Ritualku hanya satu; mencintaimu, mencintaimu dan
mencintaimu.
Aku suka angka 07122016, karena banyak hal2 manis dan indah
terjadi di tanggal itu, dimana kamu bukanlah lagi sosok yang biasa tertangkap
indra pendengaranku saja, karena seketika itu aku bisa langsung berhadapan denganmu.
Dulu mungkin hanya ada satu rasa, yaitu namamu dan selalu
mengingatmu, dan.., aku tau mungkin itu bagian dari karma, karena pernah
menyukai kamu.., ya.., kamu saudaraku sendiri.
Mungkin aku jatuh cinta, dan kamu adalah objeknya dan bisakah kamu membaca isyarat rahasia yang sedang kujaga, entahlah setiap
ingin aku berbicara tentang apa yang kurasa, mulutku bibir ini tidak sanggup ber-kata2.
Berada didekatmu selalu melahirkan banyak rasa yang selalu
kujaga, sapa'an pagi darimu selalu nomor satu yang kunanti setiap hari, apalagi
saat bahu kita berdampingan dan disertai rangkulan, aku merasa hanya ada kita
dan bahkan dari bisumu pun, banyak menceritakan sesuatu, bingung, kenapa hanya
aku yang kamu istimewakan dan aku menelan racun karena terlalu sayangnya aku
kepadamu.
Akan tetapi.., tidak jarang aku dihampiri rasa kecewa akan janji2 yang pada awalnya kamu buat sendiri atau hanya alasan lupa saja sehingga
membuatku bilang tidak apa2, atau mungkin aku yang terlalu menganggap
semuanya nyata.., merasa istimewa.., padahal semuanya semu.
Dan dari semua rasa kecewa ini, aku jatuh, sejatuh-jatuhnya, mungkin cinta hanya untuk orang yang percaya.., aku percaya kalau kita bahagia dan melihatmu bahagia juga termasuk bahagia yang kurasa, salah satunya melihat kamu bersama
dia.
Mungkin semua orang yang tau tentang penerimaanku terhadap
hubungan ini merasa bingung dan menatapku dengan penuh tanya dan bilang dalam
hati mereka kalau penantianku akanlah sia2.., lalu aku bisa apa..?, ber-kali2 aku jatuh dalam dosa yang sama, membiarkan
harapanku dibawa olehmu pergi jauh dan berharap suatu saat hidupku akan kembali
seperti biasa.
Mungkin dulu ketakutanku hanya satu, saat tubuhku berhadapan
denganmu dan ada lelaki itu disebelahmu, aku akan ter skak mati karena bisu, hatiku
mulai retak, dan ternyata itu hanya permulaan saja, ketakutan
terbesarku bertambah lagi setelah aku melihat keraguanmu dan kamu benar2
akan beranjak pergi dari sisiku, dan belajar mencintainya sepenuh hati.
Dan taukah kamu dampak
dari pengasingan hatimu setelahnya, jujur, mungkin aku akan lega jika
kamu bahagia melakukannya, sungguh, tapi yang akan kudapati kamu kembali menjadi dirimu yang dulu, bahkan lebih terpuruk, dan
semakin membuatku tidak bisa meninggalkanmu dengan 'topeng' kebahagiaan yang
kamu pakai.
Itukah yang kamu mau..?, hidup dalam keterpurukan, tanpa pernah mau berterus terang lagi pada hatimu sendiri, lantas bagaimana
jika ada laki2 bodoh sepertiku yang ingin memulihkan jiwamu..?, aku bukan motivator, jadi aku tidak akan meminta upah dalam bentuk
apapun, karena yang terpenting bagiku, juga buat orang2 yang ada didekatmu adalah mengembalikan kesadaran fikiran dan hatimu.
Bersama dia.., aku kira tadinya dia mampu berubah menjadi lebih
baik, sehingga aku bisa merelakanmu, tapi kenyataannya semakin menjadi tidak jelas, membuatku harus menjadi lebih cerdik, lebih teliti, mencari
tau kisah macam apa yang sebenarnya sedang melibatkanku ini, karena aku merasa, dia malah mendapatkan cintamu setelah menjadikan kehancuran hatiku saat
itu, entah bagaimana denganmu, tapi itu membuatku semakin membencinya.
Bila itu tulus aku pasti sudah merasakan kebahagiaanmu, dan
itu tidak masalah bagiku.., akan tetapi suami macam apa
yang mengajakmu berbahagia
dengan cara seperti itu..?, mungkin kalian memang punya persepsi yang sama mengenai suka
duka kehidupan, tapi aku berani jamin caranya memberimu makna pentingnya
sebuah cinta, sepenuhnya berbeda dengan caraku.
Sekarang, kupikir kalian sudah berakhir, akan tapi sepertinya aku salah,
ternyata dia ibarat sebuah perekat, walau sudah kamu lepas, tapi tetap
meninggalkan kesan 'menempel' di kulitmu, kulihat kebersamaan kalian dengan segala
keburaman itu, tapi kebahagiaan yang terasa getir, tidak membawa kehangatan sama
sekali.
Bukan kepekaanmu yang aku minta, aku tidak perlu pengertianmu,
dan ikatan itu tidak menggangguku selama itu membuat keadaan kamu baik2 saja.., memang tabu untuk mencampuri urusan kalian, anggaplah aku sok tau, tapi
yakinlah,
manusia sepertiku dianugerahi kekuatan yang lebih dalam hal memahami
hati, meski lidahmu sudah kelewat kelu sampai bisu sekalipun, aku mampu
membaca
perasaanmu, walau aku sendiri kadang ragu dengan penerawanganku, apa
yang
kurasakan ini benar..?, atau ini hanya sebuah tumpukan prasangka yang
mengubur
semua kejujuran hatimu..?, aku tidak mau mendahului takdir.
Dari situlah aku belajar banyak dari rasa dan kenangan yang
terisa, hanya berkaca pada masa saat kita bersama, mungkin yang paling pahit
dari proses kehidupan adalah kehilangan, dan dari proses mencintai adalah
menunggu dan terus menunggu tanpa diberi kepastian bahwa aku dicintai, seperti
bunga pasti akan layu, aku pernah mengalami keduanya itu, setelah hilang, lalu
jejakmu kah yang harus kucintai..?
Banyak orang yang berlalu dan menertawai jatuhnya aku saat
tidak ada kamu, ber-kali2 mereka bilang, buang waktu saja.., kamu hanya menunggu dan diam
disitu sementara dia belum tentu menjadi milikmu, tapi aku hanya menyisakan percaya, percaya pada takdir, percaya waktu punya saatnya, saat ketika cinta itu harus
tetap disitu atau dibiarkan berlalu dan tidak lagi terpaku pada objekmu, hatiku yang akan menentukannya, kan..?, sungguh aku tidak pernah menyesal, karena pernah mencintaimu adalah sejarah termanis yang melahirkan banyak peristiwa
penuh rasa.
Hey, yuli.., tepat sepuluh bulan aku berhubungan denganmu, aku
menerbangkan semua perasaan ke langit, aku mengembalikan semua rasa
yang pernah dihadiahkan, aku berterima kasih kepada Allah dan kamu tentunya
yang berperan dalam semua pengalaman termanis yang belum tentu bisa dinikmati
semua orang, bahagialah dengan lelaki yang kini disampingmu, karena
bahagiaku menyertaimu selalu.
Lama setelah semua yang terjadi, kamu masih mengenalku
sebagai orang yang sama, kan..?, tetap ceria, bersemangat, dan selalu berusaha
membahagiakanmu, persis dengan yang ada dalam ingatanmu, tapi, sadarkah kamu
sekarang aku sedikit berbeda..?, tentunya, kamu tau, entah sejak kapan aku
menjadi laki2 yang sensitif bahkan pada hal konyol sekalipun, dan
seolah selalu mengemis perhatianmu dengan cara yang bodoh, menyebalkan, ya.., aku
seharusnya sudah cukup tau diri untuk tidak mengakuimu sebagai milikku lagi,
karena setiap aku melihatmu, yang aku ingat
hanya rasa bersalah, maka dari itu aku menghindarimu walau nuraniku tidak
menghendakinya.
Ingatlah.., kemaren pernah ada saat2 kamu menjadi orang yang
sangat dekat denganku, dan kesan pertamaku waktu itu adalah, kamu itu wanita
yang lugu, mempunyai sifat berbicara seadanya, terlihat sangat menghormati
orang tua, punya wawasan yang luas, dan meski begitu, sebenarnya kamu itu suka
melibatkan diri di keramaian, dan kamu selalu bisa diandalkan semua orang, kamu
mengajarkanku untuk bertahan ditengah keterpurukan, kamu sering menceritakan
impianmu padaku, dan saat itu aku memutuskan untuk membantumu mewujudkannya.
Impianmu sederhana, dan tidak perlu aku sebutkan yah hehehe,
kamu ingin menghabiskan waktu bersamaku, orang yang kamu cintai, saat itu..,
saat aku dengar itu.., aku sudah mulai sok tau hehehe, berlebihan memang jika aku berharap kamu mau tau semua tentangku
hmmm..,kamu mungkin berpikir hidupku mudah dan sempurna, tapi tidak
sepenuhnya begitu, aku pun pernah merasakan setidaknya sekali, beban yang kamu
rasakan itu, waktu dan keadaan boleh saja mengubahmu, tapi bukan berarti hatimu
akan menghapusnya begitu saja, kamu tetaplah kamu yang sama seperti sejak awal
kau terlahir ke dunia ini.
Tekadku untuk menggugah semangat hidupmu lebih besar dari
apapun, dan jika kamu berpikir keindahan dunia hanya sebatas pada dunia film,
laki2 tampan dalam layar kaca yang amat kamu sayangi itu, orang2 dalam dunia nyata memang tidak serupawan mereka
yang ada dalam dunia fantasimu itu, tapi ingatlah bahwa kamu juga salah satu
dari mereka yang ada di dunia nyata itu, dan yang menciptakanmu adalah Pencipta
Maha Sempurna, dan itu harga mati, hidup ini juga tak seindah jalan
cerita dalam film2 Boliwood yang kamu saksikan itu, tapi kisah mereka
juga terilhami dari kehidupan manusia sebenarnya..?, jadi percayai saja hidup kita
juga bisa seindah itu.
Betapa inginnya aku menyadarkanmu bahwa hanya dengan menatap
matahari pagi atau menghirup udara segar saja bisa membuatmu bahagia, bersyukur
akan hal2 kecil dan sepele itu perlu, dunia yang diciptakan ini jauh
lebih indah dari dunia fantasimu itu, kamu tahu..?, hidupmu terlalu berharga jika
dihabiskan hanya dengan bersembunyi dalam sebuah ruangan hampa, jadi kamu jangan
menikmatinya begitu saja.
Aku tidak hidup di dunia sinetron, aku bukan sutradara
atau si penulis skenarionya, jadi aku tidak bisa berbuat apa2 selain berdoa yang
terbaik, karena manusia memang makhluk yang tidak mampu diam
ber-lama2 di satu titik dan bisa berubah kapan saja, tapi tidak ada satupun
manusia yang ditakdirkan untuk menjadi orang jahat, Allah tidak menciptakan
kita untuk itu, selama masih ada orang yang bersedia mencintaimu, cukup ingat
saja perasaan cinta itu, tidak perlu pikirkan yang lainnya, maka kamu akan bisa
terus tersenyum sekalipun kamu sedang dipukul atau bahkan diludahi, itu prinsip
yang ingin kubagi untukmu, bila tidak ada kebahagiaan yang bisa kamu temukan,
ciptakanlah sendiri rasa bahagia itu, bila perlu.., seluruh dunia bisa merasakannya
juga.
Ah, akhirnya aku bicara panjang lebar bukan tentang
perasaanku sendiri lagi.., entah kau membacanya atau tidak, tapi aku sungguh
berharap kamu tidak mengacuhkan tulisanku ini begitu saja, aku tau ini tampak norak dan membosankan, tapi kupastikan ini bagus untuk jiwamu, agar kamu bisa
bersemangat, jadi lihat kesini sebentar..!, mulutku pasti sudah banyak berbuih
apabila semua ini kukatakan langsung padamu, itupun kalau kamu mau
mendengarkannya.
Aku pikir kamu tidak akan tertarik membaca apalagi
merenungi tulisan ini, karena sepertinya kamu bukan tipe orang yang peduli untuk hal semacam
ini, sebab kamu tidak pandai dalam memahami kata2 yang rumit ini, tenanglah, aku
cuma sebatas mencoba, walau egoku berkata "Kamu harus membaca dan memahami ini!", namun aku
tidak mau memaksa., akan tetapi tidak ada ruginya membaca tulisanku ini barang sebentar
saja, karena ini tentangmu.., eh, tidakkk maksudku ini tulisan yang terakhir untukmu.
Terima kasih karena memberi cinta yang mendewasakanku, memang benar
cinta tidak punya kadaluarsa, tapi aku hanya tidak ingin beberapa puluh
tahun aku berkaca, aku masih berada di tempat yang sama.
SELESAI
G@l!p0n9



Tidak ada komentar:
Posting Komentar