Jumat, 06 Januari 2017

Rasa Sakit

Aku suka duduk ber lama2 di warung kopi memesan kopi hitam lalu menghisap rokok dalam2, sembari aku menulis, menceritakan apa yang belum sempat aku tulis.

Dulu, aku tidak percaya rasa sakit bisa mempengaruhi langkah orang untuk menjalani masa depannya, aku selalu beranggapan jika rasa sakit adalah hal yang numpang lewat saja, tidak perlu digubris bahkan di ambil pusink.

Tapi semenjak mengenal kopi, aah.., salaah.., yang benar adalah semenjak ada kamu, aku jadi tau bahwa rasa sakit adalah tokoh utama dari setiap kisah hubungan kita, sejak itulah aku jadi suka kopi, duduk ber lama2 sendiri, mengisap rokok dan menjetikkan abunya kemana saja, semata2 untuk menikmati kesakitan yang aku rasa sudah jadi bagian tidak terpisahkan dari setiap aku memilih langkah.

Mungkin banyak yang menyalahkan rasa sakit, atas keadaan yang mereka hadapi, tapi aku lebih memilih menjinakkannya, membuatnya jadi sesuatu yang bisa dinikmati atau dijadikan teman, saat sedang sendirian.

Rasa sakit ini datang sejak kamu jauh karena terbatasi, dan aku temukan kebiasaan buruk, tapi jangan menilai aku bertindak bodoh.., aku masih pintar untuk harus tergoda dengan hal semacam itu, karena aku tau kamu masih baik2 saja walau jauh dari aku.

Aku juga baik2 saja.., tidak lebih istimewa dari saat pertemuan kita, aku selalu bisa menikmati suasana kesendirian, aku jadi tau harus berbuat apa ketika pikiran tentang kamu dan masa lalu muncul, aku juga jadi mengerti dan bisa memahami bahwa menjadikan kamu sebagai tujuan hidup adalah bukti ke egoisanku, tapi semua teratasi, karena kita hidup untuk memilih.

Entah pilihan itu baik atau tidak, dan aku memilih menjadi baik, menjadi orang yang ramah pada siapapun, berusaha tersenyum saat kamu nanti benar2 pergi, aku memilih menjadi lain dari yang lain, aku memilih kopi, sebab aku suka rasa pahitnya, seperti pahitnya jalan hidupku, aku memilih menghisap rokok karena aku tahu segala yang ada pasti pergi seperti asap, aku memilih mengingat kamu, dan itu mutlak, aku harap kamu tidak keberatan..

18.37 Warkop Gotong Royong

Sudah dua jam lewat, tapi teman yang kutunggu tidak juga datang, aku masih di warkop, yang ada di sebelah kantor kelurahan dekat rumahku, dengan perasaan kesal karena menunggu.., sungguuh..!!? Menunggu adalah sesuatu yang membosankan, apalagi yang ditunggu tidak merasa.., sungguh membuat lelah hati.

Kamu kembali hadir dalam hidupku, kembali mengisi hari2ku, tapi Kedatanganmu selalu menimbulkan rasa sakit, entah, aku yang lemah atau hatiku yang belum bisa berdamai dengan masa lalu, pertemuan dan perpisahan kita yang berujung pada ketidak percayaan, bisakah kamu datang dan pergi dengan sopan agar aku bisa mempersiapkan hati yang akan hancur kembali setelah kepergianmu nanti..? bisakah aku nanti menyusun bagian yang telah runtuh itu..? bisakah..? rasanya tidak.

Kamu tidak pernah berubah, hanya selalu membuat luka, lalu kamu tinggalkan aku untuk mengobati rasa sakit yang telah kamu buat.

Kamu tau..? mengobati luka hati itu tidak mudah, butuh rasa ikhlas tingkat tinggi agar semuanya bisa kembali seperti sediakala.

Saat itu.., kata2mu membuatku percaya bahwa kamu sedang membuatkan tempat untukku dihatimu, janjimu membuatku percaya bahwa aku satu2nya penghuni hatimu, tapi kamu selalu membawa kekecewaan pada diriku dari apa yang sudah kamu rencanakan, tapi anehnya aku menyukai itu, aku terhibur dengan janji2 yang kamu buat untuk kita, walau pada akhirnya semua itu kosong, saat ini aku masih suka dengan sapaanmu lewat pesan singkat, walaupun setelah itu kamu akan menghilang, tapi aku suka rasa sakit yang kau gores dihatiku, karena aku mulai menikmati rasa sakitku sendiri.

Rasa sakit yang selalu kamu ciptakan pada akhirnya menjadikan hatiku menjadi lebih kuat, terbiasa dengan rasa sakit hingga rasa sakit itu tidak bisa lagi aku rasakan, terimakasih telah membuat hati ini lebih kuat dari rasa sakit yang kamu beri. mungkin aku suka menikmati rasa sakit ini.., karena satu2nya cara terhubung denganmu hanya dengan rasa sakit ini.., lucu ya..?

Rasa sakit ini tidak hanya sekali aku rasakan, sakit ini sudah lebih dari cukup dari yang pernah kuterima dulu, waktu mencintaimu dengan diam.

Mengharapkanmu seharusnya sudah lama aku kubur, dan hubungan ini seharusnya dari awal kusudahi, tapi mungkin karena harapanku terlalu besar dibanding rasa sakit, aku kembali memaafkanmu dari apa yang kamu perbuat kepadaku di masa lalu, kembali menyalahkan pikiranku yang terlalu paranoid ini, dan.., ternyata..?? akhirnya tetap sama.., aku jatuh pada lubang sakit yang sama.

Saat rasa sakit ini menghampiri, aku ingin menyerah atas rasa cinta ini, mungkin cukup sampai di sini saja aku mencintai, aku ingin mencoba melepasmu dan kumohon izinkan aku untuk pergi, izinkan aku menghilang, izinkan aku bahagia hidup dengan bayanganmu seperti dulu, mencintai dalam diam, karena rasa sakit ini membuatku berhenti berharap, rasa sakit ini memberi tamparan yang cukup keras untukku.

Terlalu banyak waktu yang kusia2kan bersama orang yang ‘salah’. Tidak, tidak ada waktu yang sia2, bukankah dalam hidup, kita diharuskan belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, tapi terlalu banyak kesedihan yang aku rasakan bersama kamu, terlalu banyak cinta yang kuberikan, maka semakin banyak pula sakit yang aku terima, aku sadari itu.., dan akhirnya kamu hilang juga, mungkin aku terlalu setia, maka kamu mempermainkan perasaanku, niat dan perbuatan baik, kamu balas dengan kebohongan, begitu lukanya hatiku saat kamu yang aku cintai hanya mempermainkan perasaanku dengan ke pura2an mu.

Aku merasa menjadi lelaki bodoh dan hina, tidak ada satupun yang bisa aku percaya, bahkan saat kamu kembali berkirim pesan singkat dan diakhir kalimat "baca saja..ga usah di balas" itu maksudnya apa..?, sungguh aku lelah dalam ke pura2an ini, biar semua rasa sakit ini aku tanggung sendiri, aku tidak ingin memperlihatkan kesakitan yang aku rasakan, hanya senyuman ini yang kubagi untukmu.

Aku hanya ingin berbagi bersama sang pemilik hati ini, maka aku bagi semua kesakitanku hanya dengan Allah.., aku bisa menghabiskan malam hanya denganNya.., mencurahkan segala kesakitan dan kepedihan yang aku derita.., aku tidak sedang mengeluh, tapi aku hanya sedang membagi kepedihanku dengan Allah.., Karena DIA lah sang maha mendengar.., sang maha tau.., sang maha pemberi.

Aku yakin Allah tidak tidur.., aku yakin DIA mendengarkan semua kepedihanku.., kesakitan dan rasa bersalahku di masa lalu.., yang sebenarnya tidak harus ku ungkit tapi begitu membekas sehingga sangat sulit untuk dilupakan.

Aku yakin Allah akan memberikan apapun yang terbaik untukku.., maka kuserahkan semua padaNYA, pada sang maha pembolak balik hati manusia.

Biarlah rasa ini aku bungkus kembali dalam keadaan rapi, dan ingin kuserahkan kepada Yang Maha Mempunyainya, dan aku yakin suatu hari nanti segala kesakitan itu bisa terbayar dengan kebahagiaan.

Yaa Allah, bantu aku melupakan dia yang selama ini aku cinta, aku janji akan terus memperbaiki diri, agar aku bisa lepas dari kenangannya selama ini, izinkan rasa ini kembali kepadaMu.

Yaa Allah, biarkah lah untuk sementara hati ini kosong tidak berpenghuni, selagi aku memperbaiki diri, semoga nantinya dia juga bisa mencintai dengan jodohnya, berilah kebahagiaan dalam hidup kami berdua yaa Allah.

Aamiin yaa rabbal’alamiin..

23:15 Warkop Gotong Royong.

Tidak terasa kurang lebih 5 jam aku duduk disini dan semakin malam semakin ramai orang2 yang pada ngopi.., tapi belum bisa menandingi aku karena sudah habis 3 gelas..,ck,ck,ck..dan akupun ngloyor pergi dengan langkah gontai karena masih dalam keadaan yang sama..!? "SAKIT"

 Galipong 

Kamis, 05 Januari 2017

Jangan cari aku

Bahagia itu selalu ada dan banyak macamnya, kita hanya perlu bersyukur dan menyadari bahwa kita selalu memilikinya meski hanya dalam bentuk sederhana, tapi bukankah itu berarti ketidak adilan, karena aku hanya di ijinkan punya keterbatasan untuk bahagia.

Kamu tahu..,

Kadang cukup dengan melihatmu bahagia dari jauh, aku temukan bahagiaku, bahagia yang kucari bukan karena datang dengan sendirinya, memang semu, tapi setidaknya lebih baik daripada membencimu, bukan..?

Hubungan kita ini seperti dipaksakan, aku tidak lagi punya pilihan. dan menganggap kamu kisah lama yang mesti aku lupakan, tapi aku belum bisa melakukannya, entah ini memang bahagia yang sesungguhnya, atau bayanganku yang meng ada2..?

Hanya dengan membayangkan kamu tersenyum aku juga merasakan hal yang sama, atau semuanya hanya karena aku tidak lagi memiliki pilihan..?

Terkadang lucu, jika memang benar ada bahagia seperti itu, padahal kalau boleh jujur, aku ingin bahagiamu yang dibagi denganku, atau, ini hanya salah satu cara alam mengajarku menjadi lebih kuat..?

Kuat..? itulah aku, yang telah lama menyimpan cinta padamu, tau sakitnya luka, tapi terus mengulanginya.

Lemah..? itu kamu, membuka hati karena terluka, lalu pergi karena tidak adanya harapan.

Aku baru paham caramu yang mudah pergi dan kelak kamu mengerti diriku yang keras kepala karena sebab; menerimamu yang ada tiba2, dan merelakan kamu pergi begitu saja, karena kamu seseorang berubah perasaan, menjadikan hatinya sekeras batu dan sikap sediam patung..? karena, bagaimana mungkin aku mampu untuk terus bertahan melihatmu yang semudah itu berpaling.

Lalu, aku harus ke mana..? Harus bagaimana..?

Apakah aku harus menjadi sangat siap ketika kamu sudah tidak membutuhkan siapa2 lagi untuk berbagi..?

Seharusnya sejak awal kita tidak perlu bertemu, agar tidak ada rasa yang semakin kuat, apalagi kamu memberikan sesuatu yang lebih waktu pertemuan itu.., jadinya keinginanku melulu hanya kamu.., sampai keseel aku..!

Dulu mestinya kamu yang mencintai aku, biar aku jadi yang pintar meninggalkan, biar aku jadi yang pura2 lupa pernah menyakitimu, yaa.., tapi apa gunanya..? jika kamu ada di posisiku, apa benar kamu tetap memilihku meski tidak ada harapan..?

Hhmm..,

Saat ini.., untuk mengkhayalkannya saja aku tidak berani, tidak perlu kamu tahu sesakit apa aku, yang perlu kudengar hanya, kamu bilang iya untuk cintaku, meski dulu aku pernah terjatuh karenamu, dan bukan kedua tanganmu yang menangkap hatiku waktu itu, ada yang hancur saat itu namun paling tidak aku pernah tau bagaimana rasanya mencintai kamu, meski yang kurasakan ialah tangis, tapi yang perlu kamu tau, aku memilihmu bukanlah pilihan, itu keputusan.

Menyesal bukanlah bagianku, itu bagianmu jika nanti kamu benar2 kehilangan aku, karena aku berani bertaruh, belum pernah kamu menemukan hati yang cukup gila terus menerus menanti yang tidak ada, itulah bukti setiaku.

Ingatlah, jika nanti dia menyakitimu, jangan cari aku, karena nanti, aku yang lebih dulu menemukanmu, dan jika tidak kamu temukan aku, yaa sudaah jangan mencari.., mungkin yang ingin kamu temukan bukanlah aku, melainkan aku yang lain.

Jadi nanti, jangan aku yang kamu cari, hanya karena kamu tidak mau merasa sendiri, kuharap saat itu aku  jadi egois, dengan menutup rasaku yang aku tau bisa membuatmu menangis.

 Galipong

Rabu, 04 Januari 2017

Melupakanmu

Mungkin sudah saatnya melupakan kamu, karena percuma saja aku terlalu berharap kepada orang yang sudah tidak mempunyai perasaan lagi kepadaku, sebab aku tau itu akan menyakitkan bagiku.., mulai sekarang aku akan berhenti berharap, karena percuma aku memperjuangkan semua yang sudah berakhir, maaf jika aku menjauhimu, bukan berarti aku membencimu, tapi aku tau dimana posisiku sekarang.

Kini semuanya sudah berlalu, tidak ada lagi "kita" diantara aku dan kamu , biarlah ini akan menjadi pelajaran untuk ku kedepannya, dan semoga masa depan kita akan jauh lebih bahagia sesudah kita berpisah, disini aku selalu mendoakan yang terbaik untuk kebahagiaanmu.

Galipong

Firasatku

Sebelum peristiwa manis itu dimulai sebulan yang lalu, aku tahu hari itu akan cepat berlalu, maka aku merekam segalanya dalam ingatan, sebut saja ini firasat, sebelum perpisahan bergerak lebih cepat.

Senyummu itu sumber kekagumanku, ratusan hari aku menemani kamu dan menikmati hal yang satu itu, bahumu adalah tempat kepalaku selalu ingin terjatuh, dan hari itu aku melakukannya.

Semula, semua berjalan baik2 saja, senyummu dari hati, senyumku lebih gembira lagi, namun, cinta yang berlebihan selalu punya harganya sendiri, kamu dekat tapi terasa lebih jauh dari yang terlihat, kamu ada tapi terasa tiada, bahkan perasaanku saja sudah bisa mengira, bahagia di dekatmu seperti ini bukan untuk selamanya.

Alam seharusnya tau, menoleh pada wanita selain kamu bukan keahlianku, alam juga pasti tahu, langkahku tidak seharusnya mengarah padamu, aku tidak selalu mengerti dunia, dengan segala permainannya, tapi aku lebih tidak mengerti kamu, dengan perhatian sementaramu, hingga akhirnya aku semakin tidak mengerti tentang kebersamaan yang belum tergapai, namun sudah harus selesai.

Kamu hadir tiba2, kemudian pergi tanpa mengucap apa2, paling tidak, beri aku pemberitahuan, supaya aku tahu hatimu telah pindah haluan, paling tidak, beri aku tamparan, supaya aku tahu bahwa kita sudah tidak lagi memiliki harapan.

Hari ini adalah saksi dari ratusan hari perjalanan hatiku yang menginginkan jadi penghuni hatimu, ingin rasanya membuang pikiranku tentang ketidak mungkinan yang meng ada2 dalam kepala, tapi otak ku bekerja terlalu baik, mataku menatapmu, kita ngibrol dengan mesra, tangan yang terbiasa mengayun bergandengan, malam ini sakitku lebih perih dari serangkaian tulisan ini, aku tidak apa2 dengan retaknya hati yang terlalu tiba2, tapi mengapa harus lahir peristiwa sebulan lalu yang begitu manis.., itukah tujuanmu menyakitiku dengan manis..? ingin rasanya lari sejauh mungkin, menghindar dari pemandangan di depanku, dan terjun dalam lautan.

Apa ini yang seharusnya terjadi padaku..? haruskah seperti ini..? mencintai tidak pernah berhenti, tapi selalu ditinggal ketika rasanya hampir memiliki, bisa mengobati pun percuma, jika aku kelak gagal di cinta yang lain lagi, tapi aku tak mau yang lain.., karena yang lain tentu bukan kamu.

Apa ini ulah dari alam..?
 
Memberikan semacam firasat, supaya aku mampu melepasmu yang bukan lagi untuk sesaat, apa ini alasan di balik segala kedekatan supaya aku menyadari bahwa yang sudah lama akrab, belum tentu bagian dari sebuah jawaban.

Bahagiakah kamu bersamanya..? sepertinya sudah tidak perlu lagi kuminta, agar kamu mendapat apa yang sudah kamu punya, benar atau tidak, mulailah jalani hari2 barumu dengannya, biar hatimu mulai terbiasa untuk melepas dengan rela, dan tidak perlu kamu cari2 apa yang telah tiada.

Dariku yang merindukanmu..,


Galipong

Selasa, 03 Januari 2017

Kata hatinya

Haiii,,, yaaa KAMU HEDI,,, yg telah membawa pergi hati ku,, di wkt subuh ini. Aku gaaa tau hrs mulai cerita dari mana, atw berkeluh kesah apa pada mu,, yg jelas saat ini KAMU lah yg ttp menyimpan hati ku begitu dlm. Ingin ku berikan hati ku kepada pasangan ku, yg selalu mengintaii ku di mana pun aku berada, yg selalu curiga ttg aku pada mu, yg selalu menyudut kan aku,, ingin rasa nya aku terbang menghampiri mu & memeluk mu,, aku sdh lelah seperti ini,, bawa aku pergi, hingga hanya ada KITA,, yaa KITA ber 2,, tampa adaa garis segitiga yg seperti kamu katakan, tanpa adaa tembok yg menghalangi kita.

Aku memang DIAM,, tp dalam diam ku ,,nama mu, yaa kamu,, selalu ikut mengalir di nadi jg jantung ku, ku suruh hati ku berhenti mencari mu,, semakin berlari dia mencari mu,,, aku mau berkata..wahai hati ku tdk kahh km lelah mencari nya,, ??,,, hati ku selalu berkata, kamu yaa kamu,, akan truss ku cari walaupun tubuh ku disini. Apakah aku sdh gila???,,, rasa nya lelah tubuh ku menjalani ini semua,, km seperti angin. Bisa kurasakan,, tp sulit ku raih,, wahaii sang pencipta angin & pemilik waktu,, bawalah aku terbang bersama mu angin. Spy aku selalu bisa di sisi nya,, entah apaa lagi yg hrs ku perbuat, untk menstop HATI ku mencari mu,,rasa nya tak ikhlas ku suruh HATI ini stop mencari mu,,, wahai yg benar2 memiliki hati ku,, katakann apaa yg hrs ku perbuat????,,,sdh lelah raga ini.

5 jam yang lalu · Dikirim dari Messenger

SEJATI kuu,,, ku harap kamu dlm keadaan baik & sehat2 selaluu, walaupun aku tauu hati mu sakit seperti ku,,, tolong beri tau aku mesti apa lagi???,,,,,

5 jam yang lalu · Dikirim dari Messenger

Hedi,,, yg membawa hati ku pergi,, setiap saat hati ini ingin selalu bersama mu,, dlm keadaan apaapun,,, haiii kami Hedi yg membawa pergi hati ku,, begitu bnykk rasa yg ingin ku ungkap kan,,, kasih mu, sayang mu, cinta mu semua kurasakan mengalir diurat nadi ku,, entah apa2 lagi semua rasa ku rasakan pada mu sayang ku Hedi,, tp sampai kpn kita bisa menahan rasa ini diii,,, kamu begitu jauh,, bisa ku rasakan ,,tp begitu sulit ku raih Hedi,,

KITA pernah berjanji,, kita ber 2 akan sabar sampai sang wkt dan sang pemilik kehidupan meng Halal kan kita ber2,, tp kpn diii,,, doa baik ku selalu untk mu sayang. Km dlm keadaan sehat2 dan baik2 saja.. Itu selalu kita ucapkan dlm salam dan doa2 kita ber 2 sayang,,, entah lahhh kpn??,, kita bisa bersama, kita saling berjumpa & tak pernah terpisah lagi.

Haiii Hedi ku yg urakan tp begitu lembut. Semua nya msh bisa kurasakan sayang ku..entah km skrng dimana??,, tp yg jelas kamu selalu dihati ku dan selalu dlm doa ku.. Yaa Allah tolong kabul kan doa ku dan hedi, walaupun menurut orang lain agak terlihat aneh,, kita ber 2 sepupu, kita ber 2 telah memiliki keluarga,, tp kita ber 2 saling cinta & sayang tak ingin terpisah kan. Jika Allah berkenan memberikan kita berjodoh,, entah kpn??_,,, entah wkt apaa???,, cuma pinta ku yaa Allah,, kabul kan lah smg aku dpt berjodoh dngn Hedi.

Maaf kan pasangan ku( pikoo) tdk adaa rasa sedikit pun cinta untk mu, kita bersama untk anak2,, tubuh ku bisaa km miliki pasangan ku,,, tp jngn harap hati ku,, maaf kan lah rasa nya begitu bnykk kata2 yg sdh kutulis untk mu Hedi kuu,,, smg kita bisa bersama di lain wkt dan hari,,

Wahaiii angin dan yg punya kehidupan,, tolong restui kami,, jadikan kami berjodoh,, itu lah doa ku dlm DIAM untk mu Hedi ku yg urakan yg selalu di hati ku..

4 jam yang lalu · Dikirim dari Messenger

 Galipong 2016

Senin, 02 Januari 2017

seperti malam sebelumnya

Hemmm..,
Malam ini seperti malam2 sebelumnya.., teringat kebersamaan kita, ingat hari dimana kamu selalu ada, menemani hari2ku, mengisi hatiku, seperti kemaren, masih dengan rindu yang kutau tidak akan pernah berubah untukmu.

Andai saja kita saling terbuka dan kita mau jujur dengan hati kita, mungkin kita tidak akan seperti ini, andai saja sedikit kamu melihat hatiku, tidak mungkin kubiarkan diriku menjauh, pergi membawa sakitku sendiri.

Apapun yang terjadi, aku merasa.., saat ini masih terdengar isak tangismu, erat pelukanmu dan itu akan selalu mengingatkanku bahwa kamu akan selalu ada.

Aku hilang akal..,

Kalau saja perasaan lebih kuat dari pada keegoisan, hingga tidak perlu ada masalah yang membuatku sesak dan membuatku sedih berkepanjangan, tapi mengapa baru kusadari, kalau jauh darimu seperti ada sesuatu yang hilang..? merasa ada sesuatu yang kurang, dan itu tidak mungkin kuingkari.

Tulus dari dasar hatiku, kamu tau.., ingin sekali aku bisa jujur padamu, mengatakan apa yang kurasakan, tapi seolah tidak mungkin karena pilihan hati tidak pernah dapat jawaban.

Dengan menjauh darimu, mati2an tidak peduli padamu, acuh dan tidak memperhatikanmu lagi, berusaha sekuat tenaga tidak berkirim pesan kepadamu, itu semua menyakitkan, membuatku sedih, tapi aku bisa apa..? tidak ada lagi yang dapat kulakukan, bahkan kubiarkan kamu mengira, bahwa memang itulah yang kuinginkan, membiarkan kamu berpikir bahwa aku meninggalkanmu.

bodoh.., kubiarkan kau berfikiran seperti itu, maafkan aku.., andai masih bisa kukatakan kepadamu.

Dan sekarang...

Jika suatu hari nanti kamu bisa melihat segala yang sengaja aku lakukan, mungkin itu sudah terlambat.., meski kutunggu kamu yang merubahnya, aku tidak pernah ingin berharap lagi  semuanya ingin kulupakan, berusaha aku kubur dalam dalam2, bukan ingin berlalu, tidak mengingatmu sama sekali, tapi cuma ini jalan terbaik untukku, untukmu, untuk kita.

Segalanya kini sudah kupasrahkan, sudah kurelakan, meski rasa sakit tidak bisa kuhilangkan, karena tidak pernah kuinginkan kalau akhirnya seperti ini, kamu adalah bagian terindah dalam hidupku, orang yang kucintai sepenuh hati, yang pernah kuijinkan ada dalam hatiku, memasuki seluruh cinta yang selalu kusimpan rapat untuk sosok dalam mimpiku, semuanya akan kukenang.

Terima kasih.., untuk segalanya, mungkin itu yang belum sempat aku ucapkan, karena sudah membuatku bahagia meski sesaat.

Suatu hari nanti jika aku kembali.., berdiri didepanmu dengan sosok yang berbeda, mungkin tidak sesuai yang kamu harapkan, tapi aku ingin kamu mengerti, inilah aku..! Seperti inilah aku..! yang apa adanya  aku ingin menjadi diriku sendiri, tanpa pernah lagi harus memikirkan banyak perasaan yang mesti kujaga, ingin berdiri tegar meskipun tanpamu, ingin memperbaiki segalanya, karena bagaimanapun aku tidak ingin membuatmu malu, karena pernah menyayangiku, tidak bisa kupungkiri bahwa ini semua karenamu, kamu memberi arti terlalu berharga untukku.

Hanya satu yang tidak akan pernah berubah.., aku sayang kamu selamanya, tidak akan pernah meninggalkanmu, seperti saat terakhir hubungan kita, masih selalu berharap, kebahagiaan mendampingi langkahmu, meski bukan aku lagi yang melakukannya.

Aku ingin selalu melihatmu selalu tersenyum dan tertawa bahagia, ingin mimpimu terwujud, impian indahmu yang pernah kudengar, aku ingin sekali bisa membuat harapanmu terkabul.., cuma itu yang tersisa kini..,
Melihatmu bahagia, mendengarmu bahagia, berdoa agar kamu bahagia.

Galipong

Minggu, 01 Januari 2017

Aku..,2017

Aku adalah manusia yang tidak dapat hidup sendiri, selalu bergantung dengan orang lain untuk memenuhi kehidupanku, hanya Allah yang sanggup menjalani hidup sendiri tanpa tergantung dengan siapapun.

Jiwa memiliki sifat, keunikan dan ciri khas tersendiri dan tidak ada manusia yang sama, tapi mengapa begitu banyak orang berlomba untuk membanggakan dirinya pada orang lain, dengan begitu banyak kepalsuan atau sandiwara yang di mainkan hanya untuk sebuah gambaran supaya dianggap baik oleh orang disekelilingnya, mungkin inilah yang dikatakan dengan “Panggung sandiwara”.

Bagaimana sikap kita agar di nilai pasangan nya sebagai “orang yang baik..? apakah dengan rajin beribadah, selalu tebar senyuman, ramah, suka menolong, suka memberi atau membantu tanpa pamrih..? bagaimana pula karakter kamu agar dapat disukai pasanganmu..? Apakah harus jujur, setia, selalu berbicara manis, sopan santun dan selalu ada dalam keadaan apapun, coba tanyakan itu pada diri kamu sendiri, setiap manusia memiliki karakter masing2, karakter yang ada pada diri kita itu ber beda2 tidak ada yang sama.

Lalu dimana letak keindahan dari perbedaan yang dimiliki manusia itu..? mengapa harus menjadi diri orang lain agar dapat diterima dan disenangi oleh pasangan kita..? Bersyukurlah dengan apa yang telah Allah berikan pada diri kita, dengan segala hal yang kita miliki, pasti kita merasa nyaman tanpa harus bersusah payah mengenakan topeng dihadapan pasangan kita.

Jadi.., jangan takut untuk menjadi diri sendiri, karena manusia diciptakan sesuai dengan karakternya masing2, dari perbedaan itulah letak keunikannya, karena aku adalah aku dan hanya aku yang paling mengenal aku, silahkan menilai aku sesuka hatimu, bukan hak ku untuk melarang mu.

Nilailah dari persepsi kalian, apapun hasil dari fikiran kalian aku tetap akan menjadi aku dan tidak pernah bisa menjadi diri siapapun, aku abaikan mereka yang seenaknya berkata pedas terhadapku, sebab yang tau aku dan kenal pribadiku hanya aku dan Tuhan  ku saja, mereka hanya bisa menyimpulkan tanpa melihat sisi yang baik dariku, terserah mereka mau berkata apa tentang aku itu hak mereka sebab aku tak pernah meminta belas kasihan dari mereka. Inilah aku dengan segala yang ada pada ku, kekurangan dan kelebihan ku itulah yang aku miliki sejak aku terlahir kedunia ini.

Sebelum menilai orang lain lihat lah diri kalian terlebih dahulu apakah dirimu sudah lebih baik dari orang yang kita nilai itu, jangan bersusah payah mengenakan topeng diwajah agar terlihat baik dihadapan mereka, jadilah sosok pribadi yang apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita, karena itu lah diri kamu sendiri”

Aku memang tidak seperti mereka, karena diriku bukanlah mereka, inilah aku yang apa adanya, wajahku memang begini adanya, sikapku mungkin tidak sempurna, aku bukanlah kamu, dia ataupun mereka, inilah aku yang apa adanya;

Menjadi diriku, dengan segala kekurangan ku.
 
Menjadi diriku , Dengan segala kelebihanku.
 
Menjadi diriku dengan aku yang apa adanya.
 
Aku hanya manusia biasa dan juga bukan manusia yang sempurna, aku hanya bisa berusaha menjadi lebih baik dengan caraku sendiri, meski terkadang aneh bagi yang mengenalku.

Aku tidak pernah bisa ber pura2 menjadi orang lain, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri, kalau dibilang ini bentuk dari sebuah “kekecewaan”, memang tidak sepenuhnya salah, sebab, aku kecewa.., memahami sosok “BAIK” itu dari segi raga saja, padahal yang terpenting adalah akhlak, akhlak yang pastinya tercermin dari hati yang tidak pernah suka ber pura2, baik di depan keluarga ataupun terhadap aku.

Aku tetap bangga , atas apa yang aku punya, setiap waktu kunikmati anugerah hidup yang kumiliki, inilah aku  yang ingin menikmati perjalanan hidup yang hanya sementara  saja dengan menunjuk kan segala bentuk kebaikan.

Inilah aku, yang pada akhirnya memutuskan untuk mundur dan berlari menghindari waktu  menghindarkan diriku dari semua hal tentangmu  tentang asa, tentang mimpi, tentang doa yang selalu saja kembali membawa namamu, melukiskan kisah indah tentangmu, tentang kita.

Inilah aku, yang pada akhirnya memilih menyerah dan menutup mataku tentang semua hal tentangmu, memilih untuk tidak lagi tersipu, memilih untuk tidak peduli dengan semua cerita tentangmu, memilih untuk tidak lagi berbicara denganmu.

Aku tidak peduli lagi dengan semua jeritan hati yang selalu berteriak saat mengingatmu, aku tidak mau peduli lagi dengan degup jantung yang tidak karuan saat kau mengirim pesan untuk aku, aku belajar untuk tidak peduli, ya tidak peduli lagi dengan semua hal tentangmu.

Aku menyerah.., yaa, menyerah untuk berharap, semoga waktu mengizinkanku untuk terlepas dari semua bayanganmu, untuk keluar dari duniamu, dan semua angan tentangmu.

Maafkan aku.., jika pernah khilaf dan salah.
 
Maafkan aku.., jika kehadiranku merusak kebahagiaan kalian.
 
Maafkan aku.., keputusanku tidak sesuai harapan kamu.
 
Semoga nanti kita bisa melanjutkan cinta ini di surga.

Amin..,

 Galipong 2016