Senin, 31 Desember 2018

Kecewa

KECEWA..!! perasaan yang lebih pedih dan menyakitkan dari sekadar membenci seseorang, ketika aku sudah dikecewakan oleh seseorang, dengan sendirinya raga ini mencoba untuk menjaga jarak darinya atas perintah hati.

Aku merasakan seolah ada bara di dalam dada saat aku membenci, tetapi saat aku sudah dikecewakan, diri ini seakan berada jauh di tengah lautan, memutuskan untuk menenggelamkan diri agar tak bisa ditemukan lagi oleh orang yang telah mengecewakanku, bahkan aku rela diri ini sakit, asal tak lagi dekat2 dengan orang tersebut.

Sakit rasanya dikecewakan, meski tak sampai hati untuk membencinya, karena bagaimana pun dia adalah orang yang paling penting dalam hidupku, Dia adalah orang yang sudah jadi bagian penting dalam diriku, tak ada sedikit pun niatan jahat untuk menghancurkan hidupnya atau membuatnya merana, hanya saja memang aku tak bisa lagi menerima dia seperti dulu lagi.

Saat sudah dikecewakan berulang kali, tak ada lagi harapan, sudah tak sanggup lagi untuk mengembalikan segala sesuatunya seperti dulu lagi, semua sudah berubah, tak lagi ada yang sama, dan jarak yang memisahkan makin terbentang jauh.

Perasaan kecewa memang butuh waktu untuk bisa kembali pulih, dan hanya tinggal pilihan, mau terus bertahan atau memilih untuk menjauh dan menjaga jarak agar tak lagi kembali kecewa.

Hai.., kalau kamu sendiri bagaimana? Apa yang kamu lakukan saat sudah dilukai atau dikecewakan oleh seseorang..?

G@l!p0n9

Minggu, 16 September 2018

Sudahlaah

Aku mau tahu..? inikah akhirnya..?
Aku tak tahu..? apakah ini akhirnya..?
Sungguh..!! ini membuat kepalaku pening.

Oh, apakah yang aku rasa ini.., masihkah ini tentang titik dua bintang..?

Sudahlah..! ini tentang jarak..? ini tentang waktu..?

Aku lebih memilih curhat kepada Rabb-ku, dan aku curahkan ke dalam kertas melalui tinta hitam, biarkan aksara menjadi saksi perasaanku saat ini, menuliskan ketidak perdulian dari apa yang mereka katakan tentangku, aku memuliakan kalau semua baik2 saja, dan aku selalu menganggap, semua akan jauh lebih baik jika wajah ini selalu dengan senyum kesederhana'an.


Mungkin kelak saat segalanya terasa begitu kosong.., mungkin kelak saat segalanya terasa begitu sulit.., mungkin kelak saat tidak ada lagi yang bisa kulakukan.., mungkin saat itulah ada sesal yang kamu rasakan, mungkin saat itulah aku menjadi orang yang kamu benci.

Aku tau, segala hal akan ada kadaluarsanya.., aku tau, segala hal akan ada kadarnya untuk dipenuhi.., aku tau, segalanya kelak tidak akan ada artinya..,

Tapi.., sekali saja.., sekali saja.., aku ingin kamu tau.., bahwa sekeras apa pun hidupku, seberantakan apa pun hidupku, aku tetap ingin bersamamu, menangani segala jenuh bersama dalam peluk, menjalani cemburu dengan kecup, mencoba saling memahami saat salah satu dari kita sedang menyukai seseorang yang lain.

Ah ini terlalu tinggi, aku terlalu mabuk, sudahlah.., mungkin aku akan selamanya berdiri di sampingmu sambil mengusap keningmu yang basah, atau mungkin aku akan selamanya menjadi debu dihatimu.

Aku tidak bisa memutar waktu, dan waktu tidak bisa sembuhkanku dan mungkin itulah yang menjadi sebab tidak adanya aku yang cemburu, tidak adanya aku yang menyebalkan, tidak ada lagi cerita kita yang sudah kenal puluhan tahun.

Sayang..,
Aku ingin kamu berbahagia, aku tidak bisa menjadi penyebab luka di hidupmu, aku tidak ingin terus menerus ciptakan sakit dalam hidupmu, kamu tidak bisa selamanya menjadi yang paling cinta, kamu  harus lekas dan bergegas, sungguh.!! aku akan merindumu setengah mati, aku akan merindumu sepenuh hidupku, baik2lah dalam hidup, aku tau hidup tidaklah mudah, aku tau hidup tidak selalu indah, tapi aku tau kamu selalu kuat.

Sayang.., semoga kamu bahagia dan bisa bernapas lega, pergilah.., agar hidupmu tidak lagi kotor dan bau karenaku, raga kita selalu dekat, tetapi MAAF jika ikatan bathin kita tidak terikat seperti dahulu..,

Salam dariku kepadamu..,
Aku yang mencintaimu..,

G@l!p0n9

Jumat, 01 Juni 2018

Tinggal menunggu waktu

Aku tau hidup ini adalah anugrah dari Allah, tapi ada yang aku tidak tau, mengapa Allah mengirimkan kamu, apakah ini bentuk kasih sayangNya atau ini hukuman yang Allah berikan kepadaku,

Ini bukan tentang mampu atau tidak untuk melangkah ke depan, manusia memiliki segala keterbatasan, itu juga berlaku buatku, karenanya aku tidak tau apa yang akan terjadi satu menit, satu bulan, satu tahun kemudian di dalam hidupku, entah apakah ini adil untukku, ketika aku harus memilihmu tapi aku tidak tau apa yang akan terjadi di masa depan dengan pilihanku itu, dan apa yang harus aku lakukan jika ternyata pilihanku justru membuat semua hal menjadi semakin sulit.., pastinya semua akan terasa salah.., semua hal akan menjadi tidak menyenangkan dan perasaan lelah datang karena ketidak nyamanan.

Kalau saja dulu, di waktu itu kamu dan aku tidak bertemu dan saling bertukar cerita, hidupmu pasti akan berjalan baik2 saja, yaa.., andai saja waktu itu kamu dan aku hanya sebatas teman bicara, tapi waktu terus berjalan, pada akhirnya kamu dengan masamu yang sekarang, merasa nyamankah kamu hidup sendiri..?,  yaa, mungkin saat ini kamu sudah nyaman sendiri demi untuk hidup bersamaku, tapi.., bagaimana di waktu yang akan datang..?, ini hanya masalah waktu dan keadaan kita masing2, tapi percayalah, kamu dan masa lalumu akan terhubung lagi di masa depan, akan ada saatnya kamu kembali pada masa lalumu, percaya saja, semua sudah ada yang mengatur, kita sebagai manusia hanya menjalani peran.

Sebenarnya kalau waktu bisa diulang, tentunya kita pasti memilih untuk tidak bertemu, tapi ini bukan salah kita, atau salah  orang2 di masa lalu kita tapi ini kesalahan sang waktu, yang seharusnya tidak mempertemukan kita lagi, dan.., meskipun aku tidak bisa mengulang waktu, setidaknya aku ingin kehidupanku kedepan tidak seburuk kehidupanku yang kemaren,  mungkin ini cara Allah mendidik, agar aku tidak hanya sekedar hidup namun juga bisa memaknai hidup.

Aku memang tidak bisa memutar waktu dan merubah semua hal yang sudah berlalu, tapi masa depan masih menyediakan waktu buatku untuk memperbaiki banyak hal, termasuk kesalahanku di masa lalu, aku harus bisa kembali berdiri dan terus berusaha untuk kebaikan juga kebahagiaan hidupku di masa depan bersama kamu.

Sekarang jalani saja apa yang menurut kamu berguna untuk masa depan kita, karena aku pun juga melakukan hal yang sama, denganmu..?, tidak ada alasan lagi buatku melakukan hal yang percuma, tidak ada lagi hati yang harus aku patahkan karenamu, ketahuilah, sudah berapa hati yang aku patahkan hanya untuk menunggu seseorang yang saat itu tidak pernah memikirkanku. yaitu; "KAMU".

Tidak apa2 aku mengalah saat ini, aku belum bosan untuk terus mengerti, dan memahamimu, aku akan terus belajar untuk memahami kamu lebih dalam lagi, karena aku tau masih banyak hal yang mungkin belum aku pahami dari dirimu, biarkan aku terus mengerti kamu hingga aku lelah dengan sendirinya, biarkan aku temukan titik jenuhku sendiri.

Ya.., ini hanya masalah waktu saja, semoga saja masa sekarang dan masa depan akan mengajarimu menggenggamku lebih erat dibandingkan saat masa lalu.

G@l!p0n9

Senin, 07 Mei 2018

melepasmu dengan cara paling indah.

Karenamu, aku menulis ini.., bukan puisi, tapi hanya kata2 yang kutulis di selang waktuku, di saat malam membelah diriku, hati & otak ku berdiskusi, keduanya saling menyalahkan, seperti gabungan dari segala nyeri yang kutampung di dada sebelah kiri.

Seharusnya catatan ini tidak pernah kucatat. tapi ternyata aku tidak cukup kuat menerima kenyataan perihal hubungan ini, sungguh., aku butuh kamu sebagai obat dari pelukanmu yang hangat, genggam tanganmu yang erat, atau pangkuanmu yang menopang tubuhku yang kian melemah, aku butuh kamu, sosok yang menawarkan kedamaian buat isi kepalaku yang kacau, aku butuh kamu, sebagai sinar yang menyala di ruang hatiku.

Tapi.., sang waktu sudah tidak mampu menghubungkan kita, nanti.., kamu harus pergi lagi, padahal aku masih menginginkan kita bisa berbicara, perihal apa saja, andai saja aku mampu membuatmu tetap ada disini, barangkali tidak perlu ada langkah pergi, tidak perlu ada rasa rindu yang membuat ranjangku sepi semalaman, andai aku mampu membuatmu tetap disini, barangkali tidak perlu ada tulisan di Blog ini lagi.

Kamu tidak pernah tau bagaimana aku menungguimu setelah berpaling kembali pulang, kamu tidak pernah tau bagaimana dirimu masih terbayang bersama doa2ku yang tidak pernah berhenti, memang aku orang yang paling keras dalam perkara mencintaimu, tapi sepertinya kamu tidak pernah tau itu, memang klau soal cinta, aku lebih memilih membicarakannya dalam bisu, kamu pun pasti tau bahwa kadang cinta memang rumit kaan??, kamu ada dalam kata2 yang tidak pernah terucap, kamu ada dalam secangkir kopiku yang pekat, kamu ada dalam tulisan2ku, yang kutulis sambil terkantuk, sudah lelah rasanya kujadikan mataku halaman buku terbuka, tapi kau adalah mata yang selalu menolak membacanya, & kamu tidak pernah tau berdukanya hatiku.

Karenamu, aku menulis ini, karena kata2 yang kupunya sudah tidak mampu bersuara lagi, maka jika tidak ada untuk kita bisa bersama, tolong ajarkan aku melepasmu dengan cara paling indah.

G@l!p0n9

Minggu, 25 Februari 2018

Haruskah Bertahan 2

Pada awalnya.., aku bangga dengan pilihanku, tapi pada akhirnya, tidak yakin pada pilihanku, saat aku sadar bahwa yang kupilih mungkin tidak sepenuhnya seperti aku impikan.

Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihanku,
tapi untuk bertahan pada pilihan tersebut, mungkin akan menghabiskan sisa usia yang aku miliki, karena.., cinta itu pilihan, kata siapa cinta itu tumbuh dengan sendirinya, cinta itu proses yang membutuhkan waktu, dan waktu akan mampu menumbuhkan cinta, namun waktu juga akan bisa memudarkan cinta itu.

Aku belajar untuk bertahan pada cinta yang telah aku pilih, dan itu tidaklah mudah, cinta membutuhkan sebuah pengorbanan yang dimana pengorbanan tersebut terkadang tidak masuk diakal, itulah cinta dan begitulah pengorbanan, aku belajar bahwa mengalah pada cinta bukan berarti aku kalah, ini adalah caraku untuk bertahan pada cinta yang aku pilih.

Karena..,

Bukan manusia yang menyempurnakan cinta, tapi Allah yang memiliki kuasa atas penyempurnaan cinta itu.

Bertahan pada pilihan..??

Sanggup dan mampukah aku..?

Cintaku perlu waktu untuk melalui semua proses ini.., karena cinta membutuhkan kepercayaan, bukan kecurigaan yang berlebihan.., karena cinta butuh uang.., cinta membutuhkan Kejujuran sekalipun pahit, namun itu lebih baik dari sebuah kebohongan manis, sebuah cinta itu dihargai bukan dengan materi.

Untukmu seorang dari sebuah cerita cinta yang telah aku pilih..,

Aku ingin bertahan disisimu,bertahan atas pilihanku, maaf jika aku tidak sempurna.

G@l!p0n9