Jumat, 11 Agustus 2017

Tak ingin kehilangan Dia, sementara atau pun selamanya.

Tiba2 terpikirkan olehku..,

Ternyata.., bukan perkara mudah untuk bisa mengungkapkan apa yang kita rasakan kepada seseorang yang kita harapkan kehadirannya, rasa takut kehilangan yang menghampiri, membuat aku jadi lupa diri, siapa aku dan apa maksudku untuk bisa bersamanya, dan apa yang akan aku lakukan selanjutnya, apa yang akan Dia terima saat bersamaku..? seperti itulah perasaan yang menghantui disetiap pertanyaan.

Sedikitpun aku tidak pernah ingin kehilangannya, untuk sementara.., apalagi selamanya.., Dia, wanita terbaik yang pernah aku punya  tapi, apakah ada jaminan Dia akan selalu berada disampingku, bukan aku penakut, aku hanya tidak mau mengikuti keegoisanku, aku sadar bahwa Dia lebih berarti dari sebuah hubungan yang tidak ada ujungnya.

Sejak awal pertemuan.., tepat tgl 07 - 12 - 2016, Dia orang yang ramah, sedikit humoris, dan sederhana saja, yah ... hal yang tidak pernah terpikirkan, pertemuanku dengannya lewat jalan yang tidak ditentukan.

Berhubungan kembali tanpa sengaja, dan saat itu aku masih mencintainya, tapi, karena saat itu Dia telah memiliki seseorang yang telah mengisi kebahagiaan di setiap hari2nya. aku memutuskan untuk mengendalikan perasaan yang aku punya, tidak ingin lagi memilikinya sebagai apapun, dan aku telah nyaman menjadikannya sebagai saudara terbaikku, ya.., aku memutuskan untuk tetap menjadikannya saudara, tidak lebih.

Saat pertemuan, sangat mengesankan buatku, aku menghabiskan malam bersamanya. hingga keesokan harinya, aku harus pulang kembali ke surabay,  ya.., sedikit tidak rela harus pulang.., karena jujur sangat bahagia saat bersamanya. tapi, mau tidak mau ... aku harus pulang  dan aku hanya berharap suatu saat dapat bertemu lagi dengannya.

Beberapa hari setelah kepulanganku, aku dan dia tetap komunikasi, membicarakan apa saja, tapi, aku tidak menyangka kalau suaminya akan sangat marah dengan adanya kehadiranku. hingga saat itu aku berusaha untuk tidak mengganggu mereka lagi. tapi, dia tetap  menghubungiku. dan aku jujur tidak mau kehilangan komunikasi dengannya, dan aku semakin merasa kalau aku benar2 menyayanginya. tapi, ya..,  aku harus berusaha menghilangkan rasa itu. aku tidak mau merusak hubungannya dengan orang yang telah menyayanginya.

Sepertinya suaminya benar2 sudah sangat terganggu dengan adanya diriku, hingga saat itu, aku memutuskan untuk pergi menjauh dari hidupnya. melupakan semua kisah ini, aku tersentak.., tidak tau harus berbuat apa. aku menerima kenyataan, aku harus merelakan Dia, ber-hari2 aku merasa kehilangan hal yang sangat berharga dalam hidupku, ya.., karena Dia cinta pertama yang aku punya. dan hal yang tidak pernah terpikirkan aku harus kehilangannya.

Aku tidak berani menghubunginya. sangat tersiksa. hingga aku melihat dia menuliskan di jejaring sosial seperti ini: " ya ALLAH, sampaikan padanya aku merindukannya " dengan spontan air mataku menetes, aku sangat terpukul. dan aku tidak ingin berharap lebih saat itu, tapi hatiku tetap mencintainya, apapun yang terjadi saat itu, sungguh.., aku tidak rela kehilangan Dia.

Bagaimana aku tidak takut kehilangannya.., Dia yang saat ini tidak pernah lagi bertemu denganku, selalu tau kapan hatiku benar2 merasa sepi, sedih, bahagia, dan sebagainya. Dia seperti selalu merasakan itu. walaupun aku tidak pernah memberi taunya. dia selalu punya cara untuk membuat ku tersenyum lagi, aku menyayanginya, aku tidak mau badai sesaat menghancurkan hubungan ini, Dia selalu bisa jadi apapun yang bisa membuat kutersenyum.

Aku akui terkadang aku memang menyebalkan dan membuatnya sedih, tapi bukan berarti aku merasa senang jika Dia  bersedih, aku ingin melihatnya bahagia dan selalu tersenyum, tapi sayangnya,  ada rasa takut dan cemburu dalam hatiku, takut jika Dia meninggalkanku, aku tidak ingin kehilangan Dia, aku mencintainya tulus dari hatiku dan aku ingin Dia bisa merasakannya, walaupun terkadang ego dan cuekku membuatku se-akan2 menjaga jarak darinya, tapi jujur itulah perasaanku.

Rasa cemburuku ini sering kali menyiksaku, aku tidak suka Dia bersama orang lain, tapi aku sendiri tidak bisa selalu menemaninya, padahal aku tau, Dia sangat membutuhkanku, aku memang sangat egois, hingga terkadang aku cemburu, aku sangat takut Dia kembali dekat dengan nya. Dalam pikiranku selalu muncul pemikiran negatif, karena masih ada yang mencintai Dia, aku merasa, ada yang ingin merebut Dia dari aku, dan mungkin ada yang berusaha memisahkan aku dan Dia, hingga terkadang aku lebih suka Dia diam di rumah dan jangan terlalu sering bertemu dengan nya lagi.

Aku merasa.., ada banyak hal yang belum aku ketahui darinya, ada banyak rahasia yang se-akan2 Dia tutupi, mungkin belum saatnya aku mengetahui semua tentangnya, tapi tetap saja segala hal yang coba Dia tutupi itu membuatku menaruh curiga padanya, aku selalu ber-tanya2, apa yang sebenarnya coba Dia sembunyikan dariku, aku mulai berpikir Dia masih sepenuhnya belum bisa percaya padaku.

Seharusnya Dia yakinkan aku, bahwa aku adalah pilihan terakhirnya, dengan begitu kecemburuanku akan sedikit terkikis dan membuat hati ini lebih tenang, jangan ada rahasia dan luangkan lebih banyak waktu untuk lebih saling mengenal dan mengerti satu sama lain, jika Dia bisa membuatku percaya mungkin aku lebih santai menjalani hubungan ini, aku pun tidak perlu khawatir dengan semua yang akan terjadi.

Karena..,

Didalam masa depanku yang sederhana ini sudah kurancang dirinya ada di dalamnya, pribadi yang sudah saling mengerti, saling menghargai satu sama lain, saling mencintai dan menerima kekurangan dan kelebihan masing2, aku hanya tidak ingin apa yang aku lukiskan bersama Dia terhapus begitu saja, karena Dia nanti menjadi milik orang lain, karena itu aku sangat cemburu dan aku minta maaf untuk itu.

Hai yuung.., Aku tidak ingin melihatmu lemah, aku ingin kamu tetap bertahan dalam kondisi apapun, dan kamu harus bahagia dalam hidupmu.

Hai yuung.., Aku bersyukur memilikimu, aku tidak ingin kamu sakit, ataupun sedih. aku hanya ingin melihatmu bahagia, menjadi yang tebaik untuk orang2 yang kamu sayangi.

Hai yuung.., Aku ingin menjadi sosok yang selalu bisa jadi penyemangat dalam hidupmu, seperti yang kamu lakukan padaku, aku sayang kamu, dan aku tidak ingin kehilangan kamu, karena.., kamu adalah hal terindah yang ALLAH kasih buatku, tapi jika ALLAH yang memutuskan baru aku bisa rela.

G@l!p0n9
Rasanya tidak bisa lagi aku rangkai kata untuk mengungkapkan rasa bahagia ku atas kehadiran Dia. tapi aku yakin Dia mengerti bagaimana Dia sangat berharga buatku, jangan lagi ada kata perpisahan, biarlah itu menjadi rahasia-Nya, karena.., aku tidak ingin kehilangan Dia, sementara atau pun selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar