Tolong mengertilah kondisiku saat ini, mengertilah bebanku yang semakin berat karenamu, ini aku, hidupku, aku yang merasakan bukan kau, mengertilah seperti aku mengerti keinginanmu.. aku payah, tapi aku mohon, jangan desak aku untuk mengikuti omonganmu lagi, jangan paksa aku mengikuti sesuai dengan semua harapanmu, jangan sakiti aku dengan kata-kata pedasmu, aku mohon jangan, aku tidak sanggup menahan sakit yang berlebihan, taukah kau, kata-kata pedasmu semakin membuatku tidak berdaya dan membuatku merasa tidak berguna, membuatku semakin sakit memikul beban-beban ini.
Mungkin dulu aku bisa membuatmu senang dengan kehebatanku, tapi Itu dulu, lihatlah kenyataan saat ini, jangan pernah mengungkit-ungkit yang telah lalu, jangan buat aku semakin merasa sakit dan bersalah.
Ku mohon mengertilah keadaanku, coba rasakan sebentar menjadi diriku, sakitku mana mungkin kau rasakan, yang kau tau, aku HARUS menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab, bagaimanapun caranya, apa pernah kau bertanya tentang diriku, lagi apa kamu..?, dimana kamu kok 4 hari tidak pulang..?, atau sekedar basa-basi bertanya kabar pekerjaanku, apa pernah kau bertanya tentang keluh kesahku, apa pernah kau memberiku solusi atas permasalahanku, tentang kesulitanku..?
Lihatlah... Ini kenyataannya, aku bukan siapa-siapa, aku tidak hebat lagi, aku bodoh, dan aku tau itu.
Terus cemooh aku jika itu membuat kau puas, tapi ingat , setelah ini jangan harapkan apa-apa lagi dariku jika kau terus seperti itu, kau tidak tau, betapa hancurnya hatiku saat aku tidak bisa menyenangkan anak-anak, kau tidak merasakan, betapa sakitnya membuat mereka kecewa.
Kau tidak melihat penyesalanku karena aku tidak bisa menyenangkanmu, yang kau lihat hanyalah aku tidak bisa memenuhi keinginanmu, taukah kau bagaimana usahaku menjalani hari-hari ditempat kerjaku, taukah kau selama 19 tahun menjalani hari-hari sebagai suami dan selama itu pula aku berusaha sendiri, aku berusaha memahami yang tidak kau pahami, berusaha mencintai pekerjaan yang sebenarnya tidak begitu kusukai, memeras otak menjalani pekerjaan yang bukan jiwaku, aku capek menjalankan semua ini sendiri.
Apa kau tau beban yang kualami selama ini..? TIDAK! TENTU KAU TIDAK MENGETAHUINYA ATAU TIDAK MAU MENGETAHUINYA!
Aku selalu berusaha memenuhi semua keinginanmu, menuruti semua yang kau katakan kepadaku, aku mencoba menjalani semua yang sebenarnya tidak ingin kujalani, tapi aku lakukan semua, walaupun itu bukan diriku sepenuhnya, itu semua kulakukan karena aku menghormatimu sebagai isteriku, ibu dari anak-anak ku yang begitu aku sayangi, tapi kenapa kau tidak pernah menghormatiku.., tidak usah dihormati, aku hanya ingin dimengerti.
Maafkan aku yang belum bisa membahagiakan kau, doa kan saja, inshaAllah secepatnya aku akan memberikan keputusan kepadamu. Tetapi dengan caraku sendiri, aku yakin bisa, karena aku sudah lelah hidup denganmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar