Banyak hal dalam hidup yang dihargai begitu tinggi, tapi nyatanya tidak mampu menolong kita, ketika hidup kita mulai terpuruk.
Aku tidak tau seberapa keberuntungan yang ada dalam hidupku, tapi dari hidup yang kemarin aku lalui hingga saat aku bisa duduk berdua dengan orang yang kusayangi dengan jarak yang tidak jauh, hingga mata ini bisa menatapnya saat berbicara, lalu saling menertawakan ketidak beruntungan kita soal jodoh, itu adalah suatu keburuntungan, karena kita akhirnya saling mengetahui tentang pasangan kita, hahahaha.., sungguh aku tertawa kalau mengingat hal itu.
Aku mengutip buku yang pernah aku baca; Kemana pun kau pergi, akan melihat dan mendengar; orang2 yang bernafsu ingin memiliki sesuatu yang baru, sebuah mobil baru, sebidang tanah baru, mainan terbaru, bahkan suami atau istri baru.., hahaha kembali aku tertawa pada bagian ini.., dan kemudian mereka juga bernafsu bercerita pada teman2 dan saudara2nya; coba lihat apa yang baru aku beli dan aku miliki.
Kamu tau bagaimana aku menafsirkan semua itu..?
Yang di inginkan oleh orang2 ini, termasuk juga aku, pada dasarnya adalah kasih sayang.., tapi karena tidak bisa mendapatkannya, mereka mencari ganti dalam bentuk yang lain, mereka mengikatkan diri pada harta benda dan mengharapkan mendapat semacam kepuasan dari situ, akan tetapi usaha mereka tidak pernah berhasil, karena kita tidak dapat menukar cinta, kelembutan, keramahan, atau rasa persahabatan dengan harta benda.
Ada kalanya aku berpikir, apakah mungkin bahwa "uang tidaklah sepenting itu untuk dicintai" dan hatiku bicara; mungkin karena aku tidak sekaya dan tidaklah seberuntung mereka yang punya uang lebih bahkan berlebihan, atau apakah ini hanya penyangkalanku saja.., kalau aku memang tidak sehebat itu untuk mampu membeli apa yang aku butuhkan dan segala yang aku inginkan.
Aku merasa tidak miskin, bila itu hanya keinginan untuk memiliki motor baru, ponsel baru, baju baru, atau sepatu baru, karena banyak orang2 diluar sana yang hidupnya tidak seberuntung aku, ada sebuah nasehat yang berbunyi; anggap lah apa yang sudah kamu lalui dan kamu dapatkan dalam hidup, mampu membuatmu meng'amini nya, seperti juga kalimat yang berbunyi; manusia butuh makan, tapi siapa yang bilang kalau manusia butuh makanan yang enak.
Sesungguhnya aku sering kali memikirkan hal di atas, dan merujuknya dengan kisah yang aku alami, apakah keyakinanku bahwa mencintai kamu tidaklah penting, atau ini hanyalah penyangkalanku saja yang tidak percaya diri atas kamu karena aku manusia yang biasa2 saja.
Buktinya.., banyak hal tentang kamu yang setengah mati aku kejar dan kuinginkan, tapi sangatlah berat untuk diperjuangkan, denganmu.., banyak hal2 semu yang aku tangisi, tetapi kenyataannya tidaklah bisa membuat diriku menjadi utuh, begitu banyak cinta dan perhatian yang aku berikan padamu tetapi bahkan tidak bisa memberiku pelukan atau sandaran saat aku memerlukannya, cintamu yang kuhargai begitu tinggi, tapi tidak mampu menggenggam tanganku, yaa.., mungkin aku terlalu sombong, seakan bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.
Sayaang.., tidak semua arah yang keliru dalam hidup ini, bisa kita temukan jalan keluarnya di pencarian Google, tapi satu hal yang pasti; ketika kamu pergi, aku tidak akan pernah mengingat sebanyak apa cinta yang sudah kuberikan untukmu, akan tetapi.., seberapa banyak waktu juga kasih sayang yang sudah bersedia kamu bagi buatku.
Sepertinya ini munafik sekali, tapi aku bukanlah sedang bicara soal hidupku, aku hanya mencoba mengatakan bahwa hidup jangan diisi dengan hal2 yang sebenarnya tidak begitu berguna yang bisa mengotori kebahagiaan cinta kita, dan ini hanyalah tulisan yang coba aku bagi kepada orang yang aku kenal atau tidak ku kenal, aku mungkin tidaklah punya harapan atas kamu, tapi aku punya waktu untuk mendengarkan, aku punya waktu yang bersedia aku bagi, dan aku masih punya rasa syukur di dalam hati atas segala hal yang kualami, inilah hidup yang kupilih untuk aku yakini dan aku merasa bahagia di dalamnya.
Tapi tentu saja aku sering merasa kesepian dan terluka sendirian, karena walau pun terlihat seperti pribadi yang sangat terbuka, aku bukanlah manusia yang pandai menyampaikan kesedihan pada orang lain, tapi saat aku merasakannya, aku hanya perlu menerima kesedihan itu, aku akan menangis, tapi itu tidak akan membuatku berhenti tersenyum setelah berhasil melewatinya.
Tidak ada yang mengatakan bahwa manusia tidak boleh merasa sedih dan kesepian, yang tidak boleh dilakukan adalah membiarkan nya bertahan terlalu lama dalam hati, kita hanya perlu memberinya jalan, dan berhenti keras kepala dengan menahannya, maka kerinduan pun akan terlewati.
Semoga, kamu pun tengah bahagia dengan hidup yang kamu jalani.
G@l!pong
Aku tidak tau seberapa keberuntungan yang ada dalam hidupku, tapi dari hidup yang kemarin aku lalui hingga saat aku bisa duduk berdua dengan orang yang kusayangi dengan jarak yang tidak jauh, hingga mata ini bisa menatapnya saat berbicara, lalu saling menertawakan ketidak beruntungan kita soal jodoh, itu adalah suatu keburuntungan, karena kita akhirnya saling mengetahui tentang pasangan kita, hahahaha.., sungguh aku tertawa kalau mengingat hal itu.
Aku mengutip buku yang pernah aku baca; Kemana pun kau pergi, akan melihat dan mendengar; orang2 yang bernafsu ingin memiliki sesuatu yang baru, sebuah mobil baru, sebidang tanah baru, mainan terbaru, bahkan suami atau istri baru.., hahaha kembali aku tertawa pada bagian ini.., dan kemudian mereka juga bernafsu bercerita pada teman2 dan saudara2nya; coba lihat apa yang baru aku beli dan aku miliki.
Kamu tau bagaimana aku menafsirkan semua itu..?
Yang di inginkan oleh orang2 ini, termasuk juga aku, pada dasarnya adalah kasih sayang.., tapi karena tidak bisa mendapatkannya, mereka mencari ganti dalam bentuk yang lain, mereka mengikatkan diri pada harta benda dan mengharapkan mendapat semacam kepuasan dari situ, akan tetapi usaha mereka tidak pernah berhasil, karena kita tidak dapat menukar cinta, kelembutan, keramahan, atau rasa persahabatan dengan harta benda.
Ada kalanya aku berpikir, apakah mungkin bahwa "uang tidaklah sepenting itu untuk dicintai" dan hatiku bicara; mungkin karena aku tidak sekaya dan tidaklah seberuntung mereka yang punya uang lebih bahkan berlebihan, atau apakah ini hanya penyangkalanku saja.., kalau aku memang tidak sehebat itu untuk mampu membeli apa yang aku butuhkan dan segala yang aku inginkan.
Aku merasa tidak miskin, bila itu hanya keinginan untuk memiliki motor baru, ponsel baru, baju baru, atau sepatu baru, karena banyak orang2 diluar sana yang hidupnya tidak seberuntung aku, ada sebuah nasehat yang berbunyi; anggap lah apa yang sudah kamu lalui dan kamu dapatkan dalam hidup, mampu membuatmu meng'amini nya, seperti juga kalimat yang berbunyi; manusia butuh makan, tapi siapa yang bilang kalau manusia butuh makanan yang enak.
Sesungguhnya aku sering kali memikirkan hal di atas, dan merujuknya dengan kisah yang aku alami, apakah keyakinanku bahwa mencintai kamu tidaklah penting, atau ini hanyalah penyangkalanku saja yang tidak percaya diri atas kamu karena aku manusia yang biasa2 saja.
Buktinya.., banyak hal tentang kamu yang setengah mati aku kejar dan kuinginkan, tapi sangatlah berat untuk diperjuangkan, denganmu.., banyak hal2 semu yang aku tangisi, tetapi kenyataannya tidaklah bisa membuat diriku menjadi utuh, begitu banyak cinta dan perhatian yang aku berikan padamu tetapi bahkan tidak bisa memberiku pelukan atau sandaran saat aku memerlukannya, cintamu yang kuhargai begitu tinggi, tapi tidak mampu menggenggam tanganku, yaa.., mungkin aku terlalu sombong, seakan bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.
Sayaang.., tidak semua arah yang keliru dalam hidup ini, bisa kita temukan jalan keluarnya di pencarian Google, tapi satu hal yang pasti; ketika kamu pergi, aku tidak akan pernah mengingat sebanyak apa cinta yang sudah kuberikan untukmu, akan tetapi.., seberapa banyak waktu juga kasih sayang yang sudah bersedia kamu bagi buatku.
Sepertinya ini munafik sekali, tapi aku bukanlah sedang bicara soal hidupku, aku hanya mencoba mengatakan bahwa hidup jangan diisi dengan hal2 yang sebenarnya tidak begitu berguna yang bisa mengotori kebahagiaan cinta kita, dan ini hanyalah tulisan yang coba aku bagi kepada orang yang aku kenal atau tidak ku kenal, aku mungkin tidaklah punya harapan atas kamu, tapi aku punya waktu untuk mendengarkan, aku punya waktu yang bersedia aku bagi, dan aku masih punya rasa syukur di dalam hati atas segala hal yang kualami, inilah hidup yang kupilih untuk aku yakini dan aku merasa bahagia di dalamnya.
Tapi tentu saja aku sering merasa kesepian dan terluka sendirian, karena walau pun terlihat seperti pribadi yang sangat terbuka, aku bukanlah manusia yang pandai menyampaikan kesedihan pada orang lain, tapi saat aku merasakannya, aku hanya perlu menerima kesedihan itu, aku akan menangis, tapi itu tidak akan membuatku berhenti tersenyum setelah berhasil melewatinya.
Tidak ada yang mengatakan bahwa manusia tidak boleh merasa sedih dan kesepian, yang tidak boleh dilakukan adalah membiarkan nya bertahan terlalu lama dalam hati, kita hanya perlu memberinya jalan, dan berhenti keras kepala dengan menahannya, maka kerinduan pun akan terlewati.
Semoga, kamu pun tengah bahagia dengan hidup yang kamu jalani.
G@l!pong
