Minggu, 16 September 2018

Sudahlaah

Aku mau tahu..? inikah akhirnya..?
Aku tak tahu..? apakah ini akhirnya..?
Sungguh..!! ini membuat kepalaku pening.

Oh, apakah yang aku rasa ini.., masihkah ini tentang titik dua bintang..?

Sudahlah..! ini tentang jarak..? ini tentang waktu..?

Aku lebih memilih curhat kepada Rabb-ku, dan aku curahkan ke dalam kertas melalui tinta hitam, biarkan aksara menjadi saksi perasaanku saat ini, menuliskan ketidak perdulian dari apa yang mereka katakan tentangku, aku memuliakan kalau semua baik2 saja, dan aku selalu menganggap, semua akan jauh lebih baik jika wajah ini selalu dengan senyum kesederhana'an.


Mungkin kelak saat segalanya terasa begitu kosong.., mungkin kelak saat segalanya terasa begitu sulit.., mungkin kelak saat tidak ada lagi yang bisa kulakukan.., mungkin saat itulah ada sesal yang kamu rasakan, mungkin saat itulah aku menjadi orang yang kamu benci.

Aku tau, segala hal akan ada kadaluarsanya.., aku tau, segala hal akan ada kadarnya untuk dipenuhi.., aku tau, segalanya kelak tidak akan ada artinya..,

Tapi.., sekali saja.., sekali saja.., aku ingin kamu tau.., bahwa sekeras apa pun hidupku, seberantakan apa pun hidupku, aku tetap ingin bersamamu, menangani segala jenuh bersama dalam peluk, menjalani cemburu dengan kecup, mencoba saling memahami saat salah satu dari kita sedang menyukai seseorang yang lain.

Ah ini terlalu tinggi, aku terlalu mabuk, sudahlah.., mungkin aku akan selamanya berdiri di sampingmu sambil mengusap keningmu yang basah, atau mungkin aku akan selamanya menjadi debu dihatimu.

Aku tidak bisa memutar waktu, dan waktu tidak bisa sembuhkanku dan mungkin itulah yang menjadi sebab tidak adanya aku yang cemburu, tidak adanya aku yang menyebalkan, tidak ada lagi cerita kita yang sudah kenal puluhan tahun.

Sayang..,
Aku ingin kamu berbahagia, aku tidak bisa menjadi penyebab luka di hidupmu, aku tidak ingin terus menerus ciptakan sakit dalam hidupmu, kamu tidak bisa selamanya menjadi yang paling cinta, kamu  harus lekas dan bergegas, sungguh.!! aku akan merindumu setengah mati, aku akan merindumu sepenuh hidupku, baik2lah dalam hidup, aku tau hidup tidaklah mudah, aku tau hidup tidak selalu indah, tapi aku tau kamu selalu kuat.

Sayang.., semoga kamu bahagia dan bisa bernapas lega, pergilah.., agar hidupmu tidak lagi kotor dan bau karenaku, raga kita selalu dekat, tetapi MAAF jika ikatan bathin kita tidak terikat seperti dahulu..,

Salam dariku kepadamu..,
Aku yang mencintaimu..,

G@l!p0n9

Tidak ada komentar:

Posting Komentar