Senin, 28 November 2016

Uneg-uneg

Ya itulah judul untuk tulisanku ini, sungguh aku sudah kehabisan akal sehatku.., aku perlahan lahan mulai sadar, mulai sadar tentang apa yang kita jalani selama ini, entah ini hanya perasaan burukku saja atau memang ini benar adanya.

Kita menjalin sebuah hubungan, hubungan yang kita harap bisa menjadi indah nantinya, iya, kisah ini indah di awal dan semakin tak karuan setiap perjalanannya, kita seperti kekasih yang saling mencintai, mencoba menyatukan dua hati yang berbeda, tapi, sepertinya aku salah, bukan saling, tapi hanya salah satu yang mencoba berjuang, berjuang untuk menyatukan hati yang berbeda ini.

Ini kisah bukan hanya tentang kamu ataupun tentang aku saja, ini kisah tentang kita, tentang aku dan kamu, kamu tau..? setiap aku membuka mata, kamu orang yang selalu aku ingat, juga kamu..? kamu tak pernah lupa mengingatku disaat kamu membuka mata ketika kau terbangun dari tidurmu, menyapaku, mengucapkan selamat pagi untukku dan itu hal yang sangat luar biasa buatku.

Aku selalu berfikir, seperti inikah menjalin hubungan denganmu..?
aku tidak menginginkan setiap detik harus terus memberi kabar, aku hanya ingin kamu menganggap aku ada, dan mengingat keberadaanku, hanya itu, aku tidak pernah memintamu untuk selalu berada disampingku, aku tidak pernah memintamu untuk selalu mengirimkan pesan untukku, aku hanya memintamu untuk selalu ingat aku. HANYA ITU..!

Karena aku mulai terbiasa dengan jarak ini, jarak yang membuat kita tidak bisa bertatapan muka setiap hari, aku mulai berteman dengan jarak ini, jarak yang selalu hadir dalam setiap kisahku, aku mulai terbiasa olehnya, jarak ini selalu ada dan selalu hadir dalam setiap kisah yang aku buat setiap harinya, jarak seolah menjadi mimpi buruk yang selalu ingin kita hilangkan ketika kita terbangun dari tidur, jarak ini sudah menjadi bayangan, bayangan disetiap kita melangkah.

Aku tak pernah menyesal ketika aku memutuskan untuk hilang darimu, justru jarak ini yang mengajarkanku, jarak membuatku merindukanmu setiap harinya, jarak yang selalu menguatkanku ketika aku ingin bertemu denganmu, aku bahagia memilikimu dengan jarak yang memisahkan kita, jarak dan kamu sudah menjadi bagian dari kisahku, lebih tepatnya kisah KITA dan aku tidak ingin jarak ini menjadi sumber permasalahan untuk kita.

Kita memutuskan untuk bersama walau kita tahu jarak ini akan terus memisahkan kita sampai kita menemukan tempat dimana kita akan bersatu selamanya.

Apa yang seharusnya pergi, pasti akan pergi juga, bagaimanapun kita menggenggamnya, pasti akan pergi dan lepas juga, aku pernah merasakan ini, kehilangan lalu mencari, kemudian bersama lagi, ya.. aku pernah merasakan itu beberapa bulan yang lalu, aku berbicara denganmu lagi, sosok yang aku anggap memang diciptakan untukku, tapi ternyata tidak, kamu dulu pergi, kemudian aku mencari, iya.., hanya aku yang mencarimu, tapi kamu..? Tak pernah.

Aku pernah bilang pada diriku sendiri, "jika memang dia milikku, pasti akan kembali."  dan benar, kamu kembali, aku menganggap kamu benar untukku, benar diciptakan untuk mendampingiku, tapi entah mengapa aku selalu merasa tidak pernah puas akan cerita tentangmu, aku selalu mecoba mencari tau, mencari tau semua yang ada pada dirimu, dan benar, Allah menunjukkan itu semua, aku tau tentang dirimu, tentang kamu yang selama ini tidak pernah aku tau, aku kecewa, sangat kecewa, tapi aku tau, Allah pasti menunjuk kan seperti ini karena DIA sayang aku.

Aku mulai sadar ini memang tidak baik, tidak baik jika diteruskan, ini demi kebaikanmu, Allah selalu menyayangimu, Allah mungkin belum memberimu peringatan, tapi suatu saat pasti ada peringatan supaya kamu lebih menghargai apa yang telah Allah kasih buat kamu.

Aku tidak peduli dengan semua perkataanku ini, aku tidak pernah peduli tentang semua pemikiranmu tentang aku, aku cukup mendo'akan untuk kebaikanmu, semoga kamu benar - benar bisa menghargai seseorang yang sudah Allah kasih buat kamu.

"Semua yang bukan untuk kita dan yang tak baik untuk kita, pasti akan pergi."

Tulisan ini aku tulis sambil menahan sesak di dada, tulisan ini aku tulis sambil memandangi fotomu yang terpampang di wallpaper HP ku, aku tak pernah mengerti mengapa aku selalu merasa sesesak ketika aku melihat fotomu, entah karena rindu yang menggebu, atau justru karena sakit yang entah dari mana asalnya.

Aku sering melihat orang di luar sana sedang bergandengan tangan sambil tersenyum bahagia, sedangkan aku..? Aku hanya bisa membayangkan bisa menggandeng tanganmu sambil senyam senyum sendiri disini, aku sering mendengar percakapan manis yang dibicarakan oleh sepasang kekasih diluar sana, sedangkan aku..? Aku hanya bisa berbincang denganmu di HP sambil tersenyum  sendiri, mereka terlihat sangat bahagia, bahagia ketika berada disamping orang yang di sayangi, sederhana tapi begitu bahagia, aku tak pernah berani untuk selalu membayangkan betapa bahagianya ketika kita bisa bersama, entahlah, aku selalu takut untuk membayangkan itu, aku terlalu takut ketika hanya bisa membayangkan dan berandai - andai saja.

Yaa, Aku iri dengan kebahagiaan mereka yang kita sendiri tidak tau kapan bisa kita lakukan, aku tidak meminta apa apa, aku hanya meminta supaya kamu ada disini, memberikan pundakmu untuk aku bersandar dan mengusap air mataku ketika aku meneteskan air mata, sederhana bukan..? apa keinginan sesederhana itu tidak bisa di wujudkan..? Entahlah, mungkin bisa jika kita memang saling memperjuangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar