Selasa, 07 Maret 2017

Kamu benar, aku bukan orang baik

Aku adalah manusia yang lahir dengan segala kekurangan dan kelemahan, aku hanyalah manusia yang hanya bisa bersyukur atas karunia dan anugerah-Nya, akan tetapi aku juga manusia yang ingin menjadi lebih baik.

Aku bukanlah manusia pintar bukan pula manusia yang berpendidikan seperti kamu dan orang yang ada didekatmu, tapi aku hanya manusia yang sedang berusaha untuk menjadi orang yang beruntung.

Aku adalah manusia yang sedang mencari jati diri, aku manusia yang sedang belajar untuk mengerti arti hidup, aku adalah manusia yang ingin menjadi diriku sendiri, manusia yang ingin selalu bisa memaknai setiap perjalanan hidupku.

Senin sore kemarin begitu menyakitkan..!!, saat telp denganmu, kamu katakan kalau aku memperlakukanmu seperti wanita2 yang pernah berhubungan denganku, dan aku jadi teringat dengan wanita2 yang pada akhirnya melontarkan kalimat yang seperti kamu ucapkan, dan pada akhirnya mereka memilih untuk pergi karena kebimbangan mereka sendiri, entah apa yang ada difikiran mereka, mungkin meragukan ketulusan cintaku atau keraguan untuk hidup bersamaku, dan entah apa yang ada didalam fikiranmu tentang aku..?, terlihat nyata kamu tidak bisa lepas dari belenggumu sendiri.

Aku manusia yang tidak mengenal kata ditunggu ataupun menunggu, yang aku tau hanya ketetapan hati yang menyimpan satu nama hingga nafas terakhirku, aku adalah manusia bebas yang bisa terbang ke hati yang manapun, tapi itu bukan "sejati", aku manusia yang tidak mengenal ke-pura2an, langkahku pasti, tujuan hidupku pasti, "KAMU", entah itu dikehidupan yang sekarang atau dikehidupan yang lain.

Sungguh..!! aku tidak mengharapkan apapun selain hanya ingin semua usaha ini diridhaiNYA, untuk bisa memenuhi janjiku, dan tidak mengecewakanmu, itu saja..! dan jika pada akhirnya kamu menilaiku seperti kalimat yang kamu ucapkan, itu hak kamu, memang tidak mudah jadi orang baik, berusaha baik tapi tervonis jahat, sekalian saja jadi orang jahat, jadi aku bisa ikhlas atas kejahatan yang disangkakan kepadaku.

Yaa.., sudahlah..,

Anggaplah kamu benar.., mungkin aku suka tersenyum tapi bukan berarti aku orang yang ramah, malah sering menyebalkan, senyumanku mungkin terlihat sedikit manis, hahaha.., tapi bukan berarti aku punya hati semanis senyum itu, dan hatiku bisa lebih kejam dari senyum itu, yaa mungkin sedikit munafik, tapi aku sudah berusaha menampilkan wajah kejam, tapi tetap tidak bisa, karena kalau di foto tetap saja senyumku muncul, dan aku merasa itu semakin menguatkan bahwa aku bukan orang baik.

Jadi.., jangan menganggapku orang baik, hanya karena aku tersenyum, karena suatu hari nanti kamu akan tau kelemahanku, kesalahanku, kejamnya hatiku dan menyebalkannya sikapku, kamu pasti akan sangat menyesal pernah menilaiku sebagai orang baik, dan jangan berkorban apapun demi aku, nanti kamu akan menyesalinya ketika aku membalas pengorbanan itu dengan menggores luka dihatimu dengan menjadi orang yang tidak tau berterima kasih atas semua pengorbanan yang kamu lakukan.

Jangan perjuangkan apapun untukku, jangan membuat dirimu berada dalam kesulitan karena aku, aku tidak tau bagaimana nantinya harus menghadapi hari2, bila perjuanganmu malah kubalas dengan kepedihan.

Turuti kata hatimu.., cari jawaban di relung hatimu yang paling dalam, dan apa yang nanti hatimu katakan tentang aku, itulah kebenaran nilaimu atas aku, jangan ber-lama2 tempatkan dirimu dalam kebimbangan, karena itu akan menyakiti jiwa dan ragamu, aku mencintai kamu seumur hidup tanpa keraguan, dan itu yang membawaku sampai ke titik ini, titik dimana aku dan kamu dipertemukan kembali.

Allahu rabbi.., aku meminta atas apa yang telah Dia korbankan dan perjuangkan untukku (jangan biarkan aku mengecewakan Dia, itu saja).


G@l!pong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar