Banyak orang yang kalau ditanya ingin pasangan seperti apa, maka jawabannya tidak cukup di lembar pertama saja untuk menuliskan keinginan nya, kalau aku ditanya pertanyaan yang sama, jawabanku cukup 2 kata; setia dan taqwa.
Apakah aku..?
Apakah aku..?
Tidak ingin punya istri kaya..?
Ya mau lah.., tapi aku sudah pernah merasakan hidup banyak uang disaat aku lajang, tapi tidak membuatku bahagia, untuk saat ini rejeki yang cukup saja, cukup buat aku liburan dan buat sekolahkan anak2, tapi kalau dikasih lebih, ya Alhamdulillah.
Tidak ingin punya istri cantik..?
Ya mau lah.., tapi tidak perlu cantik2 juga, yang penting cukup buat aku tatap setiap bangun tidur saja, lagi pula sekarang kebanyakan yang cantik sukanya juga sama yang ganteng.
Tidak ingin punya istri cantik..?
Ya mau lah.., tapi tidak perlu cantik2 juga, yang penting cukup buat aku tatap setiap bangun tidur saja, lagi pula sekarang kebanyakan yang cantik sukanya juga sama yang ganteng.
Tidak ingin punya istri pintar..?
Ingin yang takwa, kalau dia taqwa, dia pasti pandai, karena dia tau salah satu amalan yang tidak akan terputus walau seseorang sudah meninggal adalah ‘ilmu yang bermanfaat’.
Dan kenapa aku ingin memiliki pasangan yang setia..?
Dan kenapa aku ingin memiliki pasangan yang setia..?
Karena pada akhirnya, aku perlu hidup bersama dia yang akan rela merawatku saat aku sakit, menuntunku saat tidak bisa berjalan, mendoakan saat hidupku tengah dalam kesempitan dan tetap mencintaiku setelah banyak kekecewaan yang terjadi dalam kehidupan bersama.
Menikah, bukan hanya perkara kamu dan aku, tapi juga perkara hidup anak2mu, tetaplah dengan dia yang mau sama2 tumbuh menjadi orang tua yang semestinya, dan menjadi pasangan yang setia, saling menguatkan apa pun yang terjadi.
Menikah, bukan hanya perkara kamu dan aku, tapi juga perkara hidup anak2mu, tetaplah dengan dia yang mau sama2 tumbuh menjadi orang tua yang semestinya, dan menjadi pasangan yang setia, saling menguatkan apa pun yang terjadi.
Siapa pun bisa menjadi pembohong dalam kehidupanmu, bahkan orang yang paling kamu cintai sekali pun, aku pernah dibohongi yang begitu besar, kebohongan yang bisa jadi alasanku untuk merusak diriku sendiri, tapi aku tidak perlu melakukan kebohongan yang sama untuk menunjukkan bahwa aku tengah terluka, aku tidak perlu terjun ke jurang yang sama, hanya untuk menunjukkan bahwa aku juga bisa bertahan dalam kehancuran.
Dewasa adalah saat kita mampu tetap hidup dengan baik, walau pun banyak kotoran yang dilemparkan manusia lain ke wajah kita, kedewasaan, bukanlah soal berapa lama kamu sudah hidup di dunia ini, kedewasaan terjadi saat kamu tidak merasa lebih dewasa dari orang di sekitarmu, sehingga kamu mampu melihat lebih banyak, mempelajari lebih banyak, dan menjadi lebih besar tanpa mengecilkan orang lain.
Dewasa adalah saat kita mampu tetap hidup dengan baik, walau pun banyak kotoran yang dilemparkan manusia lain ke wajah kita, kedewasaan, bukanlah soal berapa lama kamu sudah hidup di dunia ini, kedewasaan terjadi saat kamu tidak merasa lebih dewasa dari orang di sekitarmu, sehingga kamu mampu melihat lebih banyak, mempelajari lebih banyak, dan menjadi lebih besar tanpa mengecilkan orang lain.
Balik lagi ke pasangan.., seberapa pun ganteng/cantik, kaya, pinter pasanganmu, kalau dia tidak ‘taqwa’ segalanya bisa hilang, bahkan, dia bisa membuatmu kehilangan dirimu sendiri.
Kalau aku sih.., bukan masalah pasangan, aku hanya ingin punya anak yang bisa sholat dan mengaji, bisa belajar kebijaksanaan, bisa belajar cinta, kasih sayang, dan bisa belajar kejujuran.
Ingatlah..,
Allah, paling benci dengan manusia yang merasa lebih beriman dari manusia lain, Nabi kita Muhammad berpesan, kalau mau hidup tenang, maka urusan dunia lihatnya ke bawah, sedang urusan ibadah lihatnya ke atas, kalian bisa pergi ke-mana2 naik motor, bersyukurlah masih banyak yang harus jalan kaki karena tidak punya kendaran, aku pergi ke-mana2 dengan jalan kaki, dan aku bersyukur ada orang lain yang lagi sakit dan tidak bisa jalan, ada teman bisa sholat 5 waktu padahal sibuk minta ampun, aku juga harus bisa melakukannya, ada teman bisa puasa senin-kamis padahal pekerjaannya melelahkan, berarti aku juga harus bisa melakukannya.
Kamu boleh sependapat atau tidak sependapat denganku, karena kita punya hidup kita masing2, memahamiku memang sulit, banyak yang menyerah sebelum kamu, aku bahkan ber-kali2 hampir menyerah dengan diriku sendiri karena, jauh sebelum kamu datang aku mengalami banyak hal yang rumit, kegelapan selalu datang padaku seperti tidak kenal waktu, aku adalah lelaki yang membosankan, tidak memiliki banyak hal yang bisa aku banggakan di hadapanmu, saudara2mu bahkan orangtuamu, tapi aku tau aku selalu ingin jadi manusia yang baik.
Sayaang.., aku tidak akan pernah memaksamu untuk tinggal dihatiku, walau aku sangat ingin kita bisa bersama, aku juga tidak bisa menjanjikanmu apa2, yang aku tau, aku menyayangimu, aku selalu membayangkan kita pulang menuju rumah yang sama, berbagi cerita hingga kita tua.
Kalau aku sih.., bukan masalah pasangan, aku hanya ingin punya anak yang bisa sholat dan mengaji, bisa belajar kebijaksanaan, bisa belajar cinta, kasih sayang, dan bisa belajar kejujuran.
Ingatlah..,
Allah, paling benci dengan manusia yang merasa lebih beriman dari manusia lain, Nabi kita Muhammad berpesan, kalau mau hidup tenang, maka urusan dunia lihatnya ke bawah, sedang urusan ibadah lihatnya ke atas, kalian bisa pergi ke-mana2 naik motor, bersyukurlah masih banyak yang harus jalan kaki karena tidak punya kendaran, aku pergi ke-mana2 dengan jalan kaki, dan aku bersyukur ada orang lain yang lagi sakit dan tidak bisa jalan, ada teman bisa sholat 5 waktu padahal sibuk minta ampun, aku juga harus bisa melakukannya, ada teman bisa puasa senin-kamis padahal pekerjaannya melelahkan, berarti aku juga harus bisa melakukannya.
Kamu boleh sependapat atau tidak sependapat denganku, karena kita punya hidup kita masing2, memahamiku memang sulit, banyak yang menyerah sebelum kamu, aku bahkan ber-kali2 hampir menyerah dengan diriku sendiri karena, jauh sebelum kamu datang aku mengalami banyak hal yang rumit, kegelapan selalu datang padaku seperti tidak kenal waktu, aku adalah lelaki yang membosankan, tidak memiliki banyak hal yang bisa aku banggakan di hadapanmu, saudara2mu bahkan orangtuamu, tapi aku tau aku selalu ingin jadi manusia yang baik.
Sayaang.., aku tidak akan pernah memaksamu untuk tinggal dihatiku, walau aku sangat ingin kita bisa bersama, aku juga tidak bisa menjanjikanmu apa2, yang aku tau, aku menyayangimu, aku selalu membayangkan kita pulang menuju rumah yang sama, berbagi cerita hingga kita tua.
G@l!pong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar