Senin, 07 Mei 2018

melepasmu dengan cara paling indah.

Karenamu, aku menulis ini.., bukan puisi, tapi hanya kata2 yang kutulis di selang waktuku, di saat malam membelah diriku, hati & otak ku berdiskusi, keduanya saling menyalahkan, seperti gabungan dari segala nyeri yang kutampung di dada sebelah kiri.

Seharusnya catatan ini tidak pernah kucatat. tapi ternyata aku tidak cukup kuat menerima kenyataan perihal hubungan ini, sungguh., aku butuh kamu sebagai obat dari pelukanmu yang hangat, genggam tanganmu yang erat, atau pangkuanmu yang menopang tubuhku yang kian melemah, aku butuh kamu, sosok yang menawarkan kedamaian buat isi kepalaku yang kacau, aku butuh kamu, sebagai sinar yang menyala di ruang hatiku.

Tapi.., sang waktu sudah tidak mampu menghubungkan kita, nanti.., kamu harus pergi lagi, padahal aku masih menginginkan kita bisa berbicara, perihal apa saja, andai saja aku mampu membuatmu tetap ada disini, barangkali tidak perlu ada langkah pergi, tidak perlu ada rasa rindu yang membuat ranjangku sepi semalaman, andai aku mampu membuatmu tetap disini, barangkali tidak perlu ada tulisan di Blog ini lagi.

Kamu tidak pernah tau bagaimana aku menungguimu setelah berpaling kembali pulang, kamu tidak pernah tau bagaimana dirimu masih terbayang bersama doa2ku yang tidak pernah berhenti, memang aku orang yang paling keras dalam perkara mencintaimu, tapi sepertinya kamu tidak pernah tau itu, memang klau soal cinta, aku lebih memilih membicarakannya dalam bisu, kamu pun pasti tau bahwa kadang cinta memang rumit kaan??, kamu ada dalam kata2 yang tidak pernah terucap, kamu ada dalam secangkir kopiku yang pekat, kamu ada dalam tulisan2ku, yang kutulis sambil terkantuk, sudah lelah rasanya kujadikan mataku halaman buku terbuka, tapi kau adalah mata yang selalu menolak membacanya, & kamu tidak pernah tau berdukanya hatiku.

Karenamu, aku menulis ini, karena kata2 yang kupunya sudah tidak mampu bersuara lagi, maka jika tidak ada untuk kita bisa bersama, tolong ajarkan aku melepasmu dengan cara paling indah.

G@l!p0n9

Minggu, 25 Februari 2018

Haruskah Bertahan 2

Pada awalnya.., aku bangga dengan pilihanku, tapi pada akhirnya, tidak yakin pada pilihanku, saat aku sadar bahwa yang kupilih mungkin tidak sepenuhnya seperti aku impikan.

Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihanku,
tapi untuk bertahan pada pilihan tersebut, mungkin akan menghabiskan sisa usia yang aku miliki, karena.., cinta itu pilihan, kata siapa cinta itu tumbuh dengan sendirinya, cinta itu proses yang membutuhkan waktu, dan waktu akan mampu menumbuhkan cinta, namun waktu juga akan bisa memudarkan cinta itu.

Aku belajar untuk bertahan pada cinta yang telah aku pilih, dan itu tidaklah mudah, cinta membutuhkan sebuah pengorbanan yang dimana pengorbanan tersebut terkadang tidak masuk diakal, itulah cinta dan begitulah pengorbanan, aku belajar bahwa mengalah pada cinta bukan berarti aku kalah, ini adalah caraku untuk bertahan pada cinta yang aku pilih.

Karena..,

Bukan manusia yang menyempurnakan cinta, tapi Allah yang memiliki kuasa atas penyempurnaan cinta itu.

Bertahan pada pilihan..??

Sanggup dan mampukah aku..?

Cintaku perlu waktu untuk melalui semua proses ini.., karena cinta membutuhkan kepercayaan, bukan kecurigaan yang berlebihan.., karena cinta butuh uang.., cinta membutuhkan Kejujuran sekalipun pahit, namun itu lebih baik dari sebuah kebohongan manis, sebuah cinta itu dihargai bukan dengan materi.

Untukmu seorang dari sebuah cerita cinta yang telah aku pilih..,

Aku ingin bertahan disisimu,bertahan atas pilihanku, maaf jika aku tidak sempurna.

G@l!p0n9

Senin, 11 Desember 2017

Haruskah Bertahan

Yuung.., Ukuran kebahagian setiap orang itu ber-beda2, dan bahagiaku aku yang merasakan sendiri, aku terkadang merasa sudah tidak tahan dengan hubungan ini, tapi, banyaknya kenangan yang membuat aku tetap bertahan, dan  mungkin pada akhirnya nanti, aku bisa terjebak dengan hubungan yang tidak sehat, dan jika aku sudah merasa lelah, tidak salah jika aku berpikir untuk meninggalkanmu, karena.., hubungan tidak bisa hanya didasari oleh rasa cinta saja.

Yuung.., menjalani hubungan, dalam hal pandangan haruslah sama, karena, akan menjalani bahtera rumah tangga yang tidak sebentar, dan.., jika dalam hal sikap sudah berbeda, itu bisa menjadi penghalang, dan jika tidak kuat menghadapinya, maka pertengkaran demi pertengkaran yang akan terjadi, jadi.., aku harus memikirkan kembali tentang hal ini.

Yuung.., rasa nyaman itu mampu mengalahkan semua rasa, kalau sudah nyaman kadang orang enggan untuk pergi, kalau sudah nyaman seseorang enggan memikirkan hal2 yang negatif, karena itu buatlah orang yang kamu cintai ini merasa nyaman dengan perlakuanmu, dengan keadaanmu, karena.., andai aku tidak cintapun pasti akan mempertahankan dirimu dan bertahan dengan cintamu.

Yuung.., bukan karena cantik dan materi yang membuat seseorang itu bertahan, tapi.., yang terpenting adalah rasa yaman yang bisa kamu berikan, sebab.., yang awalnya jatuh cinta karena alasan cantik pada akhirnya akan pergi karena jatuh cinta pada seseorang yang membuatnya merasa nyaman.

Yuung.., seseorang yang bertahan karena merasa nyaman sudah pasti menemukan bahagianya, tapi seseorang yang bertahan karena alasan lain belum tentu bisa bahagia, maka jangan heran jika nanti aku bisa pergi meninggalkanmu, karena.., secantik apapun kamu kalau aku tidak merasa nyaman maka aku pasti akan pergi meninggalkanmu, mencari seseorang yang membuatku merasa nyaman, cantik belum tentu buat seseorang bisa nyaman, tapi kalau sudah nyaman, tidak cantik pun seseorang tetap akan bertahan.

Yuung.., kalau kamu tidak bisa membuat kekasihmu ini bertahan karena kecantikanmu maka buatlah bertahan karena merasa nyaman, buatlah aku menemukan kebahagian denganmu, dengan begitu, aku yang tidak percaya diri, biasa2 saja dan jauh dari kata sempurna ini, mampu mempertahankan seseorang yang saat ini mencintaiku.

Yuung.., tinggalkan apapun yang membuatmu merasa sedih, jauhi apa yang membuatmu merasa sakit, kamu bisa menghindari sesuatu yang membuatmu tidak bahagia, kamu bisa tidak peduli dan melepaskan aku yang hanya menyakitimu, kamu bisa mencari pengganti pasangan hidup yang bisa membuatmu bahagia.

Yuung.., hidup memang Allah yang mengatur, tapi sebagai manusia aku diberi pilihan, memilih hidup bahagia atau tidak bahagia tergantung pada keputusanku sendiri, aku bisa meninggalkan segala sesuatu yang nanti membuatku tidak bahagia dan akan pertahankan yang membuat hidupku merasa nyaman dan ini bukanlah takdir, karena hidup ini adalah pilihan, aku bisa memilih untuk hidup bahagia atau tidak, dan tentu saja hidup bahagia itu bukanlah hidup yang setiap harinya membuat aku bisa tertawa, karena.., ada kalanya aku merasa sedih, ya, sedih yang membuatku berusaha lagi untuk mendapatkan kebahagian dari yang lain.


G@l!p0n9

Jumat, 17 November 2017

Menimbang Rasa

Hai.., apa kabarmu.., ada apa denganmu,,? karena,, sekilas aku lihat kamu sedikit kurus, apa kamu baik2 saja..? 

Aku disini rindu akan hari2ku saat bersama kamu, namun sekarang berubah, disini hari2ku sepi, tidak ada lagi wajah untuk aku pandangi disetiap waktu, dan bibir yang tersenyum ketika melihat sifat kekanakanku mucul, tapi mulutmu itu selalu  pedas untuk mengritik ku, namun aku suka itu.

Aku rindu, sangat rindu,, otak ku penuh denganmu, aku ingin  membagi ceritaku, aku perlu kamu, aku bosan dengan kondisiku, kamu tau kan.., seseorang  selalu silih berganti datang ingin menyejukan hatiku, tapi kamu tetap, kamu tetap ada di sini, ya di hati ini,,! aku tidak pernah lupa dirimu, tapi ada kebencianku yang belum tuntas untuk rasa ini, aku yakin kamu tau perasaan itu.

Kamu tau.., jarak yang diciptakan antara pagi dan malam, tidak begitu jauh, bahkan sangat dekat, yaa.., seperti itulah aku dan kamu, terpisah oleh jarak yang sangat dekat namun aku tetap tidak memiliki kuasa untuk menggapaimu, apalagi ada mereka (masa lalumu), seakan membuat jarak kita semakin jauh karenanya.

Ada kalanya aku mampu menggapaimu dan hadirku menjadi tempat untuk menampung segala ceritamu, canda tawamu, senyummu yang tercipta indah karena tidak adanya mereka (masa lalumu) disisimu.

Perasaan apa ini, entah apa ini sifat jelek ku, tapi aku merasa itu tidak adil buatku..!

Yaank.., apa yang kamu lakukan membuatku cemburu, aku benci alurmu,, adil bagimu, tapi ini tidak adil bagiku, baik untukmu tapi tidak baik untuk ku.

Tentang kisah kita,,! Kamu, Aku, Dia dan Dia.

Haruskah seperti ini, Kamu dan Dia, diriku dengan dirinya, lalu kenapa kamu membuat seolah cintamu memang nyata kepadaku, biarkan saja aku pada waktu itu dengan perasaanku sendiri, yang mungkin akan memudar jika tidak kamu hiraukan rasaku.

Kenapa kamu harus menyakitinya untuk perasaan yang bahkan tidak bisa kamu yakini, kamu wanita ter egois yang pernah kukenal, kamu membuatku percaya bahwa cinta bertahta di hatimu, dan ketika aku percaya, lalu kenapa saat ini kau mulai membedakan aku dengan mantanmu, yang aku tau, kamu selalu mengalah untuknya, berusaha mengerti perasaannya.

Adilkah ini untukku..? aku tidak pernah memintamu untuk mencintaiku, kita bertemu dan mengucap janji, lalu, apa salah jika aku percaya, saat itu langkahmu begitu ringan untuk pergi meninggalkan nya dan menuju kepadaku dengan membawa buah masa lalumu, lalu dengan alasan apa kamu masih bisa berbaik hati kepada lelaki yang sudah 13tahun menjadikanmu tulang punggung.

Rasa macam apakah itu.., keadaan ini sungguh sulit, kalau keadaan nya seperti itu, aku tidak cukup punya arti bagimu, tapi kuakui aku merasa bahagia, meski kenyamanan tidak berpihak kepadaku, rasanya tidak adil, kamu lebih menyamankan dia daripada diriku, lihatlah dia yang saat ini nyaman dengan hidupnya tanpa beban bahkan kepada darah dagingnya sendiri pun, apakah seperti ini caramu membencinya.

Lalu kenapa dulu memilih pergi..?, jika seperti ini kamu hanya mempermainkan 2 lelaki sekaligus, lalu apa ini bisa dinamai cinta buatku, dan benci kepadanya.

Allah memang punya rencana, namun ketahuilah, Allah juga ingin aku berfikir kembali, lalu pertanyaannya sekarang bagaimana aku harus menerima rasa tidak adil darimu, haruskah aku ikhlas menerima yang kamu bawa dari masa lalumu..? sungguh.., rasa ini tidak adil bagiku, mungkin adil bagimu tapi tidak bagiku.

Kamu mungkin bisa saja bersikap kasihan  kepadanya dengan memberikan hak anak kepadanya tanpa sedikitpun kamu melihat haknya yang harus dipenuhi kepada anaknya, tapi biarlah.., perlu kamu tau, AKU dan DIA tidak ada satupun diantara kami yang tidak mau tau dengan buah pernikahan kami, dan haruskah kukatakan bahwa dia (masa lalumu) harusnya lebih tahu diri.

Haruskah aku ingatkan dari sekarang, Dia (masa lalumu) tidak menjadi bayangan yang dapat mengusik kebahagiaan kita nanti, harusnya dia sadar kalau memang kamu terbaik untuknya mengapa menyengsarakanmu begitu hebatnya setelah kamu pergi dan kamu mengapa begitu bodohnya selalu memberikan dia kenyamanan untuk hidupnya.

Tidak perlu lagi rasanya kujelaskan, karena segalanya jelas kamu tau, seharusnya kamu juga tau, kamu pernah dikecewakan olehnya kemudian terpuruk begitu parahnya, lalu kamu mencintaiku seakan aku mampu mengobati lukamu pada saat itu, entah bagaimana perasaan itu tumbuh untukmu namun ketahuilah bahwa setiap kali kamu mengadu padaku karena dia (masa lalu), aku juga terasa sakit, seakan aku mampu merasakan bagaimana sakitmu, setiap kalimat yang kudengar, aku merasa ingin berada disampingmu kala itu.. untuk menguatkanmu, untuk menjagamu namun apa daya lautan menjadi penghalang besar kita saat itu.

Kini kamu sudah bersamaku dan meminta untuk mengenggam tanganmu, menjadi penyemangatmu untuk menata masa depan, aku belum lupa sedikitpun dengan janji kita dengan tujuan memulai kebahagiaan bersama, tapi,, apakah adil, apakah kamu tidak berpikir bahwa apa yang aku terima nanti, lain dengan apa yang kamu berikan kepadanya.

Maaf.., sebesar apapun aku mencintaimu namun kamu sudah jelas tau, aku juga ikhlas kehilangan kenyamananku sendiri demi kebahagiaan yang bernama masa lalu (KAMU).

Dia yang dulu pernah bersamaku, memilki masa lalu (buah hati), sama sepertimu, dan aku memintanya untuk pergi dan membuat kebahagiaan sendiri, sejujurnya ketahuilah,, aku lebih memilih ikhlas kamu bersama dia daripada kau harus bersamaku namun tetap selalu ada bayang2 dia diantara kita nanti, dan rasanya itu sungguh tidak nyaman  sekarang pikirkanlah bagaimana kamu harus bersikap sebagai orang yang memiliki keadilan dan tanggung jawab pada masa depan, tidak hanya untukmu namun juga untuk masa depanku.

Ketahuilah.., tidak ada satupun manusia di dunia ini yang rela melihat kekasihnya berbagi hati, di dunia ini yang berbagi hati kepada yang lain memang mungkin ada, tapi percayalah, kebahagiaan yang seperti itu hanya ada untuk sesaat, tidak bertahan selamanya, sedangkan kita butuh kebahagiaan yang bisa kita rasakan sampai kita menua bersama dan kembali bersama ke sisiNYa, tidakkah kamu berpikir hal seperti itu bersamaku..? tapi aku tidak memaksa kamu mengikuti alurku, kamu hanya perlu tegas kepada masa lalumu untuk buah masa lalunya, fikirkanlah..,

Aku menuliskan ini karena.., aku merasa sangat takut namamu akan hilang dalam hatiku karena keadaan itu, sejujurnya.., aku tidak mau kamu hilang, bahkan berniat mengganti dirimu saja aku tidak mau, sudahlah.., aku tidak mau membuatmu risih dengan uneg2ku, biarkan waktu menyelesaikan tugasnya sembari menunggumu memikirkan hal itu, aku yakin suatu saat kamu akan mengerti maksudku, dan.., untuk saat ini aku ingin sendiri disini, menunggumu datang dan berlari kearahku.

Oh iyaa.., seandainya ada wanita dengan beraninya mengatakan bahwa dia menyukaiku, wanita itu mengatakan dengan tegas; “aku sudah lama memperhatikanmu, dan aku memperhatikan setiap apa yang kamu lakukan dan itu membuat aku menyukaimu”, aku pastinya akan berfikir bagaimana bisa aku untuk menyukainya, karena aku telah bersama kamu, bagaimana aku harus bersikap untuk perasaan ini..?

Sekarang aku bertanya kepadamu..? ketika aku diperhatikan dari jauh dengan rasa yang begitu dalam, tapi rasaku padamu memenangkannya ketimbang rasa dia padaku, jadi tidak mungkin aku meninggalkan rasaku padamu demi rasanya padaku, bukankah itu adil..?

Tenang sayang, aku akan berlaku adil pada perasaan ini, aku akan menjaga namamu disini, jadi kamu tidak usah khawatir tentang sesuatu yang tidak mungkin, bagaimana mungkin seseorang yang baru datang memperlihatkan cintanya sekaligus usahanya padaku yang jelas2 jauh tertinggal dengan dalamnya perasaanku padamu..?, aku akan mengadili perasaanku secara adil.

Tapi aku juga berfikir, sampai kapan pun, kita akan sulit untuk bersama, yang semuanya karena kondisimu, dan maukah kamu mengadili perasaanku ini seperti aku mengadili semua rasaku..? cobalah buka mata dan hatimu, bisakah Aku, Kamu nanti memiliki pengertian dan kesabaran menghadapi kehidupan dengan bayang2 masa lalu kita..? sungguh.., aku terlalu lama fikirkan hal ini, sangat rumit tentang pegadilan hati sayang

Sebelum kujatuhkan hatiku, sebelum terlanjur menikahi kamu, dan agar aku tidak merasa salah sangka, juga agar kamu tidak merasa cinta sendiri, izinkan aku menimbang rasa, andai rasamu sama seperti yang aku rasa, rasamu adalah rasaku, pasti akan aku titipkan utuh hatiku kepadamu, tapi jika rasa ini berbeda, biarkan aku pendam kembali, agar tidak lagi hati ini terluka karena tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.

Ingin sekali rasanya mengatakan segala yang kupikirkan, segala yang kurasakan tentang dia, mereka (masa lalumu), bahwa dia yang senantiasa kamu mudahkan, mereka yang selalu kamu banggakan kepadaku, sepertinya kamu tidak menginginkanku setulus rasaku, nanti aku hanya seseorang yang sedang menampung ceritamu.

Sayang, aku memang bukan kekasih yang baik. tapi.., aku adalah orang yang setia, setia menemanimu sambil menghabiskan secangkir kopi yang hampir dingin, setiap mendengarkanmu bercerita.

Jika boleh aku mengingatkanmu pada satu hal, bahwa hatiku senantiasa mencintaimu, senantiasa terbuka untukmu, tapi, jika kamu tidak kunjung tegas dengan masa lalumu, akan aku tutup rapat hatiku untuk namamu, membiarkanmu di luar sana sendirian, dan tidak lagi akan aku perdulikan tentangmu, juga tentangnya (masa laluku).

G@l!p0n9

Rabu, 15 November 2017

Brengsex

“Hari ini saya kesel, sekarang saya tau kalau dia selama ini juga tidak jujur.

Tapi.., katanya saya "BRENGSEK"..,

Wanita pemilik kalimat itu memang sedang dibrengseki seorang lelaki yang telah membuat janji menikahinya, lagi2,, seorang lelaki memperdaya wanita, apakah laki2 memang  seperti itu..?, sulit sekali jujur untuk seorang wanita yang sangat mencintainya..?

Saya adalah lelaki dan bukan perempuan, semua orang juga tau kalau saya memang seorang lelaki, saya merasa malu pada kelakuan ke-laki2an saya yang begitu mudah mengungkapkan kata2 setia dengan obrolan janji2 yang Palsu.

Mengapa harus berjanji jika sulit untuk ditepati..?, tapi saya tidak sepakat bahwa lelaki itu semuanya bejat, bukankah perempuan juga ada yang begitu, banyak wanita yang tidak setia pada suaminya, dan masih banyak lelaki yang masih baik pada istrinya, masih ada juga lelaki yang pengertian dan tulus dengan pasangannya, meskipun kadang kala si lelaki ini tidak tau kalau si wanitanya sedang berusaha menjalin silahturahmi dengan mantan lelaki yang juga permah dicintainya.

Tulisan saya ini sama sekali bukan gosip murahan, saya tidak suka bicara tentang orang lain, saya hanya ingin sampaikan bahwa cinta memang butuh komitmen yang pasti dari keduanya.

Berikut ini saya tuliskan beberapa kalimat untuk wanita setia diseberang sana yang katanya merasa dibohongi oleh lelaki idamannya, semoga berkenan menerima kata2 ini.

“Sadar telah dibohongi bukanlah perkara mudah.., rasanya sakit dan perih, apalagi sudah percaya sepenuhnya dengan memberikan banyak hal yang kita miliki, saya tau bagaimana rasa yang sedang menyelimutimu sekarang dan kuharap kamu bisa bersabar sedikit dan selalu berbicara dengan bahasa yang baik.

“Cara yang paling berat yang mungkin harus kamu lakukan adalah menjauh, melupakan semua dan..tidak lagi mau mengenal.., ini sebuah langkah yang sulit untuk diputuskan karena perasaanmu akan lebih tersayat, tapi, keputusan berat ini memang harus kamu buat demi mengurangi rasa sakitmu."

“Masih banyak lelaki lain di dunia ini yang membutuhkan wanita menarik sepertimu, kebaikan dan kelembutan adalah kelebihanmu, yakinlah bahwa kamu adalah wanita yang pantas menerima cinta yang besar dari seorang lelaki yang baik. Bukan saya!”

“Hidup memang penuh kebohongan, dan sulit sekali bagi seseorang menemukan cinta yang jujur dengan wajahnya yang tulus seperti yang kita mau  tapi, hidup harus terus berjalan, sampai ada jalan mulus yang bisa memberikan titik temu untuk jiwamu; cinta sejati!”

“Percayalah, Allah tidak pernah tidur sedetik pun, Allah selalu mendengarkan suara hati kita, dan kita harus tau bahwa Allah itu dekat, sehingga ketulusan harus kita miliki untuk apapun juga.”

“Apa artinya hidup yang tidak kekal ini bila kita gunakan hanya untuk menyakiti orang, sayaank.., kamu harus kuat, hadapilah semuanya dan yakinlah kalau kamu akan berhasil lewati semua ini dengan bahagia.”

“Jangan teruskan hubungan, putuskan, dan biarkan pergi jauh dari kehidupanmu, untuk apa sia2kan waktumu demi lelaki brengsek ini!! wanita yang baik sepertimu layak dimiliki oleh seorang laki2 yang baik juga, kamu pantas mendapatkan yang lebih baik, lebih cocok, lelaki yang mengerti kamu dan lelaki yang tidak hanya bisa menjual kata2 bohong belaka, karena menurutku hubungan yang telah dibumbui kebohongan tidak layak diteruskan, apalagi dipertahankan!”

“Aku akan selalu ada mendukungmu, untuk kebahagian dalam hidupmu dengan menerima cinta yang tulus, selamanya.”

Jumat, 11 Agustus 2017

Tak ingin kehilangan Dia, sementara atau pun selamanya.

Tiba2 terpikirkan olehku..,

Ternyata.., bukan perkara mudah untuk bisa mengungkapkan apa yang kita rasakan kepada seseorang yang kita harapkan kehadirannya, rasa takut kehilangan yang menghampiri, membuat aku jadi lupa diri, siapa aku dan apa maksudku untuk bisa bersamanya, dan apa yang akan aku lakukan selanjutnya, apa yang akan Dia terima saat bersamaku..? seperti itulah perasaan yang menghantui disetiap pertanyaan.

Sedikitpun aku tidak pernah ingin kehilangannya, untuk sementara.., apalagi selamanya.., Dia, wanita terbaik yang pernah aku punya  tapi, apakah ada jaminan Dia akan selalu berada disampingku, bukan aku penakut, aku hanya tidak mau mengikuti keegoisanku, aku sadar bahwa Dia lebih berarti dari sebuah hubungan yang tidak ada ujungnya.

Sejak awal pertemuan.., tepat tgl 07 - 12 - 2016, Dia orang yang ramah, sedikit humoris, dan sederhana saja, yah ... hal yang tidak pernah terpikirkan, pertemuanku dengannya lewat jalan yang tidak ditentukan.

Berhubungan kembali tanpa sengaja, dan saat itu aku masih mencintainya, tapi, karena saat itu Dia telah memiliki seseorang yang telah mengisi kebahagiaan di setiap hari2nya. aku memutuskan untuk mengendalikan perasaan yang aku punya, tidak ingin lagi memilikinya sebagai apapun, dan aku telah nyaman menjadikannya sebagai saudara terbaikku, ya.., aku memutuskan untuk tetap menjadikannya saudara, tidak lebih.

Saat pertemuan, sangat mengesankan buatku, aku menghabiskan malam bersamanya. hingga keesokan harinya, aku harus pulang kembali ke surabay,  ya.., sedikit tidak rela harus pulang.., karena jujur sangat bahagia saat bersamanya. tapi, mau tidak mau ... aku harus pulang  dan aku hanya berharap suatu saat dapat bertemu lagi dengannya.

Beberapa hari setelah kepulanganku, aku dan dia tetap komunikasi, membicarakan apa saja, tapi, aku tidak menyangka kalau suaminya akan sangat marah dengan adanya kehadiranku. hingga saat itu aku berusaha untuk tidak mengganggu mereka lagi. tapi, dia tetap  menghubungiku. dan aku jujur tidak mau kehilangan komunikasi dengannya, dan aku semakin merasa kalau aku benar2 menyayanginya. tapi, ya..,  aku harus berusaha menghilangkan rasa itu. aku tidak mau merusak hubungannya dengan orang yang telah menyayanginya.

Sepertinya suaminya benar2 sudah sangat terganggu dengan adanya diriku, hingga saat itu, aku memutuskan untuk pergi menjauh dari hidupnya. melupakan semua kisah ini, aku tersentak.., tidak tau harus berbuat apa. aku menerima kenyataan, aku harus merelakan Dia, ber-hari2 aku merasa kehilangan hal yang sangat berharga dalam hidupku, ya.., karena Dia cinta pertama yang aku punya. dan hal yang tidak pernah terpikirkan aku harus kehilangannya.

Aku tidak berani menghubunginya. sangat tersiksa. hingga aku melihat dia menuliskan di jejaring sosial seperti ini: " ya ALLAH, sampaikan padanya aku merindukannya " dengan spontan air mataku menetes, aku sangat terpukul. dan aku tidak ingin berharap lebih saat itu, tapi hatiku tetap mencintainya, apapun yang terjadi saat itu, sungguh.., aku tidak rela kehilangan Dia.

Bagaimana aku tidak takut kehilangannya.., Dia yang saat ini tidak pernah lagi bertemu denganku, selalu tau kapan hatiku benar2 merasa sepi, sedih, bahagia, dan sebagainya. Dia seperti selalu merasakan itu. walaupun aku tidak pernah memberi taunya. dia selalu punya cara untuk membuat ku tersenyum lagi, aku menyayanginya, aku tidak mau badai sesaat menghancurkan hubungan ini, Dia selalu bisa jadi apapun yang bisa membuat kutersenyum.

Aku akui terkadang aku memang menyebalkan dan membuatnya sedih, tapi bukan berarti aku merasa senang jika Dia  bersedih, aku ingin melihatnya bahagia dan selalu tersenyum, tapi sayangnya,  ada rasa takut dan cemburu dalam hatiku, takut jika Dia meninggalkanku, aku tidak ingin kehilangan Dia, aku mencintainya tulus dari hatiku dan aku ingin Dia bisa merasakannya, walaupun terkadang ego dan cuekku membuatku se-akan2 menjaga jarak darinya, tapi jujur itulah perasaanku.

Rasa cemburuku ini sering kali menyiksaku, aku tidak suka Dia bersama orang lain, tapi aku sendiri tidak bisa selalu menemaninya, padahal aku tau, Dia sangat membutuhkanku, aku memang sangat egois, hingga terkadang aku cemburu, aku sangat takut Dia kembali dekat dengan nya. Dalam pikiranku selalu muncul pemikiran negatif, karena masih ada yang mencintai Dia, aku merasa, ada yang ingin merebut Dia dari aku, dan mungkin ada yang berusaha memisahkan aku dan Dia, hingga terkadang aku lebih suka Dia diam di rumah dan jangan terlalu sering bertemu dengan nya lagi.

Aku merasa.., ada banyak hal yang belum aku ketahui darinya, ada banyak rahasia yang se-akan2 Dia tutupi, mungkin belum saatnya aku mengetahui semua tentangnya, tapi tetap saja segala hal yang coba Dia tutupi itu membuatku menaruh curiga padanya, aku selalu ber-tanya2, apa yang sebenarnya coba Dia sembunyikan dariku, aku mulai berpikir Dia masih sepenuhnya belum bisa percaya padaku.

Seharusnya Dia yakinkan aku, bahwa aku adalah pilihan terakhirnya, dengan begitu kecemburuanku akan sedikit terkikis dan membuat hati ini lebih tenang, jangan ada rahasia dan luangkan lebih banyak waktu untuk lebih saling mengenal dan mengerti satu sama lain, jika Dia bisa membuatku percaya mungkin aku lebih santai menjalani hubungan ini, aku pun tidak perlu khawatir dengan semua yang akan terjadi.

Karena..,

Didalam masa depanku yang sederhana ini sudah kurancang dirinya ada di dalamnya, pribadi yang sudah saling mengerti, saling menghargai satu sama lain, saling mencintai dan menerima kekurangan dan kelebihan masing2, aku hanya tidak ingin apa yang aku lukiskan bersama Dia terhapus begitu saja, karena Dia nanti menjadi milik orang lain, karena itu aku sangat cemburu dan aku minta maaf untuk itu.

Hai yuung.., Aku tidak ingin melihatmu lemah, aku ingin kamu tetap bertahan dalam kondisi apapun, dan kamu harus bahagia dalam hidupmu.

Hai yuung.., Aku bersyukur memilikimu, aku tidak ingin kamu sakit, ataupun sedih. aku hanya ingin melihatmu bahagia, menjadi yang tebaik untuk orang2 yang kamu sayangi.

Hai yuung.., Aku ingin menjadi sosok yang selalu bisa jadi penyemangat dalam hidupmu, seperti yang kamu lakukan padaku, aku sayang kamu, dan aku tidak ingin kehilangan kamu, karena.., kamu adalah hal terindah yang ALLAH kasih buatku, tapi jika ALLAH yang memutuskan baru aku bisa rela.

G@l!p0n9
Rasanya tidak bisa lagi aku rangkai kata untuk mengungkapkan rasa bahagia ku atas kehadiran Dia. tapi aku yakin Dia mengerti bagaimana Dia sangat berharga buatku, jangan lagi ada kata perpisahan, biarlah itu menjadi rahasia-Nya, karena.., aku tidak ingin kehilangan Dia, sementara atau pun selamanya.

Rabu, 09 Agustus 2017

Lelahku

Pernahkah punya kekasih istri orang..? dan apakah boleh berhubungan dengan lawan jenis yang ternyata masih istri seseorang..?

Aku menulis ini ketika tubuhku tidak kuat lagi menahan lelah .., aku menulis ini ketika mulutku tidak mampu lagi berkeluh.., aku mengingatnya sebagai sosok yang pernah hadir, meskipun tidak pernah tinggal.., andai Dia tau perasaanku, mungkin aku ini hanya persinggahan, tempat meletakan segala kecemasan nya.

Begini, ceritanya..,

Awalnya.., ini bukanlah hubungan yang serius, meski di masa lalu aku dan Dia pernah menjalin kisah asmara, aku dan Dia kembali bertemu hanya sebagai saudara, tetapi karena aku dan Dia sangat sering bicara, bahkan hampir setiap hari, membuat hubungan ini semakin akrab, juga ada banyak kecocokan dalam pembicaraan.

Awalnya aku tidak merasa risih dengan statusnya yang sudah bersuami dan punya tiga anak, karena aku sendiri punya status yang sama dengan Dia, tapi seiring berjalan waktu, Dia sering cerita tentang rumah tangganya, mengeluh tentang suaminya, menceritakan tentang kurangnya tanggung jawab suaminya dengan kebutuhan ekonomi rumah tangga, dan aku pun demikian, seperti Dia.., aku juga sering berkeluh kesah tentang segalah hal kepada Dia.

Sebagai saudara, saat itu aku hanya membantu mengingatkannya, karena ketidak harmonisan rumah tangga tidak hanya se-mata2 karena kesalahan suami, tapi bisa jadi karena kesalahan istri, ingat.., banyak kenangan yang Dia lewati bersama suaminya, suami yang selalu ada di sisinya untuk mendampingi saat melalui masa2 susah, senang, dan sakit, suami yang hadir menemani untuk membantu meringankan beban Dia di kala itu.

Seandainya Dia bisa membaca perasaan dan bisa mengetahui isi otakku, mungkin hatinya yang beku akan segera mencair, aku sendiri tidak tau apa salahku sehingga aku dan Dia yang baru saja bertemu tiba2 terhempas dari dunia mimpi ke dunia nyata, dan tidak penasarankah Dia pada nasib yang kedinginan seorang diri tanpa wanita yang sangat dicintainya.

Dari hubungan suami istri yang gagal, harusnya Dia tau bagaimana cara menciptakan sebuah hubungan yang baik, Dia mestinya tau bagamana seharusnya bersikap, dan menjaga hubungan denganku agar tidak lagi terulang kesalahan yang sama.

Beberapa bulan terakhir ini aku memang berusaha menjauh darinya, bukan apa2, aku hanya ingin menjaga perasaan suaminya yang selalu menerorku dengan kata2 yang menyakitkan, dan bukan sifatku untuk selalu diam menerima hujatan2 itu, aku menjauh.., untuk menjaga diriku dan memberi batasan padanya bahwa hubungan ini sudah tidak bisa diteruskan lagi, karena akan menyakiti perasaan suaminya, juga.., perasaanku.

Bagaimana reaksinya..? ya.., Dia marah, Dia kecewa, Dia tidak menginginkannya, Dia masih ingin agar hubungan ini terus berlanjut seperti biasanya, tapi aku merasa hubungan ini sudah tidak membuatku nyaman, aku tidak mau menyakiti hati suaminya, aku juga merasa tidak pantas lagi untuk curhat, bercanda dan berbagi cerita dengannya.

Karena.., aku takut, jika aku tetap ada dalam hidupnya Dia akan mengkhayalkan aku, aku takut terlibat dalam zina hati yang seharusnya tidak perlu terjadi, aku takut berdosa ketika Dia mengkhayalkan aku dengan syahwat dan saat dia semakin mengkhayalkan aku maka semakin menumpuklah dosa2ku karena telah mencintai Dia yang seharusnya masih milik suaminya.

Meski hubunganku dan Dia tidak berjalanan mulus, ada hikmah yang bisa Dia petik dari sepenggal kisah cintanya bersamaku, Dia sempat menjalani hubungan yang tidak baik bersamaku, Dia bisa merasakan kecewaku, sedihku, dan cemburuku, itu adalah sebuah pelajaran rasa, bagi Dia.

Buat Dia.., maafkan aku.., bukan aku tidak menghargai hubungan ini, bukan aku tidak tidak punya hati, bukan karena aku ingin melupakan dan bukan karena aku membenci, tapi tolong mengertilah keadaan ini, mungkin akan berbeda jika dirinya sudah sendiri, ber-senang2lah dengan suami yang jelas2 masih halal, berbahagialah bersama anak2, jangan lagi mengirimkan pesan kangen padaku, karena jika Dia kangen seseorang maka suaminya yang lebih berhak Dia kangeni daripada aku.

Terima kasih sudah pernah hadir, membuatku bahagia, dan mengajarkan aku banyak hal.., terima kasih atas kehadiran yang sementara, dalam kisahku kali ini, aku tidak akan lagi salah dan sekarang aku tau bagaimana bersikap dan memilih hubungan yang baik agar tidak mengalami seperti sekarang ini.

Cinta memang banyak rintangan, belum tentu Dia dan aku yang saling mencinta bisa dipersatukan, meskipun berat, aku dan Dia harus rela berpisah, karena tidak ada lagi jalan keluar buat aku dan Dia, pasang surut kisah cinta yang pernah kita lalui berdua menyadarkanku, bahwa, mencintainya itu tidak semanis dan sesempurna seperti yang aku kira..

Walau gagal menjalin hubungan ini, bukan berarti aku telah menyia2kan waktu, Dia memang ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi persinggahan sementara, tetapi, aku dan Dia berpisah karena keadaan yang memaksa, terima kasih atas kesediaannya menjadi persinggahan hatiku, dan aku berharap.., Dia tidak menyesali perpisahan ini, karena yang ada di hatiku saat ini adalah harapan dan do’a terbaik untuk masa depan masing2, aku berdoa agar dirinya segera mendapat pengganti yang lebih baik, yang bisa saling melengkapi.

Terima kasih umtuknya.., aku pernah bahagia bersamanya, tidak ada yang pantas disesali dari kebersamaan kita yang dulu, dan sebagai salah satu orang terbaik yang pernah ada dalam hidupku aku tidak pernah berhenti untuk mendoakannya, tapi.., mendoakannya bukan berarti aku masih menyimpan rasa cinta untuknya, tapi hanya karena sebagai rasa peduliku pada orang yang pernah menjadi sandaran hatiku, aku pernah bahagia bersamanya, maka tidak ada salahnya jika aku mendoakan yang terbaik untuknya.

“Jaga diri kamu baik2 ya.., terima kasih atas hari2 yang indah disaat bersama, susah, senang, sakit, dan masih banyak lagi kenangan kita, aku minta maaf jika aku banyak salah.

“Terima kasih telah menemani di masa2 sulit, harapan kedepan semoga aku dan Dia mendapatkan takdir yang terbaik, jodoh yang terbaik, masa depan yang lebih baik.

Amiin..,

Hai.., yuung.., kalau kamu ingin tau bagaimana perasaanku, seluruh kalimat yang terbentuk dari ribuan kata yang aku tulis, tidak akan bisa mewakilinya, karena.., perasaan bukanlah susunan kata dan kalimat yang bisa dijelaskan dengan tulisan, perasaan ada di dalam ruang paling dalam, yang tidak bisa dinyatakan hanya dengan perkatan atau bualan.., Aku lelah.., Itulah perasaanku.

Semoga kamu tau, aku berjuang, setiap hari untuk melupakan, aku memaksa diriku agar membencimu, bisakah kamu bayangkan rasanya jadi seseorang yang setiap hari menahan tangisnya agar tetap terlihat baik2 saja..? sepertinya.., kamu tidak tau itu.

G@l!p0n9
Suka sama tulisanku..? hmm.., tidak akan ada yang mengalahkan romantisnya, dengan langsung memegang tanganku, menggenggamnya dan merasakan dengan jemarimu.., miliki segera aku.