Aku suka duduk ber lama2 di warung kopi memesan kopi hitam lalu menghisap rokok dalam2, sembari aku menulis, menceritakan apa yang belum sempat aku tulis.
Dulu, aku tidak percaya rasa sakit bisa mempengaruhi langkah orang untuk menjalani masa depannya, aku selalu beranggapan jika rasa sakit adalah hal yang numpang lewat saja, tidak perlu digubris bahkan di ambil pusink.
Tapi semenjak mengenal kopi, aah.., salaah.., yang benar adalah semenjak ada kamu, aku jadi tau bahwa rasa sakit adalah tokoh utama dari setiap kisah hubungan kita, sejak itulah aku jadi suka kopi, duduk ber lama2 sendiri, mengisap rokok dan menjetikkan abunya kemana saja, semata2 untuk menikmati kesakitan yang aku rasa sudah jadi bagian tidak terpisahkan dari setiap aku memilih langkah.
Mungkin banyak yang menyalahkan rasa sakit, atas keadaan yang mereka hadapi, tapi aku lebih memilih menjinakkannya, membuatnya jadi sesuatu yang bisa dinikmati atau dijadikan teman, saat sedang sendirian.
Rasa sakit ini datang sejak kamu jauh karena terbatasi, dan aku temukan kebiasaan buruk, tapi jangan menilai aku bertindak bodoh.., aku masih pintar untuk harus tergoda dengan hal semacam itu, karena aku tau kamu masih baik2 saja walau jauh dari aku.
Aku juga baik2 saja.., tidak lebih istimewa dari saat pertemuan kita, aku selalu bisa menikmati suasana kesendirian, aku jadi tau harus berbuat apa ketika pikiran tentang kamu dan masa lalu muncul, aku juga jadi mengerti dan bisa memahami bahwa menjadikan kamu sebagai tujuan hidup adalah bukti ke egoisanku, tapi semua teratasi, karena kita hidup untuk memilih.
Entah pilihan itu baik atau tidak, dan aku memilih menjadi baik, menjadi orang yang ramah pada siapapun, berusaha tersenyum saat kamu nanti benar2 pergi, aku memilih menjadi lain dari yang lain, aku memilih kopi, sebab aku suka rasa pahitnya, seperti pahitnya jalan hidupku, aku memilih menghisap rokok karena aku tahu segala yang ada pasti pergi seperti asap, aku memilih mengingat kamu, dan itu mutlak, aku harap kamu tidak keberatan..
18.37 Warkop Gotong Royong
Sudah dua jam lewat, tapi teman yang kutunggu tidak juga datang, aku masih di warkop, yang ada di sebelah kantor kelurahan dekat rumahku, dengan perasaan kesal karena menunggu.., sungguuh..!!? Menunggu adalah sesuatu yang membosankan, apalagi yang ditunggu tidak merasa.., sungguh membuat lelah hati.
Kamu kembali hadir dalam hidupku, kembali mengisi hari2ku, tapi Kedatanganmu selalu menimbulkan rasa sakit, entah, aku yang lemah atau hatiku yang belum bisa berdamai dengan masa lalu, pertemuan dan perpisahan kita yang berujung pada ketidak percayaan, bisakah kamu datang dan pergi dengan sopan agar aku bisa mempersiapkan hati yang akan hancur kembali setelah kepergianmu nanti..? bisakah aku nanti menyusun bagian yang telah runtuh itu..? bisakah..? rasanya tidak.
Kamu tidak pernah berubah, hanya selalu membuat luka, lalu kamu tinggalkan aku untuk mengobati rasa sakit yang telah kamu buat.
Kamu tau..? mengobati luka hati itu tidak mudah, butuh rasa ikhlas tingkat tinggi agar semuanya bisa kembali seperti sediakala.
Saat itu.., kata2mu membuatku percaya bahwa kamu sedang membuatkan tempat untukku dihatimu, janjimu membuatku percaya bahwa aku satu2nya penghuni hatimu, tapi kamu selalu membawa kekecewaan pada diriku dari apa yang sudah kamu rencanakan, tapi anehnya aku menyukai itu, aku terhibur dengan janji2 yang kamu buat untuk kita, walau pada akhirnya semua itu kosong, saat ini aku masih suka dengan sapaanmu lewat pesan singkat, walaupun setelah itu kamu akan menghilang, tapi aku suka rasa sakit yang kau gores dihatiku, karena aku mulai menikmati rasa sakitku sendiri.
Rasa sakit yang selalu kamu ciptakan pada akhirnya menjadikan hatiku menjadi lebih kuat, terbiasa dengan rasa sakit hingga rasa sakit itu tidak bisa lagi aku rasakan, terimakasih telah membuat hati ini lebih kuat dari rasa sakit yang kamu beri. mungkin aku suka menikmati rasa sakit ini.., karena satu2nya cara terhubung denganmu hanya dengan rasa sakit ini.., lucu ya..?
Rasa sakit ini tidak hanya sekali aku rasakan, sakit ini sudah lebih dari cukup dari yang pernah kuterima dulu, waktu mencintaimu dengan diam.
Mengharapkanmu seharusnya sudah lama aku kubur, dan hubungan ini seharusnya dari awal kusudahi, tapi mungkin karena harapanku terlalu besar dibanding rasa sakit, aku kembali memaafkanmu dari apa yang kamu perbuat kepadaku di masa lalu, kembali menyalahkan pikiranku yang terlalu paranoid ini, dan.., ternyata..?? akhirnya tetap sama.., aku jatuh pada lubang sakit yang sama.
Saat rasa sakit ini menghampiri, aku ingin menyerah atas rasa cinta ini, mungkin cukup sampai di sini saja aku mencintai, aku ingin mencoba melepasmu dan kumohon izinkan aku untuk pergi, izinkan aku menghilang, izinkan aku bahagia hidup dengan bayanganmu seperti dulu, mencintai dalam diam, karena rasa sakit ini membuatku berhenti berharap, rasa sakit ini memberi tamparan yang cukup keras untukku.
Terlalu banyak waktu yang kusia2kan bersama orang yang ‘salah’. Tidak, tidak ada waktu yang sia2, bukankah dalam hidup, kita diharuskan belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, tapi terlalu banyak kesedihan yang aku rasakan bersama kamu, terlalu banyak cinta yang kuberikan, maka semakin banyak pula sakit yang aku terima, aku sadari itu.., dan akhirnya kamu hilang juga, mungkin aku terlalu setia, maka kamu mempermainkan perasaanku, niat dan perbuatan baik, kamu balas dengan kebohongan, begitu lukanya hatiku saat kamu yang aku cintai hanya mempermainkan perasaanku dengan ke pura2an mu.
Aku merasa menjadi lelaki bodoh dan hina, tidak ada satupun yang bisa aku percaya, bahkan saat kamu kembali berkirim pesan singkat dan diakhir kalimat "baca saja..ga usah di balas" itu maksudnya apa..?, sungguh aku lelah dalam ke pura2an ini, biar semua rasa sakit ini aku tanggung sendiri, aku tidak ingin memperlihatkan kesakitan yang aku rasakan, hanya senyuman ini yang kubagi untukmu.
Aku hanya ingin berbagi bersama sang pemilik hati ini, maka aku bagi semua kesakitanku hanya dengan Allah.., aku bisa menghabiskan malam hanya denganNya.., mencurahkan segala kesakitan dan kepedihan yang aku derita.., aku tidak sedang mengeluh, tapi aku hanya sedang membagi kepedihanku dengan Allah.., Karena DIA lah sang maha mendengar.., sang maha tau.., sang maha pemberi.
Aku yakin Allah tidak tidur.., aku yakin DIA mendengarkan semua kepedihanku.., kesakitan dan rasa bersalahku di masa lalu.., yang sebenarnya tidak harus ku ungkit tapi begitu membekas sehingga sangat sulit untuk dilupakan.
Aku yakin Allah akan memberikan apapun yang terbaik untukku.., maka kuserahkan semua padaNYA, pada sang maha pembolak balik hati manusia.
Biarlah rasa ini aku bungkus kembali dalam keadaan rapi, dan ingin kuserahkan kepada Yang Maha Mempunyainya, dan aku yakin suatu hari nanti segala kesakitan itu bisa terbayar dengan kebahagiaan.
Yaa Allah, bantu aku melupakan dia yang selama ini aku cinta, aku janji akan terus memperbaiki diri, agar aku bisa lepas dari kenangannya selama ini, izinkan rasa ini kembali kepadaMu.
Yaa Allah, biarkah lah untuk sementara hati ini kosong tidak berpenghuni, selagi aku memperbaiki diri, semoga nantinya dia juga bisa mencintai dengan jodohnya, berilah kebahagiaan dalam hidup kami berdua yaa Allah.
Aamiin yaa rabbal’alamiin..
23:15 Warkop Gotong Royong.
Tidak terasa kurang lebih 5 jam aku duduk disini dan semakin malam semakin ramai orang2 yang pada ngopi.., tapi belum bisa menandingi aku karena sudah habis 3 gelas..,ck,ck,ck..dan akupun ngloyor pergi dengan langkah gontai karena masih dalam keadaan yang sama..!? "SAKIT"
Galipong
