Sabtu, 11 Februari 2017

Seharusnya indah.

Seharusnya seperti ketika angin berhembus dan terdengar gemerisik dedaunan, serta beberapa helai terjatuh. Seharusnya seperti saat rintik hujan yang mengiringi pagi..,  Seharusnya begitu..!

Dan kuakui begitu. ketika mata milikmu berada tepat dihadapanku, ketika cekungan yang berada pipimu menampakkan diri, dan ketika keluar rentetan kata tanpa jeda dari kamu atas aku padahal aku sedang suntuk, tapi yang lalu sudah berlalu, seiring menjauhnya punggungmu, seiring diamnya ponselku yang menandakan kamu sedang tidak berada disana membaca pesanku, seiring aku memalingkan wajah saat kita memang seharusnya berpisah.

Aku takut akan apapun yang sedang berlangsung, kita hanya dua orang yang tidak sengaja bertemu di persimpangan dan akhirnya memutuskan untuk berjalan beriringan, denganmu yang bermula tidak bertujuan, namun akhirnya mengajakku ke suatu tempat, tapi aku sejak semula telah memiliki tujuan yang tidak pernah mampu kucapai, sudah lelah aku melangkah, berlari, bahkan mencoba melayang, tujuanku seolah menjauh. 

Namun alam beberapa kali mengajak bercanda, menghadirkan fatamorgana akan tujuanku, menyuruhku untuk bersyukur dan tersungkur pada suatu masa, Kamu pikir itu mudah..?

Cerita yang telah aku jalani sudah tidak lagi sederhana, dan kamu dihadirkan semesta untuk menyederhanakan nya, bukannya aku tidak menghargai suasana tenang dan damai seperti ketika sore hari kita menyusuri jalan, hanya saja, aku masih ingin menyelami dunia, mendaki gunung2, untuk bisa memandang alam dari ketinggian.

Dan ketika kini kamu mendapatiku tidak berada disisimu, menceritakan hari2ku ketika malam menjelang, dan merawat luka2 kecilku, kuminta kamu untuk tersenyum saja tanpa perlu menggambar angan2 pada langit dunia kita, cukup genggamdan simpan dalam hati saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar