Aku datang hari ini, jangan pandang aku sebagai teroris ataupun sebangsanya, aku bukan akan mengganggu, rindu yang membawaku pulang, untuk sekedar bercerita tentang satu dua kata.
Aku ingin katakan bahwa hari ini aku rasakan pelukan alam penuh cinta tanpa curiga.
Aku ingin katakan bahwa hari ini aku rasakan belaian alam penuh kasih tanpa kecemburuan.
Aku ingin katakan bahwa hari ini aku temukan kesadaran dalam hidup tanpa sandiwara.
Aku ingin katakan bahwa hari ini aku temukan kenyataan dalam cinta tanpa janji.
Kenyataan nya alam lebih jujur dalam bercinta, walau aku menelanjangi dan menyetubuhinya, dia diam saja, tak perlu kita berjanji, kemudian mengkhianatinya, tak perlu kita menuntut janji, kemudian lari dari padanya, aku datang lagi hari ini, jangan lihat aku sebagai penagih janji, aku ingin tanyakan mengapa engkau bukan sebagai alam..? yang penuh cinta, Penuh kasih dalam kenyataan, meskipun engkau bukan alam yang bisa ditelanjangi dan disetubuhi tanpa cinta dan kasih, aku datang untuk sebuah janji, bukan menuntut janji..! janji pada diri sendiri, Tuhan, dan alam, karena ketiganya tidak dapat aku bohongi.
Katakanlah aku sedang bermimpi, katakanlah aku sudah mulai gila karena tidak bisa dapatkan wanita yang aku inginkan, itu pasti, yah, itu pasti, karena aku tahu Jiwa dan raga tidak harus selalu bersama dan aku tahu keduanya bukan dari zat yang sama.
Katakanlah, dirimu akan lari, katakanlah dirimu akan pergi denganku dan aku yakin kau tidak akan mampu, karena kamu hanya lari dan pergi kepadaku hanya dengan jiwamu, tidak dengan ragamu, karena kamu ada padanya dan dia memilikimu, dan aku akan selalu hadir dalam ingatanmu, matamu dan terus marasuk dalam jiwamu.
Aku tau, aku tak ‘kan mampu memiliki ragamu meskipun aku mencintaimu, aku tau, aku tidak akan mampu bercinta dan meniduri ragamu, tapi aku tahu, aku akan selalu hadir dan kau hadirkan dalam mimpi-mimpimu, juga ingatanmu, karena aku ada dalam jiwamu dan engkau ada dalam jiwaku, biarkan jiwa kita saling pergi dan lari, biarkan jiwa kita saling mencari cinta, tapi bukan untuk raga kita, karena keberadaannya telah terikat sebuah janji dalam perjalanan hidup yang tidak pernah kita mengerti.
Satu hal yang aku mengerti dan aku ingin katakan padamu, aku mencintaimu, tapi aku tak memiliki ragamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar