Senin, 14 November 2016

"Dari aku yang berusaha sabar dan selalu mengalah"

Kali ini posisiku benar-benar berada dalam posisi sudah sangat lelah, sudah tidak mampu lagi menahan semua rasa sakit ini, tidak mampu lagi untuk berpura-pura tersenyum, berpura-pura kuat, dan berpura-pura baik-baik saja, kali ini aku benar-benar rapuh, aku memilih untuk mundur, aku muak dengan semuanya aku lelah bertahan dalam pengabaianmu, lelah berjuang sendiri untuk keluarga, sedangkan kau, tidak pernah menyadari itu.

Telah lama aku mencoba bertahan dari semua sikapmu itu namun sekarang, hati ini sudah tidak mampu lagi untuk mempertahankan semuanya, hati ini sudah terlalu tersiksa oleh semua rasa sakit yang kau buat hati ini sudah terlalu banyak menanggung semuanya.

Aku sudah lelah untuk menghadapi semuanya langkah kaki ini sudah tidak tentu arahnya semuanya menjadi buyar, kamu sudah berubah, bukan yang dulu aku kenal, hingga rasa inipun berubah secara drastis menghadapi perubahan sikapmu itu dan aku bisa apa..? aku hanya bisa diam, memendam segalanya, karena kamu adalah orang yang keras kepala, tidak bisa di beri tahu, jika ku memberi tahumu yang ada kau malah memutar balikan fakta dan akhirnya jadi kau yang menyalahkanku, menuntutku ini itu kamu pikir aku robot yang bisa kamu atur sesukamu, kau perintah semaumu, seolah-olah aku ini hanya pelampiasan kala dirimu merasa capek, memangnya aku tidak capek.

Aku hanya ingin kau sadar, menghargaiku keberadaanku dan juga perasaanku apa itu hal yang sulit untuk kamu lakukan, mungkin kamu memang sulit melakukan itu karena dari dulu aku memang tidak pernah penting dimatamu, sehingga kau sulit untuk menghargai aku di hidupmu, apa aku terlalu sempurna untuk kamu perjuangkan, entahlah, yang jelas kau terlalu buta untuk melihat siapa orang yang mengasihimu.

Dan kini saatnya aku untuk pergi, memilih untuk meninggalkan semua rasa pahit ini dan mencari sebuah kebahagiaan yang aku harapkan, aku akan mencoba menghapus segalanya dan menutup setiap lembaran kusam yang penuh air mata, akan ku ganti lembaran itu dengan lembaran baru proses yang tidak mudah memang dan tidak pula sebentar namun, aku akan tetap melakukannya demi memulihkan kembali hati ini.

"Selama ini aku yang selalu mengalah, hingga hati inipun lelah dan kini aku memilih untuk menyerah"

"Dari aku yang berusaha sabar dan selalu mengalah"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar