Saat masih bersama dulu, ternyata kita adalah sepasang kekasih yang tidak pernah benar2 mengasihi satu sama lain, karena setelah terpisah.., hanya aku yang membuka mata selalu mencintaimu, dan anganku berusaha untuk menggapaimu, sedangkan kamu..?, melupakan aku..!, ya.., seperti yang sudah kamu jawab sendiri.
Setelah menghabiskan banyak waktu namun tidak pernah sekalipun aku berhenti berpikir bahwa selama ini akulah yang mencintai lebih dalam, dan setelah kamu berikan alasanmu kalau kamu "LUPA" dengan sosok ku dan membuatku semakin yakin bahwa mencintaimu adalah sebuah kesalahan, jika bukan karena kamu, mana mau aku menghabiskan waktuku dalam kesendirian, jika bukan karena kamu, mana mau aku berubah liar, ketika kamu tinggalkan. tapi walau bagaimanapun itu tidak membuatku menyesal.
Ini semua karena kamu, karena kita, dan karena kesalahan yang pernah kita lakukan, terlepas dari itu semua, aku bersyukur pernah membuat kesalahan, karena menjadi pelajaran hidup.
Dulu aku pernah merasa bahagia menemukan harapan pada sosokmu yang kuanggap berbeda, tapi saat awal bertemu kembali denganmu, aku tidak mau melihat ke masa lalu, kita berdua sama2 punya sejarah, sama2 punya beban dan luka karena cinta. buatku, kamu berbeda, aku merasa menemukan kembali harapan pada sosokmu yang “biasa saja”, yang tidak pernah banyak bicara, pasti orang yang bersamamu merasa sebahagia aku, merasa menemukan harapan dengan dirimu.
Allah tidak pernah lelah untuk memberikan warna hidupku, meskipun tidak aku minta, entah bagaimana cara-Nya menyambungkan benang merah kita, nyatanya aku mampu jatuh begitu dalamnya, pelukan itu memang bagai candu, sentuhan lembutmu membuat hatiku terpaku.
Aku sering ber-tanya2..?, apa yang bisa membuatku jatuh hati padamu,,?, dari sekian banyak wanita yang pernah bertemu denganku, tidak satupun yang bisa memberikan jawaban atas apa yang selama ini menjadi pertanyaan, kemudian aku kembali merasa jatuh hati padamu.., karena memang harusnya begitu.
Sekarang aku sudah bisa mengerti, terjatuh kembali dalam pelukmu adalah kesalahan dan kamu tidak akan bisa membalas yang kurasakan, adakah yang lebih menderita dari rasa cinta yang tidak pernah sama besarnya..?, mana aku tahu..?, kalau yang terjadi kemudian adalah rasa sakit yang sama saja seperti dulu, sepertinya Allah hanya ingin kita berjumpa, bukan untuk bersama, tapi aku tidak akan pernah menyesalinya.
Aku meng-endap2 menuju rumah Allah untuk berbicara pada-Nya, berbicara tentang mengapa hidup ini begitu indahnya, berbicara tentang bagaimana aku harus menjalani hidupku selanjutnya, dan berbicara mengapa kita berdua hanya berjumpa, namun tidak bisa bersama selamanya.
Sepertinya.., kecupan terakhir di dahimu adalah pertanda bahwa memang itu saat terakhir kita bertatap muka, sesungguhnya kaki ini tidak ingin pergi, tapi segala usaha yang kulakukan pastinya tidak akan cukup berarti, karena sesuatu hal.., aku tau.., kamu tau.., semua orang tau, dan jika aku adalah sebuah kesalahan bagimu, kuharap aku adalah kesalahan terbaikmu, karena aku juga menganggapmu seperti itu.
G@l!p0n9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar