Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Juni 2017

Tulisanku untukMu

Ya Allah.... Entah harus mulai dari mana aku menulis ini, tulisan dari seorang hamba yang telah Engkau ciptakan di bumiMu yang begitu indah, tulisan dari seorang yang tidak tau balas budi atas semua kebaikan yang telah Engkau berikan, tulisan yang datang dari seorang makhluk yang men sia2kan kesempurnaan yang sudah Engkau berikan, semoga Engkau sudi membacanya ya Allah, tulisan yang kutujukan padaMu dengan penuh sesal yang mendalam atas segala dosa2ku.

Ya Allah..,

Hampir 42 tahun Kau hadirkan aku di bumiMu ini.., sudah begitu banyak coretan pena yang telah kutulis, coretan berupa kebaikan dan keburukanku, tentu Engkau lebih tau seperti apa diriku ini, tentu pula malaikat di kanan dan kiriku tidak pernah lengah dengan apa yang aku lakukan, semua pasti tercatat rapih dalam buku catatan amalku yang mereka bawa.

Ya Allah..,

Terkadang aku merasa begitu Engkau sayangi, karena, aku merasa, seburuk apapun perlakuanku padaMu, tapi Engkau tidak pernah marah, Kau tetap sabar terhadapku, dengan kasih sayangMu, Kau penuhi segala kebutuhanku, Kau penuhi semua permintaanku.

Ya Allah..,

Maafkan aku jika sering merasa paling pintar, tetapi sesungguhnya bodoh, aku berjalan bagai mayat sombong, tertawa ter-bahak2, tidak mengerti untuk apa hidup di dunia ini.

Astaghfirullah..,

Ya Allah..,

Maafkan aku jika masih sering mengeluh atas setiap takdir yang Kau tetapkan untukku, maafkan aku yang  tidak mampu membaca rahasiaMu, membaca maksud yang tersirat atas setiap takdirMu, aku masih merasa bahwa Kau tidak memberikan yang aku pinta, padahal seharusnya aku yakin, apapun yang Kau berikan untukku, apapun yang terjadi dalam hidupku, semua itu pasti yang terbaik untukku, tidak ada yang sia2 sedikitpun, tidak mungkin Kau mencelakai hambaMu, seharusnya aku sadar akan hal itu.

Ya Allah..,

Maafkan aku jika masih kurang bersyukur atas setiap nikmat yang Kau berikan, seringkali kenikmatan membutakan mata hatiku.

Ya Allah..,

Engkaupun tau masih sedikit sekali amal sholehku selama ini, Engkau pasti lebih tau Mungkin kalaupun amal sholehku dikumpulkan, itupun tidak akan cukup untuk menutupi dosa2 yang telah kuperbuat.

Ya Allah..,

Betapa seringnya aku bertaubat, tetapi tanpa kusadari aku kembali ingkar kepadaMu, betapa sering aku memohon ampun, tetapi setelah itupun aku kembali mengotori hatiku, Engkaupun lebih tau daripada diriku sendiri, bahwa tanpa sadar dosa2 itu aku lakukan dengan kebanggaan.

Astagfirullah..,


Ya Allah..,

Sahabat2ku, keluargaku, pacarku, juga mantan pacar2ku mungkin menganggapku orang baik, padahal jika mereka tau seberapa hina dan kotornya hati ini, mungkin jangankan mereka mau mengenalku, menatap wajahku pun mereka tidak akan pernah sudi, tapi lagi2 Kau tutupi semua aib2ku dari mereka, Kau biarkan aku terlihat baik di depan mereka, padahal sesungguhnya aku hanya seorang hamba yang hina dihadapaMu.

Ya Allah..,

Aku tidak tau sampai kapan Kau izinkan aku hidup di dunia ini, semua adalah rahasiaMu, tapi ya Allah.., jika aku boleh memohon padaMu, sudilah kiranya Kau tetap menyangiku hingga kelak kematianku tiba, mungkin setelah menulis surat inipun, aku akan melakukan dosa kembali, tetapi satu pintaku ya Allah.., jangan pernah Kau tinggalkan aku sedikitpun, walaupun aku sering pergi meninggalkanMu, tegurlah aku dengan kelembutanMu jika aku mulai jauh dariMu, bimbing setiap bisikkan hatiku, setiap lisanku, dan setiap langkahku agar tetap setia pada jalanMu.

Ya Allah..,

Jangan Kau panggil aku sebelum aku bisa membahagiakan dan membalas kebaikan orang tuaku, tapi jika Kau berkehendak memanggil aku sebelum aku bisa membahagiakan orang tuaku, maka aku titipkan mereka padaMu, bahagiakanlah mereka dunia dan alhirat. Jadikan setiap kebaikan yang mereka lakukan untukku sebagai penghapus dosa2 mereka, karena Engkaulah sebaik-baiknya pemberi balasan.

Ya Allah.., hampir lupa..,

Ada juga orang yang kusayangi selain orang tua dan keluargaku, Dia tidak satu orang tua denganku, tetapi dia sangat menyayangiku dan aku pun mencintainya, Dia saudaraku yang satu iman denganku, Dia yang membuat aku tau tentang indahnya mencintai dan menyayangi, Dia yang selalu hadir saat aku jatuh, Dia dengan sabar mau menerima segala kekurangku, aku mohon ya Allah.., sayangi pula Dia, bimbing jalan nya saat aku tidak berada di dekatnya, pertemukan kelak kami di surgaMu sebagaimana Kau pertemukan kami di dunia ini.

Ya Allah..,

Maafkan aku jika aku mencintainya melebihi rasa cintaku padaMu, Maafkan jika aku telah menyayanginya melebihi rasa sayang ku padaMu.. Aku selalu merindukan nya namun aku tidak pernah merindukanMu, aku selalu mengingatnya, tapi aku sering melupakanMu, aku ingin perasaanku kembali seperti dimana saat aku dulu.., yang selalu menyembah, memohon dan meminta kepadaMu, kini aku mohon limpahkanlah rahmat mu kepadaku.

Ya Allah..,

Permintaanku yang terakhir, jika nanti saat itu tiba, saat dimana malaikat maut menjemputku, bimbinglah lisanku untuk hanya menyebut namaMu, jangan biarkan aku menyebut sesuatu yang kucintai di dunia ini, Dia.., karena aku ingin kembali kepadaMu, tanpa membawa cinta yang lain selain cintaku padaMu. Matikan aku khusnul khotimah ya Allah dan penuhi dadaku dengan rasa rindu berjumpa denganMu.

ya Allah..,

Terimalah semua doaku, ampuni segala dosaku, kasihanilah aku dan sayangi aku hingga di hari aku menutup mata selamanya, ika Kau tidak mau menerimaku, kemana lagi aku harus kembali..?

Sembah Sujudku, dari hambamu yang penuh dosa.

G@l!p0n9

Minggu, 07 Mei 2017

Ketika Harus Melepaskan Cinta..

Hidup ini selalu berputar, tidak selamanya kita berada dalam kepedihan, dan tidak selamanya kita berada dengan segala kesenangan, ALLAH Maha Adil.., hanya Dia yang tau mana yang terbaik untuk hamba Nya..

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak. ( Al-Baqarah 216 )”

Hai.., ada perih disudut hati, ketika engkau cerita tentang segala yang kamu alami.., setelah sekian lama kamu bertahan.., setelah sekian lama kamu memendam luka.., setelah sekian lama kamu redam nestapa rupanya Allah izinkan juga engkau tempuh jalan itu.., dan aku percaya, itu suatu “keputusan terakhir” yang terbaik untukmu…

Hai.., ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan, orang2 yang tidak ingin kita tinggalkan.., tetapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan kerana orang itu berhenti mencintai kita melainkan kerana kita menyadari bahawa orang itu tidak baik untuk kita, dan kita akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Sebenarnya kita berat melepaskan kerana:
  • Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
  • Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa dia itu istimewa dibandingkan dengan yang lain.
  • Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia lagi.
  • Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat2 indah bersamanya, dan senantiasa terbayang di fikiran kita.
  • Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata “Saya sangat mencintainya”.
Ingatlah.., melepaskan bukanlah berakhirnya melainkan awal dari suatu kehidupan baru..
  • Kita harus melepaskan seseorang kerana kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
  • Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.
  • Kita harus melepaskan seseorang kerana kita tahu jika Allah mengambil sesuatu, Dia telah siap memberi yang lebih baik.
  • Kita harus melepaskan seseorang ketika saat2 indah hanyalah tinggal masa lalu.
  • Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita berkata “tidak ada lagi  yang dapat dipertahankan”.
  • Kegagalan tidak bererti kita tidak mencapai apa2, namun kita telah memahami sesuatu, segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan.

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu..? dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu yang memberatkan punggungmu..? dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap” (QS.94:1-8)

Kadangkala Allah mempertemukan kita dengan orang yang tidak tepat sebelum mempertemukan kita dengan orang yang tepat supaya kita bersyukur akan belajar daripada kurniaNYA dan belajar daripadanya.

G@l!p0n9

Minggu, 12 Februari 2017

Aku meminta

Aku meminta Allah untuk menyingkirkan deritaku.
Allah menjawab “Tidak! Itu bukan untuk kusingkirkan. Tetapi agar kau mengalahkannya.”

Aku meminta Allah memberiku kesabaran.
Allah menjawab “Tidak! Kesabaran adalah hasil kesulitan. Itu tidak dihadiahkan, itu dipelajari.”

Aku minta Allah kebahagiaan.
Allah menjawab “Tidak! Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian duniawi, dan Akan membawamu dekat kepadaKu.”

Aku minta Allah segala hal agar dapat menikmati hidup.
Allah menjawab “Tidak! Aku memberimu hidup sehingga kau dapat menikmati segala hal.”

Minggu, 29 November 2015

Dialog Kehidupan

Apa yang aku cari dalam hidup ini..?
Sebuah pertanyaan sederhana. tapi tidak dapat dijawab dengan sederhana, dan di dalam usaha menjawab pertanyaan itu, sebuah dialog muncul di dalam hati.

Mengapa sejak kecil kita harus susah sekolah..?
"Agar mendapat ilmu pengetahuan"

Mengapa perlu bekal ilmu pengetahuan..?
"Agar siap ketika harus terjun ke dalam masyarakat dan bekerja"

Mengapa harus bekerja..?
"Agar dapat penghasilan"

Mengapa perlu penghasilan..?
"Sebab kita perlu uang untuk hidup"

Berarti uang itu penting..?
"Penting..! tapi bukan yang terpenting", uang itu ibarat bahan bakar untuk mobil kita, uang memberikan kita kemudahan dalam hidup”

Sebagai Hamba, “aku tidak membawa apapun, saat datang ke dunia dan aku tinggalkan semua, pada akhirnya” di dalam dunia ini, hidup manusia ibarat setitik debu, sangat singkat.

Berapa lama kita hidup dalam dunia ini..?
Tidak terasa telah 40tahun aku menjalani hidup ini, berapa lama lagi waktu yang kupunya..? hanya Allah yang tau.

Apa yang aku cari dalam hidup ini..?
"Kebahagiaan"

Apakah kebahagian itu identik dengan terpenuhinya keinginan-keinginan kita..?
Secara umum mungkin iya, tapi tidak selalu seperti itu, ada hal2 yang tidak dapat kita raih walau dengan sekeras apapun kita berusaha.

"Ketika kita lapar, bersyukurlah bahwa di rumah telah tersedia makanan untuk kita, karena banyak orang yang terbangun di pagi hari dengan beban pikiran dari mana ia harus mencari makan untuk hari itu.

"Ketika merasa pekerjaan kita terlalu berat, bersyukurlah bahwa kita masih mempunyai pekerjaan, karena banyak orang yang menjalani hari-harinya mencari lowongan pekerjaan, tanpa mendapat tawaran pekerjaan.

"Ketika merasa rumah kita kurang luas, bersyukurlah kita masih mempunyai tempat berteduh, karena banyak orang yang sehari2nya hanya memiliki langit sebagai atap rumahnya dan kardus bekas sebagai alas tidurnya.

Badanku terasa lelah, tapi perenung ini memberikan pengertian dan keyakinan segar padaku akan arti hidup ini, aku melangkah dengan hati yang lebih ringan sambil memikirkan kemana perjalanan hidup ini akan membawaku.

G@lipong

Sabtu, 17 Desember 2011

SURAT CINTA TENTANG SHOLAT

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


ُBila engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.
Bila kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kaumengerjakannya.
Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu. Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah.
Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah.
Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.
Bayangkan ketika "adzan berkumandang", tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya.
Bayangkan ketika kau "takbir", Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu. 
Bayangkanlah ketika "rukuk", Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakandamai dalam sentuhanNya.
Bayangkan ketika "sujud", Allah mengelus kepalamu.Lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu: "Aku Mencintaimu hambaKu".
Bayangkan ketika kau "duduk diantara dua sujud", Allah berdiri gagah didepanmu, lalu mengatakan:"Aku tak akan diam bila ada yang mengusikmu".
Bayangkan ketika kau "Salam", Allah menjawabnya, kau seperti manusia berhati bersih setelah itu...Subhanallah sungguh nikmat shalat yang kita lakukan.
Aamiin Ya Rabbal Alamiin...

Rabu, 07 Desember 2011

Surat dari Kekasih

Untukmu yang selalu Kucintai, saat kau bangun di pagi hari, aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu., bercerita, meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukku walaupun hanya sepatah kata.

Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu…. Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja… Tak sedikitpun kau menyadari Aku di dekat mu.

Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap, aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk…

Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berpikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau berlari ke telpon dan menelpon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan semua kegiatanmu Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak sedikitpun menyapaKu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan, tetapi engkau tidak melakukannya…..

Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV, aku tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak, hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-waktu untukKu dilupakan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.
Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah.

Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa karena mungkin engkau masih belum menyedari bahwa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu, ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.

Baiklah….. engkau bangun kembali dan kembali Aku menanti dengan penuh kasih bahawa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu…
Tapi yang Kutunggu … ah tak juga kau menyapaKu.

Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh lagi kau masih tidak mempedulikan Aku.
Tak ada sepatah kata, tak ada terucap doa, tak ada pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU….

Apakah salahKu padamu …? Rezeki yang Kulimpahkan, kesehatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan yang Kuhidangkan , Keselamatan yang Kukurniakan, kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKu ???

Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon perlindunganKu, bersujud menghadapKu … Kembali kepadaKu.
Yang selalu bersamamu setiap saat, Tuhanmu….

(Khalil Gibran)

Rabu, 16 November 2011

sedikit nasehat

Kuberikan kau sedikit nasehat nak…

 Pandanglah nisan bapak ini…hanya terdiam…

Pandanglah rentang waktu ketika bapak hidup…tak seberapa lama…

Pandanglah langit muram diujung sana….

Lihatlah nisan disekeliling nisan ini…

Lihatlah rumput-rumput disekitarnya…

Lihatlah orang-orang disekelilingmu….

Yang sibuk hingga lupa sesuatu yang pasti akan menjemputmu…

Ingatlah nak…semua yang kau sibukkan didunia tak kan lama…

Ingatlah nak…permasalahan setelah ini jauh lebih berat dibanding masalahmu kini yang masih didunia…

Ingatlah nak…tujuan hidupmu hanya mencari bekal di kehidupan setelah mati….

Ingatlah nak, nasehat ini bukan cerita ilusi seperti yang kau kira….

Ingatlah nak yang dianggap tak nyata didunia akan menjadi sesuatu yang nyata…jangan kau lengah atau lupa….

Peluklah Ramadhan sebagai bagian dari perjalanan mengumpulkan bekal untuk perjalanan panjang….

Bukalah matamu di malam-malam bulan Ramadhan agar kau dapat merasakan nikmatnya mata terpejam ketika kau telah berpulang….

Rabu, 27 Januari 2010

Kekasihku

Tidak terasa tahun telah berganti, banyak sudah yang aku lewati yang tidak mungkin lagi kembali, ada rasa sedih, bahagia dan risau yang tidak bertepi, banyak harapan di tahun yang baru ini, tapi banyak pula rintangan yang tidak terlihat yang siap menghadang.

Tahun lalu aku banyak meninggalkanMu, sering terlambat membalas panggilanMu, sering kali bila KAU panggil.., aku aku pura2 tidak mendengar, aku sibuk dengan urusanku sendiri.

Lima kali dalam sehari KAU panggil aku, dan dengan malas ku jawab panggilanMU, tapi sekalipun KAU tidak pernah marah padaku malah KAU tidak bosan mendekatiku, sehingga aku malu untuk mendekatiMU.

Sering bila aku sedih atau kesal hati, aku mengadu padaMU dengan meng-iba2, aku curahkan segala isi hatiku padaMU sampai hilang rasa sedihku, tapi bila aku senang.., kulupa padaMU, tapi KAU hanya tersenyum, malah.., KAU sering peluk aku setiap kali aku menangis, membisikkan kata2 manis untuk menghiburku. 

Aku sebenarnya sangat rindu padaMU, rindu saat saat KAU begitu dekat denganku, kita selalu bencanda, berbincang dan aku sering mencurahkan segala isi hatiku padaMU, aku kangen sekali saat2 itu.

Kekasihku, maafkan aku.., sebenarnya aku malu, karena KAU tidak pernah meninggalkanku walau sedetikpun, tapi aku.., dengan teganya meninggalkan ENGKAU, aku terlalu banyak menuntut permintaan padaMU, tapi sering aku tidak mengikuti kehendakMU, aku sering marah padaMU tapi KAU hanya diam, KAU balas amarahku dengan senyuman.

Tahun yang baru ini.., aku berusaha untuk menuruti semua kehendakMU, aku berusaha patuh padaMU, aku akan selalu megingatMU dimanapun aku berada dan dalam kondisi apapun juga.

Kekasihku, ditahun yang baru ini kumohon.., jangan KAU tinggalkan aku, jangan biarkan aku terlena akan dunia, jangan biarkan aku bermimpi terlalu tinggi dan jangan biarkan aku hanyut dalam hayalan tidak berbatas.

Sang pencipta jiwaku.., aku ingin hanya KAU yang selalu ada dalam hatiku, mengalir dalam aliran nadiku, bergerak dalam setiap hembusan napasku, KAU adalah hidupku, tolong tetaplah dalam raga dan jiwaku agar aku tidak salah jalan dan dapat hidup tenang dengan ridhoMU.

G@l!pong