Rabu, 22 Maret 2017

Menjadikan Dewasa

Saat kamu tengah sendirian, sendirian yang sangat sepi, hanya ada kamu dan udara di sekitarmu, hanya ada kamu dan kenangan yang berputar diotakmu, hanya ada kamu dan dirimu sendiri, juga cerita cinta dan benci yang belum selesai, maka kamu pasti akan memutar kembali ingatanmu ke masa yang sangat ingin atau mungkin sangat tidak ingin kamu beri kesempatan untuk muncul kembali.

Kemarin aku membaca dari buku, seorang anak kecil berusia 7 tahun berkata; Orang dewasa tidak seharusnya menangis, karena tidak punya Ibu yang bisa menghibunya, dan aku tersenyum saat membacanya.

Menjadi dewasa itu tidak mudah, padahal dewasa hanyalah soal mencoba berhenti untuk mementingkan diri kita sendiri saja, mulai untuk bisa melihat keberadaan orang lain, tidak hanya melihat keberadaan diri sendiri saja, dan sesungguhnya itu tidaklah rumit seperti yang kita pikirkan selama ini, karena pendewasaan adalah proses yang akan kita jalani seumur hidup kita, jadi, berhentilah berpikir bahwa diri kita lebih dewasa dari diri orang lain, karena kedewasaan tidak pernah akan hadir pada diri yang selalu merasa hebat, merasa lebih hebat, lebih kuat, lebih segalanya hanya ada di pikiran anak kecil.

Anak kecil selalu merasa dirinya lebih besar dan kuat dari usianya, manusia dewasa akan mampu menjadi besar tanpa membesarkan masalah, manusia dewasa akan mampu menjadi besar tanpa harus selalu mengecilkan hidup orang lain.

Mungkin beberapa orang ada yang begitu beruntung sepertiku, karena masa laluku pernah mengalami kehilangan dan beberapa kekecewaan besar, pernah merasa dibohongi dan dilukai teramat parah, sehingga saat ini diriku mampu menemukan lebih awal, bahwa;

Hidup memang tidak diciptakan untuk mereka yang pandai mengeluh, yang hobi marah, yang dengan mudahnya meninggalkan kekecewaan dihati orang lain, dan suka menyepelekan luka yang pernah dijalani seseorang, itu hanyalah proses kehidupan, yakinlah, tidak ada manusia yang hidup tanpa pernah merasa kehilangan atau disakiti, kelak mereka pun akan memahaminya dengan jalannya sendiri, itulah kenapa kita tidak perlu melelahkan diri kita sendiri untuk selalu mengingat kebencian dan luka yang pernah ditinggalkan orang lain, karena apa yang telah terjadi, adalah sesuatu yang darinya kita hanya perlu berlajar dan memahami, karena masa lalu bukan hal yang mudah untuk kita hapus atau kita anggap tidak pernah terjadi.

Mengingatnya sesekali boleh, tapi jangan sampai kita membiarkan nya menguasai seluruh isi hati kita, tidak ada kalimat yang sempurna, seperti tidak adanya keputusan yang sempurna, dan aku rasa, tidak ada manusia yang mampu sempurna memaafkan dan melupakan dan biarkan segala yang masih tersisa tinggal menjadi harta karun yang justru membuat diri kita sendiri semakin sempurna.

G@l!pong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar