum.

Aku akui terkadang aku memang menyebalkan dan membuatnya sedih, tapi bukan berarti aku merasa senang jika Dia  bersedih, aku ingin melihatnya bahagia dan selalu tersenyum, tapi sayangnya,  ada rasa takut dan cemburu dalam hatiku, takut jika Dia meninggalkanku, aku tidak ingin kehilangan Dia, aku mencintainya tulus dari hatiku dan aku ingin Dia bisa merasakannya, walaupun terkadang ego dan cuekku membuatku se-akan2 menjaga jarak darinya, tapi jujur itulah perasaanku.

Rasa cemburuku ini sering kali menyiksaku, aku tidak suka Dia bersama orang lain, tapi aku sendiri tidak bisa selalu menemaninya, padahal aku tau, Dia sangat membutuhkanku, aku memang sangat egois, hingga terkadang aku cemburu, aku sangat takut Dia kembali dekat dengan nya. Dalam pikiranku selalu muncul pemikiran negatif, karena masih ada yang mencintai Dia, aku merasa, ada yang ingin merebut Dia dari aku, dan mungkin ada yang berusaha memisahkan aku dan Dia, hingga terkadang aku lebih suka Dia diam di rumah dan jangan terlalu sering bertemu dengan nya lagi.

Aku merasa.., ada banyak hal yang belum aku ketahui darinya, ada banyak rahasia yang se-akan2 Dia tutupi, mungkin belum saatnya aku mengetahui semua tentangnya, tapi tetap saja segala hal yang coba Dia tutupi itu membuatku menaruh curiga padanya, aku selalu ber-tanya2, apa yang sebenarnya coba Dia sembunyikan dariku, aku mulai berpikir Dia masih sepenuhnya belum bisa percaya padaku.

Seharusnya Dia yakinkan aku, bahwa aku adalah pilihan terakhirnya, dengan begitu kecemburuanku akan sedikit terkikis dan membuat hati ini lebih tenang, jangan ada rahasia dan luangkan lebih banyak waktu untuk lebih saling mengenal dan mengerti satu sama lain, jika Dia bisa membuatku percaya mungkin aku lebih santai menjalani hubungan ini, aku pun tidak perlu khawatir dengan semua yang akan terjadi.

Karena..,

Didalam masa depanku yang sederhana ini sudah kurancang dirinya ada di dalamnya, pribadi yang sudah saling mengerti, saling menghargai satu sama lain, saling mencintai dan menerima kekurangan dan kelebihan masing2, aku hanya tidak ingin apa yang aku lukiskan bersama Dia terhapus begitu saja, karena Dia nanti menjadi milik orang lain, karena itu aku sangat cemburu dan aku minta maaf untuk itu.

Hai yuung.., Aku tidak ingin melihatmu lemah, aku ingin kamu tetap bertahan dalam kondisi apapun, dan kamu harus bahagia dalam hidupmu.

Hai yuung.., Aku bersyukur memilikimu, aku tidak ingin kamu sakit, ataupun sedih. aku hanya ingin melihatmu bahagia, menjadi yang tebaik untuk orang2 yang kamu sayangi.

Hai yuung.., Aku ingin menjadi sosok yang selalu bisa jadi penyemangat dalam hidupmu, seperti yang kamu lakukan padaku, aku sayang kamu, dan aku tidak ingin kehilangan kamu, karena.., kamu adalah hal terindah yang ALLAH kasih buatku, tapi jika ALLAH yang memutuskan baru aku bisa rela.

G@l!p0n9
Rasanya tidak bisa lagi aku rangkai kata untuk mengungkapkan rasa bahagia ku atas kehadiran Dia. tapi aku yakin Dia mengerti bagaimana Dia sangat berharga buatku, jangan lagi ada kata perpisahan, biarlah itu menjadi rahasia-Nya, karena.., aku tidak ingin kehilangan Dia, sementara atau pun selamanya.

Rabu, 09 Agustus 2017

Lelahku

Pernahkah punya kekasih istri orang..? dan apakah boleh berhubungan dengan lawan jenis yang ternyata masih istri seseorang..?

Aku menulis ini ketika tubuhku tidak kuat lagi menahan lelah .., aku menulis ini ketika mulutku tidak mampu lagi berkeluh.., aku mengingatnya sebagai sosok yang pernah hadir, meskipun tidak pernah tinggal.., andai Dia tau perasaanku, mungkin aku ini hanya persinggahan, tempat meletakan segala kecemasan nya.

Begini, ceritanya..,

Awalnya.., ini bukanlah hubungan yang serius, meski di masa lalu aku dan Dia pernah menjalin kisah asmara, aku dan Dia kembali bertemu hanya sebagai saudara, tetapi karena aku dan Dia sangat sering bicara, bahkan hampir setiap hari, membuat hubungan ini semakin akrab, juga ada banyak kecocokan dalam pembicaraan.

Awalnya aku tidak merasa risih dengan statusnya yang sudah bersuami dan punya tiga anak, karena aku sendiri punya status yang sama dengan Dia, tapi seiring berjalan waktu, Dia sering cerita tentang rumah tangganya, mengeluh tentang suaminya, menceritakan tentang kurangnya tanggung jawab suaminya dengan kebutuhan ekonomi rumah tangga, dan aku pun demikian, seperti Dia.., aku juga sering berkeluh kesah tentang segalah hal kepada Dia.

Sebagai saudara, saat itu aku hanya membantu mengingatkannya, karena ketidak harmonisan rumah tangga tidak hanya se-mata2 karena kesalahan suami, tapi bisa jadi karena kesalahan istri, ingat.., banyak kenangan yang Dia lewati bersama suaminya, suami yang selalu ada di sisinya untuk mendampingi saat melalui masa2 susah, senang, dan sakit, suami yang hadir menemani untuk membantu meringankan beban Dia di kala itu.

Seandainya Dia bisa membaca perasaan dan bisa mengetahui isi otakku, mungkin hatinya yang beku akan segera mencair, aku sendiri tidak tau apa salahku sehingga aku dan Dia yang baru saja bertemu tiba2 terhempas dari dunia mimpi ke dunia nyata, dan tidak penasarankah Dia pada nasib yang kedinginan seorang diri tanpa wanita yang sangat dicintainya.

Dari hubungan suami istri yang gagal, harusnya Dia tau bagaimana cara menciptakan sebuah hubungan yang baik, Dia mestinya tau bagamana seharusnya bersikap, dan menjaga hubungan denganku agar tidak lagi terulang kesalahan yang sama.

Beberapa bulan terakhir ini aku memang berusaha menjauh darinya, bukan apa2, aku hanya ingin menjaga perasaan suaminya yang selalu menerorku dengan kata2 yang menyakitkan, dan bukan sifatku untuk selalu diam menerima hujatan2 itu, aku menjauh.., untuk menjaga diriku dan memberi batasan padanya bahwa hubungan ini sudah tidak bisa diteruskan lagi, karena akan menyakiti perasaan suaminya, juga.., perasaanku.

Bagaimana reaksinya..? ya.., Dia marah, Dia kecewa, Dia tidak menginginkannya, Dia masih ingin agar hubungan ini terus berlanjut seperti biasanya, tapi aku merasa hubungan ini sudah tidak membuatku nyaman, aku tidak mau menyakiti hati suaminya, aku juga merasa tidak pantas lagi untuk curhat, bercanda dan berbagi cerita dengannya.

Karena.., aku takut, jika aku tetap ada dalam hidupnya Dia akan mengkhayalkan aku, aku takut terlibat dalam zina hati yang seharusnya tidak perlu terjadi, aku takut berdosa ketika Dia mengkhayalkan aku dengan syahwat dan saat dia semakin mengkhayalkan aku maka semakin menumpuklah dosa2ku karena telah mencintai Dia yang seharusnya masih milik suaminya.

Meski hubunganku dan Dia tidak berjalanan mulus, ada hikmah yang bisa Dia petik dari sepenggal kisah cintanya bersamaku, Dia sempat menjalani hubungan yang tidak baik bersamaku, Dia bisa merasakan kecewaku, sedihku, dan cemburuku, itu adalah sebuah pelajaran rasa, bagi Dia.

Buat Dia.., maafkan aku.., bukan aku tidak menghargai hubungan ini, bukan aku tidak tidak punya hati, bukan karena aku ingin melupakan dan bukan karena aku membenci, tapi tolong mengertilah keadaan ini, mungkin akan berbeda jika dirinya sudah sendiri, ber-senang2lah dengan suami yang jelas2 masih halal, berbahagialah bersama anak2, jangan lagi mengirimkan pesan kangen padaku, karena jika Dia kangen seseorang maka suaminya yang lebih berhak Dia kangeni daripada aku.

Terima kasih sudah pernah hadir, membuatku bahagia, dan mengajarkan aku banyak hal.., terima kasih atas kehadiran yang sementara, dalam kisahku kali ini, aku tidak akan lagi salah dan sekarang aku tau bagaimana bersikap dan memilih hubungan yang baik agar tidak mengalami seperti sekarang ini.

Cinta memang banyak rintangan, belum tentu Dia dan aku yang saling mencinta bisa dipersatukan, meskipun berat, aku dan Dia harus rela berpisah, karena tidak ada lagi jalan keluar buat aku dan Dia, pasang surut kisah cinta yang pernah kita lalui berdua menyadarkanku, bahwa, mencintainya itu tidak semanis dan sesempurna seperti yang aku kira..

Walau gagal menjalin hubungan ini, bukan berarti aku telah menyia2kan waktu, Dia memang ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi persinggahan sementara, tetapi, aku dan Dia berpisah karena keadaan yang memaksa, terima kasih atas kesediaannya menjadi persinggahan hatiku, dan aku berharap.., Dia tidak menyesali perpisahan ini, karena yang ada di hatiku saat ini adalah harapan dan do’a terbaik untuk masa depan masing2, aku berdoa agar dirinya segera mendapat pengganti yang lebih baik, yang bisa saling melengkapi.

Terima kasih umtuknya.., aku pernah bahagia bersamanya, tidak ada yang pantas disesali dari kebersamaan kita yang dulu, dan sebagai salah satu orang terbaik yang pernah ada dalam hidupku aku tidak pernah berhenti untuk mendoakannya, tapi.., mendoakannya bukan berarti aku masih menyimpan rasa cinta untuknya, tapi hanya karena sebagai rasa peduliku pada orang yang pernah menjadi sandaran hatiku, aku pernah bahagia bersamanya, maka tidak ada salahnya jika aku mendoakan yang terbaik untuknya.

“Jaga diri kamu baik2 ya.., terima kasih atas hari2 yang indah disaat bersama, susah, senang, sakit, dan masih banyak lagi kenangan kita, aku minta maaf jika aku banyak salah.

“Terima kasih telah menemani di masa2 sulit, harapan kedepan semoga aku dan Dia mendapatkan takdir yang terbaik, jodoh yang terbaik, masa depan yang lebih baik.

Amiin..,

Hai.., yuung.., kalau kamu ingin tau bagaimana perasaanku, seluruh kalimat yang terbentuk dari ribuan kata yang aku tulis, tidak akan bisa mewakilinya, karena.., perasaan bukanlah susunan kata dan kalimat yang bisa dijelaskan dengan tulisan, perasaan ada di dalam ruang paling dalam, yang tidak bisa dinyatakan hanya dengan perkatan atau bualan.., Aku lelah.., Itulah perasaanku.

Semoga kamu tau, aku berjuang, setiap hari untuk melupakan, aku memaksa diriku agar membencimu, bisakah kamu bayangkan rasanya jadi seseorang yang setiap hari menahan tangisnya agar tetap terlihat baik2 saja..? sepertinya.., kamu tidak tau itu.

G@l!p0n9
Suka sama tulisanku..? hmm.., tidak akan ada yang mengalahkan romantisnya, dengan langsung memegang tanganku, menggenggamnya dan merasakan dengan jemarimu.., miliki segera aku.

Selasa, 08 Agustus 2017

Ya sudah

bismillah...
Suasana siang ini sangatlah panas.., tidak ada sedikit pun angin yang berhembus seperti biasanya, ditempatku ini hanya ada aku, dan selalu terlintas dalam benakku, bayangan Dia..,

Allah pasti punya rencana yang jauh lebih indah dari apa yang aku rasakan, di balik takdir yang kadang aku keluhkan ketika tidak sesuai dengan nurani..,

“Manusia hanya bisa berencana, menulis apa yang kita citakan, dan biarkan Allah yang menghapus sebagian atau menambah sebagian untuk menjadikanya jauh lebih indah dan bermakna”

Satu tahun yang lalu, saat sebuah cahaya datang, atas izin Allah yang maha membolak-balikan hati manusia, saat itu perubahan demi perubahan dalam hidupku mulai terjadi, aku belajar arti cinta dan kebohongan, tapi.., semoga saja ini berbuah kebahagiaan di akhir hayatku nanti.

Tidak ada yang sama dalam perjalanan hidup tiap manusia mencapai tujuannya, ada yang melewati jalan yang lurus2 saja tanpa hambatan, tapi, walau begitu.., jalan lurus pun tidak semulus yang dibayangkan,  aku harus rela melewati banyak belokan hingga mau tidak mau aku merasakan kelelahan dan putus asa, sampai sering terlintas dalam fikiranku ingin berhenti hidup saja,.aku seperti jenuh dengan keadaan yang ada, jenuh dengan kesendirian, jenuh dengan tuntutan dan omelan.

Padahal seharusnya aku mensyukuri kenikmatan yang Allah beri kepadaku, andai masih bisa aku ulang masa2 itu, akan kugunakan kesempatan yang telah Allah beri untuk bisa belajar lebih dalam, belajar membentuk diri menjadi pribadi yang lebih peka.., lebih sensitif.., lebih kuat.., lebih tegar dan lebih perasa, aku menjadi lebih menghargai, dan menjadi lebih tahu diri.

Karena itu..,

Aku bersyukur tidak diberikan jalan lurus, mengapa aku bersyukur..? karena.., sengaja aku mengambil tikungan tajam, memutar arah, hingga harus mengawali semua dari awal lagi, melalui belokan yang kadang membuatku terpeleset hingga hampir masuk jurang, tapi tidak ada satu pun di dunia ini yang terjadi dengan sia2, aku  termasuk orang yang meyakini bahwa Allah melihat semuanya, mengetahui segalanya.

Aku pernah merasakan naik hingga puncak tapi kemudian jatuh terhempas ke dasar, yang sakitnya tiada tara..? aku patah..! dan akhirnya aku _mengerti, dan belajar mengenali diriku, karena, ada yang menyukai ketika aku masih di atas, tapi hanya Dia yang tulus dan tetap ada meski aku berada dalam keterpurukan.

Aku tau, perjalanan panjang ini bukan tanpa ujung, di setiap belokan, setiap tikungan, setiap tanjakan ada harta karun yang diselipkan Allah, dan karena itulah aku bersyukur dibiarkanNya jatuh, luka, berdarah, sakit, menangis tiada henti, menyesali segala kesalahan, dan akhirnya bertekad untuk menjadi lebih baik, demi Dia, dan demi mereka yang tulus dan sabar menemani aku.

Untuk orang yang tetap ada, bahkan ketika yang lain pergi, untuk orang yang tetap mau memegang pundak ku, bahkan ketika mereka tidak sudi melihatku, untuk orang yang dengan sabar memapah aku kembali ke jalan yang semestinya bahkan di saat tidak ada satu orang pun yang peduli bagaimana sakitnya aku terjatuh, semoga Allah membalasnya dengan luasnya surga dengan semua keindahannya.

Inilah perjalanan hidup yang harus aku jalani, karena aku tidak akan pernah tau apa yang terjadi nanti, esok dan lusa, aku pernah memutuskan untuk mencoba menjauh lalu kembali lagi, menjauh lagi lalu kembali lagi hingga ber-ulang2, dan setiap kali aku memutuskan kembali, aku kembli terluka lagi dengan cara yang sama, seharusnya aku mencoba melihat logika yang ada, memilih pergi lalu tidak kembali lagi.

Saat hatiku sudah terlalu sering merasa disakiti, kadang aku berfikir lebih baik meninggalkan dan merelakannya saja, bukan karena tidak cinta tapi karena sudah terlalu menyakitkan untuk bertahan, karena, aku tau.., keraguan membuatnya tidak bisa berpijak pada kakinya sendiri, meskipun saat Dia sudah memutuskan untuk pergi.

Dia terlalu takut tidak bisa hidup bila tidak dengan nya, dan selalu saja begitu, lupakanlah jangan menunggu waktu yang tepat untuk merelakannya, jangan selalu meng-ulur2 waktu untuk melupakan, jangan beralasan ingin menunggu waktu yang tepat, karena setiap waktu akan membuatnya merasa tidak rela untuk melepaskan Dia dan akan mempersulit durinya sendiri.

Saat ini.., aku hanya bisa berdoa dan memohon agar diberi keajaiban diluar kemampuanku, semoga aku selalu dalam lindungan'NYA Amin..,

G@l!p0n9

Minggu, 30 Juli 2017

Akhir

Ini adalah cobaan terberat buatku, aku tidak tau kenapa Dia  menghianatiku dan apa salah diriku yang selama ini menyayanginya dengan tulus.

Aku merasa kehidupan benar2 telah mempermainkanku, semua yang aku jalani bersamanya selama ini seakan tidak berarti lagi baginya, aku kira kebahagiaan telah berpihak padaku, aku kira ini lah hidup yang selama ini menjadi penantianku selama 22thn, kebahagiaan bersama wanita yang selama ini aku cintai, yaitu.., dirinya.

Tapi.., ternyata..,

Kebahagiaan itu hanya sekejap saja, aku tidak pernah menduga, Dia telah berdusta dan aku tidak menyangka, jika kebahagiaan bersama Dia ternyata hanya sandiwaranya saja.

Aku tau, aku hanya bagian kecil dalam 13thn lembar kehidupannya, aku berusaha melewati hari bersamanya dengan ketulusan cinta dan kesetiaan, dan tidak pernah kusesali telah menghabiskan waktuku untuk menemaninya selama 1tahun ini, dan selama ini aku berusaha untuk tidak mengecewakannya, tapi, kenapa Dia tega berikan kebohongan padaku, aku yang selalu dengan tulus mencintainya, tapi kenapa Dia tega melukaiku.

Sekuat apapun aku mempertahankannya selama ini ternyata Dia tetap membuat aku terpaksa pergi, waktu telah mengubahnya, Dia bukan wanita yang kuharapkan, semua berubah sangat cepat hanya dalam hitungan hari, dan hanya dalam sekejap semua berubah, aku hanya bisa bertanya di antara kesunyian hatiku, kenapa Dia mengabaikan permintaanku.

Waktu itu sudah sangat jelas ku katakan kepadanya, bahwa aku mencintainya dengan tulus, dan aku memberikan satu syarat untuknya, karena yang aku perdulikan, Dia mencintaiku, aku mencintainya, karena.., sejauh ini tidak pernah ada yang bisa membuatku memudarkan perasaanku untuknya, aku selalu mencintainya, itu adalah prinsipku selama 23thn ini.

Aku tau aku tidak sempurna, tapi aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuknya dan selalu berusaha menjadi seperti yang Dia minta, apakah semua ini tidak cukup baginya, untuk menuruti syarat dariku.

Sedalam aku mempercayainya dalam hubungan ini, rasanya mustahil Dia akan mengabaikan syarat dariku, jadi aku berfikir, Dia sengaja mempermainkanku, begitukah caranya mempermainkan orang yang tulus mencintainya.

Di sinilah aku sekarang, termenung sendiri, aku hanya bisa tersenyum diantara buliran air yang keluar dari mataku, sebenarnya siapa yang bodoh dalam hal ini, karena masih saja membiarkan seseorang yang masuk di tengah cerita kita.

Aku berusaha gila2an untuk selalu mengupayakan buat Dia, karena aku ingin menjadi seseorang yang selalu bisa mengerti Dia, aku masih bisa berdamai dengan perasaanku saat kecerobohan yang Dia lakukan membuatku merasa menjadi lelaki yang bodoh, aku bahkan sengaja ber-pura2 dalam keadaan baik2 saja dengan apa yang sebenarnya terjadi kepadaku, karena jauh di dalam cinta dan kepercayaanku tidak ada sedikitpun terselip keraguan tentang Dia yang akan menyakitiku.

Sampai malam ini.., Dia melanggarnya sendiri, aku hanya bisa tersenyum, “Aku butuh pilihan itu kemarin, bukan sekarang..!! setelah perjanjian atas syarat yang Dia pilih, ternyata.., Dia bukan wanita yang pantas untuk dipercaya.

Aku tau.., goresan luka yang aku terima memang tidak merubah apapun tentang perasaanku padanya, tapi luka itu berhasil melumpuhkan kepercayaanku.

Dan sungguh, hebat..!  Dia berhasil menghancurkan jantungku.

Kita membuat cerita dengan awal yang sangat indah, karena itu aku ingin kita mengakhirinya dengan indah juga, meskipun aku tau, sulit untuk melakukannya di tengah luka yang bersarang.

Sepertinya memang ini sudah saatnya cerita yang aku tulis menemui akhir, tapi sebelumnya aku ingin mendapatkan beberapa hal darinya, untuk sebentar saja, Dia bisa perlakukan aku seperti di saat Dia menganggapku satu2nya sosok yang disayanginya,  karena.., aku tidak ingin nantinya aku berada di jalan yang salah dengan perasaan yang mengenaskan., dan setidaknya ada hal manis yang menjadi kenangan terakhir yang bisa aku gunakan untuk mengenangnya suatu hari nanti.

Selesai.

G@l!p0n9

Selasa, 25 Juli 2017

Sepenggal kisah

Hidupku itu sama seperti buku, yang tersusun dari banyak lembaran kertas, dan setiap lembarnya punya cerita tersendiri, dari alur kisah yang baik maupun kisah yang buruk.

Aku akan menceritakan sepenggal kisah dari masa lalu.., semoga bisa di ambil hikmahnya.

Aku dulu…

Jatuh dalam jurang kenikmatan, yang aku kira selamanya akan menjeratku, saat itu.., kujalani hidupku dengan, berpetualang tanpa arah tujuan yang jelas, berkencan entah dengan puluhan cinta sesaat, kunikmati itu, hanya demi satu tujuan, bisa melupakannya, tidak peduli resiko yang akan aku jalani, yang penting Dia bisa terlupakan.

Segala kenakalan aku jalani.., semua kesalahan sudah aku perbuat, segala macam rasa nikmat yang berujung haram semuanya sudah aku rasakan, ya, seperti itulah diriku, semua itu terbentuk dari benih cinta yang ternyata menumbuhkan tunas dendam, dendam karena kehilangan seseorang, yang dimana saat itu.., aku belum bisa menerima kepergiannya.

Seiring berjalannya waktu, saat aku dalam keterpurukan, ada tanya mengganjal dalam diriku.., akankah aku akan terus seperti ini..? dan harus bagaimana aku..? aku merasa inilah hidupku, dan arahnya pun semakin membinggungkan.

Allah telah menjatuhkanku dengan Cinta Pertama.

Pernahkah Dia mengalami sakitnya ditinggal kekasih.., dan aku merasa.., perihnya cinta yang hilang itu tidak seberapa dibanding dengan, Dia yang dulu aku pedulikan tapi Dia tidak melakukan hal yang sama terhadapku.

Pertama kali dalam hidup, aku mencintai seseorang yang masih saudara, Dia yang selalu menemani kehidupanku, tetapi.., kebahagiaan dengan Dia hanya sesaat, masa depan hanya omong kosong..! aku cinta Dia, wajah cantik yang selama ini tetap setia membayangiku dan aku menanti kemungkinan akan bisa memeluknya dan mencium keningnya.

Akan tetapi..,

Dia yang kucintai, sedang menjalani kehidupan bahagianya, dan disaat yang sama, aku.., dengan kehidupan gelap yang aku jalani, tidak ada sedikitpun rasa kepeduliannya terhadapku, mungkin Dia menganggapku orang yang sudah merusak hidupnya.

Aku sadar..,

Ya.., inilah kehidupan yang harus aku jalani, inilah cara Allah menunjukkan bahwa, perbuatan yang salah tidak boleh diteruskan,  Allah sangat menyayangi aku dan Dia, dan buatku.., tidak ada alasan lagi untuk meratapi yang terjadi, mengutuknya hanya membuat luka semakin mengangga, lebih baik aku melupakanya, dan masih kuingat disaat larut malam ada yang membisikkan sebuah kalimat, Allah sedang mengujimu, jadi bersabarlah.

Dan.., aku coba untuk berbicara kepada hati kecilku, akan kemanakah aku setelah ini..? kemasa depan..? adakah hal indah disana..? akankah aku menemui kebahagiaan yang aku inginkan..? hmmm.., aku tidak tau, tapi yang aku tau hanya satu, masa depanku sudah hancur, akan tetapi.., mulai saat itu aku merubah semua kebiasaan buruk, dan berusaha berbuat baik semampu yang aku bisa untuk menebus semua dosa2ku.

Begitulah hidupku.., setelah itu yang kulakukan adalah berusaha menjalani hidup se-baik2nya untuk masa depan yang baik, aku tinggalkan masa laluku bukan untuk mendapat sanjungan dari seseorang ataupun orang lain di luar sana, aku memperbaiki hidupku, karena bekalku bergantung dengan kebaikan yang kulakukan setiap hari.

Ya..! sejak itu aku berusaha untuk melupakan Dia..,

Dalam secarik kertas.., saat itu, pertama aku mulai menulis.., mencoba mengurai kembali apa  yang telah aku tinggalkan.

"Mungkin ini adalah sebuah pesan yg tidak ada harganya sama sekali, tapi percayalah walaupun tidak pernah terkirim pesan ini cukup bisa membantu kita untuk bisa mengikhlaskan bila kita kehilangan seseorang.

"Hai.., jagalah dirimu dan kehormatanmu, dirimu dan kehormatanmu hanya untuk suamimu, pertahankan semua itu sampai kamu cium tangan laki2 yang kamu cintai di depan penghulu.

Hai.., sampaikan salamku untuk laki2 yang sekarang kamu cintai, dan katakan padanya "Kamu laki2 yang bruntung dan jangan pernah sekalipun sia2kan dia." 

Hai.., jangan pernah kamu mengingatku, hilangkan aku dari pikiranmu, pergi dan bahagialah dengan orang yang kamu cintai, bagiku bahagiamu adalah yang terpenting.

Hai.., biar kenangan itu, cukup aku, kamu dan Allah yang tau, lupakan aku.., tapi aku mohon jangan lupa pesanku ini "Jaga diri kamu baik2 .."

Itulah tulisan pertamaku.., tulisan yang mengawali kisah ini.

Sesungguhnya..,

Aku malu pada diriku sendiri, bahkan aku tidak berani bercermin karena aku tidak mampu menatap wajahku sendiri, cermin terlalu jujur, tidak ada kebohongan dan rekayasa, dan akhirnya aku berkesimpulan, bahwa, berharap kepada selain Allah hanya akan membuat kita kecewa dan kecewa.

Allah memberiku kesempatan hidup, karena Allah amat menyayangiku, dan aku yakin, Allah ingin aku memperbaiki hidupku, itu saja.., aku menyadari bahwa Sang Pencipta, sangat menyayangiku, Allah tidak ingin aku men-sia2kan hidup, biar Allah saja yang melihat ketulusan hatiku mencintainya, dan, untuk memperbaiki hidup, aku akan mempertanggung jawabkan dengan berbuat kebaikan.

Allah itu adil dalam memandang ketulusan hati seseorang, aku memilih untuk berbahagia di kehidupan baruku, tidak peduli dengan komentar2 negatif atas masa laluku, aku sudah memutuskan untuk berbenah diri, dan melangkah di lembaran yang bersih.

Terima kasih masa laluku yang kelam, karenamu, aku belajar rasa pahitnya kehidupan, semoga dimasa depan, aku temukan manisnya hidup.

Aku sekarang..,

Setelah Allah mempertemukan aku dengan Dia, dan setelah mengalami banyak peristiwa dengannya, sepertinya.., aku merasa tidak pantas untuk Dia perjuangkan, aku selalu menemukan sosok diriku yang berbeda saat bersamanya, karena aku ini terlalu biasa untuk ukuran seorang lelaki  yang layak dicintai olehnya.

Aku  bukan sosok yang istimewa, bukan sosok yang pandai tentang segala macam hal, bukan sosok yang mengerti dunia modern, dan tidak bisa memahami cara berfikir manusia2 sekarang, karena.., aku hanya manusia biasa, aku hanya belajar sesuatu yang abstrak, dan memandang segala sesuatu melalui hakikat.

Aku memang hanya manusia biasa, yang mencintainya, yang selalu menganggap Dia hebat, sedangkan aku.., hanya lelaki biasa, yang merasa sangat terbatas untuk bisa mengerti keinginan Dia.

Sebenarnya aku sadar ada keraguan pada dirinya atas aku, entah itu karena apa, jadilah aku merasa lelaki paling bodoh sedunia yang masih saja setia menjaga rasa, yang tetap saja menjadikan Dia harapanku, dan aku merasa., kalaupun bintang2 dilangit itu jatuh setiap detiknya, maka setiap satu detik itu aku hanya meminta Dia, karena aku sangat menyayanginya.

Aku memang bukan lelaki luar biasa tidak ada yang istimewa, aku selalu tidak cerdas menjawab pertanyaan darinya, aku hanya lelaki biasa yang mencintainya tanpa menuntut, aku mencintai seluruh yang ada pada dirinya, aku mencintainya sebagaimana adanya Dia.

Tapi.., sekali lagi kutegaskan bahwa aku hanyalah aku, dan akan tetap menjadi aku, biarkanlah aku tetap menjadi diriku sendiri, tanpa syarat, aku tidak mau seperti tawanan yang hidup dalam rancangannya, aku tidak akan pernah bisa menjadi sosok yang ada di dalam isi kepalanya.

Aku hanya lelaki biasa yang akan ikhlas merelakan Dia mencari lelaki yang pantas untuknya, karena akhirnya aku sadar; aku tidak pantas diperjuangkan sedalam itu, entah kenapa, tiba2 aku merasa takut Dia tidak nyaman dengan pola hidupku..? takut Dia tidak bisa mengaturku, atau sebenarnya aku yang memang tidak pantas untuknya..? aku mencintai atas apa yang ada pada dirinya, sungguh, akan tetapi masih ada yang mengganjal dalam jantungku, aku merasa memang ada alasan yang lebih kuat dari sekadar merasa tidak pantas.

Aku tidak akan memaksanya untuk mencintaiku terus, Dia seharusnya tau, lelaki sepertiku akan lebih suka dicabik secara kasar daripada dicabik dengan cara halus, itu akan lebih mudah membuatku bangkit, aku mencintanya karena Dia luar biasa untukku, dan Dia tidak perlu merasa bersalah jika tidak lagi mencintaiku.

Jika Dia tidak mencintaiku.., tidak perlu sungkan untuk menyampaikan perasaan yang Dia pendam, jadilah wanita kuat yang berani jujur atas diri sendiri, jadi, biarlah nanti aku bisa menilai, masih pantaskah aku untuk mempertahankan kisah ini.

Dan, aku harap..,

Dia tidak harus mengulangi kisahnya pada lelaki mana pun, jika Dia mau meninggalkan seorang lelaki.., kelak, tinggalkan dengan alasan yang lebih mudah diterima logikanya.

Oh iya, aku pergi dulu.., mungkin akan kembali setelah Dia bisa memandangku sebagai manusia biasa, tidak perlu khawatir, aku pasti bisa mengendalikan dan menjaga jantung ini, yakinlah.., aku pasti kembali, aku akan kembali lagi nanti, entah.., dalam waktu berapa lama.

Yaa Allah.., jagalah Dia untuk ku, limpahkanlah rizkimu kepadanya.., tambahkan kelapangan hatinya seluas samudra.., selipkan rasa bahagia dalam jantungnya.

Yaa Allah.., maafkan segala kesalahanku.., ternyata selama ini aku keliru.., tuntun aku agar tidak mengulangi kekeliruan yang sama berkali kali.

Yaa Allah.., akhirnya aku sadar tentang kelemahan diriku, maafkan aku jika selama ini aku mungkin telah bangga pada diriku, sungguh.., aku hanyalah hamba yang bodoh.

Yaa Allah.., bimbinglah aku selalu ke jalanMu, jauhkan sikap ujub dari diriku, akhirnya aku tau bahwa hanya dengan mendekat dan merapat ke padaMu jalan hidupku akan menjadi mudah.

Yaa Allah.., anugerahkan kepadaku kaki yang kokoh.., hati yang bening agar aku mampu berjalan menghadapMu.., akhirnya aku mengerti, ternyata selama ini aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar, walau aku melakukan dosa yang sangat besar, namun aku yakin ampunanMu sangat luas, mohon beri aku kesempatan untuk memperbaikinya.

Amiin..

G@l!p0n9

Jumat, 21 Juli 2017

Aku Jodohmu..??

Aku percaya jodoh tidak bakalan kemana, aku percaya jodoh pasti akan bertemu dengan cara yang halal, bukan lagi aku sebagai saudaranya tapi sebagai belahan jiwanya, meskipun aku percaya tapi, tidak berarti aku harus menunggunya begitu saja.

Jadi..,

Sekalipun sudah saling dekat seperti sekarang ini, jangan lagi Dia nanti merasa heran dan ber-tanya2, mengapa aku menghilang dari kisah ini.., jangan tanya lagi mengapa aku yang selalu takut kehilangan dirinya akan benar2 pergi dari kehidupan nya.

Hubungan ini tidak selalu berjalan mulus.., yaa, maklum saja aku dan Dia sama2 terbebani dengan keadaan, juga karena harus terpisah jarak yang sangat jauh, sehingga pernah aku berpikir untuk menyudahi hubungan ini, namun Dia selalu mencegahnya dengan mengatakan "kita harus terima resiko dalam hubungan jarak jauh, jangan jadikan keluhan tapi jadikan tantangan" Itu katanya, sehingga aku selalu mencoba bertahan, terus menjalani komunikasi dengan baik, sampai akhirnya kesabaranku tidak sia2, saat ini aku melihat Dia sudah berdiri di depan pintu hati ku dengan kemeja hitam membawa serangkai bunga mawar putih.

Aku tau yang Dia inginkan, maka.., akan ku jaga apa yang Dia inginkan, karena..? yang kuinginkan itu adalah Dia,.. yang aku inginkan dan yang paling kuinginkan adalah memiliki dirinya.

Akan ku jaga cintanya dengan se-baik2nya, karena aku bukanlah lelaki murahan, bagiku Dia adalah cinta sejatiku.., Dia adalah anugrah..,, karenanya aku tidak mau menggunakan cara yang murahan untuk mendapatkan cintanya, aku akan menggunakan cara yang santun untuk mendapatkan Dia, aku ingin membuatnya terkesan dengan caraku untuk memiliki dirinya.

Untuk memilikinya..,

Aku tidak Ingin hanya sekedar berdoa saja, aku tau doa adalah sesuatu yang paling ampuh untuk sesuatu yang benar2 kita yakini, benar2 kita inginkan, tapi aku tidak mau hanya bergantung pada nasib dan berserah diri pada takdir.

Untuk saat ini tidak masalah jika aku harus gigih menunggunya dalam diam, selama Dia tidak menyakitiku.., selama Dia masih pantas untuk aku cintai dan selama masih ada harapan untuk memilikinya, maka aku akan tetap menunggu, karena aku baru akan berhenti menunggu cintanya bila nanti Dia tidak berjodoh denganku.

Semoga apa yang aku lakukan ini tidak berakhir dengan kehilangan, semoga tidak semakin menjauhkan, tapi semakin mendekatkan, semoga tidak memisahkan namun menyatukan, untuk semua yang kulakukan semoga tidak ada yang sia2 seperti kisahku dengannya yang terdahu.

Aku selalu ingin menomor satukannya.., aku selalu mengharapkannya.., aku tidak ingin kehilangannya.., hanya itu keinginanku, karena.., aku bukanlah lelaki yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang aku mau, maka.., di sini aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuknya.

Aku menulis ini bukan karena aku sok2an bagai seorang pujangga, atau seperti gombal dapur, aku menulis ini karena aku ingin mengabari suasana hatiku untuknya yang jauh disana, aku pasrah.., aku hanya tidak lagi ingin membuatnya merasa terganggu dengan adanya aku.

Menunggunya disini dengan penuh resah yang setiap hari ku rasakan, penuh kerinduan yang mendalam di saat aku sangat ingin bertemu dengan Dia lagi.

Kapan kita akan kembali bertemu..,

Kata itu yang selalu aku ucapkan dalam doa di kala rindu.

Walaupun aku nanti menghilang.., aku tidak akan pernah melupakannya.., aku selalu mencintainya.., sampai kapan pun, jika aku pergi nanti aku akan selalu mengabarinya.., kapan pun itu, dan aku janji akan kembali untuk Dia, itu janji ku, aku sayang Dia.,, sampai kapan pun, aku akan kembali dan bertahan demi cinta ini.

Aku menghelakan nafas perlahan dan menghentikan tulisanku..,

Aku sayang Dia.., aku harap Dia bisa memegang janjiku untuknya, aku tidak ingin Dia merasa terbuang secara perlahan dari kehidupanku, itu semua tidak akan mungkin terjadi, Dia bukanlah seorang wanita yang pantas di perlakukan seperti itu.

Jadi.., jaga diri disana.., jangan lupa kabar2i aku ya.

Pasti Dia bingung dengan tulisanku ini, sebenarnya ada apa ini..?

Hahahaha ... tenang saja.., tidak ada apa2 kok..,

Tersenyumlah.., berbahagialah.., seperti burung yang terlepas dari sangkarnya.., hiruplah udara se-dalam2nya.., terbanglah bebas.., nikmati hidup ini..,

Ya Allah.., begitu indah rencanamu, Engkau ijinkan aku untuk bersatu lagi dengan Dia. Dia yang aku cinta.., Dia yang menerima aku apa adanya dan Dia yang merubah hidup ku menjadi lebih baik dan bermakna.., harus penuh kesabaran untuk mempertahankan hubungan ini dan jarak adalah salah satunya tapi dengan KaruniaMu.., jini aku mengerti cinta itu nyata dan cinta tau kemana dia harus kembali.

selesai

G@L!P0n9

Jumat, 14 Juli 2017

STOP

Hari ini..,

Dimana aku menulis tentang Dia lagi, tapi ini bukan tulisan seperti yang biasa aku tulis, dan yang selalu Dia baca  tapi.., hari ini aku menulis untuk terakhir kalinya tentangnya dan tulisan yang aku tulis ini menjadi titik nadirku untuk merelakan semua kisah ini lenyap, jadi aku harap Dia tidak bertanya lagi saat semuanya telah aku simpan dengan baik dalam memori kehidupanku, karena kisah ini telah aku kunci di dalam hatiku.

Saat ini..,

Aku mengingat dengan jelas bagaimana rasa itu ada, aku ber-tanya2, dari semuanya.., mengapa aku hanya ingin berbagi dengan Dia...? entah itu perasaan sesaat atau bukan, aku sendiri tidak yakin, saat itu aku sangat penasaran dengan perasaanku, lalu kuputuskan untuk membuka hatiku kembali untuknya.

Lama sebelumnya..,

Aku sungguh2 selalu merindukan nya, dan di saat2 dalam pencarian dan penjelajahan kerinduan, aku hanya bisa menghadirkan Dia dalam anganku, mungkinkah saat itu Dia juga merasakan hal yang sama denganku, aku rasa tidak.., dan rupanya sang waktu mengijinkan aku untuk terhubung dan kembali bisa bertemu dengannya dan bahagia sekali hari2ku, saat itu aku sadar Dia terlihat begitu cantik, manis, dan lembut, perasaan memang selalu tidak punya alasan, dan memang tidak butuh alasan, yang pada akhirnya membuatku selalu ingin bersamanya.

Ada banyak hal yang selalu ingatkan aku tentangnya, dan tanpa kusadari itulah yang membuatku selalu merindukannya, tempat itu.., tempat pertama aku dan Dia mengukir kenangan, tempat dimana aku dan Dia bisa menyampaikan perasaan, tempat yang tidak akan terlupakan olehku, bahkan hujan di hari itu, adalah hujan yang mampu meleburkan perasaan.

Satu hati, satu nama, satu rasa setia yang aku pegang untuk Dia "SEJATI".., yang selalu ada dalam waktuku, rasa rindu dan sayang ini bukan karena aku ingin mempermainkannya, tapi aku melakukan itu semua karena ingin dirinya menjadi masa depanku, tentunya atas nama Allah dalam dekapan halalNYA.

Aku tidak akan pernah lupa.., bagiku, kenangan itu kuat dan akan selalu ada disana dan tidak akan pernah hilang, aku akan tetap ada disini dengan semua kenangan tentang nya, meski nanti salah satu diantara kita mungkin harus pergi.

Semua berawal dari tidak sengaja, menemukannya.., menjalani cinta.., dan berakhir lara.., tapi itu bukan salahnya karena aku tau kebahagiaannya adalah bersamaku, orang yang mencintainya dan juga Dia cintai, aku mengungkapkan rasa yang sesungguhnya padanya, hingga akhirnya perasaan ini membawaku dalam keresahan yang menyakitkan, dan tiba pada satu titik aku yang ingin pergi dari kehidupannya, hingga sampai nanti aku siap memanggilnya kembali dengan sebutan sayang.

Aku punya alasan untuk tidak mengharap dan pergi dari hidupnya, aku tidak bisa mendekat lagi karena ada seseorang yang juga sangat mencintainya, maaf.., aku memilih menjauh, aku tidak ingin menjadi penyebab kesalahpahaman hubungan dan menjadikan hatiku semakin resah karena beban rasa bersalah.

Aku sudah berusaha mengengam tangannya dengan erat agar Dia tidak lepas, aku pernah berkata jika aku tidak akan melepas tangannya kecuali karena takdir Allah, dirinya bukan saja indah bagiku, aku tidak munafik dengan hal itu, namun keindahannya sepertinya hanya mampu aku lihat dalam mimpi saja namun untuk memilikinya itu sulit dan beresiko untuk diriku, aku berusaha tidak menyerah, karena berbagai hal telah aku coba untuk menjadikannya ada dalam hidupku namun pada kenyataanya aku tidak mampu mengubah itu semua menjadi kebaikan buat diriku.

Dan.., pada akhirnya aku merasa..,

Dia bukanlah wanita yang memang ditakdirkan bisa hidup bersamaku dan aku sangat percaya bahwa; ini keputusan Allah.., disaat aku melepaskan tangan darinya, aku begitu sedih dengan keputusanku, karena bersamanya bukanlah waktu yang sebentar untuk aku lewati dan kisah bersamanya bukanlah kisah dongeng saja namun cerita ini nyata dan tidak mampu aku hilangkan begitu saja, begitu sulit waktu yang aku lewati dan aku jalani, tapi.., perasaan resah dan gelisah selalu mengiringi gerak langkahku hingga membuatku lelah.

Lelah..,

Mungkin itulah gambaran hatiku saat ini, seandainya dalam kata lelahku itu tidak ada yang namanya resah mungkin aku tidak akan menyerah untuk mempertahankan Dia, tapi perasaan resah itulah yang membuatku menyerah dan melepaskannya.

Seakan..,

Aku pergi ke suatu tempat yang jauh untuk menemuinya dengan berjalan kaki, lelah memang tapi aku yakin akan sampai walaupun lambat, tapi ditengah perjalanan itu banyak sekali keresahan yang kudapati, dibalik keresahan itu aku masih mencoba melanjutkan meskipun harus tertatih dan perih.., hingga., akhirnya aku memutuskan untuk berhenti karena aku sudah tidak mampu lagi  untuk berjalan.

Sedih memang dengan perpisahan ini, tapi, kepergianku bukan karena kehendakku namun karena keadaan, dan meskipun aku berusaha untuk kuat namun tetap saja aku tidak bisa bertahan, karena.., banyak hal yang tidak bisa dihapus dengan perhatian.., banyak hal yang tidak bisa disembuhkan dengan kata maaf.., dan dengannya.., banyak hal yang pada akhirnya membuatku menjauh dan pergi.

Tapi.., ketahuilah..,

Aku menjauh tidak berarti aku berhenti mencintai, aku hanya ingin berhenti menunjukan cinta ini padanya, aku menjauh bukan berarti tidak menginginkan, aku hanya ingin melihatnya bahagia tanpa pengganggu sepertiku, aku menjauh karena sadar diriku tidak baik untuknya, aku menjauh karena Dia memang terlalu sempurna untukku, aku menjauh karena Dia bisa mendapatkan yang lebih dariku dan aku menjauh karena aku tidak ingin melihatnya menderita lagi karenaku, aku menjauh karena aku tau Dia akan bisa lebih bahagia, dan ketahuilah.., aku menjauh karena aku lelah dengan semua sikap lelakinya, mungkin dengan tidak bersamaku, lelakinya bisa ikhlas melepaskannya.

Karena Dia yang pertama membuatku jatuh hati mungkin akan sulit melupakan, tapi dengan perlahan aku akan mencoba menata perasaan ini, aku akan berusaha untuk melepaskan genggaman tanganku darinya walaupun itu tidak mudah, berbagai hal akan aku lakukan agar aku bisa melupakannya.

Hingga saat ini diriku sudah berangsur membaik walaupun belum sepenuhnya baik, karena senyumnya selalu ada dalam bayangku, tapi aku harus menerima kenyataan yang ada, menghapus semua tentangnya tentunya butuh waktu, namun hal itu harus aku lakukan hingga aku mampu bertemu dengan seseorang yang memang ditakdirkan untuk aku singgahi lalu membuat cerita bersama di sisa umurku.

Jika..,

Suatu hari kelak bisa bertemu lagi, lalu Dia bertanya lagi tentang rasa, maka sudah pasti aku akan menjawab dengan tegas tentang rasa itu kepadanya, bahwa; aku tidak akan pernah kembali kepada hati yang telah membuat hidupku dalam keresahan, cukup doaku yang akan selalu menyertainya agar Dia disana hidup bahagia dan aku harap Dia tidak mengingatku lagi karena saat ini aku telah berusaha untuk mengembalikan cerita hidupku agar aku dapat bernafas lega dan mencari sosok lain yang mudah2an bisa membuatku nyaman.

Karena..,

Bukan kepada Dia saja aku harus menaruh harapan, masih ada mereka yang punya masa depan yang patut aku perjuangkan, dan perlu Dia tau.., kebahagiaanku bukan hanya ada pada dirinya saja.

G@l!p0n9

Sabtu, 08 Juli 2017

Bila

Disaat aku berbicara ataupun merenungkan Dia, kurasakan ada sesuatu yang mengganjal di hatiku, entah apa ini karena perasaan bersalah, yang sangat berat, ataupun beban dosa yang karmanya akan menghajar diriku.

Mungkin...

karena kejadian waktu itu, yang membuat jantungku berhenti berdetak, dan hatiku serasa seperti membeku, aku tersadar atas citra diriku yang buruk terhadap kehidupan nya.

Bila saja.., aku bisa memutar waktu, dan berharap semua ini tidak terjadi, dalam hidupku, bila saja.., aku bisa memilikinya dengan cara yang baik dan menjalani hidup bersamanya.

Tapi..,

Bila.., memang Dia tidak tercipta untuk aku miliki, aku ikhlas dengan apa yang sudah terjadi, bila mungkin.., memang tidak bisa, jangan pernah coba memaksa untuk tetap bertahan ditengah kepedihan, dan, bila nanti.., kita tidak bisa bertahan karena keadaan, jangan lupakan kenangan indah kisah kita ini.

Jadikan ini perpisahan yang manis dan terindah dalam hidup, semoga semua berakhir tanpa dendam dihati, maafkan semua salahku yang mungkin sudah menyakiti, semoga kelak akan Dia temukan cinta sejati yang akan menyayanginya lebih dariku.

Karena..,

Aku bukan mereka yang punya segalanya, bukan seperti mereka yang indah dipandang dan bisa membuat mimpi indah ketika Dia tertidur, aku hanyalah lelaki biasa, yang saat ini sedang patah asa dan harapan, aku jauh dari sempurna, dan yang aku takutkan, Dia akan kecewa begitu Dia tau kenyataannya.

Karena..,

Aku laki2 yang lahir dari keluarga yang biasa2 saja, bahkan jauh dari kata sempurna seperti keluarga2 utuh lainnya, aku lebih menghabiskan masa2 ku sampai sekarang, untuk berfikir bagaimana berjuang bertahan hidup tanpa diremehkan orang lain, dengan ilmu pendidikan yang pas2an, dengan bekal kebahagiaan masa kecil yang sejujurnya, hampir tidak pernah aku rasakan, dengan materi yang tidak lebih dari cukup, aku minta maaf.., aku tidak punya apapun seperti mereka yang bisa aku pamerkan.

Dan..,

Suatu hari nanti, saat Dia ditakdirkan lebih dekat denganku, aku akan menjadi orang yang sangat butuh perhatian, maaf kalau aku nanti hanya merepotkan saja, aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya disayang, bagaimana diperlakukan baik, bagaimana rasanya, dipandang sempurna walau Dia tau kenyataannya tidak.

Karena..,

Aku terbiasa hidup di dunia yang keras dengan cara yang mungkin sulit Dia bayangkan, tapi begitulah kenyataannya, aku terbiasa menjadi pemimpin, pemimpin untuk diriku sendiri, aku terbiasa membuat dan menentukan sendiri kemana hidupku akan melangkah, dan akan sulit untuknya mengaturku, membawaku harus ikut seperti cara hidupnya, dan aku katakan sejak awal, jika tidak sanggup, pergilah.., jangan datang dan akhirnya akan merusak segalanya dalam hidupku, jangan datang dan membuatku ingin berubah dengan cara yang melelahkan.

Akan tetapi..,

Akan ada saatnya aku lelah, dan butuh tempat bersandar, andai Dia orangnya, aku berharap Dia mampu terima aku apa adanya, kelak, kasih sayangnya adalah satu2nya semangatku, karena kesabaran dan sikap lembutnya, adalah cara yang tepat meluluhkan kerasnya sifatku yang terbentuk karena kerasnya dunia yang mewarnai hidupku.

Untuknya yang nantinya belum tentu menjadi pendamping hidupku..,

Aku yang terlihat se-olah2 tinggi ini, sejujurnya akan jatuh berlutut lemah dihadapan nya, karena kedewasaan nya, kesabaran nya, dan karena kesetiaan nya.

Tidak ada orang yang lebih memahamiku selain dirinya, Dia pun tau bahwa aku adalah orang yang konsisten mengenai apapun, Dia pun tau bahwa aku tidak akan mudah berubah hanya karena hal sepele, dan aku percaya bahwa Dia juga memahami mengenai aku yang tidak akan pernah bisa semudah itu berpaling, aku tau bahwa aku akan selalu sama dalam memandang segala sesuatu, termasuk memandang cinta.., memandang Dia.

Dia tidak akan pernah berubah di mataku, sekalipun Dia melakukan kesalahan, aku tidak akan pernah membencinya, meskipun aku sedang dihadapkan pada masalah2 kehidupan yang mungkin berat, aku akan tetap sama dalam mengaguminya, mengagumi matanya, mengagumi wajahnya, mengagumi.., seluruh hidupnya.

Untuknya..,

Jangan pernah meragukan cintaku, jangan pernah kehilangan sosokku, aku yang dulu sama dengan aku yang sekarang, sama sekali tidak berubah, jangan pernah bertanya mengenai bagaimana perasaanku, jangan pernah bertanya tentang arti kepadaku, karena pertanyaan2 seperti itu hanya akan membuatku kecewa.

Jika aku tidak sanggup meyakinkan nya, keraguan hanya akan membuatnya kecewa karena Dia tidak lagi menemukan arti dari diriku, tidak sepatutnya Dia men-cari2 apakah aku masih berarti baginya atau sebaliknya, karena tidak ada orang yang akan bisa memahaminya seperti aku, juga sebaliknya.

Walau saat ini kita memiliki jarak yang cukup panjang karena suatu hal, walau saat ini kita harus menjalani kisah yang sedikit rapuh dan kalau kisah ini sudah semakin usang karena banyak perdebatan, percayalah.., aku masih sama seperti dulu, yang tidak akan pernah berubah dalam mencintai, aku masih sama seperti dulu, yang akan selalu mengamati dan merindunya, dan Dia akan selalu sama bagiku, orang terbaik.., yang dikirim Allah untuk hidupku.

Kedudukan Dia tidak akan berubah, Dia akan tetap sama, aku akan tetap sama, walau apapun masalah yang terjadi, cinta ini akan tetap terjaga, dan bukankah masalah akan membuat kita lebih dewasa.

Hubungan ini akan tetap seperti saat2 dulu, kalau Dia mengatakan rindu, maka aku juga rindu, kalau aku mengatakan lelah, maka Dia pun juga merasakan lelah yang sama, jika Dia mengatakan; ingin aku yang dulu, maka aku sangat ingin bisa menjadi seperti dulu  bila Aku ingin berhenti sebentar, mengertilah.., barang sebentar, karena nanti, ketika aku kembali kuat dan menemukan semangat baru, Dia harus bangkit dan berjuang ber-sama2 lagi.

Jika saat ini aku terlihat lemah di matanya, itu bukan karena aku telah berubah, semua itu hanya karena kondisi yang menyebabkanku harus terlihat berbeda, tapi percayalah bahwa cintaku akan tetap sama, aku tidak akan pernah berubah dalam mencintainya, dan semoga Dia pun juga begitu.

Sekarang, apakah Dia akan tetap menungguku..?

G@l!p0n9


Lara

Untuk Dia.., aku berterima kasih karena telah memberi pengalaman terpahit dalam hidupku, pengalaman yang membuatku lebih ber-hati2 membuka hati, aku berjanji tidak akan membuka hati semudah yang pernah aku lakukan padanya.

Untuk Dia.., yang cintanya penuh dengan derita, bersyukurlah kepada luka, karena setelah luka itu sembuh, luka itu telah memberikan sebuah pelajaran berharga, pelajaran tentang bagaimana mengikhlaskan seseorang yang memang tidak pantas dipertahankan.., "Aku"

Tidak seperti yang pernah disepakati bersama, hubungan ini sudah tidak hanya melibatkan perasaan dua manusia, ada perasaan lain yang merasa tersakiti karena kehadiranku, aku sudah lelah, aku butuh mengistirahatkan hati, aku memang bukan laki2 baik, aku hanya perusak, perusak kebahagiaan orang, seharusnya aku tidak boleh memanggil Dia ‘sayang’ lagi, tapi, itu tidak akan berarti bahwa aku akan mengajaknya mengingat kenangan, biarkan itu nanti menjadi kenangan untuk bisa di jadikan pelajaran.

Hai..,

Masih jelas ku ingat hari di mana aku putuskan untuk menyudahi hubungan ini, hari di mana aku menyerah, karena ada alasan saat itu mengapa aku memutuskan untuk pergi, layaknya manusia biasa sudah pasti aku merasakan sesal, sudah pasti aku mengganggapnya ceroboh karena ke egoisan nya, dan karena itu aku merasakan beban dosa yang teramat berat.

Aku menyadari, terlalu bodoh jika untuk berharap kepada orang yang mementingkan dirinya saja, Dia tidak bisa menguasai arena pertempuran nya, Dia membuatku menjadi korban di medan perangnya, terlalu sering aku merasakan tekanan karena masih berhubungan dengan nya, maaf.., aku sudah tidak bisa lagi bersabar, karena waktu terus berjalan, aku harus kembali bangun dan berdiri tegak untuk kehidupanku.

Dan..,

Mungkin karena atas dasar tekanan yang disebabkan dari kebodohan Dia lah, kini diriku diliputi oleh kemarahan dan penyesalan, dan karena alasan Itu sehingga pada akhirnya aku menjadi terpuruk.

Dari yang dulu saling mencintai, hingga saat aku berada dalam caci maki, karena ke egoisan nya aku yang selalu di-salah2kan, memang tidak ada diantara aku dan Dia yang mampu menghentikan pikiran orang lain, dan aku selalu mengira, bahwa Dia tidak pernah berpikir bagaimana rasanya menjadi aku, bahkan Dia tidak pernah peduli perasaanku, hmm.., ternyata Dia masih tidak tau cinta.., Dia hanya tau dirinya saja.

Aku tidak tau apa yang ada dalam fikiran nya, yang aku tau Dia mencintaiku, dan kita merasa nyaman bersama, tapi..?, mengapa hatinya sekeras batu, mengapa hatinya tidak melunak dengan alasan yang aku berikan waktu itu.

Mengapa ketulusan cintaku tidak membuatnya ikhlas dengan diamku, mengapa malah membuatnya semakin sadis menyakitiku dengan kecerobohan nya, padahal selama bersamanya aku selalu mencoba mengerti, dan selalu mencoba mengalah, karena aku takut akan menyakiti perasaan nya.

Tidak kusangka mencintainya itu menyakitkan, aku juga tidak pernah menyangka jika pada akhirnya aku akan menuai badai, aku mengira pada akhirnya aku akan bahagia karena selama ini Dia tidak pernah menyakitiku, tapi kenapa pada akhirnya egonya yang menyakitiku.

Apa sengaja Dia buat waktuku untuk selalu bersamanya agar Dia tidak terpuruk sendiri, sungguh.., demi untuk membantunya sengaja aku tidak melakukan hal yang aku suka karena aku berpikir masa depan nya adalah bahagiaku.

Kini aku benar2 ingin minta maaf atas semua yang sudah terjadi, dan aku pun meminta maaf atas segala marah dan benci, maaf.., seharusnya aku tidak seperti ini  dan terima kasih untuk yang telah Dia ajarkan padaku.

Masih kuingat pelajaran mencintai dan peduli pada anak2, dan bagian saat Dia memarahiku karena aku terlalu sering memiliki jadwal makan yang awut2an, lalu kekonyolan yang selalu membuatku tertawa, hmmm.., baiknya Dia, mana mungkin aku akan tega untuk membencinya, karena suka atau tidak, ada yang luar biasa tentangnya.

Aku akan melupakan semua kenangan buruk ini, aku akan menghilangkan beban bersalah yang sudah terlanjur menggores dihati, aku akan membuat kisah yang baru, agar nanti, ya, suatu saat nanti aku bisa membuat kisah yang lebih baik lagi dengan Dia.

Akhirnya aku paham dan bisa menerima bahwa, hubungan yang aku dan Dia banggakan dulu tidak akan pernah menjadi bahagia, se-paham2nya Dia tau tentang cinta, aku masih lebih paham darinya, bahwa cinta yang sebenarnya adalah ketika kita hidup bahagia tanpa menyakiti, menyakiti diri sendiri ataupun menyakiti hati yang lain, dan sepertinya kisah ini tidak akan menjadi seperti itu, apa yang Dia lakukan tidak lebih dari mementingkan diri sendiri tanpa perduli dengan orang2 yang menyayanginya.

Aku telah memaafkan.., aku juga akan ikhlas melepasnya, semoga.., Dia melakukan hal yang sama sepertiku, dan saat Allah mengijinkan bertemu lagi, saat itu Dia telah bangga dengan cinta yang Dia miliki, kita bisa berbicara tanpa melibatkan perasaan orang lain, dan tanpa mempermasalahkan apa yang pernah terjadi kala itu.

Ketahuilah..,

Dibalik semua kesedihan yang telah aku berikan, pada akhirnya Dia juga harus mengucapkan terima kasih kepadaku, karena aku.., Dia menjadi wanita yang tidak lemah dan mudah larut dalam kesengsaraan, aku berharap kepadanya yang masih terpuruk dalam kesedihan, berusahalah untuk menjadi wanita yang kuat.

Harapanku..,

Jika tanpaku bisa lebih baik, maka Dia tidak boleh ragu, apakah dengan bersamaku Dia akan merasa lebih bahagia dibandingkan saat sebelumnya, jika denganku hanya menambah beban pikiran dan membuatnya sakit hati lagi, maka jangan ragu untuk melepaskan, aku yakin Dia bisa menjadi orang yang paling bahagia meskipun tanpa aku.

Dia pasti bisa mengatasi masalahnya sendiri, menyelesaikan semua persoalan sendiri, mungkin awalnya Dia akan mengalami kesulitan, tapi lama2 pasti Dia akan mulai terbiasa, karena.., yang paling tau seperti apa beratnya masalah yang Dia hadapi adalah dirinya sendiri.

Tetapkan tujuan hidup, aku tidak mau dengar Dia sudah tidak punya tujuan hidup, jangan menyerah pada keadaan  jika aku bisa melanjutkan hidup, maka Dia juga pasti bisa, menetapkan tujuan hidup membuatnya akan lebih fokus ketika menjalani hari.

Nanti.., andai Allah tidak menakdirkan Dia bersamaku, Dia tetap harus bisa hidup bahagia.

Kata maaf pasti aku terima, tapi saat ini aku akan menghijrahkan hidupku hanya untuk-NYA, saat ini.., mungkin Allah menarikku dari kehidupan nya, memang menyakitkan tapi aku yakin Allah sangat menyayangiku.

Hanya ini yang mampu aku sampaikan, maka tolong, dengarkanlah baik2.., “Aku sungguh2 ingin mengistirahatkan hati.


G@l!p0n9..,
Orang biasa-biasa saja, yang pernah belajar mencintai tanpa putus asa dan pada akhirnya Lelah.

Minggu, 25 Juni 2017

Tulisanku untukMu

Ya Allah.... Entah harus mulai dari mana aku menulis ini, tulisan dari seorang hamba yang telah Engkau ciptakan di bumiMu yang begitu indah, tulisan dari seorang yang tidak tau balas budi atas semua kebaikan yang telah Engkau berikan, tulisan yang datang dari seorang makhluk yang men sia2kan kesempurnaan yang sudah Engkau berikan, semoga Engkau sudi membacanya ya Allah, tulisan yang kutujukan padaMu dengan penuh sesal yang mendalam atas segala dosa2ku.

Ya Allah..,

Hampir 42 tahun Kau hadirkan aku di bumiMu ini.., sudah begitu banyak coretan pena yang telah kutulis, coretan berupa kebaikan dan keburukanku, tentu Engkau lebih tau seperti apa diriku ini, tentu pula malaikat di kanan dan kiriku tidak pernah lengah dengan apa yang aku lakukan, semua pasti tercatat rapih dalam buku catatan amalku yang mereka bawa.

Ya Allah..,

Terkadang aku merasa begitu Engkau sayangi, karena, aku merasa, seburuk apapun perlakuanku padaMu, tapi Engkau tidak pernah marah, Kau tetap sabar terhadapku, dengan kasih sayangMu, Kau penuhi segala kebutuhanku, Kau penuhi semua permintaanku.

Ya Allah..,

Maafkan aku jika sering merasa paling pintar, tetapi sesungguhnya bodoh, aku berjalan bagai mayat sombong, tertawa ter-bahak2, tidak mengerti untuk apa hidup di dunia ini.

Astaghfirullah..,

Ya Allah..,

Maafkan aku jika masih sering mengeluh atas setiap takdir yang Kau tetapkan untukku, maafkan aku yang  tidak mampu membaca rahasiaMu, membaca maksud yang tersirat atas setiap takdirMu, aku masih merasa bahwa Kau tidak memberikan yang aku pinta, padahal seharusnya aku yakin, apapun yang Kau berikan untukku, apapun yang terjadi dalam hidupku, semua itu pasti yang terbaik untukku, tidak ada yang sia2 sedikitpun, tidak mungkin Kau mencelakai hambaMu, seharusnya aku sadar akan hal itu.

Ya Allah..,

Maafkan aku jika masih kurang bersyukur atas setiap nikmat yang Kau berikan, seringkali kenikmatan membutakan mata hatiku.

Ya Allah..,

Engkaupun tau masih sedikit sekali amal sholehku selama ini, Engkau pasti lebih tau Mungkin kalaupun amal sholehku dikumpulkan, itupun tidak akan cukup untuk menutupi dosa2 yang telah kuperbuat.

Ya Allah..,

Betapa seringnya aku bertaubat, tetapi tanpa kusadari aku kembali ingkar kepadaMu, betapa sering aku memohon ampun, tetapi setelah itupun aku kembali mengotori hatiku, Engkaupun lebih tau daripada diriku sendiri, bahwa tanpa sadar dosa2 itu aku lakukan dengan kebanggaan.

Astagfirullah..,


Ya Allah..,

Sahabat2ku, keluargaku, pacarku, juga mantan pacar2ku mungkin menganggapku orang baik, padahal jika mereka tau seberapa hina dan kotornya hati ini, mungkin jangankan mereka mau mengenalku, menatap wajahku pun mereka tidak akan pernah sudi, tapi lagi2 Kau tutupi semua aib2ku dari mereka, Kau biarkan aku terlihat baik di depan mereka, padahal sesungguhnya aku hanya seorang hamba yang hina dihadapaMu.

Ya Allah..,

Aku tidak tau sampai kapan Kau izinkan aku hidup di dunia ini, semua adalah rahasiaMu, tapi ya Allah.., jika aku boleh memohon padaMu, sudilah kiranya Kau tetap menyangiku hingga kelak kematianku tiba, mungkin setelah menulis surat inipun, aku akan melakukan dosa kembali, tetapi satu pintaku ya Allah.., jangan pernah Kau tinggalkan aku sedikitpun, walaupun aku sering pergi meninggalkanMu, tegurlah aku dengan kelembutanMu jika aku mulai jauh dariMu, bimbing setiap bisikkan hatiku, setiap lisanku, dan setiap langkahku agar tetap setia pada jalanMu.

Ya Allah..,

Jangan Kau panggil aku sebelum aku bisa membahagiakan dan membalas kebaikan orang tuaku, tapi jika Kau berkehendak memanggil aku sebelum aku bisa membahagiakan orang tuaku, maka aku titipkan mereka padaMu, bahagiakanlah mereka dunia dan alhirat. Jadikan setiap kebaikan yang mereka lakukan untukku sebagai penghapus dosa2 mereka, karena Engkaulah sebaik-baiknya pemberi balasan.

Ya Allah.., hampir lupa..,

Ada juga orang yang kusayangi selain orang tua dan keluargaku, Dia tidak satu orang tua denganku, tetapi dia sangat menyayangiku dan aku pun mencintainya, Dia saudaraku yang satu iman denganku, Dia yang membuat aku tau tentang indahnya mencintai dan menyayangi, Dia yang selalu hadir saat aku jatuh, Dia dengan sabar mau menerima segala kekurangku, aku mohon ya Allah.., sayangi pula Dia, bimbing jalan nya saat aku tidak berada di dekatnya, pertemukan kelak kami di surgaMu sebagaimana Kau pertemukan kami di dunia ini.

Ya Allah..,

Maafkan aku jika aku mencintainya melebihi rasa cintaku padaMu, Maafkan jika aku telah menyayanginya melebihi rasa sayang ku padaMu.. Aku selalu merindukan nya namun aku tidak pernah merindukanMu, aku selalu mengingatnya, tapi aku sering melupakanMu, aku ingin perasaanku kembali seperti dimana saat aku dulu.., yang selalu menyembah, memohon dan meminta kepadaMu, kini aku mohon limpahkanlah rahmat mu kepadaku.

Ya Allah..,

Permintaanku yang terakhir, jika nanti saat itu tiba, saat dimana malaikat maut menjemputku, bimbinglah lisanku untuk hanya menyebut namaMu, jangan biarkan aku menyebut sesuatu yang kucintai di dunia ini, Dia.., karena aku ingin kembali kepadaMu, tanpa membawa cinta yang lain selain cintaku padaMu. Matikan aku khusnul khotimah ya Allah dan penuhi dadaku dengan rasa rindu berjumpa denganMu.

ya Allah..,

Terimalah semua doaku, ampuni segala dosaku, kasihanilah aku dan sayangi aku hingga di hari aku menutup mata selamanya, ika Kau tidak mau menerimaku, kemana lagi aku harus kembali..?

Sembah Sujudku, dari hambamu yang penuh dosa.

G@l!p0n9

Jumat, 23 Juni 2017

Gila

Blitar, Kamis 22 juni 2017

Ternyata.., aku bukan lelaki yang Dia inginkan setelah sekian bulan bertahan, sampai kapan Dia ber-pura2 bahagia memilikiku padahal disampingnya  ada lelaki lain.., dan pada akhirnya aku lebih sering Dia tinggalkan, Dia tidak sungguh2 menginginkanku, tapi kenapa Dia tidak terima jika aku ingin mengakhiri semuanya..?

Sudahlah, jangan ber-pura2 mencintai aku lagi, aku sudah tidak kuat menjalani kebohongan rasa ini, jika bimbang, pergilah.., biar aku memperbaiki diri dengan status baruku nanti, karena aku sudah belajar sedikit demi sedikit untuk keluar dari hidupku yang penuh kebohongan dan aku pun mengambil sikap untuk menjadikan nyata harapan yang Dia berikan kepadaku.

Tetapi.., hmmm..,

Untuk apa Dia membohongiku..? pertanyaan itu yang sering kali ingin ku lontarkan padanya, kalau Dia benar menyayangiku, tidakkah Dia sadar perasaan seperti apa yang aku dapatkan..? sudahlah, tidak perlu ada yang disembunyikan, aku lebih siap tersakiti dengan kejujuran nya, daripada saat ini merasa bahagia tapi pada akhirnya aku kecewa, karena kalau Dia merasa bahagia denganku, tidak mungkin ada yang lain, bukankah tidak perlu ada yang lain jika yang Dia inginkan adalah aku.

Apakah aku terlalu rendah untuk dirinya..?, aku sudah berusaha untuk selalu mencintainya, tapi, kalau ternyata cintaku tidak ada kepastian dan aku harus menunggu, sedangkan Dia disana masih bersama lelaki itu, sungguh sangat menyakitkan kalau Dia mengambil kebahagiaan lain di luar sana lalu menutupinya dariku jadi ebih baik aku yang pergi, aku takut dengan semakin lama menaruh harapan padanya, aku akan bisa sangat2 membencinya, sungguh.., aku tidak menginginkan itu.

Jika memang Dia masih sanggup hidup dengan lelaki itu, mengapa tidak Dia sudahi saja semua ini..? bukankah ini justru membuat sakit kita berdua..? setauku, kepercayaan itu adalah hal yang paling sulit didapat didunia ini, apakah Dia tidak tau itu..? sekali merusak kepercayaan, orang yang mempercayai kita akan sulit menaruh rasa percaya yang sama besarnya, tidakkah Dia menyadarinya, jika Dia saja tidak jujur pada hal2 yang kecil, salahkah aku jika tidak percaya padanys untuk hal2 yang besar..?

Meskipun akhirnya tidak mengenakkan buatku.., kupikir itu akan lebih baik jika semuanya berakhir dengan kejujuran, karena kita berdua tidak akan ada yang bahagia jika salah satu dari kita tidak ada kesungguhan.

Ketahuilah.., cerita cinta yang aku tulis di blog araya bukanlah drama yang dibungkus oleh kebohongan belaka, aku menulisnya dengan ketulusan hati, dengan logika yang ada tanpa direkayasa, dan jika cinta sejatinya tidak ditemukan pada diriku, aku rela membiarkan Dia pergi bersama kejujuran nya.

Saat2 nofember nanti.., disaat Dia masih dengan ketidak berdayaan nya dan mengharapkan aku untuk tetap menemani kehidupan nya yang masih bersamanya..,

Saat itu..,

Teriakanku akan semakin lantang..! agar Dia bisa mendengarnya dari balik pintu hatiku..!!

Aku cemburu..!! teriakku lantang, tapi, Dia yang merasa tidak berdosa itu tetap saja asyik dengan menjalani kebersamaan disana.

Hey.., kamu..!

Ya.., kamu..!

Kenapa kamu diam saja..?

Dasar tidak punya hati..!!

Kamu tidak dengar, aku cemburu..!

Sekali lagi, dengar baik2, aku cemburu..!

22 tahun lalu, aku sudah cukup bahagia dengan bayangan nya, seberapa lamakah 22tahun lalu itu..? ah, sudahlah.., aku terlalu bodoh, sangat bodoh.., saat itu rasanya aku ingin mati..! dulu, hanya karena  ‘masa lalu’ aku hampir mati, waktu itu hidupku dalam masa penantian yang ternyata sia2, hidup sepertinya tidak adil, dan detik ini benar2 titik terjenuh yang siap meledak, aku lelah dengan semua ini.

Apa benar kata orang..? kalau cinta sejati itu tidak harus memiliki, cinta sejati itu bukan berarti harus bersatu dengan orang yang kita cintai, tapi, cinta sejati itu memastikan orang yang kita cintai terlihat bahagia, meski bukan dengan kita.

Ya.., itu kata orang. memangnya orang2 yang mengeluarkan  kalimat gila itu pernah merasakan apa yang sedang aku rasakan sekarang..?  tidak kan..?

Entahlah, aku harus tertawa atau menangis, dengan teori cinta sejati, mungkin saat Dia baca ini bisa tersenyum lepas, bahkan tertawa ter-pingkal2.

22 tahun lalu, dan Dia bersamaku selama 24 jam non-stop, dan kembali Dia membuatku jatuh.., se-jatuh2nya.., dan sekarang Dia bukan hanya bisa tersenyum, Dia tertawa.., karena berhasil membuatku seperti ini.

Seolah.., bersamaku, hanya pelarian saja saat Dia dalam ketidak nyamanan dalam rumah tangganya, atau hanya sebuah keterpaksaan saja, karena perbuatan kita yang berlebihan waktu bersama 24jam itu,

Dengar, ini untuk terakhir kalinya aku bicara..!! aku memang terlalu membosankan dan rumit, aku banyak menuntut, tapi itu karena Dia memberi semua harapan itu..? kenapa  Dia mau menghabiskan waktu denganku..? enggan berpisah denganku, kebersamaan kita saat itu nyata, Dia lupa, siapa yang menyuruh aku kejakarta..?? Hahaha.., dasar pemberi harapan palsu..!

Mungkin itu kata2 ku yang akan ku ucapkan di bulan nofember nanti..,

Tiba2..,

Teng…teng…teng.., bunyi lonceng  jam dinding kuno milik temanku menambah kekesalan hatiku yang tengah asik menulis, menulis kekesalan hatiku.

Berisik..! omelku..,

Jam dinding  bodoh..! kenapa kamu masih mau bersuara..? kenapa kamu masih mau berputar..? lihat.., Dia saja tidak pernah peduli dengan suara maupun waktu yang aku tunjukkan..! selama lelakinya itu ada disampingnya, Dia tetap akan lupa waktu.., pastinya Dia tidak tuli kan..? kalau Dia benar2 tidak tuli, seharusnya Dia bisa jawab sekarang..! Jawab..! Hmm.., tapi  sampai sekarang Dia masih saja berputar2 ditempatnya, baiklah.., sekarang aku yakin, ternyata Dia  tuli.., omelku.., sambil sesekali melihat kebelakang, takut kalau2 ada temanku yang mendengar omelanku.

Ya.., Allah.., kecemburuan membuat logikaku benar2 mati, hahaha.., aku lupa, kenapa aku bisa benar2 lupa..?  aku bukan manusia seperti Dia, aku hanyalah sebuah buku yang nanti membuat Dia bosan untuk membacanya lagi, hidupku hanya berakhir di rak bukunya yang berdebu, dan aku tidak sanggup menerima kenyataan itu, kenapa Dia lebih suka menghabiskan waktunya dengan cerita komik murahan itu..? apakah itu alasan Dia sehingga benar2 enggan umtuk meninggalkan nya..?

Aku berharap, pada akhirnya..,

Dia membanting komik murahan itu dengan begitu kejinya, kemudian, Dia meninggalkan nya di lantai yang berdebu.

Hahaha.., kali ini aku tertawa untuk buku komik sialan itu, rasakan..! kamu akhirnya tau rasanya dicampakkan, mungkin, sekarang Dia sudah bosan dan melirik buku novel baru.

Dan.., tiba2..,

Bayangan Dia ada  hadapanku, otak ku berhenti berputar, hatiku tiba2 bergetar hebat, sangat hebat, sampai aku lupa apa itu artinya kesendirian selama 22thn, aku pun lupa tentang semua amarahku beberapa menit yang lalu, mungkinkah Dia mau kembali kepadaku..? Ah, sudahlah, lebih baik jangan terlalu berharap.

Entah kenapa, aku merasakan tubuhku bergetar hebat, lembaran2 tentangku tersibak satu demi satu seperti tertiup angin, apa ini..? kenapa aku tidak juga sadar..? aku hanyalah buku bacaan yang membosankan, aku ada bukan untuk didengar tapi hanya untuk dibaca, tapi cintaku kepadanya membuat aku ingin didengar dan dibaca,, tapi itu mustahil, tapi ya sudahlah, yang penting Dia bisa mengerti apa yang ada di dalam diriku, meskipun yang Dia mengerti itu bukan perasanku, karena terlalu rumit memang untuk bisa mengerti perasaanku yang lebih rumit dari buku Fisika, karena akan membutuhkan seribu sudut pandang untuk bisa memahaminya.

Gila..!! ini bloog sudah seperti novel cinta saja, temtang yang pertama juga yang terakhir, yang pertama dan yang terakhir dalam perjalan cinta hidupku, sesungguhnya.., cinta yang paling berkesan itu cinta pertama dan terakhir, huuhh.., mikir apa sih aku ini, Hahaha, belum nikah saja aku sudah gila, bagaimana nanti..?

G@l!p0n9

Minggu, 18 Juni 2017

KISAH

Ini "KISAH" tentang seekor burung dan pemiliknya.

Burung yang cantik, baik perangainya, merdu suaranya, dan penurut kepada pemiliknya.

Tapi sayangnya, pemiliknya bukanlah orang yang cukup baik dalam memperlakukan burung itu, tidak ada perlakuan kasih dan sayang kepadanya, tidak ada perhatian sama sekali untuk merawat burung itu dengan baik.

Pemiliknya hanya membanggakannya saat sudah berhasil memilikinya, membanggakannya ketika berhasil mengalahkan orang2 yang juga ingin memilikinya, hmm.., sayang.., hanya sebatas itu kebanggaannya.

Setelah itu, pemiliknya tidak peduli.., tidak peduli saat burung itu sedang tidak baik2 saja hatinya, tidak peduli saat burung itu lelah dan jenuh dengan kehidupan nya dan lambat laun keindahannya pun memudar dan tidak akan ada yang menginginkannya lagi.

Dan mungkin di-saat2 itu pemiliknya berniat untuk melepaskannya.

Tapi semua sudah terlambat..?

Tidak ada gunanya.., burung cantik itu tidak akan sama seperti sebelumnya, dan tidak akan ada lagi yang menginginkannya, tidak ada yang peduli, sampai kemudian burung itu mati.

Ini nasihatku untukmu..;

Seandainya pemilikmu bukanlah yang sekarang, mungkin ceritamu akan berbeda.

Simpan penyesalanmu karena telah salah memilih pemilik.

Jika suatu saat keindahanmu memudar dan pemilikmu sudah tidak menginginkan kamu lagi, atau dia sudah pergi meninggalkan kamu untuk selamanya, tetaplah menjadi yang ter indah bagi dirimu sendiri dan terbanglah bebas kemana pun kamu suka hingga perjalanan hidupmu usai.

Cerita diatas adalah salah satu, dari sekian banyak gambaran hidup seorang yang hidup didunia ini, manusia yang tegar dalam kesedihan nya, manusia yang teguh menghadapi kebimbangan nya, demi satu keyakinan yang dibawanya, bersyukur dan ikhlas untuk apa yang sudah di takdirkan untuk dirinya.

Hai kamu yang disana, apa kabarmu..?

Apa saat ini kamu masih ada dalam dekapan nya ataukah kamu sedang di dekap sepi..?

Bagaimana juga dengan keadaan pemilikmu..?

Semoga saja dia sudah tidak sia2kan apa yang sudah diberikan untuknya.

Aku selalu berdoa untuk itu, agar kamu bisa merasakan bahagia.

Kemarilah sebentar, tanpa perlu aku mengingatkan, kamu pasti masih mengingat rencana awal kita, entah apa yang kamu rasakan saat bangun dari tidurmu dan melihat tanggal di   kalendermu, helaan nafas panjang.., ataukah senyuman yang merekah..? seakan tidak terjadi apa2, hanya kamu yang mengetahuinya, sejak kita memutuskan berbalik arah dan tidak saling menoleh lagi, pernahkah sekali waktu, bahkan sedetik saja, masihkah kamu memikirkan kita..? memikirkan jalan yang pernah kita lalui dengan suka cita penuh cinta..?

Memikirkan apa yang sudah kita rencanakan lalu kamu memburamkan nya..?

Santai saja.., bernafaslah dengan perlahan, jangan terlalu diburu dan terlihat emosi, aku sudah tidak berharap lagi kepadamu atau menginginkan kamu lagi di hidupku, karena sekarang kamu sudah menempati tempat tersendiri di hatiku. Iya, di dalam hatiku, ruangan kecil yang selalu aku gunakan untuk menyimpan hal tentang kamu, kamu tidak akan aku buang karena kamu akan tetap berdiam di sana, tertutup rapat dan tidak akan pernah ada yang tau, bahkan oleh malaikat sekalipun, selain hanya Allah.., tuhanku, dan Dia adalah tuhanmu juga.

Biarkan aku bercerita tentang beberapa hal padamu.., tidak perlu kita berharap bisa bertatap muka lagi, aku juga enggan membuka pintu hati ini, berdiri saja kamu di belakang pintu hatiku, karena aku juga akan melakukan hal yang sama.., duduk di depan pintu hatimu, dan aku akan menceritakan padamu dengan suara yang sedikit lebih kencang agar kamu bisa mendengarkan aku dari balik pintu.

Kamu adalah sosok yang baik ketika awal pertemuan kita, membuatku merasa seperti berkaca, aku seperti melihat sosok diriku sendiri dalam sapamu, perhatian kecilmu kala itu seakan membuatku lupa bahwa aku baru saja kembali menjadi seorang manusia yang sempurna.

Kata2mu membuarku tersadar dari anganku selama ini, seakan tidak ada lagi masa lalu yang membelengguku, yang aku lihat hanya secercah harapan dalam matamu, ya, harapan yang kamu tawarkan sejak awal kita berjabat tangan.

Kamu menjadi sosok yang paling aku banggakan, aku tidak pernah kekurangan kata dan kalimat untuk membanggakanmu, selalu membanggakanmu di depan semua orang yang menanyakan tentangmu, tidak pernah habis kata2ku setiap aku menceritakanmu pada mereka, bahwa berada di sisimu, membuatku merasa menjadi lelaki paling beruntung karena telah dipilih olehmu.

Saat itu aku merasa, bahwa Allah sudah menjawab doa2ku dengan mengirimkanmu sebagai wanita yang yang akan selalu menemani perjalananku.

Kamu.., ya.., wanita itu, kamu..!

Kebersamaan kita, detik demi detik hingga bulan demi bulan kita lalui dengan sangat baik, walaupun ada tangis tetapi kita masih dalam keadaan yang baik2 saja, tidak perlu aku menjelaskan satu per satu, aku rasa, otakmu masih sangat cukup untuk menyimpan memori, bagaimana selama ini kita menjalani kisah ini.

Tapi entah.., kenapa sekarang memori itu sudah tidak bisa terbaca olehku, mungkin sudah kamu cungkil dan kamu keluarkan dari otakku.

Ahh.., tapi sudahlah.., ada atau tidak adanya memori itu sekarang, yang jelas, kamu tetap bisa memungkirinya, kamu sudah menemukan batasanmu, dimana kamu sudah tidak sanggup melangkah lagi untuk menerjang badai itu, batasanmu telah sampai pada titik nadirnya.

Entah.., apa yang sedang kamu lakukan di sana sekarang..? di duniamu sekarang, di duniamu yang tanpa aku, di duniamu yang mungkin sudah lebih hangat dengan dekapannya, di duniamu yang bisa jadi lebih tenang dengan tawa bahagia, ataukah.., sekarang dunia barumu masih dipenuhi dengan penyesalan yang coba kamu enyahkan..?

Ketahuilah.., aku hanya sesosok manusia biasa yang sudah terlanjur tenggelam dalam angan2 sebuah momen sakral, aku memang sudah tercebur dalam kubangan impian indah yang sudah kamu buatkan untukku, selama beberapa ratus hari terakhir kebersamaan kita, aku memang masih berada di dalam kubangan itu, aku belum mengeringkan diriku yang  terlanjur basah dengan impian dan harapan indah yang sudah kamu buatkan untuk ku.

Saat ini..,

Memang harus aku akui.., satu minggu terakhir ini memang minggu terberat yang harus aku lewati, hari2 dimana saat siang aku bisa tertawa kencang bersama temanku tapi malamnya aku merasa sepi, hingga harus berakhir dengan ctm agar aku bisa tertidur pulas.

Aku tidak malu harus mengakui ini padamu, bahwa kamu menjadi penyebab utamaku merasa sesak yang teramat sangat di dada. Iya, sesak ini memang semakin menjadi di malam ini, aku masih tidak percaya kenapa kamu sejahat ini kepadaku, kamu pernah menyakitiku dimasa lalu, dan mengulanginya, dengan membuat kecewa dimasa sekarang, masih tidak merasa kah kamu akan itu.

Ya.., kamu benar.., kita berjodoh diakhirat saja.., kata2 itu sampai sekarang tidak bisa hilang dari kepalaku, ternyata kamu tidak membutuhkan aku didunia ini, dan meskipun seperti itu aku merasa tersanjung dengan kata2mu itu.

Tapi.., sekali lagi, tenang saja, aku menulis ini bukan untuk memintamu kembali dalam hidupku, tetaplah pada pilihanmu, tetaplah disana untuk merangkai kisah sendiri, kisahmu dan dia.

Kebencianku.., menginginkan, jangan pernah kembali karena aku juga tidak akan memintamu kembali, aku juga tidak akan memaksa diriku untuk segera menyembuhkan lukaku, biarlah waktu yang akan mengobati semua luka ini dengan sendirinya, dan percayalah.., aku akan berbahagia dengan pilihan yang sudah kamu pilih. karena sebelum menemukanmu aku selalu berdoa untukmu, berdoa untuk kebahagiaanmu.

Malam ini, sejenak terbersit di benakku, iya, seharusnya aku lebih mengalah lagi menghadapi kepalsuan cintamu, tapi aku juga tidak pernah menyesali apa yang sudah terjadi, apapun yang terjadi sekarang, aku rasa Allah sangat sempurna merancang skenarioNya untuk hidupku, menunjukkan segala sesuatunya dengan cepat dan tepat.

Kamu memang belum mau meninggalkanku dan juga bukan salahku untuk memilih pergi, karena aku sudah salah meletakkan kepercayaan dan harapan sepenuh hatiku pada wanita sepertimu, jadi, berbahagialah dengan pilihan hidupmu ini, semoga kerikil yang ada dijalan hidupmu tidak menjadi batu kokoh yang bisa menghalangi bahagiamu di masa2 nanti.

Kamu membuat aku bertanya kamu buat aku mencari tentang rasamu, rasa yang tidak bisa aku mengerti, tapi didalam batin aku mencoba untuk tetap menata hati ini, berusaha melihat realita agar aku tidak merasa terlampau sedih dengan kisahku ini.

Iya.., benar, aku memang hanya saudara atau mantan bagimu, tapi aku masih memiliki perasaan padamu dan aku bahagia atas komunikasi kita kembali, entah itu hanya karena kamu merasa bosan disana, atau sekedar ingin ada teman berbicara, aku akan mencoba tidak merasa ge-er, mencoba tidak berharap lagi padamu, karena aku berusaha mempertegas pada diriku sendiri bahwa aku hanya sekedar saudara bagimu.

Yaa Allah.., hentikanlah aku menjadi orang bodoh yang masih terus menyimpan perasaan padanya dan mengharapkan nya disaat semua keadaan tidak memungkinkan, aku tersadar, ternyata benar apa yang sudah bathinku peringatkan pada awal tadi,  tetap menata hati untuk tidak berharap banyak padamu,

Hal ini sudah terbukti sangat kuat, terbukti dari kamu yang sudah ada yang memiliki, dan aku harus sadar diri, aku ini bukan siapa2, hanya cinta masa lalumu dan seharusnya aku sudah sangat bersyukur masih bisa berkomunikasi denganmu tanpa mengharapkan yang lebih dari itu.

Banyak hari berlalu, peristiwa terlewati dan terlewatkan. semakin lama seharusnya aku semakin terbiasa dengan kenyataan, tetapi selalu ada yang tertinggal, suatu yang tidak akan pernah berubah, sebuah kisah untuk selamanya.

Dan kisah ini akan terbawa, menjadi sejarah kehidupanku..? sekedar mengingatkan, bahwa pada suatu waktu pernah ada sesuatu yang cukup berarti terjadi di sini.., di Blog ARAYA, dan blog ini akan bertambah indah seiring waktu, bertambah berarti dan berharga, sejarah hanya pengingat, bahwa sesuatu itu sudah berlalu, benar2 berakhir dan tidak ada lagi kisah ini, hanya tinggal kenangan yang cukup berharga untuk diingat.

Seperti itulah aku mengadakanmu saat ini, kamu akan selalu tetap ada di sini.., di hatiku.., dan blog Araya ini akan tetap hadir, hanya untuk sekedar mengingatkanmu bahwa sesuatu tentangmu pernah terjadi disini.., dan itu
pun sudah berlalu, tetapi kenangannya tidak akan benar2 pergi.


Aku hanya ingin tidur panjang sejenak dan bangun ketika Oktober berlalu, karena saat itu mungkin aku sudah benar2 hilang dari kehidupanmu.

~ SELESAI ~


G@l!p0n9