Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Juli 2017

Sepenggal kisah

Hidupku itu sama seperti buku, yang tersusun dari banyak lembaran kertas, dan setiap lembarnya punya cerita tersendiri, dari alur kisah yang baik maupun kisah yang buruk.

Aku akan menceritakan sepenggal kisah dari masa lalu.., semoga bisa di ambil hikmahnya.

Aku dulu…

Jatuh dalam jurang kenikmatan, yang aku kira selamanya akan menjeratku, saat itu.., kujalani hidupku dengan, berpetualang tanpa arah tujuan yang jelas, berkencan entah dengan puluhan cinta sesaat, kunikmati itu, hanya demi satu tujuan, bisa melupakannya, tidak peduli resiko yang akan aku jalani, yang penting Dia bisa terlupakan.

Segala kenakalan aku jalani.., semua kesalahan sudah aku perbuat, segala macam rasa nikmat yang berujung haram semuanya sudah aku rasakan, ya, seperti itulah diriku, semua itu terbentuk dari benih cinta yang ternyata menumbuhkan tunas dendam, dendam karena kehilangan seseorang, yang dimana saat itu.., aku belum bisa menerima kepergiannya.

Seiring berjalannya waktu, saat aku dalam keterpurukan, ada tanya mengganjal dalam diriku.., akankah aku akan terus seperti ini..? dan harus bagaimana aku..? aku merasa inilah hidupku, dan arahnya pun semakin membinggungkan.

Allah telah menjatuhkanku dengan Cinta Pertama.

Pernahkah Dia mengalami sakitnya ditinggal kekasih.., dan aku merasa.., perihnya cinta yang hilang itu tidak seberapa dibanding dengan, Dia yang dulu aku pedulikan tapi Dia tidak melakukan hal yang sama terhadapku.

Pertama kali dalam hidup, aku mencintai seseorang yang masih saudara, Dia yang selalu menemani kehidupanku, tetapi.., kebahagiaan dengan Dia hanya sesaat, masa depan hanya omong kosong..! aku cinta Dia, wajah cantik yang selama ini tetap setia membayangiku dan aku menanti kemungkinan akan bisa memeluknya dan mencium keningnya.

Akan tetapi..,

Dia yang kucintai, sedang menjalani kehidupan bahagianya, dan disaat yang sama, aku.., dengan kehidupan gelap yang aku jalani, tidak ada sedikitpun rasa kepeduliannya terhadapku, mungkin Dia menganggapku orang yang sudah merusak hidupnya.

Aku sadar..,

Ya.., inilah kehidupan yang harus aku jalani, inilah cara Allah menunjukkan bahwa, perbuatan yang salah tidak boleh diteruskan,  Allah sangat menyayangi aku dan Dia, dan buatku.., tidak ada alasan lagi untuk meratapi yang terjadi, mengutuknya hanya membuat luka semakin mengangga, lebih baik aku melupakanya, dan masih kuingat disaat larut malam ada yang membisikkan sebuah kalimat, Allah sedang mengujimu, jadi bersabarlah.

Dan.., aku coba untuk berbicara kepada hati kecilku, akan kemanakah aku setelah ini..? kemasa depan..? adakah hal indah disana..? akankah aku menemui kebahagiaan yang aku inginkan..? hmmm.., aku tidak tau, tapi yang aku tau hanya satu, masa depanku sudah hancur, akan tetapi.., mulai saat itu aku merubah semua kebiasaan buruk, dan berusaha berbuat baik semampu yang aku bisa untuk menebus semua dosa2ku.

Begitulah hidupku.., setelah itu yang kulakukan adalah berusaha menjalani hidup se-baik2nya untuk masa depan yang baik, aku tinggalkan masa laluku bukan untuk mendapat sanjungan dari seseorang ataupun orang lain di luar sana, aku memperbaiki hidupku, karena bekalku bergantung dengan kebaikan yang kulakukan setiap hari.

Ya..! sejak itu aku berusaha untuk melupakan Dia..,

Dalam secarik kertas.., saat itu, pertama aku mulai menulis.., mencoba mengurai kembali apa  yang telah aku tinggalkan.

"Mungkin ini adalah sebuah pesan yg tidak ada harganya sama sekali, tapi percayalah walaupun tidak pernah terkirim pesan ini cukup bisa membantu kita untuk bisa mengikhlaskan bila kita kehilangan seseorang.

"Hai.., jagalah dirimu dan kehormatanmu, dirimu dan kehormatanmu hanya untuk suamimu, pertahankan semua itu sampai kamu cium tangan laki2 yang kamu cintai di depan penghulu.

Hai.., sampaikan salamku untuk laki2 yang sekarang kamu cintai, dan katakan padanya "Kamu laki2 yang bruntung dan jangan pernah sekalipun sia2kan dia." 

Hai.., jangan pernah kamu mengingatku, hilangkan aku dari pikiranmu, pergi dan bahagialah dengan orang yang kamu cintai, bagiku bahagiamu adalah yang terpenting.

Hai.., biar kenangan itu, cukup aku, kamu dan Allah yang tau, lupakan aku.., tapi aku mohon jangan lupa pesanku ini "Jaga diri kamu baik2 .."

Itulah tulisan pertamaku.., tulisan yang mengawali kisah ini.

Sesungguhnya..,

Aku malu pada diriku sendiri, bahkan aku tidak berani bercermin karena aku tidak mampu menatap wajahku sendiri, cermin terlalu jujur, tidak ada kebohongan dan rekayasa, dan akhirnya aku berkesimpulan, bahwa, berharap kepada selain Allah hanya akan membuat kita kecewa dan kecewa.

Allah memberiku kesempatan hidup, karena Allah amat menyayangiku, dan aku yakin, Allah ingin aku memperbaiki hidupku, itu saja.., aku menyadari bahwa Sang Pencipta, sangat menyayangiku, Allah tidak ingin aku men-sia2kan hidup, biar Allah saja yang melihat ketulusan hatiku mencintainya, dan, untuk memperbaiki hidup, aku akan mempertanggung jawabkan dengan berbuat kebaikan.

Allah itu adil dalam memandang ketulusan hati seseorang, aku memilih untuk berbahagia di kehidupan baruku, tidak peduli dengan komentar2 negatif atas masa laluku, aku sudah memutuskan untuk berbenah diri, dan melangkah di lembaran yang bersih.

Terima kasih masa laluku yang kelam, karenamu, aku belajar rasa pahitnya kehidupan, semoga dimasa depan, aku temukan manisnya hidup.

Aku sekarang..,

Setelah Allah mempertemukan aku dengan Dia, dan setelah mengalami banyak peristiwa dengannya, sepertinya.., aku merasa tidak pantas untuk Dia perjuangkan, aku selalu menemukan sosok diriku yang berbeda saat bersamanya, karena aku ini terlalu biasa untuk ukuran seorang lelaki  yang layak dicintai olehnya.

Aku  bukan sosok yang istimewa, bukan sosok yang pandai tentang segala macam hal, bukan sosok yang mengerti dunia modern, dan tidak bisa memahami cara berfikir manusia2 sekarang, karena.., aku hanya manusia biasa, aku hanya belajar sesuatu yang abstrak, dan memandang segala sesuatu melalui hakikat.

Aku memang hanya manusia biasa, yang mencintainya, yang selalu menganggap Dia hebat, sedangkan aku.., hanya lelaki biasa, yang merasa sangat terbatas untuk bisa mengerti keinginan Dia.

Sebenarnya aku sadar ada keraguan pada dirinya atas aku, entah itu karena apa, jadilah aku merasa lelaki paling bodoh sedunia yang masih saja setia menjaga rasa, yang tetap saja menjadikan Dia harapanku, dan aku merasa., kalaupun bintang2 dilangit itu jatuh setiap detiknya, maka setiap satu detik itu aku hanya meminta Dia, karena aku sangat menyayanginya.

Aku memang bukan lelaki luar biasa tidak ada yang istimewa, aku selalu tidak cerdas menjawab pertanyaan darinya, aku hanya lelaki biasa yang mencintainya tanpa menuntut, aku mencintai seluruh yang ada pada dirinya, aku mencintainya sebagaimana adanya Dia.

Tapi.., sekali lagi kutegaskan bahwa aku hanyalah aku, dan akan tetap menjadi aku, biarkanlah aku tetap menjadi diriku sendiri, tanpa syarat, aku tidak mau seperti tawanan yang hidup dalam rancangannya, aku tidak akan pernah bisa menjadi sosok yang ada di dalam isi kepalanya.

Aku hanya lelaki biasa yang akan ikhlas merelakan Dia mencari lelaki yang pantas untuknya, karena akhirnya aku sadar; aku tidak pantas diperjuangkan sedalam itu, entah kenapa, tiba2 aku merasa takut Dia tidak nyaman dengan pola hidupku..? takut Dia tidak bisa mengaturku, atau sebenarnya aku yang memang tidak pantas untuknya..? aku mencintai atas apa yang ada pada dirinya, sungguh, akan tetapi masih ada yang mengganjal dalam jantungku, aku merasa memang ada alasan yang lebih kuat dari sekadar merasa tidak pantas.

Aku tidak akan memaksanya untuk mencintaiku terus, Dia seharusnya tau, lelaki sepertiku akan lebih suka dicabik secara kasar daripada dicabik dengan cara halus, itu akan lebih mudah membuatku bangkit, aku mencintanya karena Dia luar biasa untukku, dan Dia tidak perlu merasa bersalah jika tidak lagi mencintaiku.

Jika Dia tidak mencintaiku.., tidak perlu sungkan untuk menyampaikan perasaan yang Dia pendam, jadilah wanita kuat yang berani jujur atas diri sendiri, jadi, biarlah nanti aku bisa menilai, masih pantaskah aku untuk mempertahankan kisah ini.

Dan, aku harap..,

Dia tidak harus mengulangi kisahnya pada lelaki mana pun, jika Dia mau meninggalkan seorang lelaki.., kelak, tinggalkan dengan alasan yang lebih mudah diterima logikanya.

Oh iya, aku pergi dulu.., mungkin akan kembali setelah Dia bisa memandangku sebagai manusia biasa, tidak perlu khawatir, aku pasti bisa mengendalikan dan menjaga jantung ini, yakinlah.., aku pasti kembali, aku akan kembali lagi nanti, entah.., dalam waktu berapa lama.

Yaa Allah.., jagalah Dia untuk ku, limpahkanlah rizkimu kepadanya.., tambahkan kelapangan hatinya seluas samudra.., selipkan rasa bahagia dalam jantungnya.

Yaa Allah.., maafkan segala kesalahanku.., ternyata selama ini aku keliru.., tuntun aku agar tidak mengulangi kekeliruan yang sama berkali kali.

Yaa Allah.., akhirnya aku sadar tentang kelemahan diriku, maafkan aku jika selama ini aku mungkin telah bangga pada diriku, sungguh.., aku hanyalah hamba yang bodoh.

Yaa Allah.., bimbinglah aku selalu ke jalanMu, jauhkan sikap ujub dari diriku, akhirnya aku tau bahwa hanya dengan mendekat dan merapat ke padaMu jalan hidupku akan menjadi mudah.

Yaa Allah.., anugerahkan kepadaku kaki yang kokoh.., hati yang bening agar aku mampu berjalan menghadapMu.., akhirnya aku mengerti, ternyata selama ini aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar, walau aku melakukan dosa yang sangat besar, namun aku yakin ampunanMu sangat luas, mohon beri aku kesempatan untuk memperbaikinya.

Amiin..

G@l!p0n9

Jumat, 14 Juli 2017

STOP

Hari ini..,

Dimana aku menulis tentang Dia lagi, tapi ini bukan tulisan seperti yang biasa aku tulis, dan yang selalu Dia baca  tapi.., hari ini aku menulis untuk terakhir kalinya tentangnya dan tulisan yang aku tulis ini menjadi titik nadirku untuk merelakan semua kisah ini lenyap, jadi aku harap Dia tidak bertanya lagi saat semuanya telah aku simpan dengan baik dalam memori kehidupanku, karena kisah ini telah aku kunci di dalam hatiku.

Saat ini..,

Aku mengingat dengan jelas bagaimana rasa itu ada, aku ber-tanya2, dari semuanya.., mengapa aku hanya ingin berbagi dengan Dia...? entah itu perasaan sesaat atau bukan, aku sendiri tidak yakin, saat itu aku sangat penasaran dengan perasaanku, lalu kuputuskan untuk membuka hatiku kembali untuknya.

Lama sebelumnya..,

Aku sungguh2 selalu merindukan nya, dan di saat2 dalam pencarian dan penjelajahan kerinduan, aku hanya bisa menghadirkan Dia dalam anganku, mungkinkah saat itu Dia juga merasakan hal yang sama denganku, aku rasa tidak.., dan rupanya sang waktu mengijinkan aku untuk terhubung dan kembali bisa bertemu dengannya dan bahagia sekali hari2ku, saat itu aku sadar Dia terlihat begitu cantik, manis, dan lembut, perasaan memang selalu tidak punya alasan, dan memang tidak butuh alasan, yang pada akhirnya membuatku selalu ingin bersamanya.

Ada banyak hal yang selalu ingatkan aku tentangnya, dan tanpa kusadari itulah yang membuatku selalu merindukannya, tempat itu.., tempat pertama aku dan Dia mengukir kenangan, tempat dimana aku dan Dia bisa menyampaikan perasaan, tempat yang tidak akan terlupakan olehku, bahkan hujan di hari itu, adalah hujan yang mampu meleburkan perasaan.

Satu hati, satu nama, satu rasa setia yang aku pegang untuk Dia "SEJATI".., yang selalu ada dalam waktuku, rasa rindu dan sayang ini bukan karena aku ingin mempermainkannya, tapi aku melakukan itu semua karena ingin dirinya menjadi masa depanku, tentunya atas nama Allah dalam dekapan halalNYA.

Aku tidak akan pernah lupa.., bagiku, kenangan itu kuat dan akan selalu ada disana dan tidak akan pernah hilang, aku akan tetap ada disini dengan semua kenangan tentang nya, meski nanti salah satu diantara kita mungkin harus pergi.

Semua berawal dari tidak sengaja, menemukannya.., menjalani cinta.., dan berakhir lara.., tapi itu bukan salahnya karena aku tau kebahagiaannya adalah bersamaku, orang yang mencintainya dan juga Dia cintai, aku mengungkapkan rasa yang sesungguhnya padanya, hingga akhirnya perasaan ini membawaku dalam keresahan yang menyakitkan, dan tiba pada satu titik aku yang ingin pergi dari kehidupannya, hingga sampai nanti aku siap memanggilnya kembali dengan sebutan sayang.

Aku punya alasan untuk tidak mengharap dan pergi dari hidupnya, aku tidak bisa mendekat lagi karena ada seseorang yang juga sangat mencintainya, maaf.., aku memilih menjauh, aku tidak ingin menjadi penyebab kesalahpahaman hubungan dan menjadikan hatiku semakin resah karena beban rasa bersalah.

Aku sudah berusaha mengengam tangannya dengan erat agar Dia tidak lepas, aku pernah berkata jika aku tidak akan melepas tangannya kecuali karena takdir Allah, dirinya bukan saja indah bagiku, aku tidak munafik dengan hal itu, namun keindahannya sepertinya hanya mampu aku lihat dalam mimpi saja namun untuk memilikinya itu sulit dan beresiko untuk diriku, aku berusaha tidak menyerah, karena berbagai hal telah aku coba untuk menjadikannya ada dalam hidupku namun pada kenyataanya aku tidak mampu mengubah itu semua menjadi kebaikan buat diriku.

Dan.., pada akhirnya aku merasa..,

Dia bukanlah wanita yang memang ditakdirkan bisa hidup bersamaku dan aku sangat percaya bahwa; ini keputusan Allah.., disaat aku melepaskan tangan darinya, aku begitu sedih dengan keputusanku, karena bersamanya bukanlah waktu yang sebentar untuk aku lewati dan kisah bersamanya bukanlah kisah dongeng saja namun cerita ini nyata dan tidak mampu aku hilangkan begitu saja, begitu sulit waktu yang aku lewati dan aku jalani, tapi.., perasaan resah dan gelisah selalu mengiringi gerak langkahku hingga membuatku lelah.

Lelah..,

Mungkin itulah gambaran hatiku saat ini, seandainya dalam kata lelahku itu tidak ada yang namanya resah mungkin aku tidak akan menyerah untuk mempertahankan Dia, tapi perasaan resah itulah yang membuatku menyerah dan melepaskannya.

Seakan..,

Aku pergi ke suatu tempat yang jauh untuk menemuinya dengan berjalan kaki, lelah memang tapi aku yakin akan sampai walaupun lambat, tapi ditengah perjalanan itu banyak sekali keresahan yang kudapati, dibalik keresahan itu aku masih mencoba melanjutkan meskipun harus tertatih dan perih.., hingga., akhirnya aku memutuskan untuk berhenti karena aku sudah tidak mampu lagi  untuk berjalan.

Sedih memang dengan perpisahan ini, tapi, kepergianku bukan karena kehendakku namun karena keadaan, dan meskipun aku berusaha untuk kuat namun tetap saja aku tidak bisa bertahan, karena.., banyak hal yang tidak bisa dihapus dengan perhatian.., banyak hal yang tidak bisa disembuhkan dengan kata maaf.., dan dengannya.., banyak hal yang pada akhirnya membuatku menjauh dan pergi.

Tapi.., ketahuilah..,

Aku menjauh tidak berarti aku berhenti mencintai, aku hanya ingin berhenti menunjukan cinta ini padanya, aku menjauh bukan berarti tidak menginginkan, aku hanya ingin melihatnya bahagia tanpa pengganggu sepertiku, aku menjauh karena sadar diriku tidak baik untuknya, aku menjauh karena Dia memang terlalu sempurna untukku, aku menjauh karena Dia bisa mendapatkan yang lebih dariku dan aku menjauh karena aku tidak ingin melihatnya menderita lagi karenaku, aku menjauh karena aku tau Dia akan bisa lebih bahagia, dan ketahuilah.., aku menjauh karena aku lelah dengan semua sikap lelakinya, mungkin dengan tidak bersamaku, lelakinya bisa ikhlas melepaskannya.

Karena Dia yang pertama membuatku jatuh hati mungkin akan sulit melupakan, tapi dengan perlahan aku akan mencoba menata perasaan ini, aku akan berusaha untuk melepaskan genggaman tanganku darinya walaupun itu tidak mudah, berbagai hal akan aku lakukan agar aku bisa melupakannya.

Hingga saat ini diriku sudah berangsur membaik walaupun belum sepenuhnya baik, karena senyumnya selalu ada dalam bayangku, tapi aku harus menerima kenyataan yang ada, menghapus semua tentangnya tentunya butuh waktu, namun hal itu harus aku lakukan hingga aku mampu bertemu dengan seseorang yang memang ditakdirkan untuk aku singgahi lalu membuat cerita bersama di sisa umurku.

Jika..,

Suatu hari kelak bisa bertemu lagi, lalu Dia bertanya lagi tentang rasa, maka sudah pasti aku akan menjawab dengan tegas tentang rasa itu kepadanya, bahwa; aku tidak akan pernah kembali kepada hati yang telah membuat hidupku dalam keresahan, cukup doaku yang akan selalu menyertainya agar Dia disana hidup bahagia dan aku harap Dia tidak mengingatku lagi karena saat ini aku telah berusaha untuk mengembalikan cerita hidupku agar aku dapat bernafas lega dan mencari sosok lain yang mudah2an bisa membuatku nyaman.

Karena..,

Bukan kepada Dia saja aku harus menaruh harapan, masih ada mereka yang punya masa depan yang patut aku perjuangkan, dan perlu Dia tau.., kebahagiaanku bukan hanya ada pada dirinya saja.

G@l!p0n9

Sabtu, 08 Juli 2017

Lara

Untuk Dia.., aku berterima kasih karena telah memberi pengalaman terpahit dalam hidupku, pengalaman yang membuatku lebih ber-hati2 membuka hati, aku berjanji tidak akan membuka hati semudah yang pernah aku lakukan padanya.

Untuk Dia.., yang cintanya penuh dengan derita, bersyukurlah kepada luka, karena setelah luka itu sembuh, luka itu telah memberikan sebuah pelajaran berharga, pelajaran tentang bagaimana mengikhlaskan seseorang yang memang tidak pantas dipertahankan.., "Aku"

Tidak seperti yang pernah disepakati bersama, hubungan ini sudah tidak hanya melibatkan perasaan dua manusia, ada perasaan lain yang merasa tersakiti karena kehadiranku, aku sudah lelah, aku butuh mengistirahatkan hati, aku memang bukan laki2 baik, aku hanya perusak, perusak kebahagiaan orang, seharusnya aku tidak boleh memanggil Dia ‘sayang’ lagi, tapi, itu tidak akan berarti bahwa aku akan mengajaknya mengingat kenangan, biarkan itu nanti menjadi kenangan untuk bisa di jadikan pelajaran.

Hai..,

Masih jelas ku ingat hari di mana aku putuskan untuk menyudahi hubungan ini, hari di mana aku menyerah, karena ada alasan saat itu mengapa aku memutuskan untuk pergi, layaknya manusia biasa sudah pasti aku merasakan sesal, sudah pasti aku mengganggapnya ceroboh karena ke egoisan nya, dan karena itu aku merasakan beban dosa yang teramat berat.

Aku menyadari, terlalu bodoh jika untuk berharap kepada orang yang mementingkan dirinya saja, Dia tidak bisa menguasai arena pertempuran nya, Dia membuatku menjadi korban di medan perangnya, terlalu sering aku merasakan tekanan karena masih berhubungan dengan nya, maaf.., aku sudah tidak bisa lagi bersabar, karena waktu terus berjalan, aku harus kembali bangun dan berdiri tegak untuk kehidupanku.

Dan..,

Mungkin karena atas dasar tekanan yang disebabkan dari kebodohan Dia lah, kini diriku diliputi oleh kemarahan dan penyesalan, dan karena alasan Itu sehingga pada akhirnya aku menjadi terpuruk.

Dari yang dulu saling mencintai, hingga saat aku berada dalam caci maki, karena ke egoisan nya aku yang selalu di-salah2kan, memang tidak ada diantara aku dan Dia yang mampu menghentikan pikiran orang lain, dan aku selalu mengira, bahwa Dia tidak pernah berpikir bagaimana rasanya menjadi aku, bahkan Dia tidak pernah peduli perasaanku, hmm.., ternyata Dia masih tidak tau cinta.., Dia hanya tau dirinya saja.

Aku tidak tau apa yang ada dalam fikiran nya, yang aku tau Dia mencintaiku, dan kita merasa nyaman bersama, tapi..?, mengapa hatinya sekeras batu, mengapa hatinya tidak melunak dengan alasan yang aku berikan waktu itu.

Mengapa ketulusan cintaku tidak membuatnya ikhlas dengan diamku, mengapa malah membuatnya semakin sadis menyakitiku dengan kecerobohan nya, padahal selama bersamanya aku selalu mencoba mengerti, dan selalu mencoba mengalah, karena aku takut akan menyakiti perasaan nya.

Tidak kusangka mencintainya itu menyakitkan, aku juga tidak pernah menyangka jika pada akhirnya aku akan menuai badai, aku mengira pada akhirnya aku akan bahagia karena selama ini Dia tidak pernah menyakitiku, tapi kenapa pada akhirnya egonya yang menyakitiku.

Apa sengaja Dia buat waktuku untuk selalu bersamanya agar Dia tidak terpuruk sendiri, sungguh.., demi untuk membantunya sengaja aku tidak melakukan hal yang aku suka karena aku berpikir masa depan nya adalah bahagiaku.

Kini aku benar2 ingin minta maaf atas semua yang sudah terjadi, dan aku pun meminta maaf atas segala marah dan benci, maaf.., seharusnya aku tidak seperti ini  dan terima kasih untuk yang telah Dia ajarkan padaku.

Masih kuingat pelajaran mencintai dan peduli pada anak2, dan bagian saat Dia memarahiku karena aku terlalu sering memiliki jadwal makan yang awut2an, lalu kekonyolan yang selalu membuatku tertawa, hmmm.., baiknya Dia, mana mungkin aku akan tega untuk membencinya, karena suka atau tidak, ada yang luar biasa tentangnya.

Aku akan melupakan semua kenangan buruk ini, aku akan menghilangkan beban bersalah yang sudah terlanjur menggores dihati, aku akan membuat kisah yang baru, agar nanti, ya, suatu saat nanti aku bisa membuat kisah yang lebih baik lagi dengan Dia.

Akhirnya aku paham dan bisa menerima bahwa, hubungan yang aku dan Dia banggakan dulu tidak akan pernah menjadi bahagia, se-paham2nya Dia tau tentang cinta, aku masih lebih paham darinya, bahwa cinta yang sebenarnya adalah ketika kita hidup bahagia tanpa menyakiti, menyakiti diri sendiri ataupun menyakiti hati yang lain, dan sepertinya kisah ini tidak akan menjadi seperti itu, apa yang Dia lakukan tidak lebih dari mementingkan diri sendiri tanpa perduli dengan orang2 yang menyayanginya.

Aku telah memaafkan.., aku juga akan ikhlas melepasnya, semoga.., Dia melakukan hal yang sama sepertiku, dan saat Allah mengijinkan bertemu lagi, saat itu Dia telah bangga dengan cinta yang Dia miliki, kita bisa berbicara tanpa melibatkan perasaan orang lain, dan tanpa mempermasalahkan apa yang pernah terjadi kala itu.

Ketahuilah..,

Dibalik semua kesedihan yang telah aku berikan, pada akhirnya Dia juga harus mengucapkan terima kasih kepadaku, karena aku.., Dia menjadi wanita yang tidak lemah dan mudah larut dalam kesengsaraan, aku berharap kepadanya yang masih terpuruk dalam kesedihan, berusahalah untuk menjadi wanita yang kuat.

Harapanku..,

Jika tanpaku bisa lebih baik, maka Dia tidak boleh ragu, apakah dengan bersamaku Dia akan merasa lebih bahagia dibandingkan saat sebelumnya, jika denganku hanya menambah beban pikiran dan membuatnya sakit hati lagi, maka jangan ragu untuk melepaskan, aku yakin Dia bisa menjadi orang yang paling bahagia meskipun tanpa aku.

Dia pasti bisa mengatasi masalahnya sendiri, menyelesaikan semua persoalan sendiri, mungkin awalnya Dia akan mengalami kesulitan, tapi lama2 pasti Dia akan mulai terbiasa, karena.., yang paling tau seperti apa beratnya masalah yang Dia hadapi adalah dirinya sendiri.

Tetapkan tujuan hidup, aku tidak mau dengar Dia sudah tidak punya tujuan hidup, jangan menyerah pada keadaan  jika aku bisa melanjutkan hidup, maka Dia juga pasti bisa, menetapkan tujuan hidup membuatnya akan lebih fokus ketika menjalani hari.

Nanti.., andai Allah tidak menakdirkan Dia bersamaku, Dia tetap harus bisa hidup bahagia.

Kata maaf pasti aku terima, tapi saat ini aku akan menghijrahkan hidupku hanya untuk-NYA, saat ini.., mungkin Allah menarikku dari kehidupan nya, memang menyakitkan tapi aku yakin Allah sangat menyayangiku.

Hanya ini yang mampu aku sampaikan, maka tolong, dengarkanlah baik2.., “Aku sungguh2 ingin mengistirahatkan hati.


G@l!p0n9..,
Orang biasa-biasa saja, yang pernah belajar mencintai tanpa putus asa dan pada akhirnya Lelah.

Jumat, 23 Juni 2017

Gila

Blitar, Kamis 22 juni 2017

Ternyata.., aku bukan lelaki yang Dia inginkan setelah sekian bulan bertahan, sampai kapan Dia ber-pura2 bahagia memilikiku padahal disampingnya  ada lelaki lain.., dan pada akhirnya aku lebih sering Dia tinggalkan, Dia tidak sungguh2 menginginkanku, tapi kenapa Dia tidak terima jika aku ingin mengakhiri semuanya..?

Sudahlah, jangan ber-pura2 mencintai aku lagi, aku sudah tidak kuat menjalani kebohongan rasa ini, jika bimbang, pergilah.., biar aku memperbaiki diri dengan status baruku nanti, karena aku sudah belajar sedikit demi sedikit untuk keluar dari hidupku yang penuh kebohongan dan aku pun mengambil sikap untuk menjadikan nyata harapan yang Dia berikan kepadaku.

Tetapi.., hmmm..,

Untuk apa Dia membohongiku..? pertanyaan itu yang sering kali ingin ku lontarkan padanya, kalau Dia benar menyayangiku, tidakkah Dia sadar perasaan seperti apa yang aku dapatkan..? sudahlah, tidak perlu ada yang disembunyikan, aku lebih siap tersakiti dengan kejujuran nya, daripada saat ini merasa bahagia tapi pada akhirnya aku kecewa, karena kalau Dia merasa bahagia denganku, tidak mungkin ada yang lain, bukankah tidak perlu ada yang lain jika yang Dia inginkan adalah aku.

Apakah aku terlalu rendah untuk dirinya..?, aku sudah berusaha untuk selalu mencintainya, tapi, kalau ternyata cintaku tidak ada kepastian dan aku harus menunggu, sedangkan Dia disana masih bersama lelaki itu, sungguh sangat menyakitkan kalau Dia mengambil kebahagiaan lain di luar sana lalu menutupinya dariku jadi ebih baik aku yang pergi, aku takut dengan semakin lama menaruh harapan padanya, aku akan bisa sangat2 membencinya, sungguh.., aku tidak menginginkan itu.

Jika memang Dia masih sanggup hidup dengan lelaki itu, mengapa tidak Dia sudahi saja semua ini..? bukankah ini justru membuat sakit kita berdua..? setauku, kepercayaan itu adalah hal yang paling sulit didapat didunia ini, apakah Dia tidak tau itu..? sekali merusak kepercayaan, orang yang mempercayai kita akan sulit menaruh rasa percaya yang sama besarnya, tidakkah Dia menyadarinya, jika Dia saja tidak jujur pada hal2 yang kecil, salahkah aku jika tidak percaya padanys untuk hal2 yang besar..?

Meskipun akhirnya tidak mengenakkan buatku.., kupikir itu akan lebih baik jika semuanya berakhir dengan kejujuran, karena kita berdua tidak akan ada yang bahagia jika salah satu dari kita tidak ada kesungguhan.

Ketahuilah.., cerita cinta yang aku tulis di blog araya bukanlah drama yang dibungkus oleh kebohongan belaka, aku menulisnya dengan ketulusan hati, dengan logika yang ada tanpa direkayasa, dan jika cinta sejatinya tidak ditemukan pada diriku, aku rela membiarkan Dia pergi bersama kejujuran nya.

Saat2 nofember nanti.., disaat Dia masih dengan ketidak berdayaan nya dan mengharapkan aku untuk tetap menemani kehidupan nya yang masih bersamanya..,

Saat itu..,

Teriakanku akan semakin lantang..! agar Dia bisa mendengarnya dari balik pintu hatiku..!!

Aku cemburu..!! teriakku lantang, tapi, Dia yang merasa tidak berdosa itu tetap saja asyik dengan menjalani kebersamaan disana.

Hey.., kamu..!

Ya.., kamu..!

Kenapa kamu diam saja..?

Dasar tidak punya hati..!!

Kamu tidak dengar, aku cemburu..!

Sekali lagi, dengar baik2, aku cemburu..!

22 tahun lalu, aku sudah cukup bahagia dengan bayangan nya, seberapa lamakah 22tahun lalu itu..? ah, sudahlah.., aku terlalu bodoh, sangat bodoh.., saat itu rasanya aku ingin mati..! dulu, hanya karena  ‘masa lalu’ aku hampir mati, waktu itu hidupku dalam masa penantian yang ternyata sia2, hidup sepertinya tidak adil, dan detik ini benar2 titik terjenuh yang siap meledak, aku lelah dengan semua ini.

Apa benar kata orang..? kalau cinta sejati itu tidak harus memiliki, cinta sejati itu bukan berarti harus bersatu dengan orang yang kita cintai, tapi, cinta sejati itu memastikan orang yang kita cintai terlihat bahagia, meski bukan dengan kita.

Ya.., itu kata orang. memangnya orang2 yang mengeluarkan  kalimat gila itu pernah merasakan apa yang sedang aku rasakan sekarang..?  tidak kan..?

Entahlah, aku harus tertawa atau menangis, dengan teori cinta sejati, mungkin saat Dia baca ini bisa tersenyum lepas, bahkan tertawa ter-pingkal2.

22 tahun lalu, dan Dia bersamaku selama 24 jam non-stop, dan kembali Dia membuatku jatuh.., se-jatuh2nya.., dan sekarang Dia bukan hanya bisa tersenyum, Dia tertawa.., karena berhasil membuatku seperti ini.

Seolah.., bersamaku, hanya pelarian saja saat Dia dalam ketidak nyamanan dalam rumah tangganya, atau hanya sebuah keterpaksaan saja, karena perbuatan kita yang berlebihan waktu bersama 24jam itu,

Dengar, ini untuk terakhir kalinya aku bicara..!! aku memang terlalu membosankan dan rumit, aku banyak menuntut, tapi itu karena Dia memberi semua harapan itu..? kenapa  Dia mau menghabiskan waktu denganku..? enggan berpisah denganku, kebersamaan kita saat itu nyata, Dia lupa, siapa yang menyuruh aku kejakarta..?? Hahaha.., dasar pemberi harapan palsu..!

Mungkin itu kata2 ku yang akan ku ucapkan di bulan nofember nanti..,

Tiba2..,

Teng…teng…teng.., bunyi lonceng  jam dinding kuno milik temanku menambah kekesalan hatiku yang tengah asik menulis, menulis kekesalan hatiku.

Berisik..! omelku..,

Jam dinding  bodoh..! kenapa kamu masih mau bersuara..? kenapa kamu masih mau berputar..? lihat.., Dia saja tidak pernah peduli dengan suara maupun waktu yang aku tunjukkan..! selama lelakinya itu ada disampingnya, Dia tetap akan lupa waktu.., pastinya Dia tidak tuli kan..? kalau Dia benar2 tidak tuli, seharusnya Dia bisa jawab sekarang..! Jawab..! Hmm.., tapi  sampai sekarang Dia masih saja berputar2 ditempatnya, baiklah.., sekarang aku yakin, ternyata Dia  tuli.., omelku.., sambil sesekali melihat kebelakang, takut kalau2 ada temanku yang mendengar omelanku.

Ya.., Allah.., kecemburuan membuat logikaku benar2 mati, hahaha.., aku lupa, kenapa aku bisa benar2 lupa..?  aku bukan manusia seperti Dia, aku hanyalah sebuah buku yang nanti membuat Dia bosan untuk membacanya lagi, hidupku hanya berakhir di rak bukunya yang berdebu, dan aku tidak sanggup menerima kenyataan itu, kenapa Dia lebih suka menghabiskan waktunya dengan cerita komik murahan itu..? apakah itu alasan Dia sehingga benar2 enggan umtuk meninggalkan nya..?

Aku berharap, pada akhirnya..,

Dia membanting komik murahan itu dengan begitu kejinya, kemudian, Dia meninggalkan nya di lantai yang berdebu.

Hahaha.., kali ini aku tertawa untuk buku komik sialan itu, rasakan..! kamu akhirnya tau rasanya dicampakkan, mungkin, sekarang Dia sudah bosan dan melirik buku novel baru.

Dan.., tiba2..,

Bayangan Dia ada  hadapanku, otak ku berhenti berputar, hatiku tiba2 bergetar hebat, sangat hebat, sampai aku lupa apa itu artinya kesendirian selama 22thn, aku pun lupa tentang semua amarahku beberapa menit yang lalu, mungkinkah Dia mau kembali kepadaku..? Ah, sudahlah, lebih baik jangan terlalu berharap.

Entah kenapa, aku merasakan tubuhku bergetar hebat, lembaran2 tentangku tersibak satu demi satu seperti tertiup angin, apa ini..? kenapa aku tidak juga sadar..? aku hanyalah buku bacaan yang membosankan, aku ada bukan untuk didengar tapi hanya untuk dibaca, tapi cintaku kepadanya membuat aku ingin didengar dan dibaca,, tapi itu mustahil, tapi ya sudahlah, yang penting Dia bisa mengerti apa yang ada di dalam diriku, meskipun yang Dia mengerti itu bukan perasanku, karena terlalu rumit memang untuk bisa mengerti perasaanku yang lebih rumit dari buku Fisika, karena akan membutuhkan seribu sudut pandang untuk bisa memahaminya.

Gila..!! ini bloog sudah seperti novel cinta saja, temtang yang pertama juga yang terakhir, yang pertama dan yang terakhir dalam perjalan cinta hidupku, sesungguhnya.., cinta yang paling berkesan itu cinta pertama dan terakhir, huuhh.., mikir apa sih aku ini, Hahaha, belum nikah saja aku sudah gila, bagaimana nanti..?

G@l!p0n9

Minggu, 18 Juni 2017

KISAH

Ini "KISAH" tentang seekor burung dan pemiliknya.

Burung yang cantik, baik perangainya, merdu suaranya, dan penurut kepada pemiliknya.

Tapi sayangnya, pemiliknya bukanlah orang yang cukup baik dalam memperlakukan burung itu, tidak ada perlakuan kasih dan sayang kepadanya, tidak ada perhatian sama sekali untuk merawat burung itu dengan baik.

Pemiliknya hanya membanggakannya saat sudah berhasil memilikinya, membanggakannya ketika berhasil mengalahkan orang2 yang juga ingin memilikinya, hmm.., sayang.., hanya sebatas itu kebanggaannya.

Setelah itu, pemiliknya tidak peduli.., tidak peduli saat burung itu sedang tidak baik2 saja hatinya, tidak peduli saat burung itu lelah dan jenuh dengan kehidupan nya dan lambat laun keindahannya pun memudar dan tidak akan ada yang menginginkannya lagi.

Dan mungkin di-saat2 itu pemiliknya berniat untuk melepaskannya.

Tapi semua sudah terlambat..?

Tidak ada gunanya.., burung cantik itu tidak akan sama seperti sebelumnya, dan tidak akan ada lagi yang menginginkannya, tidak ada yang peduli, sampai kemudian burung itu mati.

Ini nasihatku untukmu..;

Seandainya pemilikmu bukanlah yang sekarang, mungkin ceritamu akan berbeda.

Simpan penyesalanmu karena telah salah memilih pemilik.

Jika suatu saat keindahanmu memudar dan pemilikmu sudah tidak menginginkan kamu lagi, atau dia sudah pergi meninggalkan kamu untuk selamanya, tetaplah menjadi yang ter indah bagi dirimu sendiri dan terbanglah bebas kemana pun kamu suka hingga perjalanan hidupmu usai.

Cerita diatas adalah salah satu, dari sekian banyak gambaran hidup seorang yang hidup didunia ini, manusia yang tegar dalam kesedihan nya, manusia yang teguh menghadapi kebimbangan nya, demi satu keyakinan yang dibawanya, bersyukur dan ikhlas untuk apa yang sudah di takdirkan untuk dirinya.

Hai kamu yang disana, apa kabarmu..?

Apa saat ini kamu masih ada dalam dekapan nya ataukah kamu sedang di dekap sepi..?

Bagaimana juga dengan keadaan pemilikmu..?

Semoga saja dia sudah tidak sia2kan apa yang sudah diberikan untuknya.

Aku selalu berdoa untuk itu, agar kamu bisa merasakan bahagia.

Kemarilah sebentar, tanpa perlu aku mengingatkan, kamu pasti masih mengingat rencana awal kita, entah apa yang kamu rasakan saat bangun dari tidurmu dan melihat tanggal di   kalendermu, helaan nafas panjang.., ataukah senyuman yang merekah..? seakan tidak terjadi apa2, hanya kamu yang mengetahuinya, sejak kita memutuskan berbalik arah dan tidak saling menoleh lagi, pernahkah sekali waktu, bahkan sedetik saja, masihkah kamu memikirkan kita..? memikirkan jalan yang pernah kita lalui dengan suka cita penuh cinta..?

Memikirkan apa yang sudah kita rencanakan lalu kamu memburamkan nya..?

Santai saja.., bernafaslah dengan perlahan, jangan terlalu diburu dan terlihat emosi, aku sudah tidak berharap lagi kepadamu atau menginginkan kamu lagi di hidupku, karena sekarang kamu sudah menempati tempat tersendiri di hatiku. Iya, di dalam hatiku, ruangan kecil yang selalu aku gunakan untuk menyimpan hal tentang kamu, kamu tidak akan aku buang karena kamu akan tetap berdiam di sana, tertutup rapat dan tidak akan pernah ada yang tau, bahkan oleh malaikat sekalipun, selain hanya Allah.., tuhanku, dan Dia adalah tuhanmu juga.

Biarkan aku bercerita tentang beberapa hal padamu.., tidak perlu kita berharap bisa bertatap muka lagi, aku juga enggan membuka pintu hati ini, berdiri saja kamu di belakang pintu hatiku, karena aku juga akan melakukan hal yang sama.., duduk di depan pintu hatimu, dan aku akan menceritakan padamu dengan suara yang sedikit lebih kencang agar kamu bisa mendengarkan aku dari balik pintu.

Kamu adalah sosok yang baik ketika awal pertemuan kita, membuatku merasa seperti berkaca, aku seperti melihat sosok diriku sendiri dalam sapamu, perhatian kecilmu kala itu seakan membuatku lupa bahwa aku baru saja kembali menjadi seorang manusia yang sempurna.

Kata2mu membuarku tersadar dari anganku selama ini, seakan tidak ada lagi masa lalu yang membelengguku, yang aku lihat hanya secercah harapan dalam matamu, ya, harapan yang kamu tawarkan sejak awal kita berjabat tangan.

Kamu menjadi sosok yang paling aku banggakan, aku tidak pernah kekurangan kata dan kalimat untuk membanggakanmu, selalu membanggakanmu di depan semua orang yang menanyakan tentangmu, tidak pernah habis kata2ku setiap aku menceritakanmu pada mereka, bahwa berada di sisimu, membuatku merasa menjadi lelaki paling beruntung karena telah dipilih olehmu.

Saat itu aku merasa, bahwa Allah sudah menjawab doa2ku dengan mengirimkanmu sebagai wanita yang yang akan selalu menemani perjalananku.

Kamu.., ya.., wanita itu, kamu..!

Kebersamaan kita, detik demi detik hingga bulan demi bulan kita lalui dengan sangat baik, walaupun ada tangis tetapi kita masih dalam keadaan yang baik2 saja, tidak perlu aku menjelaskan satu per satu, aku rasa, otakmu masih sangat cukup untuk menyimpan memori, bagaimana selama ini kita menjalani kisah ini.

Tapi entah.., kenapa sekarang memori itu sudah tidak bisa terbaca olehku, mungkin sudah kamu cungkil dan kamu keluarkan dari otakku.

Ahh.., tapi sudahlah.., ada atau tidak adanya memori itu sekarang, yang jelas, kamu tetap bisa memungkirinya, kamu sudah menemukan batasanmu, dimana kamu sudah tidak sanggup melangkah lagi untuk menerjang badai itu, batasanmu telah sampai pada titik nadirnya.

Entah.., apa yang sedang kamu lakukan di sana sekarang..? di duniamu sekarang, di duniamu yang tanpa aku, di duniamu yang mungkin sudah lebih hangat dengan dekapannya, di duniamu yang bisa jadi lebih tenang dengan tawa bahagia, ataukah.., sekarang dunia barumu masih dipenuhi dengan penyesalan yang coba kamu enyahkan..?

Ketahuilah.., aku hanya sesosok manusia biasa yang sudah terlanjur tenggelam dalam angan2 sebuah momen sakral, aku memang sudah tercebur dalam kubangan impian indah yang sudah kamu buatkan untukku, selama beberapa ratus hari terakhir kebersamaan kita, aku memang masih berada di dalam kubangan itu, aku belum mengeringkan diriku yang  terlanjur basah dengan impian dan harapan indah yang sudah kamu buatkan untuk ku.

Saat ini..,

Memang harus aku akui.., satu minggu terakhir ini memang minggu terberat yang harus aku lewati, hari2 dimana saat siang aku bisa tertawa kencang bersama temanku tapi malamnya aku merasa sepi, hingga harus berakhir dengan ctm agar aku bisa tertidur pulas.

Aku tidak malu harus mengakui ini padamu, bahwa kamu menjadi penyebab utamaku merasa sesak yang teramat sangat di dada. Iya, sesak ini memang semakin menjadi di malam ini, aku masih tidak percaya kenapa kamu sejahat ini kepadaku, kamu pernah menyakitiku dimasa lalu, dan mengulanginya, dengan membuat kecewa dimasa sekarang, masih tidak merasa kah kamu akan itu.

Ya.., kamu benar.., kita berjodoh diakhirat saja.., kata2 itu sampai sekarang tidak bisa hilang dari kepalaku, ternyata kamu tidak membutuhkan aku didunia ini, dan meskipun seperti itu aku merasa tersanjung dengan kata2mu itu.

Tapi.., sekali lagi, tenang saja, aku menulis ini bukan untuk memintamu kembali dalam hidupku, tetaplah pada pilihanmu, tetaplah disana untuk merangkai kisah sendiri, kisahmu dan dia.

Kebencianku.., menginginkan, jangan pernah kembali karena aku juga tidak akan memintamu kembali, aku juga tidak akan memaksa diriku untuk segera menyembuhkan lukaku, biarlah waktu yang akan mengobati semua luka ini dengan sendirinya, dan percayalah.., aku akan berbahagia dengan pilihan yang sudah kamu pilih. karena sebelum menemukanmu aku selalu berdoa untukmu, berdoa untuk kebahagiaanmu.

Malam ini, sejenak terbersit di benakku, iya, seharusnya aku lebih mengalah lagi menghadapi kepalsuan cintamu, tapi aku juga tidak pernah menyesali apa yang sudah terjadi, apapun yang terjadi sekarang, aku rasa Allah sangat sempurna merancang skenarioNya untuk hidupku, menunjukkan segala sesuatunya dengan cepat dan tepat.

Kamu memang belum mau meninggalkanku dan juga bukan salahku untuk memilih pergi, karena aku sudah salah meletakkan kepercayaan dan harapan sepenuh hatiku pada wanita sepertimu, jadi, berbahagialah dengan pilihan hidupmu ini, semoga kerikil yang ada dijalan hidupmu tidak menjadi batu kokoh yang bisa menghalangi bahagiamu di masa2 nanti.

Kamu membuat aku bertanya kamu buat aku mencari tentang rasamu, rasa yang tidak bisa aku mengerti, tapi didalam batin aku mencoba untuk tetap menata hati ini, berusaha melihat realita agar aku tidak merasa terlampau sedih dengan kisahku ini.

Iya.., benar, aku memang hanya saudara atau mantan bagimu, tapi aku masih memiliki perasaan padamu dan aku bahagia atas komunikasi kita kembali, entah itu hanya karena kamu merasa bosan disana, atau sekedar ingin ada teman berbicara, aku akan mencoba tidak merasa ge-er, mencoba tidak berharap lagi padamu, karena aku berusaha mempertegas pada diriku sendiri bahwa aku hanya sekedar saudara bagimu.

Yaa Allah.., hentikanlah aku menjadi orang bodoh yang masih terus menyimpan perasaan padanya dan mengharapkan nya disaat semua keadaan tidak memungkinkan, aku tersadar, ternyata benar apa yang sudah bathinku peringatkan pada awal tadi,  tetap menata hati untuk tidak berharap banyak padamu,

Hal ini sudah terbukti sangat kuat, terbukti dari kamu yang sudah ada yang memiliki, dan aku harus sadar diri, aku ini bukan siapa2, hanya cinta masa lalumu dan seharusnya aku sudah sangat bersyukur masih bisa berkomunikasi denganmu tanpa mengharapkan yang lebih dari itu.

Banyak hari berlalu, peristiwa terlewati dan terlewatkan. semakin lama seharusnya aku semakin terbiasa dengan kenyataan, tetapi selalu ada yang tertinggal, suatu yang tidak akan pernah berubah, sebuah kisah untuk selamanya.

Dan kisah ini akan terbawa, menjadi sejarah kehidupanku..? sekedar mengingatkan, bahwa pada suatu waktu pernah ada sesuatu yang cukup berarti terjadi di sini.., di Blog ARAYA, dan blog ini akan bertambah indah seiring waktu, bertambah berarti dan berharga, sejarah hanya pengingat, bahwa sesuatu itu sudah berlalu, benar2 berakhir dan tidak ada lagi kisah ini, hanya tinggal kenangan yang cukup berharga untuk diingat.

Seperti itulah aku mengadakanmu saat ini, kamu akan selalu tetap ada di sini.., di hatiku.., dan blog Araya ini akan tetap hadir, hanya untuk sekedar mengingatkanmu bahwa sesuatu tentangmu pernah terjadi disini.., dan itu
pun sudah berlalu, tetapi kenangannya tidak akan benar2 pergi.


Aku hanya ingin tidur panjang sejenak dan bangun ketika Oktober berlalu, karena saat itu mungkin aku sudah benar2 hilang dari kehidupanmu.

~ SELESAI ~


G@l!p0n9

Jumat, 16 Juni 2017

Terlalu Bodoh



Mungkin, dari awal memang aku yang salah karena terlalu cepat percaya diri bahwa perhatian yang Dia beri padaku adalah bentuk perasaan cintanya, tanpa aku tau bahwa itu hanyalah sebuah perhatian kasih sayang dari seorang saudara, jadinya aku yang salah, terlalu berharap bahwa kita bisa menyatu.

Aku tidak mengerti apa yang terjadi padaku saat dipertemukan kembali dengan Dia, lebih tepatnya pada kita, mengapa rasanya semua berjalan begitu cepat, tiba2 saja Dia sudah menyita seluruh isi pikiranku, kehadiran nya di sampingku selalu kuharapakan, kita mulai dekat, bercanda, juga tawa, Dia membawa perasaan lain di hatiku ketika aku menatap matanya, berbicara dengannya, bercinta dengan nya, perasaan yang benar2 membuatku nyaman, membuatku tidak ingin beranjak dari sisinya sedikitpun.

Hidupku menjadi terasa berbeda karena kehadirannya hitam dan putih yang biasanya mengisi hari2ku terasa lebih berwarna, lebih hidup ketika Dia hadir untuk mengisi ruang kosong di hatiku yang pernah Dia huni di masa lalu, dan perasaan ingin memilikinya tumbuh lebih cepat daripada yang kuduga.

Aku merasa tersiksa karena perasaan ini, sebisa mungkin aku berusaha untuk menyanggah perasaanku padanya, berusaha menghindari perasaanku sendiri. tapi semua sia2 karena Dia tetap hadir tanpa lelah menghuni hatiku.

Dan, tiba2..,

Aku merasa takut dan khawatir akan kehilangan sosoknya, tidak bisa kubayangkan apa yang terjadi jika aku harus pergi dari hidupnya, aku sulit jauh darinya, aku heran apa yang menyebabkan aku takut kehilangan yang bukan milikku..? Salahkah aku dengan perasaanku.

Entah mengapa aku merasa bahwa Dia tidak sejalan dengan yang aku rasa, perasaan kita berbeda tentang kelanjutan hubungan ini, Dia memburamkan janji2 itu.

Apa yang salah dariku..?

Mungkinkah Dia tidak mengerti sedalam apa perasaanku, jadinya Dia hanya mengabaikan ketulusanku dengan memburamkannya.

Salahkah aku tetap berharap pada setiap air mata yang menetes untuknya..?

Salahkah aku memiliki perasaan ini..?

Saat ini.., aku dalam keadaan yang tidak baik, aku kembali terkoyak seperti 22 tahun lalu, hampir aku menyerah jalani hidup ini, aku berfikir Dia lah puncak kebahagiaanku, aku berfikir Dia tidak akan menyakitiku seperti perempuan2 itu, bodoh.., ternyata aku salah, Dia mengajakku berjalan ke puncak gunung, (yang kata nya), menerjang badai, susah senang bersama, tapi nyatanya..? Nyata2 Dia berhenti ditengah jalan, tinggalkan aku, menyuruh aku menunggunya dan Dia bilang ini jalan yang terbaik demi anak2, hmmm.., untuk anak2 ataukah untuk lelakimu..?

Hey..! Sadarlah..! Ini menyakitkan dan benar2 menyakitkan untukku, ini bukan yang terbaik untuk ku sama sekali BUKAN yang terbaik.

Ya Allah..,

Tolong.., tolong bantu aku menuju jalan pulang, aku tersiksa menatapinya dengan dia, karena topeng belas kasihan, ternyata.., hukum alam bekerja sempurna. kita membuat janji2 itu dan Dia juga yang melupakanya, karena Dia tidak mau berajak sedikitpun dari tempatnya.

Ah sudahlah.., mungkin Dia lagi puber dan mungkin saat ini masa2 pubernya telah usai, sungguh ini sakit, kalau saja memory otakku bisa di ganti seperti memory card pada HP, mungkin aku tidak seterpuruk ini, Dia berhasil me-robek2 perasaanku, aku kira Dia sudah berubah, karena katanya sudah menemukan cinta sejatinya, tapi ternyata.., tetap saja Dia mencabik-cabik perasaanku, dengan cara yang lain bahkan lebih menyakitkan.

Dia sembunyi dari keadaan..,

Lucu ya.., setelah banyak hal yang aku lalui, setelah aku termakan oleh janji yang aku buat dengannya, dan tiba2 Dia memburamkan nya, hmmm..,

Saat ini..,

Disini aku masih menyusun kepingan hatiku yang berhasil Dia pecahkan, dan.., semoga Dia sudah tertawa bahagia disana.

Kadang aku merasa begitu tolol mengemis cinta padanya, tetap mengharapkannya walaupun itu sia2, dan bodohnya aku, masih saja aku mengeluarkan air mata untuknya, masih saja di sudut2 otak ku ada Dia, aku bukanlah orang munafik yang suka membohongi diri sendiri, dan jujur aku belum bisa melupakannya.

Kini, masih bisakah aku menaruh harapan yang tidak kunjung menjadi nyata..? aku baru menyadari bahwa Dia begitu sulit kuraih, begitu jauh dari genggaman tanganku, aku harusnya menyadari posisiku saat itu.

Entah, telah berbagai cara untuk membencinya, tapi aku gagal, aku masih tidak percaya, atas berakhirnya kisah ini. aku lelah.., akan selalu lelah menunggu.., menunggu sesuatu yang tidak pasti.

Tapi..,

Tenanglah.., tidak usah khawatir, aku bisa memendam perasaan ini, karena jika aku menjelaskannya pun Dia tidak akan pernah bisa mengerti, semua akan menjadi sia2, aku akan berusaha untuk melepaskan semua harapanku kepadanya, aku akan berusaha mengubur sisa2 rasa bahagia ini dalam dasar hatiku, seperti dulu, agar tidak ada seorangpun yang bisa mengambilnya, agar Dia mengerti betapa besar aku berharap.

Dan..,

Tidak usah Dia ajari aku bagaimana cara merindukannya, aku lebih tau itu.., juga tidak perlu Dia ajari aku bagaimana caranya melupakannya karena saat ini hari2ku lagi sibuk memunguti serpihan hatiku, dan pastinya Dia juga tau kalau aku berbohong kalau aku dengan mudahnya bisa membenci dan melupakannya, selamanya aku tidak akan bisa, dan Dia pasti tau kalau aku selalu sulit lepas dari bayang2 tentangnya.

Dan, sekarang..,

Menjauhlah.., jangan dekati aku lagi, aku tidak ingin perasaan ini terus-menerus mengiringiku tanpa bisa menjadi nyata, aku lebih memilih untuk dekat dengan sepi dan luka dan aku yakin Allah ada didalam jiwa2 yang terluka, biarkan aku sendiri yang mengobati hatiku, karena aku lebih mengerti diriku.

Terima kasih untuk luka yang Dia beri, kisah ini terbuang sia2.., tapi jangan dulu mengira aku tidak bisa melupakanmu, suatu saat nanti.. aku yakin dengan perlahan-lahan.., "waktu dimana aku bisa melupakanmu pasti datang.

Maafkan aku karena sudah terlalu berharap.

G@l!p0n9

Minggu, 11 Juni 2017

seribu langkahku


Perjalananku kali, aku beri judul "seribu langkahku", bukan langkah seribu lohh.., karena saat ini aku sudah tidak lagi ingin berlari.., berlari dari kebohongan hidup, karena aku sudah tidak sanggup membohongi diriku sendiri, aku akan menapaki langkah demi langkah alur cerita hidupku ini tanpa di-buat2 lagi.., dan aku bukan hanya asal memberi judul, tapi aku hanya ingin membuat perjalananku kali ini penuh dengan cerita yang kelak bisa aku bagikan kepada orang2 yang mau mendengarkan cerita sederhana yang aku tulis di blog ini, "araya"

Jumat kliwon, bungur asih 10 juni 2017

Perjalanan kali ini kuawali dengan menjadikan "inter" sebagai teman dalam perjalanan meraba malam, aku menyebutnya inter, karena merupakan merk dagang rokok, sejujurnya ini adalah pembuktian terbalik dimana dulu, aku sempat pernah membenci asap rokok, dan temanku bilang kalau dunia begitu sempit bagi orang yang tidak merokok, dan buatku ini membuktikan adanya firman Allah boleh jadi yang engkau benci adalah yang baik bagimu, dan apa yang engkau suka itu jelek bagimu, Tuhanmu Maha Mengetahui , kurang lebih seperti itu kalimat yang aku ingat, dan sebagai landasan dalam menjalani hidup, kita boleh membenci sekedarnya saja.., boleh menyukai, tapi jangan berlebihan.., kemudian aku simpulkan pandanglah hidup dari segala sudut agar tidak picik pandangan, kunyah.., tela'ah.., bukan menelan nya mentah2, agar kita tidak menjadi orang yang fanatik.

Pemikiranku yang kedua adalah memahami kemampuan diri, aku ingat kalimat kalau orang lain bisa sukses, kita juga bisa. , jangan tunggu lama2, kesempatan ini hanya datang sekali dalam hidup anda , aku hanya mesem bahkan ingin ngakaak..,  o..alah.., kalau orang lain sukses kita juga bisa..?, yadi tela'ah dulu, kesuksesan kita bukan seperti kesuksesan mereka, tapi aku juga tidak berhak untuk mengartikan sukses seperti yang disangkakan itu. dan kesempatan itu memang datang sekali, hanya pada saat itu, tapi hidupkan terus berjalan, menjalani saat2 lain akan juga memungkinkan kita untuk menemui kesempatan.., peluang.., sandungan dan lobang yang mengharuskan kita untuk menjadi lebih baik.

Kembali ke Rokok..,

Rokok memang dibuat oleh manusia.., tapi tembakaunya adalah ciptaan Allah yang pasti mengandung manfaat, dan bagiku.., rokok bisa menjadi alat mengenali diri dalam perjalanan mengenal Diri, mengenali Aku untuk menuju Aku.

Dan, pada akhirnya.., aku bertanya,

Bersediakah engkau rokok.., untuk menjadi temanku..?, teman dalam perjalanan hidupku..?

Dan rokok pun meng iyakan nya.., wkwkwkwkwk.., aku tertawa mendengar jawaban nya, aku tidak menyadari ternyata rokok selama ini lebih setia menemani hari2ku.

Sebelum aku mulai bercerita.., aku akan memberitahukan suatu hal..,

Kalau kamu tau suatu perjalanan seseorang hanya dari sekedar cerita, itu seperti kamu baru membuka lembar pertama dari sebuah buku petualangan, aku tidak ingin pergi ke suatu tempat untuk berjalan melihat sesuatu lalu ber-foto2.., dan sekedar berwisata, aku hanya ingin terus bergerak, merasakan suasana baru, bertemu orang2 baru, mempelajari hal baru, melihat hal2 yang belum pernah aku lihat, merasakan apa yang belum pernah aku rasakan, mempelajari apa yang pernah terjadi di suatu tempat, dan karena itulah aku melakukan perjalanan ini.

Ada masanya aku jenuh saat melakukan perjalanan, tidak ingin bicara atau bosan melihat pemandangan yang terus berganti tapi aku tetap tidak dapat menebak apa yang ada di luar sana, dan.., lalu.., apa itu bisa membuatku teralihkan dari permasalahan hidup..?, sepertinya tidak.., dan tidak akan pernah bisa, kita dilahirkan didunia ini memang untuk mengarungi lautan masalah kehidupan dan diharapkan nantinya kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan tangguh, karena sudah belajar dari masalah itu sendiri.

Wah.., aku jadinya ber-lama2 di warkop ini, sampai2 tidak fokus dengan tujuanku semula.., "mbolang"

Malam yang cerah.., setelah menitipkan motor ditempat parkir, aku langkahkan kaki ini menuju terminal bus bungur asih, , tadi siang waktu kerja aku sudah putuskan untuk naik bus jam 23.00 saja supaya sampai di Semarang belum begitu siang.

Sesampainya di terminal, alhamdulillah.., sambil menghela nafas aku langkahkan kakiku masuk kedalam terminal, aku menatap  jam besar di peron terminal,  tas kesayangan aku selempangkan, sedangkan tangan kananku membawa  Green Tea, yang kupilih sebagai teman dalam perjalananku nanti, pengeras suara di terminal terbesar di jawa timur ini, memberitahukan keberangkatan bus2, dan tidak beberapa lama kemudian bus sinar mandiri jurusan semarang datang dan membawaku menjelajah pantai utara jawa.

Aku sudah duduk manis di dalam bus, botol Green Tea aku taruh di sudut kursi tempatku duduk, bus mulai melaju, saat ini aku begitu malas karena pemandangan di luar jendela sangatlah gelap, disampingku duduk bapak2 yang sepertinya enggan untuk sekedar basa basi denganku, aku pun larut dalam sebuah angan, angan yang mengingatkan aku bahwa paling tidak.., atau mungkin sekali, aku pernah bermimpi atau mengalami hal seperti ini.., persis seperti 5 tahun yang lalu.

Berangkat pukul 23.40 WIB mengantarkanku ke Semarang dengan harga tiket Rp.60.000, perjalananku dimulai dimana aku hanya ditemani tas dan green tea, aku memilih duduk dibelakang bseorang ibu2 yang ditemani oleh lelaki yang mungkin itu suaminya, atau mungkin..?, kekasih gelapnya.., dimana tangan lelaki itu merangkul ibu itu, tampak mesra sekali mereka berdua, sedangkan aku.., hanya duduk sendiri, hmmm.., sungguh kasihan diriku ini.

Di luar sana gelap dan kondisi ku masih mengantuk, mungkin sebaiknya aku tidur dulu, karena perjalanan masih panjang.

zzzzz...zzzz..zzz..,

Pemandangan lampu berkelebat di luar jendela busku, lalu bus berhenti di sebuah terminal, entah sudah sampai kota mana.., tidak ada yang tau kisah ini akan seperti apa, penumpangnya seperti apa, jarak sejauh apa yang nanti aku tempuh, entahlah..,

03:15..,

Aku menyesap tetesan terakhir Green tea yang hampir kulupakan karena terlalu larut dalam tidurku, hanya ini yang ada untuk sahurku, seharusnya aku bisa membeli roti untuk makan sahurku, tapi kenapa tidak terfikirkan olehku.

Kembali ke anganku..,

Jauh dari kehidupan normal ada harga yang harus dibayar untuk kebahagiaanku demi bisa hidup bersamanya, semua itu harus berubah ketika persaudaraan kami meminta lebih, yaitu kebersamaan selamanya, insya Allah aku bisa memberikan itu, karena aku mulai menyadari bahwa hidup ini bukan hanya milik seorang yang mampu membeli kebahagiaan, aku tidak akan membeli kebahagiaan, tapi aku akan merengkuhnya dengan tanganku sendiri, kebahagiaan tidak semahal yang disangkakan orang, cukup dengan kemauan.., niat yang baik dan dengan ridho ilahi kita akan mendapat kebahagiaan yang hakiki. 

Aku memandang pemandangan kota semarang yang mulai berkelebat di luar jendela, suasana pagi sedikit menyejukan hati, mulai terlihat lalu lalang orang yang memulai aktifitas harian nya, juga tidak luput dari pandanganku sepasang muda mudi berseragam kerja  saling bergandeng tangan, ada bahagia di wajah mereka.., mungkin menunggu angkot yang menuju ketempat kerja mereka, entah sampai kapan mereka akan seperti itu..,

Baik2lah kalian.., kataku dalam hati sambil menghela nafas, mereka mungkin kadang menampakkan diri dan ingin mengatakan kisah yang belum diketahui orang, memaparkan kisah cinta yang pilu dengan jawaban yang tidak pernah tersampaikan, menunjukan wajah2 bahagia walau dalam kesedihan, menceritakan dengan bahasa2 sendu dari beragam kisah cinta yang dialaminya.

Sepertiku saat ini, aku merasa masa2ku sudah habis.., moment2 bahagiaku sudah terlewati.., cukuplah kisahku ini.., kini menjadi kisah mereka, kalaupun suatu hari nanti mereka bersinggungan karena sepatah dua kata yang mereka sampaikan, itu nantinya akan menjadi kisah dari hidup mereka sendiri, bukan lagi seperti kisahku yang telah tiada.

Setelah kira2 hampir 5 tahun lamanya aku tidak berkunjung ke semarang, kota yang begitu panas kata orang, tapi kataku masih panas dan gersang surabaya kok', saat kuputuskan untuk ke Semarang, alhamdulillah bulan puasa ini bertepatan sekali dengan jatah libur cutiku, angankupun mulai ber-main2 teringat bagaimana keadaan kota Semarang kala itu.

Sepanjang perjalanan, kulewati lebih banyak tidur, sekedar membuang waktu karena duduk selama hampir -+ 7 jam membuat kaki terasa kaku, dan sesampainya di Semarang alhamdulillah.., temanku sudah ada di luar untuk menjemputku, dan membonceng aku dengan motor menuju rumahnya, seorang teman.., tepatnya teman sekelasku waktu kita sama2 bersekolah di STM.., di tengah malam yang cukup lengang, masih ku ingat di masa2 lampau.., ketika aku selalu menjelajah malam di kota semarang sekedar untuk membuang rasa bosan di rumah temanku ini dan masih ku ingat juga seandainya saat itu aku mengendarai sepeda di kota surabaya pasti jam segitu masih rame tidak selengang kota ini, tapi begitulah Semarang, kota provinsi jawa tengah yang belum juga beranjak ke perkembangan.

Aku lalui hari pertamaku di Semarang dengan motor pinjaman temanku, hari yang cerah dan kuhirup udara yang terasa segar di hari ini, aku berencana untuk dua hari saja di Semarang, setelah itu minggu malamnya langsung pulang ke surabaya karena esok harinya aku harus standby dirumah karena urusan pekerjaan..

Hari ini ku lalui dengan mengunjungi tempat2 yang dulu sering aku kunjungi sewaktu aku di Semarang, melihat indahnya kota Semarang dari bukit gombel, jalan2 ke bukit cinta... bener2 suasana yang telah hampir lima tahun terlupakan, dan saat ini ada di depan mataku, kembali membuatku terhempas ke saat2 lampau, masih banyak lagi tempat yang akan kukunjungi dan kucoba untuk menggali lagi kenangan2 lima tahun lalu.

Setelah puas jalan2 hari ini, aku kembali kerumah temanku, membersihkan diri terlebih dahulu sebelum mencari makan malam untuk berbuka di daerah simpang lima, malam ini, malam minggu dan aku keluar bersama mba win kakak temanku, setelah adzan maghrib berkumandang aku sama mba win menyantap nasi kucing, aku menyantap nasi teri sambal ijo, sate baso goreng, sama tempe goreng kesukaanku + teh manis hangat, sedangkan mba win makan nasi ayam rica, sate telur puyuh + teh manis hangat.

Makanan ini sangat murah meriahhh.dengan harga Rp.15.000 untuk dua porsi, setelah makan, aku lanjutkan sama mba win jalan2 dan aku mencoba wedang ronde, hangat dan enak hemmmm.., setelah puas jalan2 aku memutuskan kembali kerumah, sepertinya mata ini sudah tidak bisa menahan kantuk.., mungkin karena seharian ngebolang.., sampai dirunah temanku.., tanpa basa basi.., tanpa ada cengkrama.., aku langsung nyungsep dikursi.

zzzz..,zzzz..,zzzz...,

Minggu 11 juni 2017..,

Alarm jam berbunyi jam 6 pagi.., aku bergegas mandi dan membereskan barang2 yang harus aku masukan kembali kedalam tas, setelah rapi semua aku langsung bergegas keruang tamu untuk sekedar berbincang dengan temanku, di situ juga ada isterinya yang lagi gendong anak nya yang lagi rewel, setelah bicara ngalor ngidul tiba saatnya aku pamit ketemanku untuk kembali pulang ke surabaya.

Hari minggu ini, hari keduaku di semarang.., keluar dari rumah temanku pukul delapan, aku sengaja tidak mau diantar ke terminal karena aku akan mampir dulu ke tempat yang belum pernah aku kunjungi, yaitu; masjid agung jawa tengah, tapi sebelum kesitu aku akan sempatkan mampir ke lawang sewu untuk sekedar bernostalgia dengan hantu2 penunggu disana.

Ok.., lanjut..,

Minggu ini tempat pertama yang akan aku kunjungi adalah lawang sewu.., dan untuk menuju kesana cukup menggunakan bus kota, turun dari bus.., setelah itu jalan kaki sebentar ke arah balai kota sampailah di gedung lawang sewu dan cukup hanya dengan membayar tiket masuk sebesar 20ribu, melihat gedung lawang sewu ini aku merasa takjub, orang belanda begitu hebatnya bisa membangun gedung yang sedemikian kokoh, pintu2nya terbuat dari kayu yang begitu kokoh, berada dilawang sewu seperti berada di jaman belanda, itu karena bentuk bangunannya, selain itu disini juga ada museum kereta api, kereta api dari jaman dulu ada disini.

Suasananya sepi.., mungkin karena bulan puasa, beberapa rombongan mulai berdatangan, dan diantara beberapa rombongan, ada rombongan yang orangnya terlihat ramah, ada tiga orang yang ternyata mereka dari kota gresik, akupun ikut dengan mereka menyusuri setiap sisi gedung, gedungnya ada 3 lantai tetapi ada juga lantai paling  atas, yang katanya dulu dijadikan sebagai tempat penyimpanan makanan, ada ruang bawah tanah yang dijadikan untuk ruang tahanan.

Ruang bawah tanah lawang sewu penuh dengan cerita mistis, tapi kalau aku berkunjung kesini hanya untuk melihat bekas2 sejarah bukan untuk niat2 yang lain.., jejak sejarah di ruang bawah tanah ini ceritanya sungguh sedih dan memilukan, sebelum meninggalkan ruang bawah tanah, aku sempatkan kirim doa untuk mereka yang meninggal ditempat ini.., semoga mereka diberikan tempat yang terbaik disisi sang pencipta, dan semoga arwah mereka tidak lagi gentayangan disini..,

Memangnya tidak capeek apa, mereka gentayangaan teruuzz..,

Sebelum meninggalkan Lawang sewu, aku sholat dzuhur dulu di musholla yang berada di sudut gedung, dan tujuanku selanjutnya ke masjid agung jawa tengah, dan untuk menuju kesana setelah bertanya ibu2, aku naik angkot warna merah turun didepan indomart dan setelahnya karena masih jauh aku naik becak.

Sampai di masjd agung hal yang pertama aku lakukan adalah naik ke menara, cukup membayar 10ribu aku bisa melihat pemandangan masjid agung dan kota semarang dari atas menara, aku berucap "maasya Allah, betapa aku merasa kecil karena melihat hamparan kota yang luas", aku ber-lama2 dimenara ini, aku lihat ciri khas masjid agung jawa tengah ini terlihat dari adanya kubah bersusun menyerupai Masjid Demak dan Masjid Kudus.., dan setelah puas melihat pemandangan kota semarang aku turun ke lantai 3 dan 2, disini ada museum penyebaran islam di jawa tengah.

Adzan ashar sudah terdengar, waktunya aku menunaikan kewajiban untuk memenuhi panggilannya, aku tidak pernah membayangkan bisa sholat di masjid terindah seindonesia ini, dulu aku cuma sekedar lewat saja di jalanan depan masjid dan sekarang.., aku bisa sholat dimasjid ini. Masya allah.., subhanaallah..,

Dalam hati aku berdoa "ya allah semoga kelak aku bisa sholat di masjidil haram di makkah dan masjid nabawi di madinnah.., aku juga tidak lupa mendoakan almarhum bapak, ibu dan anak2 ku yang ada dirumah, saudara2 dan sahabat2ku, tidak lupa aku selipkan doa "semoga kelak aku bisa kesini lagi tapi dengan seseorang yang spesial yang selalu aku sebut dalam doa2 ku", yaaa.., kenapa harus ada bagian ini, tapi biarlah.., mungkin lagi baper.

Setelah puas keliling masjid aku ingin ketempat yang aku datangi kemaren dengan mba win.., lapangan simpang lima, aku menunggu buka puasa disini saja sambil jalan2 sore, simpang lima semarang merupakan pusat kota semarang, disini ada 5 persimpangan, ada lapangan besar yang biasa disebut alun alun, dan disepanjang jalan ada banyak warung kuliner.

Ramai sekali minggu sore ini, mungkin mereka sama sepertiku.., menunggu waktu berbuka puasa sambil jalan2 sore, tapi karena cuaca kurang bersahabat, aku wisata kuliner saja, sekalian berbuka puasa, dan nantinya setelah sholat maghrib dan isya aku lanjut ke terminal bus.

Demikianlah perjalananku.., tepat jam 20.00 lengkap sudah perjalananku mengobati rasa rindu kota ini, kurasa sudah saatnya aku harus kembali ke dunia nyataku, tidak baik rasanya ber-lama2 dengan me-nari2 bersama kenangan masa lalu.., tepat jam 20.00 bus Jaya Utama membawaku kembali ke surabaya.


G@l!p0n9

Rabu, 07 Juni 2017

Apa yang sedang kamu fikirkan hedi..?

Saat, ketika aku sedang memandangi suasana dalam kereta malam, dari pasar senen tujuan pasar turi surabaya sejuknya AC membuat ku terkantuk kantuk seperti orang2 yang ada di dalam gerbong ini, dan pada saat itu, dia datang menghampiriku dengan sejuta pesonanya, wajahnya yang sangat cantik dan senyumnya yang sangat manis terasa sangat akrab dalam memoriku.

"Apa yang sedang kamu fikirkan hedi..?" tanyanya.

Entahlah..

Wanita seperti apa yang kau harapkan hedi..?" katanya.

Hmmm.., Setidaknya ada bayangan seseorang atau beberapa orang teman.."

"Hmm??"

"Mungkin,..  Yang cantik dan cerdas, ramah, lembut, pandai menyanyi, pintar memasak, Pandai mengurus rumah dan menyayangi keluarga.."

Dan ternyata tebakannya benar, tebakannya atas apa yang kufikirkan.

Iya..  

"Kalau begitu seleramu terlalu.. tinggi..

Entahlah..

Lalu..?

"Ada.." katanya dengan mata berbinar-binar.

Siapa..?

"Aku!!

Kau..?

"Iya!!" 

katanya pendek sambil mengangguk penuh semangat dengan wajah berseri-seri.

Tapi siapa kau..?

"Khayalanmu.." katanya sambil tersenyum..

Sebuah senyuman yang sangat manis, semanis senyuman-senyumannya yang lain yang pernah dia berikan.
Dan perlahan kemudian dia pun mulai menghilang, meninggalkanku yang mulai tersadar dari kantuk.


KA. Kerta Jaya 
09-12-2016

Selasa, 06 Juni 2017

Rasa yang sempurna

Tetaplah kamu menjadi seseorang yang mampu meluluhkan hatiku, seperti saat pertama kali aku mengenalmu, karena hatiku selalu memilihmu, selalu lah menjadi kuat denganku, menghadapi apa saja walaupun itu pilu, kita hadapi kesedihan yang datang, kita buang segala hal buruk yang akan merusak kenangan kita, denganmu apa saja akan terasa lebih baik, denganmu aku ingin menempuh jalan ber mil2 dan menyusuri jalan berbatu untuk menemukan bahagia, mengenang nikmat pahit manisnya kisah kita.

Kini saatnya bagiku membangun hidup dengan suka cita, kita sudah tempuh jalan-jalan yang tidak pernah kita duga, dan esok aku pulang membawa bahagia, hatiku bisa jatuh kepada banyak hati, namun aku memilih untuk berhenti, cukup denganmu saja, tidak perlu kau bertanya lagi, kita susun rencana, kita jalani, kita jaga segala hal yang kita tanam, jangan biarkan duka berlama-lama.

Memelukmu semalam aku rasakan segala tentangmu, kurasakan rinduku yang terjaga disaat lelapmu, kelak kita akan mengenang lagi bagaimana kita melalui semua ini, dan pada waktu itu aku ingin kau tersenyum dan menyadari, kau memang tidak akan pernah terganti, kita adalah dua hati yang akan susah senang tetap mencintai, banyak yang menawarkan dan bisa membuat bahagia, tapi hanya kamu saja yang ingin kujadikan teman hidup, berbagi banyak perkara, wanita yang akan kupeluk saat rapuh maupun bahagia, tempat mencurahkan segala rasa di dada.

Dalam hidupku cukup kamu saja, tidak ada yang lain, jangan meragukanku walau sepatah kata, karena tidak ada yang lain yang mampu membuatku jatuh cinta, kamu cinta itu, aku menemukan sesuatu yang lebih agung dari sekadar peluk saat bertemu bersamamu, kemana saja aku pergi namamu selalu kubawa, kamu saja yang ingin kuingat, meski begitu banyak yang menarik, meski banyak perasaan baru, tapi setiaku tetap mengikat, tidak akan luluh oleh apa pun juga, selain luluh karena sebab yang berasal darimu saja.

Kini aku tidak perlu mencari lagi, seperti aku yang selalu ingin kembali, tolong jaga semua perasaan baik yang ada dihati, berdua kita rajut kenangan yang nanti akan terasa indah diingat kala usia mulai senja.

Ya Allah.., aku ingin curhat tapi Engkau jangan marah ya..,

Terimakasih telah pertemukan aku dengan DIA kembali, yuli ku yang lama hilang, Engkau pertemukan kami kembali dengan perasaan yang sama seperti dulu..,

Yaa Allah.., aku mencintainya tidak seperti maklukmu yang lain, yang hanya mencintai saat butuh cinta..,

Yaa Allah.., aku tidak butuh itu, aku hanya ingin setiap saat bisa menyayanginya, memeluknya, merawat dan menjaganya, akan tetapi ya Allah.., keinginan itu tidak lah bisa sempurna, karena yuli bukan lah milik ku..,

Yaa Allah.., aku tau, sesungguhnya yuli adalah milikmu yang Engkau titipkan sama dia, dan kalau boleh tau, akankah ada saatnya yuli bisa bersamaku.., ga apa2 ko' walaupun itu disaat akhir hidupnya.., biar aku bisa menyempurnakan cintaku kepada nya..,

Yaa Allah.., hanya itu saja keinginan ku.., bukan aku tidak mensyukuri yang sudah ada.., aku ingin menjadi manusia yang lebih baik lagi, dan aku merasa dengan yuli aku merasa dekat dengan MU..

Ya Allah.., Terima kasih sudah mendengar isi hati hamba, walau sebenarnya tanpa ditulis pun Engkau mengetahui isi hatiku..

Jakarta. 08-12-2016
Galipong

Minggu, 04 Juni 2017

Inikah Akhirnya

Sabtu 03/06/2017 (23:00)

Merpati Putih yang terbang ke orang asing untuk beberapa waktu, kini.., akhirnya kembali kepada pemiliknya dan pada akhirnya.., bintang yang dulunya menampakkan sinarnya.., kini meredup... bahkan hilang.., dia telah kembali, aku bahagia, dia menemukan jati dirinya kembali, entah itu akan bertahan lama atau tidak, yang jelas saat ini aku hanya bisa terus menunggu, karena.., kemana pun merpati pergi, akan selalu kembali kepada pasangannya, dan.., walau bintang itu meredup, pasti akan terang kembali ketika awan yang menutupinya hilang.

Aku menyerah.., dan ketahuilah.., disaat menuliskan kata hatiku ini detak jantungku mulai berdenyut lambat, bahkan sangat lambat dan jantung ini hanya berdetak tiap tiga detik sekali, perasaan di hatiku, naik ke paru2 menimbulkan rasa sesak, membuatku susah bernafas.., mata ini terasa sangat tebal dan perih.., hingga otakku ikut merasakan tekanan itu.., pikiranku tidak tau entah kemana, ber-kali2 ku sebut namanya di dalam hati...

Yaa Allah.., apa yg sebenarnya terjadi..?, aku kebingungan..,  kepedihanku silih berganti.., yang tampak selalu wajahmu.., hati ini kian terasa sakit dan begitu menusuk di ulu hati.., ber-kali2 ku tekan tangan kananku ke ulu hati, tapi tidak juga hilang rasa sakitnya.., seluruh tubuhku terasa sakit, terutama pada daerah dada menuju hati.

Yaa Allah.., kenapa ini..? apa yg terjadi..?

Kata MU "Wanita diciptakan dari tulang rusuk Pria"
yang berarti mereka satu..? apa seperti ini rasanya ketika tulang rusukku menyakitiku..? perasaan yang begitu hebatnya.., perasaan yang begitu luar biasa.., tapi ku tanyakan kembali padaMU..?

Apakah benar dia adalah tulang rusukku..?, dan jika aku bisa merasakan ikatan itu kenapa malah menyakitiku..?, tunjukan kebenaran akan tulang rusuk itu, kembalikan ke sisiku lagi nanti, bila memang dia milik ku dan nyamankanlah aku saat di sisinya.., aku rindu kenyamanan itu.., aku akan menunggu hingga waktunya tiba.

Banyak sudah yang kutemui dan rasakan di dunia  ini, tapi tidak pernah ada yang bisa menggantikan sinarnya yang selalu terang bercahaya dan tidak pernah padam, buatku dia bukan bintang biasa, tapi bintang yang sangat luar biasa, karena selalu menyinari setiap langkahku, menemaniku dalam kesunyian dan kesepian dalam 22thn ini, bintang itu selalu ada, dan.., bintang itu adalah KAMU, kamulah yang selalu hadir dalam setiap hari2ku, dalam setiap keterpurukkan dan dalam setiap kesedihanku, bintang yang tidak pernah memadamkan sinarnya untuk selalu menerangiku.

Mungkin semua orang mempunyai bintang istimewanya sendiri2, begitu juga denganku, bintangku adalah KAMU, bintang yang paling terang dan indah yang pernah kutemui, kamu selalu memberikanku yang terbaik, kamu tidak pernah mau membuatku sedih dan kecewa, kamu selalu merawatku dengan semua cinta, kasih sayang, dan perhatianmu, kamu bintangku yang tidak pernah bisa tergantikan.

Hanya do'a yang selalu ku panjatkan untukmu, agar Allah selalu menjagamu, selalu memberikan yang terbaik untukmu, selama ini kamu membuatku bangga karena aku telah menjadi bagian hidupmu, kamu adalah bintang abadi yang akan selalu bersinar dalam hatiku, binatang yang akan tetap ada dalam langit kehidupanku, sinarmu tidak akan pernah padam dan mati karena kamu adalah bintang jiwa ku, bintang dalam hidupku, dan bintang yang tak pernah hilang dalam setiap langkah perjalananku.

Dalam keremangan langit di pinggiran kota sidoarjo ini aku melihat bias cahaya yang menyapa pelan, sangat peellaan.., aku lihatlah dia bersembunyi dibalik awan tipis, sesekali awan hitam mencoba menutupinya.., itu bintangku, yang mencoba hadir mengikuti jajaran bintang2 yang lain nya, aku lihat ia mencoba menampakan diri, tapi sepertinya ia ragu, cukup lama ia bertahan dibalik awan tipis itu, namun perlahan ia mulai memancarkan cahanya.

Hmmm.., benarkah itu bintangku..? mengapa sinarnya tidak seperti biasanya..?

Oh ternyata..,

Aku lihat, segerombolan awan2 hitam itu mencoba menutupi sinarnya, mungkin itu yang membuat ia ragu, tapi aku lihat, dia tetap berusaha menampakan diri, dan sinarnya perlahan kembali terang.., ya setidaknya sampai awan akan kembali menutupinya lagi, hmmm.., aku ingin melihatnya lebih dekat dan bertanya bagaimana dia bisa setangguh itu..?, bersabar mengumpulkan kekuatan hanya untuk menghiasi malam sesaat, dan perlahan kembali hilang dan lenyap,, tapi bintang itu mengagumkan.., dan aku akan setia menunggumu kembali menghiasi langit malamku.

Di sini aku selalu menunggu, menunggu dalam gelapnya malam, aku akan tetap diam dan sabar hingga kamu datang, walau pada akhirnya aku harus pergi ketika hari mulai pagi dan kembali datang menunggu saat malam kembali.

Dan.., lalu..,

Kenapa aku bertahan..?, meskipun aku tau kamu tidak akan datang lagi.

Mungkin kesalahanku atas ketidak percayaanku kepadamu, bahkan mungkin karena ketidak sabaranku yang membuatmu akhirnya menghilang dari hidupku, kesalahan yang tidak akan termaafkan meski aku menunggumu disini sampai kapanpun, tapi aku bisa mengerti ko'.., tapi kamu tidak..! padahal kita tau saat2 ini akan tiba, kita sudah tau itu.., mungkin karena ini datangnya terlalu cepat.

Seperti malam2 biasanya, tanpa bintang yang bersinar terang karena tertutup awan, di sini, aku masih setia dan tetap menunggu, entah sampai kapan aku harus menunggu.

Semilir angin malam berhembus di wajahku, mata ini tetap teguh menatap langit, tepat dimana aku kehilangan wanita.., eh.., salaah..! maksudku bintang itu..,

Dalam gelapnya malam.., aku menunggu..,

Perlahan bintangku kembali menunjukan sinarnnya, setelah awan yang menutupinya hilang di geser angin, ber-kali2 hela'an nafas berat keluar dari mulutku, aku menyandarkan tubuh pada sebuah batang pohon, dan kemudian mengambil HP dalam katong celana, dan kemudian memperhatikan sebuah foto yang ada disana.

Foto seorang wanita yang sedang tersipu malu..,


Wanita ini, ya..!! wanita ini yang telah menuntun dan menunjukan aku liku arah dalam hidupnya, wanita yang telah mengengam tanganku, wanita yang rela berbagi penderitaan denganku, wanita yang telah meneguhkan hatiku, saat aku telah lelah akan dunia yang mempecundangiku.

Menatap langit malam ini.., aku tersenyum pahit, karena aku tau.., ini adalah malam terakhir, malam sebelum aku benar2 menghilang, dan tidak akan kembali, tapi meski begitu, aku tau.., kamu tidak akan menyerah.., tidak akan pernah menyerah.., seperti yang sering kamu ucapkan dulu kepada semua orang.

Dan.., malam ini sudah semakin larut.

Krett.., krett..,

Pandanganku menajam, pendengaranku berusaha menangkap bunyi tadi.., berharap yang muncul di sana adalah temanku yang membawa nasi untuk makan sahur, tapi sirna seketika karena yang keluar adalah seekor tikus.

"Huusshh..! aku hanya tersenyum pahit melihat tikus itu.

Kembali ke laptoop.., yang gara2 tikus, sempat terhenti tulisanku.

Awalnya aku berfikir bahwa kamu tegar dengan pendirianmu, selalu akan bisa mengatasi semuanya, tapi.., meskipun kamu tidak mengakui semuanya, aku tau.., dan bagiku itu tidak masalah.., karena memang ada lelaki yang bersamamu.

Mungkin kamu tidak menyangka akan begini.., saat aku tidak di sisimu lagi.., saat itu mungkin kamu merasakan apa yang namanya kehilangan, dan pasti akan menyalahkanku, padahal.., aku yang merasa lebih dulu kehilangan.., kehilangan kepercayaanku kepadamu.

Kembali menatap malam..,

Jika bisa.., aku inggin berteriak..! meluapkan kelelahanku akan permainan takdir, ternyata kamu tidak setangguh itu, kamu punya batasan.., dan kamu sudah sampai pada batasanmu, dan hatiku menanyakan.., apakah masih pantas aku di sini, yaa.., di sini mengharapkan kamu.

Walau kamu terluka oleh keputusanku.., mungkin dadamu sakit, mengingat air mata yang mengalir waktu membaca bloog kemaren, itu karena kamu terlalu bodoh terhasut oleh perkataan lelaki itu, dia masih berharap agar bisa melalui hitam dan putih hidup denganmu, meski itu hanya harapan, tidak ada salahnya berharap, dan tidak ada salahnya jika aku pergi darimu karena sudah tidak ada lagi harapan untuk ku, dan.., jika kamu takut dia mati karena kepergianmu, lebih baik aku yang pergi.

Hoaammm..,

Aku menguap lebar, mataku sedikit berair, entah mengapa walau sudah beberapa kali menguap tidak pernah bisa tidur.., insomia akut.

Mungkin ketakutan membuatku hampir menjadi gila.., ketakutan membuatku tidak pernah tidur sejak aku memutuskan meninggalkanmu, aku terlalu takut untuk tidur, terlalu takut.., sebab apabila aku tertidur.., akan melupakan segala tentang kamu pada saat aku terbangun.

Dan.., apakah dia takut akan itu..,

Melirik jam di HP.., aku kembali tersenyum pahit mendapati kenyataan kalau makan sahurku tidak kunjung datang, hari sudah menunjukan pukul tiga dini hari, waktunya kian menipis, dan karena ketika pagi menjelang dia akan kembali menghilang.., tapi kali ini menghilang untuk selamanya.

Tapi jika boleh jujur aku tidak ingin berhenti.., ingin terus menunggu.., dan aku tidak ingin sendiri.

Tapi sayang.., malam tidak berlangsung selamanya.., dimana ada siang di situ ada malam, dan seperti saat ini, langit mulai terang dan cahaya bintang mulai pudar.., aku ataukah dia yang kehabisan waktu, aku panik.., ini malam terakhirku bersamanya.

Yaa Allah.., tolong perlambatlah waktu.., ini sangat berat.., karena ketika matahari tiba, dia akan pergi.

Sial sial sial sial sial sial sial sial SIAAALLLLL..,

Aku berteriak keras, memprotes waktu yang tidak pernah memihak kepadaku, tapi semua percuma, cahaya pagi mulai menyingsing, mentari telah menunjukan sinarnya, dan harapan ini telah pupus.., kisah ini telah berakhir dan semua akan menjadi kenangan.

Aku memilih untuk berdiri, pandanganku masih menatap nanar mentari yang tengah menunjukan sinarnya, mentari itu sama sekali tidak memperdulikan air mataku yang mengalir, aku memutuskan untuk pergi.., pergi dan tidak pernah kembali, kembali menghadapi dunia dengan senyum palsunya.

Jadi inikah akhirnya..? 

Kataku lirih.., seraya untuk terakhir kalinya aku menatap mentari itu.

Berjalan dan terus melangkah.., dan langkah ku pun terasa berat, fikiranku melayang memikirkan nya, tidak ada ketegaran dari sosoknya.., aku kehilangan.., yang aku cintai telah pergi dengan sisa cahayanya.

Aku tetap berjalan.., berjalan menjauh dari tempatku duduk semalaman.., di saat aku berjalan, aku mengalami beberapa kilas balik masalalu.., bagaimana aku bertemu dengan kamu untuk pertama kalinya.., bagaimana aku terkejut atas hal2 yang tidak terduga dan bagaimana kamu menemukan sosok asli dari siluman rubah yang menemani hidupmu.

Dia bisa menguatkanmu saat dia menyalahkanmu setelah perang dunia ke empat di bulan januari dan bagaimana bisa kamu mendekapnya erat setelah apa yang dia perbuat kepadamu, kamu mengurus dan membelanya.., di saat aku mencintaimu.., tapi. ya sudahlaah.., jalani apa yang sudah kamu pilih.., tidak lah mungkin aku mencintai seseorang yang bukan milik ku.

Aku sudah lelah.., dan sangaat lelah..,

Mataku terasa berat.., inggin terpejam.., tapi sekuat mungkin aku berusaha untuk tetap terjaga.

Sial jangan tertidur..,

Tapi apa daya.., tubuhku sudah tidak mampu lagi menahan kantuk.., keseimbanganku goyah,... tubuhku dengan mulus mencium tanah.

Aku terjatuh..,

Mataku masih terbuka.., apa yang kulihat hanyalah remang2 karena sudah tidak jelas lagi, tapi, disaat itulah aku melihat sesuatu.., seklebat warna biru mendekatiku, aku tidak bisa melihat jelas itu siapa.., tapi, aku seperti mengenalnya.

Mataku terpejam.., satu kalimat tegas terdengar ditelingaku..,

Biarkan dia.., anak ku memang diciptakan untuk dia bukan untukmu dan anak ku akan bisa menjalaninya.., karena dia mengasihi anak2nya..,

Dan sebelum  kesadaranku benar2 hilang,  aku mengenali suara itu dan suara itu mengantarku menuju alam bawah sadar dan saat aku terbangun membuatku akan selalu tetap mengingat pesan nya.

Huuhh..!! entah apa yang membuat aku untuk menulis kisah ini..? entahlah.., mungkin karena aku belum benar2 bisa melupakan nya, dan sepertinya aku belum punya  ide untuk membuat tulisan2 baru selain "KISAH" dan "KATA HATI"  aku masih mencoba membuat cerita roman dan tragedi, terutama dunia tragedi.

Oh, ya.., untuk beberapa minggu kedepan aku akan melakukan perjalanan religi.., ya mumpung ada cuti seminggu, dan itu di karenakan ujian saya belum lulus, dan sebagai hamba yang baik aku mesti belajar lagi.., he he he he.., sampai jumpa...


G@l!p0n9