Seharusnya seperti ketika angin berhembus dan
terdengar gemerisik dedaunan, serta beberapa helai terjatuh. Seharusnya
seperti saat rintik hujan yang mengiringi pagi.., Seharusnya
begitu..!
Dan kuakui begitu. ketika mata milikmu berada tepat dihadapanku, ketika cekungan yang berada pipimu menampakkan
diri, dan ketika keluar rentetan kata tanpa jeda dari kamu atas aku padahal aku sedang suntuk, tapi yang lalu sudah berlalu, seiring menjauhnya punggungmu, seiring diamnya
ponselku yang menandakan kamu sedang tidak berada disana membaca
pesanku, seiring aku memalingkan wajah saat kita memang seharusnya
berpisah.
Aku takut akan apapun yang sedang berlangsung, kita
hanya dua orang yang tidak sengaja bertemu di persimpangan dan
akhirnya memutuskan untuk berjalan beriringan, denganmu yang bermula
tidak bertujuan, namun akhirnya mengajakku ke suatu tempat, tapi
aku sejak semula telah memiliki tujuan yang tidak pernah mampu kucapai, sudah lelah aku melangkah, berlari, bahkan mencoba melayang,
tujuanku seolah menjauh.
Namun alam beberapa kali mengajak bercanda,
menghadirkan fatamorgana akan tujuanku, menyuruhku untuk bersyukur dan
tersungkur pada suatu masa, Kamu pikir itu mudah..?
Cerita yang telah
aku jalani sudah tidak lagi sederhana, dan kamu dihadirkan semesta untuk
menyederhanakan nya, bukannya aku tidak menghargai suasana tenang dan damai
seperti ketika sore hari kita menyusuri jalan, hanya saja, aku masih
ingin menyelami dunia, mendaki gunung2, untuk bisa
memandang alam dari ketinggian.
Dan ketika kini kamu mendapatiku
tidak berada disisimu, menceritakan hari2ku ketika malam menjelang, dan
merawat luka2 kecilku, kuminta kamu untuk tersenyum saja tanpa
perlu menggambar angan2 pada langit dunia kita, cukup genggamdan simpan dalam hati saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar