Dengan pikiran yang masih tertuju padamu. aku kembali mengingat hari2 itu, hari saat aku bersama kamu, aku ceritakan lagi ya..;
Jauh sebelumnya.., rencana pertemuan itu harusnya di bulan nofember 2016, tapi karena kesibukan kerja, atau mungkin hanya alasanku saja untuk mengulur waktu.., atau...!? aku saja yang sebenarnya belum siap untuk bertemu kamu, yaa..!? belum siap, karena masih ada keraguan atas dirimu, masih ada trauma dalam jiwaku yang di sebabkan olehmu, jadinya setiap hari aku selalu berfikir sesungguhnya kamu yang sekarang seperti apa..? , tujuanmu ingin bertemu untuk apa, ingin membuktikan apa..?, karena tidak cukup bagiku hanya melihat gambaran dirimu lewat foto yang terpampang di FB aku bisa tau akan jiwamu, pemikiranmu, dan juga sifatmu.
Saat itu.., hati ini ingin menemui cintanya, tapi otak ini bekerja terlalu pintar untuk selalu mengingatkan hati, agar selalu mengingat apa yang sudah kamu lakukan kepadaku dimasa lalu, banyak orang sangat meyakini bahwa kekuatan pikiran dapat membawa manusia dapat mencapai tujuannya, dan memang, tidak diragukan lagi, barang siapa yang dapat mengarahkan pikirannya selalu kearah positif, maka diyakini bahwa hasilnya adalah sesuatu kehidupan yang positif begitu juga sebaliknya.
Meskipun demikian, aku sebagai manusia yang lemah, menyadari bahwa tidak hanya mengandalkan kekuatan otak semata, bukan hanya mengandalkan akal dan kekuatan pikiran semata, karena masih ada kekuatan lain yang lebih dahsyat dari kekuatan otak, akal dan pikiran, kekuatan ini bukan hanya mengantarkan manusia meraih duniawinya namun juga mampu mengantarkan manusia pada kemuliaan hidup, yaitu; kekuatan hati, kekuatan hati memiliki kedahsyatan yang melebihi kekuatan pikiran manusia, karena hati adalah rajanya.
Karena hal itulah, hati ini mengabaikan fikiranku, hati menguasai fikiran dan seluruh anggota tubuh ini untuk ber sama2 menemui cintanya.., oh iya, bicara soal hati.., bukanlah Raja yang menguasai hatiku, sudah lama diri pribadi ini tidak duduk disana, hatiku diduduki oleh sang Ratu, dan kamu perlu tau, Ratu itu adalah kamu, dia yang selama ini melekat disana dan menjadi judul dalam hidupku.
Aku adalah seseorang yang kuat, dan sudah kubuktikan itu disaat aku menapaki jalan kehidupanku, aku adalah jiwa yang mandiri, selalu berusaha tersenyum saat cobaan menerpaku, aku terbiasa hidup tanpa mengkhawatirkan diriku, tapi.., aku lemah karenamu, entah mengapa aku tidak bisa berbuat apa2 terhadapmu, aku terlalu takut untuk menyakitimu, tapi disaat aku lemah seorang "kamu" juga bisa menguatkanku, dia menguatkan tekadku untuk segera bertemu denganmu.
Pada awalnya.., stasiun K.A senen, Rabu, 09:40, 7 desember 2016.
Kita bertemu.., memang ada kesepakatan kalau kamu yang akan menjemputku, tidak ada rasa canggung sedikitpun saat pertama kali aku menatap kamu yang selama 22 thn tidak pernah berjumpa, hahaha.., justeru kamu yang malah terlihat kedeer.., saat menyapaku, kalimat bicaramu dan rencana2 yang sepertinya sudah kamu susun jadi berantakan setelah melihatku, hahaha..., sekali lagi aku tertawa. (dalam hati)
Tidak banyak yang kita bicarakan ataupun kita utarakan saat berdua'an, kita hanya saling menatap, saling berbagi senyum, dan mengulang saat2 lampau dimana kita berdua selalu berpegangan tangan, saat itu kita seperti saling memendam rasa yang sepertinya siap meledak, entah rasa apa..?, rasa buah mungkin, tapi buah apa..?, mmmmm..!?
Siang itu.., tibalah kita di kota bogor, entah apa itu rencanamu, yang jelas bukan rencanaku.., hehehe..disini kamu sudah sedikit pyuur dari sebelumnya, apalagi saat kita makan di taman topi, natural sekali kita bicara, tapi aku tidak bisa ingat apa yang kita bicarakan saat itu, yang jelas aku menemukan separuh dari hatiku yang hilang, kutemukan diriku yang seutuhnya, aku benar2 kembali menemukan jiwaku yang hilang 22thn yang lalu, tidak ada yang mengira kalau orang yang berada bersamaku saat itu adalah orang yang pernah merusak jiwaku, membuat diriku terperosok kedalam lautan dosa karena tidak bisa menerima kenyataan hidup, terpisah dari kamu, tapi sudahlah.., tidak perlu aku ungkit itu, toh tidak akan pernah bisa mengembalikan cita2 dan masa depanku.
Tibalah saat lelahku datang, dimana aku ingin tidur untuk melepas lelahku setelah semalaman di atas kereta, singkatnya.., jadilah kita menginap.., eh salah..!, bukan menginap tapi hanya istirahat sebentar di penginapan yang masih di sekitaran kota bogor, entahlah.., semuanya mengalir saja tanpa rencana, tapi.., ya..! seperti itulah aku yang selalu hidup tanpa rencana, karena menurutku rencana hanya mengarahkan kita pada ke pura2an semata, aku jalani hidup menjalani rencana2 Allah, apapun itu..!, lama diri ini dalam keterpurukan yang datang silih berganti, sekelebat rasa bahagia..?? dan wuush.., hilang lagi diterpa angin.., itulah hidup, aku belajar dari apa yang tersirat, yang membuatku semakin kuat menerima tantangan masalah dunia.
Entahlah ini apa..!? yang mengantarkan kita dalam satu ruangan kamar, dan berada dalam satu ranjang, dimana kita berbicara dengan hati saling melepas rindu, dengan pelukan erat, melepaskan rasa yang telah lama tersimpan, seakan kita berdua sedang melepas dendam dari masa lalu.., dan pada akhirnya.., perbuatan yang tidak seharusnya itu terjadi, kamu dan aku terjebak, larut dalam rasa rindu yang sangat kuat, dimana saat itu yang ada hanya kita berdua, tidak mengingat siapa2 lagi, ya..!, kamu dan aku,,. Satu..!!
Aku yang kuat akan hal itu, denganmu aku bukan siapa2, bersamamu aku lemah, ya, mungkin karena rasa yang sudah lama tersimpan dan pada akhirnya meledak saat bertemu dengan elemen senyawanya.., yaitu hatimu dan hatiku, dan saat2 itulah yang sampai sekarang terkenang kuat menempel di fikiran dan hatiku.
Ya Allah.., ampunila dosa2 kami berdua..,
Hari itu kita isi dengan kebahagiaan, tidak ada siapa2 waktu itu, hanya kamu dan aku, 24 jam kamu menemani aku, serasa tidak ada yang bisa memisahkan nya.., ada sedikit tanya dalam hati..?, sebegitu besarnya kah kamu ingin hidup bersamaku, dari apa yang sudah kita lakukan, begitu erat genggaman tanganmu seakan takut kehilangan aku, kamu tidak pedulikan mereka orang2 yang menyayangimu, karena aku mereka terkalahkan, ada perasaan bersalah dihatiku, aku sudah mencoba ingatkan bahwa kamu harus kembali ke keluargamu, tapi aku juga tidak memaksa karena terlalu takut untuk menyakitimu, jadinya 24 jam kamu bersamaku, 24 jam kamu menentang badai, semakin membuatku yakin atas kekuatan cintamu kepadaku, dan harus dengan apa aku hargai pengorbananmu.
Pada akhirnya.., stasiun K.A senen, Jum'at petang, 9 desember 2016.
Tiba saatnya mengakhiri hari2 kebersamaan kita, sangatlah berat untuk meninggalkanmu waktu itu, sebab kamu sudah berikan ikatan kuat pada jiwa dan ragaku dari apa yang sudah kita perbuat, dan sesuatu yang sudah kembali itu berontak ingin meninggalkan singgasananya, seakan ingin menduduki singgasana dihatimu, mungkinkah kamu juga merasakan itu..?, haruskah aku kehilangan separuh hatiku lagi, dan sesampainya aku disana, aku akan tersiksa.., bahkan lebih tersiksa lagi dari yang kemaren.
Hmmm..,
Hmmm..,
Tidak banyak kata yang terucap, aku lebih banyak mencermati dirimu seutuhnya, melekatkan dalam hati untuk kubawa pulang sebagai cinderamata dari pertemuan kita, apa yang sudah kita lalui bersama adalah kepedulianku wujud dari rasa cinta dan kasih sayang yang selama ini kusimpan abadi ditempat yang paling rahasia, yang hanya aku dan Sang pemilik hati yang tau.., saat2 terberat dalam hidupku.., detik2.., di saat aku mencium keningmu dan melepaskan genggamanku, "jaga dirimu baik2 ya..,", hanya itu yang bisa terucapkan dan aku bergegas pergi meninggalkanmu.., tanpa menoleh lagi.., aku kembali menyimpan rasa saat itu, menyimpan sebagai rahasia hati atas apa yang pada saat itu kufikirkan.., itulah wujud ketulusan yang bisa kulakukan, ketulusan atas kehilangan kamu lagi, ketulusan bahwa kamu bukanlah milik ku dan tidak akan pernah menjadi milik ku..,
Saat ini..,
Dengan kalimat2 yang kamu sampaikan, seakan membuat akhir hubungan ini lebih nyata, kamu mengubah status kita menjadi aku dan kamu, hari ketika dimana aku setiap hari menyesalinya, apa yang kamu sampaikan semakin membuat aku harus menjauh, pesan2 mu melemahkan aku, masih jelas dalam ingatanku saat kata2 manis dari bibirmu terucap manis untukku, saat celah jemarimu mengisi celah jemariku, dan saat2 kebersamaanku dengan kamu yang sempat terjadi.
Bagaimana perasaanmu sekarang..? setelah berusaha melupakan..? pasti jauh berbeda, pasti tidak sama lagi seperti saat itu, saat aku dan kamu masih menjadi kita, aku hanya ingin jujur pada diriku sendiri kalau aku masih mengharapkan kamu, meskipun aku tahu itu tidak akan mungkin.
Aku yang memang masih sangat menyayangimu dengan sekuat tenaga berusaha mengikhlaskan, merelakan kamu, mendoakan agar kamu bahagia dengan orang yang ada disampingmu sekarang, aku hanya berpesan, jangan kamu biarkan dia merasakan sakit seperti apa yang kurasakan kini, aku tau kamu wanita baik..,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar