Jumat, 28 April 2017

Kamu harus tau

Aku 'tau' kamu akan pergi, entah mengapa perasaanku seperti itu.

Dari awal, aku sudah ikhlas, bukan saat kamu mulai jauh dariku, tapi justru sejak awal kita berhubungan kembali dan mengajakku berpasangan, mungkin karena aku sudah belajar dari pengalaman, kalau se-cinta2nya manusia, bisa pergi dan datang, yang awal saling sayang, bisa menjadi seperti dua orang asing kemudian, yang awal sudah punya rencana2 untuk tetap bersama, ternyata berpisah juga pada akhirnya, dua orang bisa berencana menjadi suami istri, tapi baru benar2 terjadi kalau keduanya sudah benar2 menjadi suami istri.

Jika masih rencana, berapa persen pun kepastiannya, tetaplah masih rencana, seperti halnya orang yang 100% yakin bisa bangun pagi, tapi keesokannya bisa saja memilih untuk tidur lagi, dari sini aku bisa mengerti, semua masih tidak pasti, sebelum itu pasti kita tidak pernah tahu kemungkinan apa yang terjadi, seberapa pun yakinnya kita pada apa yang kita inginkan untuk terjadi.

Begitu pun kamu, setelah kita menjadi kekasih, aku tahu dua hal, kita bisa berpisah, atau tetap berpasangan, dan dengan waktu yang berjalan, masih terlalu banyak kemungkinan, masih banyak sesuatu yang akan kita alami, bisa jadi salah satu dari kita menumbuhkan cinta baru lalu memutuskan pergi dan pada saat itu, mungkin salah satu dari kita memang tidak setia, atau memang sebenarnya tidak benar2 cinta.

Hanya merasa nyaman ketika berdua, bukan berarti itu cinta, kenyamanan, tidak berarti sama dengan rasa sayang, aku tidak mau berpikir buruk, aku berpikir realistis, sebelum kita benar2 menjadi suami istri, berarti kita memang tidak bisa bersama, tentu aku berharap bukan itu yang terjadi, tetapi, aku juga harus bersiap kalau yang kuinginkan tidak terjadi, itulah kenapa aku tau kamu akan pergi, bukan pasti sich.., tetapi berjaga kalau kamu benar2 pergi.

Aku rasa kita ber-hak bahagia, aku harus bahagia denganmu atau dengan orang lain nantinya, bahagia tidak harus bersama orang yang kita inginkan, tetapi, kalaupun iya, tentu itu bahagia yang lebih menyenangkan dan kalaupun tidak, aku tetap harus bahagia bersama siapapun yang ditakdirkan untuk ku, di tempat mana pun aku berada, dengan apa saja yang aku punya.

Dan, itu benar.., aku tau kamu akan pergi, aku hanya tidak tau kapan akan terjadi, tapi, tau apa yang paling menyenangkan tentang kamu..?, aku tidak harus ber-pura2 menjadi orang lain saat bersamamu,itu yang paling menyenangkan tentang kamu, menjadi diri sendiri itu menyenangkan, dan mungkin itulah yang membuatku merasa nyaman, mungkin karena itulah, di pikiranku sudah benar2 tertanam; Ini orangnya, orang yang aku inginkan untuk kujadikan pasangan selamanya, di keluargaku kamu juga saudara, mereka menyukaimu karena kamu baik, sopan, dan bisa dekat dengan mereka, sesuai untukku, dan kita pasti akan bahagia.

Lalu.., waktu itu, terjadi sesuatu yang buruk, aku tau, kamu meminta maaf ber-kali2 dan aku berusaha menenangkan diriku sendiri lebih dari ber-kali2, di hatiku berharap semoga ini bukan akhir, tapi di kepalaku justru berkata untuk bersiap karena di sinilah semua harapan itu akan berakhir.

Ini akan memakan waktu lama kalau kamu terus ber-putar2 dengan sandiwaramu saja.., "Sudah..! Katakan saja..!" biar cepat selesai..! aku tau kamu menungguku mengatakannya lebih dulu, toh pada akhirnya, nanti atau sekarang, tidak akan mengubah kenyataan.

Harusnya kamu tau...,
Ada hal yang masih membuatku bernafas.., yaitu; kehadiranmu.., tapi hal yang paling bodoh adalah aku telah melupakan sesuatu.., yaitu; pemilikmu.

Harusnya kamu tau...,
aku selalu suka disaat larut malam bersamamu, dan kita berbincang hanya berdua selama ber-jam2 sampai terlelap.

Harusnya kamu tau...,
Aku mencintaimu tapi aku membencimu, aku merindukanmu tapi aku lebih baik tanpamu, aku tidak ingin kamu disampingku tapi aku tidak ingin kehilanganmu.

Harusnya kamu tau...,
Disetiap pertengkaran kalian aku selalu merasa tertekan, tertekan dalam diam tanpa berani ikut campur akan urusan kalian.

Harusnya kamu tau...,
Saat aku lihat foto kalian, disitu terpampang wajah bahagia, wajah saling mencinta, yang sekarang sepertinya tidak pernah bisa kembali.

Harusnya kamu tau...,
Jika aku selalu berdoa suatu saat nanti kalian bisa bersatu kembali.

Harusnya kamu tau...,
Aku hanya bisa menjadi seorang pemulung yang memunguti puing2 dari sisa2 reruntuhan rumah tangga kalian.

Maafkan aku Ya Allah.., jika aku telah berani mencintainya tanpa syarat, bukan bermaksud kafir atau menduakan-Mu, tapi ini lah perasaanku.

Aku akan redam semua rindu ini sampai nanti aku bisa bertemu dengan dia lagi, dan buatmu, lanjutkan semua kesibukanmu disana, tidak usah pedulikan aku, karena aku disini juga sibuk.. sibuk mengkhawatirkanmu.

Inilah kisah kita, kisah cinta sejati yang bermusuhan dengan sang waktu, selamat malam buat kamu yang jauh disana, jaga kesehatan ya.

Wasalam..,


G@l!p0n9

Senin, 24 April 2017

Dilema

Bismillah..,
Aku selalu ingin menuliskan deretan bayangan yang tengah berseliweran di kepalaku, seperti saat ini, salah satu cara terbaik untuk melegakan perasaanku.., "Menulis"

Disini, ragaku terlihat santai.., tapi sepertinya tidak, dengan pikiranku..! masih saja berkelana jauh ber-kilo2 meter ke sana, kesebuah tempat yang sudah merekam 5 bulan terakhir kehidupanku, terbayang berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini, rasanya seperti potongan2 film yang terus bermain dikepalaku, atau mungkin juga seperti perjalanan waktu menengok masa lalu, dan seluruh ingatan itu ternyata masih utuh tersimpan rapi dalam kotak perjalanan hidupku, satu persatu mulai menyerbu kepalaku.

Entah ada apa dengan diriku ini..?

Mungkin aku kehilangan sesuatu yang kusebut "kendali hati, perasaan ini semakin buram saja, lalu bagaimana aku harus melewati cerita selanjutnya..? Dan senyapnya malam seolah menjawab "masih misteri", lakukan saja menurut kata hatimu.

Ya Allah.., "bisakah Engkau bocorkan sedikit saja tentang skenario hidupku ini..?, untuk bagian ini saja atau bebaskan aku dari kebingungan ini" sepertinya aku benar2 terjebak gelisahnya perasaan, jujur saja masih ada keraguan yang mengusik, memilih antara bertahan atau cukup sampai disini, aku sudah tidak kuat lagi, jujur, aku bingung dengan jalan hidupku, aku mencari apa yang terjadi pada diriku, aku memasang topeng diantara teman2ku, dan tidak bisa menunjukan diriku seperti dahulu, andai kisah ini tidak pernah terjadi, aku takut, aku terlalu takut untuk menyakiti hati seseorang.., apalagi banyak orang.

Aku selalu menahan masalah sendirian, karena kata ibu lebih baik seperti itu, tapi aku benar2 tidak kuat, leherku sakit, pegal, dan kaku, kepalaku juga rasanya ingin meledak karena aku menahan pikiran ini, aku jadi sering sakit kepala, padahal dulu tidak.., benar2 menyiksa.

Saat pertama ketemu aku heran.. ada yang berbeda dari kamu, tidak tau kenapa aku langsung yakin kalau suatu saat nanti aku akan jadi..??, bukan-nya sombong tapi memang kenyataanya seperti itu, tutur bicaramu.., perhatianmu.., sifat dan semua hal tentang kamu aku simpan kedalam ingatan yang makin lama semakin indah.

Meski aku tau statusmu saat itu masih milik orang.. tapi ternyata itu tidak membuatku terus berhenti berharap, malah sebaliknya.., kecintaanku padamu semakn bertambah seiring aku tau hal2 tentangmu.., dan ternyata aku tidak bisa membatasi. hatiku lagi, aku semakin gila.., aku telah jatuh kembali kedalam pelukanmu, mungkin untuk yang terakhir kalinya aku mencintai seorang wanita sampai aku lupa diri.

Tapi cinta hanyalah cinta.., jika logika telah berbicara cintaku pun tiada guna, hatiku goyah.., seorang sahabat menerangkan padaku agar aku menjauh darimu,  ternyata aku tersadar, antara aku, kamu dan dia.., aku adalah perusak..!, perang terjadi dalam dadaku, sempat aku berfikir "aku harus menjauh pergi, tidak akan pernah ada orang yang membenarkan tindakanku ini, aku menjerit, aku tersadar jika seandainya aku meneruskan kekeras kepala'anku, maka yang terjadi aku akan merusak banyak hati, dan jika aku mundur, hanya aku saja yang akan hancur.

Dilema ini membuatku tidak henti2nya menangis.., menangisi keterpurukan dan ketidak berdayaanku melupakanmu, tidak henti2nya aku memohon pada sang pencipta agar memberikan petunjuk bagiku.
Entahlah...biarlah sang waktu yang akan menjawab.


G@l!p0n9

Rabu, 19 April 2017

Tak pernah menyesal

Saat masih bersama dulu, ternyata kita adalah sepasang kekasih yang tidak pernah benar2 mengasihi satu sama lain, karena setelah terpisah.., hanya aku yang membuka mata selalu mencintaimu, dan anganku berusaha untuk menggapaimu, sedangkan kamu..?, melupakan aku..!, ya.., seperti yang sudah kamu jawab sendiri.

Setelah menghabiskan banyak waktu namun tidak pernah sekalipun aku berhenti berpikir bahwa selama ini akulah yang mencintai lebih dalam, dan setelah kamu berikan alasanmu kalau kamu "LUPA" dengan sosok ku dan membuatku semakin yakin bahwa mencintaimu adalah sebuah kesalahan, jika bukan karena kamu, mana mau aku menghabiskan waktuku dalam kesendirian, jika bukan karena kamu, mana mau aku berubah liar, ketika kamu tinggalkan. tapi walau bagaimanapun itu tidak membuatku menyesal.

Ini semua karena kamu, karena kita, dan karena kesalahan yang pernah kita lakukan, terlepas dari itu semua, aku bersyukur pernah membuat kesalahan, karena menjadi pelajaran hidup.

Dulu aku pernah merasa bahagia menemukan harapan pada sosokmu yang kuanggap berbeda, tapi saat awal bertemu kembali denganmu, aku tidak mau melihat ke masa lalu, kita berdua sama2 punya sejarah, sama2 punya beban dan luka karena cinta. buatku, kamu berbeda, aku merasa menemukan kembali harapan pada sosokmu yang “biasa saja”, yang tidak pernah banyak bicara, pasti orang yang bersamamu merasa sebahagia aku, merasa menemukan harapan dengan dirimu.

Allah tidak pernah lelah untuk memberikan warna hidupku, meskipun tidak aku minta, entah bagaimana cara-Nya menyambungkan benang merah kita, nyatanya aku mampu jatuh begitu dalamnya, pelukan itu memang bagai candu, sentuhan lembutmu membuat hatiku terpaku.

Aku sering ber-tanya2..?, apa yang bisa membuatku jatuh hati padamu,,?, dari sekian banyak wanita yang pernah bertemu denganku, tidak satupun yang bisa memberikan jawaban atas apa yang selama ini menjadi pertanyaan, kemudian aku kembali merasa jatuh hati padamu.., karena memang harusnya begitu.

Sekarang aku sudah bisa mengerti, terjatuh kembali dalam  pelukmu adalah kesalahan dan kamu tidak akan bisa membalas yang kurasakan, adakah yang lebih menderita dari rasa cinta yang tidak pernah sama besarnya..?, mana aku tahu..?, kalau yang terjadi kemudian adalah rasa sakit yang sama saja seperti dulu, sepertinya Allah hanya ingin kita berjumpa, bukan untuk bersama, tapi aku tidak akan pernah menyesalinya.

Aku meng-endap2 menuju rumah Allah untuk berbicara pada-Nya, berbicara tentang mengapa hidup ini begitu indahnya, berbicara tentang bagaimana aku harus menjalani hidupku selanjutnya, dan berbicara mengapa kita berdua hanya berjumpa, namun tidak bisa bersama selamanya.

Sepertinya.., kecupan terakhir di dahimu adalah pertanda bahwa memang itu saat terakhir kita bertatap muka, sesungguhnya kaki ini tidak ingin pergi, tapi segala usaha yang kulakukan pastinya tidak akan cukup berarti, karena sesuatu hal.., aku tau.., kamu tau.., semua orang tau, dan jika aku adalah sebuah kesalahan bagimu, kuharap aku adalah kesalahan terbaikmu, karena aku juga menganggapmu seperti itu.


G@l!p0n9

Selasa, 11 April 2017

Keraguanmu

Cintaku itu tanpa syarat yuung..!!

Karena bagiku mencintai kamu tidak perlu alasan, kamu tau perasaanku di masa lampau tentang kamu..? mencintaimu seperti mimpi yang tidak pernah jadi kenyataan, berusaha bagaimanapun aku pada waktu itu, rasanya sia2 saja, setiap malam aku tidak pernah absen berdoa, berharap kita dipertemukan kembali, tapi lagi2 rasanya percuma.

Kamu tau, saat itu aku tengah dalam masa2 paling sulit untuk bangkit dari keterpurukan hati, berbagai cara sudah aku coba untuk menghilangkan dirimu dari hati dan fikiranku, tapi hasilnya..? NOL%..!, karena kamu cinta sejatiku.

Dan pada akhirnya..,

Butuh waktu lama untukmu hadir kembali memasuki ruang hati yang rasanya kosong dan terbawa pada masa lalu, kamu datang dengan cara yang baik, tidak memaksa bahkan tidak pernah aku ketahui permulaannya, kamu datang dengan cepat dan tepat, sampai akhirnya aku merasa kamu adalah seseorang yang mampu menyembuhkan lukaku.

Aku mencintaimu dari jarak, waktu dan ruang yang selama ini tidak pernah kamu ketahui, rasanya aku terlalu mendramatisir keadaan sejak kamu ada, atau hanya aku yang terlalu terbawa perasaanku saat perhatianmu tertuju padaku.

Selama ini aku bodoh..! sudah menunggumu dalam diam, ber-tahun2 berkhayal menjadikanmu imajinasiku, aku selalu teringat tentang kita, tapi saat aku dapati status kita hanya sebatas..?, rasanya aku terlalu memaksakan diri, nungkin kita memang, ?, yang selamanya akan hanya menjadi seperti itu, dan kepastian yang ingin aku dapatkan hanya angan2 saja, aku memahami bahwa kita berjauhan, dirimu terlalu jauh untuk aku gapai, komunikasi pun terasa sangat singkat, jarak pun tidak mengizinkan kita untuk bertatap muka.

Tunggu,,!!, sepertinya hanya aku yang merinduimu, atau aku yang tidak pernah menyadari bahwa ruang hatimu sudah penuh..?, penuh dengan kenangan dari sisa2 masa lalumu yang selalu kamu coba menyapu bersih dari ingatanmu.

Aku mengerti ko'.., mengerti bahwa sosoknya masih indah di matamu, menetap jiwanya dalam jiwamu, rasa kasihmu yang teramat luar biasa padanya.

Meskipun seperti itu..?, aku tetap setia dengan rasa ini, rasaku kepadamu masih seperti dulu, meski bagi mereka aku bodoh..!, ya, memang BODOH..!!, ber-tahun2 mencintaimu dan kamu tidak pernah tau itu, bahkan mungkin tidak mau tau tentang diriku,, dan aku akan tetap seperti itu, walau dengan keadaan bagaimanapun, sampai jarak dan waktu yang memutuskan bahwa aku harus berhenti, berhentinya juga tanpa syarat.

Kemaren..,

Aku tau ada keraguan dalam hatimu, entah apa yang sudah kulakukan sehingga membuatmu ragu..?, memang ada kesalahan yang sudah aku lakukan sehingga bisa membuatmu ragu..?

Dan..,

Keraguanmu terhadapku semakin membuat aku lelah, yang perlu kamu tau.., aku hanya mencintaimu, dan tidak memaksa untuk kamu mencintai aku kembali, jadi kamu tidak usah khawatir.


G@l!pong

Selasa, 04 April 2017

Menipu Diri

Ternyata..,

Aku lelaki yang menipu diriku sendiri dengan tulisan cerita cinta dari kata hatiku yang ku-indah2kan sendiri, dan pada akhirnya kupalsu2kan sendiri sehingga menciptakan keresahanku, dan.., sekarang kerinduan mulai datang, akan tetapi aku merinduinya dengan alasan kosong.

Aku adalah lelaki yang dibatasi ketiadaan, ketiadaan kata2 cinta yang seharusnya patut diperjuangkan, karena tidak ada tatapan yang bisa menguatkan aku untuk menunggunya, dan pada akhirnya aku adalah lelaki yang menciptakan keresahanku sendiri.

Untukmu.., perempuan yang biasa aku sebut "Dia", hanya sekedar kamu tau saja bagaimana aku disini yang tidak baik2 saja, tapi tidak perlu kamu mengasihani aku karena tidak ada alasan buatku untuk terkasihani, kamu pun tidak ada alasan untuk mengasihani, karena semuanya hanya karangan dari kata hati dari angan2ku saja.

Sebenarnya kamu tidak layak untuk dikenang seperti adanya saat ini, tapi kamu juga tidak layak untuk dilupakan yang dimana aku masih mencintaimu, kamu tidak pantas untuk di khayalkan seperti khayalanku setiap malam, tapi aku juga tidak mau mengakhiri khayalan sempurna tentang kamu.

Sekarang aku hanya bisa berbohong, berbohong menipu diri seolah kamu datang dengan pengharapan kepadaku, karena bagaimanapun juga itu memalukan, semua itu menjadi fitnah untuk diriku sendiri.

Ternyata.., aku masih saja Lelaki yang menciptakan keresahanku sendiri karena mencintai kamu.


G@l!pong