Minggu, 01 Januari 2017

Aku..,2017

Aku adalah manusia yang tidak dapat hidup sendiri, selalu bergantung dengan orang lain untuk memenuhi kehidupanku, hanya Allah yang sanggup menjalani hidup sendiri tanpa tergantung dengan siapapun.

Jiwa memiliki sifat, keunikan dan ciri khas tersendiri dan tidak ada manusia yang sama, tapi mengapa begitu banyak orang berlomba untuk membanggakan dirinya pada orang lain, dengan begitu banyak kepalsuan atau sandiwara yang di mainkan hanya untuk sebuah gambaran supaya dianggap baik oleh orang disekelilingnya, mungkin inilah yang dikatakan dengan “Panggung sandiwara”.

Bagaimana sikap kita agar di nilai pasangan nya sebagai “orang yang baik..? apakah dengan rajin beribadah, selalu tebar senyuman, ramah, suka menolong, suka memberi atau membantu tanpa pamrih..? bagaimana pula karakter kamu agar dapat disukai pasanganmu..? Apakah harus jujur, setia, selalu berbicara manis, sopan santun dan selalu ada dalam keadaan apapun, coba tanyakan itu pada diri kamu sendiri, setiap manusia memiliki karakter masing2, karakter yang ada pada diri kita itu ber beda2 tidak ada yang sama.

Lalu dimana letak keindahan dari perbedaan yang dimiliki manusia itu..? mengapa harus menjadi diri orang lain agar dapat diterima dan disenangi oleh pasangan kita..? Bersyukurlah dengan apa yang telah Allah berikan pada diri kita, dengan segala hal yang kita miliki, pasti kita merasa nyaman tanpa harus bersusah payah mengenakan topeng dihadapan pasangan kita.

Jadi.., jangan takut untuk menjadi diri sendiri, karena manusia diciptakan sesuai dengan karakternya masing2, dari perbedaan itulah letak keunikannya, karena aku adalah aku dan hanya aku yang paling mengenal aku, silahkan menilai aku sesuka hatimu, bukan hak ku untuk melarang mu.

Nilailah dari persepsi kalian, apapun hasil dari fikiran kalian aku tetap akan menjadi aku dan tidak pernah bisa menjadi diri siapapun, aku abaikan mereka yang seenaknya berkata pedas terhadapku, sebab yang tau aku dan kenal pribadiku hanya aku dan Tuhan  ku saja, mereka hanya bisa menyimpulkan tanpa melihat sisi yang baik dariku, terserah mereka mau berkata apa tentang aku itu hak mereka sebab aku tak pernah meminta belas kasihan dari mereka. Inilah aku dengan segala yang ada pada ku, kekurangan dan kelebihan ku itulah yang aku miliki sejak aku terlahir kedunia ini.

Sebelum menilai orang lain lihat lah diri kalian terlebih dahulu apakah dirimu sudah lebih baik dari orang yang kita nilai itu, jangan bersusah payah mengenakan topeng diwajah agar terlihat baik dihadapan mereka, jadilah sosok pribadi yang apa adanya dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri kita, karena itu lah diri kamu sendiri”

Aku memang tidak seperti mereka, karena diriku bukanlah mereka, inilah aku yang apa adanya, wajahku memang begini adanya, sikapku mungkin tidak sempurna, aku bukanlah kamu, dia ataupun mereka, inilah aku yang apa adanya;

Menjadi diriku, dengan segala kekurangan ku.
 
Menjadi diriku , Dengan segala kelebihanku.
 
Menjadi diriku dengan aku yang apa adanya.
 
Aku hanya manusia biasa dan juga bukan manusia yang sempurna, aku hanya bisa berusaha menjadi lebih baik dengan caraku sendiri, meski terkadang aneh bagi yang mengenalku.

Aku tidak pernah bisa ber pura2 menjadi orang lain, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri, kalau dibilang ini bentuk dari sebuah “kekecewaan”, memang tidak sepenuhnya salah, sebab, aku kecewa.., memahami sosok “BAIK” itu dari segi raga saja, padahal yang terpenting adalah akhlak, akhlak yang pastinya tercermin dari hati yang tidak pernah suka ber pura2, baik di depan keluarga ataupun terhadap aku.

Aku tetap bangga , atas apa yang aku punya, setiap waktu kunikmati anugerah hidup yang kumiliki, inilah aku  yang ingin menikmati perjalanan hidup yang hanya sementara  saja dengan menunjuk kan segala bentuk kebaikan.

Inilah aku, yang pada akhirnya memutuskan untuk mundur dan berlari menghindari waktu  menghindarkan diriku dari semua hal tentangmu  tentang asa, tentang mimpi, tentang doa yang selalu saja kembali membawa namamu, melukiskan kisah indah tentangmu, tentang kita.

Inilah aku, yang pada akhirnya memilih menyerah dan menutup mataku tentang semua hal tentangmu, memilih untuk tidak lagi tersipu, memilih untuk tidak peduli dengan semua cerita tentangmu, memilih untuk tidak lagi berbicara denganmu.

Aku tidak peduli lagi dengan semua jeritan hati yang selalu berteriak saat mengingatmu, aku tidak mau peduli lagi dengan degup jantung yang tidak karuan saat kau mengirim pesan untuk aku, aku belajar untuk tidak peduli, ya tidak peduli lagi dengan semua hal tentangmu.

Aku menyerah.., yaa, menyerah untuk berharap, semoga waktu mengizinkanku untuk terlepas dari semua bayanganmu, untuk keluar dari duniamu, dan semua angan tentangmu.

Maafkan aku.., jika pernah khilaf dan salah.
 
Maafkan aku.., jika kehadiranku merusak kebahagiaan kalian.
 
Maafkan aku.., keputusanku tidak sesuai harapan kamu.
 
Semoga nanti kita bisa melanjutkan cinta ini di surga.

Amin..,

 Galipong 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar