Kali ini posisiku benar-benar berada dalam posisi sudah sangat lelah,
sudah tidak mampu lagi menahan semua rasa sakit ini, tidak mampu lagi
untuk berpura-pura tersenyum, berpura-pura kuat, dan berpura-pura
baik-baik saja, kali ini aku benar-benar rapuh, aku memilih untuk
mundur, aku muak dengan semuanya aku lelah bertahan dalam
pengabaianmu, lelah berjuang sendiri untuk keluarga, sedangkan kau,
tidak pernah menyadari itu.
Telah lama aku mencoba bertahan dari semua sikapmu itu namun sekarang, hati ini sudah tidak mampu lagi untuk mempertahankan semuanya, hati ini sudah terlalu tersiksa oleh semua rasa sakit yang kau buat hati ini sudah terlalu banyak menanggung semuanya.
Aku sudah lelah untuk menghadapi semuanya langkah kaki ini sudah tidak tentu arahnya semuanya menjadi buyar, kamu sudah berubah, bukan yang dulu aku kenal, hingga rasa inipun
berubah secara drastis menghadapi perubahan sikapmu itu dan aku bisa
apa..? aku hanya bisa diam, memendam segalanya, karena kamu adalah orang
yang keras kepala, tidak bisa di beri tahu, jika ku memberi tahumu yang
ada kau malah memutar balikan fakta dan akhirnya jadi kau yang
menyalahkanku, menuntutku ini itu kamu pikir aku robot yang bisa kamu
atur sesukamu, kau perintah semaumu, seolah-olah aku ini hanya
pelampiasan kala dirimu merasa capek, memangnya aku tidak capek.
Aku hanya ingin kau sadar, menghargaiku keberadaanku dan juga perasaanku apa itu hal yang sulit untuk kamu lakukan, mungkin kamu memang sulit melakukan itu karena dari dulu aku memang tidak pernah penting dimatamu, sehingga kau sulit untuk menghargai aku di hidupmu, apa aku terlalu sempurna untuk kamu perjuangkan, entahlah, yang jelas kau terlalu buta untuk melihat siapa orang yang mengasihimu.
Dan kini saatnya aku untuk pergi, memilih untuk meninggalkan semua rasa pahit ini dan mencari sebuah kebahagiaan yang aku harapkan, aku akan mencoba menghapus segalanya dan menutup setiap lembaran kusam yang penuh air mata, akan ku ganti lembaran itu dengan lembaran baru proses yang tidak mudah memang dan tidak pula sebentar namun, aku akan tetap melakukannya demi memulihkan kembali hati ini.
"Selama ini aku yang selalu mengalah, hingga hati inipun lelah dan kini aku memilih untuk menyerah"
"Dari aku yang berusaha sabar dan selalu mengalah"
Aku hanya ingin kau sadar, menghargaiku keberadaanku dan juga perasaanku apa itu hal yang sulit untuk kamu lakukan, mungkin kamu memang sulit melakukan itu karena dari dulu aku memang tidak pernah penting dimatamu, sehingga kau sulit untuk menghargai aku di hidupmu, apa aku terlalu sempurna untuk kamu perjuangkan, entahlah, yang jelas kau terlalu buta untuk melihat siapa orang yang mengasihimu.
Dan kini saatnya aku untuk pergi, memilih untuk meninggalkan semua rasa pahit ini dan mencari sebuah kebahagiaan yang aku harapkan, aku akan mencoba menghapus segalanya dan menutup setiap lembaran kusam yang penuh air mata, akan ku ganti lembaran itu dengan lembaran baru proses yang tidak mudah memang dan tidak pula sebentar namun, aku akan tetap melakukannya demi memulihkan kembali hati ini.
"Selama ini aku yang selalu mengalah, hingga hati inipun lelah dan kini aku memilih untuk menyerah"
"Dari aku yang berusaha sabar dan selalu mengalah"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar