Kamis, 09 Maret 2017

Keinginan

Banyak hal dalam hidup yang dihargai begitu tinggi, tapi nyatanya tidak mampu menolong kita, ketika hidup kita mulai terpuruk.

Aku tidak tau seberapa keberuntungan yang ada dalam hidupku, tapi dari hidup yang kemarin aku lalui hingga saat aku bisa duduk berdua dengan orang yang kusayangi dengan jarak yang tidak jauh, hingga mata ini bisa menatapnya saat berbicara, lalu saling menertawakan ketidak beruntungan kita soal jodoh, itu adalah suatu keburuntungan, karena kita akhirnya saling mengetahui tentang pasangan kita, hahahaha.., sungguh aku tertawa kalau mengingat hal itu.

Aku mengutip buku yang pernah aku baca; Kemana pun kau pergi, akan melihat dan mendengar; orang2 yang bernafsu ingin memiliki sesuatu yang baru, sebuah mobil baru, sebidang tanah baru, mainan terbaru, bahkan suami atau istri baru.., hahaha kembali aku tertawa pada bagian ini.., dan kemudian mereka juga bernafsu bercerita pada teman2 dan saudara2nya; coba lihat apa yang baru aku beli dan aku miliki. 

Kamu tau bagaimana aku menafsirkan semua itu..? 

Yang di inginkan oleh orang2 ini, termasuk juga aku, pada dasarnya adalah kasih sayang.., tapi karena tidak bisa mendapatkannya, mereka mencari ganti dalam bentuk yang lain, mereka mengikatkan diri pada harta benda dan mengharapkan mendapat semacam kepuasan dari situ, akan tetapi usaha mereka tidak pernah berhasil, karena kita tidak dapat menukar cinta, kelembutan, keramahan, atau rasa persahabatan dengan harta benda.

Ada kalanya aku berpikir, apakah mungkin bahwa "uang tidaklah sepenting itu untuk dicintai" dan hatiku bicara; mungkin karena aku tidak sekaya dan tidaklah seberuntung mereka yang punya uang lebih bahkan berlebihan, atau apakah ini hanya penyangkalanku saja.., kalau aku memang tidak sehebat itu untuk mampu membeli apa yang aku butuhkan dan segala yang aku inginkan.

Aku merasa tidak miskin, bila itu hanya keinginan untuk memiliki motor baru, ponsel baru, baju baru, atau sepatu baru, karena banyak orang2 diluar sana yang hidupnya tidak seberuntung aku, ada sebuah nasehat yang berbunyi; anggap lah apa yang sudah kamu lalui dan kamu dapatkan dalam hidup, mampu membuatmu meng'amini nya, seperti juga kalimat yang berbunyi; manusia butuh makan, tapi siapa yang bilang kalau manusia butuh makanan yang enak.

Sesungguhnya aku sering kali memikirkan hal di atas, dan merujuknya dengan kisah yang aku alami, apakah keyakinanku bahwa mencintai kamu tidaklah penting, atau ini hanyalah penyangkalanku saja yang tidak percaya diri atas kamu karena aku manusia yang biasa2 saja.

Buktinya.., banyak hal tentang kamu yang setengah mati aku kejar dan kuinginkan, tapi sangatlah berat untuk diperjuangkan, denganmu.., banyak hal2 semu yang aku tangisi, tetapi kenyataannya tidaklah bisa membuat diriku menjadi utuh, begitu banyak cinta dan perhatian yang aku berikan padamu tetapi bahkan tidak bisa memberiku pelukan atau sandaran saat aku memerlukannya, cintamu yang kuhargai begitu tinggi, tapi tidak mampu menggenggam tanganku, yaa.., mungkin aku terlalu sombong, seakan bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.

Sayaang.., tidak semua arah yang keliru dalam hidup ini, bisa kita temukan jalan keluarnya di pencarian Google, tapi satu hal yang pasti; ketika kamu pergi, aku tidak akan pernah mengingat sebanyak apa cinta yang sudah kuberikan untukmu, akan tetapi.., seberapa banyak waktu juga kasih sayang yang sudah bersedia kamu bagi buatku.

Sepertinya ini munafik sekali, tapi aku bukanlah sedang bicara soal hidupku, aku hanya mencoba mengatakan bahwa hidup jangan diisi dengan hal2 yang sebenarnya tidak begitu berguna yang bisa mengotori kebahagiaan cinta kita, dan ini hanyalah tulisan yang coba aku bagi kepada orang yang aku kenal atau tidak ku kenal, aku mungkin tidaklah punya harapan atas kamu, tapi aku punya waktu untuk mendengarkan, aku punya waktu yang bersedia aku bagi, dan aku masih punya rasa syukur di dalam hati atas segala hal yang kualami, inilah hidup yang kupilih untuk aku yakini dan aku merasa bahagia di dalamnya.

Tapi tentu saja aku sering merasa kesepian dan terluka sendirian, karena walau pun terlihat seperti pribadi yang sangat terbuka, aku bukanlah manusia yang pandai menyampaikan kesedihan pada orang lain, tapi saat aku merasakannya, aku hanya perlu menerima kesedihan itu, aku akan menangis, tapi itu tidak akan membuatku berhenti tersenyum setelah berhasil melewatinya.

Tidak ada yang mengatakan bahwa manusia tidak boleh merasa sedih dan kesepian, yang tidak boleh dilakukan adalah membiarkan nya bertahan terlalu lama dalam hati, kita hanya perlu memberinya jalan, dan berhenti keras kepala dengan menahannya, maka kerinduan pun akan terlewati.

Semoga, kamu pun tengah bahagia dengan hidup yang kamu jalani. 


G@l!pong

Rabu, 08 Maret 2017

Sulit dipahami

Banyak orang yang kalau ditanya ingin pasangan seperti apa, maka jawabannya tidak cukup di lembar pertama saja untuk menuliskan keinginan nya, kalau aku ditanya pertanyaan yang sama, jawabanku cukup 2 kata; setia dan taqwa.

Apakah aku..?

Tidak ingin punya istri kaya..?
Ya mau lah.., tapi aku sudah pernah merasakan hidup banyak uang disaat aku lajang, tapi tidak membuatku bahagia, untuk saat ini rejeki yang cukup saja, cukup buat aku liburan dan buat sekolahkan anak2, tapi kalau dikasih lebih, ya Alhamdulillah.

Tidak ingin punya istri cantik..?
Ya mau lah.., tapi tidak perlu cantik2 juga, yang penting cukup buat aku tatap setiap bangun tidur saja, lagi pula sekarang kebanyakan yang cantik sukanya juga sama yang ganteng.

Tidak ingin punya istri pintar..?
Ingin yang takwa, kalau dia taqwa, dia pasti pandai, karena dia tau salah satu amalan yang tidak akan terputus walau seseorang sudah meninggal adalah ‘ilmu yang bermanfaat’.

Dan kenapa aku ingin memiliki pasangan yang setia..?
Karena pada akhirnya, aku perlu hidup bersama dia yang akan rela merawatku saat aku sakit, menuntunku saat tidak bisa berjalan, mendoakan saat hidupku tengah dalam kesempitan dan tetap mencintaiku setelah banyak kekecewaan yang terjadi dalam kehidupan bersama.

Menikah, bukan hanya perkara kamu dan aku, tapi juga perkara hidup anak2mu, tetaplah dengan dia yang mau sama2 tumbuh menjadi orang tua yang semestinya, dan menjadi pasangan yang setia, saling menguatkan apa pun yang terjadi.

Siapa pun bisa menjadi pembohong dalam kehidupanmu, bahkan orang yang paling kamu cintai sekali pun, aku pernah dibohongi yang begitu besar, kebohongan yang bisa jadi alasanku untuk merusak diriku sendiri, tapi aku tidak perlu melakukan kebohongan yang sama untuk menunjukkan bahwa aku tengah terluka, aku tidak perlu terjun ke jurang yang sama, hanya untuk menunjukkan bahwa aku juga bisa bertahan dalam kehancuran.

Dewasa adalah saat kita mampu tetap hidup dengan baik, walau pun banyak kotoran yang dilemparkan manusia lain ke wajah kita, kedewasaan, bukanlah soal berapa lama kamu sudah hidup di dunia ini, kedewasaan terjadi saat kamu tidak merasa lebih dewasa dari orang di sekitarmu, sehingga kamu mampu melihat lebih banyak, mempelajari lebih banyak, dan menjadi lebih besar tanpa mengecilkan orang lain.

Balik lagi ke pasangan.., seberapa pun ganteng/cantik, kaya, pinter pasanganmu, kalau dia tidak ‘taqwa’ segalanya bisa hilang, bahkan, dia bisa membuatmu kehilangan dirimu sendiri.

Kalau aku sih.., bukan masalah pasangan, aku hanya ingin punya anak yang bisa sholat dan mengaji, bisa belajar kebijaksanaan, bisa belajar cinta, kasih sayang, dan bisa belajar kejujuran.

Ingatlah..,

Allah, paling benci dengan manusia yang merasa lebih beriman dari manusia lain, Nabi kita Muhammad berpesan, kalau mau hidup tenang, maka urusan dunia lihatnya ke bawah, sedang urusan ibadah lihatnya ke atas, kalian bisa pergi ke-mana2 naik motor, bersyukurlah masih banyak yang harus jalan kaki karena tidak punya kendaran, aku pergi ke-mana2 dengan jalan kaki, dan aku bersyukur ada orang lain yang lagi sakit dan tidak bisa jalan, ada teman bisa sholat 5 waktu padahal sibuk minta ampun, aku juga harus bisa melakukannya, ada teman bisa puasa senin-kamis padahal pekerjaannya melelahkan, berarti aku juga harus bisa melakukannya.

Kamu boleh sependapat atau tidak sependapat denganku, karena kita punya hidup kita masing2, memahamiku memang sulit, banyak yang menyerah sebelum kamu, aku bahkan ber-kali2 hampir menyerah dengan diriku sendiri karena, jauh sebelum kamu datang aku mengalami banyak hal  yang rumit, kegelapan selalu datang padaku seperti tidak kenal waktu, aku adalah lelaki yang membosankan, tidak memiliki banyak hal yang bisa aku banggakan di hadapanmu, saudara2mu bahkan orangtuamu, tapi aku tau aku selalu ingin jadi manusia yang baik.

Sayaang.., aku tidak akan pernah memaksamu untuk tinggal dihatiku, walau aku sangat ingin kita bisa bersama, aku juga tidak bisa menjanjikanmu apa2, yang aku tau, aku menyayangimu, aku selalu membayangkan kita pulang menuju rumah yang sama, berbagi cerita hingga kita tua.


G@l!pong

Selasa, 07 Maret 2017

Kamu benar, aku bukan orang baik

Aku adalah manusia yang lahir dengan segala kekurangan dan kelemahan, aku hanyalah manusia yang hanya bisa bersyukur atas karunia dan anugerah-Nya, akan tetapi aku juga manusia yang ingin menjadi lebih baik.

Aku bukanlah manusia pintar bukan pula manusia yang berpendidikan seperti kamu dan orang yang ada didekatmu, tapi aku hanya manusia yang sedang berusaha untuk menjadi orang yang beruntung.

Aku adalah manusia yang sedang mencari jati diri, aku manusia yang sedang belajar untuk mengerti arti hidup, aku adalah manusia yang ingin menjadi diriku sendiri, manusia yang ingin selalu bisa memaknai setiap perjalanan hidupku.

Senin sore kemarin begitu menyakitkan..!!, saat telp denganmu, kamu katakan kalau aku memperlakukanmu seperti wanita2 yang pernah berhubungan denganku, dan aku jadi teringat dengan wanita2 yang pada akhirnya melontarkan kalimat yang seperti kamu ucapkan, dan pada akhirnya mereka memilih untuk pergi karena kebimbangan mereka sendiri, entah apa yang ada difikiran mereka, mungkin meragukan ketulusan cintaku atau keraguan untuk hidup bersamaku, dan entah apa yang ada didalam fikiranmu tentang aku..?, terlihat nyata kamu tidak bisa lepas dari belenggumu sendiri.

Aku manusia yang tidak mengenal kata ditunggu ataupun menunggu, yang aku tau hanya ketetapan hati yang menyimpan satu nama hingga nafas terakhirku, aku adalah manusia bebas yang bisa terbang ke hati yang manapun, tapi itu bukan "sejati", aku manusia yang tidak mengenal ke-pura2an, langkahku pasti, tujuan hidupku pasti, "KAMU", entah itu dikehidupan yang sekarang atau dikehidupan yang lain.

Sungguh..!! aku tidak mengharapkan apapun selain hanya ingin semua usaha ini diridhaiNYA, untuk bisa memenuhi janjiku, dan tidak mengecewakanmu, itu saja..! dan jika pada akhirnya kamu menilaiku seperti kalimat yang kamu ucapkan, itu hak kamu, memang tidak mudah jadi orang baik, berusaha baik tapi tervonis jahat, sekalian saja jadi orang jahat, jadi aku bisa ikhlas atas kejahatan yang disangkakan kepadaku.

Yaa.., sudahlah..,

Anggaplah kamu benar.., mungkin aku suka tersenyum tapi bukan berarti aku orang yang ramah, malah sering menyebalkan, senyumanku mungkin terlihat sedikit manis, hahaha.., tapi bukan berarti aku punya hati semanis senyum itu, dan hatiku bisa lebih kejam dari senyum itu, yaa mungkin sedikit munafik, tapi aku sudah berusaha menampilkan wajah kejam, tapi tetap tidak bisa, karena kalau di foto tetap saja senyumku muncul, dan aku merasa itu semakin menguatkan bahwa aku bukan orang baik.

Jadi.., jangan menganggapku orang baik, hanya karena aku tersenyum, karena suatu hari nanti kamu akan tau kelemahanku, kesalahanku, kejamnya hatiku dan menyebalkannya sikapku, kamu pasti akan sangat menyesal pernah menilaiku sebagai orang baik, dan jangan berkorban apapun demi aku, nanti kamu akan menyesalinya ketika aku membalas pengorbanan itu dengan menggores luka dihatimu dengan menjadi orang yang tidak tau berterima kasih atas semua pengorbanan yang kamu lakukan.

Jangan perjuangkan apapun untukku, jangan membuat dirimu berada dalam kesulitan karena aku, aku tidak tau bagaimana nantinya harus menghadapi hari2, bila perjuanganmu malah kubalas dengan kepedihan.

Turuti kata hatimu.., cari jawaban di relung hatimu yang paling dalam, dan apa yang nanti hatimu katakan tentang aku, itulah kebenaran nilaimu atas aku, jangan ber-lama2 tempatkan dirimu dalam kebimbangan, karena itu akan menyakiti jiwa dan ragamu, aku mencintai kamu seumur hidup tanpa keraguan, dan itu yang membawaku sampai ke titik ini, titik dimana aku dan kamu dipertemukan kembali.

Allahu rabbi.., aku meminta atas apa yang telah Dia korbankan dan perjuangkan untukku (jangan biarkan aku mengecewakan Dia, itu saja).


G@l!pong

Kamis, 02 Maret 2017

Takdir Cintaku

Dibalik takdirnya aku menunggumu dengan iman, dibalik rahasianya aku berikhtiar dengan perbuatan baik, dibalik kasihnya aku menitipkan rindu dalam doa, aku hanyalah seorang pengharap yang senantiasa menjaga hatiku, berharap pada-Nya untuk menyatukan aku dan kau dalam ikatan yang indah.

Mencari lalu mendapatkanmu sangatlah sulit, butuh ikhtiar lebih, saat mencarimu, seperti mencari jarum di tumpukan jerami dan saat menemukanmu seperti menemukan satu bagian yang hilang dari beberapa robekan kertas yang tersebar entah dimana, hingga kini, aku bisa bersamamu, kamu yang kucintai karena-Nya, hanya sabar yang menjadi bekalku kini, bersabarlah.., aku ingin bisa bersamamu sampai akhir usiaku.

Hanya ikhlas yang jadi prinsipku untuk bertahan, karena dengan mengikhlaskan hati ini aku bisa menerimamu apa adanya, saat ini dan selamanya, hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk menipu rindu, karena hanyalah keridhaan-nya yang menjadi pemicu segalanya, usaha dan ikhtiar yang kulakukan untuk dapat bersamamu, wanita yang kucintai karena-Nya, karena hanya Dialah, yang Maha Cinta, yang mampu menyatukan takdir cinta.

Biarkan aku tetap berdoa disini, mendoakanmu adalah tugasku disini, aku tau kamu sudah bahagia, tapi yakinlah aku selalu mendoakan setulus hati dalam diamku tanpa mengusikmu, aku tidak pernah seperti ini, menunggu seseorang bangun untuk shalat subuh, aku tidak pernah merasa setakut ini hanya untuk mendengar suaramu di ujung telepon kamu hadir dalam bulan2 ketika aku berusaha meninggalkan seseorang, dan saat ini aku masih ber-tanya2 siapa dirimu yang sebenarnya..? Aku tidak sepenuhnya yakin kamu adalah jawaban Allah atas semua doaku, aku juga tidak terlalu yakin bahwa kamu adalah malaikat yang dikirim langsung dari surga untuk menenangkanku sesaat, kamu terlalu jauh untuk kutatap dan kugenggam, dan semua pertanyaan ini perlahan membuat dadaku sesak.

Saat itu kamu hadir dalam hidupku, menjelma menjadi seorang wanita sederhana yang cara bicaranya begitu tertata, kita bertukar sapa hingga larut malam, kita kembali membicarakan berbagai hal yang entah mengapa segalanya begitu menyenangkan bagiku, aku pernah lupa, rasa dalam hatiku seperti ini, aku pernah lupa, rasa begitu bahagia hanya mendengar suara seseorang, aku pernah lupa, rasanya tersenyum diam2 ketika bisa berbicara dengan wanita yang mengerti duniaku, dunia yang tidak pernah dimengerti siapapun, saat kamu ingin kita bertemu, itu membuatku berlari semakin cepat, agar semua ini tidak akan pernah berubah.

Adakah yang bisa menahan diriku jika aku telah lama menunggu seseorang yang sangat aku inginkan, lalu dia datang disaat aku sendiri, saat kubutuhkan dia dalam hari2ku, dan disaat hatiku hampir sekarat, ya, dulu kamulah sosok itu, wanita yang hadir dalam hari2ku, wanita yang hadir dalam gelapnya duniaku, dan wanita yang tiba2 muncul kemudian dengan segera memberikan kasih sayang untukku.

Malam ini, aku termangu di depan laptop dengan sisa2 kekuatan yang aku punya, sebab2 kejadian yang telah terjadi kepadaku seharusnya aku lupakan, kucoba mengumpulkan serpihan2 semangat baru, yang akan mengawali kehidupan baruku, termasuk kehidupanku dengan keluarga, sahabat dan mungkin nanti akan ada seseorang yang tepat yang mampu mengisi kekosongan hatiku dan menyemangatiku.
 
Tapi itu belum saatnya, aku menyadari itu, saat tiba waktunya, semua akan mudah, bila tiba saatnya, semua akan terasa lebih indah.

Seperti salah satu tulisan yang pernah aku baca; 


"Bahwa jodoh itu mutlak adanya, skenarionya sudah dirancang untuk kita masing-masing sejak awal, mau sebenci apapun kita dengan seseorang, jika jodoh, besok lusa malah menikah, mau secinta apapun kita dengan seseorang, kalau tidak jodoh, besok lusa tidak akan menikah." 

Itulah, yang bisa kulakukan sekarang hanya sebuah pengharapan, menunggu dengan kesabaran yang ekstra, perasaan yang ada harus bisa terkontrol dengan dibentengi pemahaman yang benar, jadi, tidak ada gunanya merenungi hal2 yang sudah menyakitkan dan berlalu. sedikit demi sedikit harus kucoba untuk melupakannya, dengan mengisi hari2ku kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi orang lain mungkin salah satu caranya.

Pasti bisa..! aku yakin bila tiba saatnya, semua akan terasa lebih indah, aku akan menyibukan diriku demi melupakanmu dan untungnya, aku sedang sibuk mengerjakan pekerjaan2ku mungkin ini sedikit membantuku untuk melupakan kenangan tentangmu, mungkin, kamu tidak akan membaca tulisan ini lagi, tapi hari2ku akan selalu menulis tentangmu, meskipun kamu tidak akan pernah tau, kamu tidak akan pernah tau betapa tersiksanya hari2ku tanpa mengetahui kabar darimu, semoga dirimu selalu dalam lindungannya dan baik2 disana, kamu tidak akan mengerti betapa dadaku sesak setiap memikirkanmu.

Aku akan berusaha mengisi waktu luangku, dengan apapun yang bisa aku kerjakan agar aku tidak punya waktu untuk mengingatmu, karena kamu sudah begitu lekat di sana, karena dirimu sudah punya tempat tetap di sana; di hatiku yang nyatanya belum dihuni orang lain selain dirimu dan, aku belum menemukan cara terbaik untuk menghilangkanmu, kamu selalu kembali teringat lagi ketika aku berusaha mengusirmu pergi, entahlah, mungkin kamu diciptakan untuk tetap tinggal, meskipun sebenarnya kebersamaan aku dan kamu tidak lagi ada harapan.

Yang ada hanyalah kenyataan, bahwa waktu terus berjalan, dan ingatan terus terkikis, tidak semua yang kita inginkan bisa diperoleh, tidak semua ujung dari ikhtiar seperti yang aku rencanakan diawal bisa tercapai, karena pada akhirnya takdir ALLAH yang akan terjadi, meski kadang takdir tidak mampu aku pahami, iya saat takdir tidak lagi mampu kupahami apa yang harus aku lakukan..?

Hidup adalah rangkaian ikhtiar demi ikhtiar dan ujung dari ikhtiar ini bukan manusia yang menyelesaikan, manusia berikthiar ALLAH yang akan menyelesaikan, yang berawal dari sebuah niat, niat yang mulia maupun tidak mulia maka akan selalu ada dua kemungkinan yang terjadi diujung ikhtiar yaitu apakah hasil yang akan terjadi itu sesuai dengan rencanaku atau sebaliknya, inilah kuasa ALLAH, iya ada kuasa yang mesti aku sadari, dimana setiap ikhitiar tidak dapat kuketahui ujungnya, karena semuanya adalah kehendak Allah.


"ALLAH menghapuskan apa yang DIA kehendaki dan menetapkan apa yang DIA kehendak"
(QS. Ar – Rad : 39)

Dan benar bahwa aku hanya seorang hamba, apa yang terjadi pada seorang hamba tidak luput dari kehendak Allah, dan setiap kehendak Allah, disebut takdir, untuk itulah Allah memilihkan takdir terbaik, karena DIA bukan hanya berkendak tapi maha tau, sedang aku..?

Aku adalah milik Allah seperti kamu juga dan setiap pemilik akan memelihara apa yang dimilikinya dengan kasih sayang, jadi apapun itu, yang terjadi saat ini, karena Allah menyayangi kita, mungkin saat ini terlihat seperti luka yang perih menyayat hati, tapi tahukah kita bahwa esok akan menjadi sesuatu yang kita syukuri, sesuatu yang akan mendekatkan diri kita kepada-NYA, lalu masihkah aku marah atas takdirku.

Aku mendapat pencerahan dari salah satu tulisan yang pernah aku baca;

Ketika takdir Allah tidak dapat kita pahami, maka kembalikanlah kepadaNYA, sebab memang ada ruang gelap yang sulit kita pahami, namun tidak sulit untuk direnungi, diruang inilah tempat aku menyandarkan segala harapan, diruang inilah kepasrahan aku letakan, akhirnya, aku akan mengerti takdir Allah adalah cintaNYA kepadaku, aku hanya hamba, hanya debu, jadi.., STOP bertanya mengapa begini mengapa begitu, tidak akan sanggup kita memahaminya.

Seperti kisah.., dua hamba Allah yang sedang di uji keimanannya, seorang Adam dan Hawa, ujian soal Cinta dan perasaan yang di mana keduanya belum siap melangkah, untuk ke depan, yaitu pernikahan, maka dari itu apa yang harus mereka lakukan "mencintai dalam diam", kata inilah yang menjadi tiang, dan mereka bersepakat untuk berteman, karena dengan itu kesucian cinta yang tulus akan tetap terjaga, biarkan ayat-ayat Allah di sepertiga malamku mengobati semuanya, aku yakin tulang rusuk itu tidak akan tertukar, jika Allah yang memintaku untuk mencintaimu dan aku melakukannya dengan izin Allah dan semoga hanya karena Allah, apa kamu juga "mencintaiku karena Allah"? (inilah penyampaian seorang adam)
.


Subhanallah, aku bergetar membacanya dan sangat kagum akan kesolehannya, terima kasih ya Allah, Engkau telah mempertemukan aku dengannya yang selalu menuntunku ke jalan yang benar.

Dan aku pun bicara dalam Hati..,

"Dalam diam aku mencintaimu, aku serahkan rasa ini kepada sang pemilik hati, ya...karena dengan cara ini aku yakin jika Allah menjodohkan kita, maka Allah akan pertemukan kita, ada salah satu ayat Allah yang berbunyi "wanita baik untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya"

Aku berani mengatakan "Aku Mencintaimu" sedangkan aku sendiri belum bisa mencintai Tuhanku, sebelum aku mengatakan aku mencintaimu, ijinkan aku mencintai Tuhanku terlebih dahulu, aku yakin dengan imanmu kamu bisa menjaga aku.

Terima kasih ya Allah, yang selalu menyadarkan aku dikala aku lalai, maka akan aku jadikan penantian ini jalan menuju keberkahan dengan mendekatkan diri kepada-MU, menuntut ilmu, dan memperbaiki diri.

Saat ini..,

Ketika aku menyayangimu karena aqidahmu, ketika aku meluruskanmu karena tidak ingin kamu salah arah, ketika aku mendoakanmu tanpa kamu tau, ketika aku berlapang dada dengan teguranmu, ketika aku menguatkan saat kamu mulai terjatuh, ketika sahutan salam menyapa saat kita bertegur, ketika aku menjaga rahasiamu, ketika aku tersenyum untuk kebahagiaanmu dan ketika terkadang aku harus melepasmu dengan penuh keikhlasan, dan saat inilah aku bisa kuat karena keyakinanku bahwa Allah tidak akan memberikan hal yang sia2, jadikan aku lebih dekat lagi denganmu ya allah..,

Disela-sela waktu aku isi penantianku dengan tulisan cinta dan syair Doa untukmu, aku curhatkan segala perasaanku kepadamu dalam lembaran lembaran selama dalam penantian... tentang Cinta Dan Rindu, tentang Harapan dan Doa, meskipun saat ini kamu sudah sering membacanya di Blog Ataray, akan aku bacakan sendiri saat waktunya tiba, saat diriku dan dirimu terikat kokoh oleh perjanjian yang suci, yang Allah akan menjadi saksinya, biarlah waktu yang bicara, karena waktu tidak pernah berdusta...Insya Allah hatiku senantiasa terjaga dalam Cinta yang Agung, insya Allah jika Allah menjodohkan kita sampai Mahligai Rumah Tangga, saat itulah waktunya.., kesabaranku menjadi bunga, untuk calon isteriku, ya itu.., "KAMU..!"

G@lipong

Rabu, 01 Maret 2017

Bisikan Hati

Tidaklah mudah untuk menjaga cinta sejati, karena cinta itu tidak datang dengan mudah, terkadang aku terpaksa melaluinya dengan permainan hati yang aku ciptakan, bahkan harus menipu perasaanku sendiri, seperti kisahku..! "Cinta dengan nya, menikah dengan orang lain."

Untuk mereka yang belum pernah mengalaminya, mungkin tidak akan pernah faham apa itu bermain dengan perasaan, dan sampai saat ini aku berharap bila aku bangun dari tidurku, semua perasaanku ini akan hilang, tapi semua itu tidak pernah terjadi, sejujurnya aku takut untuk menghadapi segala kemungkinan, yang ujung2nya akan menyakiti perasaan orang lain karena ke egoisanku.

Memang, Allah sudah tentukan segalanya, dari awal aku diciptakan, sampai di akhir nafasku, aku hanya bisa berdoa padaNya, ya, aku sudah lakukan semua itu, aku berserah diri padaNya, untuk memohonkan apa yang terkandung dalam hatiku juga apa yang aku rasakan, tapi aku masih kabur dengan semua petunjuknya, hatiku  mengatakan semua itu akan terjadi, tapi kadang2 terlintas juga di fikiranku yang semua itu hanya angan2ku saja, sungguh aku takut untuk bermain dengan perasaan sendiri.

Ada bisikan di Hatiku..,

Hedi..,
sungguh Aku tau apa yang kau rasakan saat ini, kau ingin bebas namun ada sesuatu yang menahanmu, entah itu cinta yang masih ada atau kenangan yang ingin tetap kau jaga.

Hedi..,
ketahuilah.., semua yang terjadi saat ini adalah sebuah pembelajaran yang bisa kau ambil hikmahnya, bahwa bila kamu tidak ingin semua pondasi yang kau bangun rubuh begitu saja, jangan pernah kamu buka pintu itu selagi kau belum benar merasa siap, karena sekali terbuka tidak akan pernah tertutup kembali.

Hedi..,
saat ini kau dituntut harus belajar dewasa, belajar ikhlas menghadapi segalanya, belajar menerima keadaan yang memang seharusnya kau terima karena kecerobohan kecil yang kau buat, yaitu; menuruti rasa egomu.

Hedi..,
Pahamilah sekarang, perasaan itu tidak akan kembali seperti saat kau menjaganya denga hati2 seperti 22thn yang lalu, yaitu; disaat kau mencintainya dalam diam, dan yang bisa kau lakukan saat ini adalah menjaga hatimu agar tidak jatuh kembali di jalanan yang keras untuk kedua kalinya, jaga hati itu dengan sungguh2 sebelum hati itu kau serahkan kepada pemiliknya dan kejadian yang lalu biarlah menjadi kenangan, biarkan kenangan itu ada tapi bukan untuk dikenang, bahkan bukan untuk dijaga kehidupannya, tapi jadikan pembelajaran, biarkan cintamu mengalir seperti air disungai, jangan dilawan arusnya, ikuti saja hingga saat nanti kau benar2 siap membuat kenangan bersama hati yang tepat.

Bisikan Hati yang aku dapatkan seakan memberi petanda bahwa sesuatu akan terjadi, mungkin aku hanya perlu ikhlas dengan apa yang sudah aku perjuangkan dan selebihnya kuserahkan pada Allah karena Dia lebih Mengetahuinya.


G@l!pong

Selasa, 28 Februari 2017

Pelajaran Hidup

Belakangan ini aku dihadapkan dengan begitu banyak pelajaran hidup, bukan hanya hidupku saja, tapi juga hidup seseorang, bagaimana dia saat ini menjalani hidupnya sendiri.

Satu yang aku pikirkan adalah bagaimana dia harus berani menjadi baik bagi dirinya sendiri, bukan mencitrakan diri sebagai orang yang salah, tapi mencoba sepenuh hati berubah jadi orang yang benar.

Aku dipertemukan dengan beberapa perempuan yang, bila dilihat dari luar mereka tampak cantik, lemah lembut, menutup auratnya, tapi nyatanya, punya kepribadian yang sangat disayangkan untuk mereka miliki, dan dia juga dipertemukan dengan seorang pria yang, bila dilihat dari luar tampak baik, pandai, pengertian dll, tapi ternyata masih juga punya kepribadian yang sangat disayangkan.

Aku bukan manusia baik, bahkan jauh sekali dari kata baik, aku masih suka membicarakan orang lain, dan masih suka membandingkan hidupku sendiri dengan orang di sekitarku, terkadang sebuah pertanyaan muncul di kepalaku dia itu kurang apa sih..! fisik baik, otak baik, tapi kenapa masih saja dengan mudah melakukan hal2 yang dilarang Tuhan..? lalu aku mulai merasa kesal dengan diriku sendiri, karena merasa pantas menilai hidup orang lain, di saat aku bahkan tidak pernah bisa ‘menilai hidupku sendiri.

Jika alasannya adalah kesedihan dari masa lalu yang pernah dilalui  atau kelemahan yang dimiliki saat ini, dan kalau benar seperti itu. bukankah itu keterlaluan sekali, siapa sih' manusia yang tidak punya masa lalu, siapa manusia yang tidak pernah melewati hari berat di dalam hidupnya, siapa manusia yang tidak punya kelemahan..? "TIDAK ADA."

Ketika ada yang mampu bertahan hidup dengan memilih tetap menjadi manusia baik2, maka siapapun pasti mampu, tidak ada alasan yang bisa dijadikan pembenaran, untuk melakukan hal2 yang salah, apalagi sesuatu hal yang luar biasa tidak baik, aku sedih sekali, setiap kali berpikir, bahwa mungkin aku sudah gagal untuk berusaha menjadi manusia yang lebih baik.

Aku bersyukur.., karena sampai detik ini tidak pernah berusaha tampak baik, bila hanya untuk bisa dihargai oleh orang2 di sekitarku, aku tidak perlu pengakuan dari orang, karena aku percaya, seburuk apa pun hidupku berjalan, selama aku masih punya Tuhan, maka masih akan ada rasa kasih sayang yang tersisa untuk aku miliki.

Aku juga tidak pernah berusaha jadi ini itu agar orang yang ada didekatku mau tetap berada di sisiku, karena selama ini aku tidak pernah memperlakukan nya dengan buruk, aku tidak perlu disayangi  oleh orang2 yang bahkan tidak bisa memiliki aku seutuhnya, dan aku hanya meyakini satu hal, bahwa dia baru saja kehilangan satu ketulusan yang aku punya  dan aku merasa bukan bagian yang dirugikan atasnya.

Ingatlah..!!

Banyak sekali orang palsu di sekelilingmu, maka bila ada lelaki yang masih mau jadi dirinya sendiri dan menerimamu sebagai kamu yang sebenarnya, simpan mereka sebagai harta karun, karena terkadang Tuhan, tidak memberi kita kesempatan dua kali dalam hidupmu.

G@l!pong

Minggu, 12 Februari 2017

Jadikan bermaknah

Asalamualaikum semua..,

Kali ini aku akan menceritakan pada kalian tentang kisah "percinta'an", jiaaahhh.., lebaay banget yaa..!? sebenarnya aku itu laki2 yang paling susah untuk jatuh cinta.., meskipun ada bidadari turun dari langit pun belum tentu aku mau sama bidadari itu.., wkwkwk.., kecuali.., bidadarinya cantik dan sexy..,

Hmmm, tebayangkan.., hahahaha.., wong tetanggaku yang sudah kakek2 saja masih mau sama cewek cantik/sexy.., yaa, sudah tidak baik bahas orang tua, dosa..,

Mulai dari mana ya.., ceritanya..?

Eemmm.., oh, ya.., beberapa hari aku tidak menulis di blog ini, lega juga rasanya hari ini aku bisa kembali menuliskan huruf demi huruf yang akan menjadi kalimat sedemikian rupa..,


Hehehe.., bagaimana kabar kalian..? Tenangkah..? Bahagiakah..? Atau sedih..?

Aku berterima kasih , karena walaupun blog ku sepi2 saja, aku akan terus menuliskan segalanya tentang apa yang ada di otak ku, Hmmmm , kalau bercerita tentang hidupku, sepertinya lebih banyak menyedihkan dari pada menyenangkan.., yahhh, tidak jauh dari yang namanya rasa kecewa, mau mengeluh salah, diam juga tidak enak. pokoknya susah laah..,

Tahun kemaren sudah aku jalani, dan aku angkat tangan dengan semua persoalan yang ku alami, yaa.., mungkin akibat terlalu besarnya permasalahan yang datang.., tidak tahu laah, tapi yang pasti aku menyerah.

Hari2ku sekarang tidak terlalu monoton, juga tidak terlalu berwarna, tapi aku bersyukur karena hidup ini memang tercipta tidak harus sesuai dengan kemauan kita, bisa saja beberapa hari ke depan aku merasa senang sekali, dan setelahnya aku malah dihantui rasa sedih luar biasa.., Yahhh, pastinya di pikiran kalian itu aku senang dan sedih hanya karena satu hal..;, apa.., hayo.., hehehe..,

Tidak apa2, aku juga berpikir begitu ko', Hahaha.., tapi sebenarnya tidak seperti itu juga, aku lebih banyak memikirkan bekal hidupku di masa tua nanti (bukan cintaku) dan entahlah.., kelak aku akan bagaimana nantinya, aku yang sekarang terpaku dalam pemikiran untuk mencapai itu, memang belum sepenuhnya pencapaian itu aku dapatkan, tapi setidaknya aku ingin berusaha lebih baik lagi, aku menyesal dengan segala tingkahku yang ternyata tidak membuahkan kebaikan bagi diriku bahkan untuk orang lain..

Hmmmm..,

Aku menulis ini dengan rasa kantuk yang luar biasa, tapi aku masih belum ingin tidur, tebak kenapa..? karena aku lagi tugas malam.., ahhh.., membosankan.., makanya aku isi waktuku dengan menulis, aku tulis ini pakai hp jadul looh..?! yaa.., yang penting ada aplikasi word nya, biasanya aku pakai notebook, tapi notebook ku masih dibawa teman dari 2 hari yang lalu, eh temanku agak sadis looh orangnya.., katanya notebooknya, tidak akan dikembalikan.., kalau aku gak bawa uang tebusan nya.., hahaha.., itu lagi, itu lagi.., yaa.., itulah hidup, mungkin diantara kalian pernah mengalaminya, tapi jangan sering2 looh.., nanti bisa tenggelam gara2 notebook..!! wkwkwkwk..,

Ok..!! waktunya serius..,

Aku belum bercerita tentang kisahku yang kemaren yaa..? mau tau hasilnya bagaimana..? "aku kalah.., hehehe..,

Sebenarnya kecewa, tapi aku juga sadar, mungkin aku terlalu sombong, se-akan2 merasa bisa menjadi pemenang sehingga akhirnya malah kalah, tapi kekalahan tidak membuat aku sedih lohh, malah menjadikan aku bahagia, karena segala sesuatu yang telah aku lakukan adalah pengalaman berharga dan tidak akan pernah terlupakan.

Hari ini, aku merasa berbeda dari hari2 sebelumnya, sebenarnya bukan karena aku telat makan atau tidak minum kopi pagi, tapi karena ada sebuah kerinduan untuk berbagi cerita, itu harapannya.., dan bagiku munculnya sebuah kerinduan selalu dimulai dengan adanya sebuah perjumpaan, perjumpaan yang hangat, nyaman dan menyenangkan, tapi perjumpaan tidak hanya sebuah perjumpaan, tetapi sebuah kisah yang tersusun menjadi sebuah alur cerita.

Hai.., aku bersyukur dapat berjumpa dengan dirimu.., aku bersyukur selama ini dapat berbagi bersama, meskipun perjumpaan kita hanya sesa'at saja, tetapi ada sebuah harapan dalam diriku untuk menjadikannya kisah yang lebih, meskipun itu tidak mungkin.

Aku menyadari bahwa aku mungkin berbohong dengan diriku sendiri, dan hanya aku dan Tuhanku yang menyadari semua hal tentang diriku.

Hai, berjuanglah untuk kehidupan yang lebih baik lagi, berjuanglah untuk semua harapan yang kamu inginkan, aku akan selalu mendo'a kan, untuk semua hal yang kamu inginkan.., semoga Tuhan akan meng-acc semua usaha2mu, wuihh.., acc kayak pengajuan proposal saja, wkwkwk.., tetap yakinlah bahwa tidak ada yang patut disesalkan dari sebuah usaha, bagiku.., mendo'a kanmu agar selalu tersenyum dan tegar menghadapi cobaan hidup, sudah cukup buat mengisi bagian kecil dari kisah perjalanan hidupku ini, tapi yang lebih bermakna adalah, terima kasih sudah bisa berjumpa.

Saat ini.., aku diajak untuk lebih memaknai apa yang aku dapatkan sekarang, aku menyadari bahwa banyak sekali harapan2 atau keinginan2 yang muncul dari dalam diriku, meskipun aku sudah mempunyai yang serupa, karena suatu hal aku diajak untuk lebih mensyukuri apa yang telah aku dapatkan dan apa yang telah menjadi sebuah keputusanku, aku serahkan semua kebenaran dan kesalahan yang telah aku lakukan, aku menyadari bahwa raport hidupku terlalu banyak warna merah, tapi aku percaya hasil ujian akhir yang akan menentukan, entah kapan waktunya, mudah2an ini bisa menjadi bekal bagi diriku untuk lebih memaknai apa yang ada di sekitarku.., dan bersyukur atas segala hal.

Mungkin ceritaku ini tidak berarti buat kalian, tapi perlu kalian ketahui "jangan pernah melupakan orang2 yang pernah kalian sayangi dan orang2 yang pernah menyayangi kalian, yakin dan percayalah, pasti ada diantara mereka suatu saat nanti akan kalian butuhkan dalam kehidupan kalian."

ya sudah.., aku pamit.., soalnya capek ngetik lewat hp, ini tadi sudah beberapa kali salah ketik, bye.., bye..