Hidup itu sederhana ko', cukup hanya bernafas.., dan menjalani KISAH, ini kisahku dan ungkapan dari kata hatiku..!
Senin, 27 Maret 2017
Aku yang memilih diam tanpa mau memperjuangkanmu
Haii.., sayaang.., apa kabar..? semoga kamu baik2 saja.., bagaimana hari2mu..? cukup baikkah tanpa aku sekarang..? sepertinya kamu selalu baik2 saja dengan ada atau tidak adanya aku.
Sayaang.., aku sedang tidak ingin berbasa basi, terlalu banyak menanyakan keadaanmu yang sepertinya memang sudah lebih baik, maka dari itu, aku akan langsung menyampaikan apa yang ber-putar2 di kepalaku.
Sayaang.., taukah kamu seberapa besarkah rasa sayangku padamu..?
Taukah kamu.., Betapa ingin sekali aku berbincang denganmu sambil menatap wajahmu..?
Taukah kamu.., Bahwa disaat malam mulai datang, aku sedikit gelisah karena mengingat dirimu..?
Taukah kamu.., setiap waktu yang aku punya selalu aku sempatkan untuk memikirkan keadaanmu..?
Taukah kamu.., tentang semua itu..?
Sayaang.., sekarang adalah hari dimana aku harus mengucapkan kalimat yang sebenarnya tidak ingin aku ucapkan, kalimat yang tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, yaa, aku memilih untuk pergi, bukan karena aku tidak sayang, bukan karena aku sudah tidak peduli lagi denganmu, melainkan karena aku mulai lelah dengan semua yang kita jalani selama ini.
Kamu masih ingat apa yang aku katakan..? aku lelah sendirian, aku lelah merasakan sakit sendirian, aku benar2 sangat lelah, mungkin jika kamu mau sedikit meyakinkanku, aku tidak akan pernah selelah ini, tapi sepertinya ini hanya angan2ku saja, kamu mana mungkin meyakinkanku untuk tidak meninggalkanmu, kamu terlalu sibuk dengan hidupmu, terlalu sibuk dengan "laki2" mu.
Yaa, "laki2" itu..! "laki2" yang kamu bilang suami kamu..! Ah, omong kosong..! kamu harusnya tidak mengabaikan orang yang kamu sebut suami itu, toh..! aku tidak pernah melarangmu untuk bersamanya, aku hanya meminta satu, posisikan orang yang katamu suami itu sebagaimana mestinya.
Oh ya.., kamu ingat..? kamu pernah tidak ada kabar hampir beberapa hari, kamu tau betapa aku sangat menghawatirkanmu saat itu..? pesan yang aku kirimkan padamu setiap hari tidak pernah kamu balas, akses untuk mencarimupun sangat kau batasi, saat itu aku mulai putus asa, tapi aku yakin, kamu pasti kembali, mungkin tidak mendapatkan kabar darimu sudah menjadi makananku sehari2, aku bisa terima itu karena aku mulai terbiasa dengan situasi itu, tapi, saat ini..? ketika kamu mulai hilang, aku memutuskan untuk pergi.., pergi dari cerita yang sudah kita bangun ini, mungkin buatmu, kepergianku tidak menjadi masalah yang besar, akupun akan mencoba seperti itu, toh,,! dengan ada atau tidak adanya kamu aku selalu sendiri.
Sayaang.., aku menulis ini bukan karena aku ingin kita bisa seperti dulu lagi, bukan karena aku ingin cerita kita bisa kita lanjutkan lagi, aku hanya ingin kau tau, ketika seseorang tulus mencintaimu, atau ketika seseorang dengan sungguh2 menyayangi dan peduli padamu, maka jagalah dia, dia tidak meminta apa2 dia hanya ingin dicintai dan diperjuangkan, bukankah suatu hubungan yang baik, akan tercipta dengan baik jika keduanya saling memperjuangkan..?
Sayaang.., aku tak pernah menyesal pernah membuat cerita denganmu, justru dengan adanya kamu, aku mulai belajar banyak hal, aku belajar bagaimana cara menghargai seseorang, aku belajar tentang kesabaran, aku belajar bagaimana seharusnya mempejuangkan seseorang, aku belajar bahwa menjalin hubungan itu bukan hanya satu orang saja yang menginginkan, melainkan harus kedua2nya.
Terima kasih sayaang.., terimaksih sudah memberi pelajaran yang banyak untukku, semoga setelah ini, kamu bisa lebih menghargai orang yang ada didekatmu.
Itu saja sayaang.., semoga kamu bahagia dengan "laki2"mu itu, cepat lupakan aku yaa..? aku tau kamu sangat susah untuk melakukan itu, dan jaga kesehatanmu, kalau dengar kamu sakit, aku jadi sedih.
Perjuangkanlah apa yang memang layak kamu perjuangkan, jangan pernah sia2 kan dia yang tulus menyayangimu.
Yaa, "laki2" itu..! "laki2" yang kamu bilang suami kamu..! Ah, omong kosong..! kamu harusnya tidak mengabaikan orang yang kamu sebut suami itu, toh..! aku tidak pernah melarangmu untuk bersamanya, aku hanya meminta satu, posisikan orang yang katamu suami itu sebagaimana mestinya.
Oh ya.., kamu ingat..? kamu pernah tidak ada kabar hampir beberapa hari, kamu tau betapa aku sangat menghawatirkanmu saat itu..? pesan yang aku kirimkan padamu setiap hari tidak pernah kamu balas, akses untuk mencarimupun sangat kau batasi, saat itu aku mulai putus asa, tapi aku yakin, kamu pasti kembali, mungkin tidak mendapatkan kabar darimu sudah menjadi makananku sehari2, aku bisa terima itu karena aku mulai terbiasa dengan situasi itu, tapi, saat ini..? ketika kamu mulai hilang, aku memutuskan untuk pergi.., pergi dari cerita yang sudah kita bangun ini, mungkin buatmu, kepergianku tidak menjadi masalah yang besar, akupun akan mencoba seperti itu, toh,,! dengan ada atau tidak adanya kamu aku selalu sendiri.
Sayaang.., aku menulis ini bukan karena aku ingin kita bisa seperti dulu lagi, bukan karena aku ingin cerita kita bisa kita lanjutkan lagi, aku hanya ingin kau tau, ketika seseorang tulus mencintaimu, atau ketika seseorang dengan sungguh2 menyayangi dan peduli padamu, maka jagalah dia, dia tidak meminta apa2 dia hanya ingin dicintai dan diperjuangkan, bukankah suatu hubungan yang baik, akan tercipta dengan baik jika keduanya saling memperjuangkan..?
Sayaang.., aku tak pernah menyesal pernah membuat cerita denganmu, justru dengan adanya kamu, aku mulai belajar banyak hal, aku belajar bagaimana cara menghargai seseorang, aku belajar tentang kesabaran, aku belajar bagaimana seharusnya mempejuangkan seseorang, aku belajar bahwa menjalin hubungan itu bukan hanya satu orang saja yang menginginkan, melainkan harus kedua2nya.
Terima kasih sayaang.., terimaksih sudah memberi pelajaran yang banyak untukku, semoga setelah ini, kamu bisa lebih menghargai orang yang ada didekatmu.
Itu saja sayaang.., semoga kamu bahagia dengan "laki2"mu itu, cepat lupakan aku yaa..? aku tau kamu sangat susah untuk melakukan itu, dan jaga kesehatanmu, kalau dengar kamu sakit, aku jadi sedih.
Perjuangkanlah apa yang memang layak kamu perjuangkan, jangan pernah sia2 kan dia yang tulus menyayangimu.
"Untukmu yang pernah menjadi bagian dari kisahku"
G@l!pong
Rabu, 22 Maret 2017
Menjadikan Dewasa
Saat kamu tengah sendirian, sendirian yang sangat sepi, hanya ada kamu dan udara di sekitarmu, hanya ada kamu dan kenangan yang berputar diotakmu, hanya ada kamu dan dirimu sendiri, juga cerita cinta dan benci yang belum selesai, maka kamu pasti akan memutar kembali ingatanmu ke masa yang sangat ingin atau mungkin sangat tidak ingin kamu beri kesempatan untuk muncul kembali.
Menjadi dewasa itu tidak mudah, padahal dewasa hanyalah soal mencoba berhenti untuk mementingkan diri kita sendiri saja, mulai untuk bisa melihat keberadaan orang lain, tidak hanya melihat keberadaan diri sendiri saja, dan sesungguhnya itu tidaklah rumit seperti yang kita pikirkan selama ini, karena pendewasaan adalah proses yang akan kita jalani seumur hidup kita, jadi, berhentilah berpikir bahwa diri kita lebih dewasa dari diri orang lain, karena kedewasaan tidak pernah akan hadir pada diri yang selalu merasa hebat, merasa lebih hebat, lebih kuat, lebih segalanya hanya ada di pikiran anak kecil.
Anak kecil selalu merasa dirinya lebih besar dan kuat dari usianya, manusia dewasa akan mampu menjadi besar tanpa membesarkan masalah, manusia dewasa akan mampu menjadi besar tanpa harus selalu mengecilkan hidup orang lain.
Mungkin beberapa orang ada yang begitu beruntung sepertiku, karena masa laluku pernah mengalami kehilangan dan beberapa kekecewaan besar, pernah merasa dibohongi dan dilukai teramat parah, sehingga saat ini diriku mampu menemukan lebih awal, bahwa;
Mungkin beberapa orang ada yang begitu beruntung sepertiku, karena masa laluku pernah mengalami kehilangan dan beberapa kekecewaan besar, pernah merasa dibohongi dan dilukai teramat parah, sehingga saat ini diriku mampu menemukan lebih awal, bahwa;
Hidup memang tidak diciptakan untuk mereka yang pandai mengeluh, yang hobi marah, yang dengan mudahnya meninggalkan kekecewaan dihati orang lain, dan suka menyepelekan luka yang pernah dijalani seseorang, itu hanyalah proses kehidupan, yakinlah, tidak ada manusia yang hidup tanpa pernah merasa kehilangan atau disakiti, kelak mereka pun akan memahaminya dengan jalannya sendiri, itulah kenapa kita tidak perlu melelahkan diri kita sendiri untuk selalu mengingat kebencian dan luka yang pernah ditinggalkan orang lain, karena apa yang telah terjadi, adalah sesuatu yang darinya kita hanya perlu berlajar dan memahami, karena masa lalu bukan hal yang mudah untuk kita hapus atau kita anggap tidak pernah terjadi.
Mengingatnya sesekali boleh, tapi jangan sampai kita membiarkan nya menguasai seluruh isi hati kita, tidak ada kalimat yang sempurna, seperti tidak adanya keputusan yang sempurna, dan aku rasa, tidak ada manusia yang mampu sempurna memaafkan dan melupakan dan biarkan segala yang masih tersisa tinggal menjadi harta karun yang justru membuat diri kita sendiri semakin sempurna.
G@l!pong
Jumat, 17 Maret 2017
Aku siapa
Siapakah aku sebenarnya..?
Aku sendiri masih belum tau pasti.., dan kalau ada orang bilang manusia hanyalah seorang insan yang mencoba untuk mencari ridhoNYA, aku juga seperti itu, tapi memang benar ko’.., setelah kurang lebih 22thn berlalu, aku mengalami banyak hal, hal2 yang menyenangkan, menggembirakan, menyedihkan, bahkan mengecewakan, aku sendiri terkadang tidak tau pasti sebenernya aku ini apa..?
Yuung.., memang bener kata orang; kalau kita baru merasa, seseorang akan sangat berarti setelah orang tersebut jauh atau hilang dari hidup kita..
Yuung.., memang bener kata orang; kalau kita baru merasa, seseorang akan sangat berarti setelah orang tersebut jauh atau hilang dari hidup kita..
Yuung.., aku tersadar, kalau aku tidak boleh terus2an seperti ini, tapi.., terkadang aku mencoba untuk melihat jauh kedepan, jauh dari kehidupan dunia yang fana ini, aku merasa takut.., aku sadar kalau aku hanyalah bagian kecil dari seluruh kebesaran yang diciptakanNYA, saat ini, aku bahkan tidak berani membayangkan apa yang akan ada dikehidupanku esok hari, karena mungkin saja aku tidak bisa memenuhi janjiku dihari itu, ya ALLAH.. sungguh Engkau Maha Besar dan Maha Mengetahui.
Yuung.., aku suka dengan malam hari.., entah kenapa di malam hari aku bisa mengenangmu sepuasnya, di malam hari aku berharap dapat terbangun kembali esok harinya dan masih ada bayanganmu, di malam hari aku mengharap akan indah yang akan aku temui di esok harinya.. entahlah.. hanya Allah Yang Maha Tau.
Yuung.., aku hanya berharap keindahan yang aku temui esok hari, tapi terkadang aku menjadi seorang yang lupa, jika masih ada orang membutuhkanmu, terkadang karena aku terlalu sering melihat keatas, hingga aku terlupa untuk melihat kembali kemana arah jalanku sesungguhnya dan apa yang ada disepanjang jalanku.
Yuung.., kalau saja semua yang kualami dalam 22thn ini bisa ku lagukan, maka beribu-ribu lagu yang bisa aku ciptakan, karena betapa banyaknya rasa dan kisah yang telah aku alami.
Yuung.., seandainya kita meneruskan langkah, tidak terasa berapa banyak kisah cinta yang telah kita alami, tidak peduli berapa banyak cerita yang kita rangkai tentang diri kita, dan ketika saat itu tiba.., entah berapa banyak senyum, peluh dan air mata yang telah tertumpah, sungguh aku tidak bisa mengungkap semua itu.., terlalu banyak kata yang ingin kutuliskan.
Yuung.., ketika semuanya tidak lagi bisa dimengerti dengan akal sehat kita, hanya ada satu kata "subhanallah" semoga DIA tunjukkan yang terbaik bagi kita.., amien.
Yuung.., sampai saat ini pun aku masih mencari dan mencoba mengenali siapa diriku, dan ternyata kecintaanNya pada kita telah mengambil dari apa yang telah kita alami sebelumnya, hix,,hix,,hix.., (meringis kecut).
Yuung.., biarlah hubungan ini mengalir dan terus mengalir, tapi jangan sampai kita tenggelam karena alirannya itu, belajar seperti ikan yang berenang melawan arus, belajar kepada ikan yang walapun hidup di laut yang asin namun dirinya tidak lantas menjadi asin kecuali ikan asin.., hahahaaa.., (tertawa/ngakaak)
Yuung.., biarlah hubungan ini mengalir dan terus mengalir, tapi jangan sampai kita tenggelam karena alirannya itu, belajar seperti ikan yang berenang melawan arus, belajar kepada ikan yang walapun hidup di laut yang asin namun dirinya tidak lantas menjadi asin kecuali ikan asin.., hahahaaa.., (tertawa/ngakaak)
Yuung.., yoo wiis laah!! Aku ngantuk puooll.., jaga diri kamu baik2 yoo.., Zz,,Zzz,,Zzzz,,.
G@l!pong
Senin, 13 Maret 2017
Kesepian
Aku merasakan.., kesepian adalah waktu di mana saat itu, aku tidak punya telinga atau pegangan yang bisa dipercaya untuk berbagi cerita, tidak peduli, ketika itu aku tengah duduk di tengah keramaian, aku masih saja merasakan sendiri.
Aku, yang punya banyak sekali hal yang harus kusimpan dalam diam, bahkan sejak remaja aku terbiasa diam, terkadang aku menjadi begitu sulit untuk menceritakan luka2 yang tengah kurasakan kepada yang selain Allah, aku selalu tau, bahwa ketika sedih, aku hanya perlu waktu untuk membiarkan rasa menyakitkan itu hilang dengan sendirinya, tapi saat melewatinya, tidak jarang mengharuskan aku untuk bertemu dengan sepi.
Walau sudah terbiasa dengan itu, kesepian selalu mampu menelan hati ber-bulan2, bahkan ber-tahun2 dan perasaan itu terasa begitu tidak enak, jujur saja aku tidak menyukainya, lagi pula siapa manusia yang bahagia berteman dengan kesepian..?
Aku bukan seorang lelaki pemurung, aku selalu memilih terlihat baik2 saja, dan itu yang menjadi masalah, kalau kamu adalah manusia yang seperti aku, kamu harus ingat satu hal; setelah segala luka dan kesepian yang berhasil kamu lewati, sesekali cobalah meletakkan tanganmu di genggaman orang yang ada didekatmu, dan itu bukanlah hal yang memalukan, karena hidup selalu menuntutmu untuk selalu lebih kuat, maka kamu tidak boleh tampak lemah, menjadi lebih kuat dari orang lain itu baik, tapi ingat..! jangan merasa sok kuat.
Aku.., yang terbiasa menyimpan banyak hal sendirian, selalu membiarkan sepi terlalu lama menetap, dan karenanya justru membangun dinding di dalam hati, sehingga disaat ada rasa cinta-sayang yang mencoba masuk, tidak akan mampu untuk menembusnya, dan itu bukanlah hal yang baik untuk diriku.
Buatmu..,
Temukanlah sesuatu darinya yang mampu membuatmu semakin menyayangi, dan pahami bahwa; merendahkan diri bukanlah suatu dosa.
Buatku..,
Buatku..,
Aku pernah merasa kecewa, dan diharuskan menyimpan sesuatu yang menyakitkan seorang diri, karena apabila aku bicara, akan membuat kesedihanku menyakiti hati orang lain, akan melukai lebih banyak perasaan, dan aku tidak ingin melakukannya, dan itu semua membuatku harus selalu berusaha sekuat tenaga mengingatkan diri dan merendahkan ego.
Buat kita..,
Buat kita..,
Bersama bukan tentang langkahmu yang hanya berteman bayangan, dan hanya berjalan tanpa ganggaman, aku yakin, kamu akan merasa baik2 saja bahkan akan terasa indah, saat kamu berjalan bersama bergandeng tangan dan saat kamu menoleh, selalu ada wajah yang setia memberikan senyumnya untukmu, dan percayalah..!, aku akan selalu tersenyum buatmu.
Memiliki kelemahan bukanlah dosa, pernah melewati hal buruk juga bukanlah kelemahan, begitu pun memerlukan seseorang untuk berpegangan, bukanlah hal yang memalukan, jangan khawatir kelak aku akan mampu memahaminya, bahwa segalanya akan baik2 saja, selama kalian bersama.
Memiliki kelemahan bukanlah dosa, pernah melewati hal buruk juga bukanlah kelemahan, begitu pun memerlukan seseorang untuk berpegangan, bukanlah hal yang memalukan, jangan khawatir kelak aku akan mampu memahaminya, bahwa segalanya akan baik2 saja, selama kalian bersama.
G@l!pong
Kamis, 09 Maret 2017
Keinginan
Banyak hal dalam hidup yang dihargai begitu tinggi, tapi nyatanya tidak mampu menolong kita, ketika hidup kita mulai terpuruk.
Aku tidak tau seberapa keberuntungan yang ada dalam hidupku, tapi dari hidup yang kemarin aku lalui hingga saat aku bisa duduk berdua dengan orang yang kusayangi dengan jarak yang tidak jauh, hingga mata ini bisa menatapnya saat berbicara, lalu saling menertawakan ketidak beruntungan kita soal jodoh, itu adalah suatu keburuntungan, karena kita akhirnya saling mengetahui tentang pasangan kita, hahahaha.., sungguh aku tertawa kalau mengingat hal itu.
Aku mengutip buku yang pernah aku baca; Kemana pun kau pergi, akan melihat dan mendengar; orang2 yang bernafsu ingin memiliki sesuatu yang baru, sebuah mobil baru, sebidang tanah baru, mainan terbaru, bahkan suami atau istri baru.., hahaha kembali aku tertawa pada bagian ini.., dan kemudian mereka juga bernafsu bercerita pada teman2 dan saudara2nya; coba lihat apa yang baru aku beli dan aku miliki.
Kamu tau bagaimana aku menafsirkan semua itu..?
Yang di inginkan oleh orang2 ini, termasuk juga aku, pada dasarnya adalah kasih sayang.., tapi karena tidak bisa mendapatkannya, mereka mencari ganti dalam bentuk yang lain, mereka mengikatkan diri pada harta benda dan mengharapkan mendapat semacam kepuasan dari situ, akan tetapi usaha mereka tidak pernah berhasil, karena kita tidak dapat menukar cinta, kelembutan, keramahan, atau rasa persahabatan dengan harta benda.
Ada kalanya aku berpikir, apakah mungkin bahwa "uang tidaklah sepenting itu untuk dicintai" dan hatiku bicara; mungkin karena aku tidak sekaya dan tidaklah seberuntung mereka yang punya uang lebih bahkan berlebihan, atau apakah ini hanya penyangkalanku saja.., kalau aku memang tidak sehebat itu untuk mampu membeli apa yang aku butuhkan dan segala yang aku inginkan.
Aku merasa tidak miskin, bila itu hanya keinginan untuk memiliki motor baru, ponsel baru, baju baru, atau sepatu baru, karena banyak orang2 diluar sana yang hidupnya tidak seberuntung aku, ada sebuah nasehat yang berbunyi; anggap lah apa yang sudah kamu lalui dan kamu dapatkan dalam hidup, mampu membuatmu meng'amini nya, seperti juga kalimat yang berbunyi; manusia butuh makan, tapi siapa yang bilang kalau manusia butuh makanan yang enak.
Sesungguhnya aku sering kali memikirkan hal di atas, dan merujuknya dengan kisah yang aku alami, apakah keyakinanku bahwa mencintai kamu tidaklah penting, atau ini hanyalah penyangkalanku saja yang tidak percaya diri atas kamu karena aku manusia yang biasa2 saja.
Buktinya.., banyak hal tentang kamu yang setengah mati aku kejar dan kuinginkan, tapi sangatlah berat untuk diperjuangkan, denganmu.., banyak hal2 semu yang aku tangisi, tetapi kenyataannya tidaklah bisa membuat diriku menjadi utuh, begitu banyak cinta dan perhatian yang aku berikan padamu tetapi bahkan tidak bisa memberiku pelukan atau sandaran saat aku memerlukannya, cintamu yang kuhargai begitu tinggi, tapi tidak mampu menggenggam tanganku, yaa.., mungkin aku terlalu sombong, seakan bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.
Sayaang.., tidak semua arah yang keliru dalam hidup ini, bisa kita temukan jalan keluarnya di pencarian Google, tapi satu hal yang pasti; ketika kamu pergi, aku tidak akan pernah mengingat sebanyak apa cinta yang sudah kuberikan untukmu, akan tetapi.., seberapa banyak waktu juga kasih sayang yang sudah bersedia kamu bagi buatku.
Sepertinya ini munafik sekali, tapi aku bukanlah sedang bicara soal hidupku, aku hanya mencoba mengatakan bahwa hidup jangan diisi dengan hal2 yang sebenarnya tidak begitu berguna yang bisa mengotori kebahagiaan cinta kita, dan ini hanyalah tulisan yang coba aku bagi kepada orang yang aku kenal atau tidak ku kenal, aku mungkin tidaklah punya harapan atas kamu, tapi aku punya waktu untuk mendengarkan, aku punya waktu yang bersedia aku bagi, dan aku masih punya rasa syukur di dalam hati atas segala hal yang kualami, inilah hidup yang kupilih untuk aku yakini dan aku merasa bahagia di dalamnya.
Tapi tentu saja aku sering merasa kesepian dan terluka sendirian, karena walau pun terlihat seperti pribadi yang sangat terbuka, aku bukanlah manusia yang pandai menyampaikan kesedihan pada orang lain, tapi saat aku merasakannya, aku hanya perlu menerima kesedihan itu, aku akan menangis, tapi itu tidak akan membuatku berhenti tersenyum setelah berhasil melewatinya.
Tidak ada yang mengatakan bahwa manusia tidak boleh merasa sedih dan kesepian, yang tidak boleh dilakukan adalah membiarkan nya bertahan terlalu lama dalam hati, kita hanya perlu memberinya jalan, dan berhenti keras kepala dengan menahannya, maka kerinduan pun akan terlewati.
Semoga, kamu pun tengah bahagia dengan hidup yang kamu jalani.
G@l!pong
Aku tidak tau seberapa keberuntungan yang ada dalam hidupku, tapi dari hidup yang kemarin aku lalui hingga saat aku bisa duduk berdua dengan orang yang kusayangi dengan jarak yang tidak jauh, hingga mata ini bisa menatapnya saat berbicara, lalu saling menertawakan ketidak beruntungan kita soal jodoh, itu adalah suatu keburuntungan, karena kita akhirnya saling mengetahui tentang pasangan kita, hahahaha.., sungguh aku tertawa kalau mengingat hal itu.
Aku mengutip buku yang pernah aku baca; Kemana pun kau pergi, akan melihat dan mendengar; orang2 yang bernafsu ingin memiliki sesuatu yang baru, sebuah mobil baru, sebidang tanah baru, mainan terbaru, bahkan suami atau istri baru.., hahaha kembali aku tertawa pada bagian ini.., dan kemudian mereka juga bernafsu bercerita pada teman2 dan saudara2nya; coba lihat apa yang baru aku beli dan aku miliki.
Kamu tau bagaimana aku menafsirkan semua itu..?
Yang di inginkan oleh orang2 ini, termasuk juga aku, pada dasarnya adalah kasih sayang.., tapi karena tidak bisa mendapatkannya, mereka mencari ganti dalam bentuk yang lain, mereka mengikatkan diri pada harta benda dan mengharapkan mendapat semacam kepuasan dari situ, akan tetapi usaha mereka tidak pernah berhasil, karena kita tidak dapat menukar cinta, kelembutan, keramahan, atau rasa persahabatan dengan harta benda.
Ada kalanya aku berpikir, apakah mungkin bahwa "uang tidaklah sepenting itu untuk dicintai" dan hatiku bicara; mungkin karena aku tidak sekaya dan tidaklah seberuntung mereka yang punya uang lebih bahkan berlebihan, atau apakah ini hanya penyangkalanku saja.., kalau aku memang tidak sehebat itu untuk mampu membeli apa yang aku butuhkan dan segala yang aku inginkan.
Aku merasa tidak miskin, bila itu hanya keinginan untuk memiliki motor baru, ponsel baru, baju baru, atau sepatu baru, karena banyak orang2 diluar sana yang hidupnya tidak seberuntung aku, ada sebuah nasehat yang berbunyi; anggap lah apa yang sudah kamu lalui dan kamu dapatkan dalam hidup, mampu membuatmu meng'amini nya, seperti juga kalimat yang berbunyi; manusia butuh makan, tapi siapa yang bilang kalau manusia butuh makanan yang enak.
Sesungguhnya aku sering kali memikirkan hal di atas, dan merujuknya dengan kisah yang aku alami, apakah keyakinanku bahwa mencintai kamu tidaklah penting, atau ini hanyalah penyangkalanku saja yang tidak percaya diri atas kamu karena aku manusia yang biasa2 saja.
Buktinya.., banyak hal tentang kamu yang setengah mati aku kejar dan kuinginkan, tapi sangatlah berat untuk diperjuangkan, denganmu.., banyak hal2 semu yang aku tangisi, tetapi kenyataannya tidaklah bisa membuat diriku menjadi utuh, begitu banyak cinta dan perhatian yang aku berikan padamu tetapi bahkan tidak bisa memberiku pelukan atau sandaran saat aku memerlukannya, cintamu yang kuhargai begitu tinggi, tapi tidak mampu menggenggam tanganku, yaa.., mungkin aku terlalu sombong, seakan bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.
Sayaang.., tidak semua arah yang keliru dalam hidup ini, bisa kita temukan jalan keluarnya di pencarian Google, tapi satu hal yang pasti; ketika kamu pergi, aku tidak akan pernah mengingat sebanyak apa cinta yang sudah kuberikan untukmu, akan tetapi.., seberapa banyak waktu juga kasih sayang yang sudah bersedia kamu bagi buatku.
Sepertinya ini munafik sekali, tapi aku bukanlah sedang bicara soal hidupku, aku hanya mencoba mengatakan bahwa hidup jangan diisi dengan hal2 yang sebenarnya tidak begitu berguna yang bisa mengotori kebahagiaan cinta kita, dan ini hanyalah tulisan yang coba aku bagi kepada orang yang aku kenal atau tidak ku kenal, aku mungkin tidaklah punya harapan atas kamu, tapi aku punya waktu untuk mendengarkan, aku punya waktu yang bersedia aku bagi, dan aku masih punya rasa syukur di dalam hati atas segala hal yang kualami, inilah hidup yang kupilih untuk aku yakini dan aku merasa bahagia di dalamnya.
Tapi tentu saja aku sering merasa kesepian dan terluka sendirian, karena walau pun terlihat seperti pribadi yang sangat terbuka, aku bukanlah manusia yang pandai menyampaikan kesedihan pada orang lain, tapi saat aku merasakannya, aku hanya perlu menerima kesedihan itu, aku akan menangis, tapi itu tidak akan membuatku berhenti tersenyum setelah berhasil melewatinya.
Tidak ada yang mengatakan bahwa manusia tidak boleh merasa sedih dan kesepian, yang tidak boleh dilakukan adalah membiarkan nya bertahan terlalu lama dalam hati, kita hanya perlu memberinya jalan, dan berhenti keras kepala dengan menahannya, maka kerinduan pun akan terlewati.
Semoga, kamu pun tengah bahagia dengan hidup yang kamu jalani.
G@l!pong
Rabu, 08 Maret 2017
Sulit dipahami
Banyak orang yang kalau ditanya ingin pasangan seperti apa, maka jawabannya tidak cukup di lembar pertama saja untuk menuliskan keinginan nya, kalau aku ditanya pertanyaan yang sama, jawabanku cukup 2 kata; setia dan taqwa.
Apakah aku..?
Apakah aku..?
Tidak ingin punya istri kaya..?
Ya mau lah.., tapi aku sudah pernah merasakan hidup banyak uang disaat aku lajang, tapi tidak membuatku bahagia, untuk saat ini rejeki yang cukup saja, cukup buat aku liburan dan buat sekolahkan anak2, tapi kalau dikasih lebih, ya Alhamdulillah.
Tidak ingin punya istri cantik..?
Ya mau lah.., tapi tidak perlu cantik2 juga, yang penting cukup buat aku tatap setiap bangun tidur saja, lagi pula sekarang kebanyakan yang cantik sukanya juga sama yang ganteng.
Tidak ingin punya istri cantik..?
Ya mau lah.., tapi tidak perlu cantik2 juga, yang penting cukup buat aku tatap setiap bangun tidur saja, lagi pula sekarang kebanyakan yang cantik sukanya juga sama yang ganteng.
Tidak ingin punya istri pintar..?
Ingin yang takwa, kalau dia taqwa, dia pasti pandai, karena dia tau salah satu amalan yang tidak akan terputus walau seseorang sudah meninggal adalah ‘ilmu yang bermanfaat’.
Dan kenapa aku ingin memiliki pasangan yang setia..?
Dan kenapa aku ingin memiliki pasangan yang setia..?
Karena pada akhirnya, aku perlu hidup bersama dia yang akan rela merawatku saat aku sakit, menuntunku saat tidak bisa berjalan, mendoakan saat hidupku tengah dalam kesempitan dan tetap mencintaiku setelah banyak kekecewaan yang terjadi dalam kehidupan bersama.
Menikah, bukan hanya perkara kamu dan aku, tapi juga perkara hidup anak2mu, tetaplah dengan dia yang mau sama2 tumbuh menjadi orang tua yang semestinya, dan menjadi pasangan yang setia, saling menguatkan apa pun yang terjadi.
Menikah, bukan hanya perkara kamu dan aku, tapi juga perkara hidup anak2mu, tetaplah dengan dia yang mau sama2 tumbuh menjadi orang tua yang semestinya, dan menjadi pasangan yang setia, saling menguatkan apa pun yang terjadi.
Siapa pun bisa menjadi pembohong dalam kehidupanmu, bahkan orang yang paling kamu cintai sekali pun, aku pernah dibohongi yang begitu besar, kebohongan yang bisa jadi alasanku untuk merusak diriku sendiri, tapi aku tidak perlu melakukan kebohongan yang sama untuk menunjukkan bahwa aku tengah terluka, aku tidak perlu terjun ke jurang yang sama, hanya untuk menunjukkan bahwa aku juga bisa bertahan dalam kehancuran.
Dewasa adalah saat kita mampu tetap hidup dengan baik, walau pun banyak kotoran yang dilemparkan manusia lain ke wajah kita, kedewasaan, bukanlah soal berapa lama kamu sudah hidup di dunia ini, kedewasaan terjadi saat kamu tidak merasa lebih dewasa dari orang di sekitarmu, sehingga kamu mampu melihat lebih banyak, mempelajari lebih banyak, dan menjadi lebih besar tanpa mengecilkan orang lain.
Dewasa adalah saat kita mampu tetap hidup dengan baik, walau pun banyak kotoran yang dilemparkan manusia lain ke wajah kita, kedewasaan, bukanlah soal berapa lama kamu sudah hidup di dunia ini, kedewasaan terjadi saat kamu tidak merasa lebih dewasa dari orang di sekitarmu, sehingga kamu mampu melihat lebih banyak, mempelajari lebih banyak, dan menjadi lebih besar tanpa mengecilkan orang lain.
Balik lagi ke pasangan.., seberapa pun ganteng/cantik, kaya, pinter pasanganmu, kalau dia tidak ‘taqwa’ segalanya bisa hilang, bahkan, dia bisa membuatmu kehilangan dirimu sendiri.
Kalau aku sih.., bukan masalah pasangan, aku hanya ingin punya anak yang bisa sholat dan mengaji, bisa belajar kebijaksanaan, bisa belajar cinta, kasih sayang, dan bisa belajar kejujuran.
Ingatlah..,
Allah, paling benci dengan manusia yang merasa lebih beriman dari manusia lain, Nabi kita Muhammad berpesan, kalau mau hidup tenang, maka urusan dunia lihatnya ke bawah, sedang urusan ibadah lihatnya ke atas, kalian bisa pergi ke-mana2 naik motor, bersyukurlah masih banyak yang harus jalan kaki karena tidak punya kendaran, aku pergi ke-mana2 dengan jalan kaki, dan aku bersyukur ada orang lain yang lagi sakit dan tidak bisa jalan, ada teman bisa sholat 5 waktu padahal sibuk minta ampun, aku juga harus bisa melakukannya, ada teman bisa puasa senin-kamis padahal pekerjaannya melelahkan, berarti aku juga harus bisa melakukannya.
Kamu boleh sependapat atau tidak sependapat denganku, karena kita punya hidup kita masing2, memahamiku memang sulit, banyak yang menyerah sebelum kamu, aku bahkan ber-kali2 hampir menyerah dengan diriku sendiri karena, jauh sebelum kamu datang aku mengalami banyak hal yang rumit, kegelapan selalu datang padaku seperti tidak kenal waktu, aku adalah lelaki yang membosankan, tidak memiliki banyak hal yang bisa aku banggakan di hadapanmu, saudara2mu bahkan orangtuamu, tapi aku tau aku selalu ingin jadi manusia yang baik.
Sayaang.., aku tidak akan pernah memaksamu untuk tinggal dihatiku, walau aku sangat ingin kita bisa bersama, aku juga tidak bisa menjanjikanmu apa2, yang aku tau, aku menyayangimu, aku selalu membayangkan kita pulang menuju rumah yang sama, berbagi cerita hingga kita tua.
Kalau aku sih.., bukan masalah pasangan, aku hanya ingin punya anak yang bisa sholat dan mengaji, bisa belajar kebijaksanaan, bisa belajar cinta, kasih sayang, dan bisa belajar kejujuran.
Ingatlah..,
Allah, paling benci dengan manusia yang merasa lebih beriman dari manusia lain, Nabi kita Muhammad berpesan, kalau mau hidup tenang, maka urusan dunia lihatnya ke bawah, sedang urusan ibadah lihatnya ke atas, kalian bisa pergi ke-mana2 naik motor, bersyukurlah masih banyak yang harus jalan kaki karena tidak punya kendaran, aku pergi ke-mana2 dengan jalan kaki, dan aku bersyukur ada orang lain yang lagi sakit dan tidak bisa jalan, ada teman bisa sholat 5 waktu padahal sibuk minta ampun, aku juga harus bisa melakukannya, ada teman bisa puasa senin-kamis padahal pekerjaannya melelahkan, berarti aku juga harus bisa melakukannya.
Kamu boleh sependapat atau tidak sependapat denganku, karena kita punya hidup kita masing2, memahamiku memang sulit, banyak yang menyerah sebelum kamu, aku bahkan ber-kali2 hampir menyerah dengan diriku sendiri karena, jauh sebelum kamu datang aku mengalami banyak hal yang rumit, kegelapan selalu datang padaku seperti tidak kenal waktu, aku adalah lelaki yang membosankan, tidak memiliki banyak hal yang bisa aku banggakan di hadapanmu, saudara2mu bahkan orangtuamu, tapi aku tau aku selalu ingin jadi manusia yang baik.
Sayaang.., aku tidak akan pernah memaksamu untuk tinggal dihatiku, walau aku sangat ingin kita bisa bersama, aku juga tidak bisa menjanjikanmu apa2, yang aku tau, aku menyayangimu, aku selalu membayangkan kita pulang menuju rumah yang sama, berbagi cerita hingga kita tua.
G@l!pong
Selasa, 07 Maret 2017
Kamu benar, aku bukan orang baik
Aku adalah manusia yang lahir dengan segala kekurangan dan kelemahan, aku hanyalah manusia yang hanya bisa bersyukur atas karunia dan anugerah-Nya, akan tetapi aku juga manusia yang ingin menjadi lebih baik.
Aku bukanlah manusia pintar bukan pula manusia yang berpendidikan seperti kamu dan orang yang ada didekatmu, tapi aku hanya manusia yang sedang berusaha untuk menjadi orang yang beruntung.
Aku adalah manusia yang sedang mencari jati diri, aku manusia yang sedang belajar untuk mengerti arti hidup, aku adalah manusia yang ingin menjadi diriku sendiri, manusia yang ingin selalu bisa memaknai setiap perjalanan hidupku.
Senin sore kemarin begitu menyakitkan..!!, saat telp denganmu, kamu katakan kalau aku memperlakukanmu seperti wanita2 yang pernah berhubungan denganku, dan aku jadi teringat dengan wanita2 yang pada akhirnya melontarkan kalimat yang seperti kamu ucapkan, dan pada akhirnya mereka memilih untuk pergi karena kebimbangan mereka sendiri, entah apa yang ada difikiran mereka, mungkin meragukan ketulusan cintaku atau keraguan untuk hidup bersamaku, dan entah apa yang ada didalam fikiranmu tentang aku..?, terlihat nyata kamu tidak bisa lepas dari belenggumu sendiri.
Aku manusia yang tidak mengenal kata ditunggu ataupun menunggu, yang aku tau hanya ketetapan hati yang menyimpan satu nama hingga nafas terakhirku, aku adalah manusia bebas yang bisa terbang ke hati yang manapun, tapi itu bukan "sejati", aku manusia yang tidak mengenal ke-pura2an, langkahku pasti, tujuan hidupku pasti, "KAMU", entah itu dikehidupan yang sekarang atau dikehidupan yang lain.
Sungguh..!! aku tidak mengharapkan apapun selain hanya ingin semua usaha ini diridhaiNYA, untuk bisa memenuhi janjiku, dan tidak mengecewakanmu, itu saja..! dan jika pada akhirnya kamu menilaiku seperti kalimat yang kamu ucapkan, itu hak kamu, memang tidak mudah jadi orang baik, berusaha baik tapi tervonis jahat, sekalian saja jadi orang jahat, jadi aku bisa ikhlas atas kejahatan yang disangkakan kepadaku.
Yaa.., sudahlah..,
Anggaplah kamu benar.., mungkin aku suka tersenyum tapi bukan berarti aku orang yang ramah, malah sering menyebalkan, senyumanku mungkin terlihat sedikit manis, hahaha.., tapi bukan berarti aku punya hati semanis senyum itu, dan hatiku bisa lebih kejam dari senyum itu, yaa mungkin sedikit munafik, tapi aku sudah berusaha menampilkan wajah kejam, tapi tetap tidak bisa, karena kalau di foto tetap saja senyumku muncul, dan aku merasa itu semakin menguatkan bahwa aku bukan orang baik.
Jadi.., jangan menganggapku orang baik, hanya karena aku tersenyum, karena suatu hari nanti kamu akan tau kelemahanku, kesalahanku, kejamnya hatiku dan menyebalkannya sikapku, kamu pasti akan sangat menyesal pernah menilaiku sebagai orang baik, dan jangan berkorban apapun demi aku, nanti kamu akan menyesalinya ketika aku membalas pengorbanan itu dengan menggores luka dihatimu dengan menjadi orang yang tidak tau berterima kasih atas semua pengorbanan yang kamu lakukan.
Jangan perjuangkan apapun untukku, jangan membuat dirimu berada dalam kesulitan karena aku, aku tidak tau bagaimana nantinya harus menghadapi hari2, bila perjuanganmu malah kubalas dengan kepedihan.
Turuti kata hatimu.., cari jawaban di relung hatimu yang paling dalam, dan apa yang nanti hatimu katakan tentang aku, itulah kebenaran nilaimu atas aku, jangan ber-lama2 tempatkan dirimu dalam kebimbangan, karena itu akan menyakiti jiwa dan ragamu, aku mencintai kamu seumur hidup tanpa keraguan, dan itu yang membawaku sampai ke titik ini, titik dimana aku dan kamu dipertemukan kembali.
Allahu rabbi.., aku meminta atas apa yang telah Dia korbankan dan perjuangkan untukku (jangan biarkan aku mengecewakan Dia, itu saja).
G@l!pong
Kamis, 02 Maret 2017
Takdir Cintaku
Dibalik takdirnya aku menunggumu dengan iman, dibalik rahasianya aku berikhtiar dengan perbuatan baik, dibalik kasihnya aku menitipkan rindu dalam doa, aku hanyalah seorang pengharap yang senantiasa menjaga hatiku, berharap pada-Nya untuk menyatukan aku dan kau dalam ikatan yang indah.
Mencari lalu mendapatkanmu sangatlah sulit, butuh ikhtiar lebih, saat mencarimu, seperti mencari jarum di tumpukan jerami dan saat menemukanmu seperti menemukan satu bagian yang hilang dari beberapa robekan kertas yang tersebar entah dimana, hingga kini, aku bisa bersamamu, kamu yang kucintai karena-Nya, hanya sabar yang menjadi bekalku kini, bersabarlah.., aku ingin bisa bersamamu sampai akhir usiaku.
Hanya ikhlas yang jadi prinsipku untuk bertahan, karena dengan mengikhlaskan hati ini aku bisa menerimamu apa adanya, saat ini dan selamanya, hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk menipu rindu, karena hanyalah keridhaan-nya yang menjadi pemicu segalanya, usaha dan ikhtiar yang kulakukan untuk dapat bersamamu, wanita yang kucintai karena-Nya, karena hanya Dialah, yang Maha Cinta, yang mampu menyatukan takdir cinta.
Biarkan aku tetap berdoa disini, mendoakanmu adalah tugasku disini, aku tau kamu sudah bahagia, tapi yakinlah aku selalu mendoakan setulus hati dalam diamku tanpa mengusikmu, aku tidak pernah seperti ini, menunggu seseorang bangun untuk shalat subuh, aku tidak pernah merasa setakut ini hanya untuk mendengar suaramu di ujung telepon kamu hadir dalam bulan2 ketika aku berusaha meninggalkan seseorang, dan saat ini aku masih ber-tanya2 siapa dirimu yang sebenarnya..? Aku tidak sepenuhnya yakin kamu adalah jawaban Allah atas semua doaku, aku juga tidak terlalu yakin bahwa kamu adalah malaikat yang dikirim langsung dari surga untuk menenangkanku sesaat, kamu terlalu jauh untuk kutatap dan kugenggam, dan semua pertanyaan ini perlahan membuat dadaku sesak.
Saat itu kamu hadir dalam hidupku, menjelma menjadi seorang wanita sederhana yang cara bicaranya begitu tertata, kita bertukar sapa hingga larut malam, kita kembali membicarakan berbagai hal yang entah mengapa segalanya begitu menyenangkan bagiku, aku pernah lupa, rasa dalam hatiku seperti ini, aku pernah lupa, rasa begitu bahagia hanya mendengar suara seseorang, aku pernah lupa, rasanya tersenyum diam2 ketika bisa berbicara dengan wanita yang mengerti duniaku, dunia yang tidak pernah dimengerti siapapun, saat kamu ingin kita bertemu, itu membuatku berlari semakin cepat, agar semua ini tidak akan pernah berubah.
Adakah yang bisa menahan diriku jika aku telah lama menunggu seseorang yang sangat aku inginkan, lalu dia datang disaat aku sendiri, saat kubutuhkan dia dalam hari2ku, dan disaat hatiku hampir sekarat, ya, dulu kamulah sosok itu, wanita yang hadir dalam hari2ku, wanita yang hadir dalam gelapnya duniaku, dan wanita yang tiba2 muncul kemudian dengan segera memberikan kasih sayang untukku.
Malam ini, aku termangu di depan laptop dengan sisa2 kekuatan yang aku punya, sebab2 kejadian yang telah terjadi kepadaku seharusnya aku lupakan, kucoba mengumpulkan serpihan2 semangat baru, yang akan mengawali kehidupan baruku, termasuk kehidupanku dengan keluarga, sahabat dan mungkin nanti akan ada seseorang yang tepat yang mampu mengisi kekosongan hatiku dan menyemangatiku.
Mencari lalu mendapatkanmu sangatlah sulit, butuh ikhtiar lebih, saat mencarimu, seperti mencari jarum di tumpukan jerami dan saat menemukanmu seperti menemukan satu bagian yang hilang dari beberapa robekan kertas yang tersebar entah dimana, hingga kini, aku bisa bersamamu, kamu yang kucintai karena-Nya, hanya sabar yang menjadi bekalku kini, bersabarlah.., aku ingin bisa bersamamu sampai akhir usiaku.
Hanya ikhlas yang jadi prinsipku untuk bertahan, karena dengan mengikhlaskan hati ini aku bisa menerimamu apa adanya, saat ini dan selamanya, hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk menipu rindu, karena hanyalah keridhaan-nya yang menjadi pemicu segalanya, usaha dan ikhtiar yang kulakukan untuk dapat bersamamu, wanita yang kucintai karena-Nya, karena hanya Dialah, yang Maha Cinta, yang mampu menyatukan takdir cinta.
Biarkan aku tetap berdoa disini, mendoakanmu adalah tugasku disini, aku tau kamu sudah bahagia, tapi yakinlah aku selalu mendoakan setulus hati dalam diamku tanpa mengusikmu, aku tidak pernah seperti ini, menunggu seseorang bangun untuk shalat subuh, aku tidak pernah merasa setakut ini hanya untuk mendengar suaramu di ujung telepon kamu hadir dalam bulan2 ketika aku berusaha meninggalkan seseorang, dan saat ini aku masih ber-tanya2 siapa dirimu yang sebenarnya..? Aku tidak sepenuhnya yakin kamu adalah jawaban Allah atas semua doaku, aku juga tidak terlalu yakin bahwa kamu adalah malaikat yang dikirim langsung dari surga untuk menenangkanku sesaat, kamu terlalu jauh untuk kutatap dan kugenggam, dan semua pertanyaan ini perlahan membuat dadaku sesak.
Saat itu kamu hadir dalam hidupku, menjelma menjadi seorang wanita sederhana yang cara bicaranya begitu tertata, kita bertukar sapa hingga larut malam, kita kembali membicarakan berbagai hal yang entah mengapa segalanya begitu menyenangkan bagiku, aku pernah lupa, rasa dalam hatiku seperti ini, aku pernah lupa, rasa begitu bahagia hanya mendengar suara seseorang, aku pernah lupa, rasanya tersenyum diam2 ketika bisa berbicara dengan wanita yang mengerti duniaku, dunia yang tidak pernah dimengerti siapapun, saat kamu ingin kita bertemu, itu membuatku berlari semakin cepat, agar semua ini tidak akan pernah berubah.
Adakah yang bisa menahan diriku jika aku telah lama menunggu seseorang yang sangat aku inginkan, lalu dia datang disaat aku sendiri, saat kubutuhkan dia dalam hari2ku, dan disaat hatiku hampir sekarat, ya, dulu kamulah sosok itu, wanita yang hadir dalam hari2ku, wanita yang hadir dalam gelapnya duniaku, dan wanita yang tiba2 muncul kemudian dengan segera memberikan kasih sayang untukku.
Malam ini, aku termangu di depan laptop dengan sisa2 kekuatan yang aku punya, sebab2 kejadian yang telah terjadi kepadaku seharusnya aku lupakan, kucoba mengumpulkan serpihan2 semangat baru, yang akan mengawali kehidupan baruku, termasuk kehidupanku dengan keluarga, sahabat dan mungkin nanti akan ada seseorang yang tepat yang mampu mengisi kekosongan hatiku dan menyemangatiku.
Tapi itu belum saatnya, aku menyadari itu, saat tiba waktunya, semua akan mudah, bila tiba saatnya, semua akan terasa lebih indah.
Seperti salah satu tulisan yang pernah aku baca;
"Bahwa jodoh itu mutlak adanya, skenarionya sudah dirancang untuk kita masing-masing sejak awal, mau sebenci apapun kita dengan seseorang, jika jodoh, besok lusa malah menikah, mau secinta apapun kita dengan seseorang, kalau tidak jodoh, besok lusa tidak akan menikah."
Itulah, yang bisa kulakukan sekarang hanya sebuah pengharapan, menunggu dengan kesabaran yang ekstra, perasaan yang ada harus bisa terkontrol dengan dibentengi pemahaman yang benar, jadi, tidak ada gunanya merenungi hal2 yang sudah menyakitkan dan berlalu. sedikit demi sedikit harus kucoba untuk melupakannya, dengan mengisi hari2ku kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang lain mungkin salah satu caranya.
Seperti salah satu tulisan yang pernah aku baca;
"Bahwa jodoh itu mutlak adanya, skenarionya sudah dirancang untuk kita masing-masing sejak awal, mau sebenci apapun kita dengan seseorang, jika jodoh, besok lusa malah menikah, mau secinta apapun kita dengan seseorang, kalau tidak jodoh, besok lusa tidak akan menikah."
Itulah, yang bisa kulakukan sekarang hanya sebuah pengharapan, menunggu dengan kesabaran yang ekstra, perasaan yang ada harus bisa terkontrol dengan dibentengi pemahaman yang benar, jadi, tidak ada gunanya merenungi hal2 yang sudah menyakitkan dan berlalu. sedikit demi sedikit harus kucoba untuk melupakannya, dengan mengisi hari2ku kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang lain mungkin salah satu caranya.
Pasti bisa..! aku yakin bila tiba saatnya, semua akan terasa lebih indah, aku akan menyibukan diriku demi melupakanmu dan untungnya, aku sedang sibuk mengerjakan pekerjaan2ku mungkin ini sedikit membantuku untuk melupakan kenangan tentangmu, mungkin, kamu tidak akan membaca tulisan ini lagi, tapi hari2ku akan selalu menulis tentangmu, meskipun kamu tidak akan pernah tau, kamu tidak akan pernah tau betapa tersiksanya hari2ku tanpa mengetahui kabar darimu, semoga dirimu selalu dalam lindungannya dan baik2 disana, kamu tidak akan mengerti betapa dadaku sesak setiap memikirkanmu.
Aku akan berusaha mengisi waktu luangku, dengan apapun yang bisa aku kerjakan agar aku tidak punya waktu untuk mengingatmu, karena kamu sudah begitu lekat di sana, karena dirimu sudah punya tempat tetap di sana; di hatiku yang nyatanya belum dihuni orang lain selain dirimu dan, aku belum menemukan cara terbaik untuk menghilangkanmu, kamu selalu kembali teringat lagi ketika aku berusaha mengusirmu pergi, entahlah, mungkin kamu diciptakan untuk tetap tinggal, meskipun sebenarnya kebersamaan aku dan kamu tidak lagi ada harapan.
Yang ada hanyalah kenyataan, bahwa waktu terus berjalan, dan ingatan terus terkikis, tidak semua yang kita inginkan bisa diperoleh, tidak semua ujung dari ikhtiar seperti yang aku rencanakan diawal bisa tercapai, karena pada akhirnya takdir ALLAH yang akan terjadi, meski kadang takdir tidak mampu aku pahami, iya saat takdir tidak lagi mampu kupahami apa yang harus aku lakukan..?
Hidup adalah rangkaian ikhtiar demi ikhtiar dan ujung dari ikhtiar ini bukan manusia yang menyelesaikan, manusia berikthiar ALLAH yang akan menyelesaikan, yang berawal dari sebuah niat, niat yang mulia maupun tidak mulia maka akan selalu ada dua kemungkinan yang terjadi diujung ikhtiar yaitu apakah hasil yang akan terjadi itu sesuai dengan rencanaku atau sebaliknya, inilah kuasa ALLAH, iya ada kuasa yang mesti aku sadari, dimana setiap ikhitiar tidak dapat kuketahui ujungnya, karena semuanya adalah kehendak Allah.
"ALLAH menghapuskan apa yang DIA kehendaki dan menetapkan apa yang DIA kehendak"
(QS. Ar – Rad : 39)
Dan benar bahwa aku hanya seorang hamba, apa yang terjadi pada seorang hamba tidak luput dari kehendak Allah, dan setiap kehendak Allah, disebut takdir, untuk itulah Allah memilihkan takdir terbaik, karena DIA bukan hanya berkendak tapi maha tau, sedang aku..?
Aku adalah milik Allah seperti kamu juga dan setiap pemilik akan memelihara apa yang dimilikinya dengan kasih sayang, jadi apapun itu, yang terjadi saat ini, karena Allah menyayangi kita, mungkin saat ini terlihat seperti luka yang perih menyayat hati, tapi tahukah kita bahwa esok akan menjadi sesuatu yang kita syukuri, sesuatu yang akan mendekatkan diri kita kepada-NYA, lalu masihkah aku marah atas takdirku.
Aku mendapat pencerahan dari salah satu tulisan yang pernah aku baca;
Ketika takdir Allah tidak dapat kita pahami, maka kembalikanlah kepadaNYA, sebab memang ada ruang gelap yang sulit kita pahami, namun tidak sulit untuk direnungi, diruang inilah tempat aku menyandarkan segala harapan, diruang inilah kepasrahan aku letakan, akhirnya, aku akan mengerti takdir Allah adalah cintaNYA kepadaku, aku hanya hamba, hanya debu, jadi.., STOP bertanya mengapa begini mengapa begitu, tidak akan sanggup kita memahaminya.
Seperti kisah.., dua hamba Allah yang sedang di uji keimanannya, seorang Adam dan Hawa, ujian soal Cinta dan perasaan yang di mana keduanya belum siap melangkah, untuk ke depan, yaitu pernikahan, maka dari itu apa yang harus mereka lakukan "mencintai dalam diam", kata inilah yang menjadi tiang, dan mereka bersepakat untuk berteman, karena dengan itu kesucian cinta yang tulus akan tetap terjaga, biarkan ayat-ayat Allah di sepertiga malamku mengobati semuanya, aku yakin tulang rusuk itu tidak akan tertukar, jika Allah yang memintaku untuk mencintaimu dan aku melakukannya dengan izin Allah dan semoga hanya karena Allah, apa kamu juga "mencintaiku karena Allah"? (inilah penyampaian seorang adam).
Subhanallah, aku bergetar membacanya dan sangat kagum akan kesolehannya, terima kasih ya Allah, Engkau telah mempertemukan aku dengannya yang selalu menuntunku ke jalan yang benar.
Dan aku pun bicara dalam Hati..,
"Dalam diam aku mencintaimu, aku serahkan rasa ini kepada sang pemilik hati, ya...karena dengan cara ini aku yakin jika Allah menjodohkan kita, maka Allah akan pertemukan kita, ada salah satu ayat Allah yang berbunyi "wanita baik untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya"
Aku berani mengatakan "Aku Mencintaimu" sedangkan aku sendiri belum bisa mencintai Tuhanku, sebelum aku mengatakan aku mencintaimu, ijinkan aku mencintai Tuhanku terlebih dahulu, aku yakin dengan imanmu kamu bisa menjaga aku.
Terima kasih ya Allah, yang selalu menyadarkan aku dikala aku lalai, maka akan aku jadikan penantian ini jalan menuju keberkahan dengan mendekatkan diri kepada-MU, menuntut ilmu, dan memperbaiki diri.
Saat ini..,
Ketika aku menyayangimu karena aqidahmu, ketika aku meluruskanmu karena tidak ingin kamu salah arah, ketika aku mendoakanmu tanpa kamu tau, ketika aku berlapang dada dengan teguranmu, ketika aku menguatkan saat kamu mulai terjatuh, ketika sahutan salam menyapa saat kita bertegur, ketika aku menjaga rahasiamu, ketika aku tersenyum untuk kebahagiaanmu dan ketika terkadang aku harus melepasmu dengan penuh keikhlasan, dan saat inilah aku bisa kuat karena keyakinanku bahwa Allah tidak akan memberikan hal yang sia2, jadikan aku lebih dekat lagi denganmu ya allah..,
Disela-sela waktu aku isi penantianku dengan tulisan cinta dan syair Doa untukmu, aku curhatkan segala perasaanku kepadamu dalam lembaran lembaran selama dalam penantian... tentang Cinta Dan Rindu, tentang Harapan dan Doa, meskipun saat ini kamu sudah sering membacanya di Blog Ataray, akan aku bacakan sendiri saat waktunya tiba, saat diriku dan dirimu terikat kokoh oleh perjanjian yang suci, yang Allah akan menjadi saksinya, biarlah waktu yang bicara, karena waktu tidak pernah berdusta...Insya Allah hatiku senantiasa terjaga dalam Cinta yang Agung, insya Allah jika Allah menjodohkan kita sampai Mahligai Rumah Tangga, saat itulah waktunya.., kesabaranku menjadi bunga, untuk calon isteriku, ya itu.., "KAMU..!"
G@lipong
Rabu, 01 Maret 2017
Bisikan Hati
Tidaklah mudah untuk menjaga cinta sejati, karena cinta itu tidak datang dengan mudah, terkadang aku terpaksa melaluinya dengan permainan hati yang aku ciptakan, bahkan harus menipu perasaanku sendiri, seperti kisahku..! "Cinta dengan nya, menikah dengan orang lain."
Untuk mereka yang belum pernah mengalaminya, mungkin tidak akan pernah faham apa itu bermain dengan perasaan, dan sampai saat ini aku berharap bila aku bangun dari tidurku, semua perasaanku ini akan hilang, tapi semua itu tidak pernah terjadi, sejujurnya aku takut untuk menghadapi segala kemungkinan, yang ujung2nya akan menyakiti perasaan orang lain karena ke egoisanku.
Memang, Allah sudah tentukan segalanya, dari awal aku diciptakan, sampai di akhir nafasku, aku hanya bisa berdoa padaNya, ya, aku sudah lakukan semua itu, aku berserah diri padaNya, untuk memohonkan apa yang terkandung dalam hatiku juga apa yang aku rasakan, tapi aku masih kabur dengan semua petunjuknya, hatiku mengatakan semua itu akan terjadi, tapi kadang2 terlintas juga di fikiranku yang semua itu hanya angan2ku saja, sungguh aku takut untuk bermain dengan perasaan sendiri.
Ada bisikan di Hatiku..,
Hedi..,
sungguh Aku tau apa yang kau rasakan saat ini, kau ingin bebas namun ada sesuatu yang menahanmu, entah itu cinta yang masih ada atau kenangan yang ingin tetap kau jaga.
sungguh Aku tau apa yang kau rasakan saat ini, kau ingin bebas namun ada sesuatu yang menahanmu, entah itu cinta yang masih ada atau kenangan yang ingin tetap kau jaga.
Hedi..,
ketahuilah.., semua yang terjadi saat ini adalah sebuah pembelajaran yang bisa kau ambil hikmahnya, bahwa bila kamu tidak ingin semua pondasi yang kau bangun rubuh begitu saja, jangan pernah kamu buka pintu itu selagi kau belum benar merasa siap, karena sekali terbuka tidak akan pernah tertutup kembali.
ketahuilah.., semua yang terjadi saat ini adalah sebuah pembelajaran yang bisa kau ambil hikmahnya, bahwa bila kamu tidak ingin semua pondasi yang kau bangun rubuh begitu saja, jangan pernah kamu buka pintu itu selagi kau belum benar merasa siap, karena sekali terbuka tidak akan pernah tertutup kembali.
Hedi..,
saat ini kau dituntut harus belajar dewasa, belajar ikhlas menghadapi segalanya, belajar menerima keadaan yang memang seharusnya kau terima karena kecerobohan kecil yang kau buat, yaitu; menuruti rasa egomu.
saat ini kau dituntut harus belajar dewasa, belajar ikhlas menghadapi segalanya, belajar menerima keadaan yang memang seharusnya kau terima karena kecerobohan kecil yang kau buat, yaitu; menuruti rasa egomu.
Hedi..,
Pahamilah sekarang, perasaan itu tidak akan kembali seperti saat kau menjaganya denga hati2 seperti 22thn yang lalu, yaitu; disaat kau mencintainya dalam diam, dan yang bisa kau lakukan saat ini adalah menjaga hatimu agar tidak jatuh kembali di jalanan yang keras untuk kedua kalinya, jaga hati itu dengan sungguh2 sebelum hati itu kau serahkan kepada pemiliknya dan kejadian yang lalu biarlah menjadi kenangan, biarkan kenangan itu ada tapi bukan untuk dikenang, bahkan bukan untuk dijaga kehidupannya, tapi jadikan pembelajaran, biarkan cintamu mengalir seperti air disungai, jangan dilawan arusnya, ikuti saja hingga saat nanti kau benar2 siap membuat kenangan bersama hati yang tepat.
Pahamilah sekarang, perasaan itu tidak akan kembali seperti saat kau menjaganya denga hati2 seperti 22thn yang lalu, yaitu; disaat kau mencintainya dalam diam, dan yang bisa kau lakukan saat ini adalah menjaga hatimu agar tidak jatuh kembali di jalanan yang keras untuk kedua kalinya, jaga hati itu dengan sungguh2 sebelum hati itu kau serahkan kepada pemiliknya dan kejadian yang lalu biarlah menjadi kenangan, biarkan kenangan itu ada tapi bukan untuk dikenang, bahkan bukan untuk dijaga kehidupannya, tapi jadikan pembelajaran, biarkan cintamu mengalir seperti air disungai, jangan dilawan arusnya, ikuti saja hingga saat nanti kau benar2 siap membuat kenangan bersama hati yang tepat.
Bisikan Hati yang aku dapatkan seakan memberi petanda bahwa sesuatu akan terjadi, mungkin aku hanya perlu ikhlas dengan apa yang sudah aku perjuangkan dan selebihnya kuserahkan pada Allah karena Dia lebih Mengetahuinya.
G@l!pong
Langganan:
Postingan (Atom)
