Selasa, 08 Agustus 2017

Ya sudah

bismillah...
Suasana siang ini sangatlah panas.., tidak ada sedikit pun angin yang berhembus seperti biasanya, ditempatku ini hanya ada aku, dan selalu terlintas dalam benakku, bayangan Dia..,

Allah pasti punya rencana yang jauh lebih indah dari apa yang aku rasakan, di balik takdir yang kadang aku keluhkan ketika tidak sesuai dengan nurani..,

“Manusia hanya bisa berencana, menulis apa yang kita citakan, dan biarkan Allah yang menghapus sebagian atau menambah sebagian untuk menjadikanya jauh lebih indah dan bermakna”

Satu tahun yang lalu, saat sebuah cahaya datang, atas izin Allah yang maha membolak-balikan hati manusia, saat itu perubahan demi perubahan dalam hidupku mulai terjadi, aku belajar arti cinta dan kebohongan, tapi.., semoga saja ini berbuah kebahagiaan di akhir hayatku nanti.

Tidak ada yang sama dalam perjalanan hidup tiap manusia mencapai tujuannya, ada yang melewati jalan yang lurus2 saja tanpa hambatan, tapi, walau begitu.., jalan lurus pun tidak semulus yang dibayangkan,  aku harus rela melewati banyak belokan hingga mau tidak mau aku merasakan kelelahan dan putus asa, sampai sering terlintas dalam fikiranku ingin berhenti hidup saja,.aku seperti jenuh dengan keadaan yang ada, jenuh dengan kesendirian, jenuh dengan tuntutan dan omelan.

Padahal seharusnya aku mensyukuri kenikmatan yang Allah beri kepadaku, andai masih bisa aku ulang masa2 itu, akan kugunakan kesempatan yang telah Allah beri untuk bisa belajar lebih dalam, belajar membentuk diri menjadi pribadi yang lebih peka.., lebih sensitif.., lebih kuat.., lebih tegar dan lebih perasa, aku menjadi lebih menghargai, dan menjadi lebih tahu diri.

Karena itu..,

Aku bersyukur tidak diberikan jalan lurus, mengapa aku bersyukur..? karena.., sengaja aku mengambil tikungan tajam, memutar arah, hingga harus mengawali semua dari awal lagi, melalui belokan yang kadang membuatku terpeleset hingga hampir masuk jurang, tapi tidak ada satu pun di dunia ini yang terjadi dengan sia2, aku  termasuk orang yang meyakini bahwa Allah melihat semuanya, mengetahui segalanya.

Aku pernah merasakan naik hingga puncak tapi kemudian jatuh terhempas ke dasar, yang sakitnya tiada tara..? aku patah..! dan akhirnya aku _mengerti, dan belajar mengenali diriku, karena, ada yang menyukai ketika aku masih di atas, tapi hanya Dia yang tulus dan tetap ada meski aku berada dalam keterpurukan.

Aku tau, perjalanan panjang ini bukan tanpa ujung, di setiap belokan, setiap tikungan, setiap tanjakan ada harta karun yang diselipkan Allah, dan karena itulah aku bersyukur dibiarkanNya jatuh, luka, berdarah, sakit, menangis tiada henti, menyesali segala kesalahan, dan akhirnya bertekad untuk menjadi lebih baik, demi Dia, dan demi mereka yang tulus dan sabar menemani aku.

Untuk orang yang tetap ada, bahkan ketika yang lain pergi, untuk orang yang tetap mau memegang pundak ku, bahkan ketika mereka tidak sudi melihatku, untuk orang yang dengan sabar memapah aku kembali ke jalan yang semestinya bahkan di saat tidak ada satu orang pun yang peduli bagaimana sakitnya aku terjatuh, semoga Allah membalasnya dengan luasnya surga dengan semua keindahannya.

Inilah perjalanan hidup yang harus aku jalani, karena aku tidak akan pernah tau apa yang terjadi nanti, esok dan lusa, aku pernah memutuskan untuk mencoba menjauh lalu kembali lagi, menjauh lagi lalu kembali lagi hingga ber-ulang2, dan setiap kali aku memutuskan kembali, aku kembli terluka lagi dengan cara yang sama, seharusnya aku mencoba melihat logika yang ada, memilih pergi lalu tidak kembali lagi.

Saat hatiku sudah terlalu sering merasa disakiti, kadang aku berfikir lebih baik meninggalkan dan merelakannya saja, bukan karena tidak cinta tapi karena sudah terlalu menyakitkan untuk bertahan, karena, aku tau.., keraguan membuatnya tidak bisa berpijak pada kakinya sendiri, meskipun saat Dia sudah memutuskan untuk pergi.

Dia terlalu takut tidak bisa hidup bila tidak dengan nya, dan selalu saja begitu, lupakanlah jangan menunggu waktu yang tepat untuk merelakannya, jangan selalu meng-ulur2 waktu untuk melupakan, jangan beralasan ingin menunggu waktu yang tepat, karena setiap waktu akan membuatnya merasa tidak rela untuk melepaskan Dia dan akan mempersulit durinya sendiri.

Saat ini.., aku hanya bisa berdoa dan memohon agar diberi keajaiban diluar kemampuanku, semoga aku selalu dalam lindungan'NYA Amin..,

G@l!p0n9

Minggu, 30 Juli 2017

Akhir

Ini adalah cobaan terberat buatku, aku tidak tau kenapa Dia  menghianatiku dan apa salah diriku yang selama ini menyayanginya dengan tulus.

Aku merasa kehidupan benar2 telah mempermainkanku, semua yang aku jalani bersamanya selama ini seakan tidak berarti lagi baginya, aku kira kebahagiaan telah berpihak padaku, aku kira ini lah hidup yang selama ini menjadi penantianku selama 22thn, kebahagiaan bersama wanita yang selama ini aku cintai, yaitu.., dirinya.

Tapi.., ternyata..,

Kebahagiaan itu hanya sekejap saja, aku tidak pernah menduga, Dia telah berdusta dan aku tidak menyangka, jika kebahagiaan bersama Dia ternyata hanya sandiwaranya saja.

Aku tau, aku hanya bagian kecil dalam 13thn lembar kehidupannya, aku berusaha melewati hari bersamanya dengan ketulusan cinta dan kesetiaan, dan tidak pernah kusesali telah menghabiskan waktuku untuk menemaninya selama 1tahun ini, dan selama ini aku berusaha untuk tidak mengecewakannya, tapi, kenapa Dia tega berikan kebohongan padaku, aku yang selalu dengan tulus mencintainya, tapi kenapa Dia tega melukaiku.

Sekuat apapun aku mempertahankannya selama ini ternyata Dia tetap membuat aku terpaksa pergi, waktu telah mengubahnya, Dia bukan wanita yang kuharapkan, semua berubah sangat cepat hanya dalam hitungan hari, dan hanya dalam sekejap semua berubah, aku hanya bisa bertanya di antara kesunyian hatiku, kenapa Dia mengabaikan permintaanku.

Waktu itu sudah sangat jelas ku katakan kepadanya, bahwa aku mencintainya dengan tulus, dan aku memberikan satu syarat untuknya, karena yang aku perdulikan, Dia mencintaiku, aku mencintainya, karena.., sejauh ini tidak pernah ada yang bisa membuatku memudarkan perasaanku untuknya, aku selalu mencintainya, itu adalah prinsipku selama 23thn ini.

Aku tau aku tidak sempurna, tapi aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuknya dan selalu berusaha menjadi seperti yang Dia minta, apakah semua ini tidak cukup baginya, untuk menuruti syarat dariku.

Sedalam aku mempercayainya dalam hubungan ini, rasanya mustahil Dia akan mengabaikan syarat dariku, jadi aku berfikir, Dia sengaja mempermainkanku, begitukah caranya mempermainkan orang yang tulus mencintainya.

Di sinilah aku sekarang, termenung sendiri, aku hanya bisa tersenyum diantara buliran air yang keluar dari mataku, sebenarnya siapa yang bodoh dalam hal ini, karena masih saja membiarkan seseorang yang masuk di tengah cerita kita.

Aku berusaha gila2an untuk selalu mengupayakan buat Dia, karena aku ingin menjadi seseorang yang selalu bisa mengerti Dia, aku masih bisa berdamai dengan perasaanku saat kecerobohan yang Dia lakukan membuatku merasa menjadi lelaki yang bodoh, aku bahkan sengaja ber-pura2 dalam keadaan baik2 saja dengan apa yang sebenarnya terjadi kepadaku, karena jauh di dalam cinta dan kepercayaanku tidak ada sedikitpun terselip keraguan tentang Dia yang akan menyakitiku.

Sampai malam ini.., Dia melanggarnya sendiri, aku hanya bisa tersenyum, “Aku butuh pilihan itu kemarin, bukan sekarang..!! setelah perjanjian atas syarat yang Dia pilih, ternyata.., Dia bukan wanita yang pantas untuk dipercaya.

Aku tau.., goresan luka yang aku terima memang tidak merubah apapun tentang perasaanku padanya, tapi luka itu berhasil melumpuhkan kepercayaanku.

Dan sungguh, hebat..!  Dia berhasil menghancurkan jantungku.

Kita membuat cerita dengan awal yang sangat indah, karena itu aku ingin kita mengakhirinya dengan indah juga, meskipun aku tau, sulit untuk melakukannya di tengah luka yang bersarang.

Sepertinya memang ini sudah saatnya cerita yang aku tulis menemui akhir, tapi sebelumnya aku ingin mendapatkan beberapa hal darinya, untuk sebentar saja, Dia bisa perlakukan aku seperti di saat Dia menganggapku satu2nya sosok yang disayanginya,  karena.., aku tidak ingin nantinya aku berada di jalan yang salah dengan perasaan yang mengenaskan., dan setidaknya ada hal manis yang menjadi kenangan terakhir yang bisa aku gunakan untuk mengenangnya suatu hari nanti.

Selesai.

G@l!p0n9

Selasa, 25 Juli 2017

Sepenggal kisah

Hidupku itu sama seperti buku, yang tersusun dari banyak lembaran kertas, dan setiap lembarnya punya cerita tersendiri, dari alur kisah yang baik maupun kisah yang buruk.

Aku akan menceritakan sepenggal kisah dari masa lalu.., semoga bisa di ambil hikmahnya.

Aku dulu…

Jatuh dalam jurang kenikmatan, yang aku kira selamanya akan menjeratku, saat itu.., kujalani hidupku dengan, berpetualang tanpa arah tujuan yang jelas, berkencan entah dengan puluhan cinta sesaat, kunikmati itu, hanya demi satu tujuan, bisa melupakannya, tidak peduli resiko yang akan aku jalani, yang penting Dia bisa terlupakan.

Segala kenakalan aku jalani.., semua kesalahan sudah aku perbuat, segala macam rasa nikmat yang berujung haram semuanya sudah aku rasakan, ya, seperti itulah diriku, semua itu terbentuk dari benih cinta yang ternyata menumbuhkan tunas dendam, dendam karena kehilangan seseorang, yang dimana saat itu.., aku belum bisa menerima kepergiannya.

Seiring berjalannya waktu, saat aku dalam keterpurukan, ada tanya mengganjal dalam diriku.., akankah aku akan terus seperti ini..? dan harus bagaimana aku..? aku merasa inilah hidupku, dan arahnya pun semakin membinggungkan.

Allah telah menjatuhkanku dengan Cinta Pertama.

Pernahkah Dia mengalami sakitnya ditinggal kekasih.., dan aku merasa.., perihnya cinta yang hilang itu tidak seberapa dibanding dengan, Dia yang dulu aku pedulikan tapi Dia tidak melakukan hal yang sama terhadapku.

Pertama kali dalam hidup, aku mencintai seseorang yang masih saudara, Dia yang selalu menemani kehidupanku, tetapi.., kebahagiaan dengan Dia hanya sesaat, masa depan hanya omong kosong..! aku cinta Dia, wajah cantik yang selama ini tetap setia membayangiku dan aku menanti kemungkinan akan bisa memeluknya dan mencium keningnya.

Akan tetapi..,

Dia yang kucintai, sedang menjalani kehidupan bahagianya, dan disaat yang sama, aku.., dengan kehidupan gelap yang aku jalani, tidak ada sedikitpun rasa kepeduliannya terhadapku, mungkin Dia menganggapku orang yang sudah merusak hidupnya.

Aku sadar..,

Ya.., inilah kehidupan yang harus aku jalani, inilah cara Allah menunjukkan bahwa, perbuatan yang salah tidak boleh diteruskan,  Allah sangat menyayangi aku dan Dia, dan buatku.., tidak ada alasan lagi untuk meratapi yang terjadi, mengutuknya hanya membuat luka semakin mengangga, lebih baik aku melupakanya, dan masih kuingat disaat larut malam ada yang membisikkan sebuah kalimat, Allah sedang mengujimu, jadi bersabarlah.

Dan.., aku coba untuk berbicara kepada hati kecilku, akan kemanakah aku setelah ini..? kemasa depan..? adakah hal indah disana..? akankah aku menemui kebahagiaan yang aku inginkan..? hmmm.., aku tidak tau, tapi yang aku tau hanya satu, masa depanku sudah hancur, akan tetapi.., mulai saat itu aku merubah semua kebiasaan buruk, dan berusaha berbuat baik semampu yang aku bisa untuk menebus semua dosa2ku.

Begitulah hidupku.., setelah itu yang kulakukan adalah berusaha menjalani hidup se-baik2nya untuk masa depan yang baik, aku tinggalkan masa laluku bukan untuk mendapat sanjungan dari seseorang ataupun orang lain di luar sana, aku memperbaiki hidupku, karena bekalku bergantung dengan kebaikan yang kulakukan setiap hari.

Ya..! sejak itu aku berusaha untuk melupakan Dia..,

Dalam secarik kertas.., saat itu, pertama aku mulai menulis.., mencoba mengurai kembali apa  yang telah aku tinggalkan.

"Mungkin ini adalah sebuah pesan yg tidak ada harganya sama sekali, tapi percayalah walaupun tidak pernah terkirim pesan ini cukup bisa membantu kita untuk bisa mengikhlaskan bila kita kehilangan seseorang.

"Hai.., jagalah dirimu dan kehormatanmu, dirimu dan kehormatanmu hanya untuk suamimu, pertahankan semua itu sampai kamu cium tangan laki2 yang kamu cintai di depan penghulu.

Hai.., sampaikan salamku untuk laki2 yang sekarang kamu cintai, dan katakan padanya "Kamu laki2 yang bruntung dan jangan pernah sekalipun sia2kan dia." 

Hai.., jangan pernah kamu mengingatku, hilangkan aku dari pikiranmu, pergi dan bahagialah dengan orang yang kamu cintai, bagiku bahagiamu adalah yang terpenting.

Hai.., biar kenangan itu, cukup aku, kamu dan Allah yang tau, lupakan aku.., tapi aku mohon jangan lupa pesanku ini "Jaga diri kamu baik2 .."

Itulah tulisan pertamaku.., tulisan yang mengawali kisah ini.

Sesungguhnya..,

Aku malu pada diriku sendiri, bahkan aku tidak berani bercermin karena aku tidak mampu menatap wajahku sendiri, cermin terlalu jujur, tidak ada kebohongan dan rekayasa, dan akhirnya aku berkesimpulan, bahwa, berharap kepada selain Allah hanya akan membuat kita kecewa dan kecewa.

Allah memberiku kesempatan hidup, karena Allah amat menyayangiku, dan aku yakin, Allah ingin aku memperbaiki hidupku, itu saja.., aku menyadari bahwa Sang Pencipta, sangat menyayangiku, Allah tidak ingin aku men-sia2kan hidup, biar Allah saja yang melihat ketulusan hatiku mencintainya, dan, untuk memperbaiki hidup, aku akan mempertanggung jawabkan dengan berbuat kebaikan.

Allah itu adil dalam memandang ketulusan hati seseorang, aku memilih untuk berbahagia di kehidupan baruku, tidak peduli dengan komentar2 negatif atas masa laluku, aku sudah memutuskan untuk berbenah diri, dan melangkah di lembaran yang bersih.

Terima kasih masa laluku yang kelam, karenamu, aku belajar rasa pahitnya kehidupan, semoga dimasa depan, aku temukan manisnya hidup.

Aku sekarang..,

Setelah Allah mempertemukan aku dengan Dia, dan setelah mengalami banyak peristiwa dengannya, sepertinya.., aku merasa tidak pantas untuk Dia perjuangkan, aku selalu menemukan sosok diriku yang berbeda saat bersamanya, karena aku ini terlalu biasa untuk ukuran seorang lelaki  yang layak dicintai olehnya.

Aku  bukan sosok yang istimewa, bukan sosok yang pandai tentang segala macam hal, bukan sosok yang mengerti dunia modern, dan tidak bisa memahami cara berfikir manusia2 sekarang, karena.., aku hanya manusia biasa, aku hanya belajar sesuatu yang abstrak, dan memandang segala sesuatu melalui hakikat.

Aku memang hanya manusia biasa, yang mencintainya, yang selalu menganggap Dia hebat, sedangkan aku.., hanya lelaki biasa, yang merasa sangat terbatas untuk bisa mengerti keinginan Dia.

Sebenarnya aku sadar ada keraguan pada dirinya atas aku, entah itu karena apa, jadilah aku merasa lelaki paling bodoh sedunia yang masih saja setia menjaga rasa, yang tetap saja menjadikan Dia harapanku, dan aku merasa., kalaupun bintang2 dilangit itu jatuh setiap detiknya, maka setiap satu detik itu aku hanya meminta Dia, karena aku sangat menyayanginya.

Aku memang bukan lelaki luar biasa tidak ada yang istimewa, aku selalu tidak cerdas menjawab pertanyaan darinya, aku hanya lelaki biasa yang mencintainya tanpa menuntut, aku mencintai seluruh yang ada pada dirinya, aku mencintainya sebagaimana adanya Dia.

Tapi.., sekali lagi kutegaskan bahwa aku hanyalah aku, dan akan tetap menjadi aku, biarkanlah aku tetap menjadi diriku sendiri, tanpa syarat, aku tidak mau seperti tawanan yang hidup dalam rancangannya, aku tidak akan pernah bisa menjadi sosok yang ada di dalam isi kepalanya.

Aku hanya lelaki biasa yang akan ikhlas merelakan Dia mencari lelaki yang pantas untuknya, karena akhirnya aku sadar; aku tidak pantas diperjuangkan sedalam itu, entah kenapa, tiba2 aku merasa takut Dia tidak nyaman dengan pola hidupku..? takut Dia tidak bisa mengaturku, atau sebenarnya aku yang memang tidak pantas untuknya..? aku mencintai atas apa yang ada pada dirinya, sungguh, akan tetapi masih ada yang mengganjal dalam jantungku, aku merasa memang ada alasan yang lebih kuat dari sekadar merasa tidak pantas.

Aku tidak akan memaksanya untuk mencintaiku terus, Dia seharusnya tau, lelaki sepertiku akan lebih suka dicabik secara kasar daripada dicabik dengan cara halus, itu akan lebih mudah membuatku bangkit, aku mencintanya karena Dia luar biasa untukku, dan Dia tidak perlu merasa bersalah jika tidak lagi mencintaiku.

Jika Dia tidak mencintaiku.., tidak perlu sungkan untuk menyampaikan perasaan yang Dia pendam, jadilah wanita kuat yang berani jujur atas diri sendiri, jadi, biarlah nanti aku bisa menilai, masih pantaskah aku untuk mempertahankan kisah ini.

Dan, aku harap..,

Dia tidak harus mengulangi kisahnya pada lelaki mana pun, jika Dia mau meninggalkan seorang lelaki.., kelak, tinggalkan dengan alasan yang lebih mudah diterima logikanya.

Oh iya, aku pergi dulu.., mungkin akan kembali setelah Dia bisa memandangku sebagai manusia biasa, tidak perlu khawatir, aku pasti bisa mengendalikan dan menjaga jantung ini, yakinlah.., aku pasti kembali, aku akan kembali lagi nanti, entah.., dalam waktu berapa lama.

Yaa Allah.., jagalah Dia untuk ku, limpahkanlah rizkimu kepadanya.., tambahkan kelapangan hatinya seluas samudra.., selipkan rasa bahagia dalam jantungnya.

Yaa Allah.., maafkan segala kesalahanku.., ternyata selama ini aku keliru.., tuntun aku agar tidak mengulangi kekeliruan yang sama berkali kali.

Yaa Allah.., akhirnya aku sadar tentang kelemahan diriku, maafkan aku jika selama ini aku mungkin telah bangga pada diriku, sungguh.., aku hanyalah hamba yang bodoh.

Yaa Allah.., bimbinglah aku selalu ke jalanMu, jauhkan sikap ujub dari diriku, akhirnya aku tau bahwa hanya dengan mendekat dan merapat ke padaMu jalan hidupku akan menjadi mudah.

Yaa Allah.., anugerahkan kepadaku kaki yang kokoh.., hati yang bening agar aku mampu berjalan menghadapMu.., akhirnya aku mengerti, ternyata selama ini aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar, walau aku melakukan dosa yang sangat besar, namun aku yakin ampunanMu sangat luas, mohon beri aku kesempatan untuk memperbaikinya.

Amiin..

G@l!p0n9

Jumat, 21 Juli 2017

Aku Jodohmu..??

Aku percaya jodoh tidak bakalan kemana, aku percaya jodoh pasti akan bertemu dengan cara yang halal, bukan lagi aku sebagai saudaranya tapi sebagai belahan jiwanya, meskipun aku percaya tapi, tidak berarti aku harus menunggunya begitu saja.

Jadi..,

Sekalipun sudah saling dekat seperti sekarang ini, jangan lagi Dia nanti merasa heran dan ber-tanya2, mengapa aku menghilang dari kisah ini.., jangan tanya lagi mengapa aku yang selalu takut kehilangan dirinya akan benar2 pergi dari kehidupan nya.

Hubungan ini tidak selalu berjalan mulus.., yaa, maklum saja aku dan Dia sama2 terbebani dengan keadaan, juga karena harus terpisah jarak yang sangat jauh, sehingga pernah aku berpikir untuk menyudahi hubungan ini, namun Dia selalu mencegahnya dengan mengatakan "kita harus terima resiko dalam hubungan jarak jauh, jangan jadikan keluhan tapi jadikan tantangan" Itu katanya, sehingga aku selalu mencoba bertahan, terus menjalani komunikasi dengan baik, sampai akhirnya kesabaranku tidak sia2, saat ini aku melihat Dia sudah berdiri di depan pintu hati ku dengan kemeja hitam membawa serangkai bunga mawar putih.

Aku tau yang Dia inginkan, maka.., akan ku jaga apa yang Dia inginkan, karena..? yang kuinginkan itu adalah Dia,.. yang aku inginkan dan yang paling kuinginkan adalah memiliki dirinya.

Akan ku jaga cintanya dengan se-baik2nya, karena aku bukanlah lelaki murahan, bagiku Dia adalah cinta sejatiku.., Dia adalah anugrah..,, karenanya aku tidak mau menggunakan cara yang murahan untuk mendapatkan cintanya, aku akan menggunakan cara yang santun untuk mendapatkan Dia, aku ingin membuatnya terkesan dengan caraku untuk memiliki dirinya.

Untuk memilikinya..,

Aku tidak Ingin hanya sekedar berdoa saja, aku tau doa adalah sesuatu yang paling ampuh untuk sesuatu yang benar2 kita yakini, benar2 kita inginkan, tapi aku tidak mau hanya bergantung pada nasib dan berserah diri pada takdir.

Untuk saat ini tidak masalah jika aku harus gigih menunggunya dalam diam, selama Dia tidak menyakitiku.., selama Dia masih pantas untuk aku cintai dan selama masih ada harapan untuk memilikinya, maka aku akan tetap menunggu, karena aku baru akan berhenti menunggu cintanya bila nanti Dia tidak berjodoh denganku.

Semoga apa yang aku lakukan ini tidak berakhir dengan kehilangan, semoga tidak semakin menjauhkan, tapi semakin mendekatkan, semoga tidak memisahkan namun menyatukan, untuk semua yang kulakukan semoga tidak ada yang sia2 seperti kisahku dengannya yang terdahu.

Aku selalu ingin menomor satukannya.., aku selalu mengharapkannya.., aku tidak ingin kehilangannya.., hanya itu keinginanku, karena.., aku bukanlah lelaki yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang aku mau, maka.., di sini aku selalu berusaha menjadi yang terbaik untuknya.

Aku menulis ini bukan karena aku sok2an bagai seorang pujangga, atau seperti gombal dapur, aku menulis ini karena aku ingin mengabari suasana hatiku untuknya yang jauh disana, aku pasrah.., aku hanya tidak lagi ingin membuatnya merasa terganggu dengan adanya aku.

Menunggunya disini dengan penuh resah yang setiap hari ku rasakan, penuh kerinduan yang mendalam di saat aku sangat ingin bertemu dengan Dia lagi.

Kapan kita akan kembali bertemu..,

Kata itu yang selalu aku ucapkan dalam doa di kala rindu.

Walaupun aku nanti menghilang.., aku tidak akan pernah melupakannya.., aku selalu mencintainya.., sampai kapan pun, jika aku pergi nanti aku akan selalu mengabarinya.., kapan pun itu, dan aku janji akan kembali untuk Dia, itu janji ku, aku sayang Dia.,, sampai kapan pun, aku akan kembali dan bertahan demi cinta ini.

Aku menghelakan nafas perlahan dan menghentikan tulisanku..,

Aku sayang Dia.., aku harap Dia bisa memegang janjiku untuknya, aku tidak ingin Dia merasa terbuang secara perlahan dari kehidupanku, itu semua tidak akan mungkin terjadi, Dia bukanlah seorang wanita yang pantas di perlakukan seperti itu.

Jadi.., jaga diri disana.., jangan lupa kabar2i aku ya.

Pasti Dia bingung dengan tulisanku ini, sebenarnya ada apa ini..?

Hahahaha ... tenang saja.., tidak ada apa2 kok..,

Tersenyumlah.., berbahagialah.., seperti burung yang terlepas dari sangkarnya.., hiruplah udara se-dalam2nya.., terbanglah bebas.., nikmati hidup ini..,

Ya Allah.., begitu indah rencanamu, Engkau ijinkan aku untuk bersatu lagi dengan Dia. Dia yang aku cinta.., Dia yang menerima aku apa adanya dan Dia yang merubah hidup ku menjadi lebih baik dan bermakna.., harus penuh kesabaran untuk mempertahankan hubungan ini dan jarak adalah salah satunya tapi dengan KaruniaMu.., jini aku mengerti cinta itu nyata dan cinta tau kemana dia harus kembali.

selesai

G@L!P0n9

Jumat, 14 Juli 2017

STOP

Hari ini..,

Dimana aku menulis tentang Dia lagi, tapi ini bukan tulisan seperti yang biasa aku tulis, dan yang selalu Dia baca  tapi.., hari ini aku menulis untuk terakhir kalinya tentangnya dan tulisan yang aku tulis ini menjadi titik nadirku untuk merelakan semua kisah ini lenyap, jadi aku harap Dia tidak bertanya lagi saat semuanya telah aku simpan dengan baik dalam memori kehidupanku, karena kisah ini telah aku kunci di dalam hatiku.

Saat ini..,

Aku mengingat dengan jelas bagaimana rasa itu ada, aku ber-tanya2, dari semuanya.., mengapa aku hanya ingin berbagi dengan Dia...? entah itu perasaan sesaat atau bukan, aku sendiri tidak yakin, saat itu aku sangat penasaran dengan perasaanku, lalu kuputuskan untuk membuka hatiku kembali untuknya.

Lama sebelumnya..,

Aku sungguh2 selalu merindukan nya, dan di saat2 dalam pencarian dan penjelajahan kerinduan, aku hanya bisa menghadirkan Dia dalam anganku, mungkinkah saat itu Dia juga merasakan hal yang sama denganku, aku rasa tidak.., dan rupanya sang waktu mengijinkan aku untuk terhubung dan kembali bisa bertemu dengannya dan bahagia sekali hari2ku, saat itu aku sadar Dia terlihat begitu cantik, manis, dan lembut, perasaan memang selalu tidak punya alasan, dan memang tidak butuh alasan, yang pada akhirnya membuatku selalu ingin bersamanya.

Ada banyak hal yang selalu ingatkan aku tentangnya, dan tanpa kusadari itulah yang membuatku selalu merindukannya, tempat itu.., tempat pertama aku dan Dia mengukir kenangan, tempat dimana aku dan Dia bisa menyampaikan perasaan, tempat yang tidak akan terlupakan olehku, bahkan hujan di hari itu, adalah hujan yang mampu meleburkan perasaan.

Satu hati, satu nama, satu rasa setia yang aku pegang untuk Dia "SEJATI".., yang selalu ada dalam waktuku, rasa rindu dan sayang ini bukan karena aku ingin mempermainkannya, tapi aku melakukan itu semua karena ingin dirinya menjadi masa depanku, tentunya atas nama Allah dalam dekapan halalNYA.

Aku tidak akan pernah lupa.., bagiku, kenangan itu kuat dan akan selalu ada disana dan tidak akan pernah hilang, aku akan tetap ada disini dengan semua kenangan tentang nya, meski nanti salah satu diantara kita mungkin harus pergi.

Semua berawal dari tidak sengaja, menemukannya.., menjalani cinta.., dan berakhir lara.., tapi itu bukan salahnya karena aku tau kebahagiaannya adalah bersamaku, orang yang mencintainya dan juga Dia cintai, aku mengungkapkan rasa yang sesungguhnya padanya, hingga akhirnya perasaan ini membawaku dalam keresahan yang menyakitkan, dan tiba pada satu titik aku yang ingin pergi dari kehidupannya, hingga sampai nanti aku siap memanggilnya kembali dengan sebutan sayang.

Aku punya alasan untuk tidak mengharap dan pergi dari hidupnya, aku tidak bisa mendekat lagi karena ada seseorang yang juga sangat mencintainya, maaf.., aku memilih menjauh, aku tidak ingin menjadi penyebab kesalahpahaman hubungan dan menjadikan hatiku semakin resah karena beban rasa bersalah.

Aku sudah berusaha mengengam tangannya dengan erat agar Dia tidak lepas, aku pernah berkata jika aku tidak akan melepas tangannya kecuali karena takdir Allah, dirinya bukan saja indah bagiku, aku tidak munafik dengan hal itu, namun keindahannya sepertinya hanya mampu aku lihat dalam mimpi saja namun untuk memilikinya itu sulit dan beresiko untuk diriku, aku berusaha tidak menyerah, karena berbagai hal telah aku coba untuk menjadikannya ada dalam hidupku namun pada kenyataanya aku tidak mampu mengubah itu semua menjadi kebaikan buat diriku.

Dan.., pada akhirnya aku merasa..,

Dia bukanlah wanita yang memang ditakdirkan bisa hidup bersamaku dan aku sangat percaya bahwa; ini keputusan Allah.., disaat aku melepaskan tangan darinya, aku begitu sedih dengan keputusanku, karena bersamanya bukanlah waktu yang sebentar untuk aku lewati dan kisah bersamanya bukanlah kisah dongeng saja namun cerita ini nyata dan tidak mampu aku hilangkan begitu saja, begitu sulit waktu yang aku lewati dan aku jalani, tapi.., perasaan resah dan gelisah selalu mengiringi gerak langkahku hingga membuatku lelah.

Lelah..,

Mungkin itulah gambaran hatiku saat ini, seandainya dalam kata lelahku itu tidak ada yang namanya resah mungkin aku tidak akan menyerah untuk mempertahankan Dia, tapi perasaan resah itulah yang membuatku menyerah dan melepaskannya.

Seakan..,

Aku pergi ke suatu tempat yang jauh untuk menemuinya dengan berjalan kaki, lelah memang tapi aku yakin akan sampai walaupun lambat, tapi ditengah perjalanan itu banyak sekali keresahan yang kudapati, dibalik keresahan itu aku masih mencoba melanjutkan meskipun harus tertatih dan perih.., hingga., akhirnya aku memutuskan untuk berhenti karena aku sudah tidak mampu lagi  untuk berjalan.

Sedih memang dengan perpisahan ini, tapi, kepergianku bukan karena kehendakku namun karena keadaan, dan meskipun aku berusaha untuk kuat namun tetap saja aku tidak bisa bertahan, karena.., banyak hal yang tidak bisa dihapus dengan perhatian.., banyak hal yang tidak bisa disembuhkan dengan kata maaf.., dan dengannya.., banyak hal yang pada akhirnya membuatku menjauh dan pergi.

Tapi.., ketahuilah..,

Aku menjauh tidak berarti aku berhenti mencintai, aku hanya ingin berhenti menunjukan cinta ini padanya, aku menjauh bukan berarti tidak menginginkan, aku hanya ingin melihatnya bahagia tanpa pengganggu sepertiku, aku menjauh karena sadar diriku tidak baik untuknya, aku menjauh karena Dia memang terlalu sempurna untukku, aku menjauh karena Dia bisa mendapatkan yang lebih dariku dan aku menjauh karena aku tidak ingin melihatnya menderita lagi karenaku, aku menjauh karena aku tau Dia akan bisa lebih bahagia, dan ketahuilah.., aku menjauh karena aku lelah dengan semua sikap lelakinya, mungkin dengan tidak bersamaku, lelakinya bisa ikhlas melepaskannya.

Karena Dia yang pertama membuatku jatuh hati mungkin akan sulit melupakan, tapi dengan perlahan aku akan mencoba menata perasaan ini, aku akan berusaha untuk melepaskan genggaman tanganku darinya walaupun itu tidak mudah, berbagai hal akan aku lakukan agar aku bisa melupakannya.

Hingga saat ini diriku sudah berangsur membaik walaupun belum sepenuhnya baik, karena senyumnya selalu ada dalam bayangku, tapi aku harus menerima kenyataan yang ada, menghapus semua tentangnya tentunya butuh waktu, namun hal itu harus aku lakukan hingga aku mampu bertemu dengan seseorang yang memang ditakdirkan untuk aku singgahi lalu membuat cerita bersama di sisa umurku.

Jika..,

Suatu hari kelak bisa bertemu lagi, lalu Dia bertanya lagi tentang rasa, maka sudah pasti aku akan menjawab dengan tegas tentang rasa itu kepadanya, bahwa; aku tidak akan pernah kembali kepada hati yang telah membuat hidupku dalam keresahan, cukup doaku yang akan selalu menyertainya agar Dia disana hidup bahagia dan aku harap Dia tidak mengingatku lagi karena saat ini aku telah berusaha untuk mengembalikan cerita hidupku agar aku dapat bernafas lega dan mencari sosok lain yang mudah2an bisa membuatku nyaman.

Karena..,

Bukan kepada Dia saja aku harus menaruh harapan, masih ada mereka yang punya masa depan yang patut aku perjuangkan, dan perlu Dia tau.., kebahagiaanku bukan hanya ada pada dirinya saja.

G@l!p0n9

Sabtu, 08 Juli 2017

Bila

Disaat aku berbicara ataupun merenungkan Dia, kurasakan ada sesuatu yang mengganjal di hatiku, entah apa ini karena perasaan bersalah, yang sangat berat, ataupun beban dosa yang karmanya akan menghajar diriku.

Mungkin...

karena kejadian waktu itu, yang membuat jantungku berhenti berdetak, dan hatiku serasa seperti membeku, aku tersadar atas citra diriku yang buruk terhadap kehidupan nya.

Bila saja.., aku bisa memutar waktu, dan berharap semua ini tidak terjadi, dalam hidupku, bila saja.., aku bisa memilikinya dengan cara yang baik dan menjalani hidup bersamanya.

Tapi..,

Bila.., memang Dia tidak tercipta untuk aku miliki, aku ikhlas dengan apa yang sudah terjadi, bila mungkin.., memang tidak bisa, jangan pernah coba memaksa untuk tetap bertahan ditengah kepedihan, dan, bila nanti.., kita tidak bisa bertahan karena keadaan, jangan lupakan kenangan indah kisah kita ini.

Jadikan ini perpisahan yang manis dan terindah dalam hidup, semoga semua berakhir tanpa dendam dihati, maafkan semua salahku yang mungkin sudah menyakiti, semoga kelak akan Dia temukan cinta sejati yang akan menyayanginya lebih dariku.

Karena..,

Aku bukan mereka yang punya segalanya, bukan seperti mereka yang indah dipandang dan bisa membuat mimpi indah ketika Dia tertidur, aku hanyalah lelaki biasa, yang saat ini sedang patah asa dan harapan, aku jauh dari sempurna, dan yang aku takutkan, Dia akan kecewa begitu Dia tau kenyataannya.

Karena..,

Aku laki2 yang lahir dari keluarga yang biasa2 saja, bahkan jauh dari kata sempurna seperti keluarga2 utuh lainnya, aku lebih menghabiskan masa2 ku sampai sekarang, untuk berfikir bagaimana berjuang bertahan hidup tanpa diremehkan orang lain, dengan ilmu pendidikan yang pas2an, dengan bekal kebahagiaan masa kecil yang sejujurnya, hampir tidak pernah aku rasakan, dengan materi yang tidak lebih dari cukup, aku minta maaf.., aku tidak punya apapun seperti mereka yang bisa aku pamerkan.

Dan..,

Suatu hari nanti, saat Dia ditakdirkan lebih dekat denganku, aku akan menjadi orang yang sangat butuh perhatian, maaf kalau aku nanti hanya merepotkan saja, aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya disayang, bagaimana diperlakukan baik, bagaimana rasanya, dipandang sempurna walau Dia tau kenyataannya tidak.

Karena..,

Aku terbiasa hidup di dunia yang keras dengan cara yang mungkin sulit Dia bayangkan, tapi begitulah kenyataannya, aku terbiasa menjadi pemimpin, pemimpin untuk diriku sendiri, aku terbiasa membuat dan menentukan sendiri kemana hidupku akan melangkah, dan akan sulit untuknya mengaturku, membawaku harus ikut seperti cara hidupnya, dan aku katakan sejak awal, jika tidak sanggup, pergilah.., jangan datang dan akhirnya akan merusak segalanya dalam hidupku, jangan datang dan membuatku ingin berubah dengan cara yang melelahkan.

Akan tetapi..,

Akan ada saatnya aku lelah, dan butuh tempat bersandar, andai Dia orangnya, aku berharap Dia mampu terima aku apa adanya, kelak, kasih sayangnya adalah satu2nya semangatku, karena kesabaran dan sikap lembutnya, adalah cara yang tepat meluluhkan kerasnya sifatku yang terbentuk karena kerasnya dunia yang mewarnai hidupku.

Untuknya yang nantinya belum tentu menjadi pendamping hidupku..,

Aku yang terlihat se-olah2 tinggi ini, sejujurnya akan jatuh berlutut lemah dihadapan nya, karena kedewasaan nya, kesabaran nya, dan karena kesetiaan nya.

Tidak ada orang yang lebih memahamiku selain dirinya, Dia pun tau bahwa aku adalah orang yang konsisten mengenai apapun, Dia pun tau bahwa aku tidak akan mudah berubah hanya karena hal sepele, dan aku percaya bahwa Dia juga memahami mengenai aku yang tidak akan pernah bisa semudah itu berpaling, aku tau bahwa aku akan selalu sama dalam memandang segala sesuatu, termasuk memandang cinta.., memandang Dia.

Dia tidak akan pernah berubah di mataku, sekalipun Dia melakukan kesalahan, aku tidak akan pernah membencinya, meskipun aku sedang dihadapkan pada masalah2 kehidupan yang mungkin berat, aku akan tetap sama dalam mengaguminya, mengagumi matanya, mengagumi wajahnya, mengagumi.., seluruh hidupnya.

Untuknya..,

Jangan pernah meragukan cintaku, jangan pernah kehilangan sosokku, aku yang dulu sama dengan aku yang sekarang, sama sekali tidak berubah, jangan pernah bertanya mengenai bagaimana perasaanku, jangan pernah bertanya tentang arti kepadaku, karena pertanyaan2 seperti itu hanya akan membuatku kecewa.

Jika aku tidak sanggup meyakinkan nya, keraguan hanya akan membuatnya kecewa karena Dia tidak lagi menemukan arti dari diriku, tidak sepatutnya Dia men-cari2 apakah aku masih berarti baginya atau sebaliknya, karena tidak ada orang yang akan bisa memahaminya seperti aku, juga sebaliknya.

Walau saat ini kita memiliki jarak yang cukup panjang karena suatu hal, walau saat ini kita harus menjalani kisah yang sedikit rapuh dan kalau kisah ini sudah semakin usang karena banyak perdebatan, percayalah.., aku masih sama seperti dulu, yang tidak akan pernah berubah dalam mencintai, aku masih sama seperti dulu, yang akan selalu mengamati dan merindunya, dan Dia akan selalu sama bagiku, orang terbaik.., yang dikirim Allah untuk hidupku.

Kedudukan Dia tidak akan berubah, Dia akan tetap sama, aku akan tetap sama, walau apapun masalah yang terjadi, cinta ini akan tetap terjaga, dan bukankah masalah akan membuat kita lebih dewasa.

Hubungan ini akan tetap seperti saat2 dulu, kalau Dia mengatakan rindu, maka aku juga rindu, kalau aku mengatakan lelah, maka Dia pun juga merasakan lelah yang sama, jika Dia mengatakan; ingin aku yang dulu, maka aku sangat ingin bisa menjadi seperti dulu  bila Aku ingin berhenti sebentar, mengertilah.., barang sebentar, karena nanti, ketika aku kembali kuat dan menemukan semangat baru, Dia harus bangkit dan berjuang ber-sama2 lagi.

Jika saat ini aku terlihat lemah di matanya, itu bukan karena aku telah berubah, semua itu hanya karena kondisi yang menyebabkanku harus terlihat berbeda, tapi percayalah bahwa cintaku akan tetap sama, aku tidak akan pernah berubah dalam mencintainya, dan semoga Dia pun juga begitu.

Sekarang, apakah Dia akan tetap menungguku..?

G@l!p0n9


Lara

Untuk Dia.., aku berterima kasih karena telah memberi pengalaman terpahit dalam hidupku, pengalaman yang membuatku lebih ber-hati2 membuka hati, aku berjanji tidak akan membuka hati semudah yang pernah aku lakukan padanya.

Untuk Dia.., yang cintanya penuh dengan derita, bersyukurlah kepada luka, karena setelah luka itu sembuh, luka itu telah memberikan sebuah pelajaran berharga, pelajaran tentang bagaimana mengikhlaskan seseorang yang memang tidak pantas dipertahankan.., "Aku"

Tidak seperti yang pernah disepakati bersama, hubungan ini sudah tidak hanya melibatkan perasaan dua manusia, ada perasaan lain yang merasa tersakiti karena kehadiranku, aku sudah lelah, aku butuh mengistirahatkan hati, aku memang bukan laki2 baik, aku hanya perusak, perusak kebahagiaan orang, seharusnya aku tidak boleh memanggil Dia ‘sayang’ lagi, tapi, itu tidak akan berarti bahwa aku akan mengajaknya mengingat kenangan, biarkan itu nanti menjadi kenangan untuk bisa di jadikan pelajaran.

Hai..,

Masih jelas ku ingat hari di mana aku putuskan untuk menyudahi hubungan ini, hari di mana aku menyerah, karena ada alasan saat itu mengapa aku memutuskan untuk pergi, layaknya manusia biasa sudah pasti aku merasakan sesal, sudah pasti aku mengganggapnya ceroboh karena ke egoisan nya, dan karena itu aku merasakan beban dosa yang teramat berat.

Aku menyadari, terlalu bodoh jika untuk berharap kepada orang yang mementingkan dirinya saja, Dia tidak bisa menguasai arena pertempuran nya, Dia membuatku menjadi korban di medan perangnya, terlalu sering aku merasakan tekanan karena masih berhubungan dengan nya, maaf.., aku sudah tidak bisa lagi bersabar, karena waktu terus berjalan, aku harus kembali bangun dan berdiri tegak untuk kehidupanku.

Dan..,

Mungkin karena atas dasar tekanan yang disebabkan dari kebodohan Dia lah, kini diriku diliputi oleh kemarahan dan penyesalan, dan karena alasan Itu sehingga pada akhirnya aku menjadi terpuruk.

Dari yang dulu saling mencintai, hingga saat aku berada dalam caci maki, karena ke egoisan nya aku yang selalu di-salah2kan, memang tidak ada diantara aku dan Dia yang mampu menghentikan pikiran orang lain, dan aku selalu mengira, bahwa Dia tidak pernah berpikir bagaimana rasanya menjadi aku, bahkan Dia tidak pernah peduli perasaanku, hmm.., ternyata Dia masih tidak tau cinta.., Dia hanya tau dirinya saja.

Aku tidak tau apa yang ada dalam fikiran nya, yang aku tau Dia mencintaiku, dan kita merasa nyaman bersama, tapi..?, mengapa hatinya sekeras batu, mengapa hatinya tidak melunak dengan alasan yang aku berikan waktu itu.

Mengapa ketulusan cintaku tidak membuatnya ikhlas dengan diamku, mengapa malah membuatnya semakin sadis menyakitiku dengan kecerobohan nya, padahal selama bersamanya aku selalu mencoba mengerti, dan selalu mencoba mengalah, karena aku takut akan menyakiti perasaan nya.

Tidak kusangka mencintainya itu menyakitkan, aku juga tidak pernah menyangka jika pada akhirnya aku akan menuai badai, aku mengira pada akhirnya aku akan bahagia karena selama ini Dia tidak pernah menyakitiku, tapi kenapa pada akhirnya egonya yang menyakitiku.

Apa sengaja Dia buat waktuku untuk selalu bersamanya agar Dia tidak terpuruk sendiri, sungguh.., demi untuk membantunya sengaja aku tidak melakukan hal yang aku suka karena aku berpikir masa depan nya adalah bahagiaku.

Kini aku benar2 ingin minta maaf atas semua yang sudah terjadi, dan aku pun meminta maaf atas segala marah dan benci, maaf.., seharusnya aku tidak seperti ini  dan terima kasih untuk yang telah Dia ajarkan padaku.

Masih kuingat pelajaran mencintai dan peduli pada anak2, dan bagian saat Dia memarahiku karena aku terlalu sering memiliki jadwal makan yang awut2an, lalu kekonyolan yang selalu membuatku tertawa, hmmm.., baiknya Dia, mana mungkin aku akan tega untuk membencinya, karena suka atau tidak, ada yang luar biasa tentangnya.

Aku akan melupakan semua kenangan buruk ini, aku akan menghilangkan beban bersalah yang sudah terlanjur menggores dihati, aku akan membuat kisah yang baru, agar nanti, ya, suatu saat nanti aku bisa membuat kisah yang lebih baik lagi dengan Dia.

Akhirnya aku paham dan bisa menerima bahwa, hubungan yang aku dan Dia banggakan dulu tidak akan pernah menjadi bahagia, se-paham2nya Dia tau tentang cinta, aku masih lebih paham darinya, bahwa cinta yang sebenarnya adalah ketika kita hidup bahagia tanpa menyakiti, menyakiti diri sendiri ataupun menyakiti hati yang lain, dan sepertinya kisah ini tidak akan menjadi seperti itu, apa yang Dia lakukan tidak lebih dari mementingkan diri sendiri tanpa perduli dengan orang2 yang menyayanginya.

Aku telah memaafkan.., aku juga akan ikhlas melepasnya, semoga.., Dia melakukan hal yang sama sepertiku, dan saat Allah mengijinkan bertemu lagi, saat itu Dia telah bangga dengan cinta yang Dia miliki, kita bisa berbicara tanpa melibatkan perasaan orang lain, dan tanpa mempermasalahkan apa yang pernah terjadi kala itu.

Ketahuilah..,

Dibalik semua kesedihan yang telah aku berikan, pada akhirnya Dia juga harus mengucapkan terima kasih kepadaku, karena aku.., Dia menjadi wanita yang tidak lemah dan mudah larut dalam kesengsaraan, aku berharap kepadanya yang masih terpuruk dalam kesedihan, berusahalah untuk menjadi wanita yang kuat.

Harapanku..,

Jika tanpaku bisa lebih baik, maka Dia tidak boleh ragu, apakah dengan bersamaku Dia akan merasa lebih bahagia dibandingkan saat sebelumnya, jika denganku hanya menambah beban pikiran dan membuatnya sakit hati lagi, maka jangan ragu untuk melepaskan, aku yakin Dia bisa menjadi orang yang paling bahagia meskipun tanpa aku.

Dia pasti bisa mengatasi masalahnya sendiri, menyelesaikan semua persoalan sendiri, mungkin awalnya Dia akan mengalami kesulitan, tapi lama2 pasti Dia akan mulai terbiasa, karena.., yang paling tau seperti apa beratnya masalah yang Dia hadapi adalah dirinya sendiri.

Tetapkan tujuan hidup, aku tidak mau dengar Dia sudah tidak punya tujuan hidup, jangan menyerah pada keadaan  jika aku bisa melanjutkan hidup, maka Dia juga pasti bisa, menetapkan tujuan hidup membuatnya akan lebih fokus ketika menjalani hari.

Nanti.., andai Allah tidak menakdirkan Dia bersamaku, Dia tetap harus bisa hidup bahagia.

Kata maaf pasti aku terima, tapi saat ini aku akan menghijrahkan hidupku hanya untuk-NYA, saat ini.., mungkin Allah menarikku dari kehidupan nya, memang menyakitkan tapi aku yakin Allah sangat menyayangiku.

Hanya ini yang mampu aku sampaikan, maka tolong, dengarkanlah baik2.., “Aku sungguh2 ingin mengistirahatkan hati.


G@l!p0n9..,
Orang biasa-biasa saja, yang pernah belajar mencintai tanpa putus asa dan pada akhirnya Lelah.