Minggu, 29 November 2015

junior

"Junior Ricko Pratama"













_________________________________________________


"Ricki Diaz Viera"
 

 _________________________________________________

 "Ata Rafa Araya"



 

Dialog Kehidupan

Apa yang aku cari dalam hidup ini..?
Sebuah pertanyaan sederhana. tapi tidak dapat dijawab dengan sederhana, dan di dalam usaha menjawab pertanyaan itu, sebuah dialog muncul di dalam hati.

Mengapa sejak kecil kita harus susah sekolah..?
"Agar mendapat ilmu pengetahuan"

Mengapa perlu bekal ilmu pengetahuan..?
"Agar siap ketika harus terjun ke dalam masyarakat dan bekerja"

Mengapa harus bekerja..?
"Agar dapat penghasilan"

Mengapa perlu penghasilan..?
"Sebab kita perlu uang untuk hidup"

Berarti uang itu penting..?
"Penting..! tapi bukan yang terpenting", uang itu ibarat bahan bakar untuk mobil kita, uang memberikan kita kemudahan dalam hidup”

Sebagai Hamba, “aku tidak membawa apapun, saat datang ke dunia dan aku tinggalkan semua, pada akhirnya” di dalam dunia ini, hidup manusia ibarat setitik debu, sangat singkat.

Berapa lama kita hidup dalam dunia ini..?
Tidak terasa telah 40tahun aku menjalani hidup ini, berapa lama lagi waktu yang kupunya..? hanya Allah yang tau.

Apa yang aku cari dalam hidup ini..?
"Kebahagiaan"

Apakah kebahagian itu identik dengan terpenuhinya keinginan-keinginan kita..?
Secara umum mungkin iya, tapi tidak selalu seperti itu, ada hal2 yang tidak dapat kita raih walau dengan sekeras apapun kita berusaha.

"Ketika kita lapar, bersyukurlah bahwa di rumah telah tersedia makanan untuk kita, karena banyak orang yang terbangun di pagi hari dengan beban pikiran dari mana ia harus mencari makan untuk hari itu.

"Ketika merasa pekerjaan kita terlalu berat, bersyukurlah bahwa kita masih mempunyai pekerjaan, karena banyak orang yang menjalani hari-harinya mencari lowongan pekerjaan, tanpa mendapat tawaran pekerjaan.

"Ketika merasa rumah kita kurang luas, bersyukurlah kita masih mempunyai tempat berteduh, karena banyak orang yang sehari2nya hanya memiliki langit sebagai atap rumahnya dan kardus bekas sebagai alas tidurnya.

Badanku terasa lelah, tapi perenung ini memberikan pengertian dan keyakinan segar padaku akan arti hidup ini, aku melangkah dengan hati yang lebih ringan sambil memikirkan kemana perjalanan hidup ini akan membawaku.

G@lipong

Sabtu, 17 Desember 2011

SURAT CINTA TENTANG SHOLAT

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه


ُBila engkau anggap sholat itu hanya penggugur kewajiban, maka kau akan terburu-buru mengerjakannya.
Bila kau anggap sholat hanya sebuah kewajiban, maka kau tak akan menikmati hadirnya Allah saat kaumengerjakannya.
Anggaplah sholat itu pertemuan yang kau nanti dengan Tuhanmu. Anggaplah sholat itu sebagai cara terbaik kau bercerita dengan Allah.
Anggaplah sholat itu sebagai kondisi terbaik untuk kau berkeluh kesah dengan Allah.
Anggaplah sholat itu sebagai seriusnya kamu dalam bermimpi.
Bayangkan ketika "adzan berkumandang", tangan Allah melambai ke depanmu untuk mengajak kau lebih dekat denganNya.
Bayangkan ketika kau "takbir", Allah melihatmu, Allah senyum untukmu dan Allah bangga terhadapmu. 
Bayangkanlah ketika "rukuk", Allah menopang badanmu hingga kau tak terjatuh, hingga kau rasakandamai dalam sentuhanNya.
Bayangkan ketika "sujud", Allah mengelus kepalamu.Lalu Dia berbisik lembut dikedua telingamu: "Aku Mencintaimu hambaKu".
Bayangkan ketika kau "duduk diantara dua sujud", Allah berdiri gagah didepanmu, lalu mengatakan:"Aku tak akan diam bila ada yang mengusikmu".
Bayangkan ketika kau "Salam", Allah menjawabnya, kau seperti manusia berhati bersih setelah itu...Subhanallah sungguh nikmat shalat yang kita lakukan.
Aamiin Ya Rabbal Alamiin...

Selasa, 13 Desember 2011

bukan siapa-siapa


Ini tidak begitu penting, karena aku bukan siapa-siapa. tapi insya allah kita sama-sama dalam pencarian untuk menemukan jati diri demi kesempurnaan hidup.

Rabu, 07 Desember 2011

Surat dari Kekasih

Untukmu yang selalu Kucintai, saat kau bangun di pagi hari, aku memandangmu dan berharap engkau akan berbicara kepadaKu., bercerita, meminta pendapatKu, mengucapkan sesuatu untukku walaupun hanya sepatah kata.

Atau berterima kasih kepadaKu atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu pada tadi malam, kemarin, atau waktu yang lalu…. Tetapi Aku melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja… Tak sedikitpun kau menyadari Aku di dekat mu.

Aku kembali menanti saat engkau sedang bersiap, aku tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKu, tetapi engkau terlalu sibuk…

Di satu tempat, engkau duduk tanpa melakukan apapun.
Kemudian Aku melihat engkau menggerakkan kakimu.
Aku berpikir engkau akan datang kepadaKu, tetapi engkau berlari ke telpon dan menelpon seorang teman untuk sekadar berbual-bual.

Aku melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan Aku menanti dengan sabar sepanjang hari. Namun dengan semua kegiatanmu Aku berpikir engkau terlalu sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepadaKu.

Sebelum makan siang Aku melihatmu memandang ke sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKu, itulah sebabnya mengapa engkau tidak sedikitpun menyapaKu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKu dengan lembut sebelum menjamah makanan yang kuberikan, tetapi engkau tidak melakukannya…..

Ya, tidak mengapa, masih ada waktu yang tersisa dan aku masih berharap engkau akan datang kepadaKu, meskipun saat engkau pulang ke rumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.

Setelah tugasmu selesai, engkau menghidupkan TV, aku tidak tahu apakah kau suka menonton TV atau tidak, hanya engkau selalu ke sana dan menghabiskan banyak waktu setiap hari di depannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati siaran yang ditampilkan, hingga waktu-waktu untukKu dilupakan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat engkau menikmati makananmu tetapi kembali engkau lupa menyebut namaKu dan berterima kasih atas makanan yang telah Kuberikan.
Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu lelah.

Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ke tempat tidurmu dan tertidur tanpa sepatahpun namaKu kau sebut. Tidak mengapa karena mungkin engkau masih belum menyedari bahwa Aku selalu hadir untukmu.

Aku telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
Aku bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain. Aku sangat menyayangimu, setiap hari Aku menantikan sepatah kata darimu, ungkapan isi hatimu, namun tak kunjung tiba.

Baiklah….. engkau bangun kembali dan kembali Aku menanti dengan penuh kasih bahawa hari ini kau akan memberiKu sedikit waktu untuk menyapaKu…
Tapi yang Kutunggu … ah tak juga kau menyapaKu.

Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh lagi kau masih tidak mempedulikan Aku.
Tak ada sepatah kata, tak ada terucap doa, tak ada pula harapan dan keinginan untuk sujud kepadaKU….

Apakah salahKu padamu …? Rezeki yang Kulimpahkan, kesehatan yang Kuberikan, Harta yang Kurelakan, makanan yang Kuhidangkan , Keselamatan yang Kukurniakan, kebahagiaan yang Kuanugerahkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKu ???

Percayalah, Aku selalu mengasihimu, dan Aku tetap berharap suatu saat engkau akan menyapaKu, memohon perlindunganKu, bersujud menghadapKu … Kembali kepadaKu.
Yang selalu bersamamu setiap saat, Tuhanmu….

(Khalil Gibran)

Rabu, 16 November 2011

sedikit nasehat

Kuberikan kau sedikit nasehat nak…

 Pandanglah nisan bapak ini…hanya terdiam…

Pandanglah rentang waktu ketika bapak hidup…tak seberapa lama…

Pandanglah langit muram diujung sana….

Lihatlah nisan disekeliling nisan ini…

Lihatlah rumput-rumput disekitarnya…

Lihatlah orang-orang disekelilingmu….

Yang sibuk hingga lupa sesuatu yang pasti akan menjemputmu…

Ingatlah nak…semua yang kau sibukkan didunia tak kan lama…

Ingatlah nak…permasalahan setelah ini jauh lebih berat dibanding masalahmu kini yang masih didunia…

Ingatlah nak…tujuan hidupmu hanya mencari bekal di kehidupan setelah mati….

Ingatlah nak, nasehat ini bukan cerita ilusi seperti yang kau kira….

Ingatlah nak yang dianggap tak nyata didunia akan menjadi sesuatu yang nyata…jangan kau lengah atau lupa….

Peluklah Ramadhan sebagai bagian dari perjalanan mengumpulkan bekal untuk perjalanan panjang….

Bukalah matamu di malam-malam bulan Ramadhan agar kau dapat merasakan nikmatnya mata terpejam ketika kau telah berpulang….