Kenapa kamu masih peduli sama aku, seharusnya kamu bergabung dengan mereka yang selalu menyayangimu, jangan hiraukan kepedihanku dan kesepianku menghadapi hidup, aku memang terlahir sebagai manusia yang harus disingkirkan dari orang banyak, aku tidak layak berada diantara kalian, aku ada tanpa kasih sayang dari orang terdekatku.
Mengapa kamu rela menyeka air matamu..? padahal aku adalah orang yang telah memisahkan kamu dari orang-orang yang kamu sayangi, aku tidak kenal yang namanya kasih sayang, yang kukenal adalah kebencian, mengapa kamu masih setia berada disampingku..? padahal aku ingin membunuhmu secara perlahan, aku tidak percaya kalau aku adalah orang yang baik buatmu, aku hanya percaya pada kata hatiku saja, tidak usah kamu menatapku dengan tatapan iba.
Masih kuingat, sangat jelas dimataku, bagaimana kamu tanpa perasaan mengusir aku, tidak menginginkan aku, aku menangis dan berharap padamu agar mengasihani aku tapi kamu tidak peduli seakan aku adalah musuhmu, aku tidak punya orang2 yang meyayangi dan mencintai aku, aku selalu dalam kesendirian, kulewati hari2 tanpa belaian tangan seorangpun, tidak pernah kurasakan hangatnya sebuah keluarga yang harmonis, tidak ada yang menegurku, tidak ada yang memanggilku, tidak ada yang mengajakku bercanda tawa atau berbagi cerita.
Aku sendirian, kulalui malam dengan memandangi langit, bintang yang berkedip membuat aku bisa sedikit tersenyum walau aku tidak yakin, untuk apa aku tersenyum, malam yang dingin tapi aku berharap suatu saat nanti ada sebuah malam yang hangat untukku dimana malam itu ada yang mau mendengar ceritaku, tertawa bersama bahkan menangis bersamaku.
Aku telah merenung sekian lama dan telah berulang kali kukatakan kalau rasa ini adalah salahku, sakit ini adalah salahku dan kata maaf itu pun harus dariku, aku tau dan sudah merasakan kalau rasa itu tidak bisa di minta dan tidak bisa di tolak, aku terus berusaha untuk pasrah agar dapat kunikmati sakit ini jadi sebuah kenangan yang indah, tapi aku belum sanggup, rasa kehilangan ini begitu dalam, rindu ini tidak mampu kuredam walaupun aku tau, aku menanti sebuah bayangan kosong.
Ini salahku, tidak semestinya ada rasa kehilangan, itu karena aku tau kamu bukanlah milikku, bahkan aku sangat tau engkau tidak menginginkan rasa itu hadir di hatiku.
Apakah aku menyesal..? Tidak..!
Walau sakit, tapi aku bahagia dengan rasa ini, tapi aku takkan pernah mau lagi untuk berusaha melupakanmu karena aku tidak sanggup dan semakin aku berusaha melupakanmu aku semakin sakit dan sampai detik ini aku belum mampu sembunyikan segala rasa di hati, tubuhku semakin melemah hari demi hari mewakili rasa kehilanganku yang begitu sakit, aku sudah berusaha menyembunyikan segala rasa ini karena sesungguhnya aku merasa hina dengan rasa ini, aku merasa sangat malu dengan kenaifan ini, aku tahu semua ini tak semestinya.
Sayang.., tetaplah menjadi matahariku yang menyinari hidupku dari kejauhan, ijinkan aku tetap menjadikanmu kekasih hatiku hanya di dalam hatiku, tidak lebih dari itu, ijinkan aku tetap memeluk bayanganmu.
Pergilah.., aku tidak akan mencarimu lagi, bila kamu rindu. kirimkan pesanmu, mungkin itu sudah cukup untuk mengobati kerinduan, karena kita selalu bisa melihat setiap saat, dari jendela hati, bila kamu sedang bersedih, sakit, atau sedang bahagia sekalipun, katakan padaku bila kamu bahagia aku juga bahagia.
Selamat jalan sayang jangan hiraukan diriku, aku tau aku bukan siapa2.., sambutlah hari depanmu yang indah bersamanya.
Galipong 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar