Sabtu 03/06/2017 (23:00)
Merpati Putih yang terbang ke orang asing untuk beberapa waktu, kini.., akhirnya kembali kepada pemiliknya dan pada akhirnya.., bintang yang dulunya menampakkan sinarnya.., kini meredup... bahkan hilang.., dia telah kembali, aku bahagia, dia menemukan jati dirinya kembali, entah itu akan bertahan lama atau tidak, yang jelas saat ini aku hanya bisa terus menunggu, karena.., kemana pun merpati pergi, akan selalu kembali kepada pasangannya, dan.., walau bintang itu meredup, pasti akan terang kembali ketika awan yang menutupinya hilang.
Aku menyerah.., dan ketahuilah.., disaat menuliskan kata hatiku ini detak jantungku mulai berdenyut lambat, bahkan sangat lambat dan jantung ini hanya berdetak tiap tiga detik sekali, perasaan di hatiku, naik ke paru2 menimbulkan rasa sesak, membuatku susah bernafas.., mata ini terasa sangat tebal dan perih.., hingga otakku ikut merasakan tekanan itu.., pikiranku tidak tau entah kemana, ber-kali2 ku sebut namanya di dalam hati...
Yaa Allah.., apa yg sebenarnya terjadi..?, aku kebingungan.., kepedihanku silih berganti.., yang tampak selalu wajahmu.., hati ini kian terasa sakit dan begitu menusuk di ulu hati.., ber-kali2 ku tekan tangan kananku ke ulu hati, tapi tidak juga hilang rasa sakitnya.., seluruh tubuhku terasa sakit, terutama pada daerah dada menuju hati.
Yaa Allah.., kenapa ini..? apa yg terjadi..?
Kata MU "Wanita diciptakan dari tulang rusuk Pria"
yang berarti mereka satu..? apa seperti ini rasanya ketika tulang rusukku menyakitiku..? perasaan yang begitu hebatnya.., perasaan yang begitu luar biasa.., tapi ku tanyakan kembali padaMU..?
Apakah benar dia adalah tulang rusukku..?, dan jika aku bisa merasakan ikatan itu kenapa malah menyakitiku..?, tunjukan kebenaran akan tulang rusuk itu, kembalikan ke sisiku lagi nanti, bila memang dia milik ku dan nyamankanlah aku saat di sisinya.., aku rindu kenyamanan itu.., aku akan menunggu hingga waktunya tiba.
Banyak sudah yang kutemui dan rasakan di dunia ini, tapi tidak pernah ada yang bisa menggantikan sinarnya yang selalu terang bercahaya dan tidak pernah padam, buatku dia bukan bintang biasa, tapi bintang yang sangat luar biasa, karena selalu menyinari setiap langkahku, menemaniku dalam kesunyian dan kesepian dalam 22thn ini, bintang itu selalu ada, dan.., bintang itu adalah KAMU, kamulah yang selalu hadir dalam setiap hari2ku, dalam setiap keterpurukkan dan dalam setiap kesedihanku, bintang yang tidak pernah memadamkan sinarnya untuk selalu menerangiku.
Mungkin semua orang mempunyai bintang istimewanya sendiri2, begitu juga denganku, bintangku adalah KAMU, bintang yang paling terang dan indah yang pernah kutemui, kamu selalu memberikanku yang terbaik, kamu tidak pernah mau membuatku sedih dan kecewa, kamu selalu merawatku dengan semua cinta, kasih sayang, dan perhatianmu, kamu bintangku yang tidak pernah bisa tergantikan.
Hanya do'a yang selalu ku panjatkan untukmu, agar Allah selalu menjagamu, selalu memberikan yang terbaik untukmu, selama ini kamu membuatku bangga karena aku telah menjadi bagian hidupmu, kamu adalah bintang abadi yang akan selalu bersinar dalam hatiku, binatang yang akan tetap ada dalam langit kehidupanku, sinarmu tidak akan pernah padam dan mati karena kamu adalah bintang jiwa ku, bintang dalam hidupku, dan bintang yang tak pernah hilang dalam setiap langkah perjalananku.
Dalam keremangan langit di pinggiran kota sidoarjo ini aku melihat bias cahaya yang menyapa pelan, sangat peellaan.., aku lihatlah dia bersembunyi dibalik awan tipis, sesekali awan hitam mencoba menutupinya.., itu bintangku, yang mencoba hadir mengikuti jajaran bintang2 yang lain nya, aku lihat ia mencoba menampakan diri, tapi sepertinya ia ragu, cukup lama ia bertahan dibalik awan tipis itu, namun perlahan ia mulai memancarkan cahanya.
Hmmm.., benarkah itu bintangku..? mengapa sinarnya tidak seperti biasanya..?
Oh ternyata..,
Aku lihat, segerombolan awan2 hitam itu mencoba menutupi sinarnya, mungkin itu yang membuat ia ragu, tapi aku lihat, dia tetap berusaha menampakan diri, dan sinarnya perlahan kembali terang.., ya setidaknya sampai awan akan kembali menutupinya lagi, hmmm.., aku ingin melihatnya lebih dekat dan bertanya bagaimana dia bisa setangguh itu..?, bersabar mengumpulkan kekuatan hanya untuk menghiasi malam sesaat, dan perlahan kembali hilang dan lenyap,, tapi bintang itu mengagumkan.., dan aku akan setia menunggumu kembali menghiasi langit malamku.
Di sini aku selalu menunggu, menunggu dalam gelapnya malam, aku akan tetap diam dan sabar hingga kamu datang, walau pada akhirnya aku harus pergi ketika hari mulai pagi dan kembali datang menunggu saat malam kembali.
Dan.., lalu..,
Kenapa aku bertahan..?, meskipun aku tau kamu tidak akan datang lagi.
Mungkin kesalahanku atas ketidak percayaanku kepadamu, bahkan mungkin karena ketidak sabaranku yang membuatmu akhirnya menghilang dari hidupku, kesalahan yang tidak akan termaafkan meski aku menunggumu disini sampai kapanpun, tapi aku bisa mengerti ko'.., tapi kamu tidak..! padahal kita tau saat2 ini akan tiba, kita sudah tau itu.., mungkin karena ini datangnya terlalu cepat.
Seperti malam2 biasanya, tanpa bintang yang bersinar terang karena tertutup awan, di sini, aku masih setia dan tetap menunggu, entah sampai kapan aku harus menunggu.
Semilir angin malam berhembus di wajahku, mata ini tetap teguh menatap langit, tepat dimana aku kehilangan wanita.., eh.., salaah..! maksudku bintang itu..,
Dalam gelapnya malam.., aku menunggu..,
Perlahan bintangku kembali menunjukan sinarnnya, setelah awan yang menutupinya hilang di geser angin, ber-kali2 hela'an nafas berat keluar dari mulutku, aku menyandarkan tubuh pada sebuah batang pohon, dan kemudian mengambil HP dalam katong celana, dan kemudian memperhatikan sebuah foto yang ada disana.
Foto seorang wanita yang sedang tersipu malu..,
Wanita ini, ya..!! wanita ini yang telah menuntun dan menunjukan aku liku arah dalam hidupnya, wanita yang telah mengengam tanganku, wanita yang rela berbagi penderitaan denganku, wanita yang telah meneguhkan hatiku, saat aku telah lelah akan dunia yang mempecundangiku.
Menatap langit malam ini.., aku tersenyum pahit, karena aku tau.., ini adalah malam terakhir, malam sebelum aku benar2 menghilang, dan tidak akan kembali, tapi meski begitu, aku tau.., kamu tidak akan menyerah.., tidak akan pernah menyerah.., seperti yang sering kamu ucapkan dulu kepada semua orang.
Dan.., malam ini sudah semakin larut.
Krett.., krett..,
Pandanganku menajam, pendengaranku berusaha menangkap bunyi tadi.., berharap yang muncul di sana adalah temanku yang membawa nasi untuk makan sahur, tapi sirna seketika karena yang keluar adalah seekor tikus.
"Huusshh..! aku hanya tersenyum pahit melihat tikus itu.
Kembali ke laptoop.., yang gara2 tikus, sempat terhenti tulisanku.
Awalnya aku berfikir bahwa kamu tegar dengan pendirianmu, selalu akan bisa mengatasi semuanya, tapi.., meskipun kamu tidak mengakui semuanya, aku tau.., dan bagiku itu tidak masalah.., karena memang ada lelaki yang bersamamu.
Mungkin kamu tidak menyangka akan begini.., saat aku tidak di sisimu lagi.., saat itu mungkin kamu merasakan apa yang namanya kehilangan, dan pasti akan menyalahkanku, padahal.., aku yang merasa lebih dulu kehilangan.., kehilangan kepercayaanku kepadamu.
Kembali menatap malam..,
Jika bisa.., aku inggin berteriak..! meluapkan kelelahanku akan permainan takdir, ternyata kamu tidak setangguh itu, kamu punya batasan.., dan kamu sudah sampai pada batasanmu, dan hatiku menanyakan.., apakah masih pantas aku di sini, yaa.., di sini mengharapkan kamu.
Walau kamu terluka oleh keputusanku.., mungkin dadamu sakit, mengingat air mata yang mengalir waktu membaca bloog kemaren, itu karena kamu terlalu bodoh terhasut oleh perkataan lelaki itu, dia masih berharap agar bisa melalui hitam dan putih hidup denganmu, meski itu hanya harapan, tidak ada salahnya berharap, dan tidak ada salahnya jika aku pergi darimu karena sudah tidak ada lagi harapan untuk ku, dan.., jika kamu takut dia mati karena kepergianmu, lebih baik aku yang pergi.
Hoaammm..,
Aku menguap lebar, mataku sedikit berair, entah mengapa walau sudah beberapa kali menguap tidak pernah bisa tidur.., insomia akut.
Mungkin ketakutan membuatku hampir menjadi gila.., ketakutan membuatku tidak pernah tidur sejak aku memutuskan meninggalkanmu, aku terlalu takut untuk tidur, terlalu takut.., sebab apabila aku tertidur.., akan melupakan segala tentang kamu pada saat aku terbangun.
Dan.., apakah dia takut akan itu..,
Melirik jam di HP.., aku kembali tersenyum pahit mendapati kenyataan kalau makan sahurku tidak kunjung datang, hari sudah menunjukan pukul tiga dini hari, waktunya kian menipis, dan karena ketika pagi menjelang dia akan kembali menghilang.., tapi kali ini menghilang untuk selamanya.
Tapi jika boleh jujur aku tidak ingin berhenti.., ingin terus menunggu.., dan aku tidak ingin sendiri.
Tapi sayang.., malam tidak berlangsung selamanya.., dimana ada siang di situ ada malam, dan seperti saat ini, langit mulai terang dan cahaya bintang mulai pudar.., aku ataukah dia yang kehabisan waktu, aku panik.., ini malam terakhirku bersamanya.
Yaa Allah.., tolong perlambatlah waktu.., ini sangat berat.., karena ketika matahari tiba, dia akan pergi.
Sial sial sial sial sial sial sial sial SIAAALLLLL..,
Aku berteriak keras, memprotes waktu yang tidak pernah memihak kepadaku, tapi semua percuma, cahaya pagi mulai menyingsing, mentari telah menunjukan sinarnya, dan harapan ini telah pupus.., kisah ini telah berakhir dan semua akan menjadi kenangan.
Aku memilih untuk berdiri, pandanganku masih menatap nanar mentari yang tengah menunjukan sinarnya, mentari itu sama sekali tidak memperdulikan air mataku yang mengalir, aku memutuskan untuk pergi.., pergi dan tidak pernah kembali, kembali menghadapi dunia dengan senyum palsunya.
Jadi inikah akhirnya..?
Kataku lirih.., seraya untuk terakhir kalinya aku menatap mentari itu.
Berjalan dan terus melangkah.., dan langkah ku pun terasa berat, fikiranku melayang memikirkan nya, tidak ada ketegaran dari sosoknya.., aku kehilangan.., yang aku cintai telah pergi dengan sisa cahayanya.
Aku tetap berjalan.., berjalan menjauh dari tempatku duduk semalaman.., di saat aku berjalan, aku mengalami beberapa kilas balik masalalu.., bagaimana aku bertemu dengan kamu untuk pertama kalinya.., bagaimana aku terkejut atas hal2 yang tidak terduga dan bagaimana kamu menemukan sosok asli dari siluman rubah yang menemani hidupmu.
Dia bisa menguatkanmu saat dia menyalahkanmu setelah perang dunia ke empat di bulan januari dan bagaimana bisa kamu mendekapnya erat setelah apa yang dia perbuat kepadamu, kamu mengurus dan membelanya.., di saat aku mencintaimu.., tapi. ya sudahlaah.., jalani apa yang sudah kamu pilih.., tidak lah mungkin aku mencintai seseorang yang bukan milik ku.
Aku sudah lelah.., dan sangaat lelah..,
Mataku terasa berat.., inggin terpejam.., tapi sekuat mungkin aku berusaha untuk tetap terjaga.
Sial jangan tertidur..,
Tapi apa daya.., tubuhku sudah tidak mampu lagi menahan kantuk.., keseimbanganku goyah,... tubuhku dengan mulus mencium tanah.
Aku terjatuh..,
Mataku masih terbuka.., apa yang kulihat hanyalah remang2 karena sudah tidak jelas lagi, tapi, disaat itulah aku melihat sesuatu.., seklebat warna biru mendekatiku, aku tidak bisa melihat jelas itu siapa.., tapi, aku seperti mengenalnya.
Mataku terpejam.., satu kalimat tegas terdengar ditelingaku..,
Biarkan dia.., anak ku memang diciptakan untuk dia bukan untukmu dan anak ku akan bisa menjalaninya.., karena dia mengasihi anak2nya..,
Dan sebelum kesadaranku benar2 hilang, aku mengenali suara itu dan suara itu mengantarku menuju alam bawah sadar dan saat aku terbangun membuatku akan selalu tetap mengingat pesan nya.
Huuhh..!! entah apa yang membuat aku untuk menulis kisah ini..? entahlah.., mungkin karena aku belum benar2 bisa melupakan nya, dan sepertinya aku belum punya ide untuk membuat tulisan2 baru selain "KISAH" dan "KATA HATI" aku masih mencoba membuat cerita roman dan tragedi, terutama dunia tragedi.
Oh, ya.., untuk beberapa minggu kedepan aku akan melakukan perjalanan religi.., ya mumpung ada cuti seminggu, dan itu di karenakan ujian saya belum lulus, dan sebagai hamba yang baik aku mesti belajar lagi.., he he he he.., sampai jumpa...
G@l!p0n9

Tidak ada komentar:
Posting Komentar