Haii.., sayaang.., apa kabar..? semoga kamu baik2 saja.., bagaimana hari2mu..? cukup baikkah tanpa aku sekarang..? sepertinya kamu selalu baik2 saja dengan ada atau tidak adanya aku.
Sayaang.., aku sedang tidak ingin berbasa basi, terlalu banyak menanyakan keadaanmu yang sepertinya memang sudah lebih baik, maka dari itu, aku akan langsung menyampaikan apa yang ber-putar2 di kepalaku.
Sayaang.., taukah kamu seberapa besarkah rasa sayangku padamu..?
Taukah kamu.., Betapa ingin sekali aku berbincang denganmu sambil menatap wajahmu..?
Taukah kamu.., Bahwa disaat malam mulai datang, aku sedikit gelisah karena mengingat dirimu..?
Taukah kamu.., setiap waktu yang aku punya selalu aku sempatkan untuk memikirkan keadaanmu..?
Taukah kamu.., tentang semua itu..?
Sayaang.., sekarang adalah hari dimana aku harus mengucapkan kalimat yang sebenarnya tidak ingin aku ucapkan, kalimat yang tidak pernah terpikirkan olehku sebelumnya, yaa, aku memilih untuk pergi, bukan karena aku tidak sayang, bukan karena aku sudah tidak peduli lagi denganmu, melainkan karena aku mulai lelah dengan semua yang kita jalani selama ini.
Kamu masih ingat apa yang aku katakan..? aku lelah sendirian, aku lelah merasakan sakit sendirian, aku benar2 sangat lelah, mungkin jika kamu mau sedikit meyakinkanku, aku tidak akan pernah selelah ini, tapi sepertinya ini hanya angan2ku saja, kamu mana mungkin meyakinkanku untuk tidak meninggalkanmu, kamu terlalu sibuk dengan hidupmu, terlalu sibuk dengan "laki2" mu.
Yaa, "laki2" itu..! "laki2" yang kamu bilang suami kamu..! Ah, omong kosong..! kamu harusnya tidak mengabaikan orang yang kamu sebut suami itu, toh..! aku tidak pernah melarangmu untuk bersamanya, aku hanya meminta satu, posisikan orang yang katamu suami itu sebagaimana mestinya.
Oh ya.., kamu ingat..? kamu pernah tidak ada kabar hampir beberapa hari, kamu tau betapa aku sangat menghawatirkanmu saat itu..? pesan yang aku kirimkan padamu setiap hari tidak pernah kamu balas, akses untuk mencarimupun sangat kau batasi, saat itu aku mulai putus asa, tapi aku yakin, kamu pasti kembali, mungkin tidak mendapatkan kabar darimu sudah menjadi makananku sehari2, aku bisa terima itu karena aku mulai terbiasa dengan situasi itu, tapi, saat ini..? ketika kamu mulai hilang, aku memutuskan untuk pergi.., pergi dari cerita yang sudah kita bangun ini, mungkin buatmu, kepergianku tidak menjadi masalah yang besar, akupun akan mencoba seperti itu, toh,,! dengan ada atau tidak adanya kamu aku selalu sendiri.
Sayaang.., aku menulis ini bukan karena aku ingin kita bisa seperti dulu lagi, bukan karena aku ingin cerita kita bisa kita lanjutkan lagi, aku hanya ingin kau tau, ketika seseorang tulus mencintaimu, atau ketika seseorang dengan sungguh2 menyayangi dan peduli padamu, maka jagalah dia, dia tidak meminta apa2 dia hanya ingin dicintai dan diperjuangkan, bukankah suatu hubungan yang baik, akan tercipta dengan baik jika keduanya saling memperjuangkan..?
Sayaang.., aku tak pernah menyesal pernah membuat cerita denganmu, justru dengan adanya kamu, aku mulai belajar banyak hal, aku belajar bagaimana cara menghargai seseorang, aku belajar tentang kesabaran, aku belajar bagaimana seharusnya mempejuangkan seseorang, aku belajar bahwa menjalin hubungan itu bukan hanya satu orang saja yang menginginkan, melainkan harus kedua2nya.
Terima kasih sayaang.., terimaksih sudah memberi pelajaran yang banyak untukku, semoga setelah ini, kamu bisa lebih menghargai orang yang ada didekatmu.
Itu saja sayaang.., semoga kamu bahagia dengan "laki2"mu itu, cepat lupakan aku yaa..? aku tau kamu sangat susah untuk melakukan itu, dan jaga kesehatanmu, kalau dengar kamu sakit, aku jadi sedih.
Perjuangkanlah apa yang memang layak kamu perjuangkan, jangan pernah sia2 kan dia yang tulus menyayangimu.
Yaa, "laki2" itu..! "laki2" yang kamu bilang suami kamu..! Ah, omong kosong..! kamu harusnya tidak mengabaikan orang yang kamu sebut suami itu, toh..! aku tidak pernah melarangmu untuk bersamanya, aku hanya meminta satu, posisikan orang yang katamu suami itu sebagaimana mestinya.
Oh ya.., kamu ingat..? kamu pernah tidak ada kabar hampir beberapa hari, kamu tau betapa aku sangat menghawatirkanmu saat itu..? pesan yang aku kirimkan padamu setiap hari tidak pernah kamu balas, akses untuk mencarimupun sangat kau batasi, saat itu aku mulai putus asa, tapi aku yakin, kamu pasti kembali, mungkin tidak mendapatkan kabar darimu sudah menjadi makananku sehari2, aku bisa terima itu karena aku mulai terbiasa dengan situasi itu, tapi, saat ini..? ketika kamu mulai hilang, aku memutuskan untuk pergi.., pergi dari cerita yang sudah kita bangun ini, mungkin buatmu, kepergianku tidak menjadi masalah yang besar, akupun akan mencoba seperti itu, toh,,! dengan ada atau tidak adanya kamu aku selalu sendiri.
Sayaang.., aku menulis ini bukan karena aku ingin kita bisa seperti dulu lagi, bukan karena aku ingin cerita kita bisa kita lanjutkan lagi, aku hanya ingin kau tau, ketika seseorang tulus mencintaimu, atau ketika seseorang dengan sungguh2 menyayangi dan peduli padamu, maka jagalah dia, dia tidak meminta apa2 dia hanya ingin dicintai dan diperjuangkan, bukankah suatu hubungan yang baik, akan tercipta dengan baik jika keduanya saling memperjuangkan..?
Sayaang.., aku tak pernah menyesal pernah membuat cerita denganmu, justru dengan adanya kamu, aku mulai belajar banyak hal, aku belajar bagaimana cara menghargai seseorang, aku belajar tentang kesabaran, aku belajar bagaimana seharusnya mempejuangkan seseorang, aku belajar bahwa menjalin hubungan itu bukan hanya satu orang saja yang menginginkan, melainkan harus kedua2nya.
Terima kasih sayaang.., terimaksih sudah memberi pelajaran yang banyak untukku, semoga setelah ini, kamu bisa lebih menghargai orang yang ada didekatmu.
Itu saja sayaang.., semoga kamu bahagia dengan "laki2"mu itu, cepat lupakan aku yaa..? aku tau kamu sangat susah untuk melakukan itu, dan jaga kesehatanmu, kalau dengar kamu sakit, aku jadi sedih.
Perjuangkanlah apa yang memang layak kamu perjuangkan, jangan pernah sia2 kan dia yang tulus menyayangimu.
"Untukmu yang pernah menjadi bagian dari kisahku"
G@l!pong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar