Malam, aku ingin berdiam, aku ingin bungkam atas rasa ini, kali ini, sungguh aku tidak tau, apa yang menjadikanmu beda, aku tidak paham, atas yang tadinya sejalan lalu menjadi bersebrangan, aku tidak ingin disalahkan, karena aku yang paling kuat bertahan menjaga rasa ini, meski rasa ini menyakitkan, aku masih memiliki banyak kesabaran.
Menyesal..? tidak, meski apa yang aku perjuangkan jadi berantakan, apa yang ku impikan telah musnah, karena ketidak sabaran kamu.., aku mengalah dan membiarkanmu pergi karena aku sudah lelah untuk menahanmu.
Suatu saat nanti, kamu pasti tau jika kepergianmu saat itu adalah satu hal yang begitu ingin ku cegah, karena kamu adalah sesuatu yang aku perjuangkan meski akhirnya aku kamu tinggalkan, aku tidak lagi takut melepasmu, karena aku pernah mencoba memulihkan keadaan, mengembalikan apa yang aku rasa telah hilang dariku, dan nyatanya kamu tidak menghargai itu, jadi, aku mengalah melepas dan merelakanmu pergi, aku tau ini tidak mudah, tapi aku mengalah, karena aku tau, aku kalah.
Terima kasih sudah ikut mengisi cerita ini, yang bab akhirnya tetap sama dengan cerita terdahulu, mengecewakan, tapi aku tetap tidak menyalahkan dengan memasuk kan kamu di dalam kisah ini, bukankah tidak suatu keharusan akhir sebuah karya tulisan harus berakhir indah.., bahkan novel yang dijual di toko buku pun ada yang seperti karya tulisanku ini.., memang siih ada sedikit rasa jengkel, capek, campur2 lah, intinya tidak bisa dijelaskan dengan kata2.., yaa, mungkin sudah capek2 menulis tapi alur ceritanya melenceng dari judulnya.., kebanyakan ngopi kali, jadinya tidak fokus karena kurang tidur..
Sudah dulu ya..,
Galipong
Tidak ada komentar:
Posting Komentar