Minggu, 07 Mei 2017

Repvblik - Aku Takut


Republik - Sudah Cukup


REPUBLIK - TELAH KUBERIKAN


Ari Lasso - Perbedaan


Ketika Harus Melepaskan Cinta..

Hidup ini selalu berputar, tidak selamanya kita berada dalam kepedihan, dan tidak selamanya kita berada dengan segala kesenangan, ALLAH Maha Adil.., hanya Dia yang tau mana yang terbaik untuk hamba Nya..

“Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak. ( Al-Baqarah 216 )”

Hai.., ada perih disudut hati, ketika engkau cerita tentang segala yang kamu alami.., setelah sekian lama kamu bertahan.., setelah sekian lama kamu memendam luka.., setelah sekian lama kamu redam nestapa rupanya Allah izinkan juga engkau tempuh jalan itu.., dan aku percaya, itu suatu “keputusan terakhir” yang terbaik untukmu…

Hai.., ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan, orang2 yang tidak ingin kita tinggalkan.., tetapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan kerana orang itu berhenti mencintai kita melainkan kerana kita menyadari bahawa orang itu tidak baik untuk kita, dan kita akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

Sebenarnya kita berat melepaskan kerana:
  • Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.
  • Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita merasa dia itu istimewa dibandingkan dengan yang lain.
  • Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia lagi.
  • Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika begitu banyak saat2 indah bersamanya, dan senantiasa terbayang di fikiran kita.
  • Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata “Saya sangat mencintainya”.
Ingatlah.., melepaskan bukanlah berakhirnya melainkan awal dari suatu kehidupan baru..
  • Kita harus melepaskan seseorang kerana kebahagiaan kita tidak tergantung padanya.
  • Kita harus melepaskan seseorang karena kita menyadari, yang istimewa belum tentu yang terbaik buat kita.
  • Kita harus melepaskan seseorang kerana kita tahu jika Allah mengambil sesuatu, Dia telah siap memberi yang lebih baik.
  • Kita harus melepaskan seseorang ketika saat2 indah hanyalah tinggal masa lalu.
  • Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita berkata “tidak ada lagi  yang dapat dipertahankan”.
  • Kegagalan tidak bererti kita tidak mencapai apa2, namun kita telah memahami sesuatu, segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan.

“Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu..? dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu yang memberatkan punggungmu..? dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu, karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap” (QS.94:1-8)

Kadangkala Allah mempertemukan kita dengan orang yang tidak tepat sebelum mempertemukan kita dengan orang yang tepat supaya kita bersyukur akan belajar daripada kurniaNYA dan belajar daripadanya.

G@l!p0n9

Senin, 01 Mei 2017

Ari Lasso - Hampa


Titik Akhir (Terpaksa)

Hari ini tidak ada yang berbeda, semua masih  tetap sama, aku yang masih mengingat dan menginginkan kita, serta kamu yang masih jauh di mata, dan  hatiku yang belum sanggup mengakhiri cerita ini.

Karena.., apa yang kulihat sampai hari ini masih belum pasti, keinginan masih berupa angan2, andainya saja kenangan ini dapat sekejap saja aku lupakan, andai saja ada perasaan yang bisa kuubah untuk tidak lagi mengharap balasan dari hati yang selama ini masih kutuju, entah saat ini Dia sedang apa..?, entah sedang memikirkan apa..?, entahlah.

Aku tidak ingin membuka pintu pada hati yang lain, karena percuma jika kuncinya masih ada padamu, bisakah kamu untuk sekali saja mengajarkan aku caranya melarikan diri dari kenangan agar aku sadar bahwa kenangan itu hanya sekedar kenang2an dari masa lalu, dan agar aku bisa lebih paham bahwa tidak baik mengharapkan untuk terus bersamamu.

Bukannya aku tidak pernah mengindar dari kamu, tapi kamu selalu menahanku untuk tidak keluar dari hidupmu, sampai aku heran dengan teka-teki yang Allah berikan, jika ujungnya kita tidak bisa bersama, mengapa Allah memberikan pertemuan yang membangitkan angan2 untuk bersatu..? Hatiku sudah terlalu sakit untuk berhenti mencintaimu, entah siapa yang bisa mengajariku mengentikan rasa itu.

Kisah kita yang telah lalu mungkin bukan untuk dilupakan, karena sudah ber-kali2 kuusahakan, dan mungkin di benak ini sudah ada tempat khusus untukmu, untuk selamanya.., yaa, semoga saja kedekatan kita tidak begitu berubah, karena saat ini yang aku ingini hanya bisa ikhlas, karena melupakanmu begitu mustahil dilakukan.., yang aku harap hanya bahagia yang kembali nyata, meski harus dilalui tanpa kalimat ‘kita’, harus kamu pahami bahwa mencintamu dari jarak sejauh ini, aku tidak pernah sekalipun menyesali, karena untuk urusan cinta, aku memang pandai memberi, tapi.., untuk menerima kenyataan, sepertinya aku harus banyak belajar lagi.

Terkadang aku tersentak dengan berbagai kecewaan dari secuil kesalahan yang kau lakukan, kamu tidak pernah tau kaan..?, dan aku tidak ingin menyalahkanmu atas ketidak tauanmu itu, karena beginilah kita, selalu di isi oleh perasaan yang hampa, mungkin lebih baik berpecah jadi dua yang tidak saling mengusik, aku benci dengan segala kenyataan ini, kenyataan bahwa bukan aku sosok yang nantinya akan lebih bisa membahagiakan kamu, tapi mana bisa aku berlari dari kenyataan yang sudah dihidangkan..?, dan aku harus menerima bahagia itu sesuai dengan porsinya.

Sekarang aku mengerti, bahwa kita yang dulu kini telah berubah.., karena aku masih belum mampu untuk tidak mengenang semua kisah tentang kita, entah aku masih saja terjebak dengan khayalan semu, aku masih saja berharap, bahwa suatu hari nanti kita akan bersama lagi, aku masih saja ingin menjadi kita, dan aku masih saja menanti, padahal impian2 ini tetap akan menjadi sebuah mimpi.

Aku hanya ingin mengingatmu tanpa ada rasa kesal dan sesal, yang ada hanya rasa syukur, aku hanya ingin menjadi manusia yang mencintai tanpa harus dapat balasan dicintai, aku hanya ingin menjadi satu2nya manusia yang masih bisa bersyukur tanpa menghitung dari apa yang sudah kamu berikan, dan setidaknya itu bisa membuatmu merasa, mana yang seharusnya kamu perjuangkan..?, aku yang mencintaimu tanpa mengharap imbalan atau sosok lain yang mencintaimu tapi selalu menyumbang kepahitan.., hahaha.., terima kasih karena kamu sudah mengajariku bertahan dari rasa pahitnya cinta, karena dulu aku tidak sedewasa ini.

Taukah kamu..?

Dibalik suatu pertemuan ada rahasia semesta yang ikut berperan menyatukan kita, tapi untuk menjadi satu, ada dua yang harus melebur dari kekerasan hati yang masih belum mau membaur, di situlah kita terbentur dengan kemauan kita yang masih buram, tidak ada garis yang bisa mendamaikan inginku dan inginmu, entah siapa yang terlalu tinggi dengan egonya tanpa memikirkan hati yang lain dan entah siapa yang nantinya menjadi korban di balik berakhirnya cerita ini.

Di satu sisi, ada aku dan ketetapanku yang ngin menjadikan kisah ini bukan hanya cerita biasa, namun cerita sepanjang masa, tapi disisi lain, ada kamu, juga dengan ketetapanmu, membiarkan dirimu yang mengikuti sebuah arus rasa yang tidak menentu ke mana hendak menuju, mulanya, kita sejalan, kita tau ke mana langkah kaki mengarah, beberapa persimpangan dilewati, beberapa keputusan diambil; tidak jarang mengorbankan ego hati, dan kini, sampailah aku pada titik ini, persimpangan jalan dengan rambu2 tanda tanya besar, kemudian masing2 dari kita harus meninggalkan impian2 dengan langkah yang kurasa semakin berat.

Pada genggaman tanganmu, aku pernah memercayakan masa depanku yang kini harus segera kutata kembali supaya sebisa mungkin bisa lebih baik, karena kisah yang mestinya kutinggalkan, sementara aku masih diharuskan untuk menanggung kecewanya sebuah perasaan.

Meski tidak sepenuhnya bisa melupakan, aku sedikit penasaran, apa masih ada "kita" jika tidak, ini adalah terakhir kalinya aku menyapamu lewat tulisan di blog ini, bukan nya aku putus asa atau enggan menjejakkan kaki pada penantian, tapi kupikir perjuangan ini tidak ada gunanya, kamu harus tau satu hal, banyak rencana2 yang tanpa sadar telah kuangankan denganmu sebelumnya, tapi itu hancur beberapa waktu lalu karena aku tidak ingin menyakiti hati yang lain.

Nanti ada masanya dimana kita lelah dan Allah mendatangkan objek pengisi hati lagi, lalu masing2 hati akan bahagia kembali, mungkin dengan cara ini, kita diberi kesempatan untuk berlatih diri dan menghentikan lelah hati sambil mendewasakan perasaan, hingga tibalah bahagia yang akan kita jaga saat berperang melawan kecewa, dan mungkin yang kini kita butuhkan adalah jarak, juga waktu, jarak agar kita tidak saling bertemu dan waktu agar kita mampu sembuhkan luka terlebih dahulu, mencari pengganti hanyalah rencana hati, karena dalam dada ini, tetap hanya ada kamu dan sulit kuganti, dan setelah ini, meski aku yakin sulit bagiku untuk benar2 pergi.

Hmmm.., kamu pernah menjadi tujuan akhir yang ternyata harus diakhiri.

Kuberdoa pada semesta, agar ini hanya jalan dari-Nya menuju bahagia; bukan hanya sebuah rencana yang tidak berakhir dengan semestinya, aku tidak akan memaksa hati untuk berjuang mempertahankan kita yang tidak harus dipertahankan lagi, dan pada akhirnya, aku hanyalah penulis yang menceritakan baris2 perjalanan cinta ini, dan tiada lagi pena yang berlanjut mengeluarkan tinta cerita, tiada lagi lembar kosong yang menagih waktu kita untuk menceritakan skenario cinta, tiada lagi mata pembaca yang akan menyaksikan kisah kita.

Mungkin memang pada akhirnya harus begini, kita dipertemukan, diberi kesempatan kembali untuk membuat sebanyak mungkin kenangan, lalu berpisah lagi, dipisahkan Allah untuk dipertemukan dengan sosok yang jauh lebih baik lagi, sungguh aku lelah ber-andai2, semoga saja ini terakhir kalinya aku mengingat tentang kita, semoga esok aku mampu mulai menulis lagi untuk masa depanku sendiri, bait demi bait.

Baik-baiklah disana, kalau takdir kita tidak berakhir di garis yang sama, pastikan kenangan ini telah kamu abadikan, mungkin kisah kita telah selesai tapi tidak demikian dengan cintaku padamu.

G@l!p0n9