Hari ini..,
Dimana aku menulis tentang Dia lagi, tapi ini bukan tulisan seperti yang biasa aku tulis, dan yang selalu Dia baca tapi.., hari ini aku menulis untuk terakhir kalinya tentangnya dan tulisan yang aku tulis ini menjadi titik nadirku untuk merelakan semua kisah ini lenyap, jadi aku harap Dia tidak bertanya lagi saat semuanya telah aku simpan dengan baik dalam memori kehidupanku, karena kisah ini telah aku kunci di dalam hatiku.
Saat ini..,
Aku mengingat dengan jelas bagaimana rasa itu ada, aku ber-tanya2, dari semuanya.., mengapa aku hanya ingin berbagi dengan Dia...? entah itu perasaan sesaat atau bukan, aku sendiri tidak yakin, saat itu aku sangat penasaran dengan perasaanku, lalu kuputuskan untuk membuka hatiku kembali untuknya.
Lama sebelumnya..,
Aku sungguh2 selalu merindukan nya, dan di saat2 dalam pencarian dan penjelajahan kerinduan, aku hanya bisa menghadirkan Dia dalam anganku, mungkinkah saat itu Dia juga merasakan hal yang sama denganku, aku rasa tidak.., dan rupanya sang waktu mengijinkan aku untuk terhubung dan kembali bisa bertemu dengannya dan bahagia sekali hari2ku, saat itu aku sadar Dia terlihat begitu cantik, manis, dan lembut, perasaan memang selalu tidak punya alasan, dan memang tidak butuh alasan, yang pada akhirnya membuatku selalu ingin bersamanya.
Ada banyak hal yang selalu ingatkan aku tentangnya, dan tanpa kusadari itulah yang membuatku selalu merindukannya, tempat itu.., tempat pertama aku dan Dia mengukir kenangan, tempat dimana aku dan Dia bisa menyampaikan perasaan, tempat yang tidak akan terlupakan olehku, bahkan hujan di hari itu, adalah hujan yang mampu meleburkan perasaan.
Satu hati, satu nama, satu rasa setia yang aku pegang untuk Dia "SEJATI".., yang selalu ada dalam waktuku, rasa rindu dan sayang ini bukan karena aku ingin mempermainkannya, tapi aku melakukan itu semua karena ingin dirinya menjadi masa depanku, tentunya atas nama Allah dalam dekapan halalNYA.
Aku tidak akan pernah lupa.., bagiku, kenangan itu kuat dan akan selalu ada disana dan tidak akan pernah hilang, aku akan tetap ada disini dengan semua kenangan tentang nya, meski nanti salah satu diantara kita mungkin harus pergi.
Semua berawal dari tidak sengaja, menemukannya.., menjalani cinta.., dan berakhir lara.., tapi itu bukan salahnya karena aku tau kebahagiaannya adalah bersamaku, orang yang mencintainya dan juga Dia cintai, aku mengungkapkan rasa yang sesungguhnya padanya, hingga akhirnya perasaan ini membawaku dalam keresahan yang menyakitkan, dan tiba pada satu titik aku yang ingin pergi dari kehidupannya, hingga sampai nanti aku siap memanggilnya kembali dengan sebutan sayang.
Aku punya alasan untuk tidak mengharap dan pergi dari hidupnya, aku tidak bisa mendekat lagi karena ada seseorang yang juga sangat mencintainya, maaf.., aku memilih menjauh, aku tidak ingin menjadi penyebab kesalahpahaman hubungan dan menjadikan hatiku semakin resah karena beban rasa bersalah.
Aku sudah berusaha mengengam tangannya dengan erat agar Dia tidak lepas, aku pernah berkata jika aku tidak akan melepas tangannya kecuali karena takdir Allah, dirinya bukan saja indah bagiku, aku tidak munafik dengan hal itu, namun keindahannya sepertinya hanya mampu aku lihat dalam mimpi saja namun untuk memilikinya itu sulit dan beresiko untuk diriku, aku berusaha tidak menyerah, karena berbagai hal telah aku coba untuk menjadikannya ada dalam hidupku namun pada kenyataanya aku tidak mampu mengubah itu semua menjadi kebaikan buat diriku.
Dan.., pada akhirnya aku merasa..,
Dia bukanlah wanita yang memang ditakdirkan bisa hidup bersamaku dan aku sangat percaya bahwa; ini keputusan Allah.., disaat aku melepaskan tangan darinya, aku begitu sedih dengan keputusanku, karena bersamanya bukanlah waktu yang sebentar untuk aku lewati dan kisah bersamanya bukanlah kisah dongeng saja namun cerita ini nyata dan tidak mampu aku hilangkan begitu saja, begitu sulit waktu yang aku lewati dan aku jalani, tapi.., perasaan resah dan gelisah selalu mengiringi gerak langkahku hingga membuatku lelah.
Lelah..,
Mungkin itulah gambaran hatiku saat ini, seandainya dalam kata lelahku itu tidak ada yang namanya resah mungkin aku tidak akan menyerah untuk mempertahankan Dia, tapi perasaan resah itulah yang membuatku menyerah dan melepaskannya.
Seakan..,
Aku pergi ke suatu tempat yang jauh untuk menemuinya dengan berjalan kaki, lelah memang tapi aku yakin akan sampai walaupun lambat, tapi ditengah perjalanan itu banyak sekali keresahan yang kudapati, dibalik keresahan itu aku masih mencoba melanjutkan meskipun harus tertatih dan perih.., hingga., akhirnya aku memutuskan untuk berhenti karena aku sudah tidak mampu lagi untuk berjalan.
Sedih memang dengan perpisahan ini, tapi, kepergianku bukan karena kehendakku namun karena keadaan, dan meskipun aku berusaha untuk kuat namun tetap saja aku tidak bisa bertahan, karena.., banyak hal yang tidak bisa dihapus dengan perhatian.., banyak hal yang tidak bisa disembuhkan dengan kata maaf.., dan dengannya.., banyak hal yang pada akhirnya membuatku menjauh dan pergi.
Tapi.., ketahuilah..,
Aku menjauh tidak berarti aku berhenti mencintai, aku hanya ingin berhenti menunjukan cinta ini padanya, aku menjauh bukan berarti tidak menginginkan, aku hanya ingin melihatnya bahagia tanpa pengganggu sepertiku, aku menjauh karena sadar diriku tidak baik untuknya, aku menjauh karena Dia memang terlalu sempurna untukku, aku menjauh karena Dia bisa mendapatkan yang lebih dariku dan aku menjauh karena aku tidak ingin melihatnya menderita lagi karenaku, aku menjauh karena aku tau Dia akan bisa lebih bahagia, dan ketahuilah.., aku menjauh karena aku lelah dengan semua sikap lelakinya, mungkin dengan tidak bersamaku, lelakinya bisa ikhlas melepaskannya.
Karena Dia yang pertama membuatku jatuh hati mungkin akan sulit melupakan, tapi dengan perlahan aku akan mencoba menata perasaan ini, aku akan berusaha untuk melepaskan genggaman tanganku darinya walaupun itu tidak mudah, berbagai hal akan aku lakukan agar aku bisa melupakannya.
Hingga saat ini diriku sudah berangsur membaik walaupun belum sepenuhnya baik, karena senyumnya selalu ada dalam bayangku, tapi aku harus menerima kenyataan yang ada, menghapus semua tentangnya tentunya butuh waktu, namun hal itu harus aku lakukan hingga aku mampu bertemu dengan seseorang yang memang ditakdirkan untuk aku singgahi lalu membuat cerita bersama di sisa umurku.
Jika..,
Suatu hari kelak bisa bertemu lagi, lalu Dia bertanya lagi tentang rasa, maka sudah pasti aku akan menjawab dengan tegas tentang rasa itu kepadanya, bahwa; aku tidak akan pernah kembali kepada hati yang telah membuat hidupku dalam keresahan, cukup doaku yang akan selalu menyertainya agar Dia disana hidup bahagia dan aku harap Dia tidak mengingatku lagi karena saat ini aku telah berusaha untuk mengembalikan cerita hidupku agar aku dapat bernafas lega dan mencari sosok lain yang mudah2an bisa membuatku nyaman.
Karena..,
Bukan kepada Dia saja aku harus menaruh harapan, masih ada mereka yang punya masa depan yang patut aku perjuangkan, dan perlu Dia tau.., kebahagiaanku bukan hanya ada pada dirinya saja.
G@l!p0n9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar