Setiap orang pasti mengalami hal-hal sulit dalam hidupnya, begitu pun yang aku alami sekarang, disisi lain memang aku senang menyendiri tapi di sisi yang lain ada kalanya perasaan sepi itu begitu menyiksa dalam hari2ku, lebih tepatnya aku selalu merasa tidak ada orang yang bisa diajak bicara, rasanya terlalu jauh untuk aku gapai.
Aku benci jika harus mengemis meminta DIA kembali padaku hanya untuk membuatku merasa terhibur, aku tidak apa2 ditinggal oleh DIA, meski DIA pergi aku masih tetap bisa bernafas kok, ada DIA dan tidak adanya DIA aku masih bisa mencari kabahagian yang lain, lagi pula ini bukan kali pertamanya aku dikecewakan sama DIA, sebelumnya aku sudah pernah seperti ini sama DIA, dan aku masih tetap bisa berdiri dan akhirnya aku jatuh cinta lagi pada DIA, putus hubungan dari DIA aku pikir rasanya akan sama seperti sebelumnya, aku akan tetap bisa melewatinya, karena aku adalah laki2 sagitarius yang tegar.
Tapi kenapa kali ini terasa berbeda..?
Bukan karena aku ingin kembali padanya, aku merasa selama ini aku terus2an menipu diriku sendiri, rasanya seperti berbohong, jika aku katakan aku tidak apa2 putus hubungan dengan DIA lagi, sebenarnya bukan itu yang aku inginkan, aku ingin bisa selalu melewati hari2 yang berbeda tapi dengan perasaan yang sama, tapi kenapa aku selalu gagal setiap aku mencobanya.
Setiap aku mulai jatuh cinta dengan wanita, aku selalu memulainya dengan cara yang berbeda, aku tidak pernah mencintai wanita yang datang kepadaku dengan cara yang sama, dan aku selalu memperbaiki setiap kesalahan2 yang telah kulakukan dengan wanitaku sebelumnya. kucoba untuk bisa mengerti, terbuka, dan lebih mencintai tapi mengapa aku selalu mendapati akhir yang sama, dan dengan mudahnya hubunganku berakhir.
Apakah aku terlau mudah jatuh cinta..? sudah aku coba untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik, tapi mengapa rasanya tetap sama meski aku telah merubahnya, apakah aku salah..? apakah aku mencintai orang yang salah..? tidak..! karena aku mencintai orang yang sama, seperti yang sudah pernah aku alami dulu.
Akhir yang sama seolah menjadi sesuatu yang tidak dapat aku hindari, apakah ini kesalahan, apakah aku terlalu mudah jatuh cinta hingga akhirnya kudapati akhir yang selalu sama..? putus hubungan, lalu jatuh cinta lagi terus putus hubungan lagi, tidak pernah sekali pun aku temukan alasan mengapa akhirnya bisa seperti ini, lalu bagaimana aku harus belajar agar tidak terulang ketika aku akan memulai lagi, aku pikir kesalahanku sebelumnya dapat kujadikan pelajaran agar aku tidak lagi gagal dalam memulai sebuah hubungan.
Meski selalu ada sebab atau alasan untuk mengakhiri hubungan, tapi mengapa orang yang selalu ditinggalkan adalah aku, apakah sepenuhnya kesalahan selalu ada padaku, aku tidak ingin selalu berakhir sama setiap aku mulai hubungan cinta, karena aku ingin memiliki akhir yang bahagia.
Dari dulu sampai sekarang aku ingin memilikinya, sekali saja aku ingin merasakan dekapan nya dan ingin merasakan perasaan nya, merasakan detak jantungnya, aku tau penyebab penderitaan nya itu karena kehadiranku, aku terlalu banyak salah kepadanya, kadang aku marah kepada diriku sendiri yang tidak bisa menjaga perasaan nya, andai dia bisa memahamiku mungkin semuanya tidak akan seperti ini.
DIA.., satu wanita yang aku cintai dalam hidupku tapi kenyataanya DIA menghancurkan semua kepercayaanku, aku sering menceritakan apa pun yang aku pikirkan kepadanya dan keluh kesahku pun selalu tumpah kepadanya, aku tidak pernah malu mengungkapkan apa isi hatiku, termasuk kecemburuan hatiku yang jarang tersampaikan kepada orang lain, tapi ada satu hal yang membuat aku kecewa kepadanya, DIA pernah berkata lewat pesan WA;
"Terima kasih Allah sudah kirim kamu buat aku, sekarang piko insya Allah benar2 berubah, aku mohon maaf kalau selama ini ada kata2 yang buat hatimu kecewa untuk yang kesekian kalinya, maafkan juga sikap aku atas kamu, sekarang aku mengerti memang kadang apa yang kita inginkan baik, tapi belum tentu baik di mata Allah, kita cuma wayangnya, sekarang aku berusaha menata kembali hidupku sama piko dan anak2, mungkin ini jawaban dari Allah.., lewat kamulah sekarang piko jadi lebih baik, walaupun kalian berdua tersakiti semua gara2 aku, karena aku yang memulainya, untuk itu maafkan aku, jaga diri kamu baik2 ya, jaga kesehatanmu, juga shalatmu, maafkan aku hediku yang urakan, terima kasih untuk semuanya, untuk cinta, kasih sayang, pengertianmu dan juga jadi pendengar baik ceritaku, terima kasih hedi, tolong jangan marah sama aku seperti dulu lagi, kalau nanti kita gak bisa komunikasi lagi, DIAM lah dalam do'a hedi, itu lebih baik.., Wasalam dari iyung mu yang selalu buat kamu kecewa, maafkan aku, maaf dari hati terdalam..."
Mungkin memang benar apa yang dikatakanya kepadaku, karena aku terlalu berlebihan menceritakan semua yang aku rasakan, dan aku terlalu sering menyuruh dia pergi dari kehidupanku, tapi itu karena aku merasa tidak ada harapan untuk hubungan ini, aku tidak mau bahagia diatas penderitaan orang lain, bukan sifatku seperti itu, bahkan aju rela diriku tersakiti asal orang itu bisa bahagia.
Saat ini.., benar2 aku kembali seperti semula, merasa tidak ada orang yang bisa mengerti aku, aku merasa hidup sendirian, padahal disekelilingku banyak sekali orang yang wira-wiri, mungkin ini semua karena aku terlalu sensitif, meskipun dia meminta maaf atas kejadian tersebut tapi aku begitu susah untuk percaya. Maaf.
Rasanya sekarang ini aku begitu tertekan, disisi lain aku juga perlu bertukar pikiran dengan orang lain, menceritakan apa yang aku alami dan yang aku rasakan saat ini, tapi disisi lain apakah orang tersebut akan mengerti dengan yang aku ceritakan..? dan kepada siapa aku harus bercerita..? aku tidak tahu kenapa aku harus merasa seperti ini lagi, perasaan sepi ini kembali hadir seperti waktu aku putus hubungan sama DIA dulu.
Rasanya aku berjalan di dunia ini sendirian, menyusuri waktu bersama sepi, kadang aku lelah dengan semua ini dan ingin memutuskan sampai disini saja perjalananku, tapi aku tidak sanggup melakukanya, dari dulu hingga sekarang keinginanku tidak berubah, cuma ingin berada di samping orang yang menyayangi dan mencintaiku dengan tulus, merasakan kehangantan dengan penuh cinta, bukankah itu sangat sederhana..? atau terlalu mahal harga yang harus aku tebus untuk mendapatkan semua itu..?
Sejujurnya aku tidak ingin menceritakan kesedihanku ini, aku cuma ingin menceritakan kebahagianku saja kepada pembaca blog ataray ini, tapi bagaimana aku bisa bahagia jika semua hari2ku dipenuhi duka dan aku melewati semuanya sendirian, padahal ada orang2 disekelilingku, mungkin lebih baik aku tidak memiliki siapa2 agar tidak ada yang membuat aku kecewa.
Saat ini aku butuh kekuatan, butuh bantuan untuk bisa berdiri karena kakiku tidak sanggup lagi menahan semuanya, aku ingin ceritakan kepadanya tentang hari2ku disini, apakah DIA ingin mendengar ceritaku..? kalau saat ini aku merasakan kesepian, apakah mungkin perasaan ini akan hilang dan aku bisa lebih kuat lagi menjalani kehidupan ini, dan aku juga tidak akan merasakan kesepian seperti ini lagi karena ada DIA yang selalu menemani hari2ku, tapi kenapa semuanya terlalu jauh untuk aku jangkau..?
Pada ahirnya, teman sejati adalah diri kita sendiri, cinta kasih adalah cinta orang tua kita... teman saudara adalah bagian dari perjalanan hidup, jalan yang harus kita lewati dengan berbagai cerita dan kejadian, aku tetap meyakini, bahwa cinta paling baik adalah kasih ibu dan cinta sejati adalah keyakinan hati. ibumu sudah tiada tapi kasihnya akan terkenang sepanjang kita masih ada, cinta sejatiku akan selalu ada namun ada saat dimana aku harus kehilangan dan merelakan dia bersama keluarganya. aku akan kembali sendirian.
Hhmmmmmm..,
Benarkah cuma aku yang merasa sendirian..? pernahkah DIA juga merasakan hal seperti ini..? aku benar2 sedang merasa kalau aku tidak punya siapa2, seseorang untuk sekedar mendengarkan keluhan kesah dan harapanku, bahkan yang tadinya sering komunikasi dengan HP, kini say hello pun tidak.. aku benar2 merasa sepi, tanpa ada yang peduli, yaa, mungkin karena keadaanku sekarang ini kurang baik hingga DIA enggan menyapa, tapi ahirnya aku jadi tau, sebenarnya siapa yang peduli terhadapku, siapa yang benar2 seorang teman yang tulus mencintai dan siapa yang cuma topeng belaka, mungkin ini bagian dari hikmah yang seharusnya bisa menyadarkanku untuk berfikir bahwa aku memang tidak punya siapa siapa untuk diandalkan, mereka hanya topeng, mereka hanya akan ada dikala aku sedang bahagia, yaa mungkin begitu atau hanya aku saja yang merasa demikian, tapi tidak.., ini memang kenyataan, karena aku benar benar sendiri.
Hhmmmm..,
Berkali kali aku mendesah, ber hari2 aku sudah duduk sendiri, termenung sendiri. bukan meratapi hanya saja aku menyadari bahwa aku memang sendirian, berjuang sendiri menghadapi masalah sulit ini, aku benar benar mengandalkan kemampuan dan keyakinan diri sendiri untuk tetap menguatkanku melanjutkan cerita hidupku yang tidak tau akan seperti apa, yaa aku benar2 berjuang sendiri.., hidupku akan maju atau lebih buruk, itu semua ada dalam genggamanku, dan keyakinan ini akan selalu hadir ketika aku masih benar2 percaya bahwa Allah masih ada dan akan mengulurkan tangan NYA ketika aku tetap yakin dengan doaku, yaa aku yakin Allah masih bersamaku ketika DIA sudah tidak mau lagi meluangkan waktu untuk aku.
Semoga dengan kesendirianku ini akan ada ahir cerita, akan ada ujung dimana aku akan tersenyum bersama cinta sejati yang selalu siap berbagi, cinta yang akan berlabuh pada hati, karena aku tidak bisa menghadapi cerita hidup ini sendirian, karena aku manusia yang tidak ingin hidup tanpa cinta.
Galipong 2016

