Minggu, 11 Juni 2017

seribu langkahku


Perjalananku kali, aku beri judul "seribu langkahku", bukan langkah seribu lohh.., karena saat ini aku sudah tidak lagi ingin berlari.., berlari dari kebohongan hidup, karena aku sudah tidak sanggup membohongi diriku sendiri, aku akan menapaki langkah demi langkah alur cerita hidupku ini tanpa di-buat2 lagi.., dan aku bukan hanya asal memberi judul, tapi aku hanya ingin membuat perjalananku kali ini penuh dengan cerita yang kelak bisa aku bagikan kepada orang2 yang mau mendengarkan cerita sederhana yang aku tulis di blog ini, "araya"

Jumat kliwon, bungur asih 10 juni 2017

Perjalanan kali ini kuawali dengan menjadikan "inter" sebagai teman dalam perjalanan meraba malam, aku menyebutnya inter, karena merupakan merk dagang rokok, sejujurnya ini adalah pembuktian terbalik dimana dulu, aku sempat pernah membenci asap rokok, dan temanku bilang kalau dunia begitu sempit bagi orang yang tidak merokok, dan buatku ini membuktikan adanya firman Allah boleh jadi yang engkau benci adalah yang baik bagimu, dan apa yang engkau suka itu jelek bagimu, Tuhanmu Maha Mengetahui , kurang lebih seperti itu kalimat yang aku ingat, dan sebagai landasan dalam menjalani hidup, kita boleh membenci sekedarnya saja.., boleh menyukai, tapi jangan berlebihan.., kemudian aku simpulkan pandanglah hidup dari segala sudut agar tidak picik pandangan, kunyah.., tela'ah.., bukan menelan nya mentah2, agar kita tidak menjadi orang yang fanatik.

Pemikiranku yang kedua adalah memahami kemampuan diri, aku ingat kalimat kalau orang lain bisa sukses, kita juga bisa. , jangan tunggu lama2, kesempatan ini hanya datang sekali dalam hidup anda , aku hanya mesem bahkan ingin ngakaak..,  o..alah.., kalau orang lain sukses kita juga bisa..?, yadi tela'ah dulu, kesuksesan kita bukan seperti kesuksesan mereka, tapi aku juga tidak berhak untuk mengartikan sukses seperti yang disangkakan itu. dan kesempatan itu memang datang sekali, hanya pada saat itu, tapi hidupkan terus berjalan, menjalani saat2 lain akan juga memungkinkan kita untuk menemui kesempatan.., peluang.., sandungan dan lobang yang mengharuskan kita untuk menjadi lebih baik.

Kembali ke Rokok..,

Rokok memang dibuat oleh manusia.., tapi tembakaunya adalah ciptaan Allah yang pasti mengandung manfaat, dan bagiku.., rokok bisa menjadi alat mengenali diri dalam perjalanan mengenal Diri, mengenali Aku untuk menuju Aku.

Dan, pada akhirnya.., aku bertanya,

Bersediakah engkau rokok.., untuk menjadi temanku..?, teman dalam perjalanan hidupku..?

Dan rokok pun meng iyakan nya.., wkwkwkwkwk.., aku tertawa mendengar jawaban nya, aku tidak menyadari ternyata rokok selama ini lebih setia menemani hari2ku.

Sebelum aku mulai bercerita.., aku akan memberitahukan suatu hal..,

Kalau kamu tau suatu perjalanan seseorang hanya dari sekedar cerita, itu seperti kamu baru membuka lembar pertama dari sebuah buku petualangan, aku tidak ingin pergi ke suatu tempat untuk berjalan melihat sesuatu lalu ber-foto2.., dan sekedar berwisata, aku hanya ingin terus bergerak, merasakan suasana baru, bertemu orang2 baru, mempelajari hal baru, melihat hal2 yang belum pernah aku lihat, merasakan apa yang belum pernah aku rasakan, mempelajari apa yang pernah terjadi di suatu tempat, dan karena itulah aku melakukan perjalanan ini.

Ada masanya aku jenuh saat melakukan perjalanan, tidak ingin bicara atau bosan melihat pemandangan yang terus berganti tapi aku tetap tidak dapat menebak apa yang ada di luar sana, dan.., lalu.., apa itu bisa membuatku teralihkan dari permasalahan hidup..?, sepertinya tidak.., dan tidak akan pernah bisa, kita dilahirkan didunia ini memang untuk mengarungi lautan masalah kehidupan dan diharapkan nantinya kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan tangguh, karena sudah belajar dari masalah itu sendiri.

Wah.., aku jadinya ber-lama2 di warkop ini, sampai2 tidak fokus dengan tujuanku semula.., "mbolang"

Malam yang cerah.., setelah menitipkan motor ditempat parkir, aku langkahkan kaki ini menuju terminal bus bungur asih, , tadi siang waktu kerja aku sudah putuskan untuk naik bus jam 23.00 saja supaya sampai di Semarang belum begitu siang.

Sesampainya di terminal, alhamdulillah.., sambil menghela nafas aku langkahkan kakiku masuk kedalam terminal, aku menatap  jam besar di peron terminal,  tas kesayangan aku selempangkan, sedangkan tangan kananku membawa  Green Tea, yang kupilih sebagai teman dalam perjalananku nanti, pengeras suara di terminal terbesar di jawa timur ini, memberitahukan keberangkatan bus2, dan tidak beberapa lama kemudian bus sinar mandiri jurusan semarang datang dan membawaku menjelajah pantai utara jawa.

Aku sudah duduk manis di dalam bus, botol Green Tea aku taruh di sudut kursi tempatku duduk, bus mulai melaju, saat ini aku begitu malas karena pemandangan di luar jendela sangatlah gelap, disampingku duduk bapak2 yang sepertinya enggan untuk sekedar basa basi denganku, aku pun larut dalam sebuah angan, angan yang mengingatkan aku bahwa paling tidak.., atau mungkin sekali, aku pernah bermimpi atau mengalami hal seperti ini.., persis seperti 5 tahun yang lalu.

Berangkat pukul 23.40 WIB mengantarkanku ke Semarang dengan harga tiket Rp.60.000, perjalananku dimulai dimana aku hanya ditemani tas dan green tea, aku memilih duduk dibelakang bseorang ibu2 yang ditemani oleh lelaki yang mungkin itu suaminya, atau mungkin..?, kekasih gelapnya.., dimana tangan lelaki itu merangkul ibu itu, tampak mesra sekali mereka berdua, sedangkan aku.., hanya duduk sendiri, hmmm.., sungguh kasihan diriku ini.

Di luar sana gelap dan kondisi ku masih mengantuk, mungkin sebaiknya aku tidur dulu, karena perjalanan masih panjang.

zzzzz...zzzz..zzz..,

Pemandangan lampu berkelebat di luar jendela busku, lalu bus berhenti di sebuah terminal, entah sudah sampai kota mana.., tidak ada yang tau kisah ini akan seperti apa, penumpangnya seperti apa, jarak sejauh apa yang nanti aku tempuh, entahlah..,

03:15..,

Aku menyesap tetesan terakhir Green tea yang hampir kulupakan karena terlalu larut dalam tidurku, hanya ini yang ada untuk sahurku, seharusnya aku bisa membeli roti untuk makan sahurku, tapi kenapa tidak terfikirkan olehku.

Kembali ke anganku..,

Jauh dari kehidupan normal ada harga yang harus dibayar untuk kebahagiaanku demi bisa hidup bersamanya, semua itu harus berubah ketika persaudaraan kami meminta lebih, yaitu kebersamaan selamanya, insya Allah aku bisa memberikan itu, karena aku mulai menyadari bahwa hidup ini bukan hanya milik seorang yang mampu membeli kebahagiaan, aku tidak akan membeli kebahagiaan, tapi aku akan merengkuhnya dengan tanganku sendiri, kebahagiaan tidak semahal yang disangkakan orang, cukup dengan kemauan.., niat yang baik dan dengan ridho ilahi kita akan mendapat kebahagiaan yang hakiki. 

Aku memandang pemandangan kota semarang yang mulai berkelebat di luar jendela, suasana pagi sedikit menyejukan hati, mulai terlihat lalu lalang orang yang memulai aktifitas harian nya, juga tidak luput dari pandanganku sepasang muda mudi berseragam kerja  saling bergandeng tangan, ada bahagia di wajah mereka.., mungkin menunggu angkot yang menuju ketempat kerja mereka, entah sampai kapan mereka akan seperti itu..,

Baik2lah kalian.., kataku dalam hati sambil menghela nafas, mereka mungkin kadang menampakkan diri dan ingin mengatakan kisah yang belum diketahui orang, memaparkan kisah cinta yang pilu dengan jawaban yang tidak pernah tersampaikan, menunjukan wajah2 bahagia walau dalam kesedihan, menceritakan dengan bahasa2 sendu dari beragam kisah cinta yang dialaminya.

Sepertiku saat ini, aku merasa masa2ku sudah habis.., moment2 bahagiaku sudah terlewati.., cukuplah kisahku ini.., kini menjadi kisah mereka, kalaupun suatu hari nanti mereka bersinggungan karena sepatah dua kata yang mereka sampaikan, itu nantinya akan menjadi kisah dari hidup mereka sendiri, bukan lagi seperti kisahku yang telah tiada.

Setelah kira2 hampir 5 tahun lamanya aku tidak berkunjung ke semarang, kota yang begitu panas kata orang, tapi kataku masih panas dan gersang surabaya kok', saat kuputuskan untuk ke Semarang, alhamdulillah bulan puasa ini bertepatan sekali dengan jatah libur cutiku, angankupun mulai ber-main2 teringat bagaimana keadaan kota Semarang kala itu.

Sepanjang perjalanan, kulewati lebih banyak tidur, sekedar membuang waktu karena duduk selama hampir -+ 7 jam membuat kaki terasa kaku, dan sesampainya di Semarang alhamdulillah.., temanku sudah ada di luar untuk menjemputku, dan membonceng aku dengan motor menuju rumahnya, seorang teman.., tepatnya teman sekelasku waktu kita sama2 bersekolah di STM.., di tengah malam yang cukup lengang, masih ku ingat di masa2 lampau.., ketika aku selalu menjelajah malam di kota semarang sekedar untuk membuang rasa bosan di rumah temanku ini dan masih ku ingat juga seandainya saat itu aku mengendarai sepeda di kota surabaya pasti jam segitu masih rame tidak selengang kota ini, tapi begitulah Semarang, kota provinsi jawa tengah yang belum juga beranjak ke perkembangan.

Aku lalui hari pertamaku di Semarang dengan motor pinjaman temanku, hari yang cerah dan kuhirup udara yang terasa segar di hari ini, aku berencana untuk dua hari saja di Semarang, setelah itu minggu malamnya langsung pulang ke surabaya karena esok harinya aku harus standby dirumah karena urusan pekerjaan..

Hari ini ku lalui dengan mengunjungi tempat2 yang dulu sering aku kunjungi sewaktu aku di Semarang, melihat indahnya kota Semarang dari bukit gombel, jalan2 ke bukit cinta... bener2 suasana yang telah hampir lima tahun terlupakan, dan saat ini ada di depan mataku, kembali membuatku terhempas ke saat2 lampau, masih banyak lagi tempat yang akan kukunjungi dan kucoba untuk menggali lagi kenangan2 lima tahun lalu.

Setelah puas jalan2 hari ini, aku kembali kerumah temanku, membersihkan diri terlebih dahulu sebelum mencari makan malam untuk berbuka di daerah simpang lima, malam ini, malam minggu dan aku keluar bersama mba win kakak temanku, setelah adzan maghrib berkumandang aku sama mba win menyantap nasi kucing, aku menyantap nasi teri sambal ijo, sate baso goreng, sama tempe goreng kesukaanku + teh manis hangat, sedangkan mba win makan nasi ayam rica, sate telur puyuh + teh manis hangat.

Makanan ini sangat murah meriahhh.dengan harga Rp.15.000 untuk dua porsi, setelah makan, aku lanjutkan sama mba win jalan2 dan aku mencoba wedang ronde, hangat dan enak hemmmm.., setelah puas jalan2 aku memutuskan kembali kerumah, sepertinya mata ini sudah tidak bisa menahan kantuk.., mungkin karena seharian ngebolang.., sampai dirunah temanku.., tanpa basa basi.., tanpa ada cengkrama.., aku langsung nyungsep dikursi.

zzzz..,zzzz..,zzzz...,

Minggu 11 juni 2017..,

Alarm jam berbunyi jam 6 pagi.., aku bergegas mandi dan membereskan barang2 yang harus aku masukan kembali kedalam tas, setelah rapi semua aku langsung bergegas keruang tamu untuk sekedar berbincang dengan temanku, di situ juga ada isterinya yang lagi gendong anak nya yang lagi rewel, setelah bicara ngalor ngidul tiba saatnya aku pamit ketemanku untuk kembali pulang ke surabaya.

Hari minggu ini, hari keduaku di semarang.., keluar dari rumah temanku pukul delapan, aku sengaja tidak mau diantar ke terminal karena aku akan mampir dulu ke tempat yang belum pernah aku kunjungi, yaitu; masjid agung jawa tengah, tapi sebelum kesitu aku akan sempatkan mampir ke lawang sewu untuk sekedar bernostalgia dengan hantu2 penunggu disana.

Ok.., lanjut..,

Minggu ini tempat pertama yang akan aku kunjungi adalah lawang sewu.., dan untuk menuju kesana cukup menggunakan bus kota, turun dari bus.., setelah itu jalan kaki sebentar ke arah balai kota sampailah di gedung lawang sewu dan cukup hanya dengan membayar tiket masuk sebesar 20ribu, melihat gedung lawang sewu ini aku merasa takjub, orang belanda begitu hebatnya bisa membangun gedung yang sedemikian kokoh, pintu2nya terbuat dari kayu yang begitu kokoh, berada dilawang sewu seperti berada di jaman belanda, itu karena bentuk bangunannya, selain itu disini juga ada museum kereta api, kereta api dari jaman dulu ada disini.

Suasananya sepi.., mungkin karena bulan puasa, beberapa rombongan mulai berdatangan, dan diantara beberapa rombongan, ada rombongan yang orangnya terlihat ramah, ada tiga orang yang ternyata mereka dari kota gresik, akupun ikut dengan mereka menyusuri setiap sisi gedung, gedungnya ada 3 lantai tetapi ada juga lantai paling  atas, yang katanya dulu dijadikan sebagai tempat penyimpanan makanan, ada ruang bawah tanah yang dijadikan untuk ruang tahanan.

Ruang bawah tanah lawang sewu penuh dengan cerita mistis, tapi kalau aku berkunjung kesini hanya untuk melihat bekas2 sejarah bukan untuk niat2 yang lain.., jejak sejarah di ruang bawah tanah ini ceritanya sungguh sedih dan memilukan, sebelum meninggalkan ruang bawah tanah, aku sempatkan kirim doa untuk mereka yang meninggal ditempat ini.., semoga mereka diberikan tempat yang terbaik disisi sang pencipta, dan semoga arwah mereka tidak lagi gentayangan disini..,

Memangnya tidak capeek apa, mereka gentayangaan teruuzz..,

Sebelum meninggalkan Lawang sewu, aku sholat dzuhur dulu di musholla yang berada di sudut gedung, dan tujuanku selanjutnya ke masjid agung jawa tengah, dan untuk menuju kesana setelah bertanya ibu2, aku naik angkot warna merah turun didepan indomart dan setelahnya karena masih jauh aku naik becak.

Sampai di masjd agung hal yang pertama aku lakukan adalah naik ke menara, cukup membayar 10ribu aku bisa melihat pemandangan masjid agung dan kota semarang dari atas menara, aku berucap "maasya Allah, betapa aku merasa kecil karena melihat hamparan kota yang luas", aku ber-lama2 dimenara ini, aku lihat ciri khas masjid agung jawa tengah ini terlihat dari adanya kubah bersusun menyerupai Masjid Demak dan Masjid Kudus.., dan setelah puas melihat pemandangan kota semarang aku turun ke lantai 3 dan 2, disini ada museum penyebaran islam di jawa tengah.

Adzan ashar sudah terdengar, waktunya aku menunaikan kewajiban untuk memenuhi panggilannya, aku tidak pernah membayangkan bisa sholat di masjid terindah seindonesia ini, dulu aku cuma sekedar lewat saja di jalanan depan masjid dan sekarang.., aku bisa sholat dimasjid ini. Masya allah.., subhanaallah..,

Dalam hati aku berdoa "ya allah semoga kelak aku bisa sholat di masjidil haram di makkah dan masjid nabawi di madinnah.., aku juga tidak lupa mendoakan almarhum bapak, ibu dan anak2 ku yang ada dirumah, saudara2 dan sahabat2ku, tidak lupa aku selipkan doa "semoga kelak aku bisa kesini lagi tapi dengan seseorang yang spesial yang selalu aku sebut dalam doa2 ku", yaaa.., kenapa harus ada bagian ini, tapi biarlah.., mungkin lagi baper.

Setelah puas keliling masjid aku ingin ketempat yang aku datangi kemaren dengan mba win.., lapangan simpang lima, aku menunggu buka puasa disini saja sambil jalan2 sore, simpang lima semarang merupakan pusat kota semarang, disini ada 5 persimpangan, ada lapangan besar yang biasa disebut alun alun, dan disepanjang jalan ada banyak warung kuliner.

Ramai sekali minggu sore ini, mungkin mereka sama sepertiku.., menunggu waktu berbuka puasa sambil jalan2 sore, tapi karena cuaca kurang bersahabat, aku wisata kuliner saja, sekalian berbuka puasa, dan nantinya setelah sholat maghrib dan isya aku lanjut ke terminal bus.

Demikianlah perjalananku.., tepat jam 20.00 lengkap sudah perjalananku mengobati rasa rindu kota ini, kurasa sudah saatnya aku harus kembali ke dunia nyataku, tidak baik rasanya ber-lama2 dengan me-nari2 bersama kenangan masa lalu.., tepat jam 20.00 bus Jaya Utama membawaku kembali ke surabaya.


G@l!p0n9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar