Tampilkan postingan dengan label petuah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label petuah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Februari 2023

sopo siro sopo ingsun

Ojo nduweni watak sopo Siro sopo ingsun
Petuah orang tua Jawa yang biasa diungkapkan pada anak cucu atau orang yang lebih tua ke yang lebih muda, Ojo nduweni watak sopo Siro sopo ingsun artinya adalah : jangan memiliki watak siapa kamu siapa aku.

Dimana siapa kamu siapa aku secara tersirat menjelaskan kesombongan merasa lebih baik, lebih hebat, memiliki kedudukan yang lebih tinggi, sehingga merendahkan orang lain.

Leluhur Jawa melarang untuk memiliki watak angkuh, karena manusia tak bisa hidup sendiri, suatu saat membutuhkan pertolongan orang lain.

Tinggi hati dan semena mena dapat menyebabkan orang lain tidak nyaman dan menjauhi bahkan dimusuhi.

Para pendahulu mengajarkan untuk memiliki sikap yang baik, Merasa percaya diri tentu bagus.

Namun, jika rasa percaya diri itu sudah kelewat batas, hingga suka merendahkan orang lain, dan menganggap dirinya paling penting.

Dalam psikologi kedokteran hal tersebut merupakan gangguan narsistik atau narcissistic personality disorder. 

Kondisi yang tergolong dalam gangguan kepribadian ini membuat pengidapnya menganggap dirinya jauh lebih penting dari orang lain, haus dipuji, tetapi memiliki empati yang rendah.

Meski begitu, di balik rasa percaya diri yang luar biasa itu terdapat sisi yang sangat rapuh dan mudah runtuh (mudah tersinggung) bahkan hanya dengan sedikit kritikan

Ciri-Ciri seseorang dengan Gangguan Narsistik ada beberapa karakter, yaitu:

- Selalu menilai diri sendiri terlalu tinggi dibandingkan penilaian dari orang lain.

- Menganggap diri superior, tanpa adanya pencapaian yang pantas.

- Sering melebih-lebihkan pencapaian dan bakat diri.

- Memiliki pikiran dipenuhi dengan fantasi mengenai sukses, kekuasaan, kepandaian, kecantikan atau ketampanan, atau mengenai pasangan yang sempurna.

- Merasa ingin selalu dipuji atau dikagumi.

- Merasa diri sendiri paling istimewa.

- Mengganggap dirinya pantas diberi perlakuan spesial.

- Sering memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

- Tidak mampu menyadari perasaan atau kebutuhan orang lain (kurang empati).

- Sering merasa cemburu terhadap orang lain, atau merasa orang lain cemburu terhadap dirinya.

- Memiliki perilaku yang cenderung arogan.

Gangguan narsistik sering kali sulit diobati, karena pengidapnya selalu merasa tidak ada yang salah dengan dirinya, hal tersebutlah yang dikhawatirkan oleh leluhur Jawa dengan mengajarkan psikologi Jawa melalui petuah petuah bijak.