Sabtu, 31 Desember 2016

Sendiri

Setiap orang pasti mengalami hal-hal sulit dalam hidupnya, begitu pun yang aku alami sekarang, disisi lain memang aku senang menyendiri tapi di sisi yang lain ada kalanya perasaan sepi itu begitu menyiksa dalam hari2ku, lebih tepatnya aku selalu merasa tidak ada orang yang bisa diajak bicara, rasanya terlalu jauh untuk aku gapai.

Aku benci jika harus mengemis meminta DIA kembali padaku hanya untuk membuatku merasa terhibur, aku tidak apa2 ditinggal oleh DIA, meski DIA pergi aku masih tetap bisa bernafas kok, ada DIA dan tidak adanya DIA aku masih bisa mencari kabahagian yang lain, lagi pula ini bukan kali pertamanya aku dikecewakan sama DIA, sebelumnya aku sudah pernah seperti ini sama DIA, dan aku masih tetap bisa berdiri dan akhirnya aku jatuh cinta lagi pada DIA, putus hubungan dari DIA aku pikir rasanya akan sama seperti sebelumnya, aku akan tetap bisa melewatinya, karena aku adalah laki2 sagitarius yang tegar.

Tapi kenapa kali ini terasa berbeda..?

Bukan karena aku ingin kembali padanya, aku merasa selama ini aku terus2an menipu diriku sendiri, rasanya seperti berbohong, jika aku katakan aku tidak apa2 putus hubungan dengan DIA lagi, sebenarnya bukan itu yang aku inginkan, aku ingin bisa selalu melewati hari2 yang berbeda tapi dengan perasaan yang sama, tapi kenapa aku selalu gagal setiap aku mencobanya.

Setiap aku mulai jatuh cinta dengan wanita, aku selalu memulainya dengan cara yang berbeda, aku tidak pernah mencintai wanita yang datang kepadaku dengan cara yang sama, dan aku selalu memperbaiki setiap kesalahan2 yang telah kulakukan dengan wanitaku sebelumnya. kucoba untuk bisa mengerti, terbuka, dan lebih mencintai tapi mengapa aku selalu mendapati akhir yang sama, dan dengan mudahnya hubunganku berakhir.

Apakah aku terlau mudah jatuh cinta..? sudah aku coba untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik, tapi mengapa rasanya tetap sama meski aku telah merubahnya, apakah aku salah..? apakah aku mencintai orang yang salah..? tidak..! karena aku mencintai orang yang sama, seperti yang sudah pernah aku alami dulu.

Akhir yang sama seolah menjadi sesuatu yang tidak dapat aku hindari, apakah ini kesalahan, apakah aku terlalu mudah jatuh cinta hingga akhirnya kudapati akhir yang selalu sama..? putus hubungan, lalu jatuh cinta lagi terus putus hubungan lagi, tidak pernah sekali pun aku temukan alasan mengapa akhirnya bisa seperti ini, lalu bagaimana aku harus belajar agar tidak terulang ketika aku akan memulai lagi, aku pikir kesalahanku sebelumnya dapat kujadikan pelajaran agar aku tidak lagi gagal dalam memulai sebuah hubungan.

Meski selalu ada sebab atau alasan untuk mengakhiri hubungan, tapi mengapa orang yang selalu ditinggalkan adalah aku, apakah sepenuhnya kesalahan selalu ada padaku, aku tidak ingin selalu berakhir sama setiap aku mulai hubungan cinta, karena aku ingin memiliki akhir yang bahagia.

Dari dulu sampai sekarang aku ingin memilikinya, sekali saja aku ingin merasakan dekapan nya dan ingin merasakan perasaan nya, merasakan detak jantungnya, aku tau penyebab penderitaan nya itu karena kehadiranku, aku terlalu banyak salah kepadanya, kadang aku marah kepada diriku sendiri yang tidak bisa menjaga perasaan nya, andai dia bisa memahamiku mungkin semuanya tidak akan seperti ini.

DIA.., satu wanita yang aku cintai dalam hidupku tapi kenyataanya DIA menghancurkan semua kepercayaanku, aku sering menceritakan apa pun yang aku pikirkan kepadanya dan keluh kesahku pun selalu tumpah kepadanya, aku tidak pernah malu mengungkapkan apa isi hatiku, termasuk kecemburuan hatiku yang jarang tersampaikan kepada orang lain, tapi ada satu hal yang membuat aku kecewa kepadanya, DIA pernah berkata lewat pesan WA;

"Terima kasih Allah sudah kirim kamu buat aku, sekarang piko insya Allah benar2 berubah, aku mohon maaf kalau selama ini ada kata2 yang buat hatimu kecewa untuk yang kesekian kalinya, maafkan juga sikap aku atas kamu, sekarang aku mengerti memang kadang apa yang kita inginkan baik, tapi belum tentu baik di mata Allah, kita cuma wayangnya, sekarang aku berusaha menata kembali hidupku sama piko dan anak2, mungkin ini jawaban dari Allah.., lewat kamulah sekarang piko jadi lebih baik, walaupun kalian berdua tersakiti semua gara2 aku, karena aku yang memulainya, untuk itu maafkan aku, jaga diri kamu baik2 ya, jaga kesehatanmu, juga shalatmu, maafkan aku hediku yang urakan, terima kasih untuk semuanya, untuk cinta, kasih sayang, pengertianmu dan juga jadi pendengar baik ceritaku, terima kasih hedi, tolong jangan marah sama aku seperti dulu lagi,  kalau nanti kita gak bisa komunikasi lagi, DIAM lah dalam do'a hedi, itu lebih baik.., Wasalam dari iyung mu yang selalu buat kamu kecewa, maafkan aku, maaf dari hati terdalam..."

Mungkin memang benar apa yang dikatakanya kepadaku, karena aku terlalu berlebihan menceritakan semua yang aku rasakan, dan aku terlalu sering menyuruh dia pergi dari kehidupanku, tapi itu karena aku merasa tidak ada harapan untuk hubungan ini, aku tidak mau bahagia diatas penderitaan orang lain, bukan sifatku seperti itu, bahkan aju rela diriku tersakiti asal orang itu bisa bahagia.

Saat ini.., benar2 aku kembali seperti semula, merasa tidak ada orang yang bisa mengerti aku, aku merasa hidup sendirian, padahal disekelilingku banyak sekali orang yang wira-wiri, mungkin ini semua karena aku terlalu sensitif, meskipun dia meminta maaf atas kejadian tersebut tapi aku begitu susah untuk percaya. Maaf.

Rasanya sekarang ini aku begitu tertekan, disisi lain aku juga perlu bertukar pikiran dengan orang lain, menceritakan apa yang aku alami dan yang aku rasakan saat ini, tapi disisi lain apakah orang tersebut akan mengerti dengan yang aku ceritakan..? dan kepada siapa  aku harus bercerita..? aku tidak tahu kenapa aku harus merasa seperti ini lagi, perasaan sepi ini kembali hadir seperti waktu aku putus hubungan sama DIA dulu.

Rasanya aku berjalan di dunia ini sendirian, menyusuri waktu bersama sepi, kadang aku lelah dengan semua ini dan ingin memutuskan sampai disini saja perjalananku, tapi aku tidak sanggup melakukanya, dari dulu hingga sekarang keinginanku tidak berubah, cuma ingin berada di samping orang yang menyayangi dan mencintaiku dengan tulus, merasakan kehangantan dengan penuh cinta, bukankah itu sangat sederhana..? atau terlalu mahal harga yang harus aku tebus untuk mendapatkan semua itu..?

Sejujurnya aku tidak ingin menceritakan kesedihanku ini, aku cuma ingin menceritakan kebahagianku saja kepada pembaca blog ataray ini, tapi bagaimana aku bisa bahagia jika semua hari2ku dipenuhi duka dan aku melewati semuanya sendirian, padahal ada orang2 disekelilingku, mungkin lebih baik aku tidak memiliki siapa2 agar tidak ada yang membuat aku kecewa.

Saat ini aku butuh kekuatan, butuh bantuan untuk bisa berdiri karena kakiku tidak sanggup lagi menahan semuanya, aku ingin ceritakan kepadanya tentang hari2ku disini, apakah DIA ingin mendengar ceritaku..? kalau saat ini aku merasakan kesepian, apakah mungkin perasaan ini akan hilang dan aku bisa lebih kuat lagi menjalani kehidupan ini, dan aku juga tidak akan merasakan kesepian seperti ini lagi karena ada DIA yang selalu menemani hari2ku, tapi kenapa semuanya terlalu jauh untuk aku jangkau..?

Pada ahirnya, teman sejati adalah diri kita sendiri, cinta kasih adalah cinta orang tua kita... teman saudara adalah bagian dari perjalanan hidup, jalan yang harus kita lewati dengan berbagai cerita dan kejadian, aku tetap meyakini, bahwa cinta paling baik adalah kasih ibu dan cinta sejati adalah keyakinan hati. ibumu sudah tiada tapi kasihnya akan terkenang sepanjang kita masih ada, cinta sejatiku akan selalu ada namun ada saat dimana aku harus kehilangan dan merelakan dia bersama keluarganya. aku akan kembali sendirian.

Hhmmmmmm..,

Benarkah cuma aku yang merasa sendirian..? pernahkah DIA juga merasakan hal seperti ini..?  aku benar2 sedang merasa kalau aku tidak punya siapa2, seseorang untuk sekedar mendengarkan keluhan kesah dan harapanku, bahkan yang tadinya sering komunikasi dengan HP, kini say hello pun tidak.. aku benar2 merasa sepi, tanpa ada yang peduli, yaa, mungkin karena keadaanku sekarang ini kurang baik hingga DIA enggan menyapa, tapi ahirnya aku jadi tau, sebenarnya siapa yang peduli terhadapku, siapa yang benar2 seorang teman yang tulus mencintai dan siapa yang cuma topeng belaka, mungkin ini  bagian dari hikmah yang seharusnya bisa menyadarkanku untuk berfikir bahwa aku memang tidak punya siapa siapa untuk diandalkan, mereka hanya topeng, mereka hanya akan ada dikala aku sedang bahagia, yaa mungkin begitu atau hanya aku saja yang merasa demikian, tapi tidak.., ini memang kenyataan, karena aku benar benar sendiri.

Hhmmmm..,

Berkali kali aku mendesah, ber hari2 aku sudah duduk sendiri, termenung sendiri. bukan meratapi hanya saja aku menyadari bahwa aku memang sendirian, berjuang sendiri menghadapi masalah sulit ini, aku benar benar mengandalkan kemampuan dan keyakinan diri sendiri untuk tetap menguatkanku melanjutkan cerita hidupku yang tidak tau akan seperti apa, yaa aku benar2 berjuang sendiri.., hidupku akan maju atau lebih buruk, itu semua ada dalam genggamanku, dan keyakinan ini akan selalu hadir ketika aku masih benar2 percaya bahwa Allah masih ada dan akan mengulurkan tangan NYA ketika aku tetap yakin dengan doaku, yaa aku yakin Allah masih bersamaku ketika DIA sudah tidak mau lagi meluangkan waktu untuk aku.

Semoga dengan kesendirianku ini akan ada ahir cerita, akan ada ujung dimana aku akan tersenyum bersama cinta sejati yang selalu siap berbagi, cinta yang akan berlabuh pada hati, karena aku tidak bisa menghadapi cerita hidup ini sendirian, karena aku manusia yang tidak ingin hidup tanpa cinta.

Galipong 2016

Jumat, 30 Desember 2016

aku bahagia dengan rasa ini

Kenapa kamu masih peduli sama aku, seharusnya kamu bergabung dengan mereka yang selalu menyayangimu, jangan hiraukan kepedihanku dan kesepianku menghadapi hidup, aku memang terlahir sebagai manusia yang harus disingkirkan dari orang banyak, aku tidak layak berada diantara kalian, aku ada tanpa kasih sayang dari orang terdekatku.

Mengapa kamu rela menyeka air matamu..? padahal aku adalah orang yang telah memisahkan kamu dari orang-orang yang kamu sayangi, aku tidak kenal yang namanya kasih sayang, yang kukenal adalah kebencian, mengapa kamu masih setia berada disampingku..? padahal aku ingin membunuhmu secara perlahan, aku tidak percaya kalau aku adalah orang yang baik buatmu, aku hanya percaya pada kata hatiku saja, tidak usah kamu menatapku dengan tatapan iba.

Masih kuingat, sangat jelas dimataku, bagaimana kamu tanpa perasaan mengusir aku, tidak menginginkan aku, aku menangis dan berharap padamu agar mengasihani aku tapi kamu tidak peduli seakan aku adalah musuhmu, aku tidak punya orang2 yang meyayangi dan mencintai aku, aku selalu dalam kesendirian, kulewati hari2 tanpa belaian tangan seorangpun, tidak pernah kurasakan hangatnya sebuah keluarga yang harmonis, tidak ada yang menegurku, tidak ada yang memanggilku, tidak ada yang mengajakku bercanda tawa atau berbagi cerita.

Aku sendirian, kulalui malam dengan memandangi langit, bintang yang berkedip membuat aku bisa sedikit tersenyum walau aku tidak yakin, untuk apa aku tersenyum, malam yang dingin  tapi aku berharap suatu saat nanti ada sebuah malam yang hangat untukku  dimana malam itu ada yang mau mendengar ceritaku, tertawa bersama bahkan menangis bersamaku.

Aku telah merenung sekian lama dan telah berulang kali kukatakan kalau rasa ini adalah salahku, sakit ini adalah salahku dan kata maaf itu pun harus dariku, aku tau dan sudah merasakan kalau rasa itu tidak bisa di minta dan tidak bisa di tolak, aku terus berusaha untuk pasrah agar dapat kunikmati sakit ini jadi sebuah kenangan yang indah, tapi aku belum sanggup, rasa kehilangan ini begitu dalam, rindu ini tidak mampu kuredam walaupun aku tau, aku menanti sebuah bayangan kosong.

Ini salahku, tidak semestinya ada rasa kehilangan, itu karena aku tau kamu bukanlah milikku, bahkan aku sangat tau engkau tidak menginginkan rasa itu hadir di hatiku.

Apakah aku menyesal..? Tidak..!

Walau sakit, tapi aku bahagia dengan rasa ini, tapi aku takkan pernah mau lagi untuk berusaha melupakanmu karena aku tidak sanggup dan semakin aku berusaha melupakanmu aku semakin sakit  dan sampai detik ini aku belum mampu sembunyikan segala rasa di hati, tubuhku semakin melemah hari demi hari mewakili rasa kehilanganku yang begitu sakit, aku sudah berusaha menyembunyikan segala rasa ini karena sesungguhnya aku merasa hina dengan rasa ini, aku merasa sangat malu dengan kenaifan ini, aku tahu semua ini tak semestinya.

Sayang.., tetaplah menjadi matahariku yang menyinari hidupku dari kejauhan, ijinkan aku tetap menjadikanmu kekasih hatiku hanya di dalam hatiku, tidak lebih dari itu, ijinkan aku tetap memeluk bayanganmu.

Pergilah.., aku tidak akan mencarimu lagi, bila kamu rindu. kirimkan pesanmu, mungkin itu sudah cukup untuk mengobati kerinduan, karena kita selalu bisa melihat setiap saat, dari jendela hati, bila kamu sedang bersedih, sakit, atau sedang bahagia sekalipun, katakan padaku bila kamu bahagia aku juga bahagia.

Selamat jalan sayang jangan hiraukan diriku, aku tau aku bukan siapa2.., sambutlah hari depanmu yang indah bersamanya.


Galipong 2016

Kamis, 29 Desember 2016

senyum di balik tangisan

Karena rasa yang tidak seimbang, kamu menaruh bimbang, mungkin meneruskan hanyalah menambah perih pada luka, dan menurutku berhenti tidak menyembuhkan apa-apa, menaruh harapan pada sang waktu, mngkin saja percuma, sebab hatimu sudah ada pemiliknya, sedangkan aku, hanya tamu yang punya sedikit kesempatan saja.

Belum genap memiliki, tapi hati ini seperti dipaksa berhenti mencintaimu, harapan sudah mencapai puncak tertinggi, tapi kini aku terjatuh karena kebimbanganmu, tadinya aku bergegas menyapa Allah agar lekas menyatukan kita, tapi doa2 itu menabrak dinding yang kokoh, menyadarkanku bahwa seharusnya angan2 berhenti disini saja agar tidak menyakiti seseorang.

Andai saja pertemuan kita tidak terbentur pada cinta segitiga, antara aku, kamu, dan dia..?

Semua ini karena datangnya sebuah rasa, sehingga aku memupuk asa, seakan tidak peduli, bahwa bagian kosong di hatimu sudah ada yang menduduki, juga tidak ingin ambil pusing dengan kenyataan yang mengharuskan kita berada pada jalan masing2, sebenarnya ada garis tidak terlihat yang menghalangi agar aku tidak melangkah lebih jauh lagi, tapi aku memilih untuk pura2 tidak menyadari keberadaanya, rasa hati ini tidak pernah memilih kepada siapa pun, yang aku tahu aku jatuh cinta pada pandangan pertama hingga seterusnya, pada saat ini aku merasa ada di keramaian dan kamu berjalan berdua sedang aku hanya duduk di pojokkan, menyaksikan nya dari belakang.

Segalanya sudah aku lakukan dengan beberapa kali melakukan penolakan terhadap hatiku sendiri, kamu telah bersamanya dan seharusnya aku tahu diri, tapi kenyataannya hanya dengan tatapanmu yang tenang pertahananku runtuh seketika.

Bukan salah hati ini, jika cinta mampu mengundang rindu yang setengah mati, bukan pula salah hati, jika cinta kelak menjadi alasan ada rasa yang tersakiti, buktinya, cinta memang Allah ciptakan dengan mata yang buta arah, bisa menuju siapapun, bisa terjatuh di manapun.

Sebenarnya aku sudah lelah menjatuhkan cinta pada hati yang salah, aku juga ingin rasaku dibalas, bukan terus menerus berbatas, harus meminta seperti apa lagi, agar hatiku yang masih kutitipkan padamu, bersedia pulang kembali, karena setiap kubiarkan perasaan ini tinggal, aku takut lukaku semakin parah, padahal sudah kucoba keluar dari cinta segitiga ini, tapi sepertinya kamu merangkul rasaku untuk tetap disitu, posisiku serba salah, di sisi diri, aku tidak ingin kamu dirangkul oleh orang yang salah, tapi disisi hati, aku akan menjadi sangat salah jika berulah dengan merebutmu dari dia yang mencintaimu amat parah.

Tidak mungkin memberikan luka hanya demi kebahagiaanku semata, karena pada akhirnya, aku akan meminum racun dari air mataku sendiri karena tidak berdaya meraih kamu yang berada disisinya.

Wujud cinta, kita tidak pernah tau dengan pasti, di mana ia semestinya berada, karena bukankah ia tumbuh begitu saja..? Ini bukan pilihanmu, saat kamu berada di antara dua lelaki yang sedang menginginkan kamu, ini di luar kemampuanmu, karena sepasang mata yang tanpa henti kamu tatap, mungkin karena itulah kamu merasa sudah menemukan jawaban nya, hingga kemudian kenyataan menjadikanku lenyap dari hatimu.

Ke manakah aku harus melangkah..? ketika untuk menetap sudah tidak mungkin, dan untuk meninggalkan kamu adalah sebuah langkah yang begitu berat, biasanya saat seperti ini, aku ahli mencari siapa yang salah, dan kali ini, aku salahkan sang waktu, jika saja waktu mempertemukan kita lebih dulu sebelum ada ikrar yang mempersatukanmu atau andai aku tahu ada hati yang selalu membuatmu bahagia, sebelum cintaku menjadi terlalu, maka bersamamu adalah ketidak mungkinan.

Begitu banyak pertanyaan terjun bebas di kepalaku tanpa jawaban yang pasti, yang aku tau aku mencintaimu, tapi akan rumit, setiap hari aku harus menenangkan rindu yang berteriak mencari2 kamu, tapi nyatanya rinduku tidak diakuu siapa-siapa, kamu bersamanya sejak kemarin hingga hari ini, sedang aku selalu menjadi sendal jepit yang meski nyaman namun tidak akan pernah digunakan dalam acara penting.

Ingatkah kamu.., kamu mencariku saat bertengkar dengannya lalu aku harus mati2an menahan diri bahwa orang yang aku cintai sedang bercerita tentang orang yang dia cintai, lagi2 aku tidak berdaya, aku menurunkan ego, jika mencintaimu tidak mudah, ijinkan aku ada di saat2 kamu susah.

Kesedihanku percuma, sebab tidak akan memberi pengaruh apa2 bagi hatimu yang bimbang, harapan hatiku hanya ingin istirahat menanti, setelah 22thn menunggumu di sini.

Kuingin merasa bahagia, saat kalian berduaan, kuingin cinta yang sederhana; cukup sederhana hingga aku tidak perlu meminta apa2 untuk dapat merasa bahagia, jadi aku tidak perlu merasa kecewa, sebab keinginan tidak sejalan dengan kenyataan, biarkan perasaan ini mengalir, karena menurutku ini bagian dari pelajaran dalam perjalanan hidup, sampai pada waktunya ia berhenti, karena meski hati ini menginginkan kamu, tapi aku tau batas yang tidak bisa dipanjati, entah siapa nanti yang akan menggeser nama mu dari hatiku, aku hanya bisa menyerahkan nya pada Allah.

Aku sedang menunggu saat yang tepat untuk keluar dari segitigamu, lalu silahkan buatlah garis lurus, Ya..,satu garis tujuan hidup antara dia dan kamu, bahagialah dengan kebahagiaanmu yang tanpa aku, tersenyumlah selalu meski senyumanmu lahir di balik tangisanku.


Galipong 2016 

Selasa, 27 Desember 2016

Cinta pertama

Cinta pertama..?
Orang bilang cinta pertama itu sulit untuk dilupakan begitu saja, pernakah kalian memendam perasaan begitu lama sekali, bahkan sampai puluhan tahun lamanya..? sakit bukan mencintai seseorang yang belum tentu seseorang itu mencintai kalian.

Aku sudah berusaha semampuku untuk menghapuskan rasa tersebut. tapi kenyataan nya sangatlah sulit, maka tidak ada yang bisa aku lakukan selain mencintainya meskipun dalam diam.., cinta itu memang aneh, dia datang tanpa kita sadari dan terkadang dia pergi begitu saja tanpa kita inginkan, pernah aku mencoba untuk melupakan, meskipun sejujurnya dalam hati tidak pernah menginginkan untuk melakukan itu, dan disaat tiba2 saja orang yang kita cintai selama ini kembali datang dalam kehidupan kita.., apa yang akan aku lakukan..? Kaget..!? Perasaan yang sudah lama kita hapuskan pada dia dengan susah payahnya akhirnya muncul kembali,meskipun rasa itu tidak seperti dahulu namun mampu mengingatkan akan memori2 yang sudah kita lewati bersamanya..

Namun jika kita dewasa, cobalah berpikir sejenak.., renungkanlah pada diri kita.., belum tentu orang yang kita kagumi dan kita banggakan selama ini mempunyai perasaan yang sama seperti perasaan kita, mungkin saja dia hanya menganggap kita sebagai sahabat ataupun adik baginya dan tidak mungkin lebih, cobalah perlahan demi perlahan kita membuka hati untuk orang lain, masih banyak orang yang jauh lebih baik dari pada orang yang kita kagumi, meskipun memang sangatlah sulit untuk melupakan semua kenangan bersamanya, namun yakinlah kita mampu.
Dan sekarang aku mengerti.., bahwa tidak selamanya jika ingin melupakan seseorang itu berarti kita harus menjauhi ataupun menghindarinya, namun cobalah bersikap yang sewajarnya saja saat bertemu dan menganggap tidak pernah ada yang terjadi diantara kalian dan orang yang kita kagumi, bukannya cinta itu tidak selamanya harus memiliki..? meskipun mengiklaskannya untuk bersama orang lain adalah hal yang sangat sulit dan akan membuat kita patah hati, namun mungkin saja menjadi sahabat akan lebih baik, serahkan saja semuanya kepada Allah, biarkan Dia yang menentukan semuanya, yakinlah Allah sudah menyiapkan seseorang yang jauh lebih baik dari pada dia, seseorang yang akan mendampingi kita sampai waktu yang akan memisahkan, seseorang yang mampu menerima segala kekurangan dan kelebihan kita.
Tidak perlu bersedih, karena Allah pasti sudah menyiapkan kebahagiaan untuk kita asalkan kita yakin dan percaya, teruslah berdoa pada-Nya, karena kebahagiaan pasti akan menghampiri kita jika sudah saatnya.

salahkah mencintainya sehingga dia menyakiti aku

Aku tidak tau harus memulai cerita ini dari mana yang pasti, yang aku tau aku mencintai nya, tidak peduli orang mau bilang apa, yang pasti aku akan tetap menikmati perasaan ini, tidak terasa, entah berapa lama aku duduk di sini, aku perlahan berdiri melihat sekitar ternyata cuma aku saja yang tinggal di parkiran ini.

Apa aku salah mencintainya..? apa aku salah menyayanginya..? walau aku tau dia sudah ada yang punya, ya Allah bukankah manusia tercipta untuk mencinta dan dicinta, tapi mengapa terkadang menjadi bencana ketika cinta tumbuh di antara orang ketiga sehingga cinta menjadi penghancur segalanya, cintaku menjadi hancur hanya karna orang ketiga dan sebuah penantian menjadi sia-sia ketika aku merasa dihianati. 

 
Yaa Allah.., katakan jika aku salah mencintainya..,
 
Jika semua ini salah tolong sadarkan aku, bangunkan aku dari mimpi buruk ini, jangan biarkan aku terus bermimpi tentangnya, jangan biarkan aku terus mengharapkannya, aku tidak bisa terus menerus menahan kepedihan ini, aku memang mencintainya tapi jika cinta ini salah maka biarkan aku melupakannya, hilangkan semua rasa yang aku miliki untuknya agar kepedihan ini tidak aku rasakan lagi, cinta yang tulus ini ternyata tidak cukup untuk membuatku sanggup bertahan menahan sakit karena pengabaian nya, jangan biarkan aku terus menangisi kepedihan ini, semua ini terlalu sulit untuk ku, aku tidak bisa hidup dengan tenang jika perasaan ini masihada dalam hatiku. 

Yaa Allah.., aku benar2 mencintainya, aku tau Engkau mengetahui hal itu bahkan melebihi dari yang aku tau. tapi apa mungkin dia juga mengetahuinya, jika dia tidak menegtahuinya, bantu aku untuk mengatakan padanya bahwa aku benar-benar mencintainya tapi aku rasa dia tau semua itu hanya saja dia tidak memiliki rasa yang sama besar sepertiku mungkin karna itu dia seakan-akan tak mengetahuinya, kenapa dia begitu jahat padaku, dengan sengaja dia mempermaikan perasaanku. Apa salah ku padanya..? sehingga dia memperlakukan ku seperti ini, memang tidak ada yang memintaku untuk mencintainya tapi apa harus seperti ini caranya memperlakukan ku, memberikan ku harapan yang tidak pasti, lalu apa arti dari semua kata cinta yang dia ucapkan, semua perhatian yang dia berikan, apa itu semua hanya untuk membalasku, atas dendamnya di masa lalu, tapi apa dia sejahat itu. yang aku tau dia bukan orang seperti itu, dia tidak akan membuat orang lain sakit karenanya tapi kenapa semua itu dia lakukan pada ku..?

Yaa Allah.., aku memang mencintainya.., tapi bagaimana bisa aku merelakan orang yang aku cintai bersama orang lain, aku bisa mengatakan "aku rela" tapi hatiku tidak pernah bisa, aku sangat membutuhkanya, sekalipun Engkau sudah menyadarkan ku bahwa aku tidak boleh mencintainya, aku tetap mencintainya meskipun aku tau aku tidak akan pernah bisa memilikinya, bahkan setelah dia mengatakan kebenarannya, aku masih diam dalam kebodohanku.

Sungguh menyakitkan bila ku ingat kalimatnya yang benar-benar menyayat hatiku;
"Terima kasih Allah sudah kirim kamu buat aku, sekarang piko insya Allah benar2 berubah, aku mohon maaf kalau selama ini ada kata2 yang buat hatimu kecewa untuk yang kesekian kalinya, maafkan juga sikap aku atas kamu, sekarang aku mengerti memang kadang apa yang kita inginkan baik, tapi belum tentu baik di mata Allah, kita cuma wayangnya, sekarang aku berusaha menata kembali hidupku sama piko dan anak2, mungkin ini jawaban dari Allah.., lewat kamulah sekarang piko jadi lebih baik, walaupun kalian berdua tersakiti semua gara2 aku, karena aku yang memulainya, untuk itu maafkan aku, jaga diri kamu baik2 ya, jaga kesehatanmu, juga shalatmu, maafkan aku hediku yang urakan, terima kasih untuk semuanya, untuk cinta, kasih sayang, pengertianmu dan juga jadi pendengar baik ceritaku, terima kasih hedi, tolong jangan marah sama aku seperti dulu lagi,  kalau nanti kita gak bisa komunikasi lagi, DIAM lah dalam do'a hedi, itu lebih baik.

Wasalam dari iyung mu yang selalu buat kamu kecewa, maafkan aku, maaf dari hati terdalam..."

DIA mengatakan itu lewat pesan WA, aku tidak mengerti makna dari kalimat itu., seburuk itu kah aku sehingga aku tidak pantas untuk memilikinya, ya Allah jangan biarkan aku terus menjadi orang yang bodoh karena mencintainya, sadarkan aku. katakan dia bukan yang terbaik untukku begitu juga sebaliknya, aku bukanlah yang terbaik untuknya, hapuskan semua rasa yang aku miliki tentangnya, biarkan aku membencinya, aku tidak ingin mencintainya jika seperti ini alasan nya, aku ingin bahagia sekalipun bukan bersamanya.

Yaa Allah.., ketika dia datang kembali membawa semua harapan yang sudah aku lupakan, betapa bodohnya aku, aku hidupkan kembali semua harapan itu, sampai saatnya dia kembali menghilang dan meningalkanku bersama semua harapan2 itu, dia sudah menghancurkan semua harapan ku, aku ingin benar-benar membencinya, tapi kebencian itu tidak bisa menghapuskan semua rasaku, hanya membuatku semakin sakit dengan kepedihan yang aku tahan, air mata ini terasa sudah tidak berarti lagi, setiap saat berjatuhan tanpa henti hanya karna merindukan kehadirannya, memang salahku, seharusnya tidaka ku biarkan dia kembali hadir dalam kehidupanku, tapi hatiku memberikannya jalan untuk kembali, kembali menghancurkanku dengan cinta yang tidak pernah benar2 dia miliki, entah bagaimana hancurnya bentuk hatiku saat ini, setelah dia putuskan untuk pergi lagi dan meninggalkan luka yang teramat dalam yang mungkin tidak pernah bisa terobati meskipun dia datang kembali dan memberikan cintanya sepenuhnya untukku, tapi mungkin saat dia datang kembali aku sudah bukan hedi yang bodoh lagi, aku tidak akan mencintai wanita yang berulang kali menyakitiku seperti saat ini meskipun melupakannya bukan hal yang mudah untuk ku lakukan
 

Yaa Allah.., hinakah aku jika aku meminta padamu sedangkan aku terkadang tidak mengingatmu saat kau beri aku bahagia..
 
Yaa Allah.., salahkah aku jika aku berharap akan hal yang mungkin terjadi sangatlah kecil..
 
Yaa Allah.., sesungguhnya ibadahku, sholatku, zikirku, puasaku hanya untuk mencari ridhomu, ya allah.
aku lemah, aku manusia rapuh, sangat rapuh.

Tetapi.., ketika tangan lembut itu datang, aku tidak sanggup menolaknya, aku kuat karena dorongannya, aku kuat karena semangatnya, bukan aku tidak percaya akan hal indah yang Kau gariskan padaku Yaa Allah.., tapi entah mengapa hal indah yang ada di depanku ini semakin membuatku sulit.

Yaa Allah.., aku manusia biasa, aku pasrah akan segalanya, mohon bantu aku mengahadapi semuanya, semua yang masih sangat sulit aku terima kenyataannya.., aku tidak minta yang lebiih baik darinya, aku hanya masih menyebutkan namanya di setiap do'aku Padamu.
 
Yaa Allah.., salahkah aku ya allah jika hati ini masih bersamanya, salahkan airmata ini masih mampu menetes untuknya, salahkah pikiran ini yang tidak mampu melihat yang lain selain dia.

Yaa Allah.., jika aku salah, sadarkanlah karena sesungguhnya aku tidak mampu melawan kehendakmu, aku tidak mampu mengubah semuanya, rasa ini datangnya darimu ya allah, kini aku kembalikan padamu..
aku akan tetap mencintainya, bukan mencintainya fisik atau apa pun itu kelebihan nya.

Tetapi.., aku bertahan karena rasaku, karena aku masih mampu melihat bayangannya, karena aku masih mampu mengingat senyumnya yang selalu hadir ketika bersama, karena aku masih bisa merasakan tangan itu masih menyentuh tanganku untuk membawaku padamu..
 
Yaa Allah.., ampuni aku jika aku masih sulit mengikhlaskannya ampuni aku yang masih berharap ampuni caraku ini jika menyakiti orang lain, ampuni aku Yaa Allah..,
Yaa Allah.., sesungguhnya jodohku, rejekiku, dan matiku hanya Engkau yang tau, jika aku tidak berjodoh dengannya aku masih tetap bersyukur karena pernah bersamanya, dan memilikinya..
 
Yaa Allah.., bahagiakanlah dia dengan hidup barunya, berkahi setiap langkahnya, turuti semua doa tulusnya, semua ini semata-mata karenamu, karena aku tidak mau mengikatnya dengan ketidaknyamanan nya bersamaku.

Yaa Allah.., jika ini caraku untuk tetap dekat denganmu akan aku lakukan, aku ikhlaskan dia bersama dia asal itu bisa membuatnya bahagia.

Yaa Allah.., Engkaulah yang mampu membolak balikan hati ini, jika ini kau minta kembali buatlah aku ikhlas seperti pertama kali aku merasakannya, namun jika Engkau tetap memintaku untuk menjaganya hingga nanti aku terbiasa aku akan lakukan semata-mata mencari ridhomu.

Yaa Allah.., kuatkan aku untuk melihatnya bersama yang lain, jauhkan aku dari rasa iri yang mampu membuat imanku runtuh, jauhkan aku dari emosi yang bisa membuatku kehilangan semuanya, jauhkan aku dari keegoisan, jauhkan pandangan ini dari siapapun sampai nantinya jodohku yang selanjutnya datang.
 
Yaa Allah.., bukan aku tidak mampu tanpanya, aku hanya belum mampu meninggalkan kebiasaanku bersamanya, dewasakan aku kembali saat aku mulai masuk dalam impian ku yang dahulu bersamanya,
ingatkan aku ketika aku mulai merindukannya, merindukan yang bukan halalku, aku tidak sanggup menanggung dosanya.

Yaa Allah.., aku ikhlas di buat seperti ini karena aku tau engkau mengerti bahwa aku sanggup jalani semuanya.
 
Yaa Allah.., ingin rasanya aku berteriak bahwa aku masih mencintainya ingin ya allah ingin, buatlah dia bahagia bersama pilihannya sekarang, buatlah mereka bahagia di atas ridhomu, lapangkan hatiku, hilangkan airmata ini ketika melihat kemesraan mereka.

Jika aku bukan jalanmu, ku berhenti mengharapkanmu.., jika aku memang tercipta untukmu, jodoh pasti bertemu..,

Senin, 26 Desember 2016

Aku tertipu lagi

Januari ini aku pergi meninggalkan kamu,, meninggalkan anak anak kita, meninggalkan rumah yang penuh kenangan, aku pergi karena perintah yang telah menancap di hatiku, maaf aku tidak bisa menarik kata yang sudah ku ucapkan.

Aku pergi, untuk menyenangkan hati seseorang yang telah korbankan seluruh hidupnya, untuk kebahagiaan ku,  aku pergi untuk menghapuskan luka yang telah kamu buat, jadi..?

hai Istriku!! aku pergi tinggalkan kamu untuk datang kepada yang memiliki hatiku, aku pergi tinggalkan kamu, bukan karena aku tidak menyayangimu, tetapi ada mata yang selalu mengawasi cintaku.

ketahuilah..,
Jika esok kamu terbangun dari tidurmu, dan tidak dapati aku disisimu, maka cepatlah bertasbih.

Jika esok, ketika melihat kamarmu sepi, maka, bayangkan olehmu, aku..suamimu sedang pergi membawa cinta sejatinya.

Jika Esok  tidak ada tangan yang memberi rizki seperti yang biasa ku lakukan padamu, yakinlah.! Allah akan beri rizki padamu.

Jika esok, musibah, ujian, dan sejuta masalah, datang dalam kehidupanmu tanpa aku, lihatlah kepada hatimu, kemana kamu berlari..? saat itu Alloh ingin melihat Iman kamu yang setiap hari bergantung kepadaku.

Jika Esok, kamu melihat Rumah tetangga, penuh suara tawa, keceriaan terdengar dari sana, suami mereka selalu di rumah, jangan kamu iri, kamu justru harus belas kasih kepada mereka, mereka sedang membangun bahagia dari permusuhan yang hebat di rumah mereka.

Ketahuilah..!
Saat ini dalam kesenanganku ada kesusahan hati dan penderitaan, kesendirianku menjadi sempurna, aku kehilangan kamu juga kehilangan dia.., begitu dahsyat Allah memberikan hukuman kepadaku.

Dunia sudah menipuku, juga manusia2 yang hidup di dalamnya.., dan saat ini aku hanya bisa mengucap.., 

"Alhamdulillah..."

Sabtu, 24 Desember 2016

Kembali DIAM

Kamu yang membuatku DIAM..,

Terima kasih telah membuatku tersadar dari mimpi yang kubangun ribuan hari lamanya, terima kasih membuatku sadar atas kesalahanku menunggu dalam diam, membuatku tidak ingin mengulangi hal yang sama untuk kedua kalinya, membangun angan semu, mengharap pada apa yang kurasa nyata, merangkai mimpi. yang selama ini, kulakukan semua sendiri.

Kamu yang membuatku DIAM..,

Terima kasih karena pada akhirnya, kamu sendiri yang menghentikanku dengan cara yang baik, hati tidak pernah bisa dipaksa, ketika aku sebenarnya paham, kamu punya mimpi lain yang harus kamu tuntaskan, aku bisa membaca bahasamu, seolah memperingatkanku, kalau aku harus menuntaskan mimpiku sebelum aku membangun mimpi bersama kamu, karena aku masih memiliki sejuta ego yang harus kuhilangkan agar aku tidak berego ketika hidup bersamamu nantinya.

Aku memutuskan untuk menghentikan penantianku dalam diam, ada langkahku yang terhenti setiap akan memulai langkah baru.., kamu-lah penyebabnya, karena selalu mereka-reka kemungkinan kita bisa bersama, mendahului kehendak-Nya, dan ternyata diamku hanya berbuah dosa, maka itu, aku memutuskan untuk menghentikan bagaimana pun hasilnya.

Dan terima kasih.., hatiku seperti hati lain yang mencintai, tetap akan terluka, tapi tidak apa2, pasti segera sembuh meski tidak sempurna seperti sedia kala.

Kamu yang membuatku DIAM..,

Terima kasih untuk membuatku mengerti, bahwa mencintai orang yang menikahimu adalah pilihan terbaik dalam hidupmu, bisa menjauhkanmu dari dosa, membuahkan pahala, dan membangun jalan ke surga, mencintai orang yang menikahimu adalah anugerah karena ia memilihmu di antara miliaran pilihan wanita yang bisa dipilihnya di muka bumi, dia memilihmu untuk menemaninya berjuang menghadapi hidup, memilihmu untuk melahirkan anak-anaknya dan hanya wanita terpercaya yang akan dia pilih untuk terlibat dalam hidupnya, karena setiap lelaki mempunyai keistimewaan untuk memilih, sebagai kodrat hidupnya.

Kepadamu yang membuatku DIAM..,

Aku akan tetap mendoakan kebahagiaanmu, semoga segala yang belum tertuntaskan, bisa terselesaikan, dan semoga ada hati yang akan menemani jalan hidupmu.



 Terima kasih telah membuatku kembali DIAM sehingga langkahku terhenti.

Jumat, 23 Desember 2016

Terima kasih yuli..,

Masih terekam jelas awal pertemuan kita, tidak seperti kebanyakan orang , bukan di mall, restoran, atau pun cafe, tapi, kita duduk di gerbong yang sama untuk saling memandang, aku melihatmu, kamu melihatku, saat itu kita dalam perasa'an yang sama, yaa.., perasa'an rindu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata, hanya hati yang berbicara pada waktu itu.

22 tahun.., dan baru saat itu kita bisa bertatap muka kembali, awalnya memang kaku, tapi aku menikmatinya ketika dirimu menatapku dengan lembut, menjamah jemari-jemariku yang makin kaku karena kehadiranmu apalagi saat bibirmu melontarkan kata2 singkat padaku, itu saja sudah membuatku seperti berada di tempat indah, merasakan hangatnya tanganmu membuatku merasa begitu damai.

Waktu berlalu begitu cepat, hingga satu persatu lembaran tentang dirimu kutemukan, awalnya hati ini berdebar sekaligus senang saat menemukannya, kubaca perlahan, kucermati tiap goretan mengenai dirimu, hati ini serasa menciut bagai balon kehilangan udara, begitu banyak yang kamu miliki membuatku rendah diri, membuatku merasa tidak pantas untuk  menjadi kekasihmu lagi.

Awalnya ku pikir, dirimu adalah utusan Tuhan untuk mengobati goretan luka di hati ini, aku kira dirimulah yang dapat menghiasi ruang hati yang berantakan ini, aku kira dirimulah yang dapat membuatku melupakan segala rasa sakit yang lama menjeratku.

Tapi.., semua itu salah, bahkan hanya berharap saja rasanya aku tidak pantas, apalagi memikirkan untuk menjadi teman berbagi segala cerita kehidupan ini, karena mungkin, diluar sana ada seseorang yang lebih pantas bersanding denganmu, lebih pantas secara jasmani dan rohani untukmu.

Aku tidak tau bagaimana membahasakan perasaanku pagi ini, aku menyadari itu sebuah kesalahan, jika tidak kusadari mungkin setiap hari aku akan menumpahkan rasa itu, tapi apa dayaku rasaku hanya menepuk angin, dan akan ada luka yang mengiringi setelah kutumpahkan rasa itu, karena tiba-tiba akan menjadi kosong karena sebuah ‘kekejaman’, ya, kekejaman diriku atas kebahagia'an rumah tanggamu.

Maafkan aku yang hanya bisa mengusik harimu, membuatmu tidak nyaman dengan semua kata cinta yang kutujukan untukmu, maafkan aku, aku tidak bisa menyimpannya sendiri, aku tidak bisa..! dan jika akhirnya kamu menghapusnya sebenarnya tidak mengapa, aku sadar ini semua gara2 aku.

Terkadang aku berfikir untuk pergi dari hidupmu, tapi bagaimana bisa..? aku tidak pernah bisa, hingga kelak kamu yang akan memintaku pergi dan tidak mengusikmu lagi, karena bagiku apalah artinya, bahagia memilikimu kalau ternyata kamu tidak bahagia, percuma saja, sekarang aku sangat siap kamu lepaskan, tapi maaf jangan memintaku berhenti mencintaimu, itu tidak bisa kulakukan, aku benar-benar tak bisa..!

Ironisnya, akupun tidak ikhlas kamu berdampingan dengan dia, yang nyata2 dia adalah suami kamu, tidak ikhlas dan tidak pernah ikhlas..! tapi aku tidak pantas   berbuat itu kepadanya, kamu yang selalu menjaga diri dari dosa, tapi aku selalu datang sebagai iblis yang sangat mengerikan, jagalah dirimu sayang, jagalah dirimu dari dosa, harusnya kutanggung sendiri perih ini, tanpa melibatkanmu dalam ego ku.

Dan ini bukan salahmu, akulah yang telah bermain api, jika aku harus terbakar sendiri memang itulah yang seharusnya, aku berjanji sikapku yang mengusikmu takkan kuulangi lagi, hidup bahagialah sayang, meski aku harus memendam rasa dan menahan rindu hingga menyakiti hatiku, jangan pernah pedulikanku, aku hanya benalu dosa bagimu, jaga dirimu sayang, jangan pernah izinkan aku masuk lagi dalam hatimu, biarkan kutahan sendiri perasaanku, tidak usah kamu hiraukan, aku bukanlah lelaki yang baik untukmu, engkau lebih pantas mendapat yang terbaik dari yang terbaik. 

Doa tulusku untukmu, kelak semoga suamimu mencintaimu dengan penuh kehormatan dan harga diri, suami baik-baik, yang   bagus akhlaknya, yang tinggi derajatnya, alim tuturnya, yang bila dia tidak ada, kamu akan mencarinya, jika dia jauh kamu akan merindunya, jika sakit kamu akan sembuhkan lukanya, dia lelaki  yang menghargaimu dengan mencintai Tuhannya lebih dari diriku, yang jika kamu pandang akan menenangkan jiwamu.

Bagiku kebahagianmu adalah kebahagiaanku, dan kamu tidak perlu cemas dengan perasaanku, aku telah terbiasa seperti ini, terbiasa dengan sakit yang kuciptakan sendiri, kamu tidak boleh terlibat dalam perasaan keruhku, maafkan aku, sungguh aku minta maaf, jika bisa memilih, rasanya ingin kembali ke masa lalu dimana kita tidak harus saling mengenal, itu lebih baik buatku, daripada aku terus menerus mengusik kenyamanan hidupmu, tapi Sang Pemilik Cinta memilih menghadirkanmu di hatiku, dan sayangnya aku tidak cukup kuat memendam perasaanku, bukankah ini cukup menjadi petunjuk, bahwa aku bukanlah lelaki yang baik untukmu.

Tapi kuakui aku tak pernah menyesal mencintaimu, dan kebahagian luar biasa bagiku ketika engkau pernah izinkanku mengisi harimu, menjadi bagian dari hidupmu, meski pada akhirnya aku menyadari aku bukanlah lelaki yang pantas untukmu, maka benarlah, cinta tidak harus memiliki.  aku harus bangun dari mimpiku yang terlalu tinggi, aku harus lebih banyak bercermin diri, aku tidak pantas untukmu  lalu apa yang bisa kuperbuat untuk membayar semua salahku karena telah melibatkanmu dalam egoku ini..? Apapun akan aku lakukan.

Apakah aku harus pergi dari hidupmu..? akan kulakukan jika itu membuatmu bahagia, dan aku berjanji dan akan kupastikan takkan kubiarkan engkau tersentuh ketaknyamanan dariku ‘lagi’, yah meski aku sadar ini akan sangat berat untukku, tapi untukmu segalanya akan menjadi bisa. 

Hmm.., mungkin aku harus kembali memendam cinta, aku tidak boleh membiasakanmu dengan hadirku, karena kita tidak boleh bersama, kamu berhak mendapat yang lebih baik, yang lebih punya harga diri, tidak sepertiku, selalu ingin manja padamu, memaksamu mencintaiku seperti aku mencintaimu, cintamu tidak boleh dipaksakan, kamu harus bahagia dengan pilihanmu.


Terima kasih yuung…,

Jika itu yg kau inginkan

Semuanya terlalu lucu, hingga aku tidak bisa tertawa, tidak masuk akal, dan aneh, karena.., bagaimana mungkin ada orang yang menghabiskan waktunya untuk berpura-pura pada dirinya sendiri.

Apa tujuannya..? padahal aku merasa, tidak ada yang salah dengan diriku ini, aku tetap mencitaimu, masih menyayangimu dan sangat ingin hidup bersama mu, saat ini aku diam hanya untuk memberi kesempatan kepada sesuatu perubahan yang baik agar bisa menjadi sempurna, bukan nya aku mundur atau berhenti berjuang.

Aku tau kamu sudah berjuang untuk mewujudkan cita2 kita untuk hidup bersama, dan sepertinya menurutmu aku lemah untuk perjuangkan itu.

Taukah kamu..? selama bertahun2 aku tidak bisa memberikan cintaku untuk wanita yang saat ini menjadi isteriku, karena namamu telah mendapat tempat paling istimewa di hatiku..,

Taukah kamu..? ber kali2 aku kecewakan wanita yang pernah dekat denganku, hanya karena aku tidak ingin mereka menggantikan namamu yang selalu aku jaga keutuhan nya.

Saat itu aku merasa nyaman menyimpanmu dalam hati, yang selalu menemaniku dalam diam dan kesendirianku, ya.., saat itu aku merasa sendiri walaupun dalam keramaian, seperti yang kamu rasakan..

Dan kini..,

Kamu lupa, aku masih punya telinga untuk mendengar, punya fikiran dan hati untuk meneliti dan merasakan semua yang kamu lakukan dan hatiku yang dulu damai dengan kesendirian harus merasakan semua ini sekarang., karena dengan bahasamu itu.., aku merasakan, sepertinya kamu sengaja membuatku untuk segera meninggalkanmu.., tidak tau mengapa aku merasakan itu.

Jika itu yang kamu inginkan, tidak perlu sungkan untuk mengatakan nya, aku bisa mengerti  aku tidak akan marah, dan kamu tidak perlu khawatir menyakiti hatiku,  hanya saja, aku akan sedikit kecewa karena sudah kamu biarkan aku dalam keragu-raguan.

Jika kamu harus pergi, pergilah..,

Aku tidak akan menahanmu, karena itu bukanlah keharusan untukku melarangmu menggapai bahagia yang sudah ada didepanmu, tapi aku mohon jangan pernah sisa kan kata atau kenangan yang tidak penting untuk kukenang.

Jika  kamu ingin pergi, pergilah..,

Sudah seharusnya kamu diam, dan tersenyum dengan kebahagiaan yang selama ini kamu impikan, lekas lah kamu terbang dan menari diudara, karena aku terlalu iba melihatmu menyakiti diri sendiri, aku merasa bersalah memasuki kehidupanmu, karena dengan adanya aku kamu selalu sedih hati dan menangis..,


"maafkan aku.."


G@l!pong

Kamis, 22 Desember 2016

Akhirnya dia bisa

Hai  kamu yang membuatku susah lupa…sepertinya aku tidak perlu bertanya lagi tentang kabarmu, dari percakapan kita barusan aku yakin kamu baik-baik saja, dan dari percakapan kita, dapat ku tangkap kabar bahwa kini kamu bahagia.

Maaf, aku sudah tidak akan berusaha lagi, usahaku cukup sampai disini saja, aku tersenyum simpul dalam diam, alhamdulillah.., ternyata dia akhirnya bisa berubah.

Masih pantaskah aku berjuang mendapatkanmu kembali, saat kamu justru bahagia tanpa aku..? sejahat itukah aku, memaksa kamu dan aku harus menjadi kita..? padahal kamu sudah bisa bahagia dengan duniamu, walau tanpa aku.

Sudah waktunya aku hapus semua keegoisanku dan hentikan usahaku, aku tidak ingin mengikatmu lagi, aku berhak berusaha, tapi kamu juga berhak bahagia, dan kini aku  mengerti, ini pasti yang terbaik menurut Allah, kamu bisa lebih bahagia di kehidupanmu kedepan.

Kuucapkan terimakasih pada Allah yang pernah menjadikanku bagian hidup wanita sehebat kamu, bukan aku menyerah, tapi bagiku melihat kamu bahagia sudah cukup, karena sejak dulu bahagiamu  yang selalu ku perjuangkan, dengan ataupun tanpa aku.

Rabu, 21 Desember 2016

berdamailah dengan hati dan fikiranmu

Kepada kamu yang mencintaiku, maafkan aku, tetapi mencintaiku dengan caramu hanya akan membuat waktumu terbuang percuma, belum lagi, di usiamu itu, hanya akan membuat dirimu menjadi seorang pengharap, tanpa bisa melakukan banyak hal, dan semua karena perasaanmu yang begitu kuat kepadaku.

Maka, dengan ini aku tulis surat untuk hatimu yang menggebu-gebu ingin hidup bersamaku, bukan karena aku tidak mau menghargai perasaanmu, melainkan ada baiknya kamu pahami tulisanku ini dulu.

Aku tau betul bagaimana kamu mencintaiku, tapi maaf.., aku yakin, pasti akan ada yang lebih bisa mengerti kamu dari pada aku, terima kasih karena kamu telah mencintaiku hingga saat ini, dan sekali lagi maaf, aku hanya ingin memberimu saran, bagaimana kalau kamu menaruh hatimu pada orang lain yang lebih bisa memahamimu..? bukan kepadaku, seorang yang hanya bisa melihat cintamu.

Aku tahu kamu memiliki cinta yang luar biasa, hanya saja, kamu mungkin telah menaruhnya di tempat yang salah, cinta begitu sakral untuk diucapkan atau diberikan, ku akui kamu sungguh berani menyerahkan hal spesial itu kepadaku, dan aku sangat menghargai keputusanmu itu, tapi kamu sudah tau bukan, bahwa kamu memberikan ke hati yang salah..? aku tidak ingin mengecewakanmu lebih dalam, aku setuju bahwa cinta tidak dapat disalahkan dan mencintaiku adalah hal yang sungguh tidak perlu kamu lanjutkan.

Kamu boleh mencintai siapa saja, termasuk aku, perihal cinta memang tidak pernah salah, dan memang tidak layak untuk disalahkan, cuma keputusanmu yang kurang tepat karena memberikan cintamu padaku, meski jalanku belum pasti, tetapi hatiku telah mantap memilihmu, tapi percayalah, mencintaiku begitu rupa hanya akan membuat hatimu semakin perih.





Menjauhlah..,
Ya, perjalanan asmaraku memang sudah bisa dipastikan, dan telah memutuskan, akan menuju kemana cintaku ini, sementara kamu, dengan berjuta bahasamu, seperti katamu “tak ada penantian yang sia-sia”, tapi aku mohon kali ini kamu jangan percaya, putar arah kemudi hidupmu segera, kali ini aku memohon padamu, jangan pernah meyakini pepatah dan kata-kata motivasi dari google yang mengatakan, " tak ada penantian yang sia-sia ", tolonglah, demi kebaikanmu sendiri, percayalah padaku, kamu akan merasa sesal dan tidak berguna lagi, sudah saatnya kembali pada kehidupanmu yang dulu, kehidupan sebelum mengenal diriku, kembalilah pada hatimu yang teguh seperti dulu, entah seperti apa, aku tidak tau. karena ketika kamu menyatakan cintamu padaku, ketika itu pula aku tau dan kamu juga harus tau, bahwa kamu telah menyia-nyiakan hidupmu yang berharga itu.

Pergilah..,
Sekarang kamu berhak melakukan banyak hal di luar sana, tanpa perlu pedulikan aku, sudah saatnya kamu melakukan berbagai kegiatan yang bisa membuatmu berkembang menjadi pribadi yang baik, juta'an mimpi telah menantimu di kehidupan mendatang, jangan pernah biarkan hidupmu hancur karena perasaan berantakan yang aku sebabkan, kamu berhak berbahagia dengan hidup dan perasaanmu sendiri, selamat tinggal, kamu yang sudah susah payah dan banyak bersedih karena aku.

Selamat tinggal, kamu yang dari dulu menanam perasaan padaku, maaf, kamu harus mengakhirinya segera., setelah membaca surat ini, kuharap kamu akan lebih bijak menaruh hati, sebab tidak semua yang kita harap bisa sejalan dengan yang kita mau dan inginkan.

Ku akhiri surat ini dengan sesal dan maaf, karena aku yakin, kamu pasti akan lebih bahagia jika melepaskan sesuatu yang memang tidak baik buatmu.

Setelah membaca surat ini, berdamailah dengan hati dan fikiranmu.

Bahagialah Tanpa Aku

Jika saja aku bisa mencintaimu seperti ini, memaafkanmu meski pernah terluka olehmu, tapi sungguh aku hanyalah manusia, aku sudah berada pada titik lelah dimana aku jatuh tersungkur setelah berlari tanpa henti mengejarmu.
 
Jika saat ini aku bisa memberikan hatiku sekali lagi, luka dan kecewa ini masih terasa, karena aku sudah merelakanmu menjadi bagian dari kehidupan yang lain, kamu memang sebaiknya harus menjauh dari aku, agar bisa menata kembali hatimu agar utuh, semua yang pernah aku harapkan biarlah membeku bersama ingatan dan waktu akan menghapusnya, semoga kamu bahagia dengan jalan pikiranmu yang kamu pilih, abaikan saja perasaanku, semoga hari-hari baik akan selalu bersamamu dan semoga suatu hari nanti kita sama-sama menemukan orang yang tepat untuk hidup kita.

Orang yang peduli bahwa cinta memang tidak seharusnya di sakiti, selalu memilih ada meski jenuh kadang datang tiba-tiba, yang mengerti bahwa cinta adalah belajar saling mengimbangi, tetaplah bahagia tanpa aku, cukup kenang saja aku sebagai masa lalu, kita pernah ingin bahagia, tapi kebimbangan lebih cepat datangnya, kini aku bebaskan kau membuat pilihan hidup, karena aku tidak akan mendiktemu.

Dan suatu hari ketika kau telah pergi, tulisan2 di blog ini akan jatuh berhamburan dan saat itu juga akan menjadi sebuah sajak, bait-bait kesedihan tidak dapat lagi diterjemahkan dengan bahasa apa pun, bahkan bahasa hatimu.

Kalimat ini akan menjadi sajak dan kamu akan mulai mengerti kalau apa yang aku tulis adalah;
 
Huruf-hurufnya adalah darahmu..,
 
Kata-katanya adalah jantungmu..,
 
Kalimat-kalimatnya jelas adalah nyawamu..,
 
Dan ketika telah menjadi sajak, semua ini bukan lagi tentang dirimu, kita tidak berhak memilih terlahir menjadi apa, berjodoh dengan siapa, kamu manusia dan aku bisa kamu katakan juga manusia, tapi.., tidak mungkin bisa semudahnya aku menyatakan kalau kamu milikku, karena aku tidak berhak memilih. 

Suatu hari kalimat ini akan menjadi sajak, karena sudah kamu abai kan.



"Sajak tentang Mencintaimu"


Senin, 19 Desember 2016

Beruntung bisa memiliki dirimu

Aku harap kamu jangan salah pilih karena melabuhkan cintamu kepadaku, kamu belum tau aku ini orangnya seperti apa, aku takut kamu tersiksa batin mu karna sudah memilih aku, saat ini aku takut untuk mencintai kamu, karena aku sekarang mau intropeksi diri dulu, sudah pantaskah aku bersanding denganmu, aku takut kamu kecewa, aku takut kamu membenciku, aku tidak mau menyakiti kamu.

Aku tidak mengajari atau pun mencampuri apa yang ada dalam pikiranmu, tapi apa salah kalau aku mengingatkanmu untuk hal kebaikan yang pada dasarnya kewajibanku sebagai seorang yang sangat menyayangimu, aku merasa bukan manusia yang lebih sempurna dari bayanganmu, aku orang yang selalu mengeluh karena keadaan, dan tidak tau apa itu arti kebahagiaan yang sebenarnya sudah kamu ciptakan untuk aku.

Sungguh aku tidak mengharapkan belas kasihan dari kekuranganku, karena aku tau...! harapan pernah membuat aku bahagia, namun harapan itu pula yang membuat aku pernah hancur.

Tuhan...?
Apa yang sebenarnya aku lakukan semata-mata hanya tidak mau cinta dan kasih sayang ini berakhir dengan sebuah khayalan, karena aku adalah cinta yang ada dalam hatinya.

Maaf sayangku..,
Haruskah aku ingkari janji, karena ketidak mampuku untuk memilikimu, biarlah semua cerita yang ada dalam cerita cinta ini menjadi sebuah karya pengalaman cinta dan kasih sayangku atas ketulusan padamu ,semoga  Allah dan keyakinanku yang tau atas semua yang aku jalani ini.

Untukmu..,
Aku sangat berterima kasih atas dirimu, dan semoga kekuatan dari sakralnya sebuah cinta ini sebagai balas jasa dari semuanya, meski demikian aku masih meninggalkan sebuah kenangan diatas khayalan bayang-bayangmu.

Akupun bersumpah diatas keyakinan cintamu, aku tidak akan pernah melepaskan  semua  hal tentang dirimu, karena ketulusan dari sebuah kejujuranku ini bukanlah tipuan yang aku berikan padamu.

Terkadang aku berfikir hidup sendiri akan lebih baik, tapi nyatanya ..! aku juga butuh seseorang agar aku bahagia walau kadang selalu takut mengecewakan-nya.

Aku sadar namun terasa mati, aku berlari, tapi tidak mampu untuk berhenti, cintaku ini seperti cinta boneka, cinta yang tidak mengenal dosa atau sengsara, karena aku percaya dan sangat yakin ,hal yang paling terindah dalam hidupku ini adalah ...!!!

"Beruntung bisa memiliki dirimu"

Aku harus bagaimana

Beri aku alasan untuk kuat menjalani, saat hatiku sudah lelah berjalan dalam ketidak pastian, ketika pikiran mulai tidak sejalan dengan apa yang kuharapkan, beri aku alasan agar bisa meyakini apa yang kujalani, dan bila itu tidak mungkin, maka aku ambil pilihan untuk pergi.

Aku tidak tau apa yang kujalani sekarang, semua terasa kosong dan hampa.., dulu aku punya alasan mengapa aku bisa tertawa, alasan untuk menangis dan alasan untuk tetap bertahan karena kamulah  alasan dari semua ini, tapi sekarang berbeda, aku tidak mengerti apa yang terjadi pada hubungan ini,  apa arti hubungan ini, aku tidak pernah tau ini hubungan seperti apa..?

Taukah kamu apa yang kurasa..? hingga saat ini aku belum bisa memilikimu, aku juga tidak tau mengapa kamu masih bersamaku., menjalani hari2 dengan ketidak pastian, tapi anehnya mengapa aku masih  bertahan dan menjaga hati ku..?, aneh sekali.., mengapa aku dengan mudahnya mengucapkan “ya, aku akan tetap bersama kamu, aku sabar menunggu, dan kamu menjagaku disetiap harinya, begitu menyayangiku, dan kamu begitu perhatian.

Sampai sekarang aku tidak pernah tau arti hubungan ini  mengapa kamu menyayangiku, sangat menjaga hatimu untuk ku, mengapa kamu begitu beruasaha agar tetap baik dalam hubungan ini, mengapa kamu begitu kuat menjalani ketidak pastian  ini..? apa maksudmu memperlakukan aku seperti ini..? aku benar2 tidak mengerti, apa yang membuatmu seperti ini..? menggantungkan harapan kepadaku, tolong beri aku gambaran akan semua ini.., aku ini hanya lelaki bodoh yang selalu bangga dengan kata2 manis, tapi anehnya kamu selalu membuatku nyaman, sungguh, aku tidak pernah mengerti akan seperti ini nantinya, salahkah aku berfikir seperti ini..?

“kamu janji bakal sama aku terus..?”

“iya dii, aku ga bakalan kecewain kamu.”

“janji yaa..?”

“ya aku janji diii, ”

Aku terdiam sesaat membaca sms itu, sepertinya kamu benar2 tulus, kamu serius dengan semua ini, kamu benar2 tidak membuatku kecewa.

Aku telah lama bertahan demi menunggu kamu, lalu apa arti  menunggu, jika setiap harinya aku tidak pernah yakin akan adanya harapan, sepertinya hanya bayangan semu, Ya, cinta yang semu, yang tidak terlihat.

Apalah arti menuggu, jika harapan masa depan kita tidak pernah mau mendukung hubungan ini, aku tidak pernah bisa menggapaimu, tidak pernah bisa, apakah kamu hanya mimpiku, khayalku , aku terpaku, rasanya hati ini ingin terus dicintai, seandainya aku dapat menggapai semuanya.

Kau datang kedalam duniaku dengan senyum hingga aku bisa sampai menciptakan senyum diwajahku ini. penuh khayal semua ini, ya aku yang selalu berkhayal atas semua ini. tapi kamu.., Kamu seperti tidak berkhayal akan semua ini, kamu benar-benar meyakinkanku hingga kamu benar2 ada disetiap aku butuhkan, ada diasaat aku susah , bahkan Allah kirimkan kamu saat aku tidak bisa berdiri lagi, dalam waktu yang sangat tepat sekali.

Aku tidak bisa kuat tanpa kamu, meski hanya pesan singkat, membuat hari2ku berwarna, tapi itu sudah cukup untuk ku, aku tidak pernah mengerti, apa yang kamu rasakan, apa kamu juga merasakan hal yang sama sepertiku..? apa kamu juga menangis akan cerita ini yang tidak pernah ada ujungnya..?

Tuhan, aku harus apa kini..? ku ingin dia berpasangan denganku, bukan tanpa status yang kini aku jalani, tapi bagaimana cara memulai hidup bersamanya..?

Aku percaya Allah merencanakan sesuatu yang baik untuk kita, entahlah.., aku hanya ingin tau satu hal, aku harus bagaimana setelah aku dan kamu sudah sendiri2..?

Tolong bimbing aku menuju kearahmu..

Kosong

Hari2.., kulalui tanpa dirimu.., tawa, senyum, sayang, perhatian, kemesraan.., kini hanya tingal kenangan, kini hanya Kosong, dan sepi dihati, orang terkadang bisa melihatku tertawa, tersenyum, tapi itu hanya sebuah tipuan, tidak ada satu orang pun yang tau isi hatiku, yang kupunya hanya senyum yang kosong.

Saat malam menghampiriku, ingin rasanya bersandar di bahumu tapi tangan ini tidak mampu meraihmu, karena kamu berada jauh di sana, hanya bayanganmu menjadi teman lelahku, lelah karena saat rindu datang kamu tidak ada di sisiku,

Aku merasakan diriku seperti burung, terbang bebas kemana pun aku mau, tapi aku takut, suatu saat sayapku mulai rapuh.., adakah yang mau menemaniku, menjagaku, memperhatikanku, sungguh aku takut kesepian hingga akhir hayatku, sampai aku terjatuh dan terbaring lemah terbungkus kafanku, jika mungkin aku ditakdirkan sendiri, mungkin itu adalah karma.

Kenakalanku, keisenganku, kesombonganku, keangkuhanku, itu yang sampai saat ini aku masih berusaha menghapusnya, tapi aku tidak bisa menghapus itu semua tanpa seseorang yang bisa menyemangatiku, memberiku kekuatan dan bisa memberikan langkah yang lebih baik.

ya Allah.., aku sungguh berharap, Kau bisa memberikan seseorang yang begitu berarti buat hidupku, menjagaku, menyemangatiku, menemani kesepianku setiap hari, aku berjanji tidak pernah lupa untuk menjaga dirinya, aku akan berusaha sampai nafas terakhirku.

Tapi semua itu hanya sebatas mimpi, karena selamanya kamu tetap berada di sana, jauh dari pandangan, dan tidak mungkin aku raih, biar ini menjadi mimpi terindahku, walau rindu ingin memilikimu menyiksa hati.

Minggu, 18 Desember 2016

meninggalkan nya untuk aku..?

Bagaimana perasaanmu.., jika kamu harus pergi meninggalkan seseorang yang mencintai kamu..? kepergian yang harus kamu lakukan demi kebaikanmu, bukan untuk kebaikan nya, meskipun dia akan terluka namun mungkin itu yang terbaik untukmu, dan dia yang sangat menderita karena keputusan yang kamu ambil.

Kau harus meninggalkannya meskipun kamu tau dia sangat mencintaimu, kamu tau bahwa kamu tidak dapat bersamanya, untuk itu kamu pergi dari hidupnya, mungkin dia akan terluka, dan kau juga akan terluka, namun itulah yang harus kamu lakukan.

Apa karena kamu mencintaiku maka kamu pergi darinya..? meski hatimu terluka namun kamu akan bahagia bisa pergi darinya, bukan bahagia karena diriku.., aku yakin jika memang cinta yang membuat kamu pergi maka suatu saat cinta jugalah yang akan mempertemukan mu kembali, mempertemukan kamu dan aku demi untuk meneruskan cerita cinta yang pernah kita jalani bersama.

Namun jika cinta tidak mempertemukan kita kembali maka kamu harus tetap bisa bahagia, karena aku akan terluka jika melihatmu bersedih. pengorbananmu adalah bukti jika kamu sangat mencintaiku, dan aku juga berkorban lebih, demi cintamu dan demi melihatmu bahagia, aku akan lakukan, karena kamu adalah orang yang berharga dalam hidupku, dan nantinya meskipun kita tidak dapat bersatu karena sesuatu hal, namun cinta dalam hatiku hanya untukmu dan akan selalu menjadi milikmu, hingga kamu menemukan orang yang akan membuatmu lebih bahagia daripada dirinya, dan jika kamu tidak bahagia dengan pilihanmu, maka aku akan masuk dalam kehidupanmu lagi.

Aku sangat mecintaimu, sangat-sangat mencintaimu….dan akan lakukan apapun demi melihatmu bahagia, tapi jika ada sesuatu yang membuatmu tidak bisa meninggalkan dirinya.., entah itu apa..? Maafkan atas kehidupan yang memang tidak bisa mempersatukan kita, tapi aku yakin suatu saat kita akan bisa bersama selamanya, aku akan berharap dan terus menunggu hingga hari itu tiba, hari dimana kita akan bisa bersama, hari dimana kita akan mengukir masa yang tak pernah kita lupakan, hari dimana semua kesedihan ini akan berubah menjadi kebahagiaan.

Jumat, 16 Desember 2016

Tak akan cemburu

Aku sepertinya tidak akan cemburu, dan tidak pernah berhak cemburu lagi. kamu yang terlalu jujur atau aku yang cemburuan, yaa..? sepertinya aku yang cemburuan, karena aku yang selalu kamu salahkan.

Saat aku buat tulisan ini, setelah malam ini, supaya aku tidak cemburu lagi, kamu akan ku jadikan orang asing dihatiku, orang asing yang sempat singgah beberapa waktu, dan kamu bisa kembali kepada hati yang mampu menerima mu, dan aku tidak akan menghalangi, silahkan saja, karena sepertinya kamu hanya bisa mempertahankan, tidak begitu bisa mengejar, jadi silahkan saja, atau kamu bisa cari lelaki lain yang mirip masa lalu mu, aku tidak akan cemburu.

Ini kah amarahku sesungguhnya..? atau aku tidak benar-benar mencintai mu..? atau mungkin hati ku yang sudah teramat lelah rasakan kecemburuan darimu..? itu semakin membuktikan padaku, bahwa aku yang terlalu naif memperjuangkan kesemuan ikatan, jadi, silahkan saja kamu cari orang lain, emosu hatiku mencapai  titik nadir nya malam ini.

Mungkin karena aku tidak bisa mengetahui kebenaran yang kamu sembunyikan, tapi seharusnya kamu harus bisa jaga perasaanku, apalagi saat kau ucapkan kalimat ‘aku berjuang untukmu’, setidaknya kamu bisa buktikan kalimat yang kamu utarakan, tidak usah seolah akan jadi kenyataan, padahal hanya bisa kau jadikan angan-angan.

Aku hanya ingin mengingatkanmu.., bahwa di dunia ini tidak ada orang yang sempurna, kita pun belum tentu menjadi orang yang pantas untuk bersama, kita hanya bisa mencoba menyempurnakan ikatan, meski ikatan itu sampai kapanpun memang tidak akan bisa sempurna, di bumi Allah ini, tugasku hanya mencoba mendekati kesempurnaan, jika memang kesempurnaan itu tercipta, itu hanyalah anggapanku saja.

Mulai saat ini aku mencoba untuk tidak menyibukan diri berusaha untuk menjadi yang sempurna di matamu, karena aku sadar, menjadi sebaik-baiknya dari diriku adalah tugas utama untukku saat ini, nanti Allah akan kirim kesempurnaanku di mata seorang wanita yang menjadi jodohku, dia akan dikaruniai Allah pemikiran, bahwa aku lah yang paling cocok untuk nya, tanpa aku harus bersusah payah menjadi yang paling cocok dari seluruh lelaki dihidupnya.

Aku juga tidak akan cemburu jika takdirmu memang dengan dia, sesosok lelaki, yang rela diduakan diam-diam, aku tidak akan cemburu, percayalah, bisa jadi dia lelaki yang tepat, yang akan mengingatkanmu pada akhirat.

Atau kamu bisa cari yang lain dari itu, dan jika sudah kamu temukan, tolong kabari ya.., aku hanya ingin melihat rupa nya, aku ingin menjawab pertanyaan pribadiku saja  bagaimana sosok yang sebenarnya kamu cari, selamat mencari ya… aku tunggu kabarnya..

Kamis, 15 Desember 2016

lebih baik aku pergi

Maaf ya yuung.., telah membuatmu sediih dengan segala tingkah lakuku, padahal serpihan hatiku yang dulu hancur telah kau susun kembali dengan sangat rapi, tapi dengan mudah ku hancurkan lagi dengan ke egoisanku.

Mata ini tidak lagi bisa melihat kebaikanmu, hati ini sudah terkunci, sehingga tidak bisa kurasakan kalau diriku sangatlah berarti bagimu, telah aku sia-siakan waktu yang kau berikan untukku, terlalu sering kusakiti hatimu dengan kata-kata kasarku.

Maafkan aku ya yuung, kamu terlalu istimewa untuk berada di sampingku, kamu terlalu berharga untuk selalu ku sia-siakan Biarkan aku pergi dari hidupmu ya yuung, karena hanya sakit hati yang selalu aku berikan padamu.

Ya Allah..tolong jaga dia, dia terlalu sering tersakiti, berilah kebahagiaan untuknya, untuk keluarganya, untuk orang2 yang ada di dekatnya, agar dia merasakan bahagia seutuhnya.. hamba rela bertukar nyawa untuk dia bisa slalu tersenyum..

Jangan sekali-kali remehkan aku..!

Jangan sekali-kali remehkan aku..!
bila hari ini aku masih berani melihat HP ku setelah tidur malamku, karena kamu tidak pernah tau, keberanian untuk pergi darimu masih ada di dadaku, dan akan semakin membesar karena senyuman mengejekmu.

Jangan sekali-kali remehkan aku..!
bila hari ini aku masih mampu berjalan menuju tempat kerjaku, karena kamu tidak pernah tau, kesiapan untuk pergi masih terkepal di tanganku, dan akan semakin membesar dengan acungan jari kelingkingmu.

Jangan sekali – kali remehkan aku..!
bila hari ini aku masih bertahan dengan panasnya matahari dalam kerjaku, karena kamu tidak pernah tau, kekuatan masih tertanam di urat nadiku, dan akan semakin membesar dengan lirikan menghinamu.

Jangan sekali-kali remehkan aku..!
bila hari ini aku masih senang melihat gerombolan orang berjalan sepulang kerja, karena kamu tidak pernah tau, ketulusan cinta masih mengiringi langkahku.

Jangan sekali-kali remehkan aku..!
bila hari ini aku masih ingin bertegur sapa denganmu, karena kamu tidak pernah tau, berharap kepadamu telah merusak senyuman kecil di bibirku, dan akan semakin membesar dengan rasa pengecutmu malam ini.

Karena yang meremehkan aku, adalah orang lemah, yang untuk menyapa mentari pagi-pun dia tak sanggup.

Hargai aku

BismillahirRahmanirRahim..,

Inilah aku dengan segala kekuranganku, inilah aku dengan segala keterbatasanku, dan inilah aku dengan segala yang ada pada diriku, aku dalam sadarku, aku dalam mimpiku, dan aku dalam raga yang menyelimutiku, aku tetaplah aku,dan sampai kapanpun inilah aku.

Hargai kekuranganku karena semua yang aku lakukan bukan suatu keharusan tapi keinginanku untuk menyenangkan hatimu dan berusaha melengkapi hidupmu.

Untukmu yang aku cintai…, aku penuh kekurangan dan jauh dari sempurna, karena..?

Aku tidak bisa rapi tapi akan aku pastikan dirimu selalu dalam keadaan bersih dan terawat.

Aku tidak pintar membagi waktu tapi akan aku pastikan dalam setiap kesenanganku disitu ada dirimu.

Aku penuh dengan keegoisan dan manja berlebihan, tapi akan kupastikan sifat itu akan keluar pada waktu dan tempat yang benar tanpa menyusahkanmu.

Aku tidak pintar mengambil sebuah keputusan tapi akan aku pastikan setiap keputusan yang kuambil ada dirimu sebagai pertimbangannya.

Aku selalu urakan tapi aku pastikan kau tidak akan terganggu dengan urakannya diriku.

Aku memiliki pekerjaan, akan aku pastikan pekerjaanku lah yang akan menjadi utama.

Aku tidak pintar mengendalikan emosi dan akan ada debat tapi akan aku pastikan kata-katamu yang akan 
aku dengar.

Aku tidak pintar, tapi akan aku pastikan untuk menghilangkan letihmu.

Semua yang aku lakukan tidak menggunakan kata2, karena semua yang aku lakukan hanya berusaha membuat yang terbaik untuk menyenangkanmu, apabila semua itu tidak cukup untukmu, tolong hargai usahaku walaupun tidak terlihat dimatamu.

Semua aku lakukan karena aku menyukaimu, mencintaimu, karena cinta dan rasa yang aku miliki adalah ingin berbuat baik kepada orang yang aku cintai yang harus tampak setiap saat, jangan membandingkan aku dengan yang lain hanya karena kau melihat semua kekuranganku, tapi cobalah hargai setiap kekuranganku karena aku pun mencintai dan menghargai dirimu apa adanya.

Tidak terlintas untuk meminta perubahan dari dirimu karena aku menyukaimu seperti pertama kali aku mengenalmu, jangan bandingkan aku dengan yang lain karena tidak akan pernah sama, karena inilah diriku yang jauh dari kata sempurna tapi selalu berusaha memberikan yang terbaik buat kamu.

Tolong lihat aku, bukan sebagai klien mu, bukan seperti orang tuamu, bukan juga sebagai temanmu, tidak juga sebagai sahabatmu, tapi lihatlah aku sebagai manusia, karena bila kau melihat aku sebagai sosok orang, kamu akan melihat  perbedaan yang ada di antara kita, karena aku adalah seseorang yang jauh dari sempurna, aku penuh kekurangan dan membutuhkan kamu sebagai pelengkapnya.

Hargai kekuranganku karena aku membutuhkanmu.