Sabtu, 20 Mei 2017

Catatan terakhir


Ritualku hanya satu; mencintaimu, mencintaimu dan mencintaimu.



Aku suka angka 07122016, karena banyak hal2 manis dan indah terjadi di tanggal itu, dimana kamu bukanlah lagi sosok yang biasa tertangkap indra pendengaranku saja, karena seketika itu aku bisa langsung berhadapan denganmu.
 
Dulu mungkin hanya ada satu rasa, yaitu namamu dan selalu mengingatmu, dan.., aku tau mungkin itu bagian dari karma, karena pernah menyukai kamu.., ya.., kamu saudaraku sendiri.

Mungkin aku jatuh cinta, dan kamu adalah objeknya dan bisakah kamu membaca isyarat rahasia yang sedang kujaga, entahlah setiap ingin aku berbicara tentang apa yang kurasa, mulutku bibir ini tidak sanggup ber-kata2.

Berada didekatmu selalu melahirkan banyak rasa yang selalu kujaga, sapa'an pagi darimu selalu nomor satu yang kunanti setiap hari, apalagi saat bahu kita berdampingan dan disertai rangkulan, aku merasa hanya ada kita dan bahkan dari bisumu pun, banyak menceritakan sesuatu, bingung, kenapa hanya aku yang kamu istimewakan dan aku menelan racun karena terlalu sayangnya aku kepadamu.

Akan tetapi.., tidak jarang aku dihampiri rasa kecewa akan janji2 yang pada awalnya kamu buat sendiri atau hanya alasan lupa saja sehingga membuatku bilang tidak apa2, atau mungkin aku yang terlalu menganggap semuanya nyata.., merasa istimewa..,  padahal semuanya semu.

Dan dari semua rasa kecewa ini, aku jatuh, sejatuh-jatuhnya, mungkin cinta hanya untuk orang yang percaya.., aku percaya kalau kita bahagia dan melihatmu bahagia juga termasuk bahagia yang kurasa, salah satunya melihat kamu bersama dia.

Mungkin semua orang yang tau tentang penerimaanku terhadap hubungan ini merasa bingung dan menatapku dengan penuh tanya dan bilang dalam hati mereka kalau penantianku akanlah sia2.., lalu aku bisa apa..?, ber-kali2 aku jatuh dalam dosa yang sama, membiarkan harapanku dibawa olehmu pergi jauh dan berharap suatu saat hidupku akan kembali seperti biasa.

Mungkin dulu ketakutanku hanya satu, saat tubuhku berhadapan denganmu dan ada lelaki itu disebelahmu, aku akan ter skak mati karena bisu, hatiku mulai retak, dan ternyata itu hanya permulaan saja, ketakutan terbesarku bertambah lagi setelah aku melihat keraguanmu dan kamu benar2 akan beranjak pergi dari sisiku, dan belajar mencintainya sepenuh hati.

Dan taukah kamu dampak dari pengasingan hatimu setelahnya, jujur, mungkin aku akan lega jika kamu bahagia melakukannya, sungguh, tapi yang akan kudapati kamu kembali menjadi dirimu yang dulu, bahkan lebih terpuruk, dan semakin membuatku  tidak bisa meninggalkanmu dengan 'topeng' kebahagiaan yang kamu pakai.

Itukah yang kamu mau..?, hidup dalam keterpurukan, tanpa pernah mau berterus terang lagi pada hatimu sendiri, lantas bagaimana jika ada laki2 bodoh sepertiku yang ingin memulihkan jiwamu..?, aku bukan motivator, jadi aku tidak akan meminta upah dalam bentuk apapun, karena yang terpenting bagiku, juga buat orang2 yang ada didekatmu adalah mengembalikan kesadaran fikiran dan hatimu.

Bersama dia.., aku kira tadinya dia mampu berubah menjadi lebih baik, sehingga aku bisa merelakanmu, tapi kenyataannya semakin menjadi tidak jelas, membuatku harus menjadi lebih cerdik, lebih teliti, mencari tau kisah macam apa yang sebenarnya sedang melibatkanku ini, karena aku merasa, dia malah mendapatkan cintamu setelah menjadikan kehancuran hatiku saat itu, entah bagaimana denganmu, tapi itu membuatku semakin membencinya.

Bila itu tulus aku pasti sudah merasakan kebahagiaanmu, dan itu tidak masalah bagiku.., akan tetapi suami macam apa yang mengajakmu berbahagia dengan cara seperti itu..?, mungkin kalian memang punya persepsi yang sama mengenai suka duka kehidupan, tapi aku berani jamin caranya memberimu makna pentingnya sebuah cinta, sepenuhnya berbeda dengan caraku.

Sekarang, kupikir kalian sudah berakhir, akan tapi sepertinya aku salah, ternyata dia ibarat sebuah perekat, walau sudah kamu lepas, tapi tetap meninggalkan kesan 'menempel' di kulitmu, kulihat kebersamaan kalian dengan segala keburaman itu, tapi kebahagiaan yang terasa getir, tidak membawa kehangatan sama sekali.

Bukan kepekaanmu yang aku minta, aku tidak perlu pengertianmu, dan ikatan itu tidak menggangguku selama itu membuat keadaan kamu baik2 saja.., memang tabu untuk mencampuri urusan kalian, anggaplah aku sok tau, tapi yakinlah, manusia sepertiku dianugerahi kekuatan yang lebih dalam hal memahami hati, meski lidahmu sudah kelewat kelu sampai bisu sekalipun, aku mampu membaca perasaanmu, walau aku sendiri kadang ragu dengan penerawanganku, apa yang kurasakan ini benar..?, atau ini hanya sebuah tumpukan prasangka yang mengubur semua kejujuran hatimu..?, aku tidak mau mendahului takdir.

Dari situlah aku belajar banyak dari rasa dan kenangan yang terisa, hanya berkaca pada masa saat kita bersama, mungkin yang paling pahit dari proses kehidupan adalah kehilangan, dan dari proses mencintai adalah menunggu dan terus menunggu tanpa diberi kepastian bahwa aku dicintai, seperti bunga pasti akan layu, aku pernah mengalami keduanya itu, setelah hilang, lalu jejakmu kah yang harus kucintai..?

Banyak orang yang berlalu dan menertawai jatuhnya aku saat tidak ada kamu, ber-kali2 mereka bilang, buang waktu saja.., kamu hanya menunggu dan diam disitu sementara dia belum tentu menjadi milikmu, tapi aku hanya menyisakan percaya, percaya pada takdir, percaya waktu punya saatnya, saat ketika cinta itu harus tetap disitu atau dibiarkan berlalu dan tidak lagi terpaku pada objekmu, hatiku yang akan menentukannya, kan..?, sungguh aku tidak pernah menyesal, karena pernah mencintaimu adalah sejarah termanis yang melahirkan banyak peristiwa penuh rasa.

Hey, yuli.., tepat sepuluh bulan aku berhubungan denganmu, aku menerbangkan semua perasaan ke langit, aku mengembalikan semua rasa yang pernah dihadiahkan, aku berterima kasih kepada Allah dan kamu tentunya yang berperan dalam semua pengalaman termanis yang belum tentu bisa dinikmati semua orang, bahagialah dengan lelaki yang kini disampingmu, karena bahagiaku menyertaimu selalu.

 
Lama setelah semua yang terjadi, kamu masih mengenalku sebagai orang yang sama, kan..?, tetap ceria, bersemangat, dan selalu berusaha membahagiakanmu, persis dengan yang ada dalam ingatanmu, tapi, sadarkah kamu sekarang aku sedikit berbeda..?, tentunya, kamu tau, entah sejak kapan aku menjadi laki2 yang sensitif bahkan pada hal konyol sekalipun, dan seolah selalu mengemis perhatianmu dengan cara yang bodoh, menyebalkan, ya.., aku seharusnya sudah cukup tau diri untuk tidak mengakuimu sebagai milikku lagi, karena setiap aku melihatmu, yang aku ingat hanya rasa bersalah, maka dari itu aku menghindarimu walau nuraniku tidak menghendakinya.

Ingatlah.., kemaren pernah ada saat2 kamu menjadi orang yang sangat dekat denganku, dan kesan pertamaku waktu itu adalah, kamu itu wanita yang lugu, mempunyai sifat berbicara seadanya, terlihat sangat menghormati orang tua, punya wawasan yang luas, dan meski begitu, sebenarnya kamu itu suka melibatkan diri di keramaian, dan kamu selalu bisa diandalkan semua orang, kamu mengajarkanku untuk bertahan ditengah keterpurukan, kamu sering menceritakan impianmu padaku, dan saat itu aku memutuskan untuk membantumu mewujudkannya.

Impianmu sederhana, dan tidak perlu aku sebutkan yah hehehe, kamu ingin menghabiskan waktu bersamaku, orang yang kamu cintai, saat itu.., saat aku dengar itu.., aku sudah mulai sok tau hehehe, berlebihan memang jika aku berharap kamu mau tau semua tentangku hmmm..,kamu mungkin berpikir hidupku mudah dan sempurna, tapi tidak sepenuhnya begitu, aku pun pernah merasakan setidaknya sekali, beban yang kamu rasakan itu, waktu dan keadaan boleh saja mengubahmu, tapi bukan berarti hatimu akan menghapusnya begitu saja, kamu tetaplah kamu yang sama seperti sejak awal kau terlahir ke dunia ini.

 
Tekadku untuk menggugah semangat hidupmu lebih besar dari apapun, dan jika kamu berpikir keindahan dunia hanya sebatas pada dunia film, laki2 tampan dalam layar kaca yang amat kamu sayangi itu, orang2 dalam dunia nyata memang tidak serupawan mereka yang ada dalam dunia fantasimu itu, tapi ingatlah bahwa kamu juga salah satu dari mereka yang ada di dunia nyata itu, dan yang menciptakanmu adalah Pencipta Maha Sempurna, dan itu harga mati, hidup ini juga tak seindah jalan cerita dalam film2 Boliwood yang kamu saksikan itu, tapi kisah mereka juga terilhami dari kehidupan manusia sebenarnya..?, jadi percayai saja hidup kita juga bisa seindah itu.

Betapa inginnya aku menyadarkanmu bahwa hanya dengan menatap matahari pagi atau menghirup udara segar saja bisa membuatmu bahagia, bersyukur akan hal2 kecil dan sepele itu perlu, dunia yang diciptakan ini jauh lebih indah dari dunia fantasimu itu, kamu tahu..?, hidupmu terlalu berharga jika dihabiskan hanya dengan bersembunyi dalam sebuah ruangan hampa, jadi kamu jangan menikmatinya begitu saja.

Aku tidak hidup di dunia sinetron, aku bukan sutradara atau si penulis skenarionya, jadi aku tidak bisa berbuat apa2 selain berdoa yang terbaik, karena manusia memang makhluk yang tidak mampu diam ber-lama2 di satu titik dan bisa berubah kapan saja, tapi tidak ada satupun manusia yang ditakdirkan untuk menjadi orang jahat, Allah tidak menciptakan kita untuk itu, selama masih ada orang yang bersedia mencintaimu, cukup ingat saja perasaan cinta itu, tidak perlu pikirkan yang lainnya, maka kamu akan bisa terus tersenyum sekalipun kamu sedang dipukul atau bahkan diludahi, itu prinsip yang ingin kubagi untukmu, bila tidak ada kebahagiaan yang bisa kamu temukan, ciptakanlah sendiri rasa bahagia itu, bila perlu.., seluruh dunia bisa merasakannya juga.


Ah, akhirnya aku bicara panjang lebar bukan tentang perasaanku sendiri lagi.., entah kau membacanya atau tidak, tapi aku sungguh berharap kamu tidak mengacuhkan tulisanku ini begitu saja, aku tau ini tampak norak dan membosankan, tapi kupastikan ini bagus untuk jiwamu, agar kamu bisa bersemangat, jadi lihat kesini sebentar..!, mulutku pasti sudah banyak berbuih apabila semua ini kukatakan langsung padamu, itupun kalau kamu mau mendengarkannya.

Aku pikir kamu tidak akan tertarik membaca apalagi merenungi tulisan ini, karena sepertinya kamu bukan tipe orang yang peduli untuk hal semacam ini, sebab kamu tidak pandai dalam memahami kata2 yang rumit ini, tenanglah, aku cuma sebatas mencoba, walau egoku berkata "Kamu harus membaca dan memahami ini!", namun aku tidak mau memaksa., akan tetapi tidak ada ruginya membaca tulisanku ini barang sebentar saja, karena ini tentangmu.., eh, tidakkk maksudku ini tulisan yang terakhir untukmu.

Terima kasih karena memberi cinta yang mendewasakanku, memang benar cinta tidak punya kadaluarsa, tapi aku hanya tidak ingin beberapa puluh tahun aku berkaca, aku masih berada di tempat yang sama.

SELESAI


G@l!p0n9


Tidak ada komentar:

Posting Komentar