Kamis, 08 Desember 2016

22 thn - 24 jam

Terpisah berkilo-kilometer jauhnya karena harus hidup berbeda kota, pertemuan kita hanya 24jam dalam 22thn  itupun harus didahului rencana yang matang, tidak boleh ada waktu yang terbuang sia-sia karena kesempatan kita bertatap muka tidak berlangsung selamanya, karena aku selalu menyimpan rindu, apapun aku lakukan demi habiskan lebih banyak waktu bersamamu

Namun jujur, tidak selamanya aku bisa berpikir baik, ada saat di mana jarak membuatku cemburu, mencemaskanmu seutuhnya, kadang lebih mudah bagiku untuk menyerah pada keadaan, jika bukan karena beberapa hal, mungkin aku tidak akan sekuat sekarang.

Diam-diam aku berfikir..,

Kamu selalu berusaha ceria, kamu selalu berhasil membuatku berkali-kali jatuh cinta, tapi bagaimanapun juga, aku mesti berlapang dada, ujian ini mungkin demi masa depan kita bersama, perpisahan ini sementara, kita lakukan demi masa depan yang lebih baik untuk kita berdua, aku selalu berkata, “Aku akan meninggalkanmu” tapi bukan untuk bersenang-senang sendiri, kamu bekerja tanpa lelah, aku pun berusaha begitu: menyibukkan diri dengan hobi agar setiap waktuku di sini tidak terbuang tanpa arti, setiap aku kangen, kubuka ponselku dan kamu ada di sana, meyakinkanku bahwa kita takkan bertekuk lutut pada jarak, setiap rinduku membumbung dan merasa aku tidak bisa menahannya lagi, aku akan membuka layar ponselku dan di situlah kutemukan dirimu, kamu tersenyum menyapa, dengan senyummu yang ceria, kau meyakinkan aku bahwa semua baik-baik saja.

Berjanjilah..,

Untuk selalu percaya, kalau jarak ini bukan apa-apa dibandingkan masa lalu kita berdua, ini hanya sementara, beratnya hari-hari yang kita lalui saat ini bukannya tanpa alasan, jika kita berlapang dada. sedikit lagi pengorbanan kita tidak akan sia-sia, aku berjanji; dan semoga kamu memercayainya.

Aku selalu ingat saat, pertama kali nama mu menjadi yang ada dalam doaku, hingga sekarang, aku tidak pernah merasa salah telah memilihmu, kamu yang baik hati dan setia, kamu yang sepenuh hati mengejar cita-cita, kamu yang selalu ceria, kamu yang membuatku menjadi aku yang seutuhnya.

Jarak kita sekarang bukan apa-apa, pasti kita akan bertemu lagi dan ada saatnya nanti, di masa yang akan datang, aku tidur tidak lagi ditemani sepi, namun ditemani hangatnya tubuhmu, kita tidak akan ucapkan selamat tinggal, tapi, selamat malam.

Sebelum waktu itu tiba, kita harus bahagia dengan apa yang ada sekarang, cukup puas dulu dengan handphone di tangan serta doa.

Pesanku..,

Saat kamu begitu merindukan seseorang yang sangat engkau sayangi yang jauh disana, maka rindukanlah dia dalam setiap doamu, rindukanlah dia dalam setiap sujudmu, mintalah agar dia selalu berada di jalan Nya, mintalah agar dia selalu menjaga hatinya..

Ingatlah..

Jarak jauh adalah ujian sebuah hubungan, jarak dekatpun adalah ujian keimanan sebuah hubungan cinta, dan menanti dengan penuh ketulusan adalah bukti kesetiaan dan pengorbanan sebuah hubungan, sesungguhnya jarak bukan bermaksud untuk menghukum, tapi untuk menjaga dirimu denganku.

Bersabarlah..,

Suatu saat waktunya akan tiba, dalam sebuah ikatan yang terlindungi ridha-Nya, maka bertahanlah dalam sebuah penantian penuh dengan keikhlasan, penuh dengan ketulusan, demi menjemput hubungan yang benar-benar dihalalkan.


Dariku,
Yang selalu menanti pesan baru darimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar