Ini bukan waktunya aku berbasa-basi dengan menyapamu atau ber-pura2 semuanya baik2 saja, kali ini, aku sudah tidak mau ber-pura2 lagi, karena ke-pura2anku hanya berujung pada rasa sakit.
Aku tau.., aku mencintaimu di saat yang salah, disaat kamu sudah bahagia bersamanya sementara aku.., saat dalam keterpurukan yang tidak berharap kamu tau waktu itu.
Aku tau.., aku mencintaimu di saat yang salah, disaat kamu sudah bahagia bersamanya sementara aku.., saat dalam keterpurukan yang tidak berharap kamu tau waktu itu.
Dan pada akhirnya.., aku hanya bisa berharap kamu bahagia tanpa perlu mengetahui kejatuhanku saat ini.
Haii.., ini coretanku setelah beberapa minggu aku tidak ada kisah yang baru, ya.., kan bulan puasa jadi tidak ada cerita yang aneh2 yang bisa buat menangis ataupun marah pembacanya, kisah ini.., kisah yang kutulis saat memikirkanmu di sela2 pekerjaanku yang melelahkan.
Dalam cerita ini, aku ingin berpesan kepada pembaca: jangan pernah sembunyikan perasaanmu, dan jangan takut mengatakannya, apapun itu, karena jika kamu tidak mengatakan di saat kamu seharusnya mengatakannya, kamu akan menyesal di kemudian hari.
Dan cerita ini adalah tentang mereka yang sia2kan waktu, menyembunyikan perasaan dan terlambat untuk memperjuangkan-nya
Untuk wanita yang belum sanggup aku sentuh, ini kesekian kalinya atau mungkin untuk yang terakhir kali aku menulis untukmu, bukan lagi untuk memastikan bahwa kamu memiliki rasa yang sama seperti apa yang kurasa, tapi untuk menjelaskan apa yang belum kamu pahami, menjelaskan sesuatu yang mungkin tidak bisa aku jelaskan dengan jelas.
Ini bukan cerita pendek, bukan puisi, tapi hanya sebuah goresan tanganku, mungkin kamu akan berpikir kenapa aku selalu menunggumu, aku tidak akan mampu menjelaskan perasaan yang telah lama menjeratku, dan rasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya, yaitu sebuah perasaan dimana melihatmu seolah menjadi kebutuhan bagiku, menyapamu seolah menjadi kewajiban bagiku.
Yah.., rasa ini terlalu erat menjeratku, rasanya ada yang kurang jika sehari saja tidak menyapamu, rasanya ada yang hilang jika tidak menatap gambar dirimu, kamu seperti candu dan akan terasa sakit jika tidak mengkonsumsinya.
Akan sangat indah jika semua rasa ini bisa terwujud, tapi, mungkinkah bisa terwujud..?, karena apa yang aku rasakan mungkin hanya sebuah halusinasi atau mimpi indah yang akan hilang pada waktunya.
Haii.., ini coretanku setelah beberapa minggu aku tidak ada kisah yang baru, ya.., kan bulan puasa jadi tidak ada cerita yang aneh2 yang bisa buat menangis ataupun marah pembacanya, kisah ini.., kisah yang kutulis saat memikirkanmu di sela2 pekerjaanku yang melelahkan.
Dalam cerita ini, aku ingin berpesan kepada pembaca: jangan pernah sembunyikan perasaanmu, dan jangan takut mengatakannya, apapun itu, karena jika kamu tidak mengatakan di saat kamu seharusnya mengatakannya, kamu akan menyesal di kemudian hari.
Dan cerita ini adalah tentang mereka yang sia2kan waktu, menyembunyikan perasaan dan terlambat untuk memperjuangkan-nya
Untuk wanita yang belum sanggup aku sentuh, ini kesekian kalinya atau mungkin untuk yang terakhir kali aku menulis untukmu, bukan lagi untuk memastikan bahwa kamu memiliki rasa yang sama seperti apa yang kurasa, tapi untuk menjelaskan apa yang belum kamu pahami, menjelaskan sesuatu yang mungkin tidak bisa aku jelaskan dengan jelas.
Ini bukan cerita pendek, bukan puisi, tapi hanya sebuah goresan tanganku, mungkin kamu akan berpikir kenapa aku selalu menunggumu, aku tidak akan mampu menjelaskan perasaan yang telah lama menjeratku, dan rasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya, yaitu sebuah perasaan dimana melihatmu seolah menjadi kebutuhan bagiku, menyapamu seolah menjadi kewajiban bagiku.
Yah.., rasa ini terlalu erat menjeratku, rasanya ada yang kurang jika sehari saja tidak menyapamu, rasanya ada yang hilang jika tidak menatap gambar dirimu, kamu seperti candu dan akan terasa sakit jika tidak mengkonsumsinya.
Akan sangat indah jika semua rasa ini bisa terwujud, tapi, mungkinkah bisa terwujud..?, karena apa yang aku rasakan mungkin hanya sebuah halusinasi atau mimpi indah yang akan hilang pada waktunya.
Mungkin aku harus menyadari bahwa apa yang kamu katakan tentang perasaanmu adalah benar, ' kamu harus memilih yang terbaik untuk hidupmu, untuk kehidupan anak2mu, dan itu masih jelas ada dalam ingatanku, keraguanmu itu pasti dilatar belakangi gambaran ketidak pantasan diriku untuk ada disisimu, aku tau, aku memang mempunyai profil yang tidak baik untuk mendampingi seorang wanita sepertimu, sosok wanita yang baik, beriman, dan lebih dewasa serta matang, yang kesemuanya tidak ada yang kumiliki, dan memang pantas untuk kamu tinggalkan, aku menyadari itu.
Itulah yang membuatku tidak pernah lagi melakukan contact denganmu, mungkin kamu benar, seharusnya aku tidak melakukan hal konyol disaat kamu dihadapkan pada situasi sulit, harusnya aku ada untukmu jika aku memang sayang kamu, tetapi itu hanya akan semakin menyakiti aku, karena.., semakin aku sering menyapamu, rasa sayang itu semakin tumbuh pada diriku, padahal kamu hanya menganggap aku mungkin hanya sebatas penghiburmu, harusnya aku bisa mengerti dan memahami apa yang ku rasakan ini.
Itulah yang membuatku tidak pernah lagi melakukan contact denganmu, mungkin kamu benar, seharusnya aku tidak melakukan hal konyol disaat kamu dihadapkan pada situasi sulit, harusnya aku ada untukmu jika aku memang sayang kamu, tetapi itu hanya akan semakin menyakiti aku, karena.., semakin aku sering menyapamu, rasa sayang itu semakin tumbuh pada diriku, padahal kamu hanya menganggap aku mungkin hanya sebatas penghiburmu, harusnya aku bisa mengerti dan memahami apa yang ku rasakan ini.
Aku tau, kamu tidak akan mungkin mau membaca tulisan ini, sekalipun tulisan ini aku tertujukan hanya untukmu, tapi ketahuilah, aku melakukan semua ini bukan tanpa alasan, kamu tau kan.., semua manusia melakukan sesuatu bukan tanpa alasan, akupun begitu, aku sendiripun tidak memahami jalan apa yang telah aku ambil, aku tidak lagi bisa berpikir logis, semua berjalan tanpa mampu aku pahami alurnya, hati dan otakku tidak lagi jalan beriringan, semua berlawanan arah, sungguh.., hatiku tidak pernah mau ini semua terjadi, tapi otakku menginginkan demikian, aku bahkan tidak bisa memahami diriku sendiri.
Seandainya Allah memberikan aku satu kesempatan untuk kembali dari awal, aku tidak ingin banyak berbicara kepadamu, tidak perlu tempat dan moment romastis, yang sederhana, duduk di sampingmu, menatapmu, dan menggenggam tanganmu, kemudian menjelaskan apa yang harus kujelaskan, aku hanya ingin menyampaikan ini: "aku menyayangimu", entah sejak kapan rasa ini ada dan entah sampai kapan ini akan berakhir, aku hanya ingin selalu bersamamu, tapi apakah aku akan mencintaimu lebih lama lagi untuk sesuatu yang tidak akan mungkin ku miliki.
Sudahlah, tidak seharusnya memang aku berbicara seperti ini, jujur, aku merindukanmu, aku tau, kita tidak pernah berstatus lebih dari saudara, tapi entah kenapa, aku selalu merasa bahwa apa yang kita jalani lebih dari sekedar saudara, tapi aku masih berharap, jika keajaiban itu benar2 ada, dan kamu mampu untuk mewujudkan nya walau hanya untuk satu kesempatan saja, akan aku genggam tangan mu dan tidak akan pernah aku lepaskan, hanya itu yang bisa aku janjikan pada mu.
Maaf jika tulisan ini sedikit mengganggu pikiran dan juga emosimu, kamu pasti berpikir betapa bodohnya aku, iya, aku menyadari itu.., aku tidak memahami betul apa yang telah kurasakan, tapi ketahuilah, semua ini aku lakukan karena aku masih sangat menyayangi mu sampai detik ini, walau aku masih belum mampu menyentuh ragamu.
G@l!p0n9





