Selasa, 01 November 2016

Cinta Yang Salah

Sebelum baca ini kamu harus janji ga boleh marah, ketawa apalagi sampai nangis.., anggap saja tulisan ini kamu baca dari sobekan kertas lusuh yang kamu temukan ditumpukan sampah..,
 
Begini ceritanya..,

20thn lamanya aku hidup untuk mencintai, menyayangi, memeluknya hanya sebatas angan, tanpa bisa menyampaikan perasaan itu kepadanya.., karena ada batasan yang tidak mungkin dilanggar dan seandainya aku mampu untuk melanggar batasan itu.., itu adalah sesuatu yang buruk selama aku menjalani kehidupan.., ya, karena pada waktu itu aku menyukai seorang wanita yang masih saudaraku sendiri.

Sungguh ujian yang berat selama aku menjalani hidup, selalu kucoba hilangkan dia dari hati dan fikiranku dengan mengalihkan perasaan ini pada wanita lain dan berhasil!! tapi itu hanya sesa'at, bayangan itu selalu kembali.., dan terus kembali, SUNGGUH.., aku mohon ampun kepada Allah Karena tidak bisa menguasai perasaan cinta ini.

Gambaran perasaan hatiku dan hatinya pada wktu itu; hari demi hari kujalani cinta rahasia itu dengan apa adanya.., walau terkadang terlalu berlebihan.., ya hubungan itu sudah terlewat batas, ingin kuakhiri itu semua, karena aku tahu bahwa sesungguhnya.”tak ada harapan”, mungkin harapan untuk saling memiliki tidak akan pernah ada, aku berusaha untuk abaikan hasrat hatiku demi kebahagiaannya, biarkan diri ini sakit asalkan dia tetap bisa merasa bahagia dalam dunianya, biarkan aku menyayangi dan memeluknya hanya sebatas dalam angan dan itu cukup bagiku, karena bagaimanapun dia tidak bisa menjadi milikku, "Sungguh cinta ini teramat sulit bagiku".

Banyak sudah kisah yang kujalani bersamanya. tapi sungguh..bersamanya banyak kutemukan bahagia, karena didalamnya aku menemukan arti sebuah ketulusan.., ya, ketulusan-nya adalah sesuatu yang pantas mendapat tempat istimewa dalam hatiku.., tapi sayang kisah itu sudah berakhir, dia telah kembali untuk keluarganya, dan memang sudah seharusnya begitu, aku teramat sayang kepadanya hingga aku rela melepasnya, selamat tinggal cintaku.., terima kasih sudah mau menjadi bagian dalam cerita cintaku..."Love Nefer Dies"

Dan setelahnya aku tidak menyangka kalau hasilnya adalah kebencian, ya!! kebenciannya kepadaku, seandanya dia tahu "DIAMKU bukan karena aku meninggalkannya, aku diam demi masa depannya "DIAMKU bukan aku sudah tidak mengenalnya setelah apa yang sudah terjadi antara dia dan aku..karena dalam diam aku selalu berdoa buat dia.., DIAMKU bukan karena aku merasa menang sudah pernah mendapatkan cintanya.., tapi diamku karena aku merasa sudah terkalahkan karena tidak bisa mendapatkan hatinya.

"Tuhan... tolong jaga dia untukku"
"Tuhan... jika saatnya aku berpulang kepadaMu, aku mohon pertemukan kami walau hnya sesaat"

Hanya itu doa yang mendalam dalam hidupku.
 
Dan pada akhirnya..?? dia kembali dalam kehidupanku.., aku tertawa, rupanya Allah belum cukup mengujiku hanya sebatas angan, padahal aku sudah merasa cukup bahagia dengan itu, ternyata Allah masih punya rencana lain buatku, dan aku meng-iyakannya walau itu bertentangan dengan hatiku, tapi untuk wanita yang kucintai aku tak kuasa menolaknya.
 
Berawal dari itu..Allah memberikan aku kekuatan untuk menyampaikan perasaan yang selama ini terpendam..aku seperti orang yang bodoh, tidak tau malu berani menjadi teman rahasia wanita yang sudah bersuami.., GILA..GILA..GILA..sesuatu yang tidak seharusnya aku lakukan.
Tapi masih ada yang menarik lagi, 'mau tahu...??'

Benar..benar..GILA..!! tanpa kusangka ternyata...??? Dia mau bertemu buatku...huaa..ha..ha..ha..ha..?? aku tertawa karena aku masih belum percaya dengan kenyataan ini, sesuatu yang mustahil, ternyata rencana Allah Maha Dahsyat dan bahagia sekali hati ini..menjalani kerahasiaan ini dengannya.
 
Eh..!! tiba2 aku tringat doa yang pernah aku ucapkan dulu.., doa itu sungguh2 sangat mendalam karena pada saat itu khidupanku tidak tentu arah, aku jadi manusia liar yang jauh dari allah sampai aku mengucapkan doa itu dan kehidupanku berangsur kembali normal.., apakah ini pertanda aku akan berpulang kepadanya..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar