Selasa, 06 Juni 2017

SEVENTEEN - MENEMUKANMU



Separuh langkahku saat ini
Berjalan tanpa terhenti
Hidupku bagaikan keringnya dunia
Tandus tak ada cinta
Hatiku mencari cinta ini
Sampai ku temukan yang sejati
Walau sampai letih ku kan mencarinya
Seorang yang ku cinta
Kini ku menemukanmu di ujung waktu ku patah hati
Lelah hati menunggu cinta yang selamatkan hidupku
Kini ku tlah bersamamu berjanji 'tuk sehidup semati

Sampai akhir sang waktu kita bersama 'tuk selamanya
(Kini ku menemukanmu di ujung waktu ku patah hati
Lelah hati menunggu cinta yang selamatkan hidupku)
Kini ku menemukanmu di ujung waktu ku patah hati
Lelah hati menunggu cinta yang selamatkan hidupku
Kini ku tlah bersamamu berjanji 'tuk sehidup semati

Sampai akhir sang waktu kita bersama 'tuk selamanya
Sampai akhir sang waktu kita bersama 'tuk selamanya

Minggu, 04 Juni 2017

Inikah Akhirnya

Sabtu 03/06/2017 (23:00)

Merpati Putih yang terbang ke orang asing untuk beberapa waktu, kini.., akhirnya kembali kepada pemiliknya dan pada akhirnya.., bintang yang dulunya menampakkan sinarnya.., kini meredup... bahkan hilang.., dia telah kembali, aku bahagia, dia menemukan jati dirinya kembali, entah itu akan bertahan lama atau tidak, yang jelas saat ini aku hanya bisa terus menunggu, karena.., kemana pun merpati pergi, akan selalu kembali kepada pasangannya, dan.., walau bintang itu meredup, pasti akan terang kembali ketika awan yang menutupinya hilang.

Aku menyerah.., dan ketahuilah.., disaat menuliskan kata hatiku ini detak jantungku mulai berdenyut lambat, bahkan sangat lambat dan jantung ini hanya berdetak tiap tiga detik sekali, perasaan di hatiku, naik ke paru2 menimbulkan rasa sesak, membuatku susah bernafas.., mata ini terasa sangat tebal dan perih.., hingga otakku ikut merasakan tekanan itu.., pikiranku tidak tau entah kemana, ber-kali2 ku sebut namanya di dalam hati...

Yaa Allah.., apa yg sebenarnya terjadi..?, aku kebingungan..,  kepedihanku silih berganti.., yang tampak selalu wajahmu.., hati ini kian terasa sakit dan begitu menusuk di ulu hati.., ber-kali2 ku tekan tangan kananku ke ulu hati, tapi tidak juga hilang rasa sakitnya.., seluruh tubuhku terasa sakit, terutama pada daerah dada menuju hati.

Yaa Allah.., kenapa ini..? apa yg terjadi..?

Kata MU "Wanita diciptakan dari tulang rusuk Pria"
yang berarti mereka satu..? apa seperti ini rasanya ketika tulang rusukku menyakitiku..? perasaan yang begitu hebatnya.., perasaan yang begitu luar biasa.., tapi ku tanyakan kembali padaMU..?

Apakah benar dia adalah tulang rusukku..?, dan jika aku bisa merasakan ikatan itu kenapa malah menyakitiku..?, tunjukan kebenaran akan tulang rusuk itu, kembalikan ke sisiku lagi nanti, bila memang dia milik ku dan nyamankanlah aku saat di sisinya.., aku rindu kenyamanan itu.., aku akan menunggu hingga waktunya tiba.

Banyak sudah yang kutemui dan rasakan di dunia  ini, tapi tidak pernah ada yang bisa menggantikan sinarnya yang selalu terang bercahaya dan tidak pernah padam, buatku dia bukan bintang biasa, tapi bintang yang sangat luar biasa, karena selalu menyinari setiap langkahku, menemaniku dalam kesunyian dan kesepian dalam 22thn ini, bintang itu selalu ada, dan.., bintang itu adalah KAMU, kamulah yang selalu hadir dalam setiap hari2ku, dalam setiap keterpurukkan dan dalam setiap kesedihanku, bintang yang tidak pernah memadamkan sinarnya untuk selalu menerangiku.

Mungkin semua orang mempunyai bintang istimewanya sendiri2, begitu juga denganku, bintangku adalah KAMU, bintang yang paling terang dan indah yang pernah kutemui, kamu selalu memberikanku yang terbaik, kamu tidak pernah mau membuatku sedih dan kecewa, kamu selalu merawatku dengan semua cinta, kasih sayang, dan perhatianmu, kamu bintangku yang tidak pernah bisa tergantikan.

Hanya do'a yang selalu ku panjatkan untukmu, agar Allah selalu menjagamu, selalu memberikan yang terbaik untukmu, selama ini kamu membuatku bangga karena aku telah menjadi bagian hidupmu, kamu adalah bintang abadi yang akan selalu bersinar dalam hatiku, binatang yang akan tetap ada dalam langit kehidupanku, sinarmu tidak akan pernah padam dan mati karena kamu adalah bintang jiwa ku, bintang dalam hidupku, dan bintang yang tak pernah hilang dalam setiap langkah perjalananku.

Dalam keremangan langit di pinggiran kota sidoarjo ini aku melihat bias cahaya yang menyapa pelan, sangat peellaan.., aku lihatlah dia bersembunyi dibalik awan tipis, sesekali awan hitam mencoba menutupinya.., itu bintangku, yang mencoba hadir mengikuti jajaran bintang2 yang lain nya, aku lihat ia mencoba menampakan diri, tapi sepertinya ia ragu, cukup lama ia bertahan dibalik awan tipis itu, namun perlahan ia mulai memancarkan cahanya.

Hmmm.., benarkah itu bintangku..? mengapa sinarnya tidak seperti biasanya..?

Oh ternyata..,

Aku lihat, segerombolan awan2 hitam itu mencoba menutupi sinarnya, mungkin itu yang membuat ia ragu, tapi aku lihat, dia tetap berusaha menampakan diri, dan sinarnya perlahan kembali terang.., ya setidaknya sampai awan akan kembali menutupinya lagi, hmmm.., aku ingin melihatnya lebih dekat dan bertanya bagaimana dia bisa setangguh itu..?, bersabar mengumpulkan kekuatan hanya untuk menghiasi malam sesaat, dan perlahan kembali hilang dan lenyap,, tapi bintang itu mengagumkan.., dan aku akan setia menunggumu kembali menghiasi langit malamku.

Di sini aku selalu menunggu, menunggu dalam gelapnya malam, aku akan tetap diam dan sabar hingga kamu datang, walau pada akhirnya aku harus pergi ketika hari mulai pagi dan kembali datang menunggu saat malam kembali.

Dan.., lalu..,

Kenapa aku bertahan..?, meskipun aku tau kamu tidak akan datang lagi.

Mungkin kesalahanku atas ketidak percayaanku kepadamu, bahkan mungkin karena ketidak sabaranku yang membuatmu akhirnya menghilang dari hidupku, kesalahan yang tidak akan termaafkan meski aku menunggumu disini sampai kapanpun, tapi aku bisa mengerti ko'.., tapi kamu tidak..! padahal kita tau saat2 ini akan tiba, kita sudah tau itu.., mungkin karena ini datangnya terlalu cepat.

Seperti malam2 biasanya, tanpa bintang yang bersinar terang karena tertutup awan, di sini, aku masih setia dan tetap menunggu, entah sampai kapan aku harus menunggu.

Semilir angin malam berhembus di wajahku, mata ini tetap teguh menatap langit, tepat dimana aku kehilangan wanita.., eh.., salaah..! maksudku bintang itu..,

Dalam gelapnya malam.., aku menunggu..,

Perlahan bintangku kembali menunjukan sinarnnya, setelah awan yang menutupinya hilang di geser angin, ber-kali2 hela'an nafas berat keluar dari mulutku, aku menyandarkan tubuh pada sebuah batang pohon, dan kemudian mengambil HP dalam katong celana, dan kemudian memperhatikan sebuah foto yang ada disana.

Foto seorang wanita yang sedang tersipu malu..,


Wanita ini, ya..!! wanita ini yang telah menuntun dan menunjukan aku liku arah dalam hidupnya, wanita yang telah mengengam tanganku, wanita yang rela berbagi penderitaan denganku, wanita yang telah meneguhkan hatiku, saat aku telah lelah akan dunia yang mempecundangiku.

Menatap langit malam ini.., aku tersenyum pahit, karena aku tau.., ini adalah malam terakhir, malam sebelum aku benar2 menghilang, dan tidak akan kembali, tapi meski begitu, aku tau.., kamu tidak akan menyerah.., tidak akan pernah menyerah.., seperti yang sering kamu ucapkan dulu kepada semua orang.

Dan.., malam ini sudah semakin larut.

Krett.., krett..,

Pandanganku menajam, pendengaranku berusaha menangkap bunyi tadi.., berharap yang muncul di sana adalah temanku yang membawa nasi untuk makan sahur, tapi sirna seketika karena yang keluar adalah seekor tikus.

"Huusshh..! aku hanya tersenyum pahit melihat tikus itu.

Kembali ke laptoop.., yang gara2 tikus, sempat terhenti tulisanku.

Awalnya aku berfikir bahwa kamu tegar dengan pendirianmu, selalu akan bisa mengatasi semuanya, tapi.., meskipun kamu tidak mengakui semuanya, aku tau.., dan bagiku itu tidak masalah.., karena memang ada lelaki yang bersamamu.

Mungkin kamu tidak menyangka akan begini.., saat aku tidak di sisimu lagi.., saat itu mungkin kamu merasakan apa yang namanya kehilangan, dan pasti akan menyalahkanku, padahal.., aku yang merasa lebih dulu kehilangan.., kehilangan kepercayaanku kepadamu.

Kembali menatap malam..,

Jika bisa.., aku inggin berteriak..! meluapkan kelelahanku akan permainan takdir, ternyata kamu tidak setangguh itu, kamu punya batasan.., dan kamu sudah sampai pada batasanmu, dan hatiku menanyakan.., apakah masih pantas aku di sini, yaa.., di sini mengharapkan kamu.

Walau kamu terluka oleh keputusanku.., mungkin dadamu sakit, mengingat air mata yang mengalir waktu membaca bloog kemaren, itu karena kamu terlalu bodoh terhasut oleh perkataan lelaki itu, dia masih berharap agar bisa melalui hitam dan putih hidup denganmu, meski itu hanya harapan, tidak ada salahnya berharap, dan tidak ada salahnya jika aku pergi darimu karena sudah tidak ada lagi harapan untuk ku, dan.., jika kamu takut dia mati karena kepergianmu, lebih baik aku yang pergi.

Hoaammm..,

Aku menguap lebar, mataku sedikit berair, entah mengapa walau sudah beberapa kali menguap tidak pernah bisa tidur.., insomia akut.

Mungkin ketakutan membuatku hampir menjadi gila.., ketakutan membuatku tidak pernah tidur sejak aku memutuskan meninggalkanmu, aku terlalu takut untuk tidur, terlalu takut.., sebab apabila aku tertidur.., akan melupakan segala tentang kamu pada saat aku terbangun.

Dan.., apakah dia takut akan itu..,

Melirik jam di HP.., aku kembali tersenyum pahit mendapati kenyataan kalau makan sahurku tidak kunjung datang, hari sudah menunjukan pukul tiga dini hari, waktunya kian menipis, dan karena ketika pagi menjelang dia akan kembali menghilang.., tapi kali ini menghilang untuk selamanya.

Tapi jika boleh jujur aku tidak ingin berhenti.., ingin terus menunggu.., dan aku tidak ingin sendiri.

Tapi sayang.., malam tidak berlangsung selamanya.., dimana ada siang di situ ada malam, dan seperti saat ini, langit mulai terang dan cahaya bintang mulai pudar.., aku ataukah dia yang kehabisan waktu, aku panik.., ini malam terakhirku bersamanya.

Yaa Allah.., tolong perlambatlah waktu.., ini sangat berat.., karena ketika matahari tiba, dia akan pergi.

Sial sial sial sial sial sial sial sial SIAAALLLLL..,

Aku berteriak keras, memprotes waktu yang tidak pernah memihak kepadaku, tapi semua percuma, cahaya pagi mulai menyingsing, mentari telah menunjukan sinarnya, dan harapan ini telah pupus.., kisah ini telah berakhir dan semua akan menjadi kenangan.

Aku memilih untuk berdiri, pandanganku masih menatap nanar mentari yang tengah menunjukan sinarnya, mentari itu sama sekali tidak memperdulikan air mataku yang mengalir, aku memutuskan untuk pergi.., pergi dan tidak pernah kembali, kembali menghadapi dunia dengan senyum palsunya.

Jadi inikah akhirnya..? 

Kataku lirih.., seraya untuk terakhir kalinya aku menatap mentari itu.

Berjalan dan terus melangkah.., dan langkah ku pun terasa berat, fikiranku melayang memikirkan nya, tidak ada ketegaran dari sosoknya.., aku kehilangan.., yang aku cintai telah pergi dengan sisa cahayanya.

Aku tetap berjalan.., berjalan menjauh dari tempatku duduk semalaman.., di saat aku berjalan, aku mengalami beberapa kilas balik masalalu.., bagaimana aku bertemu dengan kamu untuk pertama kalinya.., bagaimana aku terkejut atas hal2 yang tidak terduga dan bagaimana kamu menemukan sosok asli dari siluman rubah yang menemani hidupmu.

Dia bisa menguatkanmu saat dia menyalahkanmu setelah perang dunia ke empat di bulan januari dan bagaimana bisa kamu mendekapnya erat setelah apa yang dia perbuat kepadamu, kamu mengurus dan membelanya.., di saat aku mencintaimu.., tapi. ya sudahlaah.., jalani apa yang sudah kamu pilih.., tidak lah mungkin aku mencintai seseorang yang bukan milik ku.

Aku sudah lelah.., dan sangaat lelah..,

Mataku terasa berat.., inggin terpejam.., tapi sekuat mungkin aku berusaha untuk tetap terjaga.

Sial jangan tertidur..,

Tapi apa daya.., tubuhku sudah tidak mampu lagi menahan kantuk.., keseimbanganku goyah,... tubuhku dengan mulus mencium tanah.

Aku terjatuh..,

Mataku masih terbuka.., apa yang kulihat hanyalah remang2 karena sudah tidak jelas lagi, tapi, disaat itulah aku melihat sesuatu.., seklebat warna biru mendekatiku, aku tidak bisa melihat jelas itu siapa.., tapi, aku seperti mengenalnya.

Mataku terpejam.., satu kalimat tegas terdengar ditelingaku..,

Biarkan dia.., anak ku memang diciptakan untuk dia bukan untukmu dan anak ku akan bisa menjalaninya.., karena dia mengasihi anak2nya..,

Dan sebelum  kesadaranku benar2 hilang,  aku mengenali suara itu dan suara itu mengantarku menuju alam bawah sadar dan saat aku terbangun membuatku akan selalu tetap mengingat pesan nya.

Huuhh..!! entah apa yang membuat aku untuk menulis kisah ini..? entahlah.., mungkin karena aku belum benar2 bisa melupakan nya, dan sepertinya aku belum punya  ide untuk membuat tulisan2 baru selain "KISAH" dan "KATA HATI"  aku masih mencoba membuat cerita roman dan tragedi, terutama dunia tragedi.

Oh, ya.., untuk beberapa minggu kedepan aku akan melakukan perjalanan religi.., ya mumpung ada cuti seminggu, dan itu di karenakan ujian saya belum lulus, dan sebagai hamba yang baik aku mesti belajar lagi.., he he he he.., sampai jumpa...


G@l!p0n9

Rabu, 31 Mei 2017

Tak mampu menyentuh ragamu.

Ini bukan waktunya aku berbasa-basi dengan menyapamu atau ber-pura2 semuanya baik2 saja, kali ini, aku sudah tidak mau ber-pura2 lagi, karena ke-pura2anku hanya berujung pada rasa sakit.

Aku tau.., aku mencintaimu di saat yang salah, disaat kamu sudah bahagia bersamanya sementara aku.., saat dalam keterpurukan yang tidak berharap kamu tau waktu itu.
 
Dan pada akhirnya.., aku hanya bisa berharap kamu bahagia tanpa perlu mengetahui kejatuhanku saat ini.

Haii.., ini coretanku setelah beberapa minggu aku tidak ada kisah yang baru, ya.., kan bulan puasa jadi tidak ada cerita yang aneh2 yang bisa buat menangis ataupun marah pembacanya, kisah ini.., kisah yang kutulis saat memikirkanmu di sela2 pekerjaanku yang melelahkan.

Dalam cerita ini, aku ingin berpesan kepada pembaca: jangan pernah sembunyikan perasaanmu, dan jangan takut mengatakannya, apapun itu, karena jika kamu tidak mengatakan di saat kamu seharusnya mengatakannya, kamu akan menyesal di kemudian hari.

Dan cerita ini adalah tentang mereka yang sia2kan waktu, menyembunyikan perasaan dan terlambat untuk memperjuangkan-nya

Untuk wanita yang belum sanggup aku sentuh, ini kesekian kalinya atau mungkin untuk yang terakhir kali aku menulis untukmu, bukan lagi untuk memastikan bahwa kamu memiliki rasa yang sama seperti apa yang kurasa, tapi untuk menjelaskan apa yang belum kamu pahami, menjelaskan sesuatu yang mungkin tidak bisa aku jelaskan dengan jelas.

Ini bukan cerita pendek, bukan puisi, tapi hanya sebuah goresan tanganku, mungkin kamu akan berpikir kenapa aku selalu menunggumu, aku tidak akan mampu menjelaskan perasaan yang telah lama menjeratku, dan rasa yang belum pernah kurasakan sebelumnya, yaitu sebuah perasaan dimana melihatmu seolah menjadi kebutuhan bagiku, menyapamu seolah menjadi kewajiban bagiku.

Yah.., rasa ini terlalu erat menjeratku, rasanya ada yang kurang jika sehari saja tidak menyapamu, rasanya ada yang hilang jika tidak menatap gambar dirimu, kamu seperti candu dan akan terasa sakit jika tidak mengkonsumsinya.

Akan sangat indah jika semua rasa ini bisa terwujud, tapi, mungkinkah bisa terwujud..?, karena apa yang aku rasakan mungkin hanya sebuah halusinasi atau mimpi indah yang akan hilang pada waktunya.
 
Mungkin aku harus menyadari bahwa apa yang kamu katakan tentang perasaanmu adalah benar, ' kamu harus memilih yang terbaik untuk hidupmu, untuk kehidupan anak2mu, dan itu masih jelas ada dalam ingatanku, keraguanmu itu pasti dilatar belakangi gambaran ketidak pantasan diriku untuk ada disisimu, aku tau, aku memang mempunyai profil yang tidak baik untuk mendampingi seorang wanita sepertimu, sosok wanita yang baik, beriman, dan lebih dewasa serta matang, yang kesemuanya tidak ada yang kumiliki, dan memang pantas untuk kamu tinggalkan, aku menyadari itu.

Itulah yang membuatku tidak pernah lagi melakukan contact denganmu, mungkin kamu benar, seharusnya aku tidak melakukan hal konyol disaat kamu dihadapkan pada situasi sulit, harusnya aku ada untukmu jika aku memang sayang kamu, tetapi itu hanya akan semakin menyakiti aku, karena.., semakin aku sering menyapamu, rasa sayang itu semakin tumbuh pada diriku, padahal kamu hanya menganggap aku mungkin hanya sebatas penghiburmu, harusnya aku bisa mengerti dan memahami apa yang ku rasakan ini.

Aku tau, kamu tidak akan mungkin mau membaca tulisan ini, sekalipun tulisan ini aku tertujukan hanya untukmu, tapi ketahuilah, aku melakukan semua ini bukan tanpa alasan, kamu tau kan.., semua manusia melakukan sesuatu bukan tanpa alasan, akupun begitu, aku sendiripun tidak memahami jalan apa yang telah aku ambil, aku tidak lagi bisa berpikir logis, semua berjalan tanpa mampu aku pahami alurnya, hati dan otakku tidak lagi jalan beriringan, semua berlawanan arah, sungguh.., hatiku tidak pernah mau ini semua terjadi, tapi otakku menginginkan demikian, aku bahkan tidak bisa memahami diriku sendiri.

Seandainya Allah memberikan aku satu kesempatan untuk kembali dari awal, aku tidak ingin banyak berbicara kepadamu, tidak perlu tempat dan moment romastis, yang sederhana, duduk di sampingmu, menatapmu, dan menggenggam tanganmu, kemudian menjelaskan apa yang harus kujelaskan, aku hanya ingin menyampaikan ini: "aku menyayangimu", entah sejak kapan rasa ini ada dan entah sampai kapan ini akan berakhir, aku hanya ingin selalu bersamamu, tapi apakah aku akan mencintaimu lebih lama lagi untuk sesuatu yang tidak akan mungkin ku miliki.

Sudahlah, tidak seharusnya memang aku berbicara seperti ini, jujur, aku merindukanmu, aku tau, kita tidak pernah berstatus lebih dari saudara, tapi entah kenapa, aku selalu merasa bahwa apa yang kita jalani lebih dari sekedar saudara, tapi aku masih berharap, jika keajaiban itu benar2 ada, dan kamu mampu untuk mewujudkan nya walau hanya untuk satu kesempatan saja, akan aku genggam tangan mu dan tidak akan pernah aku lepaskan, hanya itu yang bisa aku janjikan pada mu.

Maaf jika tulisan ini sedikit mengganggu pikiran dan juga emosimu, kamu pasti berpikir betapa bodohnya aku, iya, aku menyadari itu.., aku tidak memahami betul apa yang telah kurasakan, tapi ketahuilah, semua ini aku lakukan karena aku masih sangat menyayangi mu sampai detik ini, walau aku masih belum mampu menyentuh ragamu.



G@l!p0n9

Senin, 29 Mei 2017

Aku takut

Malam ini.., akan aku tulis semua kisahku diatas sana.., dilangit yang gelap tidak bercahaya, kisah tentang aku dan kamu.., taukah kamu..?, itu adalah kisahku yang terindah tapi juga rumit.., tapi biarpun rumit, tetap istimewa dalam hidupku, karena itu aku menulisnya disana, berharap suatu saat langit akan memperlihatkannya kepadamu saat nanti kamu mulai lupa, dan kamu bisa melihatnya dari mana saja, bisa melalui nuranimu.., bisa memakai hatimu.., bahkan dengan jiwamu.

Yuung.., malam ini aku ingin bisa mendengar suara kamu.., aku rindu kamu, walau hanya sepatah kata, hmmm.., sepertinya sulit untuk mewujudkan itu, entah apa yang kamu fikirkan, mungkin saat ini kamu sedang bercanda dengan..??, ya iya lah.., masa denganku.., tapi apa pun itu asalkan kamu bisa bahagia, bisa tertawa... aku akan berusaha mengerti.

Yuung.., aku hanya ingin bilang, apapun yang kamu rasakan sekarang, aku masih sayang kamu, aku tetap cinta kamu, hingga berakhirnya waktu, sampai Allah menghilangkan rasa cintaku terhadapmu, karena tidak pernah bisa aku menghindari kenyataan ini, kenyataan bahwa dirimu sangat berarti buatku, kenyataan bahwa aku tidak pernah berhenti memikirkan dan membayangkanmu.

Maafkan rasaku ini yaa.., mungkin mengganggu ibadah puasa kamu, sungguh aku tidak berniat ganggu kamu, bila kamu baca ini cukup pahami saja semua coretanku ini kemudian buang ketempat sampah dibelakang rumah.

Temanku bilang cintaku adalah cinta buta, karena hanya melihat hatimu dan tidak peduli dengan hati orang lain, temanku bilang aku telah gila karena mencintaimu sampai sebegitunya, padahal tanpa aku cintai pun, kamu masih bisa mendapatkan cinta dari orang yang ada disampingmu, tapi entah kenapa seolah kamu tidak menginginkannya, mungkin begitulah cara dia mencintaimu, dan kamu adalah sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya.

Yuung.., yang aku punya hanya ketulusan, dan ingin memberi rasa bahagia untukmu, entah kenapa. kamu adalah sosok yang ingin aku utamakan dalam semua urusanku, kamu adalah sosok dimana aku sangat ingin segera mendatanginya saat aku punya kebahagian kecil, karena aku sangat ingin membaginya denganmu, tidak ada yang bisa membohongi hati, begitu juga dengan hatiku yang tidak bisa ber-pura2 jika sebenarnya aku sangat takut akan semua kekuranganku, aku takut jika kelak kekuranganku itu dapat membuatmu merasa menyesal telah memilihku, tapi sebesar apapun ketakutanku aku juga tidak pernah bisa menarik hatiku agar menjauh darimu.

Ada beberapa kesempatan datang padaku memberikan pilihan untuk menggantikanmu, tapi entahlah.., sungguh aku tidak bisa beranjak satu langkahpun darimu, kamu membuatku merasa nyaman, membuatku ingin mengupayakan segalanya, aku mencintaimu tanpa mengenal syarat, aku ingin membuatmu bahagia, tapi.., dengan cara yang sederhana.

Karena..,

Aku tidak bisa menjanjikan sesuatu yang berlebihan kepadamu, aku tidak bisa menjanjikan akan selalu bisa memenuhi keinginan2 kamu, karena aku tidak tau apa yang akan terjadi di depan nanti. tapi yang aku tau dan bisa aku berikan padamu adalah aku mencintaimu saat ini, dan aku tidak akan pernah lupa untuk selalu menyayangimu.

Aku tidak peduli jika aku harus menjadi orang jahat, selama itu bisa membuatmu senang, dan demi kamu.., aku rela bekerja apa saja, bahkan jika tidak bisa kutemukan dengan mudah dan tidak bisa aku dapatkan, aku akan mencurinya, mencuri dari.., Sang Pencipta Kebahagiaan itu sendiri, aku tidak peduli selama itu bisa aku lakukan.., "demi kamu"

Aku berfikir..,

kamu adalah wanita yang baik dan kamu berhak dan pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari aku, karena aku menyadari siapa sebenarnya aku ini. aku bukanlah lelaki yang baik, aku takut membuatmu kecewa aku takut tidak bisa membuatmu nyaman saat nanti berada di sampingku. tapi percayalah rasa ini hanya untukmu, rasa sayang yang tulus.., tanpa aku berharap yang lebih padamu.

Aku tidak ingin ber-kata2 indah lagi, karena itu hanya akan terdengar seperti rayuan dan aku tidak ingin merayumu karena yang ingin aku berikan hanyalah rasa sayang yang aku miliki, maaf aku hanya bisa memberikan rasa sayang karena itu yang aku punya untuk saat ini.

Entah kenapa.., ada kalanya aku merasa takut, karena aku hanya orang biasa.., orang biasa yang memiliki sejuta rasa entah itu rasa percaya diri, rasa kagum, rasa takut atau rasa yang lainnya.., kamu adalah orang baik, dan karena sangat baiknya kamu, timbul satu ketakutan baru yang menghantuiku, yaitu;

“AKU TAKUT MENGECEWAKANMU”.

Ada yang bilang..,

Orang yang bisa membuatmu bahagia dan nyaman, kemungkinan besar orang itu pula yang akan membuatmu menangis dan kecewa, dan dari situlah rasa takut itu semakin menyiksaku, bingung harus bagaimana, kamu orang baik, sedangkan aku.., banyak kekurangan dalam diriku, aku orang biasa yang kadang juga merasa labil apa lagi di usia seperti ini, tapi aku selalu mencoba memberikan yang terbaik untukmu.

Yuung.., sampai saat ini aku masih belum yakin jika kelak nanti aku bisa membuatmu nyaman, andai aku tau, apa yang akan terjadi di masa depan antara aku dan kamu, mungkin aku akan sangat santai menyikapi kisah yang selalu penuh tanda tanya ini, aku juga tidak tau apakah kelak nanti kamu masih ada dihadapanku, atau justru kamu akan menghilang seperti dulu.

Yuung.., aku ingin bilang padamu, “aku bahagia denganmu”, jika aku tidak bahagia aku tidak akan menjalaninya sampai sejauh ini, tapi.., sekali lagi maaf, karena aku sering membuatmu bingung akan sikapku, terlebih keinginan tentang bagaimana kejelasan hubungan ini.

Yuung.., maafkan aku, mungkin sikapku tidak bisa membuatmu bisa memahamiku, mungkin aku terlalu mem-besar2kan masalah dan selalu menuntutmu untuk mengerti kemauanku.

Yuung.., mungkin menurutmu aku adalah laki2 aneh, dan apa kamu pantas mencintaiku..?, aku tidak tau sampai kapan aku dengan rasa ini.., maafkan aku yaa, jika secarik uneg2 ini mengecewakanmu, maafkan aku jika dalam caraku menyampaikan isi hati ini membuatmu terluka.

Aku tau, terkadang apa yang kurasakan bukan seperti yang kamu mau, dan apa yang kamu lakukan bukan pula apa yang aku mau, aku tau ko'.., bagaimanapun juga aku dan kamu tidak bisa menjadi dua pribadi yang sama dalam sifat dan perilaku, aku tau.., aku banyak kekurangan dan kesalahan, tapi bukan berarti aku harus pergi darimu, karena di luar sana belum tentu aku menemukan seseorang yang bisa sepenuhnya memahamiku, dan mungkin kamu akan pergi karena lelah dengan sikapku.

Yuung.., itulah kata hati yang tertulis dari jemariku, aku sering merasa takut membebanimu, hanya itu.., aku ingin menjadi kekuatan bukan kelemahan bagimu, aku hanya tidak ingin kamu merasa risih dengan sifat manjaku, padahal kamu juga butuh perhatian setelah setiap hari bergelut dengan aktivitas yang membuatmu lelah.

Sudah lama rasanya kita tidak bertemu, dan yang aku ingat terakhir bertemu, kita masih baik2 saja, tapi akhir2 ini aku malah sering membuatmu menangis, oh yaa..,perjalanan kita tidak sependek ini, masih ada jalan yang lebih berliku lagi nanti, aku harap nanti kamu mau lebih mengerti, dan aku akan lebih belajar memantaskan diri untukmu.

Yuung.., banyak hal yang sudah kita lewati bersama, jalan2 berdua pernah, malah sampai kejauhan jalan nya, makan berdua juga pernah, bernyanyi berdua sudah, foto berdua sudah..?, ehh..!, sepertinya nggak ya..,

Kenapa..??

Tapi.., aku yakin kita saling mencintai dan menyayangi, aku ingin kisah kita akan lebih baik lagi dari ini.

Yuung.., jangan banyak menangis.., menangislah hanya kepada Allah.., karena dulu aku sering menangis kepada Allah untuk bisa dipertemukan kembali denganmu.

Sudah ya.., sayaang, kamu baik2 disana.., jaga kesehatan kamu, aku selalu merindukanmu.

G@l!p0n9

Kamis, 25 Mei 2017

Memandang bintang yang sama

Selamat malam.., apa kabarmu hari ini..?, masih ingatkah saat kamu memutuskan untuk tidak komunikasi selama bulan Ramadhan nanti, jika ingat, semoga kamu lekas berbahagia dengan nya.

Biar aku ceritakan keadaanku nanti, saat  kamu benar2 memutuskan itu.

Seperti apa yang dulu pernah aku katakan, tidak akan bisa kamu dengar  lagi suaraku, jika saja matamu masih menyaksikanku dalam bayanganmu, aku pastikan itu bukan aku, dan saat kamu kebingungan atas hilangku, carilah aku disetiap tempat kita bertemu, kalau tidak ada, mungkin aku masih tinggal dalam kesendirianku, disini.., duduk sendiri sambil memandang langit malam.

Sungguh.., hiduplah bahagia meskipun tanpa aku.

Mungkin aku akan menyerah pada keada'an, memaksakan kehendak dengan keada'anmu itu hanya akan membuatmu semakin tersiksa, begitu pun denganku, karena hari dimana aku sangat mencintaimu ternyata pada hari yang sama pula kamu belajar untuk mencintai dia, dan akupun akhirnya menyerah demi kebahagiaanmu.

Setelah mengetahui itu, aku tidak menjadi baik2 saja, rasa sakitku bertambah, bagaimana mungkin di titik terburuk keadaanku, kamu justru berbahagia dengan nya, bukankah karena keada'an itu sehingga kamu membuat keputusan itu..?, jika itu benar, mengapa aku harus mengetahuinya setelah aku puas menghujanimu dengan hasrat cintaku,  sepintar itukah kamu mematikan rasaku.

Nanti..,

Sampaikan salamku pada laki2 itu, jka aku pernah menyakitimu, membuatmu kecewa atas ketidak sanggupanku memilikimu biarkan aku mengucap maaf, aku pernah begitu sangat erat menggenggam tanganmu  hingga tidak menyadari bahwa kehilanganmu sudah nyata di depan mataku, karena dia sudah berhasil menenangkan hatimu.

Nanti..,

Sampaikan kepada lelaki itu bagaimana aku pernah ada dalam hidupmu dan bagaimana aku akhirnya berhenti memilikimu, tapi jika kamu takut hal itu akan menyakitinya, anggap saja cerita kita tidak pernah ada, semoga dia selalu berbahagia mendampingimu, selalu ada dalam segala keterpurukan hidupmu, aku disini sedang belajar melepaskanmu, karena pada akhirnya yang asing akan kembali asing.

Maaf karena aku pernah ada dalam hidupmu, berharap kita akan menua bersama sampai pikun yang akan membuat kita saling lupa.

Maaf untuk hari2 menyakitkan saat aku belum bisa mengikhlaskanmu, untuk semua rasa kebencian yang masih tumbuh dalam rasaku.

Maaf jika tidak bisa kamu dengar lagi suaraku, disini aku sedang belajar mencintaimu, tapi dengan cara yang sederhana, sangat2 sederhana.., hanya dengan melihat langit aku masih bisa mencintaimu.., hanya dengan menatap bintang dilangit.., entah kenapa aku merasa lebih dekat dan merasa bisa mendengar suaramu.



Hampir setiap malam aku selalu menengadahkan wajah kelangit, atau tiduran telentang di alam bebas, menatap bulan dan bintang seakan aku memandang wanita impianku, aku menatap lekat dengan konsentrasi penuh, melontarkan jiwaku ke sana dan hanyut  dengan kenikmatan yang teramat sangat, yaa, kenikmatan menikmati wajahmu dibulan.., begitulah aku sekarang.

Setiap siang menjadi penantian, padahal penantian adalah siksaan, karena waktu terasa berjalan lambat, dan pekerjaan yang aku lakukan menjadi buyar karena kehilangan konsentrasi, aku menjadi pelamun, aku baru akan berubah ceria, dan sakit kepalaku berangsur hilang bila malam telah datang.

Itupun bila malam dengan cuaca cerah,  bila tidak.., kesedihanku akan teramat dalam dan penantianku menjadi sia2, karena bulan dan bintang yang biasa aku lihat tertutupi awan, jadilah penantian yang berkepanjangan.

Saat ini aku memang sedang memikirkan seorang wanita, tapi bukan kekasih, karena aku tidak sedang berpacaran dengan dia, akupun tidak tau hubungan ini disebut apa, aku duduk dalam diam, menatap langit, mengawasi bintang, dan berharap ada satu bintang yang jatuh, lalu aku akan meminta satu permintaan, seperti cerita sebuah cerita komik masa kecilku.

Aku disini sendiri menatap langit yang bertabur bintang, berharap kamu yang aku nanti menatap bintang yang sama, bintang paling terang yang membuat hati ini tenang dan yang setia menemani malamku, sehingga membuatku merasa tidak sendiri lagi.

Entah berapa hari ini aku lalui dengan kesendirianku,  bintang2 itu seolah mengatakan padaku, hey dii..,dia yang kamu tunggu sedang menatapku sama sepertimu yang saat ini sedang menatapku,  dan akupun kembali  tersenyum karenanya.

Bisa saja di-malam2 selanjutnya bintang tidak lagi muncul, karena awan menyembunyikan bintang yang biasa menemaniku, ingin rasanya memaki awan itu, heey awan..! kembalikan bintangku kembalikan dia, aku kesepian tanpa dia, kemudian awan pun marah kepadaku, dia menurunkan hujan dan petir yang membuatku berlari mencari tempat aman untuk berteduh, hujan pun turun seakan bergembira melihat aku tidak ditemani bintangku, dan aku pun memutuskan kembali, yaa.., kembali dalam kesendirianku.

Sampai kapan malam2 ku seperti ini..?, apakah hanya bintang yang bisa menemaniku, apakah tidak akan ada yang menyapaku setiap malam..?, terlebih jika aku mengiginkanmu, menginginkan seseorang yang menyapa malamku, hmmm.., aku mungkin harus bersabar,, yaa.., lebih bersabar lagi.

Untuk saat ini biarlah hanya bintang yang menemani malamku, bintang sebagai bahagiaku atau diam sebagai kesedihanku., dan menurutku itu cukup adil untuk orang sepertiku.

Hmm.., sudahlah..!,  aku ingin tidur aku lelah, berharap nanti malam aku bangun ada Dia yang mencium keningku..,  dan mengucapkan, selamat malam..,

Tengah malam aku terbangun, karena.., langit selalu menjadi alasan paling nyata mengapa aku harus keluar untuk sekedar menatapnya, tidak peduli saat aku berada di mana, aku tetap mencintai langit malam, bagiku langit akan tetap indah, bahkan saat aku menatapnya dari tempat yang tidak aku sukai.

* Apa yang kamu lakukan di sini..?,

Aku tertegun..,  tiba2 seorang wanita berdiri di sebelahku dan seketika membuyarkan lamunanku.

Aku memandang ke arahnya.., dia mengenakan kemeja hitam yang sama dengan kemeja yang aku pakai.

* Kenapa diam saja..? (tanya dia)

Aku tersenyum..,

* Hanya memandangi bintang.., (jawabku) sambil kumelihat ke arah langit.

* Benarkah..?, (katanya)

* Maksudmu, kamu sedang memandangiku..?, (tanya dia)

Pertanyaan itu membuatku mengerutkan dahi karena tidak tau maksud perkataannya.

* Aku ini bintang.., (katanya lagi)

* Bintang..?, (kataku sambil tersenyum)

* Maksudku, bintang di sana, (kataku) sambil aku menunjuk bintang yang kumaksud.

* Kamu melukai perasaanku, (katanya) sambil menampakkan wajah murung.

* Ternyata bintang di langit lebih menawan dibandingkan aku..? (tanya dia)


* Iyaa..! (jawabku) tapi dia jauh.., dan aku tidak dapat bertemu meski berada dalam langit yang sama, aku dalam penantian sampai suatu hari.., sang langit yang membimbingku untuk bertemu dengan dia.

Ternyata aku mendapati seorang wanita  pengagum langit dan bintang pula, maka aku ber-sama2 menikmati malam.



Saat ini aku merasa mendapat teman, mendapat seseorang untuk mendialogkan perasaan.

* Aku menjadi sangat tersiksa.., (katanya)

* Mengapa..?, (tanyaku)

* Mengapa mereka harus membuat penantian..?, (tanya dia lagi)

* Apa yang sebenarnya kamu bicarakan..?, (tanyaku heran)

* Bintang-bintang.., (jawabnya)

Hmmm..,

Aku terdiam, mataku menerawang jauh kelangit, menembus ruang dan waktu, kulihat bulan menjadi cerah, dalam suasana seperti ini aku bisa melihat wajah wanita yang aku cintai diatas sana.


Tiba-tiba..,

* Benarkah kamu mencintainya..?, (tanya dia)

* Ya..!, ( jawabku mantap)

* Mencintainya dengan tulus..?, (katanya lagi)

* Ya.., (jawabku)

* Rela berkorban demi dirinya..?, (tanya dia)

* Maksudmu..?, (aku balik bertanya)

* Jawab ya atau tidak saja.., (katanya)

* Ya..,!! (jawabku lantang)

* Kalau begitu, bawalah bintang itu pulang ke rumahmu. (katanya)

* Biarkan saja dia tetap di atas sana, (jawabku)

* Aku hanya boleh melihat keindahan nya, karena ada orang yang lebih berhak menikmatinya, orang yang pertama kalinya menemukan bintang berhak menamai bintang itu sesuai keinginan nya, (kataku memberi penjelasan)

* Huuhh..!! (kata dia dengan cemberut)

* Bawalah aku dan bintang itu ke rumahmu sebagai bukti kecintaanmu padaku..!  (katanya dengan tegas)

Apa yang ada di kepalaku tidak dapat keluar menjadi kata, aku termenung memikirkan ucapan nya.

* Kenapa aku harus melakukan itu..?,(tanyaku)

* Karena aku iyuung.., bintangmu.(jawabnya)

Aku tercekat, tubuhku bergetar menahan gejolak perasaan rindu yang membuatku berhalusinasi.

Dan hari2 setelah itu ada keresahan dalam diriku, aku menatap bulan dan bintang2 di langit, lukisan sempurna yang tidak tertartandingi dari Sang Maha Pencipta, dan bayanganmu di sana membuat hatiku menangis.

Pada malam berikutnya awan sama sekali tidak ada di langit., aku semakin senang melihat sinar bintang dimalam hari, membuatku ber-angan2  untuk menggapainya, dua malam aku terjaga dari tidurku, bukan insomnia tapi tanggung jawab yang mengharuskan aku harus tetap terjaga demi menghabiskan malamku hanya untuk menatapnya, sesekali kumenatapnya dalam.., dan lama.., sambil berucap;

Apakah malam ini kita menatap langit yang sama..?, dan kita menatap bintang yang sama..?

Meskipun iya.., tapi kita berada pada pijakan dan sandaran yang berbeda, serta pikiran yang berbeda, engkau memikirkan masa depanmu sambil menatap bintang sedangkan diriku, memikirkan masa laluku sambil menatap bintang yang kamu tatap.., aku menatap langit, melihat bintang yang juga sering kamu lihat dan entah siapa yang ada dalam pikiranmu bersama bintang2 itu.

Dan di malam2 yang lain pun tetap sama.., aku masih ingin melakukan hal yang sama, entah kamu ada dimana sekarang, entah apa yang sedang kamu pikirkan, dan yang sedang kamu tatap.

Namun aku yakin, berapapun jarak yang terbentang, kamu akan tetap tau bahwa aku tidak bisa berpisah dengan kamu, dan aku tidak bisa mengusir kamu dari pikiranku satu detikpun, dan aku yakin ada bintang ataupun tidak, kita akan selalu mencari bintang untuk kita tatap, kita akan selalu memikirkan bintang yang sama, karena kamu adalah bintangku, dan semoga aku juga adalah bintangmu.

Memang banyak terjadi hal2 diluar logika kita, dan yang aku yakin.., angan2 yang kita miliki akan tercapai, karena disadari atau tidak, Allah mengetahu isi kepala kita, dan dengan Kuasa-Nya Dia menggerakkan dunia mengikuti angan kita.., terlalu luas, bahkan terlalu besar kekuatan Allah untuk dimengerti, maka sampaikan doa-mu dan yakinlah bahwa Allah akan mewujudkan mimpi2mu.

Dan.., malam ini, jika kamu sedang memikirkanku, yakinlah aku juga sedang memikirkanmu.




G@l!p0n9


Sabtu, 20 Mei 2017

Catatan terakhir


Ritualku hanya satu; mencintaimu, mencintaimu dan mencintaimu.



Aku suka angka 07122016, karena banyak hal2 manis dan indah terjadi di tanggal itu, dimana kamu bukanlah lagi sosok yang biasa tertangkap indra pendengaranku saja, karena seketika itu aku bisa langsung berhadapan denganmu.
 
Dulu mungkin hanya ada satu rasa, yaitu namamu dan selalu mengingatmu, dan.., aku tau mungkin itu bagian dari karma, karena pernah menyukai kamu.., ya.., kamu saudaraku sendiri.

Mungkin aku jatuh cinta, dan kamu adalah objeknya dan bisakah kamu membaca isyarat rahasia yang sedang kujaga, entahlah setiap ingin aku berbicara tentang apa yang kurasa, mulutku bibir ini tidak sanggup ber-kata2.

Berada didekatmu selalu melahirkan banyak rasa yang selalu kujaga, sapa'an pagi darimu selalu nomor satu yang kunanti setiap hari, apalagi saat bahu kita berdampingan dan disertai rangkulan, aku merasa hanya ada kita dan bahkan dari bisumu pun, banyak menceritakan sesuatu, bingung, kenapa hanya aku yang kamu istimewakan dan aku menelan racun karena terlalu sayangnya aku kepadamu.

Akan tetapi.., tidak jarang aku dihampiri rasa kecewa akan janji2 yang pada awalnya kamu buat sendiri atau hanya alasan lupa saja sehingga membuatku bilang tidak apa2, atau mungkin aku yang terlalu menganggap semuanya nyata.., merasa istimewa..,  padahal semuanya semu.

Dan dari semua rasa kecewa ini, aku jatuh, sejatuh-jatuhnya, mungkin cinta hanya untuk orang yang percaya.., aku percaya kalau kita bahagia dan melihatmu bahagia juga termasuk bahagia yang kurasa, salah satunya melihat kamu bersama dia.

Mungkin semua orang yang tau tentang penerimaanku terhadap hubungan ini merasa bingung dan menatapku dengan penuh tanya dan bilang dalam hati mereka kalau penantianku akanlah sia2.., lalu aku bisa apa..?, ber-kali2 aku jatuh dalam dosa yang sama, membiarkan harapanku dibawa olehmu pergi jauh dan berharap suatu saat hidupku akan kembali seperti biasa.

Mungkin dulu ketakutanku hanya satu, saat tubuhku berhadapan denganmu dan ada lelaki itu disebelahmu, aku akan ter skak mati karena bisu, hatiku mulai retak, dan ternyata itu hanya permulaan saja, ketakutan terbesarku bertambah lagi setelah aku melihat keraguanmu dan kamu benar2 akan beranjak pergi dari sisiku, dan belajar mencintainya sepenuh hati.

Dan taukah kamu dampak dari pengasingan hatimu setelahnya, jujur, mungkin aku akan lega jika kamu bahagia melakukannya, sungguh, tapi yang akan kudapati kamu kembali menjadi dirimu yang dulu, bahkan lebih terpuruk, dan semakin membuatku  tidak bisa meninggalkanmu dengan 'topeng' kebahagiaan yang kamu pakai.

Itukah yang kamu mau..?, hidup dalam keterpurukan, tanpa pernah mau berterus terang lagi pada hatimu sendiri, lantas bagaimana jika ada laki2 bodoh sepertiku yang ingin memulihkan jiwamu..?, aku bukan motivator, jadi aku tidak akan meminta upah dalam bentuk apapun, karena yang terpenting bagiku, juga buat orang2 yang ada didekatmu adalah mengembalikan kesadaran fikiran dan hatimu.

Bersama dia.., aku kira tadinya dia mampu berubah menjadi lebih baik, sehingga aku bisa merelakanmu, tapi kenyataannya semakin menjadi tidak jelas, membuatku harus menjadi lebih cerdik, lebih teliti, mencari tau kisah macam apa yang sebenarnya sedang melibatkanku ini, karena aku merasa, dia malah mendapatkan cintamu setelah menjadikan kehancuran hatiku saat itu, entah bagaimana denganmu, tapi itu membuatku semakin membencinya.

Bila itu tulus aku pasti sudah merasakan kebahagiaanmu, dan itu tidak masalah bagiku.., akan tetapi suami macam apa yang mengajakmu berbahagia dengan cara seperti itu..?, mungkin kalian memang punya persepsi yang sama mengenai suka duka kehidupan, tapi aku berani jamin caranya memberimu makna pentingnya sebuah cinta, sepenuhnya berbeda dengan caraku.

Sekarang, kupikir kalian sudah berakhir, akan tapi sepertinya aku salah, ternyata dia ibarat sebuah perekat, walau sudah kamu lepas, tapi tetap meninggalkan kesan 'menempel' di kulitmu, kulihat kebersamaan kalian dengan segala keburaman itu, tapi kebahagiaan yang terasa getir, tidak membawa kehangatan sama sekali.

Bukan kepekaanmu yang aku minta, aku tidak perlu pengertianmu, dan ikatan itu tidak menggangguku selama itu membuat keadaan kamu baik2 saja.., memang tabu untuk mencampuri urusan kalian, anggaplah aku sok tau, tapi yakinlah, manusia sepertiku dianugerahi kekuatan yang lebih dalam hal memahami hati, meski lidahmu sudah kelewat kelu sampai bisu sekalipun, aku mampu membaca perasaanmu, walau aku sendiri kadang ragu dengan penerawanganku, apa yang kurasakan ini benar..?, atau ini hanya sebuah tumpukan prasangka yang mengubur semua kejujuran hatimu..?, aku tidak mau mendahului takdir.

Dari situlah aku belajar banyak dari rasa dan kenangan yang terisa, hanya berkaca pada masa saat kita bersama, mungkin yang paling pahit dari proses kehidupan adalah kehilangan, dan dari proses mencintai adalah menunggu dan terus menunggu tanpa diberi kepastian bahwa aku dicintai, seperti bunga pasti akan layu, aku pernah mengalami keduanya itu, setelah hilang, lalu jejakmu kah yang harus kucintai..?

Banyak orang yang berlalu dan menertawai jatuhnya aku saat tidak ada kamu, ber-kali2 mereka bilang, buang waktu saja.., kamu hanya menunggu dan diam disitu sementara dia belum tentu menjadi milikmu, tapi aku hanya menyisakan percaya, percaya pada takdir, percaya waktu punya saatnya, saat ketika cinta itu harus tetap disitu atau dibiarkan berlalu dan tidak lagi terpaku pada objekmu, hatiku yang akan menentukannya, kan..?, sungguh aku tidak pernah menyesal, karena pernah mencintaimu adalah sejarah termanis yang melahirkan banyak peristiwa penuh rasa.

Hey, yuli.., tepat sepuluh bulan aku berhubungan denganmu, aku menerbangkan semua perasaan ke langit, aku mengembalikan semua rasa yang pernah dihadiahkan, aku berterima kasih kepada Allah dan kamu tentunya yang berperan dalam semua pengalaman termanis yang belum tentu bisa dinikmati semua orang, bahagialah dengan lelaki yang kini disampingmu, karena bahagiaku menyertaimu selalu.

 
Lama setelah semua yang terjadi, kamu masih mengenalku sebagai orang yang sama, kan..?, tetap ceria, bersemangat, dan selalu berusaha membahagiakanmu, persis dengan yang ada dalam ingatanmu, tapi, sadarkah kamu sekarang aku sedikit berbeda..?, tentunya, kamu tau, entah sejak kapan aku menjadi laki2 yang sensitif bahkan pada hal konyol sekalipun, dan seolah selalu mengemis perhatianmu dengan cara yang bodoh, menyebalkan, ya.., aku seharusnya sudah cukup tau diri untuk tidak mengakuimu sebagai milikku lagi, karena setiap aku melihatmu, yang aku ingat hanya rasa bersalah, maka dari itu aku menghindarimu walau nuraniku tidak menghendakinya.

Ingatlah.., kemaren pernah ada saat2 kamu menjadi orang yang sangat dekat denganku, dan kesan pertamaku waktu itu adalah, kamu itu wanita yang lugu, mempunyai sifat berbicara seadanya, terlihat sangat menghormati orang tua, punya wawasan yang luas, dan meski begitu, sebenarnya kamu itu suka melibatkan diri di keramaian, dan kamu selalu bisa diandalkan semua orang, kamu mengajarkanku untuk bertahan ditengah keterpurukan, kamu sering menceritakan impianmu padaku, dan saat itu aku memutuskan untuk membantumu mewujudkannya.

Impianmu sederhana, dan tidak perlu aku sebutkan yah hehehe, kamu ingin menghabiskan waktu bersamaku, orang yang kamu cintai, saat itu.., saat aku dengar itu.., aku sudah mulai sok tau hehehe, berlebihan memang jika aku berharap kamu mau tau semua tentangku hmmm..,kamu mungkin berpikir hidupku mudah dan sempurna, tapi tidak sepenuhnya begitu, aku pun pernah merasakan setidaknya sekali, beban yang kamu rasakan itu, waktu dan keadaan boleh saja mengubahmu, tapi bukan berarti hatimu akan menghapusnya begitu saja, kamu tetaplah kamu yang sama seperti sejak awal kau terlahir ke dunia ini.

 
Tekadku untuk menggugah semangat hidupmu lebih besar dari apapun, dan jika kamu berpikir keindahan dunia hanya sebatas pada dunia film, laki2 tampan dalam layar kaca yang amat kamu sayangi itu, orang2 dalam dunia nyata memang tidak serupawan mereka yang ada dalam dunia fantasimu itu, tapi ingatlah bahwa kamu juga salah satu dari mereka yang ada di dunia nyata itu, dan yang menciptakanmu adalah Pencipta Maha Sempurna, dan itu harga mati, hidup ini juga tak seindah jalan cerita dalam film2 Boliwood yang kamu saksikan itu, tapi kisah mereka juga terilhami dari kehidupan manusia sebenarnya..?, jadi percayai saja hidup kita juga bisa seindah itu.

Betapa inginnya aku menyadarkanmu bahwa hanya dengan menatap matahari pagi atau menghirup udara segar saja bisa membuatmu bahagia, bersyukur akan hal2 kecil dan sepele itu perlu, dunia yang diciptakan ini jauh lebih indah dari dunia fantasimu itu, kamu tahu..?, hidupmu terlalu berharga jika dihabiskan hanya dengan bersembunyi dalam sebuah ruangan hampa, jadi kamu jangan menikmatinya begitu saja.

Aku tidak hidup di dunia sinetron, aku bukan sutradara atau si penulis skenarionya, jadi aku tidak bisa berbuat apa2 selain berdoa yang terbaik, karena manusia memang makhluk yang tidak mampu diam ber-lama2 di satu titik dan bisa berubah kapan saja, tapi tidak ada satupun manusia yang ditakdirkan untuk menjadi orang jahat, Allah tidak menciptakan kita untuk itu, selama masih ada orang yang bersedia mencintaimu, cukup ingat saja perasaan cinta itu, tidak perlu pikirkan yang lainnya, maka kamu akan bisa terus tersenyum sekalipun kamu sedang dipukul atau bahkan diludahi, itu prinsip yang ingin kubagi untukmu, bila tidak ada kebahagiaan yang bisa kamu temukan, ciptakanlah sendiri rasa bahagia itu, bila perlu.., seluruh dunia bisa merasakannya juga.


Ah, akhirnya aku bicara panjang lebar bukan tentang perasaanku sendiri lagi.., entah kau membacanya atau tidak, tapi aku sungguh berharap kamu tidak mengacuhkan tulisanku ini begitu saja, aku tau ini tampak norak dan membosankan, tapi kupastikan ini bagus untuk jiwamu, agar kamu bisa bersemangat, jadi lihat kesini sebentar..!, mulutku pasti sudah banyak berbuih apabila semua ini kukatakan langsung padamu, itupun kalau kamu mau mendengarkannya.

Aku pikir kamu tidak akan tertarik membaca apalagi merenungi tulisan ini, karena sepertinya kamu bukan tipe orang yang peduli untuk hal semacam ini, sebab kamu tidak pandai dalam memahami kata2 yang rumit ini, tenanglah, aku cuma sebatas mencoba, walau egoku berkata "Kamu harus membaca dan memahami ini!", namun aku tidak mau memaksa., akan tetapi tidak ada ruginya membaca tulisanku ini barang sebentar saja, karena ini tentangmu.., eh, tidakkk maksudku ini tulisan yang terakhir untukmu.

Terima kasih karena memberi cinta yang mendewasakanku, memang benar cinta tidak punya kadaluarsa, tapi aku hanya tidak ingin beberapa puluh tahun aku berkaca, aku masih berada di tempat yang sama.

SELESAI


G@l!p0n9


Kamis, 18 Mei 2017

Cinta masa lalu ??

Cinta adalah hal biasa yang pasti dirasakan oleh setiap manusia, dan itu merupakan suatu anugerah indah yang Allah berikan kepada manusia agar supaya mereka saling menyayangi dan menjaga satu sama lain dalam suatu ikatan hubungan, dan ada saatnya manusia merasakan cinta adalah sesuatu yang indah.., yaa akan lebih indah bila saling mencintai.
 
Terkadang aku merasa segala yang kuinginkan adalah sesuatu yang harus aku peroleh dan harus bisa aku dapatkan, namun Allah telah memiliki rencana tersendiri yang telah dituliskan dan ditakdirkan bagi tiap2 hambanya termasuk diriku, aku tersadar bahwa apa yang aku lakukan di dunia ini sejatinya hanyalah mengikuti alur cerita yang telah Allah tentukan, karena tidak ada satupun diantara manusia yang bisa keluar dari alur cerita tersebut dan membuat jalan cerita bagi kehidupan nya sendiri.

Takdirku atas kamu pasti akan terjadi pada waktunya, aku hanya bisa berharap dan berdoa bahwa harapan yang aku inginkan bisa tercapai, tapi kembali lagi bahwa segalanya menjadi hak Allah.., manusia sepertiku hanya bisa berusaha yang terbaik, terlepas dari itu semua bila tidak sesuai dengan harapan.., akupun tidak boleh memaksa apa yang sebenarnya bukan untuk diriku, karena dipaksakan pun adalah suatu yang tidak mungkin dan tidak baik bagi orang lain, karena ini masalah hati dan perasaan.

Allah menciptakan manusia sebagai satu2nya mahluk yang berakal.., dan aku dititipi Allah memiliki logika dan rasa, logika menjadikanku mampu menjalin hubungan cinta  dengan seseorang, dan supaya aku bisa berpikir dan mampu menilai mana hal yang patut aku pilih dan mana yang tidak, mana hal yang baik dan mana hal yang berdampak buruk bagi diriku, dan dengan begitu hidupku akan berjalan sebagaimana mestinya mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Nya, 

Sedangkan Allah memberiku rasa, karena dengan memiliki perasaan agar aku menjadi mahluk yang bisa mengerti, memahami, dan merasakan apa yang dilihat dan dirasakan oleh orang lain, dan karena adanya rasa ini juga yang membuatku memiliki nafsu hingga ingin bisa memilikimu..

Mencintai seseorang adalah suatu hal  yang biasa, karena semua orang pernah merasakannya, dan cinta adalah hal yang baik selama dijalani dengan baik pula, namun berbeda jadinya jika aku mencampurnya dengan nafsu, karena apapun alasannya memaksakan cinta adalah hal yang salah apalagi jika sampai menyakiti hati seseorang, aku tay bahwa memang tidak semua yang aku inginkan akan bisa kudapatkan, namun aku yakin bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik buatku bagaimanapun nanti jalannya.

Baca'an ayat ini menggangguku..,

Wanita2 yang keji adalah untuk laki2 yang keji, dan laki2 yang keji adalah buat wanita2 yang keji (pula), dan wanita2 yang baik adalah untuk laki2 yang baik dan laki2 yang baik adalah untuk wanita2 yang baik (pula).

Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu), bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)”. (QS 24:26)

Sebuah keraguan melayang diatas kepalaku

Apakah wanita sebaik dirimu akan bisa bersanding denganku, atau cukup hanya dalam angan2 saja aku boleh memilikimu.

Dilemaku..,

Rasa dan logikaku bertarung tanpa henti, cnta masa lalu datang, dan engobrak-abrik seluruh rasaku, apakah aku hanya terjebak oleh masa lalu..?, ataukah memang benar2 ada cinta di antara kita..?

Dan..,

Saat aku terlena oleh rasa itu, kamu terbentur oleh logika, kamu berada di dunia yang berbeda, karena ada yang telah memiliki jiwamu.

Aku tidak ingin berlebihan bermimpi bisa bersanding denganmu seutuhnya, aku hanya ingin kamu tetap mencintaiku, memilikiku, walaupun itu juga tidak mungkin.

Apakah aku menyerah..?

Entahlah..,

Sepertinya tidak, tapi nanti.., jika kamu pergi meninggalkan aku, akan ada kepingan hatiku yang telah hancur tercerai berai, dan aku kembali hidup  dengan rasa rindu yang menyiksa.


G@l!p0n9