Hidupku itu sama seperti buku, yang tersusun dari banyak lembaran kertas, dan setiap lembarnya punya cerita tersendiri, dari alur kisah yang baik maupun kisah yang buruk.
Aku akan menceritakan sepenggal kisah dari masa lalu.., semoga bisa di ambil hikmahnya.
Aku dulu…
Jatuh dalam jurang kenikmatan, yang aku kira selamanya akan menjeratku, saat itu.., kujalani hidupku dengan, berpetualang tanpa arah tujuan yang jelas, berkencan entah dengan puluhan cinta sesaat, kunikmati itu, hanya demi satu tujuan, bisa melupakannya, tidak peduli resiko yang akan aku jalani, yang penting Dia bisa terlupakan.
Segala kenakalan aku jalani.., semua kesalahan sudah aku perbuat, segala macam rasa nikmat yang berujung haram semuanya sudah aku rasakan, ya, seperti itulah diriku, semua itu terbentuk dari benih cinta yang ternyata menumbuhkan tunas dendam, dendam karena kehilangan seseorang, yang dimana saat itu.., aku belum bisa menerima kepergiannya.
Seiring berjalannya waktu, saat aku dalam keterpurukan, ada tanya mengganjal dalam diriku.., akankah aku akan terus seperti ini..? dan harus bagaimana aku..? aku merasa inilah hidupku, dan arahnya pun semakin membinggungkan.
Allah telah menjatuhkanku dengan Cinta Pertama.
Pernahkah Dia mengalami sakitnya ditinggal kekasih.., dan aku merasa.., perihnya cinta yang hilang itu tidak seberapa dibanding dengan, Dia yang dulu aku pedulikan tapi Dia tidak melakukan hal yang sama terhadapku.
Pertama kali dalam hidup, aku mencintai seseorang yang masih saudara, Dia yang selalu menemani kehidupanku, tetapi.., kebahagiaan dengan Dia hanya sesaat, masa depan hanya omong kosong..! aku cinta Dia, wajah cantik yang selama ini tetap setia membayangiku dan aku menanti kemungkinan akan bisa memeluknya dan mencium keningnya.
Akan tetapi..,
Dia yang kucintai, sedang menjalani kehidupan bahagianya, dan disaat yang sama, aku.., dengan kehidupan gelap yang aku jalani, tidak ada sedikitpun rasa kepeduliannya terhadapku, mungkin Dia menganggapku orang yang sudah merusak hidupnya.
Aku sadar..,
Ya.., inilah kehidupan yang harus aku jalani, inilah cara Allah menunjukkan bahwa, perbuatan yang salah tidak boleh diteruskan, Allah sangat menyayangi aku dan Dia, dan buatku.., tidak ada alasan lagi untuk meratapi yang terjadi, mengutuknya hanya membuat luka semakin mengangga, lebih baik aku melupakanya, dan masih kuingat disaat larut malam ada yang membisikkan sebuah kalimat, Allah sedang mengujimu, jadi bersabarlah.
Dan.., aku coba untuk berbicara kepada hati kecilku, akan kemanakah aku setelah ini..? kemasa depan..? adakah hal indah disana..? akankah aku menemui kebahagiaan yang aku inginkan..? hmmm.., aku tidak tau, tapi yang aku tau hanya satu, masa depanku sudah hancur, akan tetapi.., mulai saat itu aku merubah semua kebiasaan buruk, dan berusaha berbuat baik semampu yang aku bisa untuk menebus semua dosa2ku.
Begitulah hidupku.., setelah itu yang kulakukan adalah berusaha menjalani hidup se-baik2nya untuk masa depan yang baik, aku tinggalkan masa laluku bukan untuk mendapat sanjungan dari seseorang ataupun orang lain di luar sana, aku memperbaiki hidupku, karena bekalku bergantung dengan kebaikan yang kulakukan setiap hari.
Ya..! sejak itu aku berusaha untuk melupakan Dia..,
Dalam secarik kertas.., saat itu, pertama aku mulai menulis.., mencoba mengurai kembali apa yang telah aku tinggalkan.
"Mungkin ini adalah sebuah pesan yg tidak ada harganya sama sekali, tapi percayalah walaupun tidak pernah terkirim pesan ini cukup bisa membantu kita untuk bisa mengikhlaskan bila kita kehilangan seseorang.
"Hai.., jagalah dirimu dan kehormatanmu, dirimu dan kehormatanmu hanya untuk suamimu, pertahankan semua itu sampai kamu cium tangan laki2 yang kamu cintai di depan penghulu.
Hai.., sampaikan salamku untuk laki2 yang sekarang kamu cintai, dan katakan padanya "Kamu laki2 yang bruntung dan jangan pernah sekalipun sia2kan dia."
Hai.., jangan pernah kamu mengingatku, hilangkan aku dari pikiranmu, pergi dan bahagialah dengan orang yang kamu cintai, bagiku bahagiamu adalah yang terpenting.
Hai.., biar kenangan itu, cukup aku, kamu dan Allah yang tau, lupakan aku.., tapi aku mohon jangan lupa pesanku ini "Jaga diri kamu baik2 .."
Itulah tulisan pertamaku.., tulisan yang mengawali kisah ini.
Sesungguhnya..,
Aku malu pada diriku sendiri, bahkan aku tidak berani bercermin karena aku tidak mampu menatap wajahku sendiri, cermin terlalu jujur, tidak ada kebohongan dan rekayasa, dan akhirnya aku berkesimpulan, bahwa, berharap kepada selain Allah hanya akan membuat kita kecewa dan kecewa.
Allah memberiku kesempatan hidup, karena Allah amat menyayangiku, dan aku yakin, Allah ingin aku memperbaiki hidupku, itu saja.., aku menyadari bahwa Sang Pencipta, sangat menyayangiku, Allah tidak ingin aku men-sia2kan hidup, biar Allah saja yang melihat ketulusan hatiku mencintainya, dan, untuk memperbaiki hidup, aku akan mempertanggung jawabkan dengan berbuat kebaikan.
Allah itu adil dalam memandang ketulusan hati seseorang, aku memilih untuk berbahagia di kehidupan baruku, tidak peduli dengan komentar2 negatif atas masa laluku, aku sudah memutuskan untuk berbenah diri, dan melangkah di lembaran yang bersih.
Terima kasih masa laluku yang kelam, karenamu, aku belajar rasa pahitnya kehidupan, semoga dimasa depan, aku temukan manisnya hidup.
Aku sekarang..,
Setelah Allah mempertemukan aku dengan Dia, dan setelah mengalami banyak peristiwa dengannya, sepertinya.., aku merasa tidak pantas untuk Dia perjuangkan, aku selalu menemukan sosok diriku yang berbeda saat bersamanya, karena aku ini terlalu biasa untuk ukuran seorang lelaki yang layak dicintai olehnya.
Aku bukan sosok yang istimewa, bukan sosok yang pandai tentang segala macam hal, bukan sosok yang mengerti dunia modern, dan tidak bisa memahami cara berfikir manusia2 sekarang, karena.., aku hanya manusia biasa, aku hanya belajar sesuatu yang abstrak, dan memandang segala sesuatu melalui hakikat.
Aku memang hanya manusia biasa, yang mencintainya, yang selalu menganggap Dia hebat, sedangkan aku.., hanya lelaki biasa, yang merasa sangat terbatas untuk bisa mengerti keinginan Dia.
Sebenarnya aku sadar ada keraguan pada dirinya atas aku, entah itu karena apa, jadilah aku merasa lelaki paling bodoh sedunia yang masih saja setia menjaga rasa, yang tetap saja menjadikan Dia harapanku, dan aku merasa., kalaupun bintang2 dilangit itu jatuh setiap detiknya, maka setiap satu detik itu aku hanya meminta Dia, karena aku sangat menyayanginya.
Aku memang bukan lelaki luar biasa tidak ada yang istimewa, aku selalu tidak cerdas menjawab pertanyaan darinya, aku hanya lelaki biasa yang mencintainya tanpa menuntut, aku mencintai seluruh yang ada pada dirinya, aku mencintainya sebagaimana adanya Dia.
Tapi.., sekali lagi kutegaskan bahwa aku hanyalah aku, dan akan tetap menjadi aku, biarkanlah aku tetap menjadi diriku sendiri, tanpa syarat, aku tidak mau seperti tawanan yang hidup dalam rancangannya, aku tidak akan pernah bisa menjadi sosok yang ada di dalam isi kepalanya.
Aku hanya lelaki biasa yang akan ikhlas merelakan Dia mencari lelaki yang pantas untuknya, karena akhirnya aku sadar; aku tidak pantas diperjuangkan sedalam itu, entah kenapa, tiba2 aku merasa takut Dia tidak nyaman dengan pola hidupku..? takut Dia tidak bisa mengaturku, atau sebenarnya aku yang memang tidak pantas untuknya..? aku mencintai atas apa yang ada pada dirinya, sungguh, akan tetapi masih ada yang mengganjal dalam jantungku, aku merasa memang ada alasan yang lebih kuat dari sekadar merasa tidak pantas.
Aku tidak akan memaksanya untuk mencintaiku terus, Dia seharusnya tau, lelaki sepertiku akan lebih suka dicabik secara kasar daripada dicabik dengan cara halus, itu akan lebih mudah membuatku bangkit, aku mencintanya karena Dia luar biasa untukku, dan Dia tidak perlu merasa bersalah jika tidak lagi mencintaiku.
Jika Dia tidak mencintaiku.., tidak perlu sungkan untuk menyampaikan perasaan yang Dia pendam, jadilah wanita kuat yang berani jujur atas diri sendiri, jadi, biarlah nanti aku bisa menilai, masih pantaskah aku untuk mempertahankan kisah ini.
Dan, aku harap..,
Dia tidak harus mengulangi kisahnya pada lelaki mana pun, jika Dia mau meninggalkan seorang lelaki.., kelak, tinggalkan dengan alasan yang lebih mudah diterima logikanya.
Oh iya, aku pergi dulu.., mungkin akan kembali setelah Dia bisa memandangku sebagai manusia biasa, tidak perlu khawatir, aku pasti bisa mengendalikan dan menjaga jantung ini, yakinlah.., aku pasti kembali, aku akan kembali lagi nanti, entah.., dalam waktu berapa lama.
Yaa Allah.., jagalah Dia untuk ku, limpahkanlah rizkimu kepadanya.., tambahkan kelapangan hatinya seluas samudra.., selipkan rasa bahagia dalam jantungnya.
Yaa Allah.., maafkan segala kesalahanku.., ternyata selama ini aku keliru.., tuntun aku agar tidak mengulangi kekeliruan yang sama berkali kali.
Yaa Allah.., akhirnya aku sadar tentang kelemahan diriku, maafkan aku jika selama ini aku mungkin telah bangga pada diriku, sungguh.., aku hanyalah hamba yang bodoh.
Yaa Allah.., bimbinglah aku selalu ke jalanMu, jauhkan sikap ujub dari diriku, akhirnya aku tau bahwa hanya dengan mendekat dan merapat ke padaMu jalan hidupku akan menjadi mudah.
Yaa Allah.., anugerahkan kepadaku kaki yang kokoh.., hati yang bening agar aku mampu berjalan menghadapMu.., akhirnya aku mengerti, ternyata selama ini aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar, walau aku melakukan dosa yang sangat besar, namun aku yakin ampunanMu sangat luas, mohon beri aku kesempatan untuk memperbaikinya.
Amiin..
G@l!p0n9